Tentang Cinta: Next Level atau Game Over?

Berhentilah mengejar kesempurnaan cinta, karena itu ga akan pernah ada. Ga juga dengan mati-matian mengubah dirimu jadi seseorang seperti yang dia pinta. Ga perlu pura-pura jadi orang lain, dan emang ga bakalan pernah bisa.

Mancintai dia, hari demi hari, berarti mencintai dirimu sendiri; menerima kekonyolan, “kekurangan”, serpih-serpih terdalam di dirimu, yang selama ini tersembunyi di balik topeng-topeng kecantikan atau kepribadian.

Ga siapapun, ga juga kamu, yang bisa tau segalanya tentang dirimu sendiri. Dan emang itu ga perlu! Yang penting, dalam setiap momen yang ada, kamu mengekspresikan, memproyeksikan apa yang kamu rasakan. Biar semua keluar, seperti debu yang memutar ke langit, diangkat angin puting beliung.

Marah, kecewa, menangis, berteriak, “Udah, kita putus. Capek gue!”, atau apapun, ga ada yang haram dilakukan. Itu ga masalah. Yang penting adalah, bagaimana kamu dan dia bisa kembali merasakan cinta mengobati semua luka, reunite, re-connected, dan setiap itu terjadi, kalian mestinya telah naik satu level, seperti main PS, bukannya malah memulainya dari awal lagi. Itu sih namanya game over!

Tak perlu bersumpah bahwa kamu ga akan pernah marah lagi sama dia. Itu cuma akan menambah koleksi sumpah yang kamu langgar. Pergulatan hidup bakal sering berakhir dengan air mata. Masa depan yang tak pernah pasti, bakal menyebabkan stress, membuatmu terjebak dalam malam-malam panjang tanpa bisa memejamkan mata.

Tapi usai pertengkaran itu, dinginnya kesendirianan perlahan akan mengingatkanmu, betapa dia sungguh berharga, betapa dia sudah menjadi bagian terdalam dari dirimu, yang harus kau terima, seperti kamu menerima ketidaksempurnaanmu sendiri.

Jadi pilih mana, next level atau game over….

 

Iklan

21 thoughts on “Tentang Cinta: Next Level atau Game Over?

  1. maya

    bentar bang, ngitung kancing dolo…naik…game over..naik…game over….naik…wahh berarti naik neh bang. gag usah banyak2, stengah level aja dolo hehehehe

    Balas
  2. Mei

    I agree with you, with every quarrel or argument we’re going to the next level πŸ™‚

    jadi dapet inspirasi menulis..
    thanks for being patient!

    Balas
  3. sahat

    Yah pasti next level lah , sambil cari cara atau trik baru menghadapi yang telah terjadi moga-moga berhasil dengan baik, atau paling tidak kesalahan yang lalu tak berulang kembali, kurasa tak perlu diungkapkan yang penting dilaksanakan semoga cinta itu bersemi kembali ditaman hati yang indah . Coming up next ….., salam laeku .

    Balas
  4. erander

    Saya punya prinsip .. jika kita mencintai segala kekurangan dan kejelekan seseorang .. maka kita akan dengan mudah untuk menerima segala kelebihan dan kebagusan seseorang.

    Jadi point pertama adalah apakah kita mau menerima segala kekurangan dan kejelekan seseorang? kalo mau .. next .. kalo ogah .. abort

    Balas
  5. venus

    makasih komennya di ‘lovers’ ya, bang. melegakan, atau boleh saya sebut ‘mencerahkan’?
    saya jadi tidak merasa sendirian.

    ah, kenapa ya kita gak bisa milih, kapan atau kepada siapa rasa yang mestinya indah itu kita berikan?

    again, makasih banyak!

    Balas
  6. cintabening

    Setuju Bang!!
    (kok telat yah aku nemu blog si abang ini )

    Setelah badai, justru hari yang biasa-biasa jauh terasa lebih luar biasa. Lebih bisa mensyukuri semua yg kita terima, bang.

    @ simbok venus : bener banget mbok, kita nggak bisa milih kepada siapa rasa itu akhirnya berlabuh, meski ingin beranjak tapi kaki rasanya terpaku.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s