Mengapa Semua Mendadak Tentang Kematian?

Dari pagi tadi, browsing, ngobrol, chatting, sms; kok semua mendadak bicara tentang kematian? Kematian memang semakin akrab, mendekat setiap detiknya. Tapi mengapa sesuatu yang sudah diatur itu mesti dibahas-bahas lagi. Bukankah lebih bermanfaat membahas dan melanjutkan kehidupan yang masih serba tak pasti ini?

Tak ada dirimu, dari keberangkatan yang sia-sia ini,
kematian hanyalah sebab dari tidur setiap malam.
Dan kamu tak pernah kembali dari ziarah itu,
seolah dirimu telah bersatu menjadi pagi;
di dalam kamarku. —Ekstase Malam, W Haryanto

Sebagaimana kita tak perlu (dan tak mampu) berpikir tentang dunia semasa di kandungan, tak perlu pula repot-repot mengernyitkan dahi tentang fase setelah ini.

Sebagai anak badung kehidupan, terima segala yang akan tiba, dengan ceria, dengan ketabahan yang membatu, dengan kesombongan orang tak berdaya.

Apapun yang tersedia di sana, aku ingin hidup lebih lama dari mimpi Chairil Anwar itu…

mafia_beras.jpg

Mafia Beras Juga Sayang Anak.
Kalau aku mati, siapa yang akan mengurus junior yang masih terlalu lucu untuk menderita ini?

Iklan

14 thoughts on “Mengapa Semua Mendadak Tentang Kematian?

  1. Batak News

    πŸ˜† hua-ha-ha ….
    kalau dulu aku berkomentar serius pada artikel-artikel lae yang memang serius berbicara tentang cinta, kali ini aku hanya mau tertawa.

    lae tahu kenapa? ini: teks “mafia beras juga sayang anak” persis di bawah foto di atas. lalu aku perhatikan foto si mafia beras itu. berkaos hitam dan berkaca mata hitam. bah, langsung kuingat satgas pdip.

    hancur…, hancur…, senyum-senyum aku dari tadi. πŸ˜†

    tak kusangka laeku ini ternyata “orang pdip” yang nyambi jadi mafia beras. πŸ˜†

    hajablah aku, lae, senyum-senyum terus dari tadi lihat fotomu itu.

    Balas
  2. Batak News

    ada yang lupa.
    yang bikin aku bilang lae cocok jadi satgas pdip, selain kaos dan kaca mata hitam, adalah karena berpangkas cepak dan bertubuh tegap. persis seperti satgas. πŸ˜† agoi amang …, kok ganteng kali kawanku ini jadi mafia beras. πŸ˜†

    siapa nama kawan gibran yang lae gendong itu?

    Balas
  3. nesia Penulis Tulisan

    @yati.
    iyah… kok aku jadi ikutan ngebahas jg ya?

    @Lae Jarar.
    :)) Huehehehe, jadi malu aku Lae. Tp tak jantan kali kurasa kalo foto itu kucabut hanya karena masalah kemaluan itu. (Bah!) Untuk jadi mafia beras, tidak diperlukan kegantengan, rambut cepak, dll. Cukup ketajaman penciuman, agar bisa membedakan beras impor atau lokal, kuku balam atau kuku bima, pulen atau catu. :))
    Nama si gelleng itu Juan Mahdihusain, di atasnya ada Riqueza Raihan dan Enrique Abizaid. Nungnga tolu daba Laekku anggota Satgasta.

    @Michael
    Kalo boleh memilih, aku mau lupa tentang kematian. Aku tak mau terganggu dengan hal itu. Tp justru karena keinginan itu, aku justru selalu ingat. Ribet kan. :))

    Balas
  4. Batak News

    πŸ˜† bah, lae komentari pula komentarku, jadi makin lucu kurasa. apalagi ketika lae bilang: Untuk jadi mafia beras, tidak diperlukan kegantengan, rambut cepak, dll. Cukup ketajaman penciuman, agar bisa membedakan beras impor atau lokal, kuku balam atau kuku bima, pulen atau catu.

    parsudakku ma da bodari on, holan na mekkel ma ahu. [hajablah aku malam ini, senyum-senyum terus kayak orang gila].

    apalagi komentar lae terbaru di blogku, lucu pula. sangkin lucunya, kucaplok komentar itu ke halaman utama …, lengkap dengan foto laeku yang ganteng [tapi tidak pakai kaca mata].

    salam ya lae buat inangbao di rumah dan anak-anak.

    Balas
  5. Luna Moonfang

    “Enjoy life. There’s plenty of time to be dead … but remember … Never take life seriously. Nobody gets out alive anyways.”

    a “strange” quote … but there something behind those words … πŸ™‚

    Balas
  6. may

    OOT parts : Bang, kunjungan balik nih! Tengkyu lah dah mo singgah ke blog aq. Senang kali aq ketemu medaners gene. Maklumlah aq baru baru aja ngeblog.
    Koment parts : Aq setuju kali ma kata2 abang:
    ” Dan dengan semua perih dan legitnya, aku toh tetap mencintai kehidupan, dan selalu ingin merayakannya. Hidup adalah pilihan termanis dibanding apapun, karena mati pasti sangat membosankan, bete abis!”

    Balas
  7. Siu Elha

    Mati emang sebuah kepastian…
    Yang belum pasti adlh bekalnya nyampe nggak…ntar jangan2 bekal abis dijalan sementara jalan masih panjang…, kalau nggak dari sekarang kita bertanam agar kelak mengetam…

    Balas
  8. PEMBENARAN

    SIAP2 LAH MATI. DAN LIHATLAH HASIL DARI HIDUP KITA MASING2

    ALAM ARWAH DILAHIRKAN KEKANDUUNGAN
    KANDUNGAN DILAHIRKAN KE DUNIA
    ALAM DUNIA DILAHIRKAN KE AKHIRAT YANG KEKAL

    BUKTI MODERN ALAM SEMSETA MEMUAI BAGAIKAN TELUR

    JADI…

    SIAP2 LAH DILAHIRKAN SETELAH MATI

    KALO BENER LAHIRNYA BENER
    KALO JELEK LAHIRNYA JELEK

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s