Aku Ingin Mampu Mengatakan Ini…

Kau mungkin benar, aku semestinya bisa melupakanmu. Tetap mencintaimu, mengharapkanmu seperti ini, hanya akan menghancurkan semua yang kubangun dengan susah payah.

Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, dan mestinya aku tidak sok jago, sok filosofis, sok bollywood mengatakan, ‘if loving you is wrong, then I don’t want to be right’ atau semacamnya.

Di tempat itu kita pertama kali dipertemukan, dan ke sana kau telah kubawa tadi malam, dengan demam tinggi di sekujur tubuhmu. Pukul 3 dini hari kita pulang, dengan rinai gerimis menjelang pagi. Kau menggigil, walau motor pinjaman itu kujalankan sepelan mungkin.

“Kembalilah menyayangiku sebagai pengagum rahasia Bunga Sakura, karena aku hanya bisa indah di dalam angan-angan, dan menyebalkan ketika sungguh berada di sampingmu,” kau bilang saat tidur di pangkuanku, di teras yang basah, karena kunci kamar kosmu dibawa temanmu yang doyan keluyuran malam itu.

“Kita sudah tidak jadi diri kita sendiri lagi. Aku susah, kamu pun susah. Cinta tak layak dipertahankan kalau hanya menambah masalah. Siapa yang dulu mengajari aku untuk selalu memakai otak, Bang?” kau bilang sambil berjuang menelan roti bakar yang sudah dingin itu.

Sayang, aku pun ingin mampu mengatakan selamat tinggal, karena terlalu banyak yang harus kupertaruhkan, yang akan kusakiti dan mungkin kubunuh, bila tetap menyayangimu.

(Tapi air matamu tak berhenti, padahal gerimis sudah sejak tadi kehabisan titik-titiknya).

Setelah selamat tinggal, mestinya kukirimi kau sms: “Terima kasih telah pernah datang dalam kehidupanku, memberiku begitu banyak dosa yang manis, petualangan-petualangan yang gila, semua kenangan yang tak mungkin kulupakan. Tetaplah mekar, Bunga Sakuraku, di dalam hatiku, biar sinar wajah dan cantiknya senyummu tetap mengingatkanku bahwa begitu banyak hal indah dalam hidup, saat aku mulai tak bisa menghargai apapun.”

Tapi aku tak pernah mampu mengatakan, mengetikkannya, sampai detik ini. Celakanya, baru sampai persimpangan lampu merah itu pun, aku sudah ingin pulang lagi, menciumimu, sampai bibirku terasa pedas tersengat balsem yang melumuri jenjang lehermu.

altavista.jpg

Iklan

10 thoughts on “Aku Ingin Mampu Mengatakan Ini…

  1. venus

    sedikit tambahan, bang. soal cinta terlarang dalam tanda kutip, saya setuju kadang manusia butuh pemujaan yang sedikit absurd seperti ini. indah tapi tak perlu kita miliki. keindahannya menurut saya justru pada moment2 kita sanggup mengalahkan keinginan yg absurd itu tadi. halaaaah, ribet gak sih? hehehe…

    Balas
  2. Mei

    You never know what that person mean until you loosing grip on one 🙂

    thanks dah mampir dan menulis lagi,
    ternyata ada hubungan antara tulisanmu dan ku yah? heheh…

    ‘melupakan’ dan melupakan, bisa diliat dari sisi yang berbeda juga loh, Bang!
    miss u too 🙂 I guess, I’ve said it somewhere…hmm…

    Balas
  3. meiy

    ah Lae, berat nian ini…

    bagiku cinta tak pernah salah, yg salah adalah mengkhianati cinta…cintai saja cinta meski berdarah…

    nah ribet kan, bener lo venus…

    hiks..hiks…

    Balas
  4. whitegun

    ‘if loving you is wrong, then I don’t want to be right’
    aku suka sama ungkapan ini. Meski cinta ini terlarang, aku tak ingin kembali ke jalan yang benar, karena mencintaimu adalah indah.

    Balas
  5. Ardem_man

    Penggambaran cinta terlarang yg sangat utuh, dahsyat getarannya mampu meruntuhkan sebuah bangunan cinta(lain).dan…saat aku mulai tak bisa menghargai apapun..apakah aku berhak menghinakan,menyakiti,melukai,menghancurkan
    siapapun

Bahwa sejarah mencatat kekalahan,harusnya kita hati2 melangkah.bukankah kehidupan telah menghadiahi kita begitu banyak keindahan.(ingin ku rengkuh tanpa melukai apalagi mengorbankan orang yang menyayangiku).maaf,maaf tulisan ini mengingatkanku pada kisah sahabatku.piss bang*ngaciiir 


    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s