Mencintai Dirimu, Mencintai Segala

Mencintaimu lebih dari sekadar mencintaimu; seperti mencintai seorang asing di jalanan, wanita yang melintas, pasangan yang berpagutan tangan, bentang samudera di bawah semilir angin. Mencintai perasaan kulit yang menghangat ditekan sinar matahari, seperti laba-laba merangkak di tembok, seperti bayi yang terkesima oleh ciluk ba.

Mencintai semua yang pernah singgah di hidupku sebelumnya, mencintai diriku sendiri, mencintai keluargaku, mencintai segala yang ada di dunia, yang dihidangkan untuk mempersatukan kita, menjaga kita tetap bersama, yang bersaksi bagaimana sihir rasa ini bisa menjadi nyata.

Mencintai kantung-kantung yang dipadati udara di rongga dada, bayang yang tertangkap mata, menembus pupil dan tali-temali saraf, reaksi-reaksi kimia pada kabut evolusi.

Seperti menunggu turunnya hujan, saat kita duduk berdua, kemarau, putus asa, saling menghidupkan harapan yang menua.

Dan revolusi bumi mengitari mentari, cinta menembus sekat hati kita, tak terbantah tak terabaikan, menggeletar sampai ke ujung jari, membuat bibir tak bisa mengatup sempurna.

Mencintai dirimu, mencintai segala, bahkan mencintai perih ini, yang makin tak mampu kucatatkan…

Iklan

6 thoughts on “Mencintai Dirimu, Mencintai Segala

  1. evillya

    mencintai segala sesuatu yang kita anggap remeh, yang ternyata mampu menyihir kita dalam keajaibannya…

    (apaan sih? :D)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s