Arsip Bulanan: Juli 2007

Islam vs Kristen; Pemenangnya Atheis!

Jika Anda lebih mencintai agama Anda daripada Tuhan, tolong tidak usah repot-repot membaca.

Dari dulu aku sering berpikir, Tuhan gokil sekali terhadap dua agama ini. Kasihan, kadang-kadang. Keduanya agama yang paling banyak mendapat janji-janji eksklusif dari Tuhan, dan yang lebih kacaunya, juga mendapat perintah untuk menyebar ke segala sudut bumi, dibebani missi untuk merekrut sebanyak mungkin pengikut.

Selanjutnya, kalau berani…

Dengan Segala Legit Getirnya, Tetaplah Hidup…

Kisah ini sungguh menggugah hati, ditulis dengan indah pula oleh Lae Suhunan, penulis novel Sordam itu.

Aku juga sering khawatir mengenai hal itu: kelak ketika senjaku telah tiba, saat tenaga sudah terkuras, tulang merapuh, kulit mengeriput, akan bagaimanakah caranya aku menjalani sisa usia.

Selanjutnya…

Wanita Bukan Cuma Tubuh Itu!

Bahkan di zaman semodern ini, banyak lelaki yang melihat wanita sebagai instrumen seksual belaka, sarana pelepas hasrat yang sepertinya tak pernah sampai terhubung ke ruang hati.

Sayang sekali kalau wanita hanya dipakai untuk urusan pergumulan syahwat seperti itu, saat mereka sebenarnya bisa memberi kita begitu banyak hal lain yang lebih berharga. Begitu banyak hal lain!

Selanjutnya…

Mencintai Dirimu, Mencintai Segala

Mencintaimu lebih dari sekadar mencintaimu; seperti mencintai seorang asing di jalanan, wanita yang melintas, pasangan yang berpagutan tangan, bentang samudera di bawah semilir angin. Mencintai perasaan kulit yang menghangat ditekan sinar matahari, seperti laba-laba merangkak di tembok, seperti bayi yang terkesima oleh ciluk ba.

Baca lebih lanjut

Aku tak Ingin Mencintaimu dengan Sederhana.

Matahari pertama bulan Juli

MENGEJUTKAN juga, ketika kusadari aku makin mencintainya setiap hari, lebih menginginkannya seiring waktu merangkak, menemukan dan menemukan pesona baru setiap aku melihatnya.

Di ruas waktu terdahulu, aku ternyata salah memahami. Kupikir cinta itu seperti hasrat, hujan, atau bunga, sesuatu yang sementara, perasaan satu musim, untuk dinikmati sekala ada, dan dibiarkan pergi, pada saatnya berlalu.

selanjutnya…