Jika Cinta Hanya Reaksi Kimia, di Manakah Letak Jiwa?

Dengan cinta, untuk semua yang ingin keluar dari jebakan narkoba

Reno, sahabat baik saya yang juga bersahabat dengan diskotik, ineks, dan shabu, pernah saya tanya baik-baik; sampai kapan dia akan “larut” dalam jebakan kenikmatan semu itu.

“Yang tak semu itu apa, Ga?” katanya balik bertanya. “Kau pikir ada yang betulan? Bahagia, cinta, kesedihan, air mata, itu semua cuma persoalan reaksi kimia di otak. Nah, dengan obat, aku bisa memilih reaksi kimia yang aku mau, dan aku intensifkan. Kau tak akan pernah tahu betapa bergunanya obat-obatan sampai kau menggunakannya, mendapat kenikmatannya.”

*****

Tak perlu aku beberkan lanjutan promosi dahsyat Reno, tentang “manfaat” narkoba itu. Aku pun memang pernah menyaksikan, betapa “bahagianya” Reno saat berpelukan dengan teman wanitanya, yang kadang dia bahkan tak tahu siapa namanya, ketika sedang on di dalam diskotik. Mereka terlihat seperti sepasang pecinta yang baru bersua setelah terpisah berbilang masa.

“Kau tau, yang paling enak itu, kita ngubas dulu, (bahasa jalanan untuk nyabu), habis itu baru on. Pasti tinggi kali!”

Menyedihkan. Bukan saja karena aku merasa tak bisa menyelamatkan seorang sahabat, tetapi lebih karena dia baru saja melecehkan sesuatu yang begitu kuagungkan [cinta] dan aku merasa tak punya senjata penangkisnya.

Obat-obatan, seperti ineks dan shabu, mengandung senyawa kimia seperti amfetamin, yang memang akan menstimulasi tubuh untuk merasa bahagia, fit, segar, bergairah, pokonya berbagai macam perasaan menyenangkan.

Secara sains, semua perasaan memang semata persoalan reaksi kimia di otak. Ketika para pujangga mengatakan “Cinta Bersemi di Hati”, maka dengan dingin para neurolog (ahli saraf) mengatakan, di otak sedang mengalir senyawa dopamine, nitric oxide, oxytocine, adrenocorticotropic hormone (ACTH), dan melanocyte-stimulating hormone (MSH).

Nah, obat-obatan yang dikonsumsi Reno tadi, akan “memaksa” tubuh mengeluarkan senyawa-senyawa itu, dan dia pun bahagia dan penuh rasa cinta. Bersama pasangannya, Reno akan “sangat berbahagia”, melakukan segala yang nikmat dan indah, sampai pengaruh obat itu habis, ketika mereka akan berpisah sebagai orang asing.

*****

Kelihatannya Reno menang. Sepertinya dialah si ilmiah, dan akulah si mitos. Cinta, sesuatu yang akan kutebus dengan segala yang kupunya, bisa dia beli dengan sekian ratus ribu, atau katakanlah sekian juta rupiah saja.

Tapi Reno, Sahabatku. Kau lupa satu hal. Cinta bukan melulu persoalan kebahagiaan, kenyamanan, dan keindahan. Kasih sayang bukan semata yang enak-enak, seperti yang kau cari dari satu malam ke malam lain, dari sebuah pelukan ke pelukan lain. Cinta adalah kebersamaan di rentang waktu, bersama-sama melewati segalanya: tangis duka-tawa bahagia, karunia yang mengharukan-kehilangan yang menyesakkan.

Kuharap kau membaca ini saat kau sedang jadi dirimu sendiri, bahwa bahagia yang kau dapat dengan bayaran mahal itu berkutat di keterbatasan tubuhmu, sementara rasa yang kami agungkan ini menebar di keluasan jiwa.

Aku memang tak tahu seberapa tingginya kualitas kebahagiaan yang kau dapat di sana, dan kau pun akan menertawakan “level rasa” yang pernah kualami. Kita berdiri di batas defenisi kita masing-masing, tentang cinta dan rasa.

Namun paling tidak, bertanyalah kepada sejarah, kebahagiaan macam mana yang akan dicatatnya dengan indah, dan yang mana dengan sumpah serapah.

Bagaimana pun, kau tetap sahabatku.

 

Iklan

27 thoughts on “Jika Cinta Hanya Reaksi Kimia, di Manakah Letak Jiwa?

  1. venus

    ga ada yang bisa bikin dia sembuh kecuali dirinya sendiri. believe me, i know. i’ve been there, too, thousand years ago.

    ayo, reno! bangun! kamu pasti bisa, karena saya dan ribuan manusia di luar sana, bisa. salam 🙂

    Balas
  2. Nisa

    Apakah setelah membaca tulisan ini, dia bisa tergerak hatinya? 😦
    semoga……. walaupun sedikit… seharusnya dia bisa mengerti sahabatnya sendiri yang mengkhawatirkannya seperti ini..

    Balas
  3. Joerig

    hal yg membedakan antara “cinta dan rasa” yg berasal dari narkotik dan yg alami adalah :

    yg alami, sebuah “cinta dan rasa” yg dialami telah dan akan terus melalui proses yg seringkali memberikan “cinta dan rasa” lainnya, dan semua “cinta dan rasa” tsb tidak pernah expired …

    sedangkan yg instan, kita bisa milih “cinta dan rasa” yg bagaimana yg kita inginkan dan waktunya, dan sepeti hal instan lainnya, “cinta dan rasa” yg ini pasti expired dalam waktu yg sesingkat-singkatnya.

    Balas
  4. maya

    tugas sahabat memang hanya sekedar mengingatkan,selebih reno lah yang memilih jalan , yg jelas cinta dan kebahagiaan bukan sekedar reaksi kimia 🙂

    Balas
  5. me:

    @Venus
    motivasi dari “someone has been there” pasti terasa lebih “bertenaga” buat dia. Hope he read. Thanks for sharing ur “little” secret.

    @Nisa
    aku emg menulis ini untuk dia, dan untuk orang lain seperti dia. persoalan utama, atau mungkin satu-satunya, adalah dia sendiri sepertinya belum ingin berhenti. yg pengen stop aja susahnya minta ampun kan? ikutan 😦 jg jadinya.

    @Mei & Meiy [tambah “y” doang]
    do’aku jg begitu. mudah-mudahan “jatah” cinta sejati buat dia masih ada di luar sana.

    @Kana
    setuju. ada “sesuatu’ di seberang logika. yu’minuna bil ghaibi. jika semua cuma yang nyata, betapa hidup ini sia-sia.

    @Joerig
    yep. l’eternite. waktu akan menjawab, waktu akan membedakan, waktu akan membuktikan.

    @Maya
    Memang bukan cuma reaksi kimia, ada juga reaksi fisika, bahkan kadang “meledak” seperti bom nuklir. Say no to pelecehan cinta! :))

    Balas
  6. thekannes

    Siapapun sahabat anda , semoga dia membaca tulisan ini , mungkin tidak akan membuka pikirannya utk berhenti menggunakan obat2 terlarang , tapi setidaknya tulisan ini bisa membuka hatinya …bahwa ada seorang sahabat yang perduli dengannya …

    kalau org lain saja memperdulikannya dirinya saatnya dia memperdulikan dirinya sendiri ..amien .

    Balas
  7. me:

    @Susie.
    Iya, aku pun ngga pernah bermimpi memberi manfaat buat dunia. Namun, jika untuk “menyelamatkan” seorang sahabat pun tak bisa, rasanya kok sia-sia banget aku ada.

    Balas
  8. whitegun

    Cinta memang reaksi kimia di otak, tapi ingat, reaksi kimia itu juga tercipta dari timbulnya perasaan cinta di hati, jadi reaksi kimia itu hadir setelah perasaan hadir pada hati seseorang, cinta tidak hanya reaksi kimia, tapi jiwa dan hati yang memicu hadirnya reaksi kimia di otak. Rasa cinta dimiliki oleh hati dan hati memerintahkan otak untuk menimbulkan reaksi kimia seperti yang ditulis di atas. Jadi jangan tanyakan dimana jiwa, karena cinta tetap datang dari jiwa lalu memerintahkan otak untuk melakukan reaksi kimia tersebut. Bukan otak melakukan reaksi kimia dengan sendirinya tanpa adanya perintah dari hati dan jiwa sebelumnya.

    Balas
  9. DOLIO BRAMA ERLANGGA

    jika kebahagian yang semu yang kita cari tak inginkah kita mendapatkan yang abadi.di sinilah kita sebagai seorang sahabat di uji seberapa pantaskah kita di sebut sahabat,karna tugas sahabat bukannya hanya sebatas untuk dapat tertawa dan bersenda gurau,karna dia telah menanyakan padamu apakah yang tak semu.maka tuntunlah dia melihat hakikat yang tak semu. ku yakin kau mampu kawanku.

    Balas
  10. ranny

    uhmm reaksi kimia yang kau (reno) alamin itu cuman sesaat ajah…selebihnya hanya akan merusak diri kamu bro…
    cintaa…cinta juga harus ada saling pengertiaan…cinta hanya cukup untuk cinta..
    cinta adalah hal yang abstrak dan sangaat indah sehingga kita tak sanggup untuk mengungkapkannya…
    c mon renoo..spice up ur lifee ^_^
    dunia tanpa cintaa…sangatlah hambarr….

    Balas
  11. thekannes

    ” Iya, aku pun ngga pernah bermimpi memberi manfaat buat dunia. Namun, jika untuk “menyelamatkan” seorang sahabat pun tak bisa, rasanya kok sia-sia banget aku ada. ”

    Setidaknya sebagai sahabat anda telah mencoba menyelamatkannya Bang , apakah si “Reno” mau di selamatkan atau nggak itu adalah pilihan hidupnya sendiri …..
    Lebih dari itu anda tidak bisa melakukan apapun , kecuali berdoa utk si Reno , semoga Dia yang di Atas membuka hatinya ..

    Menurut pengalaman saya ( pernah menjadi sukarelawan di tempat penampungan para pecandu & gelandangan di Belanda ( Leger des heils ) , sekali pecandu tetep pecandu , mereka hanya akan sembuh ( berhenti memakai ” ” ) kalau mereka 100% ada keinginan sendiri utk “sembuh”..
    Selama keinginan sembuh itu krn desakan org lain atau memenuhi permintaan org lain( keluarga , sahabat dll ) dan bukan murni atas keinginan mereka sendiri , si pengguna akan cenderung sembunyi2 memakai dan banyak berbohong utk menutup-nutupi itu .

    cara efektif yang saya kenal ( pengalaman di belanda ) adalah mengirimkan mereka ke panti rehabilitasi dan sesudah ( clear ) ybs berbicara dengan psikiater utk menyembuhkan “luka psikis “yg membuatnya memerlukan ” obat jahanam ” itu utk meringankan sakit psikisnya itu …

    Pada saat Reno ” kecanduan seperti ini ” yang paling dia perlukan adalah obat2an terlarang itu , nanti bila reno sudah clear , Reno memerlukan orang2 seperti anda dan org terdekatnya , utk mensupportnya dan mengarahkannya jalan mana kira2 yg harus dia pilih , mengingat si reno sudah terlalu lama meninggalkan dunia nyata hingga apa yang biasa buat kita menjadi hal yg asing buatnya ..

    Good luck ..

    Balas
  12. rendra

    Pastilah beda bahagia dengan’bahagia’. Bahagia dirasakan oleh hati dan pikiran, ‘bahagia’ hanya dirasakan oleh pikiran. Reno masih sangat bisa sembuh, bisa, insyaAllah.

    Ada juga ‘teman’ yang 5 tahun kecanduan dan bisa sembuh. Adalah peran besar keluarganya yang sangat diperlukan dalam proses penyembuhannya. Butuh waktu 4-6 bulan.

    Balas
  13. siu

    Sebagai sahabatnya tak perlu berdebat kata dengan sang Reno., cukup berikan tulus dan cintamu karena seorang sahabat nggak akan pernah berhenti menjadi sahabat ketika sobat kita sedang dalam masalah sebesar apapun. Jangan pernah tinggakan dia karena Reno-Reno itu membutuhkan cinta kita

    Balas
  14. ViRmAn SoEkAbOeMi

    SiApApUn SaHaBaT lOe , SmOgA DiA mEmBaCa TuLi5aN iNi , MnGkiN tDaK aKaN MeMbUkA pKiRaN’x UnTuK BeRhEnTi MenG9UnKaN oBaT” tErLaRaNg , TaPi SeTiDaK’x tUli5aN ni BsA mEmBuKa HaTi’x …bAhWa AdA sEoRaNg 5AhAbAt yG pEdUli PaDa’x …

    LoW oRg LaiN 5aJa MeMpErDuLiKaN dRi’x…

    Balas
  15. Nani_13

    Apalah artinya hidup klo qta mnjalaninya tanpa jiwa…
    Reaksi kimia hanya akan bermanfaat klo qta melibatkan jiwa d dlmny…
    Meskipun aga’ sok tw:
    Sadar Ren!!

    Balas
  16. Sahat, M.N

    Sekali waktu kita bisa ‘lari’ dari narkoba, jangan pernah untuk kembali lagi, walaupun dengan alasan ‘kangen’, sudah lama, dll. Sekali kita bertemu ‘gairah’ narkoba itu maka akan lagi dan lagi.

    Horas appara Toga!.

    Balas
  17. th4mrin

    ku salut buat kamu yg begitu peduli dgn sobat mu… ku harap kamu tidak putus asa dalam mengingatkan teman kamu.. ku yakin cuma kamu yang bisa menyadari dia dari jurang penyesalan kelak… SEMANGAT TERUS…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s