Tuhan dan Sepiring Tumisan Kangkung

Tak ada hadiah lebih besar yang pernah diberikan Tuhan kepada manusia, kecuali kesabaran. (Muhammad SAW)

BERDIRI di tengah antrean panjang, terjebak kemacetan jalan raya, atau menunggu teman yang ngaretnya minta ampun; semuanya situasi yang menyebalkan. Namun pernahkah Anda berpikir, itulah saat terbaik untuk menciptakan cinta, atau bahkan bertemu Tuhan?

Cobalah tersenyum kepada orang yang mengantre bersama Anda, atau mulai membangun percakapan yang mengasyikkan. Tentu saja tidak mudah atau malah mustahil, jika Anda tidak lebih dulu bisa membiarkan kesabaran memberi Anda energi untuk itu.

Mampu bersabar, berarti mengerti hakikat waktu.

Tuhan ada di mana-mana, di dalam kita, di sekitar kita, pada hal-hal besar, pada benda-benda kecil. “Tuhan juga ada di pot-pot bunga, di panci-panci untuk menanak nasi,” kata Teresa de Avila. Menenangkan anak yang rewel, menumis kangkung, membilas cucian, menyetrika pakaian, pekerjaan “kecil” sehari-hari yang bisa membawa kita makin dekat pada Sang Sumber Kehidupan.

Tuhan tidak pernah berharap kita punya pemikiran besar, atau pekerjaan “agung” yang tertoreh tebal di buku sejarah. Tak juga guna kecerdasan atau bakat cemerlang. Dia justru begitu menghargai hal-hal yang sederhana. Sekali lagi, Dia tidak begitu peduli pada “besarnya” tindakan yang kita lakukan, atau tingkat kesulitan yang kita hadapi. Dia hanya mau tahu, adakah cinta di hati kita, saat melakukan itu semua.”

Sepiring tumisan kangkung yang dimasak dengan cinta, lebih dihargai Tuhan dari penaklukan sebuah negeri yang didasari kebencian, ambisi atau kebanggan diri.

Iklan

12 thoughts on “Tuhan dan Sepiring Tumisan Kangkung

  1. jurig

    saya kira Tuhan akan menghargai semua hal yg dilakukan dengan berdasarkan cinta dan kesungguhan, dan bertujuan memberikan manfaat bagi diri sendiri atau orang lain …

    Balas
  2. meiy

    setuju bgt lae, just do it with love…

    cocok deh aku sering masak tumis kingkong eh kangkung utk kekasih2 krn mrk doyan 😀

    padahal memasak bukanlah hobiku, tp kalo krn cinta okay2 aja tuh serasa enjoy aja…

    Balas
  3. susie

    Tulisannya dalam sekali Bang Toga , tapi mata saya sayangnya hanya tertuju ke i foto tumisan kangkung di atas ……

    Gara2 foto di atas kesabaran saya malah habis nih , nggak sabar nungguin utk liburan ke Indonesia , menikmati tumisan kangkungnya …

    hehehe nggak nyambung banget ya commentku ..

    salam

    Balas
  4. maya

    walhhh..itu tumis kangkung biking ngiler ajah..tapi setuju , kalo bikin tumis kangkung pake cinta itu rasanya pasti lebih nikmat daripada klo karna kepaksa, apalagi kalo pake sebel hehehe

    Balas
  5. me:

    @Jurig.
    Ya, termasuk bila kita ngeblog berdasarkan cinta dan kesungguhan. Insya Allah.

    @Meiy.
    Dengan cinta, yang tak enak pun jadi enak. Apalagi yg memang dasarnya enak. Apa hayo….

    @Rendra.
    Iya, padahal fadzkuruullahal ‘adliim yadzkurkum wad’uuhu yastajib lakum. Ingatlah Aku, maka Kuingat engkau.

    @Susie.
    Efek yang ditimbulkan oleh foto-foto di blog ini, bukan tanggung jawab percetakan.

    @Imgar.
    Sama-sama. Senang bgt kalo ada manfaatnya.

    @Maya.
    Kok bisa ya. Padahal bumbu, resep, dan cara memasaknya mungkin persis sama. Hmm… The Magic of Cooking, by William Wongso. 🙂

    Balas
  6. whitegun

    Memang Tuhan akan lebih menghargai sekecil apapun yang kita lakukan jika kita dapat melakukanya dengan cinta, tapi apakah juga Tuhan akan menghargainya jika kita melakukannya tanpa rasa ikhlas di hati, atau melakukannya dengan maksud-maksud lain yang tersembunyi di dalam hati?

    Balas
  7. DOLIO BRAMA ERLANGGA

    wah kalo ngmong kesabaran ama tumis kangkung dan cinta kayaknya gue milih ,tumisan kangkung aja dech … kayaknya enak banget tu..jadi ngiler tapi sebelum ngiler baiknya gue ingat yang diatas dulu yang ngasih tumiskangkung itu ,karna kita hanya mengolahnya saja dan segala sesuatu yang kita lakukan dengan kesabaran tentu hasilnya akn lebih baik dari pada yang kita buat dengan terburu2 iya kan…, dan yang paling penting ..
    cintailah tuhanmu baru kau mencintai yang lainya. bebyeeeee…

    Balas
  8. shakurani

    wah.. pas betul.. baru tadi aku berfikir.. sambil merokok di balkon kantorku.. bahwa pelajaran dlm hidup itu diberikan lewat hal2 kecil.. dan merugi sekali mereka yg melewatkan hal2 kecil itu 🙂

    Salam..
    kangen juga lama gak mampir sini, bung 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s