ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

DI SUATU gereja, pastor sedang membagikan komuni, ketika tiba-tiba ia terperangah melihat seorang perempuan dengan belahan dada yang sangat rendah ada di hadapannya. Pastor tak sempat mengucapkan “Tubuh Kristus” saat memberikan Hosti Kudus–roti dan anggur yang dianggap representasi tubuh Kristus–sebab susah payah ia menelan ludahnya. (Pastor juga manusia).

Hari itu juga, sesudah acara Misa tersebut, diadakan acara ramah tamah di Balai Paroki yang dihadiri segenap umat. Pastor segera menuju ke meja sajian di mana ditata beraneka ragam buah-buahan; diambilnya sebuah apel merah dan ia pun pergi mencari perempuan dengan belahan dada rendah tadi. What?

Setelah dijumpainya, pastor dengan sopan memberikan apel kepadanya. Perempuan itu merasa tersanjung oleh sebab perhatian besar yang diberikan pastor. (GR, kemurahan hatiku mempertontonkan aset kelihatannya berhasil, pikirnya).

Dengan tersipu-sipu ia berkata, “Pastor, saya sangat berterima kasih atas buah apel ini. Apakah yang telah saya perbuat hingga layak menerima perhatian seorang imam?”

Dengan kasih sayang pastor menatap mata perempuan itu lalu menjawab, dengan lirih hingga tak terdengar orang lain di ruangan itu, “Dalam Kitab Kejadian dikisahkan bahwa setelah Hawa memakan buah apel, ia segera menyadari bahwa ia telanjang.”

***** 

Anda tidak akan pernah bisa mengajarkan satu hal pun kepada seseorang; tetapi hanya mengingatkan apa yang sudah diketahuinya sebelumnya.

Menunjukkan kekeliruan seseorang itu sangat gampang, namun alangkah susahnya untuk membuat seseorang menerima bahwa ia memang keliru, dan bersedia mengubahnya.

Kutipan Al-Qur’an yang kubuat jadi judul di atas, diambil dari Surat An Nahl: 125. “Ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu, dengan hikmah dan cara yang baik, atau debatlah mereka dengan cara yang lebih baik lagi.”

Bapa Pastor melakukan seperti apa yang ditulis dalam Al Qur’an tadi, dan dia berhasil tanpa harus mempermalukan siapapun. Perempuan tadi tak akan mengenakan pakaian yang dengan “murah hati” mempertontonkan belahan dadanya itu, minimal ke acara-acara keagamaan.

Ingatlah, ketika kita menuding orang dengan sebuah jari telunjuk, keempat jari lainnya sedang menuding kita. Sangat berbeda jika kita menawarkan tangan terbuka, bersama-sama meninggalkan kekeliruan, menjadi lebih baik, saling mengingatkan, saling memuliakan.

Iklan

13 thoughts on “ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

  1. whitegun

    Keren…! Ini baru spiritualitas. Judul dikutip dari Al Qur’an, pemeran utama seorang pastor, bercerita tentang belahan dada. Hal yang dilakukan oleh pastor itulah yang sulit sekali bagiku untuk melakukannya, menegur seseorang atas kesalahan yang dilakukannya tanpa membuatnya marah atau mempemalukannya.

    Balas
  2. whitegun

    oh yah, ngomong-ngomong ada yang tahu nomor Hp perempuan itu gak yah…?
    (bukan apa-apa cuma mau tahu aja gaya pakaiannya sekarang hehehe…)

    Balas
  3. sahat

    Sang Pastor menegur perempuan dengan kasih, bukan dengan kemarahan ,wah ini sebuah kejaian langka saat ini , seandainya bangsa ini bisa menirunya alangkah indahnya dunia kita ,
    * Mas Whitegun nomor hpnya 08125250375 , hahahaha

    Balas
  4. joerig

    Artikel ini menggambarkan sebuah perilaku yg agaknya sulit sekali dilakukan oleh “kaum beragama”, setidaknya “kaum beragama” yang saya tahu… padahal di artikel ini yg melakukan perbuatan terpuji itu seseorang yg dilabeli “kafir” oleh “kaum beragama” tsb.

    *maaf kalo kata2nya ruwet* 🙂

    Balas
  5. kawan pastor

    @Whitegun.
    Judul: Al-Qur’an, Pemeran Utama: Pastor, Cerita: Belahan Dada. Yang menjadi pertanyaan, sutradaranya siapa? Huehehehe…

    @Sahat.
    Bah, maaf, Lae, aku ngga pernah tahu kalau perempuan itu ternyata (salah satu) mantan Lae.

    @Joerig.
    Ngga ruwet eta mah. Anu ruwet teh kondisina. Udah ngga jelas mana yang kafir, mana yang cuma bisa mengkafir-kafirkan.

    Balas
  6. Hanum

    aku sepakat bila maksud2 yang baik sebaiknya dikatakan/dilakukan dengan cara yang baik pula.
    Buat lae Toga…menurutku (artinya ini gak boleh digugat) sebuah tulisan adalah hasil pemikiran, pemahaman, pencarian…semua berproses…informasi yang berimbang membuat kita lebih bijak dalam memberi pandangan2 akan sesuatu hal. keberimbangan dalam tulisan sangat baik agar kita bisa melihat segala hal tidak hanya dari satu sudut saja, tetapi dari banyak sudut. Dunia toh tidak terdiri dari hitam putih saja toh? ada warna abu2 dsb… coba deh lae lihat2 lagi postingan lae, ada kekurang berimbangan dalam memberikan contoh,dsb…ini hanya sekedar saran lae…hi..aku masih di jkt niy lae, lagi mampir dikantor teman, langsung berkunjung ke blog2 temanku. C U lae…aku jalan lagi niy.

    Balas
  7. meiy

    wah jadi inget model pemaksaan dulu di suatu negeri antah berantah, yg enggak berbusana ‘anu’ di razia, di potong rambutnya, boleh dijarah, so sad deh.

    mudah2an di negeri (endonaysa, 😉 kita gak seperti itu ya lae –weleh naysa anakku ya?) , damai seperti pastor contohkan

    Balas
  8. Tyas Kinanthi

    Bila… itu contoh baik dalam mengambil satu tindakan tak perlu lagi kita melihat latar belakang siapa dia… tak perlu kita campur aduk “…”
    It’s applicable the right way lah..
    Salam rgds,
    Tyas

    Balas
  9. jaysam

    Artikel sebagus ini masih saja diperdebatkan dengan menghubung-hubungkannya dengan yang lain
    just complain with joerig
    and i agree with Hanum: sebuah tulisan adalah hasil pemikiran, pemahaman, pencarian…semua berproses…

    Balas
  10. Hamdani

    Nesia untuk yang kesekian kalinya anda encampur adukkan ajaran Islam dengan ajaran Kristen.
    sebenarnya anda ini apa sih agamanya?
    Ingat ya jangan mencampur adukan ajaran Islam yang suci dengan ajaran pak ulus yang nyeleneh itu.!!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s