Cinta bukan Romantisme: Mencintai tak Cukup dengan Sekuntum Bunga

Film, sinetron, iklan, dan semacamnya, telah mendidik kita secara salah tentang cinta: seolah cinta cuma persoalan “mendesain” romantisme, dan mencintai cukup dengan menyerahkan sekuntum bunga. Beuh, anak kecil juga bisa!

Lebih konyol lagi, cinta juga seolah hanya urusan mendapatkan sesuatu. Lihatlah hari valentin, saat ketika cinta dikerucutkan menjadi sekadar romantisme, momen ketika kamu berharap dan mendapat sesuatu: seikat mawar merah, atau jika cukup mujur (ditaksir orang tajir) dapat sebuah cincin berlian. Atau bagi para cowok, ini mungkin saat, di mana pada akhirnya kamu “diizinkan” untuk menyentuh bibirnya, dengan bibirmu. Dan kalian pun berteriak dengan bangga ke ujung cakrawala… “Hei… lihatlah, kami sedang jatuh cinta!”

Tapi benarkan cinta sesederhana itu? Hanya sekadar demam warna pink, cuma persoalan mendapatkan dan mendapatkan? Rasanya kok nggak juga ya… Cinta bukan melulu persoalan kenyamanan, keindahan, romantisme, atau bahkan terpenuhinya segala hasrat. Cinta justru persoalan memberi, tanpa syarat! Mari menghitung, berapa gelintirlah manusia yang benar-benar mengerti cinta jenis ini (tentu saja selain para orang tua yang dengan tulus menyayangi anak-anaknya.)

Egosentris. Copernicus salah, apalagi Ptolomeus! Bumi bukan mengelilingi matahari, tetapi matahari, bumi, dan segenap benda-benda kosmos, beredar mengelilingi kamu. Kamulah pusat dari segala. Yang penting buat kamu cuma hal yang bisa membuat kamu merasa lebih besar, lebih baik, lebih berarti, lebih “lengkap”.

Padahal, jika kamu berani mengaku sedang mencintai, maka gerakkanlah seluruh makro dan mikro kosmos untuk mengelilingi dia. Perkara dia sempurna atau tidak, memenuhi kriteriamu atau tidak, wujud dari fantasimu atau tidak, itu soal nanti. Cukup karena dia adalah dia!

Hal yang membuat kamu terlihat sungguh-sungguh indah adalah, ketika kamu bisa menjadi diri kamu yang sesungguhnya, ketika hal-hal yang paling natural, yang paling apa adanya dalam dirimu, kamu biarkan keluar, terlihat dalam terang. Nggak seperti selama ini, sesuatu yang kamu banget itu, justru berusaha ditutupi sekuat tenaga, dengan kosmetik, fesyen, les kepribadian dan sebagainya. Kamu menjadi orang lain: and then, you’re just another woman, or an ordinary man or even worse than that. Nothing is special enough worth a true love.

Kegilaan, kekonyolan, ketidaksempurnaan, pokoke berbagai “kekurangan” dalam dirimu, selama ini menumpuk di dalam sana, terbungkus rapi. Padahal jika berani membiarkannya keluar, itulah pesona kamu yang sesungguhnya, yang tak akan bisa didapatkan pada diri siapapun.

Defenisi keindahan, telah “diseragamkan” oleh iklan dan gemerlap pemasaran produk-produk konsumerisme. Kulit putih, rambut legam tergerai ringan dan enak jatuhnya, tubuh langsing, bahkan, maaf ni ye, bokong berisi dan payudara kencang. Pokoknya hal-hal fisikal semacam itu. Hal-hal yang hanya akan memesona lelaki untuk menikmati, bukan untuk mencintai. Hal-hal yang memosisikan diri kamu sebagai objek!

“Topeng-topeng kecantikan” yang mengkilap itu, didesain untuk memenuhi fantasi kolektif manusia tentang “kesempurnaan kecantikan”. Padahal itu sama sekali ngga cantik. Sekali lagi, ngga cantik!

Kita sudah sekian lama menjadi korban dari kelihaian penjual kecantikan yang seragam dan pasaran banget itu. Kita berburu kebahagiaan-kebahagiaan buatan, yang dalam hitungan hari akan menghempaskan kita pada realita yang menyesakkkan.

Menjadi diri sendiri, berarti kesiapan untuk mengalami segalanya. Kita harus merasakan tidak saja keindahan dan kebahagiaan, tetapi juga kepedihan dan kesendirianan. Dan jika kamu sudah memutuskan untuk mencintai seseorang, maka rubuhkanlah segala sekat antara kalian berdua, biar dia bisa datang, dengan segala yang ada padanya. Kamu membuka diri, tidak cuma untuk mendapat dekapan dan ciumannya, tetapi juga menampung ketakutan dan kepedihannya. Itu deal-nya.

Masak kamu mau dapat satu darinya, tapi menolak hal lainnya. Mau mukanya yang baby face, tapi ogah sama sifat childish-nya. Mau kokohnya dekapan dan dada bidangnya, namun ngga terima kebiasaannya nongkrong dengan genk-nya? Menerima seseorang itu, harus sistem paket!

Bisa aja sih milih-milih, tapi maaf, itu pasti bukan cinta, tapi cuma hubungan dengan syarat-syarat tertentu, dan akan berakhir begitu syarat-syarat itu tak bisa dipenuhi.

Sebagian orang akan berusaha mencari cinta, memagut yang satu, melepas yang lain, mengejar si Y, memutuskan si X. Seperti burung yang sejenak bercinta di dahan cemara, untuk kemudian terbang ke belahan langit yang berbeda. Sampai kapan, Bos? Nanti sayapmu keburu patah, dan akhirnya mendarat dengan keras di kubangan kerbau. Bercinta dengan kerbau? Cape deh…

Seseorang yang berkelana mencari cinta di banyak tempat, hanya akan menemui kekosongan dan kekosongan.

Cobalah mencintai seseorang, bukan sekadar mengharap kamu akan mendapat sesuatu dari dirinya. Cintailah dia karena dia. Bukan sekadar karena bening matanya menenggelamkanmu dalam samudera rasa tak terperikan, apalagi cuma karena bau tubuhnya membangkitkan saraf-saraf birahimu. Tetapi dengan penerimaan pada kompleksitas dan kerumitan dirinya, pada kekurangan dan ketidaksempurnaannya.

Mencintai berarti bersedia tenggelam pada kedalaman diri seseorang, termasuk berdamai dengan masa lalunya, mendukung pilihan masa depannya. Karena di bawah sana, pada kegelapan dan ketakutannya, pada kelemahan dan ketidakpastian hidupnya, kamu mungkin akan menemukan dirimu sendiri.

Itu sebuah tempat yang jauh di seberang hasrat, nun di luar cuaca, melayang meninggalkan derita, dan lupa, kapan bahagia itu ada.

Iklan

43 thoughts on “Cinta bukan Romantisme: Mencintai tak Cukup dengan Sekuntum Bunga

  1. thekannes

    Mas Toga , gile cing , tulisannya bagus …

    Bagaimana anda mengomentari cinta pada pandangan pertama ??? Di saat kita jatuh cinta pada seseorang tanpa banyak tahu ttg si dia ? sebagai type romantis saya percaya pada garis Tuhan yg ini ………

    Kata Cinta buat saya mempunyai banyak makna , kalau hal ini di tanyakan belasan tahun lalu , buat saya cinta adalah romantisme dan pink ( cinta monyet )

    Definisi cinta sekarang setelah sekian tahun berumah tangga : cinta adalah sebuah proses panjang , secara pelan2 saling mengenal satu sama lain , di mana kita setahap demi setahap , masing2 dari kita menjadi diri kita sendiri , di mana ahkirnya dua pribadi yg berbeda hidup bersama , berkeluarga , beranak pinak ( hahaha ) dan tetap bahagia …kompromis , kepercayaan , saling pengertian , belajar menerima pasangan masing apa adanya adalah beberapa kunci utk mempertahankan cinta , bukan sebuah kecantikan , karena kecantikan seiring dengan waktu pasti akan pudar juga …

    Balas
    1. iwut untari

      mnusia akan merasakan kehampaan tanpa adanya cinta. karena dalam tiap jiwa manusia tlah mengalir sebuah cinta, kita akan merasakan sakit yang amat dalam apabila dihianati oleh cinta, tetapi kita tidak boleh dendam dan memberikan pelajaran terhadap orang yang tlh menghianati kita, karna suatu saat dan entah itu kapan dia akan merasakan kepedihan yang telah jita rasakan, bahkan lebih parah dari kita. yakinlah Tuhan akan sllu mmbntu kita.

      Balas
    2. tari

      mnusia akan merasakan kehampaan tanpa adanya cinta. karena dalam tiap jiwa manusia tlah mengalir sebuah cinta, kita akan merasakan sakit yang amat dalam apabila dihianati oleh cinta, tetapi kita tidak boleh dendam dan memberikan pelajaran terhadap orang yang tlh menghianati kita, karna suatu saat dan entah itu kapan dia akan merasakan kepedihan yang telah jita rasakan, bahkan lebih parah dari kita. yakinlah Tuhan akan sllu mmbntu kita.

      Balas
  2. hanum

    duh…baru aja mau nulis yang kayak ginian…udah keduluan…yang rumi aja belum sempat di link…tulisannya masih on my mind hehehe…salut buat bang toga (sekali panggil mas…sekali panggil bang…gakpapa ya?)

    Balas
  3. me

    //sa// Kalau sudah disebut cinta, terhadap apapun, mesti tanpa syarat, termasuk kepada Indonesia, atau juga buat sa. ๐Ÿ˜‰

    //susie// Makasih banyak. Comment2 Mbak Susie, selalu saja menyemangati aku untuk terus menulis.

    Hmm, cinta pada pandangan pertama. Jika memang punya nyali, inilah cinta yang sesungguhnya. Pada hakikatnya, tak ada manusia yang sepenuhnya baik, atau sebaliknya jahat total. Semua seperti dua sisi yin dan yang. Hemat itu sifat baik, tapi biasanya dia juga pelit, dan itu sifat buruk. Jujur itu bagus, tapi biasanya dia juga orang yang tidak “pandai” menjaga perasaan orang, bahkan lebih buruk lagi, umumnya tak punya bakat yang “memadai” untuk membuat orang bahagia. Dan seterusnya.

    Artinya, tak ada yang sempurna. Semua layak dicintai. Berpuluh tahun menyeleksi pun, mustahil kita menemukan seseorang yang totally perfect.

    Setuju! Mencintai adalah proses yang tidak saja panjang, tetapi juga tidak pernah selesai. Wong, diri kita sendiri saja tidak selalu bisa kita pahami, konon pula seseorang yang “asing”.
    Kecewa, terkejut, terluka, adalah resiko yang harus siap kita ambil, ketika kita memutuskan untuk mencintai seseorang. Wajar dong, kebahagiaan itu sesuatu yang sangat mahal, masak untuk ngedapetinnya tak ada resiko, tak ada pertaruhan, tak ada pengorbanan.

    again and again, it’s so nice to “know” u.

    //hanum// ngga ada istilah terlambat kan? lagian, mbak hanum pasti punya pandangan yang berbeda, yang sangat mungkin akan makin memperkaya pemahaman kita, terhadap cinta.

    ditunggu ya…

    oiya, dipanggil apapun bisa. penghormatan tidak pada tutur sapa, tetapi sebuah rasa di dalam sana.

    Balas
  4. BatakNews

    bila ada niat memiliki dia, itu bukan cinta.

    bila ada niat menguasai dirinya, apalagi, itu pasti bukan cinta.

    bila hanya karena ingin menikmati tubuhnya yang gemulai dan cumbuannya yang jantan, itu bukan cinta.

    bila hanya karena ingin dihamili atau menghamilinya, pasti, itu juga bukan cinta.

    cinta bukan hasrat untuk memiliki; juga bukan ketololan untuk dimiliki.

    cinta adalah pusat kebajikan yang tak terperikan dengan hanya kata-kata; ia adalah akar sekaligus buah kemanusiaan.

    Balas
  5. hanum

    =)) maaf mas…hi nyasar ya?…pantes mas Bambang (aroengbinang) gak mudeng…maaf mas…makasi atas ijin nge-link tulisan ini. but still u r the best.

    Balas
  6. ureh

    sangat setujuuuu! (ngikuuut :D)

    justru kekurangan yang ada pada kita seringkali membuat orang-orang lain di sekitar kita makin mencintai kita. Makin menutupi sifat kita dengan perilaku yang sebenarnya tak mencerminkan diri kita sebenarnya juga akan makin membuat orang lain meragukan eksistensi manusiawi kita.

    Tapi, Bang. Sepertinya konsep ini juga sudah dimanfaatkan dalam dunia bisnis. Seperti AFI di Indosiar, misalnya (maaf bawa2 nama TV). Mengisahkan kehidupan para kontestannya juga salah satu strategi untuk menarik minat para penonton untuk makin mencintai / mengidolakan para kontestan tersebut sehingga mereka rela kirim-kirim SMS untuk memilih mereka.

    Meskipun sebenarnya semua hal memang ada kelebihan dan kekurangannya… (maksudku, pemanfaatan dalam dunia bisnis ini bukan berarti buruk, atau juga bukan berarti baik sepenuhnya).

    BTW, saya rasa kata CINTA juga memiliki sisi istilah denotatif & konotatif. Jadi, bisa saja orang bilang CINTA harta, CINTA monyet, CINTA fisik doank, CINTA lokasi, CINTA Tuhan, CINTA hidup, CINTA mati, CINTA sejati dan semua frase aneh lain yang mengatasnamakan CINTA.

    Balas
  7. prambudi

    Siip,.. Bang Toga, setuju banget

    Cinta memang rumit…
    harus siap dg segala konsekwensi cinta, yach saling mengerti dan menerima segala kekurangannya adalah suatu hal yg wajib kali ya…
    Tapi kadang2 itu sulit karena kita sendiri diciptakan oleh Tuhan dengan banyak kekurangannya.. salah satunya kemampuan untuk dpt menerima kekurangan seseorang… yach kelebihan ibarat cahaya yg dimana setiap orang akan mampu mudah melihat, tetapi kekurangan ibarat gelap yg tidak nampak apa2 untuk dilihat..

    yach,.. kita jalani dan nikmati aja process pencarian cinta yg indah
    cinta tanpa pamrih, dg pengorbanan yang ikhlas.

    Balas
  8. whitegun

    maaf nih bang, ada kritik dikit, aku cuma mau nyorotin satu kalimat, “cintai dia karena dia.”
    aku pikir seseorang mencintai orang lain pasti karena 1 alasan, dan kalau kita katakan alasannya karena dia, sepertinya kurang beralasan atau paling tidak kurang kuat alasannya.
    kalimat ini juga kurang bisa dipertanggung jawabkan. jika ada yang bertanya, “Mengapa kau mencintainya?” lalu jawabnya “karena dia,” maka akan timbul pertanyaan baru karena jawaban tadi masih belum tuntas, “memangnya dia kenapa sampai kau jatuh cinta padanya?” kalau jawabannya tetap sama, berarti kau mencintainya tanpa alasan. pokoknya dia aja.
    Aku rasa kalimat yang benar itu “cintai dia apa adanya,” jadi kita bisa menerima dia satu paket, kelebihan dan kekurangannya tanpa syarat. bukan mencintainya tanpa alasan yg jelas.

    Balas
  9. nesia Penulis Tulisan

    #Padre de Gibran (Amani Gibran)
    cinta bukan hasrat untuk memiliki; juga bukan ketololan untuk dimiliki
    masalahnya, cinta membuat banyak orang jadi tolol, Lae.

    #Hanum
    Kalau aku the best, berarti Hanum the bestest dong, dan di luar sana, masih ada the bestestest. Tak ada yang terbaik, karena setiap hal punya kebaikannya sendiri.

    #Yati
    Sama. Gw jg ngga ngerti kok. :))

    #Ureh
    Ya. Sebab apa sih sebenernya kekurangan itu? Hidung pesek? Hidung tipe itu ada penggemarnya juga lho. Suka molor? Nah, ini yg gw suka, sebab sesama pemolor, ngga akan saling mendahului.
    Semua sifat punya nilai. Tingal cari yg cocok aja sama kita.

    Apa yg dilakukan teve itu cukup baik. Walau pada beberapa kasus, aku lihat malah seperti diset untuk menguras simpati (dan tentu saja pulsa simpati) pemirsa.

    #Tjahaju
    Lha, jadi durung nemu-nemu juga, Dian? Oalah… sing ayu ae durung, piye sing ra ayu ya…

    #Prambudi
    Tapi kadang2 itu sulit karena kita sendiri diciptakan oleh Tuhan dengan banyak kekurangannya.. salah satunya kemampuan untuk dpt menerima kekurangan seseorang.

    Kalimat bagus. Andai aku denger sebelumnya, pasti kukutip untuk posting di atas.

    #White Gun
    Mau ngritik kok minta maaf. Mestinya minta bayaran. Kritik (yang baik) itu sesuatu yang berharga.

    Memang di situ hebatnya. Jika kita masih bisa menjelaskan mengapa jatuh cinta kepada seseorang, kok aku malah ragu itu betulan cinta.

    Bukankah cinta, adalah perasaan yang tak terjelaskan. Sebuah pengalaman batin, yang hanya kita yang tahu.

    Satu detik setelah kita tahu mengapa kita mencintai seseorang, maka kita akan tahu pula sebuah alasan lain untuk tidak mencintainya.

    Itu pun nek coyo…

    Dan sebenarnya, kalimat mencintai dia karena dia, dengan mencintai dia apa adanya, sama kok. Mengapa kupilih yang pertama, karena yang kedua, udah capek dibuat jadi puisi, lirik lagu, isi sms, dan postingan di blog.

    ps: Tolong nomor rekeningnya, biar aku kirim honor kritikan yang bagus ini…

    Huehehehehe… Peace!

    Balas
  10. rhani

    I am experiencing that kind of love.. and it’s beautiful.. Thank God… Thank him.. I don’t really care how he feels for me.. all I know that my love for him is so beautiful..

    Seems like your post always somewhat suits my mood.. ๐Ÿ˜‰

    Balas
  11. ranny

    huwaa cintaaa…satu kata yang sangat mistis hikz hikzz cinta akan kuberikan bagi hatimu yang damai….
    thx yah mas atas saran wat denger lagu celine dion
    ^_^

    Balas
  12. me

    #meiy
    Meski kita tahu “kesempurnaan” cinta itu “mustahil” didapat, kita tetap harus mengingat, membahas, mengimpikan, dan mengusahakannya.
    Perkara berhasil atau tidak, soal nanti. Setuju kan, Ni?

    #Rhany
    Perhaps… I’m a guard angel 4 u n him. :))

    #Ranny (wah, mirip ya…)
    cinta akan kuberikan bagi hatimu yang damaiโ€ฆ.
    yep. sebab hanya hati yang damai, yang bisa dan pantas menerima cinta.
    btw, hatiku damai lho… :)) kidding ding…

    Balas
  13. DOLIO BRAMA ERLANGGA

    banyak orang bingung karna kata yang satu ini CINTA…. ya cinta? tapi menurut gue cinta tak pernah ada dalam kamus tuhan karna kata cinta adalah bentuk kata yang di buat oleh manusia dan diartikan dengan banyak istilah,versinya jadi beragam ,jika kata cinta adalah sebuah keharusan untuk menjalin hubungan bukan menjalankan fitrah sebagai khalifah di alam.maka untuk apa tuhan menciptakan mahluknya,tak lain untuk menjadi hambanya dan cinta yang sesungguhnya adalah mencintai sang pencipta.apakah kau ingin mencintai sangpenciptamu.maka jalani sunahnya tampa harus melihat siapa dan bagaimana bentuk dari pasangan yang telah kau pilih karna tiap mahluk cipataannya tak ada yang tak indah.

    Balas
  14. mament

    menerima yang terpenting dalam mencintai. Tapi, bagaimana kalau cinta itu hanya bayangan? Dia yang kita cintai tak pernah tahu bahwa cinta kita itu ada?

    Balas
  15. hildegardis

    cinta adalah adalah perasaan dan perasaan itu datang dari hati. dengarkan apa kata hatimu karena kata hatimu adalah hadiah terindah dari Tuhan.

    Balas
  16. Ping balik: CINTA « MATAHARI

  17. virman sukabumi

    Hmm…
    KeSeTiaAn TeRkAdAnG MeNgEcEwAkAn…
    CoNtOh yG pLiNg Jla5 sPeRtI c BuTa DrI GuA HaNtU DeNgAn C MoNyEt,,,
    SeKetiKa C Bta LaGi BeRaNtEm EcH…c MoNyEt MaLaH AsYiK”aN BcA tUli5aN iNi…
    he..he..he..
    SoRy FrIeNd LoW GaJeBo

    Balas
  18. mOmO

    Cinta datang hanya dengan kenal,,,ada pepatah mengatakan …’tak kenal maka tak sayang’…mka dri itu cinta datangnya dengan kenal terlebih dahulu…klo tak kenal maka dia tak akan muncul rasa cinta.oke frend’z……….

    Balas
  19. nanomarch

    Romantis adalah bagian cinta… kalo ga ada romantis cinta tak sempurna hehehehehe dan romantis bukan berarti harus memberi seikat bunga mawar mewah karna romantis bisa dilihat dari perjalanan cinta itu sendiri dimana ada suka dan duka.

    Balas
  20. Andy-san!

    Ini posting yang really really kueren. Mestinya jadi text book untuk membahas cinta. Mungkin orang akan menganggapnya utopia, tetapi standar tertinggi harus tetap ada. Itu yang harus kita usahakan mencapainya.

    Anda seperti sudah menemukan hakikat rasa itu seperti para sufi bertemu dengan ma’rifat dan rahasia itu.

    Keep writing Bang! World is waiting…

    Balas
  21. nEa mutHa

    wAaAaAh…
    bnr b9d tu..
    kL dyA suKa aMa qT.,nTu hRz sATu pAkEt.,kL sTen9aH” mAh.,nApSu d0aNx nAMa’y yA..
    hEu..hEu..
    pn9aLaMaN y9 mNyAkiTkAn..
    tRz tin9kAtKaN..
    fi9hT..fi9hT..

    Balas
  22. nida

    terkadang orang tidak bisa membeadkan antara kekasih dan persahabatan.sahabat bisa mengerti semua kekurangan ataupun kelebihan dari orang tersebut.tapi…kekasih/pacar terkadang tidak bisa menerima semua kekurangan irang tersebut.cinta memang bisa membutakan segalanya.terkadang…orang tua bisa di lawannya demi membela kekasihnya

    Balas
  23. savetheforest

    iya saya sepaham dengan tulisan anda..
    mungkin cinta bisa merubah segalanya ..

    ya suw mungkin kehilangan dari seseorng yang sangat kita cintai menjadi hal yang paling terburuk

    Balas
  24. Alisha

    Mencintai berarti memahami… tidak sekedar menerima…
    memahami berarti mengerti… mengerti bahwa cinta itu tulus…
    tidak berharap… tidak menuntut… apalagi memaksa…

    mencintai berarti pasti tidak memiliki…

    jika ada rasa ingin memiliki… berarti uda ga tulus…

    tulisan2nya top abis bang… ๐Ÿ™‚

    Balas
  25. muy

    CINTA ya mas….
    mmmMMM…
    aku suka tulisan mas…
    memang cinta itU bukan hanya datang pada saat valentine,atau pun semacamnya…
    cinta itu memang rumit…bahkan sangat…
    sulit banget dapat orang yang benar2 punya cinta,,yang benar2 ngerti tentang cinta,,,bahkan dari 100% orang d dunia beberapa persen yang bs mencintai dengan tulus…ya sesempurnanya cinta ya punya TUHAN,,,,,,,,,
    klo menurut aku sendiri cinta itu kejujuran..
    cinta itu kesetiaan,,,
    cinta kebijaksanaan,,,
    cinta itu ketulusan….
    cinta itu apa adanya,,,
    nahhhh yang jd pertanyaan ada gk orang yang memiliki cinta seperti itu???
    orang yang ngomong AKU CINTA KAMU…atau AKU SAYANG KAMU,,,sama pasangan atau target pacarnaya….gk sepenuhnya bsa d parcaya …kadang itu d pake buat meng_GRin doang…
    klo dia mang cinta dia bsa buktikan semua itu…….
    gk cuma bs mencintai orangnya…tapi jugakeluarganya,kekurangannya,,,ya tohhhhh…..

    Balas
  26. muy

    aku mpe sekarang juga,,,trauma tuhhhngasiH cinta buat orang…yah percuma mencintai dengan tulus,,,klo akhirnya cinta yang kita jaga d hianati,,,,,bahkan d sia2 kan….SAKITTTTTTTTTTT…….
    mereka yang meninggalkan cinta tanpa alasan….gk akan pernah mengerti dengan perasaan yang di tinggalakan…..ya karna keegoisan mereka itu…..menyelamatkan diri sendiri dengan mengorban kan orangggg…wiuhhhh cinya…cinta…

    Balas
  27. luvaholic9itz

    ketemu,,,, ketemu… ini yang ada di warung ituuuu

    ada di kediaman huru hara diriku juga tentunya as my fave quote

    “Mencintai berarti bersedia tenggelam pada kedalaman diri seseorang, termasuk berdamai dengan masa lalunya, mendukung pilihan masa depannya.”

    hufffff jadi pengen dangdutannnnnnnnnn

    Balas
  28. isra maniz jerr

    ,, cinta toe kya anugrah bGie qhw
    “,, tpi bgi mreka qhw tak tau ,,,,,,,,,
    C.I.N.T.A toe kdang MnyDih kan kdang menyenang kan,,,,,
    tuhan tolong b.rikan qhw waktu tuk dpat kan D’rNa,,,,,,,,,

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s