Naik Motor Memang Lebih Asyik

Soal nyaman, jelas orang akan pilih mobil, terutama kalau bicara perjalanan jarak jauh. Namun soal kepuasan, mari berbeda pendapat. Buatku, tak ada yang melebihi kenikmatan merasakan terpaan angin saat melaju di atas si kuda besi.

Tidak mesti moge, karena hingga detik ini, memilikinya masih menjadi mimpi untukku. Motor biasa pun tetap asyik, tapi cc-nya minimal memang 150-lah.

Jadi terkenang sama motor Tiger tahun 1995 yang sudah kujual untuk tambah-tambah DP, ngridit mobil bekas, yang sampai sekarang cicilannya membuat insomniaku makin akut.

[Ups… jangan salah, meski resminya bermarga Honda, dia memang pernah kukasih merek Suzuki, Ducati, dan Yamaha. Foto ini diambil di daerah Sumbul, Kabupaten Dairi, waktu pulang dari Singkil (+/- 450 km) ke Medan, tahun 2001]

Sendirian menapak ratusan km, bisa menjadi momen-momen paling mengasyikkan, memperkaya batin, dan tentu saja meremukkan sendi-sendi. [Tenaaang, di Medan banyak tukang urut, dengan minyaknya yang berbau khas itu].

Banyak orang mempermasalahkan kenyamanan ketika bepergian. Contoh paling ekstrem adalah para jamaah haji plus. (Duh, hendak berkunjung ke pekarangan Tuhan pun masih mempersoalkan kenyamanan).

Lho, tempat yang paling nyaman itu kan rumah? Jadi, kok keluar rumah?

Bepergian, menurutku, adalah mencari pengalaman batin: termasuk di sana rasa lapar, badan pegal, ban bocor, motor mogok, mencret karena makanan ngga cocok di perut, kulit melegam, bibir mengelupas, rambut kehilangan pigmen.

Aku tidak sedang mempromosikan the backpacker way dalam bepergian. Ini bukan soal budget (belaka). Ini masalah niat Anda ketika keluar rumah.

Mencari kenyamanan atau pengalaman?

Iklan

9 thoughts on “Naik Motor Memang Lebih Asyik

  1. whitegun

    itu beneran mantan motor abang? keren juga modifikasinya bang, komplit dengan mono shock, fairing dan deltabox yang jelas gak ada di motor tiger keluaran 1995, abis berapa tuh buat modif gitu dulu bang?

    aku beli taon 99, jadi udah second hand, 9 jutaan. untuk modifnya, lebih enam juta. (udah gonta-ganti gaya sih). delta box nya ecek-ecek kok, dari fiber glass, nyatu ama kondom tangki. seneng modif motor jg?

    Balas
  2. thekannes

    Pertanyaannya adalah mencari kenyamanan atau keamanan ?? hehehe …

    iya… dan setelah jadi father of kids skrg, aku pun ngga punya nyali lagi naik motor jauh2.. jadi, gitu deh, tinggal crito wae :))

    Balas
  3. tjahaju

    hu uh.. aku lebih suka naek motor.. naek mobil rasane malah sakit smua ni badan gara2 musti tidur dan berakibat salah posisi tidur…
    klo naek motor lebih seru… bahkan motorku aku kasih nama Kevin ^_^

    Balas
  4. thita

    wahhh kalo di sini (jak- read) motor aka ojek menjadi dream ride. soal nyaman jadi nomer sekian deh.. setelah mengetahui waktu lebih berharga dari apapun….

    *si entong di perutku alhamdulilah sehat wak*

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s