Tuhan Saja Santai di Atas Sana

Januari 624.

Peluh belum sepenuhnya kering. Bau amis darah masih mengepung angkasa. Sebuah perang dahsyat baru saja dimenangi, sebuah titik balik kemenangan kaum muslimin.

Raja’naa minal jihadil ashgar ilaa jihadil akbar…(Kita baru saja kembali dari jihad kecil-kecilan, dan akan menghadapi jihad yang terbesar),” kata Muhammad SAW.

Para pendamping yang tak bisa membayangkan ada jihad yang lebih seru dari Perang Badr itu–ketika 313 orang bisa mengalahkan 920 orang–sontak bingung. Mana mungkin ada yang lebih besar dari ini?

“Jihad apa itu, Rasul?”

Jihaadun nafsi!

Jihad melawan hawa nafsu.

*****

Jihad sendiri, berasal dari kata aljuhdu, artinya totalitas, all out, kerja keras, pokoknya semacam itulah. Muhammad SAW sepertinya ingin menggarisbawahi, perang dengan pedang, tombak, dan busur panah, butuh totalitas kecil, karena ketika menghadapi hawa nafsulah, yang membuahkan amarah, arogansi, perasaan benar sendiri, dst, dibutuhkan totalitas yang benar-benar total.

Rasullullah pasti kecewa, melihat banyak orang (merasa sedang) melakukan jihad, padahal yang dia lakukan (tak lebih dari) sekadar tindakan yang merupakan buah kemarahan dan keputusasaan, sesuatu yang mestinya dijihadi lebih dulu.

dove-peace1.jpg

*****

Dunia memang bukanlah tempat di mana keadilan selalu tegak. Hati memang mendidih melihat anak-anak Palestina dibantai. Namun tragedi tidak hanya terjadi di situ. Di tempat lain, sejak sejak berabad-abad lalu, selalu saja ada pembantaian manusia; semua bangsa pernah mengalaminya.

Inilah siklus setan yang mesti diputuskan dengan jihad melawan hawa nafsu, bukan malah dilestarikan dengan jihad salah kaprah alias palsu.

Andai saja semua orang mau menjadi mujahidin, orang-orang yang berjihad, alangkah indahnya damai tersemai di bumi dan di hati.

Jihad yang saya maksud tentu saja, jihad melawan hawa nafsu, yang melahirkan kemarahan-kemarahan itu, yang menutup rapat-rapat pintu maaf.

Jika kita memang percaya akan ada hari perhitungan, kita tak perlu semarah itu. Tuhan saja masih santai di atas sana…

Kalau memang Dia mau, keadilan macam apa yang tak bisa ditegakkan-Nya di muka bumi, atau di sembarang galaksi…

Saudaraku, jangan menjadi lebih bersemangat dari Tuhan!

Iklan

11 thoughts on “Tuhan Saja Santai di Atas Sana

  1. Ajie

    tulisan yang bagus mas, btw memberikan pencerahan lewat blog juga bagian dari jihad lho 🙂

    jangankan pencerahan, bisa sekadar pengademan aja udah syukur bgt… hehehe, kayak ngadem di kodok ijo

    Balas
  2. Jarar Siahaan

    judul dan kalimat penutup artikel ini sangat kusuka.

    TUHAN saja santai di atas sana, [maka] jangan lebih bersemangat dari TUHAN.

    betul-betul heran, kok orang mau berjihad membela TUHAN. pikiran yang terbalik dan penuh nafsu untuk mencari muka sama TUHAN.

    makasih lae ikut mengkampanyekan anti-blog agama ini.

    salam untuk keluarga lae.

    Balas
  3. EDI MUHAMMAD IQBAL

    “Raja’naa minal jihadil ashgar ilaa jihadil akbar…(Kita baru saja kembali dari jihad kecil-kecilan, dan akan menghadapi jihad yang terbesar),” kata Muhammad SAW.

    INI HADITS PALSU (MAUDHU)…………
    PARAH LO………..
    MANGATASNAMAKAN RASULULLOH.
    KATA2 (HADITS) YG TIDAK DIKATAKAN BELIAU.
    ANCAMANYA, AKAN DIBUATKAN RUMAH KHUSUS DI NERAKA.
    TIDAK HANYA DIANCAM NERAKA.

    PARAH LO………….

    NGOMONG ATAU BAWAIN HADITS SEMBARANGAN.
    HADITS PALSU LAGI.!!!!!!!

    SEMOGA ALLOH MELAKNAT PEMBUAT BLOG INI YG TELAH MENTAFSIRKAN HADITS APALAGI MERIWAYATKAN HADITS PALSU.
    KECUALI JIKA ANDA MENGHAPUS BLOG INI DAN MEMBUAT BLOG PENJELASAN.
    KARENA TIDAK SEDIKIT YG UDAH SESAT.
    AKIBAT BLOG ANDA.

    LAKNATULLOH.

    Balas
  4. yande

    @ Edi Muhammad Iqbal : wekeke… ternyata nangkring disini toh dari kemaren dicariin, kalah debat di tempat laen di tempat orang malah mencak-mencak, sungguh jiwa yang sangat-sangat kerdil

    @ Bang Toga : Mantab bang, salut dengan pemikiran luas abang, emang paling susah jihad yang satu itu, jihad yang terbesar. Teruslah membuat postingan yang seperti ini bang, saya emang sebal klo baca postingan yang mengkotak-kotakkan agama, tapi bagaimana lagi karena memang mereka masih dalam kotak itu kok 😀

    salam

    Balas
  5. EDI MUHAMMAD IQBAL

    MAAF BANGET KATA2 LAKNAT nya HAPUS, jangan dianggap,,cuma emosi, Maaf,, ma’af,,ma’af, semoga Alloh memberikan HIDAYAH.

    TAPI INI JELAS HADITS PALSU.

    Jangan Sembarangan bawain HADITS,,,
    karena Hadits di atas bukan perkataan Rasululloh,,,

    Walaupun memang MELAWAN HAWA NAFSU itu SUSAH,,
    tapi kata2 nya jangan disandarkan kepada Rasululloh Sallallohu ‘alaihi wa sallam.

    Makannya gw sebagai MUSLIM minta diHAPUS,,
    karena Rasululloh adalah Nabi saya,,,
    beliau Panutan saya,,,
    apabila ada orang yg mengatasnamakan Beliau bahwa Beliau berkata ini,, atau itu,,
    namun ternyata beliau TIDAK,,
    maka kewajiban ummatnya menegur,,,

    TQ,,,
    sekali lagi ma’af atas cacian yg sudah tertuliss,bukan bermaksud mengacak2,namun itu emosi sesaat, Maaf.
    karean TIDAK PANTAS seorang MUSLIM mencaci saudaranya,,
    walaupun saudarnya berbuat Dzalim.

    Balas
  6. fulan

    MANUSIA PENDUSTA,, atas nama NABI Sallallohu’alaihi wa sallam.

    tidak ada di dalam Hadits Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Tirmidzi, Imam Nasa’i, Imam Ibnu Majah

    Balas
  7. mee

    sebesar besar dusta adalah berdusta atas nama nabi Muhammad SAW.
    dan selamat anda menjadi PENDUSTA itu.

    bener mas, Hadits ini hadits palsu,,,
    tidak ada di kitab2 hadits.
    sumpeh deeh,,, yg mas tulis adalah hadits palsu.
    tidak pernah di ucapkan oleh rasululloh SAW.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s