Tele, Relativitas, dan Ketiadaan…

Danau Toba, siapa nggak kenal. Tp sedikit yang tahu, ada titik tempat memandang danau terluas di Asia Tenggara ini, yang bisa menjadi terapi penghilang kesombongan.

Namanya Tele, sebuah kampung berjarak sekitar 210 km dari Medan, melalui jalur Kabanjahe-Sidikalang yang dapat ditempuh dalam waktu 4,5 jam, atau tak sampe 4 jam, kalau saya naik motor waktu masih punya nyali….

tele.jpg

 peta.jpg

Jalan lumayan bagus, beraspal hotmix.

Sepanjang jalan, kita akan dikepung hawa yang sejuk, karena begitu naik dari Medan menuju arah Brastagi-Kabanjahe, hanya dalam satu jam, kita sudah beranjak dari ketinggian 0,5 m dpl saat di Medan, menjadi sekiar 1.000 m dpl di Brastagi.

Pokoknya asyik deh, sambil geber motor, nyanyi “Naik-naik ke Puncak  Gunung”. Pas banget soalnya… Begitu melewati sebuah air terjun, hati-hati, sebab sebentar lagi kita harus belok kiri, jalanannya lebih kecil soalnya. Kalau menurutkan jalan besarnya, kita akan ke Sidikalang, bahkan terus ke Aceh.

Jalan menuju Dolok Sanggul, ibukota Humbang Hasundutan ini, sepi banget… Di kiri kanan, cuma ada hutan pinus, disela perkampungan sesekali.

Hawa sejuk khas pegunungan pun makin akrab menyertai. Suhu udara berkisar 17-29 derajat Celsius.

*****

Mengapa memandang Danau Toba dari Tele, saya sebut bisa meluruhkan arogansi? Karena dari sini, Danau Toba, tepatnya sebagiannya, terlihat sangat kecil di bawah sana. Seperti melihat di peta saja, bedanya di sini tampak begitu indah, seperti lukisan naturalis di kanvas raksasa.

Sebuah warung di sana, menyediakan menara kayu, untuk bisa mendapatkan view yang lebih tinggi. Wuih, danau seluas itu, seperti ngga ada apa-apanya. Apalagi aku?

Berdiri di menara kayu itu, ketiadaan diri di tengah kemahaagungan alam ini begitu terasa. Ini seperti miniatur perjalanan ke luar angkasa, yang dilakukan para astronot dan orang-orang kelebihan uang.

Menatap bumi yang ringkih, dalam warna biru terang di bawah (ups… ngga ada defenisi atas bawah di luar angkasa ya…) dibungkus kekalnya hitam jagat raya. Sungguh kita bukan apa-apa, debu kosmik yang tak punya signifikansi.

*****

Hawa dingin pasti membuat perut cepat terasa perih. Nah di sana cukup banyak penjual makanan. Bila Anda yang muslim agak ragu soal makanan, memesan mie instan dalam cup strerefoam dan air meneral botolan menjadi pilihan yang paling aman, selain bawa bekal makanan sendiri tentu saja.

Namun kerepotan kecil itu, sama sekali tidak sebanding dengan pelajaran alam yang akan Anda dapatkan.

Selamat mencoba.

Iklan

5 thoughts on “Tele, Relativitas, dan Ketiadaan…

  1. meiy

    ternyata potensi alam sumut mmg wah ya. taro foto2 yg lbh menggiurkan bang, sapa yg baca jadi lbh minat datang. hehe kebiasaan promosi soale bantu2 ekoturisme juga di langkat di http://www.tangkahan.gajahsumatra.org

    saya dulu pernah nulis juga laporan, betapa secara natural kita ngga kalah dengan bali. tp soal attitude dan kultur, wah, memang masih harus belajar banyak kita.

    Balas
  2. Almutha

    Finally, you find the answer. Itulah jawaban dari semua pertanyaanmu tentang hidup. Kalau dunia ini gk ada apa2nya, apalagi kita. nah… yang hebat bukan pemandangannya. kalau monalisa dlukis sama da vinci, yang hebat kan bukan monalisa, tapi da vinci. ya kan…?
    Al qur’an dah njelasin, ‘wamal hayaatuddunya illa lahwun wa la’ibun watakatsurun fil amwali wal aulaad”. Hidip ini cuma senda gurau belaka.. Hahaha.. elu sih.. pake njawab sendiri, jadi gak seru baca semua tulisannya..

    wah, agen rahasia memberi pencerahan. tp pada siapa gw harus berterima kasih?

    Balas
  3. Almutha

    Finally, you find the answer. Itulah jawaban dari semua pertanyaanmu tentang hidup. Kalau dunia ini gk ada apa2nya, apalagi kita. nah… yang hebat bukan pemandangannya. kalau monalisa dlukis sama da vinci, yang hebat kan bukan monalisa, tapi da vinci. ya kan…?
    Al qur’an dah njelasin, ‘wamal hayaatuddunya illa lahwun wa la’ibun watakatsurun fil amwali wal aulaad”. Hidip ini cuma senda gurau belaka.. Hahaha.. elu sih.. pake njawab sendiri, jadi gak seru baca semua tulisannya.. thanks

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s