Arsip Bulanan: April 2007

Surat dari Iblis

Bila Lae Jarar dapat kutipan surat dari seorang PNS, aku malah mendapat hal sejenis, tapi yang ini dari Iblis. Tidak usah diselidiki bagaimana keotentikan surat ini. Toh, Anda bilang jangan lihat siapa yang mengirim, tapi lihatlah apa kirimannya. Surat ini sama sekali tidak mengalami proses penyuntingan. Iblis ternyata tidak seperti yang kita bayangkan. Bahasa mereka jauh lebih sopan dari manusia kebanyakan, meski sedang geram-geramnya.

selanjutnya…

Iklan

No Importa La Distancia*)

Aku bahkan sempat ragu, benarkah bisa kucintai dia yang sama sekali belum pernah kutemui… Tidakkah ini akan jadi bahan tertawaan, bagi orang-orang “rasional” itu?

Tapi memang rasa itu, saat itu, sungguh penuh seluruh, utuh seperti bisa kucium itu bau tubuh. Sehabis membaca email, chatting, sms, apalagi telepon, seperti ada kerinduan yang terobati, walau pada saat yang sama kerinduan baru mulai membentuk diri. Persis seperti perpisahan sejoli di pagi hari, sehabis bercinta sepanjang malam tadi.

selanjutnya…

Jangan Sampai Setan Mati

Sepanjang jalan dia menari.

Mulutnya melontarkan puja-puji, menembus langit, melesat, seakan mengejar tempat di mana Tuhan bertahta.

Cinta dan kerinduan kepada Tuhan memenuhi segenap rongga di tubuhnya, mengisi setiap ruang di hatinya. Maklum, ia seorang pemuka agama yang sangat militan dalam membimbing umat atau jemaatnya (biar jangan merujuk pada agama tertentu).

selanjutnya…