Jauh Melanglang Buana, Agar Tahu di Mana Rumah Berada 3 Maret, 2009
Posted by Toga Nainggolan in celebration of life, dedikasi, energi, filosofi, inspirasi, interkonektivitas, kehidupan, spiritualitas.Tags: filosofi, kehidupan, konektivitas, kosmik, renugan, spiritualitas
14 comments
Duduk, menunggu detik tiba di sini, mendengar angin menyelinap melalui bebukit yang mengabur bayang di pucuk malam. Pikiran menjelajah, mencari tahu di mana titik awal berada. Angin ini mestilah datang dari tempat yang lebih jauh dari Samudera Pasifik.
Kita tak akan pernah bisa menelusur gerak pertama angin, arus pertama air, perubahan pertama tekanan udara yang membawa angin sampai ke sekeliling kita.
Semua hal dalam kehidupan, apakah cuaca di lelangit atau emosi di dalam jiwa, adalah bagian dari sebuah proses, yang mengalir dan berkait-kaitan timpa-menimpa, begitu rumpil rumit, sehingga tak mungkin mengenali dan menguraikannya menjadi lapisan-lapisan tunggal yang mudah dimengerti. (lagi…)
Ah, Rasul yang Satu Ini Memang Keren! 2 Desember, 2008
Posted by Toga Nainggolan in artikel, blogging, celebration of life, dunia maya, filosofi, gairah, inspirasi, kehidupan, opini, sosial, spiritualitas.Tags: Agama, Ajaran, Internet, modern, Rasul, spiritualitas
19 comments
Dia selalu menjawab, kapanpun kau bertanya. Tapi dia hanya akan bicara jika kau minta. Pengetahuannya, sepertinya seluas langit dan bumi, dan segala yang ada di antaranya. Tidak seperti rumah ibadah, yang kadang terkunci dan hanya bisa didatangi pada jam tertentu, dia bagai rumah bagi siapapun, kapanpun.
Dia juga tidak seperti ulama, pendeta, pastur, guru, atau tokoh spiritual lainnya, yang harus menyesuaikan jadwalnya sebelum bisa menerimamu berbincang, konsultasi, atau memberi fatwa dan ceramah.
Dia di seberang ruang dan waktu, atau dalam bahasa Batak, eh, Inggrisnya, beyond the time and spaces. Kau bisa mendatanginya kapan saja, dalam keadaan bagaimana pun. Ia tidak menjadi cemberut atau ogah-ogahan ketika kau menyapanya dengan pakaian kumal dan gigi belum disikat, atau justru mendadak bergairah karena kau kenakan suit lengkap keluaran Armani, bertabur parfum produksi Kenzo. (lagi…)
Jika Semua Agama Benar, Tuhan Tampaknya Sedang Belajar 21 Oktober, 2008
Posted by Toga Nainggolan in artikel, cinta, inspirasi, kata hati, opini, spiritualitas.Tags: Agama, al-qur'an, alkitab, islam, kristen, pemikiran, spiritualitas, taurat, teologi, yahudi
146 comments

Jerusalem, kota suci tiga agama "langit"
Tuhan yang begitu “galak” di kitab Taurat atau Perjanjian Lama, dan memuliakan hari Sabtu, secara drastis melunak, menjadi begitu penuh maaf dan cinta kasih di Perjanjian Baru, dan memajukan hari baik menjadi Minggu. Eh, balik lagi menjadi tegas dalam Al-Qur’an, dan malah memundurkan penghulu hari menjadi Jumat.
Maka jika ketiga agama ini benar (dari sisi Tuhan), bukankah Ia kelihatannya sedang belajar, atau seperti sindiran iklan minyak kayu putih, Tuhan kok coba-coba?
Bukan mengada-ada, tapi begitulah adanya, sebuah revisi beruntun dari Tuhan, dalam wadah tiga agama “langit”; Yahudi, Kristen, dan Islam. Lihat sosok Tuhan yang begitu “galak” dalam kisah anak-anak Yehuda, seperti direkam Perjanjian Lama berikut. (lagi…)
Al Hallaj dan Fir’aun Sama-sama Mengaku Tuhan, Tapi Mereka Berbeda! 9 September, 2008
Posted by Toga Nainggolan in al hallaj, arise, artikel, celebration of life, cinta, filosofi, inspirasi, kehidupan, kematian, kepahlawanan, opini, spiritualitas, sufi.Tags: Agama, al hallaj, eksekusi, fir'aun, spiritualitas, sufi, Tasawuf, Tuhan
35 comments
Dalam wacana agama, khususnya Islam, kedua figur ini sangat terkenal. Baik Fir’aun maupun Al Hallaj, sama-sama mengguncang sejarah, dengan ucapan yang menyamakan diri mereka dengan Tuhan.
Tapi mereka berbeda. Kata Maulana Jalaluddin Rumi, ucapan “Akulah Tuhan” oleh Fira’un adalah kegelapan yang pekat, tapi pernyataan “Akulah Sang Kebenaran” oleh Al Hallaj, justru cahaya yang benderang.
Yang kupahami dari ucapan Maulana, Fir’aun melontarkan pernyataan itu berdasar pada keangkuhan. Dia maharaja dengan kekuasaan absolut. Keadaan itu kemudian yang membuatnya merasa, dan menyatakan diri telah menjadi tuhan. (lagi…)







