jump to navigation

Pergilah Seperti Uap, Karena Kutau, Kau Akan Kembali Sebagai Hujan (Part II) 6 November, 2009

Posted by Toga Nainggolan in arise, celebration of life, cinta, gairah, hujan, selingkuh, skandal, soulmate.
Tags: , ,
13 comments

Mungkin satu-satunya cara membuatmu percaya, bahwa rumah inilah tempat dirimu sepenuhnya diterima, adalah dengan membiarkanmu melanglang hingga ke tepi dunia.

Juga hanya dengan melepasmu melahap semua pesona dan gairah, kau akhirnya tahu bahwa untukmu, akulah yang terindah.

Di puncak lelah, kau pun pulang ke rumah. Tapi aku tak merasa jadi penunggu tempat sampah. Justru ini bukti keberanianku menjajal kualitas dengan siapa saja yang bisa kau temukan di luar sana.

Dunia memang tempat yang panas, membuatmu mendidih, hilang menguap seperti dihisap awang-awang. Tapi biarlah kau pergi seperti uap, karena kutahu, langit tanpa batas akan membuatmu kesepian, dan kau pun pulang sebagai hujan. Kemudian aku menari di bawah curahmu, dengan kemarau rindu yang kering meretak. Tarianku lincah, liukanku indah, seperti pertama dulu, karena hujan selalu saja baru. (lagi…)

Segala Perih Datanglah, Tak Kepada Luka Aku Menyerah 19 Mei, 2009

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, bunuh diri, celebration of life, cinta, filosofi, gairah, inspirasi, kata hati, kehidupan, kutipan, nesiaweekism, spiritualitas.
Tags: , , , , ,
32 comments

Cinta dan luka, ternyata punya hubungan kekerabatan sangat dekat, bahkan cenderung seperti kembar identik, setidaknya begitu menurut Jennifer Anniston. “The greater your capacity to love, the greater your capacity to feel the pain,” kata janda Brad Pitt ini.

Apakah ungkapan itu merupakan simpulan yang dia dapat dari kisah cintanya yang tak sesukses kariernya di dunia entertainment, silakan tanya sendiri, kalo punya nomor ponselnya. Atau udah temenan di pesbuk? (lagi…)

Here In The Real World 6 April, 2009

Posted by Toga Nainggolan in arise, celebration of life, cinta, gairah, insomnia, inspirasi, kata hati, kehidupan, kutipan.
Tags: , , ,
15 comments

Untuk Alied, yg juga insomnia di seberang sana

Lelaki jantan, apapun ceritanya, tak boleh menangis dan menjadi lemah. Kebenaran tak akan bisa kalah, karena cinta itu mimpi terindah, yang pasti akan mewujud menyata, seperti kuntum yang mekar merekah…

Andai kehidupan berjalan seperti kisah di layar perak, sungguh tak ada alasan untuk gentar meniti hari-hari.

But here in the real world, di dunia yang tak selalu happy ending ini, sungguh tak semudah itu. Ketika hati patah merapuh, maka air mata pasti akan jatuh. Ketika mimpi hilang direnggut paksa, tak selalu ada kekuatan yang berkenan datang membela. (lagi…)

Jika Harus Selingkuh, Lakukanlah dengan Baik dan Benar 13 November, 2008

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, celebration of life, cinta, don juan, filosofi, gairah, iblis, inspirasi, kata hati, kebohongan, kehidupan, kutipan, opini, pernikahan, pria, selingkuh, skandal, soulmate, tragis, wanita.
Tags: , , , , , ,
34 comments

Sebelumnya, saya klarifikasi dulu bahwa selingkuh yang dimaksud dalam tulisan ini adalah jenis “Selingan Indah Keluarga Utuh”. Jadi, para pelakunya tetap bertekad untuk mempertahankan keutuhan keluarga, karena satu dan lain sebab.

Perselingkuhan terjadi lebih sering karena faktor internal di diri pelaku, daripada akibat pengaruh atau sebab-sebab di luar dirinya. Buktinya, lelaki lebih rentan berselingkuh, padahal potensi ketidakpuasan kepada pasangan, rasanya sama besar baik di kalangan pria maupun bagi kaum wanita. (Jangan-jangan malah lebih besar di kalangan wanita, sebenarnya).

Makanya seorang kawan pernah bilang, wanita perlu sebab yang kuat dan situasi yang kompleks untuk berselingkuh – acap kali merupakan “sarana” balas dendam atas perselingkuhan yang lebih dulu dilakukan lelakinya – sementara di sisi lain, lelaki seringkali tak memerlukan sebab apapun untuk melakukannya. (lagi…)

Bukan Agama yang Sempurna, tapi Sempurnalah dengan Agama 23 Oktober, 2008

Posted by Toga Nainggolan in artikel, cinta, gairah, kata hati, kehidupan, opini, spiritualitas.
Tags: , , , , , , , ,
35 comments

Tak ada tangga pintas ke surga...

Biarkan setiap orang merumuskan pemahaman yang berbeda tentang misteri semesta. Biar setiap hati mencari jalannya sendiri menggapai tempat tertinggi.

Hak semua insan menentukan tujuan kehidupan yang menurutnya paling penting. Bagaimanapun tak masuk akalnya cara mereka itu buatmu, jangan pernah mengatainya sesat atau sinting.

Tapi dalam perbedaan cara itu, kita semestinya juga merapatkan tersatukan, karena agama-agama yang hebat itu sesungguhnya sama-sama menganjurkan kebaikan, walau dengan cara yang berlainan. Apakah Islam, Kristen, Buddha, Hindu, Yahudi, Konfusius, semuanya, semua ajaran mulia yang mengawal kehidupan, menuntun kepada kebahagiaan.

Jangan membunuh, jangan menyakiti, jangan buat perintang di jalan yang dilalui orang buta, jangan abaikan fakir miskin dan anak yatim, jangan perbudak orang-orang lemah — itulah yang selalu kau temukan di semua kitab suci. (lagi…)

Setiap Zaman Punya Tantangan Sendiri, Usah Banggakan Hari yang Telah Pergi 14 Oktober, 2008

Posted by Toga Nainggolan in celebration of life, cinta, inspirasi, kata hati, kehidupan.
Tags: , , , , ,
23 comments

Wah, yang ini lebih menyebalkan lagi. Zaid, anak keduaku, malah berhpria di tempatku dulu mencari cacing tanah...

Wah, yang ini lebih menyebalkan lagi. Zaid, anak keduaku, malah berhpria di tempatku dulu mencari cacing tanah...

Apa beda dongeng di negeri kita dengan di Amerika sana? Di sini kita memulainya dengan, “Dahulu, pernah ada…”, dan di sana mereka mengawalinya dengan, “Kelak, akan ada…” Mereka mendorong anak-anaknya mengejar cahaya di depan, sementara kita (berusaha) memesona putra-putri kita dengan sesuatu yang telah redup di belakang.

 

Dan ketika tunas-tunas baru itu tampaknya tidak cukup tertarik, konon pula terpesona, dengan hikayat masa lalu itu, kita kutuk mereka sebagai anak-anak yang durhaka pada sejarah, tak menghargai jasa dan pengorbanan pendahulunya.

Maka meluncurlah narasi yang tak perlu tentang masa lalu yang sulit rumpil rumit, dan betapa kita digdaya karena bisa melewatinya. Tak hanya itu, kita juga membandingkannya dengan masa sekarang yang super duper yummy, dan menyebut mereka tinggal menikmati hasil “perjuangan” kita itu. (lagi…)

Fisik Bukan Segalanya, tapi dari Sana Segalanya Bermula 12 September, 2008

Posted by Toga Nainggolan in celebration of life, cinta, kehidupan, opini.
Tags: , , , , , , ,
12 comments

Begitukah? Entah! Yang jelas, pantun klasik “Dari mana datangnya lintah, dari sawah turun ke kaki. Dari mana datangnya cinta – eh, mestinya cintah dong ya – dari mata turun ke hati”, menggambarkan betapa mata adalah gerbang ke istana cinta. Apa yang bisa ditangkap oleh mata? Ya rupa, masa aroma?

Selain berbagai perbedaan lain, perbedaan “kualitas” fisik antarmanusia, seringkali dianggap sebagai bentuk ketidakadilan yang kejam dalam kehidupan. Jika memang seseorang memiliki rupa dan tubuh yang, katakanlah kurang simetris, layout atau perjawahannya ngga rapi, pokoknya sama sekali tak nyaman dipandang, apalagi untuk jangka panjang, apa hendak dikata? Berusaha memoles dan merias habis-habisan, justru akan membuat makhluk itu kelihatan makin menyedihkan.

Orang yang sangat miskin, mungkin saja menjadi kaya bila dia gigih sekaligus “bernasib” baik. Tapi orang yang sangat jelek… Kegigihan dan nasib baik apa gerangan yang akan mengubahnya menjadi cakep? Operasi plastik? Nah, itu dia masalahnya. Bila dia berubah menjadi cakep dengan proses yang “maksa” itu, dia bukan dirinya lagi …

Kemiskinan, status sosial, derazat pendidikan, dan berbagai “kekurangan” lain, jelas akan mengganggu kepercayaan diri seseorang. Namun “kesadaran” akan buruknya kualitas “perwajahan dan pertubuhannya”, bukan lagi mengganggu, tetapi menggerogoti! (lagi…)

Yuk, Belajar Memahami Wanita… 4 September, 2008

Posted by Toga Nainggolan in artikel, celebration of life, cinta, inspirasi, kata hati, kehidupan, opini, wanita.
Tags: , , , ,
43 comments

Jangan dikira ini pasti ajakan mulia ya. Dalam teori perang juga ada doktrin: pahami musuhmu, sehingga kau tau kelemahannya, dan kau temukan cara mudah menghancurkannya.

Yang jelas, memahami adalah syarat awal terpenting, baik untuk memuliakan dan membahagiakan, maupun menista dan menghancurleburkankan.

Untuk mencuri hati seorang wanita, kau hanya perlu tau apa yang akan membuatnya tersenyum. Namun jika berniat menyimpan hasil curian itu lebih lama – atau justru meremukkan dengan segera - cari tau apa yang akan membuatnya menangis.

(lagi…)

Mengapa Ungkapan Cinta dalam Bahasa Indonesia Terasa Gombal? 30 Agustus, 2008

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, bahasa, celebration of life, cinta, gairah, inspirasi, kata hati, kutipan, sms romantis, soulmate.
Tags: , , , , , ,
26 comments

Membaca, apalagi menerima sms seperti ini, “Your heart is mine… there I reign, I’m content”, rasanya dada si penerima akan bergetar, sehalus apapun itu.

SHIMMER AUTUMN DAY - M KRACKOWIZER. Tak hanya kata, sebuah lukisan pun konon, semakin abstrak semakin berharga.

SHIMMER AUTUMN DAY - M KRACKOWIZER. Tak hanya kata, sebuah lukisan pun konon, semakin abstrak semakin berharga.

Tapi mengapa ketika dibahasaindonesiakan - secara cermat apalagi jika dengan seadanya, misalnya menjadi “Hatimu adalah milikku… di sana aku bertahta, di sana aku berada”, kok malah berasa kek lirik lagu Indonesia Tanah Pusaka, lagu yang bakal muncul dengan malasnya di ujung siaran televisi.

Anehnya lagi, bahasa Inggris bahkan ga perlu “sepuitik” itu. Kalimat lugas semacam “You’re always in my heart” pun teutep aja kerasa romantisnya. Coba deh, kalo cowok Anda dengan mimik serius bilang, “Kamu selalu ada di hatiku…” Anda mungkin kaget sejenak, trus dengan penuh perhatian nanya dia, “Kamu ngga lagi demam kan, Sayang?”

Nah, lain lagi anggapan orang-orang yang – meskipun berkebangsaan dan tinggal di Indonesia, tapi - udah biasa pake bahasa Inggris. Mereka juga menganggap ekspresi cinta dalam bahasa Inggris itu terlalu biasa, dan akhirnya berasa gombal juga. (Gimana lagi kalo bahasa Indonesia ya?) Jadi? Pake bahasa Perancis dong, atau Italia sekalian, biar lebih romantis.

(lagi…)

Si Setia yang Kaku Beku, atau Si Liar yang Panas Membakar 22 Agustus, 2008

Posted by Toga Nainggolan in celebration of life, cinta, kehidupan, opini, wanita.
Tags: , , , , , , , , , ,
9 comments

Siyal bener nasib wanita jika di dunia ini hanya tersedia dua tipe lelaki: setia tapi gada asyiknya, atau asyik tapi gada setianya.

Emang ada gitu lelaki yang setia tetapi juga asyik, penuh romantisme, selalu punya kejutan yang menyenangkan, pintar bener menyenangkan pasangan? Ada sih, di film India ama di sinetron pasaran. Yang ga setia sekaligus ga ada asyiknya juga ada, di halaman depan koran kriminal. (Yang ini mah ke rawa aja, karena dia bukan dari spesies kita, mungkin sejenis reptil).

Tapi coba dipikir2 deh, (kalo emg gada kerja lain yang lebih penting ya). Jika dia demikian asyiknya, selalu menemukan cara untuk membuatmu tersanjung melambung, maka dia juga cenderung akan melakukannya kepada orang (baca: wanita) lain. (lagi…)