Ketiklah “Kristen” di Google, dan…

Saya dulu sempat bingung, napa entri “Justru Setelah Jadi Muslim, Aku Tahu Kristen Itu Benar” selalu menjadi yang paling “laku” di blog ini. Bahkan saat sempat mati suri Desember lalu, entri ini tetap ramai, dikunjungi dan dikomentari.

Dari dashboard kemudian saya mafhum, pembaca entri ini umumnya orang-orang yang mengetikkan kata “kristen” di google. Iseng saya test, wuih, berada di nomer 4, bahkan pernah nomer 3, mengalahkan www.kristenonline.com!

Baca selebihnya »

Pungguk yang Mendamba Bulan, Hamba yang Merindukan Tuhan

Bila sungguh pungguk pernah mengidamkan bulan, betapa menggelikan sekaligus mengenaskannya. “Kaciaaan de lu, Ngguk!” Derazat yang terlalu jauh berbeda, jarak yang terlalu jauh untuk direngkuh.

Tapi bukankah sang pungguk tidak seberapa gila, dibanding seorang hamba yang merindukan Penciptanya? Bukankah perbedaan antara pungguk dan bulan menjadi tidak terasa, dibanding selisih antara makhluk dan Khaliknya?

Tetapi juga, apa bisa memberi batas pada rindu? Bukankah sia-sia mengepung cinta dengan tembok-tembok logika, mencoba mengukur rasa dengan satuan-satuan fisika? Baca selebihnya »

Haruskah Berhenti (Belajar) Menulis Tentang Agama?

Walau niatnya untuk menumbuhkan saling pengertian, tulisan bertema agama kerap malah menjadi bibit perdebatan yang menjurus kepada “permusuhan”. Inikah saatnya berhenti menulis tentang topik itu?

Kayaknya nggak deh!

Toh masih lebih banyak kawan yang mengekspresikan perasaan yang sama, bahwa kita harus bisa berdamai di tengah perbedaan, saling mengerti dan menghargai pendirian orang lain, sepakat untuk tidak sepakat dengan tetap menaruh hormat. Masih lebih banyak sahabat yang setuju, bahwa korban pertama dari setiap permusuhan adalah kebenaran, dan yang pertama kali diuntungkan oleh perdamaian adalah kehidupan itu sendiri. Baca selebihnya »

Sebuah Hati untuk Dibagi, Bukan Tempat untuk Sembunyi

Seberapa lama kau sanggup bertahan? Sepi itu memanggilmu pulang, seperti mimpi buruk yang berulang.

Juga, seberapa jauh kau bisa lari dari dirimu sendiri, meringkuk dalam benteng-benteng buta, perisai ketidakpedulian yang rapuh. Sepi, putus asa, sendiri; karena ketidakmampuan membuka hati untuk sebuah keterpautan. Kegagalan mengguratkan garis yang menyatukanmu dengan titik lain. Terkeping. Tersudut. Hening. Hanyut. Baca selebihnya »

Pergilah Seperti Uap, Karena Kutau, Kau Akan Kembali Sebagai Hujan

Aku tahu, kau akan pulang…

Kau beranjak pergi ke dunia, nun jauh, berbilang jarak dari segala. Kemudian kau pulang, berbusana kegelapan. Kau kembali, memberiku cahaya yang lama kau simpan-simpan, kau bentuk-bentuk tak setahu dunia, membentuk dirinya sendiri seperti lempung tanah liat, salju yang menyerbuk membatu, menggumpal, kau hibahkan, menaruhnya pada sebuah sudut hati, seperti persuaan cahaya dengan cahaya.

Dua cahaya menyatu jadi biru, titik warna tertinggi yang dicapai api, terbakar tanpa sempat terkejap—kau serahkan dirimu sendiri, di sini, di sebuah tempat yang jauh dari segala yang lain, bahkan jauh dari dirimu sendiri, di dekatku, di dalamku.

Pada saat yang sama, kau juga membuatku jauh dari diriku sendiri, di dekatmu, di dalammu. Jauh dari diri kita masing-masing, mengakrabi keabadian, mendekat pada sesuatu yang tak ternamai, tak tertempatkan, keindahan yang tak tergelincirkan, tak tergeserkan, tak terundukkan. Baca selebihnya »

Islam tak Menghambat Kemajuan, Tapi Mengapa?

Anak Palestina menghadapi tank Israel dengan sebongkah batu. Tak perlu begitu, seandainya bapak mereka bisa membuat tank yang lebih kuat.

——————————————————————————

Dunia Islam tertinggal, lemah, dan menjadi “bulan-bulanan” Barat. Apakah Islam agama yang menghambat kemajuan, sehingga kita harus berguru pada Protestanisme?

Terhenyak aku membaca komentar dari Rikardo Siahaan - dengan nick “Salngam” - untuk posting Hayo, Agama Kamu Sebenarnya Apa Sih. Mengutip Michael P Todaro dalam bukunya Economic Development in A Third World, diungkapkannya negara maju kebanyakan adalah negara-negara yang mayoritasnya menganut Protestanisme.

Sebaliknya, banyak negara (berpenduduk mayoritas) Islam menjadi anggota grup negara terbelakang, atau dalam bahasa “halus”, merupakan penghuni dunia ketiga. Baca selebihnya »

Hayo… Agama Kamu Sebenernya Apa Sih?

Kemiskinan mendekatkan orang pada kekafiran, kata Nabi.

Yep! Pasti rada susah dong tunduk, patuh, konon lagi cinta kepada Tuhan, sementara setiap ruas waktu berisi genangan derita. Bagaimana mungkin kita mencintai pemberi derita, (kecuali cinta buta ya…)

Agama dengan sendirinya juga menjadi tak menarik buat orang miskin, karena tak pernah hadir di sisi mereka, mendampingi ketika mereka berkelahi dengan waktu. Hanya ritual ini itu, plus janji-janji tentang sesuatu yang indah di seberang sana, sementara di sebelah sini napas makin berat untuk dihela. Baca selebihnya »

Setiap Pria Mestinya Didampingi Empat Wanita

Ini tidak berkait dengan doktrin agama manapun. Cuma efek samping sebuah obrolan pembunuh waktu dengan seorang kawan. Menurut dia, idealnya seorang pria memang punya (baca: memperistri) empat wanita, yang mendampinginya menjalani kehidupan.

Wanita pertama adalah sosok Permaisuri. Inilah pendamping nomor wahid, yang akan meneruskan keturunan, yang mendampingi dalam acara dan “penampakan” resmi.

Kualifikasi: anggun, modis, berwibawa, dst.

Wanita kedua adalah sosok Ibu. Lelaki sebenarnya makhluk paling tidak bisa mandiri. Dia juga lemah di dalam sana, walau selalu berusaha kelihatan kuat dan tegar. Jadi sosok ibu inilah tempat dia menelungkupkan wajah, saat takut melihat ke depan, saat remuk dikepung kegagalan.

Kualifikasi: yup, berjiwa keibuan dong. Betis kesebelasan tidak direkomendasikan. Baca selebihnya »

Sms Cinta yang Meluluhkan Hati

Bonus buat para pembaca setia, halah! Nesiaweek merilis koleksi sms cintanya. Wuaks! Dampak yang ditimbulkannya, di luar tanggung jawab percetakan. Keampuhan sudah teruji, jadi mohon digunakan dengan bijaksana. Dan bila penolakannya berlanjut, kesalahan bukan pada sms-nya.

Seperti berobat, yang terpenting bukan obatnya, tapi keinginanmu untuk sembuh. Begitu pula menaklukkan hati, yang terpenting bukan ungkapannya, tapi kesungguhanmu untuk mencintainya. 

Semoga lekas sembuh, eh, jatuh! Baca selebihnya »

Lowongan di Kejagung (Banyak Banget!)

 

Maaf, agak menyimpang dari biasanya, blog ini memuat info lowongan. Entah ada hubungannya dengan kasus suap yang sedang melanda institusi ini, yang kemudian disusul pencopotan Jampidsus, yang jelas Kejagung menawarkan peluang karier yang saya rasa sangat menarik.

Berikut kutipan pengumuman selengkapnya. Baca selebihnya »

Seperti Ngeblog, Musuh #1 Cinta Bukan Pengkhianatan, tapi Kebosanan

Kata Sir Cecil Beaton: ”Barangkali kejahatan terbesar kedua di dunia adalah kebosanan, dan yang nomor satu: menjadi orang yang membosankan!” Kebosananlah, bukan yang lain, yang menjadi virus penghancur hampir seluruh bentuk hubungan antarmanusia, membuat mimpi padam sebelum waktunya, memaksa orang mati sebelum ajalnya.

Bahkan waktu, sesuatu yang begitu presisi dan konsisten, bisa melambat bila sudah dijalari kebosanan. Jarum jam jadi lebih malas berputar, dan detaknya yang begitu lirih, bisa memekakkan telinga.

Baca selebihnya »

Jika Kau Tau Semuanya, Masihkah Kau Cinta?

Mereka bertemu di gerbong kereta, dan jatuh cinta. Jason P Howe kemudian mengetahui, Marylin, wanita yang dicintainya itu, menjalani kehidupan ganda - sebagai seorang assassin, pembunuh rahasia di kelompok sayap kanan, dalam perang sipil Kolombia yang brutal.

Ketika ada rahasia yang diungkapkan, atau terungkap, sebuah hubungan akan bergerak ke sebuah titik: naik, turun, atau malah terjerembab ke titik nol. Biasanya sih rahasia itu nggak jauh-jauh dari seks! Tentang sudah berapa banyak wanita yang kau tiduri, atau justru kau lelaki keberapa yang menidurinya. Setiap kejujuran akan membawa konsekuensi. Baca selebihnya »

Dari Skandal Gub. New York: Wanita Bertarif Rp50 Juta/Jam

 Eliot Spitzer menanggung beban aib yang luar biasa. Gubernur New York itu ketahuan sedang mengatur pertemuan dengan seorang wanita pangilan hi-class, yang berada di bawah “manajemen” Emperor’s Club VIP. Dia pun dituntut mundur. Tapi yang bahas itu sudah banyak!

Sejak skandal itu terkuak, situs EC, www.emperorsclubvip.com tutup. Tadinya, di sana mereka menyebut dirinya sebagai the most preferred international social introduction service for those accustomed to excellence. Hm, kemasan bahasa yang cukup bagus! Baca selebihnya »

Pernikahan Beda Agama: Mengagumkan, tapi Tidak Dianjurkan

Saya dapat dua pertanyaan dari pembaca. (1)  “Bagaimana rasanya menemukan hakikat Tuhan” dari pembaca dengan nick Srondol dan (2) “Bagaimana tentang masalah perkawinan beda agama, khususnya Islam dan Kristen” dari pembaca dengan nick Perkawinan.

Busyet dah, itu pertanyaan pertama. Seringnya saya cuap-cuap soal spiritualitas di blog ini, sama sekali bukan indikasi saya telah menemukan itu, tapi justru bukti saya teramat jauh dari sana. Di kalangan sufi ada ungkapan, “Siapa yang punya pendapat berarti dia belum mendapat. Siapa yang sudah mendapat, tak lagi punya pendapat”. Baca selebihnya »

Batak, Bali, Schapelle, dan Dunia Yang Gila

Betul-betul tak tau aku harus bereaksi bagaimana, melihat “kreativitas” orang (yang mengaku) bernama Eddie Hutauruk ini.

Secara tak sengaja pas lagi surfing soal si Schapelle untuk bahan berita, aku menemukan situs, di mana lelaki yang dari namanya tampaknya Batak yang melanglang ke Bali ini mengklaim sudah punya jam terbang tinggi soal mengelola tur. Trus, dia menawarkan sebuah tur yang tak biasa: Schapelle Corby Tour. Baca selebihnya »

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »