Arsip Kategori: spiritualitas

Tak Cukup Dijalani, Hidup Juga Patut Dirayakan

halfJika (sekadar) dijalani, hidup terdengar seperti sebuah tugas, dan yang namanya tugas, tak selalu (atau malah jarang) terasa menyenangkan, kecuali bila Anda seseorang yang sangat ingin dapat promosi dari bos. Tapi jika (juga) dirayakan, hidup akan terasa seperti sebuah kesempatan (untuk berbahagia), a party time. Dan tentang kesempatan, orang biasanya bilang, “Jangan sampai dilewatkan!”

Apakah menganggap hidup sebagai tugas atau sebuah kesempatan akan mengubah hidup itu? “Itu kan anggapan doang, label thok. Hidup ya tetap gini-gini aja, gitu-gitu doang.” Nah, itulah yang mau kita bicarakan. :D

Baca lebih lanjut

Bertahan Hidup Bukan Karena Takut Mati

Jika seseorang berjuang bertahan hidup-dari serangan penyakit, terpaan bencana, kesulitan ekonomi, atau apapun itu yang bisa mengancam kelangsungan hidupnya-bisakah dia disebut sebagai pengecut yang terlalu takut mati?

BERANI mati itu memang terdengar gagah, tetapi saya lebih kagum kepada mereka yang berani hidup. Modal untuk mati itu murah; setengah liter pestisida atau seutas tali rafia juga sudah cukup. Tidak percaya? Silakan coba. Kalau memang berminat, petunjuk teknisnya nanti saya kirim lewat email. Bergaransi dan telah teruji. ;) Sebaliknya, modal untuk tetap hidup justru teramat mahal; butuh keseluruhan diri kita.

Ketika hidup terasa menyesak dan pengap, saat segenap harap luruh menguap, and the only way to escape sepertinya adalah loncat dari atap, (atap JW Marriott biar langsung kolaps), malulah kepada nenek tua yang bertahan hidup dengan menjajakan kue, dari pagi hingga petang, dari tanah lapang sampai ujung-ujung gang. Baca lebih lanjut

Hidup Hanya Menunda Kekalahan

Untuk Ibunda tercinta, dan semua saudaraku yang tengah dicabik bencana

Di depan pintu ruang ICU itu, saya benar-benar dihadapkan pada kenyataan, betapa ringkihnya nyawa, betapa rapuh kehidupan. Betapa hidup memang hanya menunda kekalahan.

Di dalam, ibu saya, wanita agung yang melahirkan dan membesarkanku dengan segala cinta, berbaring tanpa kesadaran. Matanya membuka, tapi ia sudah tak melihat apa-apa, termasuk tetes air mata anaknya.

Bermacam selang dan kabel terhubung ke tubuhnya. Monitor jantung terus berbunyi, nadanya datar, seperti menghitung langkah maut, yang menjadi semakin akrab.

Diabetes telah melumpuhkan ginjalnya. “Kita upayakan tidak harus cuci darah. Kita kasih insulin dosis tinggi, perlahan-lahan gulanya kita turunkan. Mohon Anda terus berdo’a,” kata dokter spesialis yang menanganinya. Itu pada hari kedua di ruang ICU. Baca lebih lanjut

Kama Rabbayani Saghira…

Pater Noster, atau Doa Bapa Kami, barangkali merupakan doa yang paling terkenal dalam agama Kristen. Perhaps the best-known prayer in Christianity, kata Wikipedia. Dalam Islam, “padanannya” barangkali Al Fatiha, surat (chapter) pembuka Al-Qur’an.

(Dan memang, substansi bahkan struktur keduanya mirip loh: pengakuan dan pemujaan, penyerahan diri, permohonan akan kebutuhan hidup, petunjuk dan pengampunan, dan terakhir perlindungan dari kesesatan. Tapi ngga usah bahas itu ya… Ntar jadi forum “holy war” lagi deh).

Nah, salah satu bagian dari Pater Noster tadi berbunyi: “Dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni orang yang bersalah kepada kami”. Baca lebih lanjut

Agama vs Atheisme, Round 2!

Tulisan Islam vs Kristen, Pemenangnya Atheis, telah menjelma menjadi thread diskusi spiritualitas yang sangat ramai. Saat tulisan ini saya publish, tulisan itu sudah mendapat 684 komentar, belum termasuk komentar yang berupa balasan langsung. Ini sudah mendekati “sukses” judul Justru Setelah Jadi Muslim, Aku Tahu Kristen Itu Benar, yang mendapat komentar di atas 1.000 buah!

Tulisan berikut adalah salah satu komentar untuk tulisan tersebut, dari seorang pembaca dengan nick Hari. Sebuah tulisan singkat, namun mampu membuka mata–setidaknya mata saya–bahwa rasionalitas dan irasionalitas, agama dan atheisme, tak selalu bisa dipertandingkan, karena mereka memang punya “kelas” yang berbeda, punya pesona masing-masing, memiliki “lubang” sendiri-sendiri. Baca lebih lanjut