Archive for the 'jarar siahaan' Category

Surat Seorang Kristen Kepada Saudaranya

Awalnya posting di bawah ini adalah komentar untuk artikel “Bisa Hidup Tanpa Agama Tapi Tidak Tanpa Cinta” yang tadinya juga merupakan komentar Jarar Siahaan untuk menanggapi postinganku tentang kisah migrasi imannya: Justru Setelah Jadi Muslim Aku Jadi Tahu Kristen Itu Benar.

Komentar yang dikirim oleh seorang penganut Kristen yang kebetulan satu marga dengan Jarar - Rikardo Siahaan - ini kuanggap sangat bagus; berbobot sekaligus disampaikan dalam bahasa yang sejuk. Saya selalu suka cara mengungkapkan pikiran seperti itu, apalagi dalam topik agama, yang umumnya sangat sensitif. Semoga bermanfaat.

Baca selebihnya »

Justru Setelah Jadi Muslim, Aku Tahu Kristen Itu Benar

Inilah yang ingin kukatakan padamu, Ibu, dengan setulus hatiku: justru setelah aku menjadi muslim, maka aku makin yakin bahwa Kristen, agama kalian, tidak salah”

Pindah agama, kerap membawa konsekuensi yang dahsyat. Tapi lelaki ini toh tetap menempuhnya. Lelaki Batak yang dibesarkan dalam iman Kristen ini menyeberang ke Islam, dan menikah dengan seorang muslimah. Ops, bukan karena wanita itu, tetapi karena pergulatan batin, termasuk setelah membaca sebuah buku tulisan Ahmad Dedad.

Baca selebihnya »