Archive for the 'hujan' Category

Pergilah Seperti Uap, Karena Kutau, Kau Akan Kembali Sebagai Hujan

Aku tahu, kau akan pulang…

Kau beranjak pergi ke dunia, nun jauh, berbilang jarak dari segala. Kemudian kau pulang, berbusana kegelapan. Kau kembali, memberiku cahaya yang lama kau simpan-simpan, kau bentuk-bentuk tak setahu dunia, membentuk dirinya sendiri seperti lempung tanah liat, salju yang menyerbuk membatu, menggumpal, kau hibahkan, menaruhnya pada sebuah sudut hati, seperti persuaan cahaya dengan cahaya.

Dua cahaya menyatu jadi biru, titik warna tertinggi yang dicapai api, terbakar tanpa sempat terkejap—kau serahkan dirimu sendiri, di sini, di sebuah tempat yang jauh dari segala yang lain, bahkan jauh dari dirimu sendiri, di dekatku, di dalamku.

Pada saat yang sama, kau juga membuatku jauh dari diriku sendiri, di dekatmu, di dalammu. Jauh dari diri kita masing-masing, mengakrabi keabadian, mendekat pada sesuatu yang tak ternamai, tak tertempatkan, keindahan yang tak tergelincirkan, tak tergeserkan, tak terundukkan. Baca selebihnya »

Ini Kali, Aku Benar-benar Menunggumu


Aku pun tak Ingin Kau Menari Sendiri di Bawah Hujan

Dia seperti main petak umpet beberapa hari belakangan. Muncul diam-diam di kegelapan, kemudian meninggalkan jejak di rerumputan.

Baca selebihnya »