jump to navigation

Kutipan Wawancara dengan Hamzah Haz 26 Mei, 2009

Posted by Toga Nainggolan in Politik, artikel, filosofi, fundamentalisme, iblis, inspirasi, kutipan, nesiaweekism, opini, sosial, spiritualitas, wawancara.
Tags: , , , ,
5 comments

Hanya wawancara biasa, dengan mantan pejabat pula.

Tapi mungkin ada gunanya.

Mantan Wakil Presiden RI dan Ketua Umum PPP ini berbicara tentang merosotnya pamor partai Islam, dinamika politik dan demokrasi Indonesia, serta nikmatnya kehidupan setelah tak lagi menjadi “orang penting” di negeri ini.

Sebelumnya, saya hanya dijadwalkan punya waktu selama 30 menit. Namun perbincangan kemudian menjadi sangat akrab, dan akhirnya molor sampai hampir 2 jam, dan baru berhenti setelah azan Ashar berkumandang di dalam rumah, tempat berlangsungnya wawancara.

Ya, di dalam rumah, karena kediamannya di Jalan Kebon Pedes, Bogor itu, memang telah diubah menjadi masjid, dan hanya menyisakan sebuah kamar tamu, kamar tidur, dan teras yang tak terlalu luas, untuk kepentingan pribadinya. (lagi…)

Sms dan Ungkapan Cinta yang Meluluhkan Hati (5) 13 April, 2009

Posted by Toga Nainggolan in celebration of life, cinta, fundamentalisme, gairah, inspirasi, kata hati, nesiaweekism.
Tags: , , ,
30 comments

Setelah sekian lama mengendap di kotak draft, sequel kelima dari serial laris ini dirilis juga. ;) Hitung-hitung, menghibur para caleg yang gagal ke gedung dewan.

(47) Andai sebuah bintang akan jatuh setiap kali aku mengingatmu, bulan pasti protes. Soalnya dia bakal sendirian di angkasa.

(48) Kamu selalu punya cara buat aku ketawa, saat aku bahkan lagi ngga pengen tersenyum. Gila kamu ya!

(49) Kamu membuatku sekarang ngerti, hal paling sakit itu bukan sendiri, tp dilupakan seseorang yang ngga bisa aku lupakan. (lagi…)

Belajarlah Untuk (Menghormati Mereka yang) Percaya… 24 Maret, 2009

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, atheisme, celebration of life, cinta, dedikasi, dosa, filosofi, fundamentalisme, gunawan mohamad, inspirasi, kata hati, kehidupan, kutipan, nesiaweekism, opini, spiritualitas.
63 comments

Bila seseorang menderita waham, gejala itu akan disebut gila. Bila banyak orang menderita waham, gejala itu akan disebut agama.

Sejak awal, blog ini sudah sering menjadi medan perang debat agama. Jika belum keterlaluan, saya biarkan. Kalau sudah terlalu kasar, terpaksa dihapus. Tidak saja bila yang menjadi sasaran serangan itu agama yang saya anut, tetapi agama manapun, keyakinan macam apapun.

Belakangan ada kecenderungan menarik. Beberapa komentar “menyerang” agama secara keseluruhan. Ada komentar yang sekadar menolak agama, tetapi masih mengakui Tuhan dan spiritualitas, sampai yang (kelihatannya) benar-benar atheis tulen. (lagi…)

Yuk, Tolak Valentine dan Semua yang Berbau Barat 16 Februari, 2009

Posted by Toga Nainggolan in arise, celebration of life, cinta, dedikasi, filosofi, fundamentalisme, gairah, inspirasi, kapitalisme, kata hati, kehidupan, lucu, marah-marah, nesiaweekism, opini, sosial, spiritualitas.
33 comments



Saya pernah menulis “Menolak Valentine? Ah, Sok Paten Kali pun Kalian“, dan ada komen yang menarik dari pembaca dengan nick Anti Barat. Menurutnya, bukan hanya Hari Valentine, tetapi semua hal berbau barat juga harus ditolak.

Berikut ajakan dari beliau, ajakan yang memang tidak tanggung-tanggung!

Kepada sesama kawan ANTI BUDAYA BARAT, Valentine yang berasal dari budaya barat, memang harus kita tolak. Tidak peduli ada unsur positifnya atau tidak, saya rasa kita sebagai sesama anti budaya barat harus menolaknya (lagi…)

Pencerahan? Ah, Sebentar Lagi Juga Bakal Redup Lagi 23 Januari, 2009

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, celebration of life, filosofi, fundamentalisme, inspirasi, kata hati, kehidupan, nesiaweekism, opini, spiritualitas.
16 comments

Sepertinya Anda yakin telah memahaminya. Tahu benar tentang itu, paham betul tentang ini. Tapi kemudian Anda mendengar, atau membaca sebuah sudut pandang lain, sebuah cara memahami yang sebelumnya sama sekali tak terpikirkan, dan tiba-tiba keyakinan sebelumnya menguap seperti kabut yang diterjang panas siang hari.

Dan kemudian Anda sadar, usaha memahami itu tak pernah berhenti, dan kebenaran itu bukan sebongkah batu; diam membeku.

Seperti sebuah negatif film, ada sisi lain yang kadang benar-benar berbeda. Cerah atau redup, hangat atau dingin, siapa yang tahu bagaimana Anda akan merasa esok hari. (lagi…)

Tuhan Bagai Cewek Seksi yang Diperebutkan Pemuda Mabuk 16 September, 2008

Posted by Toga Nainggolan in abraham lincoln, arise, artikel, atheisme, dedikasi, filosofi, fundamentalisme, inspirasi, sosial, spiritualitas, sufi.
Tags: , , , , , , , , ,
20 comments

Kemarahan dan peperangan karena agama dan Tuhan, bisa digambarkan seperti perkelahian segerombol lelaki mabuk, memperebutkan seorang gadis.

Salah satu atau bahkan semua pemabuk itu bisa cedera atau mati, padahal tak satu pun dari mereka yang sebenarnya punya perhatian apalagi cinta kepada gadis itu. Mereka saling bunuh karena harga dirinya sendiri, yang sebenarnya tak punya harga!

Di bataknews saya pernah posting cerita ini. (lagi…)

Percaya Membuat Semuanya Mungkin, Cinta Membuat Semuanya Mudah 5 Mei, 2008

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, cinta, filosofi, fundamentalisme, inspirasi, kata hati, kehidupan, opini, spiritualitas, sufi.
8 comments

Mungkin membuat hati kecut, bahwa sebuah keyakinan ternyata bisa membuat orang jadi beringas, berani membunuh dan siap terbunuh. Tapi pada sisi lain, itu juga sebuah gambaran lugas, betapa perkasa apa yang disebut percaya.

Jika sudah percaya, maka tak ada lagi yang mustahil, semuanya menjadi mungkin saja. Sebenarnya, keyakinan juga sebuah ilmu pengetahuan, sains, hanya saja, cuma bisa dipahami dengan “logika” hati. Tersembunyi, sehingga pembuktian-pembuktian, tak selalu bisa menemukan tempatnya. Maka orang yang percaya, tak pernah membutuhkan penjelasan apapun, sebagaimana orang yang tak percaya, memang tak akan menerima penjelasan apapun. (lagi…)

Haruskah Berhenti (Belajar) Menulis Tentang Agama? 18 April, 2008

Posted by Toga Nainggolan in artikel, cinta, fundamentalisme, inspirasi, kata hati, kehidupan, opini, sosial, spiritualitas, stereotip, tragis.
29 comments

Walau niatnya untuk menumbuhkan saling pengertian, tulisan bertema agama kerap malah menjadi bibit perdebatan yang menjurus kepada “permusuhan”. Inikah saatnya berhenti menulis tentang topik itu?

Kayaknya nggak deh!

Toh masih lebih banyak kawan yang mengekspresikan perasaan yang sama, bahwa kita harus bisa berdamai di tengah perbedaan, saling mengerti dan menghargai pendirian orang lain, sepakat untuk tidak sepakat dengan tetap menaruh hormat. Masih lebih banyak sahabat yang setuju, bahwa korban pertama dari setiap permusuhan adalah kebenaran, dan yang pertama kali diuntungkan oleh perdamaian adalah kehidupan itu sendiri. (lagi…)

Hayo… Agama Kamu Sebenernya Apa Sih? 25 Maret, 2008

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, celebration of life, cinta, dewa, filosofi, fundamentalisme, inspirasi, kata hati, kehidupan, kemiskinan, opini, perbedaan kelas, sosial, spiritualitas.
38 comments

Kemiskinan mendekatkan orang pada kekafiran, kata Nabi.

Yep! Pasti rada susah dong tunduk, patuh, konon lagi cinta kepada Tuhan, sementara setiap ruas waktu berisi genangan derita. Bagaimana mungkin kita mencintai pemberi derita, (kecuali cinta buta ya…)

Agama dengan sendirinya juga menjadi tak menarik buat orang miskin, karena tak pernah hadir di sisi mereka, mendampingi ketika mereka berkelahi dengan waktu. Hanya ritual ini itu, plus janji-janji tentang sesuatu yang indah di seberang sana, sementara di sebelah sini napas makin berat untuk dihela. (lagi…)

Cinta? Tahu Apa Kau Tentang Cinta? 29 Februari, 2008

Posted by Toga Nainggolan in artikel, cinta, dedikasi, fundamentalisme, inspirasi, kata hati, kehidupan, kematian, muhammad, spiritualitas, tragis.
12 comments

Kedua lelaki itu berjalan tergesa. Yang satu terlihat tetap tenang, yang lainnya sangat gelisah, khawatir terhadap keselamatan sahabatnya itu, yang sedang diburu, hidup atau mati. Ketika gelap mulai menyelimuti bumi, mereka sampai di kaki sebuah bukit.

Keangkuhan bukit itu bahkan tetap tampak dalam gulita. Keduanya terus menapak, menanjak dalam sunyi, dan berhenti di mulut sebuah gua.

“Aku periksa dulu ke dalam ya,” kata lelaki yang khawatir itu. Gua itu memang dikenal dihuni aneka ular berbisa. Tapi mereka harus bermalam di sana, biar terlindung, baik dari cuaca maupun musuh yang siap memangsa. (lagi…)

Surat Untuk Lae Sinurat, yang Bingung Aku Ini Islam, Kristen, atau… Apaan Tuh? 19 Februari, 2008

Posted by Toga Nainggolan in artikel, batak, celebration of life, cinta, dedikasi, filosofi, fundamentalisme, inspirasi, kata hati, opini, sahabat, spiritualitas, surat.
42 comments

Lae Sinurat Yth…

Mauliate godang, terima kasih banyak Laeku, atas kunjungan dan komentarmu yang sangat berisi. Komen yang hanya berupa dua tiga karakter, atau bahkan sebutir emoticon pun sebenarnya sama berharganya, tapi yang sekelas komen Lae – tidak saja dalam pengertian kuantitas atau panjangnya, tapi juga kualitas alias muatan pesan yang dibawanya – tentu punya tempat tersendiri). Ehm.. *membetulkan posisi mikrofon* Lho, surat kok jadi pidato?

Apakah saya Islam atau Kristen?

Waduh, tajam dan beratnya ini pertanyaan. Secara administratif saya Islam, dan identitas itu “dipilihkan” orang tua saya. Saya tak cukup beruntung menemukannya sendiri. Tapi secara hakikat, entahlah. Saya belum bisa menyerahkan diri secara utuh kepada kehendak Allah SWT. Kehilangan duit dua puluh ribuan pun saya masih marah-marah. Konon lagi kehilangan-kehilangan lain yang lebih besar? Bisa-bisa saya menuduh, paling tidak dalam hati, bahwa Tuhan tidak adil. Busyet dah! Tapi emang begitulah. (lagi…)

Menolak Valentine? Ah, Sok Paten Kali pun Kalian! 15 Februari, 2008

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, batak, celebration of life, cinta, dedikasi, filosofi, fundamentalisme, gairah, inspirasi, kata hati, kehidupan, marah-marah, nesiaweekism, opini, sosial, spiritualitas.
31 comments

valentine.jpg

Terus terang, bingung aku melihat penolakan – terutama yang berlebihan seperti yang dilakukan orang Pakistan dalam gambar – terhadap hari Valentine, hari kasih sayang, rahman warrahim, 14 Februari. Kebencian apa sesungguhnya yang bersarang di kepalanya, yang ditutup kopiah putih bersih itu?

Apa karena hari itu berasal dari kisah seorang pemuka agama Kristen Katolik, Valentine dan Santo Marius? So what? Kok tak kau bakari juga semua kalender internasional, yang malah lebih “parah” karena berasal dari momentum kelahiran Yesus Kristus? Trus kok mau kau libur hari Minggu, di mana orang Kristen pergi ke gereja, dan sebaliknya mau pula tetap kerja di hari Jum’at, padahal di situ kaum muslimin pergi shalat Jum’at ke masjid-masjid?

Kok tanggung-tanggung? Katanya harus kaffah, baik menjauhi larangan maupun melaksanakan perintah, nahi mungkar wa amar ma’ruf? (Jangan kau bilang aku terbalik-balik. Tanya ustadz kau, bahwa kita harus lebih dulu menjauhi yang buruk baru mendekati yang baik!) (lagi…)

Doktrin yang Mengerdilkan Tuhan 5 Februari, 2008

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, filosofi, fundamentalisme, inspirasi, kata hati, kehidupan, opini, sosial, spiritualitas.
22 comments

DENGAN segala kerendahan hati, saya mengaku kurang sensitif, ketika mengambil kisah kelahiran Yesus Kristus – atau Isa Al Masih dalam bahasa Al-Qur’an – sebagai contoh ketidaklogisan agama. Walaupun pertimbangan saya karena kisah itu sama-sama diceritakan Alkitab dan Al-Qur’an secara persis, tapi reaksi Parjalang membuktikan, hal itu bisa terasa sebagai “lebih menyerang” iman Kristen, karena posisi Yesus yang sangat, atau bahkan paling sentral di iman itu.

Untuk itu, kepada Bung Parjalang, dan siapa saja yang menyimpan perasaan yang sama, saya minta maaf.

Mohon izin, diskusi kita lanjutkan … :D

(lagi…)

Selain Kristen Sendiri, Hanya Islam Agama yang Mempercayai Yesus 1 Februari, 2008

Posted by Toga Nainggolan in artikel, fundamentalisme, opini, spiritualitas.
34 comments

“Tujuan tulisan ini benar, tapi kenapa harus mengambil contoh tidak logis ‘yang itu’? Kalau dikaji berulang, maka ada 1 agama yg sepertinya ‘bersih’…riteeee.”

Itulah komentar yang saya terima untuk posting ini. Dugaan saya, komentator dengan nick Parjalang ini – sayangnya tanpa link – merasa saya kurang fair, karena mengambil kisah kelahiran Yesus Kristus atau Isa Al Masih sebagai contoh ketidaklogisan agama.

Judul tulisan ini mungkin terkesan biasa ya. Tapi coba deh, sedikit direnungi… Benar-benar hanya Islam, agama yang percaya pada Isa Al Masih, atau Yesus Kristus, tentu saja selain Kristen sendiri. Bahkan Yahudi pun tidak!

(lagi…)

Muslim, Kristen, dll, Sadarlah, Musuh Kalian Adalah Logika! 30 Januari, 2008

Posted by Toga Nainggolan in artikel, atheisme, dewa, filosofi, fundamentalisme, inspirasi, mitologi yunani, opini, spiritualitas.
40 comments

Sebenernya, rada males juga nulis topik ginian. Niatnya, menghembuskan napas perdamaian, eh, hasilnya tetep aja semburan kemarahan, percik kebencian, dan akhirnya, bara api permusuhan.

Mengapa perdebatan agama selalu saja terasa seru? Karena semua agama, sekali lagi semua agama, memang punya celah untuk diserang. Kisah di kitab suci misalnya, khususnya yang sudah saya baca; Al-Qur’an dan Bibel (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ada yang tak logis.

Menangkis serangan terhadap ketidaklogisan itu, kata yang paling ampuh tentu saja seperti ”Kalau Tuhan sudah berkehendak, apa yang tak bisa?” atau “Agama kok dikaji dengan akal, dengan hati dong kalau tidak mau sesat!”

Lha, kalau sudah bicara model begituan, yang memang ngga usah berdebat: end of discussion dong! (lagi…)

Avatarku Gambar Yesus Kristus? 12 November, 2007

Posted by Toga Nainggolan in artikel, cinta, dedikasi, dosa, filosofi, fundamentalisme, iblis, imam husain, inspirasi, kata hati, kematian, kepahlawanan, marah-marah, opini, spiritualitas, tragis.
89 comments

Ketika memutuskan untuk menggunakan gambar lukisan ini sebagai avatar, aku sudah menduga akan ada yang salah paham. Dan benar, beberapa bahkan mempertanyakannya lewat japri, on atau offline. Tapi bukan berarti biar disalahpahami maka gambar itu kuunggah (hwadoh, kata ini selalu berasa kayak alien samaku).

Itu lukisan (potret) Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib (حسين بن علي بن أﺑﻲ طالب) cucu Nabi Muhammad SAW. Mengapa dia? Karena aku mencintai dan merindukan wajah kakeknya. Lho? Begini, orang Denmark pun tau, memvisualiasikan wajah nabi, dalam bentuk apapun, dilarang dalam ajaran Islam. Nah, menurut banyak hadist, manusia yang paling mirip wajah dan perawakannya dengan Rasulullah adalah cucu kesayangannya ini.

selanjutnya…