jump to navigation

Hidup Hanya Menunda Kekalahan 2 Oktober, 2009

Posted by Toga Nainggolan in celebration of life, cinta, dedikasi, kata hati, kehidupan, kematian, spiritualitas.
18 comments

Untuk Ibunda tercinta, dan semua saudaraku yang tengah dicabik bencana

Di depan pintu ruang ICU itu, saya benar-benar dihadapkan pada kenyataan, betapa ringkihnya nyawa, betapa rapuh kehidupan. Betapa hidup memang hanya menunda kekalahan.

Di dalam, ibu saya, wanita agung yang melahirkan dan membesarkanku dengan segala cinta, berbaring tanpa kesadaran. Matanya membuka, tapi ia sudah tak melihat apa-apa, termasuk tetes air mata anaknya.

Bermacam selang dan kabel terhubung ke tubuhnya. Monitor jantung terus berbunyi, nadanya datar, seperti menghitung langkah maut, yang menjadi semakin akrab.

Diabetes telah melumpuhkan ginjalnya. “Kita upayakan tidak harus cuci darah. Kita kasih insulin dosis tinggi, perlahan-lahan gulanya kita turunkan. Mohon Anda terus berdo’a,” kata dokter spesialis yang menanganinya. Itu pada hari kedua di ruang ICU. (lagi…)

Ngerumpi? Y Not? Jika Niatnya untuk Memahami Wanita, Menjadi Makin Pria 24 Juli, 2009

Posted by Toga Nainggolan in artikel, celebration of life, cinta, dedikasi, filosofi, insomnia, inspirasi, interkonektivitas, kehidupan, nesiaweekism, pernikahan, wanita.
25 comments

Masalah yang muncul dalam hubungan pria-wanita, hampir semuanya muncul akibat minimnya saling pengertian satu sama lain. Masing-masing berharap agar pasangan berpikir seperti dirinya.

Hasilnya bisa ditebak. Kedua belah pihak merasa tidak dimengerti, merasa dirinya harus selalu mengalah, dan akhirnya sama-sama terlempar pada kesepian dan kekecewaan masing-masing. (lagi…)

Ranking 6 Itu Ngga Ada Apa-apanya! 30 Juni, 2009

Posted by Toga Nainggolan in dedikasi, gairah, inspirasi, kata hati, kehidupan, sahabat.
15 comments

Tulisan saya, Anak Berprestasi, Bangga atau Justru Malu Sendiri?, yang berisi perenungan tentang kedurhakaan saya sebagai orang tua kepada Echa anak saya, mendapat tanggapan beragam, baik di blog ini, maupun di Facebook.

Ternyata saya tidak sendirian dalam kekeliruan itu. Hal itu tergambar dalam penuturan seorang pembaca, Sealead, pemilik Blog Cinta dan Patah Hati, dalam komennya untuk tulisan itu. Berikut saya muat utuh, mudah-mudahan bisa memperkaya refleksi kita, para orang tua atau yang pada gilirannya juga akan menjadi orang tua. (lagi…)

Anak Berprestasi, Bangga atau Justru Malu Sendiri? 28 Juni, 2009

Posted by Toga Nainggolan in celebration of life, cinta, dedikasi.
31 comments

Prestasi anak pasti membuat orang tua bangga. Tapi bukankah itu sama naifnya–atau tololnya?–dengan anak yang membangga-banggakan orang tuanya, padahal dia sendiri sesungguhnya bukanlah siapa-siapa? Sekadar berbagi kerisauan hati…

Echa, ketiga dari kanan, di antara kawan-kawannya sesama juara kelas paralel.

Echa, ketiga dari kiri, di antara kawan-kawannya sesama juara kelas paralel.

“Riqueza Raihan Nainggolan!” kata pembawa acara, lantang, disambut gemuruh tepukan ratusan murid SD Wahidin Medan, dan para orang tua murid  yang menyaksikan pembagian rapor dan pengumuman peringkat di sekolah itu.

Echa, bidadari kecilku itu, dituntun wali kelasnya yang tampak sumringah, melangkah ke depan. Dia peringkat 2 paralel di seluruh kelas 1, dari 1-A sampai 1-M. Tak bisa kucegah hatiku dari membuncah oleh rasa bangga yang meluap melimpah ruah. Tak sadar aku bertepuk tangan, lebih keras, lebih bersemangat, lebih satu menit!, lebih lama dari siapapun yang ada di situ.

Para orang tua dan guru-guru di dekatku segera tahu, aku ayah anak yang dipanggil ke depan itu. Rasa bangga itu makin menjadi-jadi. Ingin rasanya menegaskan kepada mereka yang sedang melihat ke arahku, “Ya, aku ayah anak itu, aku ayahnya!(lagi…)

Derita yang Menyembuhkan 17 Juni, 2009

Posted by Toga Nainggolan in celebration of life, dedikasi, filosofi, gairah, inspirasi, interkonektivitas, kata hati, kehidupan, nesiaweekism, spiritualitas.
11 comments

Ketika hati retak menganga, air mata jatuh menelaga, pikiran justru menemukan sebuah celah cahaya. Dengan caranya sendiri, aku justru merasa perih adalah rute yang harus dilewati untuk tetap tumbuh dan berkembang, untuk sembuh dan tetap terbang.

Membendung emosi justru bahaya terbesar. Kadang orang lari menghindari perih: menenggak alkohol, obat, melukai orang lain, dsb. Padahal jauh lebih aman dengan membiarkan diri terbuka kepada apa yang disebut sebagai derita.

Pelarian perih itu akan mendatangkan candu, apakah sekadar main PS atau main dengan PSK. Tapi mungkin sudah menjadi naluri alamiah kita untuk menghindarinya, dan oleh karenanya setiap orang pasti mencandu terhadap sesuatu. (lagi…)

Kita Tak Bahagia, Mungkin Karena Kita Bodoh 16 April, 2009

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, celebration of life, cinta, dedikasi, gairah, inspirasi, interkonektivitas, kata hati, kehidupan, nesiaweekism, spiritualitas.
Tags: , , ,
30 comments

Mungkin ada orang yang ga minat nikah, ga berpikir untuk punya anak, atau ga terlalu semangat memburu uang, bahkan ngga terobsesi dengan seks. Tapi siapa yang ga mau bahagia? Ayo tunjuk burung!

Pastinya, kita semua pengen dunk. Kita udah didesain secara sistematis untuk memburu kesenangan, seperti bunga matahari ditakdirkan tunduk menghadap sang surya.

Sayangnya, tak ada (kebahagiaan) yang abadi. Dan kita pun bergegas memburunya lagi. Kebahagiaan – seperti tali pusar bayi – adalah sesuatu yang efemeral, hanya ada untuk suatu masa dan menghilang sesudahnya. (lagi…)

Belajarlah Untuk (Menghormati Mereka yang) Percaya… 24 Maret, 2009

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, atheisme, celebration of life, cinta, dedikasi, dosa, filosofi, fundamentalisme, gunawan mohamad, inspirasi, kata hati, kehidupan, kutipan, nesiaweekism, opini, spiritualitas.
63 comments

Bila seseorang menderita waham, gejala itu akan disebut gila. Bila banyak orang menderita waham, gejala itu akan disebut agama.

Sejak awal, blog ini sudah sering menjadi medan perang debat agama. Jika belum keterlaluan, saya biarkan. Kalau sudah terlalu kasar, terpaksa dihapus. Tidak saja bila yang menjadi sasaran serangan itu agama yang saya anut, tetapi agama manapun, keyakinan macam apapun.

Belakangan ada kecenderungan menarik. Beberapa komentar “menyerang” agama secara keseluruhan. Ada komentar yang sekadar menolak agama, tetapi masih mengakui Tuhan dan spiritualitas, sampai yang (kelihatannya) benar-benar atheis tulen. (lagi…)

Jauh Melanglang Buana, Agar Tahu di Mana Rumah Berada 3 Maret, 2009

Posted by Toga Nainggolan in celebration of life, dedikasi, energi, filosofi, inspirasi, interkonektivitas, kehidupan, spiritualitas.
Tags: , , , , ,
14 comments

Duduk, menunggu detik tiba di sini, mendengar angin menyelinap melalui bebukit yang mengabur bayang di pucuk malam. Pikiran menjelajah, mencari tahu di mana titik awal berada. Angin ini mestilah datang dari tempat yang lebih jauh dari Samudera Pasifik.

Kita tak akan pernah bisa menelusur gerak pertama angin, arus pertama air, perubahan pertama tekanan udara yang membawa angin sampai ke sekeliling kita.

Semua hal dalam kehidupan, apakah cuaca di lelangit atau emosi di dalam jiwa, adalah bagian dari sebuah proses, yang mengalir dan berkait-kaitan timpa-menimpa, begitu rumpil rumit, sehingga tak mungkin mengenali dan menguraikannya menjadi lapisan-lapisan tunggal yang mudah dimengerti. (lagi…)

Yuk, Tolak Valentine dan Semua yang Berbau Barat 16 Februari, 2009

Posted by Toga Nainggolan in arise, celebration of life, cinta, dedikasi, filosofi, fundamentalisme, gairah, inspirasi, kapitalisme, kata hati, kehidupan, lucu, marah-marah, nesiaweekism, opini, sosial, spiritualitas.
33 comments



Saya pernah menulis “Menolak Valentine? Ah, Sok Paten Kali pun Kalian“, dan ada komen yang menarik dari pembaca dengan nick Anti Barat. Menurutnya, bukan hanya Hari Valentine, tetapi semua hal berbau barat juga harus ditolak.

Berikut ajakan dari beliau, ajakan yang memang tidak tanggung-tanggung!

Kepada sesama kawan ANTI BUDAYA BARAT, Valentine yang berasal dari budaya barat, memang harus kita tolak. Tidak peduli ada unsur positifnya atau tidak, saya rasa kita sebagai sesama anti budaya barat harus menolaknya (lagi…)

Pikiran yang Jernih, Tangan yang Kotor 30 Januari, 2009

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, dedikasi, filosofi, gairah, inspirasi, kata hati.
Tags:
8 comments

Dengan indah telah terpajang, gambaran sebuah kesempurnaan di dalam pikiranmu. Bahkan sudah tuntas kau rancang, bagaimana bentuk dunia seharusnya. Sudah pula kau tentukan, bagaimana cerita tentang orang-orang yang kau cintai, akan bergulir.

Dan masalah kemudian muncul. Seperti ada tembok tebal, memisahkanmu dengan realita. Warna-warna mengkilap dalam lukisan itu luntur memudar. Kau coba bersikukuh, mempertahankan versi imajinatifmu tentang mereka yang tercinta, saat topengmu melorot mempertontonkan wajahmu yang bahkan kau sendiri tak pernah menyukainya. (lagi…)

Tahun Baru, dan Kita Semakin (tak) Tahu… 2 Januari, 2009

Posted by Toga Nainggolan in arise, celebration of life, dedikasi, filosofi, inspirasi, kata hati, kehidupan, kejenuhan.
Tags: , ,
26 comments

Seiring bergegasnya waktu, dan usia yang terus menjejalkan diri ke tubuh kita, menjadi makin paham akan kemampuan dan keterbatasan diri, kita mengerti bahwa upaya untuk mengerti itu tak pernah berhenti.

Seperti pohon yang mencabang ke mana-mana, melambai dedauan dalam tarian pencarian, menengadah dahaga cahaya. Kedewasaan tampaknya memang tentang kemampuan menyesuaikan dan merasakan diri, bukan soal ilmu pengetahuan, atau kecerdasan yang mengundang decak kekaguman. (lagi…)

But I Feel, I’m Growing Older… 19 November, 2008

Posted by Toga Nainggolan in arise, blogging, celebration of life, dedikasi, filosofi, gairah, in english, inspirasi, kata hati, kehidupan.
Tags: , , , ,
14 comments

Everything about blogging is so nice for me, but one: it makes me feel that I’m growing older. Indeed, blogospehere, as all web based communities, is a young world and the world of the young. Elders are visitors here.

But not that fact makes me feel the sorrow of the aging that soon. It’s how the young bloggers get their blogs maintained, the way they develop a house of big ideas, showing high or highest level understanding of the misteries of life.

They seems so familiar with the biggest questions and farest searching of humankind, make the spiritual and philosophy area as a gamezone. It’s not only fresh, but contain something too. The serious and heavyweight discourses, in their hand, becoming a nice and easy conversations. (lagi…)

Tuhan Bagai Cewek Seksi yang Diperebutkan Pemuda Mabuk 16 September, 2008

Posted by Toga Nainggolan in abraham lincoln, arise, artikel, atheisme, dedikasi, filosofi, fundamentalisme, inspirasi, sosial, spiritualitas, sufi.
Tags: , , , , , , , , ,
20 comments

Kemarahan dan peperangan karena agama dan Tuhan, bisa digambarkan seperti perkelahian segerombol lelaki mabuk, memperebutkan seorang gadis.

Salah satu atau bahkan semua pemabuk itu bisa cedera atau mati, padahal tak satu pun dari mereka yang sebenarnya punya perhatian apalagi cinta kepada gadis itu. Mereka saling bunuh karena harga dirinya sendiri, yang sebenarnya tak punya harga!

Di bataknews saya pernah posting cerita ini. (lagi…)

Islam tak Menghambat Kemajuan, Tapi Mengapa? 28 Maret, 2008

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, batak, celebration of life, cinta, dedikasi, filosofi, inspirasi, kata hati, kehidupan, kemiskinan, opini, rikardo siahaan, sosial, spiritualitas.
29 comments

Anak Palestina menghadapi tank Israel dengan sebongkah batu. Tak perlu begitu, seandainya bapak mereka bisa membuat tank yang lebih kuat.

——————————————————————————

Dunia Islam tertinggal, lemah, dan menjadi “bulan-bulanan” Barat. Apakah Islam agama yang menghambat kemajuan, sehingga kita harus berguru pada Protestanisme?

Terhenyak aku membaca komentar dari Rikardo Siahaan – dengan nick “Salngam” – untuk posting Hayo, Agama Kamu Sebenarnya Apa Sih. Mengutip Michael P Todaro dalam bukunya Economic Development in A Third World, diungkapkannya negara maju kebanyakan adalah negara-negara yang mayoritasnya menganut Protestanisme.

Sebaliknya, banyak negara (berpenduduk mayoritas) Islam menjadi anggota grup negara terbelakang, atau dalam bahasa “halus”, merupakan penghuni dunia ketiga. (lagi…)

Sms Cinta yang Meluluhkan Hati 18 Maret, 2008

Posted by Toga Nainggolan in arise, bahasa, celebration of life, cinta, dedikasi, gairah, inspirasi, kata hati, kehidupan, nesiaweekism, riset, sms romantis, soulmate.
608 comments

Bonus buat para pembaca setia, halah! Nesiaweek merilis koleksi sms cintanya. Wuaks! Dampak yang ditimbulkannya, di luar tanggung jawab percetakan. Keampuhan sudah teruji, jadi mohon digunakan dengan bijaksana. Dan bila penolakannya berlanjut, kesalahan bukan pada sms-nya.

Seperti berobat, yang terpenting bukan obatnya, tapi keinginanmu untuk sembuh. Begitu pula menaklukkan hati, yang terpenting bukan ungkapannya, tapi kesungguhanmu untuk mencintainya. 

Semoga lekas sembuh, eh, jatuh!

Info: Udah dirilis sms cinta yang meluluhkan hati (2). Cek di sini

(lagi…)

Seperti Ngeblog, Musuh #1 Cinta Bukan Pengkhianatan, tapi Kebosanan 14 Maret, 2008

Posted by Toga Nainggolan in artikel, blogging, bunuh diri, celebration of life, cinta, dedikasi, dunia maya, energi, gairah, inspirasi, kata hati, kehidupan, kejenuhan, opini, pernikahan, pria, sosial, wanita.
21 comments

Kata Sir Cecil Beaton: ”Barangkali kejahatan terbesar kedua di dunia adalah kebosanan, dan yang nomor satu: menjadi orang yang membosankan!” Kebosananlah, bukan yang lain, yang menjadi virus penghancur hampir seluruh bentuk hubungan antarmanusia, membuat mimpi padam sebelum waktunya, memaksa orang mati sebelum ajalnya.

Bahkan waktu, sesuatu yang begitu presisi dan konsisten, bisa melambat bila sudah dijalari kebosanan. Jarum jam jadi lebih malas berputar, dan detaknya yang begitu lirih, bisa memekakkan telinga.

(lagi…)