Archive for the 'celebration of life' Category

nesiaweek.com (Siapa Bilang Sejarah Sudah Kehilangan Semua yang Indah)

Muhadkly namanya, Acho panggilannya. Aku belum pernah menjabat tangannya, dan yang kutahu cuma alamat rumahnya, di http://muhadkly.net yang ada pavilliunnya, http://life.muhadkly.net. Yup, seorang sahabat maya. Bukan Maya yang ini lho, walaupun dia dan Acho (sangat) mungkin udah sohiban maya juga. :D

Komentarnya di blog ini, selalu saja positif, walaupun kadang jadi berbahaya karena berpotensi membuat aku besar kepala. Bayangin, siapa yang ngga melambung (kayak harga bahan kebutuhan pokok, terutama minyak goreng curah) kalo dapet komen kurang lebih semacam ini. Baca selebihnya »

Ketiklah “Kristen” di Google, dan…

Saya dulu sempat bingung, napa entri “Justru Setelah Jadi Muslim, Aku Tahu Kristen Itu Benar” selalu menjadi yang paling “laku” di blog ini. Bahkan saat sempat mati suri Desember lalu, entri ini tetap ramai, dikunjungi dan dikomentari.

Dari dashboard kemudian saya mafhum, pembaca entri ini umumnya orang-orang yang mengetikkan kata “kristen” di google. Iseng saya test, wuih, berada di nomer 4, bahkan pernah nomer 3, mengalahkan www.kristenonline.com!

Baca selebihnya »

Pungguk yang Mendamba Bulan, Hamba yang Merindukan Tuhan

Bila sungguh pungguk pernah mengidamkan bulan, betapa menggelikan sekaligus mengenaskannya. “Kaciaaan de lu, Ngguk!” Derazat yang terlalu jauh berbeda, jarak yang terlalu jauh untuk direngkuh.

Tapi bukankah sang pungguk tidak seberapa gila, dibanding seorang hamba yang merindukan Penciptanya? Bukankah perbedaan antara pungguk dan bulan menjadi tidak terasa, dibanding selisih antara makhluk dan Khaliknya?

Tetapi juga, apa bisa memberi batas pada rindu? Bukankah sia-sia mengepung cinta dengan tembok-tembok logika, mencoba mengukur rasa dengan satuan-satuan fisika? Baca selebihnya »

Pergilah Seperti Uap, Karena Kutau, Kau Akan Kembali Sebagai Hujan

Aku tahu, kau akan pulang…

Kau beranjak pergi ke dunia, nun jauh, berbilang jarak dari segala. Kemudian kau pulang, berbusana kegelapan. Kau kembali, memberiku cahaya yang lama kau simpan-simpan, kau bentuk-bentuk tak setahu dunia, membentuk dirinya sendiri seperti lempung tanah liat, salju yang menyerbuk membatu, menggumpal, kau hibahkan, menaruhnya pada sebuah sudut hati, seperti persuaan cahaya dengan cahaya.

Dua cahaya menyatu jadi biru, titik warna tertinggi yang dicapai api, terbakar tanpa sempat terkejap—kau serahkan dirimu sendiri, di sini, di sebuah tempat yang jauh dari segala yang lain, bahkan jauh dari dirimu sendiri, di dekatku, di dalamku.

Pada saat yang sama, kau juga membuatku jauh dari diriku sendiri, di dekatmu, di dalammu. Jauh dari diri kita masing-masing, mengakrabi keabadian, mendekat pada sesuatu yang tak ternamai, tak tertempatkan, keindahan yang tak tergelincirkan, tak tergeserkan, tak terundukkan. Baca selebihnya »

Islam tak Menghambat Kemajuan, Tapi Mengapa?

Anak Palestina menghadapi tank Israel dengan sebongkah batu. Tak perlu begitu, seandainya bapak mereka bisa membuat tank yang lebih kuat.

——————————————————————————

Dunia Islam tertinggal, lemah, dan menjadi “bulan-bulanan” Barat. Apakah Islam agama yang menghambat kemajuan, sehingga kita harus berguru pada Protestanisme?

Terhenyak aku membaca komentar dari Rikardo Siahaan - dengan nick “Salngam” - untuk posting Hayo, Agama Kamu Sebenarnya Apa Sih. Mengutip Michael P Todaro dalam bukunya Economic Development in A Third World, diungkapkannya negara maju kebanyakan adalah negara-negara yang mayoritasnya menganut Protestanisme.

Sebaliknya, banyak negara (berpenduduk mayoritas) Islam menjadi anggota grup negara terbelakang, atau dalam bahasa “halus”, merupakan penghuni dunia ketiga. Baca selebihnya »

Hayo… Agama Kamu Sebenernya Apa Sih?

Kemiskinan mendekatkan orang pada kekafiran, kata Nabi.

Yep! Pasti rada susah dong tunduk, patuh, konon lagi cinta kepada Tuhan, sementara setiap ruas waktu berisi genangan derita. Bagaimana mungkin kita mencintai pemberi derita, (kecuali cinta buta ya…)

Agama dengan sendirinya juga menjadi tak menarik buat orang miskin, karena tak pernah hadir di sisi mereka, mendampingi ketika mereka berkelahi dengan waktu. Hanya ritual ini itu, plus janji-janji tentang sesuatu yang indah di seberang sana, sementara di sebelah sini napas makin berat untuk dihela. Baca selebihnya »

Setiap Pria Mestinya Didampingi Empat Wanita

Ini tidak berkait dengan doktrin agama manapun. Cuma efek samping sebuah obrolan pembunuh waktu dengan seorang kawan. Menurut dia, idealnya seorang pria memang punya (baca: memperistri) empat wanita, yang mendampinginya menjalani kehidupan.

Wanita pertama adalah sosok Permaisuri. Inilah pendamping nomor wahid, yang akan meneruskan keturunan, yang mendampingi dalam acara dan “penampakan” resmi.

Kualifikasi: anggun, modis, berwibawa, dst.

Wanita kedua adalah sosok Ibu. Lelaki sebenarnya makhluk paling tidak bisa mandiri. Dia juga lemah di dalam sana, walau selalu berusaha kelihatan kuat dan tegar. Jadi sosok ibu inilah tempat dia menelungkupkan wajah, saat takut melihat ke depan, saat remuk dikepung kegagalan.

Kualifikasi: yup, berjiwa keibuan dong. Betis kesebelasan tidak direkomendasikan. Baca selebihnya »

Sms Cinta yang Meluluhkan Hati

Bonus buat para pembaca setia, halah! Nesiaweek merilis koleksi sms cintanya. Wuaks! Dampak yang ditimbulkannya, di luar tanggung jawab percetakan. Keampuhan sudah teruji, jadi mohon digunakan dengan bijaksana. Dan bila penolakannya berlanjut, kesalahan bukan pada sms-nya.

Seperti berobat, yang terpenting bukan obatnya, tapi keinginanmu untuk sembuh. Begitu pula menaklukkan hati, yang terpenting bukan ungkapannya, tapi kesungguhanmu untuk mencintainya. 

Semoga lekas sembuh, eh, jatuh! Baca selebihnya »

Lowongan di Kejagung (Banyak Banget!)

 

Maaf, agak menyimpang dari biasanya, blog ini memuat info lowongan. Entah ada hubungannya dengan kasus suap yang sedang melanda institusi ini, yang kemudian disusul pencopotan Jampidsus, yang jelas Kejagung menawarkan peluang karier yang saya rasa sangat menarik.

Berikut kutipan pengumuman selengkapnya. Baca selebihnya »

Seperti Ngeblog, Musuh #1 Cinta Bukan Pengkhianatan, tapi Kebosanan

Kata Sir Cecil Beaton: ”Barangkali kejahatan terbesar kedua di dunia adalah kebosanan, dan yang nomor satu: menjadi orang yang membosankan!” Kebosananlah, bukan yang lain, yang menjadi virus penghancur hampir seluruh bentuk hubungan antarmanusia, membuat mimpi padam sebelum waktunya, memaksa orang mati sebelum ajalnya.

Bahkan waktu, sesuatu yang begitu presisi dan konsisten, bisa melambat bila sudah dijalari kebosanan. Jarum jam jadi lebih malas berputar, dan detaknya yang begitu lirih, bisa memekakkan telinga.

Baca selebihnya »

Jika Kau Tau Semuanya, Masihkah Kau Cinta?

Mereka bertemu di gerbong kereta, dan jatuh cinta. Jason P Howe kemudian mengetahui, Marylin, wanita yang dicintainya itu, menjalani kehidupan ganda - sebagai seorang assassin, pembunuh rahasia di kelompok sayap kanan, dalam perang sipil Kolombia yang brutal.

Ketika ada rahasia yang diungkapkan, atau terungkap, sebuah hubungan akan bergerak ke sebuah titik: naik, turun, atau malah terjerembab ke titik nol. Biasanya sih rahasia itu nggak jauh-jauh dari seks! Tentang sudah berapa banyak wanita yang kau tiduri, atau justru kau lelaki keberapa yang menidurinya. Setiap kejujuran akan membawa konsekuensi. Baca selebihnya »

Jangan Buat Dia Jatuh, Bila Kau tak Sungguh Ingin Menangkapnya

Don Juan de Marco, legenda akbar pecinta itu, konon pernah bilang, cinta sejati bukan berarti hanya sekali, cuma kepada satu hati. Setiap cinta punya kepenuhannya sendiri. Kubayangkan, ia mengatakannya dengan intonasi yang nakal, air muka yang angkuh.

Buat Don Juan - dan para pengikut Don Juanisme ;) - cinta adalah momen. Itulah api yang membakar Jack dan Rose sekian puluh jam di atas RMS Titanic, sebelum mereka terberai saat kapal raksasa itu menabrak bongkahan es. Adakah yang bisa menjamin, misalnya, andai mereka selamat sampai ke daratan Amerika, keduanya akan menjadi pasangan yang setia? Bukankah sangat mungkin Jack yang menawan akan terpikat dan memikat gadis lain begitu tiba di pelabuhan New York? Baca selebihnya »

Surat Untuk Lae Sinurat, yang Bingung Aku Ini Islam, Kristen, atau… Apaan Tuh?

Lae Sinurat Yth…

Mauliate godang, terima kasih banyak Laeku, atas kunjungan dan komentarmu yang sangat berisi. Komen yang hanya berupa dua tiga karakter, atau bahkan sebutir emoticon pun sebenarnya sama berharganya, tapi yang sekelas komen Lae - tidak saja dalam pengertian kuantitas atau panjangnya, tapi juga kualitas alias muatan pesan yang dibawanya - tentu punya tempat tersendiri). Ehm.. *membetulkan posisi mikrofon* Lho, surat kok jadi pidato?

Apakah saya Islam atau Kristen?

Waduh, tajam dan beratnya ini pertanyaan. Secara administratif saya Islam, dan identitas itu “dipilihkan” orang tua saya. Saya tak cukup beruntung menemukannya sendiri. Tapi secara hakikat, entahlah. Saya belum bisa menyerahkan diri secara utuh kepada kehendak Allah SWT. Kehilangan duit dua puluh ribuan pun saya masih marah-marah. Konon lagi kehilangan-kehilangan lain yang lebih besar? Bisa-bisa saya menuduh, paling tidak dalam hati, bahwa Tuhan tidak adil. Busyet dah! Tapi emang begitulah. Baca selebihnya »

Menolak Valentine? Ah, Sok Paten Kali pun Kalian!

valentine.jpg

Terus terang, bingung aku melihat penolakan - terutama yang berlebihan seperti yang dilakukan orang Pakistan dalam gambar - terhadap hari Valentine, hari kasih sayang, rahman warrahim, 14 Februari. Kebencian apa sesungguhnya yang bersarang di kepalanya, yang ditutup kopiah putih bersih itu?

Apa karena hari itu berasal dari kisah seorang pemuka agama Kristen Katolik, Valentine dan Santo Marius? So what? Kok tak kau bakari juga semua kalender internasional, yang malah lebih “parah” karena berasal dari momentum kelahiran Yesus Kristus? Trus kok mau kau libur hari Minggu, di mana orang Kristen pergi ke gereja, dan sebaliknya mau pula tetap kerja di hari Jum’at, padahal di situ kaum muslimin pergi shalat Jum’at ke masjid-masjid?

Kok tanggung-tanggung? Katanya harus kaffah, baik menjauhi larangan maupun melaksanakan perintah, nahi mungkar wa amar ma’ruf? (Jangan kau bilang aku terbalik-balik. Tanya ustadz kau, bahwa kita harus lebih dulu menjauhi yang buruk baru mendekati yang baik!) Baca selebihnya »

Two Paragraphs for Valentine

Tak kubantah, hanya satu tujuan cinta, membuat yang dicintai berbahagia. Dan jika satu-satunya jalan untuk membahagiakanmu adalah dengan melepasmu pergi, tidak semestinya kau kudekap erat, sampai kau meronta, tersiksa. Sebab bila ukurannya adalah kebahagiaanku, hasrat dan kebutuhanku, berarti aku memang tidak mencintaimu, tapi justru sedang menjajahmu.

Sebutlah aku tak mencintaimu, juga kuterima bila sejarah mencatatku sebagai penjajah yang kejam, perampas kehidupanmu. Tapi aku memang belum, dan tak akan pernah siap kehilangan dirimu. Itu saja masalahnya.

Halaman Berikutnya »