Belajarlah Untuk (Menghormati Mereka yang) Percaya… 24 Maret, 2009
Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, atheisme, celebration of life, cinta, dedikasi, dosa, filosofi, fundamentalisme, gunawan mohamad, inspirasi, kata hati, kehidupan, kutipan, nesiaweekism, opini, spiritualitas.63 comments
Bila seseorang menderita waham, gejala itu akan disebut gila. Bila banyak orang menderita waham, gejala itu akan disebut agama.
Belakangan ada kecenderungan menarik. Beberapa komentar “menyerang” agama secara keseluruhan. Ada komentar yang sekadar menolak agama, tetapi masih mengakui Tuhan dan spiritualitas, sampai yang (kelihatannya) benar-benar atheis tulen. (lagi…)
Tuhan Bagai Cewek Seksi yang Diperebutkan Pemuda Mabuk 16 September, 2008
Posted by Toga Nainggolan in abraham lincoln, arise, artikel, atheisme, dedikasi, filosofi, fundamentalisme, inspirasi, sosial, spiritualitas, sufi.Tags: abraham lincoln, Agama, alkitab, cewek seksi, dalai lama, demokrtasi, humor, islam, kebebasan, kristen
20 comments

Kemarahan dan peperangan karena agama dan Tuhan, bisa digambarkan seperti perkelahian segerombol lelaki mabuk, memperebutkan seorang gadis.
Salah satu atau bahkan semua pemabuk itu bisa cedera atau mati, padahal tak satu pun dari mereka yang sebenarnya punya perhatian apalagi cinta kepada gadis itu. Mereka saling bunuh karena harga dirinya sendiri, yang sebenarnya tak punya harga!
Muslim, Kristen, dll, Sadarlah, Musuh Kalian Adalah Logika! 30 Januari, 2008
Posted by Toga Nainggolan in artikel, atheisme, dewa, filosofi, fundamentalisme, inspirasi, mitologi yunani, opini, spiritualitas.40 comments
Sebenernya, rada males juga nulis topik ginian. Niatnya, menghembuskan napas perdamaian, eh, hasilnya tetep aja semburan kemarahan, percik kebencian, dan akhirnya, bara api permusuhan.
Mengapa perdebatan agama selalu saja terasa seru? Karena semua agama, sekali lagi semua agama, memang punya celah untuk diserang. Kisah di kitab suci misalnya, khususnya yang sudah saya baca; Al-Qur’an dan Bibel (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ada yang tak logis.
Menangkis serangan terhadap ketidaklogisan itu, kata yang paling ampuh tentu saja seperti ”Kalau Tuhan sudah berkehendak, apa yang tak bisa?” atau “Agama kok dikaji dengan akal, dengan hati dong kalau tidak mau sesat!”
Lha, kalau sudah bicara model begituan, yang memang ngga usah berdebat: end of discussion dong! (lagi…)
Serius Neh, Mau Jadi Atheis? 2 Agustus, 2007
Posted by Toga Nainggolan in atheisme, cinta, spiritualitas.16 comments
Islam vs Kristen; Pemenangnya Atheis! 30 Juli, 2007
Posted by Toga Nainggolan in atheisme, cinta, filosofi, spiritualitas.1.055 comments
Jika Anda lebih mencintai agama Anda daripada Tuhan, tolong tidak usah repot-repot membaca.
Dari dulu aku sering berpikir, Tuhan gokil sekali terhadap dua agama ini. Kasihan, kadang-kadang. Keduanya agama yang paling banyak mendapat janji-janji eksklusif dari Tuhan, dan yang lebih kacaunya, juga mendapat perintah untuk menyebar ke segala sudut bumi, dibebani missi untuk merekrut sebanyak mungkin pengikut.
Karena Tuhan Itu Tak Ada, Maka Janganlah Berbuat Dosa 22 Mei, 2007
Posted by Toga Nainggolan in albert camus, atheisme, dosa, opini, spiritualitas.12 comments
Oops… Jangan ngamuk dulu. Itu “cuma” ungkapan Albert Camus, filsuf Perancis penerima hadiah nobel sastra 1957. Barangkali, dia hendak “menyindir” mentalitas orang-orang beragama, yang memposisikan Tuhan cuma menjadi penghapus atau tipeks, terhadap dosa-dosa manusia. Namun bisa juga lebih dari sekadar menyindir, karena sepertinya, Albert memang atheis.







