jump to navigation

Segala Perih Datanglah, Tak Kepada Luka Aku Menyerah 19 Mei, 2009

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, bunuh diri, celebration of life, cinta, filosofi, gairah, inspirasi, kata hati, kehidupan, kutipan, nesiaweekism, spiritualitas.
Tags: , , , , ,
trackback

Cinta dan luka, ternyata punya hubungan kekerabatan sangat dekat, bahkan cenderung seperti kembar identik, setidaknya begitu menurut Jennifer Anniston. “The greater your capacity to love, the greater your capacity to feel the pain,” kata janda Brad Pitt ini.

Apakah ungkapan itu merupakan simpulan yang dia dapat dari kisah cintanya yang tak sesukses kariernya di dunia entertainment, silakan tanya sendiri, kalo punya nomor ponselnya. Atau udah temenan di pesbuk?

Tapi apakah karena menyadari cinta kerap menyembunyikan pedang tajam di bawah sayap-sayapnya, kita lantas menghindar dari rengkuhannya? Kahlil Gibran sih menyarankan sebaliknya; “Serahkanlah dirimu padanya”.

“Menyerahkan diri pada luka? Bah, kok tidak bunuh diri sekalian?”

Sebaliknya, mengindari luka justru sama saja menghindari hidup. Luka dan semua perihnya, sebagaimana kematian yang semakin akrab itu, adalah unsur kehidupan. Menolaknya, sekali lagi, berarti menolak kehidupan.

Luka mungkin buruk. Tapi jauh lebih buruk adalah ketakutan terhadap luka itu. Banyak orang takut pada dirinya sendiri, afraid of their own reality, kepada perasaannya sendiri.

Cinta itu satu hal, kebahagiaan itu hal berbeda. Cinta justru bisa melukai, tapi luka adalah sebatas rasa. Terluka, itu pasti. Tapi menderita, adalah pilihan.

Kita mungkin sudah mendapat ajaran yang salah, bahwa derita adalah pekerjaan setan yang harus dilawan, dihindari sejauh mungkin. Bah, bagaimana mau hidup sebenar hidup, kalau sepanjang hidup kita terbirit-birit menghindari luka, mencari aman dengan mengendap di kegelapan? Emangnya tikus!

Jangan tepis lukamu, jangan tutupi perihmu. Usung tinggi-tinggi seperti piala pertamamu di Taman Kanak-kanak.

Luka justru memungkinkan kita menemukan kekuatan yang selama ini tak pernah terpikirkan.

Sekali lagi, perih hanya sebatas rasa, dan rasa adalah bagian utuh dari diri kita sendiri, yang mustahil ditolak.

Malu karena terluka hanya akan memperlama masa penyembuhannya, dan membiarkan dunia merampas kedirianmu, destroy your reality.

Ayo, perjuangkan hakmu untuk merasakan luka, untuk hidup dengan sebenar-benarnya, sehidup-hidupnya.

Jika Anda butuh bantuan hukum untuk memperjuangkan hak itu, kami bisa menyediakan. Tarif bersaing!

Komentar»

1. Jarar Siahaan - 19 Mei, 2009

soekarno, pramoedya, yesus, muhammad, gautama, dalai lama, adalah orang-orang yang [tahan] mengalami luka dan sakit — dan karena itu mereka menjadi besar, dikenang sepanjang masa.

jadilah “tuhan” bagi dirimu sendiri. gagahlah! katakan: “persetan dengan luka! inilah aku!”

terluka? sakit? perih?
harus! kau dan aku HARUS terluka, karena itulah kita layak disebut HIDUP.

orang-orang yg tidak berani terluka, tak mau terluka, takut terluka…, segeralah menyepi ke “ujung portibi” [ini tak ada dalam peta, jadi gak tahu tarifnya berapa].

Toga Nainggolan - 19 Mei, 2009

Bah, darimana sajanya Lae? Kalo selama ini Lae “menghilang” agar banyak orang merasa kehilangan, selamat Lae, mmg berhasil! :D

Bahkan aku cukup banyak menerima pertanyaan dari fans-mu, yg menyatakan mencari2 jejak Lae. Aku hanya bisa menjawab, “Akupun!”

2. yati - 19 Mei, 2009

errr….
ah, ga tau mau komentar apa.
ga harus juga kan? :p

Maren Kitatau - 20 Mei, 2009

Komenku pd judul:

Kata-katanya biasa,
Susunannya beda,
Jadi dahsyat!
Sip gituloh.

Horas Lae!

3. gilang mahardika - 20 Mei, 2009

luka dan senang.. hanya delusi sesaat untuk melengkapi hidup.. seperti iklan yang beredar.. luka dan senang hanya agar hidup terasa lebih hidup.. God is good..

4. Ridwan Hanri - 20 Mei, 2009

“Jika Anda butuh bantuan hukum untuk memperjuangkan hak itu, kami bisa menyediakan. Tarif bersaing!”

ujung2nya ngiklan ya bang..
whahaha..

mantap nih, pagi2 baca ttg bumbu kehidupan..

5. weirdaft - 20 Mei, 2009

cinta, perih dan luka sepertinya memang sepaket yg valid ya. gak bisa nego milih salah satunya. dapat cinta, otomatis dapat perih dan luka juga. tapi, meski karena perih datang-pergi, keluar-masuk, maka jadi bersahabat erat dengan luka. tak akan menyerah setapakpun, kalau masih ada celah yg bisa dilewati, itu yg harus dilakukan.

btw, perlu bantuan hukum jg nih kayaknya, biarpun tarif bersaing, bisa harga kawan kan?? :D

6. dije - 20 Mei, 2009

bener bang, perih toh hanya sebatas rasa, dan rasa itu tidak pula abadi. semuanya pastilah kan berlalu, tersapu angin dan akhirnya menghilang. . entah duka entah luka, entah tangis ataupula tawa.

7. » Luka, tak akan aku menyerah padamu Hanya Sekedar Tulisan - 20 Mei, 2009

[...] ps : terinspirasi dari sini [...]

8. Ryan Shinu Raz - 20 Mei, 2009

Horas !!!

….Cinta itu satu hal, kebahagiaan itu hal berbeda. Cinta justru bisa melukai, tapi luka adalah sebatas rasa. Terluka, itu pasti. Tapi menderita, adalah pilihan…

Lagi-lagi sebuah kalimat yang indah. Aku tak habis pikri gimana sistem kerja syaraf otak lae Toga ini. Sungguh Hebat !!

Maren Kitatau - 20 Mei, 2009

Bah!
Tak ada kebahagiaan tanpa cinta, bah!
Cinta yg berluka adalah cinya-karena,
Cinta walau tak bakal berluka…kali!

Salam Horas Lae!

hh - 21 Mei, 2009

Kumaha wartosna, kang.
Bah nya kok cuma satu?

Maren Kitatau - 23 Mei, 2009

@hh

Tau juga kao rupanya,
Bah-tiga utk something wrong,
Bah-ku satu; Utk nge-move doang.
Apa betul begitu?
-

Salam Bah!

hh - 21 Mei, 2009

Benar benar master, lae kita ini ya.

Maren Kitatau - 21 Mei, 2009

C7!

Lae Toga emang pisan.
Kata-kata biasa bisa berbisa,
Susu nan baku hanya membatu.

Brapo Ale!

9. lieztya alexa anindita hutagaol - 20 Mei, 2009

satu kata : Mantap!!!

Maren Kitatau - 23 Mei, 2009

@lie

Siapa yg mantap, To!
Aku apa Bang Toga?
Ragu aku mau gr!

Salam!

10. Rindu - 21 Mei, 2009

Ehm … tertohok saya dengan tulisan ini, ah cinta memang fatamorgana :(

11. moret - 21 Mei, 2009

hidup itu indah klo kita melakukan dngn jujur kepada seorang wanita yg kita cintai dan berbuat yg terbaik di hadapan nya

12. gandong - 21 Mei, 2009

mata meliat hati merasa

Maren Kitatau - 23 Mei, 2009

@gandong

Tapi kolo satu kelopak ditekan dikit,
Gambarnya jadi dobel rasanya nggak.
Hati nggak mau diboongin rupanya …!
-

Salam!

13. Sealead - 21 Mei, 2009

Ow…btul itu,sangat merugi org2 yg cm maen safe menghindari rasa sakit,
“dr pd ngerasain sakit itu lebih baik ak sndiri dl”
How stupid…

14. unai - 22 Mei, 2009

Lagi lagi Lae..ini suntikan, hmm seperti suntikan hormon pembangkit gairah buat saya. Ups..gairah apa dulu :P …? teruslah menulis lae. cinta kalipun saya sama tulisan Lae

15. meiy - 2 Juni, 2009

duh bang toga, menikam kali tulisan ini, aku terkena, walau sadar luka tak bisa dihindari, dan mmg yg aku takuti di dunia ini justru diri sendiri, kebodohan sendiri. bolehkan aku copas…buat di FB ato dmn kek, terutama di hati :)

16. meiy - 3 Juni, 2009

aku copas tuh di FB, ayo boleh kan bolehkan…*maksa*

17. Toga - 3 Juni, 2009

@Uni Meiy
Hayahayah uni awak ni… Apa pulak tak bole…

18. Hotma Joy - 4 Juni, 2009

horas,

Lae sangat puitis untuk melantumkan cinta eros (cinta antara lawan jenis). hanya saja kesan untuk kesan keperihan hampir mirip dengan karya pujangga Chairil Anwar “Aku” —- Luka dan Bisa (hanya) kubawah berlari…..berlari, hingga hilang pedih dan perih.
Aku ngak mengeritik atau mencela lae, cuman mengutarakan isi hati mengenai tulisan lae yang cukup enak untuk dibaca.

Mauliate.

19. Toga Nainggolan - 4 Juni, 2009

@Hotma.
Begitu kagumnya aku dgn Chairil, Lae… sehingga jika dianggap mencontek dia pun aku sudah sangat bangga. :D

Horasma.

20. altdqueen - 12 Juni, 2009

Kalau bisa bertahan karena cinta yang begitu besar, maka bisa juga bertahan untuk luka yang diakibatkannya…..

Maren Kitatau - 12 Juni, 2009

@alt

Ada juga orang yg terbebancinta begtu berat hingga merenung terduduk berlama-lama. Kadang orang itu mengambil keputusan untuk meledak sangkin cintanya. Aku heran pd cinta yg spt itu! Apakah cinta-meledak termasuk cinta? Harakiri pakai oplet?

Pernyataanmu itu hrs benar kurasa

Kalau bisa bertahan karena cinta yang begitu besar, maka bisa juga bertahan untuk luka yang diakibatkannya…..

-

Salam Damai!

21. » Tentang Dunia Maya(ku) Hanya Sekedar Tulisan - 5 Juli, 2009

[...] dengan Siti, salah satu kawan yang aku temui diarena perang Travian. Lalu dengan little ucrit, bang toga, dan beberapa blogger lain. Dan sebagai fenomena saat ini, Facebook mempertemukan aku lagi dengan [...]

22. Bertahan Hidup Bukan Karena Takut Mati « Nesiaweek Interemotional Edition - 6 Oktober, 2009

[...] berdiri tegaklah wahai pahlawan yang berani hidup. Segala perih datanglah, tak kepada luka kita menyerah. Tersakiti itu pasti, tetapi menderita atau mendendam-apalagi bunuh diri atau bunuh orang-adalah [...]