<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Belajarlah Untuk (Menghormati Mereka yang) Percaya&#8230;</title>
	<atom:link href="http://nesia.wordpress.com/2009/03/24/belajarlah-untuk-menghormati-mereka-yang-percaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nesia.wordpress.com/2009/03/24/belajarlah-untuk-menghormati-mereka-yang-percaya/</link>
	<description>BLOG OF A NAKED MIND - BLOG DE UNA CUENTA DESNUDO - BLOG PIKIRAN YANG TELANJANG</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Dec 2009 08:07:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Hari</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2009/03/24/belajarlah-untuk-menghormati-mereka-yang-percaya/#comment-7364</link>
		<dc:creator>Hari</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 03:59:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/?p=561#comment-7364</guid>
		<description>Tapi manusia diberi kemampuan pikiran yang BEBAS ... Yang bisa mengkaji, menganalisis dan membuat kesimpulan yang akhirnya bisa membenarkan atau menyalahkan atas suatu konsep atau pikiran juga ? 

Tapi bisa juga karena keogahan atau kemalasan, maka TIDAK TERTARIK dengan masalah-masalah yang terlalu jauh ? Yaitu soal TUHAN ? Dan menghina orang-orang yang ber TUHAN sebagai kaum yang BODOH ? WHY ? 

Disepakati bahwa persoalan BIG BANG ... adalah soal ASAL MUASAL ALAM SEMESTA. Suatu kejadian yang melibatkan energi ... triyun ... trilyun ... trilyun derajat celcius (Baiquni - Pakar ATOM Indonesia) yang melontarkan material yang begitu banyaknya dan begitu besar-besarnya ... ke segala penjuru yang tak berbatas ? Atas nama OBYEKTIFITAS, maka peristiwa BIG BANG ini ... adalah peristiwa TUNGGAL tanpa terkait dengan SANG PENCIPTA ? Benarkah ? Suatu PERNYATAAN yang begitu SOMBONG, AROGAN, CONGKAK dan TENGILNYA ? Di release ke public ? Padahal hubungan KAUSALITAS --Sebab - Akibat-- adalah hukum pertama yang diketahui manusia. Tidak ada akibat tanpa sebab, sebablah yang menyebabkan akibat ? BIG BANG adalah akibat, maka sebabnya itu siapa ? Kalau bukan TUHAN atau KEKUATAN yang SANGAT ... SANGAT ... SANGAT SUPER PERKASA ? TUHAN atau KEKUATAN yang SANGAT ... SANGAT ... SANGAT SUPER PERKASA itu namanya siapa ? Para NABI tahu bahwa namanya ALLAH. Kenapa FILOSOF yang adalah seorang PEMIKIR tidak tahu ? Bagaimana bisa tahu kalau tidak diberi tahu oleh yang EMPUNYA nama. Toh kalaulah seandainya diberitahu ? Belum tentu FILOSOF akan memberitahukannya ? Karena konsepsi OBYEKTIFITAS lah yang menghalangi seseorang menginformasikan tentang ALLAH ? 

Inilah hak PREROGATIF ALLAH ? Memberikan kekhususan kepada siapa yang DIA kehendaki ? Dalam hal ini adalah para NABI. Kalau FILOSOF nggak diberi tahu ... JANGAN SEWOT DONK ? Namanya saja HAK PREROGATIF ALLAH ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tapi manusia diberi kemampuan pikiran yang BEBAS &#8230; Yang bisa mengkaji, menganalisis dan membuat kesimpulan yang akhirnya bisa membenarkan atau menyalahkan atas suatu konsep atau pikiran juga ? </p>
<p>Tapi bisa juga karena keogahan atau kemalasan, maka TIDAK TERTARIK dengan masalah-masalah yang terlalu jauh ? Yaitu soal TUHAN ? Dan menghina orang-orang yang ber TUHAN sebagai kaum yang BODOH ? WHY ? </p>
<p>Disepakati bahwa persoalan BIG BANG &#8230; adalah soal ASAL MUASAL ALAM SEMESTA. Suatu kejadian yang melibatkan energi &#8230; triyun &#8230; trilyun &#8230; trilyun derajat celcius (Baiquni &#8211; Pakar ATOM Indonesia) yang melontarkan material yang begitu banyaknya dan begitu besar-besarnya &#8230; ke segala penjuru yang tak berbatas ? Atas nama OBYEKTIFITAS, maka peristiwa BIG BANG ini &#8230; adalah peristiwa TUNGGAL tanpa terkait dengan SANG PENCIPTA ? Benarkah ? Suatu PERNYATAAN yang begitu SOMBONG, AROGAN, CONGKAK dan TENGILNYA ? Di release ke public ? Padahal hubungan KAUSALITAS &#8211;Sebab &#8211; Akibat&#8211; adalah hukum pertama yang diketahui manusia. Tidak ada akibat tanpa sebab, sebablah yang menyebabkan akibat ? BIG BANG adalah akibat, maka sebabnya itu siapa ? Kalau bukan TUHAN atau KEKUATAN yang SANGAT &#8230; SANGAT &#8230; SANGAT SUPER PERKASA ? TUHAN atau KEKUATAN yang SANGAT &#8230; SANGAT &#8230; SANGAT SUPER PERKASA itu namanya siapa ? Para NABI tahu bahwa namanya ALLAH. Kenapa FILOSOF yang adalah seorang PEMIKIR tidak tahu ? Bagaimana bisa tahu kalau tidak diberi tahu oleh yang EMPUNYA nama. Toh kalaulah seandainya diberitahu ? Belum tentu FILOSOF akan memberitahukannya ? Karena konsepsi OBYEKTIFITAS lah yang menghalangi seseorang menginformasikan tentang ALLAH ? </p>
<p>Inilah hak PREROGATIF ALLAH ? Memberikan kekhususan kepada siapa yang DIA kehendaki ? Dalam hal ini adalah para NABI. Kalau FILOSOF nggak diberi tahu &#8230; JANGAN SEWOT DONK ? Namanya saja HAK PREROGATIF ALLAH ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hari</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2009/03/24/belajarlah-untuk-menghormati-mereka-yang-percaya/#comment-7360</link>
		<dc:creator>Hari</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 02:03:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/?p=561#comment-7360</guid>
		<description>To : annisa

Tks saudariku annisa

Bahwasanya pilihan orang memang beda-beda, untuk hal apapun juga, termasuk soal agama ? Tapi ternyata dalam perjalanan kehidupan seseorang, pilihan yang telah dipilih sebelumnya itu bisa berubah ke pilihan lainnya ? Kenapa ? Salah satunya dengan diskusi ? Atau adanya pilihan-pilihan yang lebih baik, makanya dia memilih pilihan yang lebih baik itu. 

Dalam hal beragama, ada hal yang SANGAT BERBEDA daripada pilihan-pilihan yang NYATA ? Dimana pengukuran atas pilihan-pilihan NYATA tersebut lebih konkrit ? Makanya akan mudah untuk memberikan NILAI atas VALUE yang ada ? Soal AGAMA ? Wow SUSAH SEKALI ? Karena menyangkut persoalan TRANSENDENTAL ? Karena apapun pilihan atas hal TRANSENDENTAL ini buktinya adanya setelah mati ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To : annisa</p>
<p>Tks saudariku annisa</p>
<p>Bahwasanya pilihan orang memang beda-beda, untuk hal apapun juga, termasuk soal agama ? Tapi ternyata dalam perjalanan kehidupan seseorang, pilihan yang telah dipilih sebelumnya itu bisa berubah ke pilihan lainnya ? Kenapa ? Salah satunya dengan diskusi ? Atau adanya pilihan-pilihan yang lebih baik, makanya dia memilih pilihan yang lebih baik itu. </p>
<p>Dalam hal beragama, ada hal yang SANGAT BERBEDA daripada pilihan-pilihan yang NYATA ? Dimana pengukuran atas pilihan-pilihan NYATA tersebut lebih konkrit ? Makanya akan mudah untuk memberikan NILAI atas VALUE yang ada ? Soal AGAMA ? Wow SUSAH SEKALI ? Karena menyangkut persoalan TRANSENDENTAL ? Karena apapun pilihan atas hal TRANSENDENTAL ini buktinya adanya setelah mati ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: annisa</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2009/03/24/belajarlah-untuk-menghormati-mereka-yang-percaya/#comment-7326</link>
		<dc:creator>annisa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 12:19:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/?p=561#comment-7326</guid>
		<description>Mas hari, setiap manusia itupunya pilihan tersendiri, entah mereka mau &quot;percaya&quot; ataupun &quot;tidak percaya&quot;, mau beragama ataupun tidak beragama. Pada akhirnya diri mereka sendiri yang menjalani hidupnya. Perihal masuk surga atau neraka, yaa~ mereka sendiri yang menjalaninya, emangnya anda mau nolongin mereka kalo mereka masuk neraka? trus emangnya anda mau nebeng masuk surga kalo mereka masuk surga? Ya~ enggak kan...sekarang yang lebih penting adalah, kita-kita yang beragama ini jangan mengusik kepercayaan orang lain kalo ga mau diusik juga~ ^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas hari, setiap manusia itupunya pilihan tersendiri, entah mereka mau &#8220;percaya&#8221; ataupun &#8220;tidak percaya&#8221;, mau beragama ataupun tidak beragama. Pada akhirnya diri mereka sendiri yang menjalani hidupnya. Perihal masuk surga atau neraka, yaa~ mereka sendiri yang menjalaninya, emangnya anda mau nolongin mereka kalo mereka masuk neraka? trus emangnya anda mau nebeng masuk surga kalo mereka masuk surga? Ya~ enggak kan&#8230;sekarang yang lebih penting adalah, kita-kita yang beragama ini jangan mengusik kepercayaan orang lain kalo ga mau diusik juga~ ^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: annisa</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2009/03/24/belajarlah-untuk-menghormati-mereka-yang-percaya/#comment-7324</link>
		<dc:creator>annisa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 12:10:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/?p=561#comment-7324</guid>
		<description>emang bener juga sih...^_^ bwkwkwkwkwk..mungkin karena kita2 yang beragama ini suka emosian ga jelas gitu kalo diajak diskusi secara logika, jadi para atheist &quot;ilfeel&quot; duluan deh...^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>emang bener juga sih&#8230;^_^ bwkwkwkwkwk..mungkin karena kita2 yang beragama ini suka emosian ga jelas gitu kalo diajak diskusi secara logika, jadi para atheist &#8220;ilfeel&#8221; duluan deh&#8230;^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Maren Kitatau</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2009/03/24/belajarlah-untuk-menghormati-mereka-yang-percaya/#comment-7297</link>
		<dc:creator>Maren Kitatau</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 23:45:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/?p=561#comment-7297</guid>
		<description>Jangan mau, Lae!

Nodong itu mulanya acting belati.
Garong  mulanya acting sepetolan.
Kini reacting-nya selalu Pestol and Rose.
Pestol and Rose dia bawa kemana pergi
Pun denger melati kedengarannya belati.
Repot dah, Lae!
-

Salam Dame!
NB:
Bertandang dong bang…
Keblog-ku  plis!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan mau, Lae!</p>
<p>Nodong itu mulanya acting belati.<br />
Garong  mulanya acting sepetolan.<br />
Kini reacting-nya selalu Pestol and Rose.<br />
Pestol and Rose dia bawa kemana pergi<br />
Pun denger melati kedengarannya belati.<br />
Repot dah, Lae!<br />
-</p>
<p>Salam Dame!<br />
NB:<br />
Bertandang dong bang…<br />
Keblog-ku  plis!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Toga Nainggolan</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2009/03/24/belajarlah-untuk-menghormati-mereka-yang-percaya/#comment-7292</link>
		<dc:creator>Toga Nainggolan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 13:07:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/?p=561#comment-7292</guid>
		<description>Huahakakakakaka... Berakting jadi atheis! Kita tunggulah aku kesurupan ruh seorang atheis. Tentu saja itu bisa terjadi, jika Tuhan menghendaki. Berakting jadi atheis, atas izin-Nya. Wakakakaa... Ada2 aja si bos ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Huahakakakakaka&#8230; Berakting jadi atheis! Kita tunggulah aku kesurupan ruh seorang atheis. Tentu saja itu bisa terjadi, jika Tuhan menghendaki. Berakting jadi atheis, atas izin-Nya. Wakakakaa&#8230; Ada2 aja si bos ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hari</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2009/03/24/belajarlah-untuk-menghormati-mereka-yang-percaya/#comment-7280</link>
		<dc:creator>Hari</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 07:28:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/?p=561#comment-7280</guid>
		<description>Kemana nich atheists nggak nongol-nongol ? Kenapa ? Atau kalau nggak keberatan Lae Toga sendiri berakting sebagai atheist ? Bagaimana Lae ? Agar ada diskusi kembali supaya jangan mandek ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kemana nich atheists nggak nongol-nongol ? Kenapa ? Atau kalau nggak keberatan Lae Toga sendiri berakting sebagai atheist ? Bagaimana Lae ? Agar ada diskusi kembali supaya jangan mandek ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Maren Kitatau</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2009/03/24/belajarlah-untuk-menghormati-mereka-yang-percaya/#comment-7270</link>
		<dc:creator>Maren Kitatau</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 15:03:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/?p=561#comment-7270</guid>
		<description>Tapi dokter yg tadi tak nerti apa obatnya kesurupan.
Kesurupan itu kiwari semakin trendi sebab ...
Bahkan rame-rame karena ...
-

Salam Damai!
NB:
Roh yg ada di dalam dirimu,
Lebih besar dari pada roh yg ada di dalam dunia.
Aku percaya ini!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tapi dokter yg tadi tak nerti apa obatnya kesurupan.<br />
Kesurupan itu kiwari semakin trendi sebab &#8230;<br />
Bahkan rame-rame karena &#8230;<br />
-</p>
<p>Salam Damai!<br />
NB:<br />
Roh yg ada di dalam dirimu,<br />
Lebih besar dari pada roh yg ada di dalam dunia.<br />
Aku percaya ini!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Toga Nainggolan</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2009/03/24/belajarlah-untuk-menghormati-mereka-yang-percaya/#comment-7256</link>
		<dc:creator>Toga Nainggolan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 10:57:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/?p=561#comment-7256</guid>
		<description>@Maren.
Mgkn juga... Dan itu menyedihkan sebenernya, kalo atheis ternyata bisa bersabar, pdhl org beragama yg bolak-balik diperintah Tuhannya untuk bersabar... :-D

@Hari,
Menarik itu, Pak. Tp tentu harus ada penelitian soal itu, demi statistik yg akurat. Soalnya, ilmu kedokteran jg berpotensi menggiring orang untuk melihat tak adanya signifikansi tuhan.

Lupa saya persisnya, tp sy pernah denger cerita, ketika seorang dokter dgn ketus ngomong sama keluarga pasien, yg komat-kamit berdo&#039;a. &quot;Bukan do&#039;a yg dia perlukan, tp obat2an yg akan kuberikan!&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Maren.<br />
Mgkn juga&#8230; Dan itu menyedihkan sebenernya, kalo atheis ternyata bisa bersabar, pdhl org beragama yg bolak-balik diperintah Tuhannya untuk bersabar&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@Hari,<br />
Menarik itu, Pak. Tp tentu harus ada penelitian soal itu, demi statistik yg akurat. Soalnya, ilmu kedokteran jg berpotensi menggiring orang untuk melihat tak adanya signifikansi tuhan.</p>
<p>Lupa saya persisnya, tp sy pernah denger cerita, ketika seorang dokter dgn ketus ngomong sama keluarga pasien, yg komat-kamit berdo&#8217;a. &#8220;Bukan do&#8217;a yg dia perlukan, tp obat2an yg akan kuberikan!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hari</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2009/03/24/belajarlah-untuk-menghormati-mereka-yang-percaya/#comment-7246</link>
		<dc:creator>Hari</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 08:09:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/?p=561#comment-7246</guid>
		<description>U- Saudaraku Lae TOGA NAINGGOLAN

Padahal mereka juga tahu pandangan HEGEL tentang spiral pemikiran TESIS - ANTITESIS dan SINTESIS ? Kenapa harus takut argue yach ? Belum tentu apa yang diketahui itu sudah mumpuni ? Bagaimana tahu bahwa pandangannya itu mumpuni atau tidak ? Kalau tidak berkomunikasi ? Dan komunikasi yang baik adalah dengan berdiskusi secara jujur berdasarkan DATA, FAKTA, KRONOLOGIS dan PEMAKNAAN ? 

Tapi ada yang GENERAL ... Yang saya tahu ? Kenapa yach ... Banyak mahasiswa-mahasiswa KEDOKTERAN yang karena dihadapkan pada ke SOFISTIKASIAN yang namanya MANUSIA itu ? Maka sangat sedikit kalau tidak boleh mengatakan HAMPIR TIDAK ADA yang namanya ATHEIST ? Tapi kenapa di FAKULTAS2 yang berbasis SOCIAL SCIENCE ? Banyak sekali yang ATHEIST ? Bahkan ... Jadi mode yang trendy ... begitulah ? 

Yang satu (mahasiswa2 FK) tahu tentang HEBATnya penyusunan manusia ? Sehingga TIDAK AKAN MUNGKIN ADA itu namanya MANUSIA kalau tidak ada kekuatan yang MAHA .... Yang bisa membentuk MANUSIA seperti itu ? Dari hal neuron, dendrit, DNA, RNA yang begitu MENAKJUBKAN yang fungsinya luar biasa itu ? 

Tapi di sisi lain, ada pihak yang berangkat dari pemikiran DISPARITAS SOSIAL (terjadinya kemiskinan struktural) yang membuat seseorang akan MELARAT seumur-umur ? Dan TUHAN seakan-akan berpihak ke YANG KUAT (Supra Struktur) dan TUHAN TIDAK MAU TAHU dengan TEKANAN SOSIAL yang LUAR BIASA ini ? Makanya keberpihakan ke yang MELARAT adalah CARA TUHAN untuk mengubah keadaan orang-orang MELARAT yang sudah kehilangan ke AKU an dan ke EGO annya, untuk BANGKIT agar BERMARTABAT ? Bukan begitu saudaraku Lae TOGA ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>U- Saudaraku Lae TOGA NAINGGOLAN</p>
<p>Padahal mereka juga tahu pandangan HEGEL tentang spiral pemikiran TESIS &#8211; ANTITESIS dan SINTESIS ? Kenapa harus takut argue yach ? Belum tentu apa yang diketahui itu sudah mumpuni ? Bagaimana tahu bahwa pandangannya itu mumpuni atau tidak ? Kalau tidak berkomunikasi ? Dan komunikasi yang baik adalah dengan berdiskusi secara jujur berdasarkan DATA, FAKTA, KRONOLOGIS dan PEMAKNAAN ? </p>
<p>Tapi ada yang GENERAL &#8230; Yang saya tahu ? Kenapa yach &#8230; Banyak mahasiswa-mahasiswa KEDOKTERAN yang karena dihadapkan pada ke SOFISTIKASIAN yang namanya MANUSIA itu ? Maka sangat sedikit kalau tidak boleh mengatakan HAMPIR TIDAK ADA yang namanya ATHEIST ? Tapi kenapa di FAKULTAS2 yang berbasis SOCIAL SCIENCE ? Banyak sekali yang ATHEIST ? Bahkan &#8230; Jadi mode yang trendy &#8230; begitulah ? </p>
<p>Yang satu (mahasiswa2 FK) tahu tentang HEBATnya penyusunan manusia ? Sehingga TIDAK AKAN MUNGKIN ADA itu namanya MANUSIA kalau tidak ada kekuatan yang MAHA &#8230;. Yang bisa membentuk MANUSIA seperti itu ? Dari hal neuron, dendrit, DNA, RNA yang begitu MENAKJUBKAN yang fungsinya luar biasa itu ? </p>
<p>Tapi di sisi lain, ada pihak yang berangkat dari pemikiran DISPARITAS SOSIAL (terjadinya kemiskinan struktural) yang membuat seseorang akan MELARAT seumur-umur ? Dan TUHAN seakan-akan berpihak ke YANG KUAT (Supra Struktur) dan TUHAN TIDAK MAU TAHU dengan TEKANAN SOSIAL yang LUAR BIASA ini ? Makanya keberpihakan ke yang MELARAT adalah CARA TUHAN untuk mengubah keadaan orang-orang MELARAT yang sudah kehilangan ke AKU an dan ke EGO annya, untuk BANGKIT agar BERMARTABAT ? Bukan begitu saudaraku Lae TOGA ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
