Siapa Bilang Cinta Tak Bisa Dibeli? 9 Februari, 2009
Posted by Toga Nainggolan in bencana, celebration of life, cinta, dosa, filosofi, gairah, inspirasi, kata hati, kehidupan, nesiaweekism, pulp fiction, selingkuh, skandal, sosial, tragis, wanita.trackback

Usianya sekitar 22 tahun. Mungil, rambut lurus legam, kulit halus walaupun tak begitu putih. Tak tamat SMP, keburu hamil sama pacarnya yang tak mau bertanggung jawab. Tinggal di sebuah kamar kos berukuran 3 x 4 m bertarif Rp 500 ribu per bulan. Dia pelacur, sejak tahun 2004 silam, saat baru berusia sekitar 18 tahun.
“Waktu baru-baru terjun dulu, aku ingat itu pas kejadian tsunami di Aceh. Sempat takut juga, seperti ada hubungannya gitu kan. Seperti diingatkan gitu, kalau Tuhan marah itu ngeri,” katanya, cekikikan. Nyatanya, ketakutannya tak sebesar tekadnya. Buktinya lanjut sampai sekarang.
Di kota ini, dia menjelma menjadi mesin pencari uang. Selain untuk membayar uang kos, keperluan perawatan wajah dan tubuh, dia juga harus memikirkan kiriman uang buat ibunya, yang kini menjadi single parent bagi dua adiknya, dan anaknya sendiri di kampung. Dan satu lagi, membiayai seorang bronces yang tinggal bersamanya di kamar kos itu.
“Kamu udah tau gimana susahnya cari uang, kok malah ngebiayain bronces gitu sih? Bodoh betul!”
“Aku perlu seseorang yang nyayangin aku, temen aku cerita-cerita di sini.”
“Tapi dia ngga mungkin sayang sama kamu. Kalau sayang, ngga mungkin dia tega makan uang yang kamu dapat dengan susah gitu. Setidaknya dia harus membiayai dirinya sendiri, kalau memang tak mampu membantu kamu. Bukannya malah jadi beban.”
“Terus dari siapa aku bisa dapat kasih sayang? Orang yang make aku? Kalau laki-laki udah ngasih kita uang, dia udah ngga ngerasa perlu nyayangin kita lagi. Kita udah dibelinya. Mana ada laki-laki yang mau benar-benar sayang sama perempuan rusak kayak aku ini. Perempuan baik-baik aja susah dapat laki-laki yang bener-bener sayang sama dia kok. Broncesku itu, aku ngga peduli dia bener-bener sayang sama aku atau cuma manfaatin aku Tapi paling nggak, dia masih berada di bawah kontrol aku. Kapan aku mau, dia ada. Kalau aku harus keluar uang untuk itu, ngga apa-apa. Semua memang butuh biaya. Orang yang mau kepuasan dari aku, membayar. Kalau aku pun ingin mendapat kepuasan dan kasih sayang, ya membayar juga. Ngga ada yang gratis di dunia, apalagi hal seberharga cinta.”








wow…
wow juga…
tambah komen lg ah…
ini surprize bgt bg! kirain psk yg miara brondong itu ga punya kesadaran kyk gitu. ternyata yg terjadi itu multilevel jual beli cinta ya. orang beli dari dia, dia beli lagi dari orang lain. mgkn jg, dia cuma bisa nikmatin sex intercourse ama si brondong…
ah… dunia yang aneh!
*kembali terperangah
Cuma mau ngutip inih:
“Perempuan baik-baik aja susah dapat laki-laki yang bener-bener sayang sama dia kok”
Tul banget! Cuih!
Takutnya si bronces punya cewek cadangan di tempat lain, dan cewek cadangannya itu punya cowok lain yang suka bayar cewek pertama tadi. Healah….kaya rante sepeda aja. Kelabu bener dunia ini…..
Jaman sekarang banyak yang lebih takut perutnya daripada Tuhan nya.
*speechless*
Kok kedengarannya mirip dengan SUpernova ya? Soulnya mirip.
kalau mau gratis gak usah hidup aje!!!! he..he…
dari pada dapet duit yang di bilang dari hasil yang enggak benar…uh..tepi mah zaman sekarang yang penting serba kenyang …. bingung juga!!! jadi ya….yang penting senang…ha..ha..ha…
Tapi kalo hidup kita cuma buat kebutuhan dunia aja, buat apa kita hidup ?? Bukankah masih ada alam yang lebih kekal ??
uhmm…sebegitunyakah????
*terdiam* gak bisa komen apa2
Siapa bilang di Dunia ini ga ada yg menyayangi dengan tulus en gratis, itu tinggal manusianya aja yg harus mencari dan meraihnya.jangan menunggu di boking aja…
makanya USAHA…
setidaknya dia masih menyadari bahwa cinta masih ada di dunia ini, dan itu bukan hanya seks..jadi inget eleven minutesnya Coelho.
Sama dengan beli film dan cd bajakan Bang…..
Tetep enjoy….h.h.h
Ya, saya cukup tertegun membaca kisah singkat ini. Tapi, saya tetap kurang yakin bahwa cinta (dalam artian cinta yang benar-benar tulus) bisa dibeli dengan uang.
Jadi, setelah membaca tulisan saudara, saya mau katakan bahwa: Jika seorang manusia mencintai pujaan hatinya dengan tulus, dia tidak akan mau menerima uang sebagai balasan atas cintanya tersebut. Atau, jika situasi sebab-akibatnya bukan seperti itu, tetap saja: Adalah aneh jika seseorang lantas memberikan cintanya sebagai ganti atas uang yang diterimanya. Maka dari itu, saya tidak begitu yakin bahwa cinta sang bronces dalam kisah ini adalah cinta yang tulus dari lubuk hati yang terdalam.
Memang tidak ada yang gratis di dunia ini, tapi bukan berarti lantas semuanya bisa diselesaikan begitu saja dengan uang. Uang memang mampu membeli begitu banyak hal di dunia ini, tapi cinta hanya bisa terbayarkan dengan cinta.
IMHO, CMIIW.
im so touched..
feeeew…
btul juga sih,
apapun akan di lakukan demi seseorang yang sangat kekurangan akan kasih sayang dan cinta
@bang toga
inget pembicaraan kita yang kmaren di YM
(alid)
ada hubungannya juga ma tulisan abang yang ini
hmm..
speachless deh..
hhmmm karena uang cinta yang tersisapun hanya berbekas peluh dan erangan dosa
miris banget baca ceritanya..
telah banyak pergeseran nilai yang beredar di masyarakat
banyak banget cerita seperti ini yang saya dapet pas saya masih bekerja bersama mereka dulu…
ironis banget. but, it’s a life
no money,no love
tragis…
Wew!
Ini menunjukkan bahwa cinta itu mahal dan susah untuk didapatkan.
peralihan peran dari penjual menjadi pembeli mungkin merupakan siasat meraih keseimbangan…..
ternyata cinta itu pun bisa dibeli. Setiap orang memiliki pembenarannya sendiri, bagi saya, dia hanya tidak seberuntung kita itu saja, lainnya dia juga manusia dengan hak-haknya sama seperti kita. Hak untuk dicintai.
ceritanya seru!!!!!!!
real banget
menyentuh…
baru balik ngeliat wp lg, disuguhi sajian yg langsung tembus kehati.
Emanknya cuma laki2 aja yg bisa beli prempuan.., prempuan jg bs beli laki2..begitulah kira2..
Hallo silih, enggo mersiantusen kita. Senda nai menangkih martukar informasi mo kita.
Lias ate
Aguswandha Manik
judul sama isinya ga nyambung gituh. si perempuan ga sedang membeli cinta kan, tapi membeli kontrol (bener pake “r” kan? huahahaha)
banyak komentar lucunya :d pada baca ga ya? :p
wieeuuuhhhh.. *speechless*
ngakak baca replynya si black widow..mantheb!!!
hola bang??apa kabar???
Horas..
Apa iya cinta bisa dibeli? Kalau kita membayar seseorang untuk menuruti semua keingian kita, mendengarkan kita ketika curhat atau apa pun itu apakah kita telah membeli cintanya?
Kalau gitu, gimana kalau ketika seseorang yang kita sayangi dan kita dambakan yang jelas kita tahu bahwa dia tidak pernah mungkin melakukan sebaliknya kita diberikan kado berlian yang mahal lantas juga tiba2 mengatakan mencintai kita. Apakah kita telah benar2 mendapatkan cintanya??
Atau sesuatu yang semu??
Dimana letak perbedaanya?
wah..
HOras. !!!
Hidup Mang Penuh Tantangan & Problem
Tapi knp smua Hrs diberi Label Harga????
hmmmpphhh cinta yah ?
, rasanya cinta terlalu mahal kalaupun memang diberi label harga
saya rasa bukan bang
nice post ! seperti biasa
klo dirupiahkan berapa itu harga cinta?
ja ampyuuuund! naujubileh dh! mudah2an w bs jd org yg sempurna is DICINTAI & MENCINTAI dg ksetiaan n ktuluzzzzzzzzzzaaaan
lagi ah! co’ w jg dlunya suka ng”jab” but karena cuintaah now dah g lg! tapi mch dujem2 gt! doain yeah yar dia tobat kaya w!huhuhu.
critanya quereeeeen!
mana qomen w nyank atu lg?
duhhh segitu tragisnya kou hidup….oiiiiii
Dari sisi yang berbeda pernyataan tentang “Ngga ada yang gratis di dunia, apalagi hal seberharga cinta.”, terkadang terasa benar ya….
weww…gile..parah..parah…^_^ emang ga ada yang gratis di dunia ini~ termasuk cinta…^_^
Mantabb bang
hmmm… menghela nafas dulu…
kasian… ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga, susah buat bangun pula. masih terlalu muda usianya.
no comment…..
cuma bilang ga semua cinta bisa di beli…
Lebih baik kita mencintai seorang LONTE tetapi berhati DEWI
Dari pada kita mencintai DEWI tapi berhati LONTE…
^_^