jump to navigation

Pencerahan? Ah, Sebentar Lagi Juga Bakal Redup Lagi 23 Januari, 2009

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, celebration of life, filosofi, fundamentalisme, inspirasi, kata hati, kehidupan, nesiaweekism, opini, spiritualitas.
trackback

Sepertinya Anda yakin telah memahaminya. Tahu benar tentang itu, paham betul tentang ini. Tapi kemudian Anda mendengar, atau membaca sebuah sudut pandang lain, sebuah cara memahami yang sebelumnya sama sekali tak terpikirkan, dan tiba-tiba keyakinan sebelumnya menguap seperti kabut yang diterjang panas siang hari.

Dan kemudian Anda sadar, usaha memahami itu tak pernah berhenti, dan kebenaran itu bukan sebongkah batu; diam membeku.

Seperti sebuah negatif film, ada sisi lain yang kadang benar-benar berbeda. Cerah atau redup, hangat atau dingin, siapa yang tahu bagaimana Anda akan merasa esok hari.

Dunia berubah pada setiap momen. Itu sebabnya, kadang aku skeptis mendengar pengakuan orang-orang, bahwa mereka sudah mendapat pencerahan. Apalagi jika pencerahan itu digambarkan sebagai sebuah mahapuncak kearifan yang menjawab segala tanya, sebuah titik di mana segala sesuatunya selaras dengan yang lainnya.

Jangan-jangan pencerahan hanya sebuah mitos.

Mungkin benar, ada perasaan ketika sebuah tabir tersingkap, dan kabut tanya yang tadinya mengepung, seperti terbirit pergi diburu cahaya,dan kita dengan mudah memungut jawabnya.

Tapi itu tak berlangsung lama, karena kemudian segalanya berubah, termasuk kita sendiri.

Karena itu, aku cenderung “waspada” kepada mereka yang sepertinya membatukan kebenarannya, merasa terlalu nyaman dan kemudian angkuh dengan “pencerahannya”.

Karena yang kutahu, hal-hal baik hanya akan datang jika kita membiarkannya datang. Kita tak bisa memaksanya berkunjung. Kita harus selalu menunggu, dengan kesabaran, dan menyediakan tempat untuknya di antara yang sebelumnya.

Dan cahaya itu akan datang ketika dia ingin datang, pada waktu yang cahaya itu sendiri kuasa menentukan.

Cahaya datang dan pergi bergantian, seperti udara yang bertukar, dihela-ditiup dalam saluran pernafasan. Inilah hidup yang selalu terbarukan. Mungkin tak selalu benderang, tetapi pada akhirnya kita selalu menemukan jalan.

Komentar»

1. Haris Suryanegara - 23 Januari, 2009

Manusia merespon apa yang mereka rasakan ketika mereka merasakannya. Ketika mendapat pencerahan, adalah wajar untuk mengungkapkannya.

Bagi saya, pencerahan itu tidak akan pernah berhenti. :)
..dan setelah ini, akan ada pencerahan lainnya yang bakal menyusul..

2. weirdaft - 23 Januari, 2009

saya memang memerlukan tuntunan untuk menuju pencerahan itu sendiri. Apakah saya sudah menemukan pencerahan? Sepertinya belum, karena disepanjang jalan yang saya lalui yang saya temui hanya redup.

Dan saat ini,, entah pencerahan atau keredupan yang datang pada saya.

3. sitijenang - 24 Januari, 2009

seperti halnya hidup, pencerahan mungkin juga sebuah perjalanan. bahkan, konon raga pun hanya seperti halte, tempat singgah hingga dijemput kematian, untuk selanjutnya terus berjalan.

4. Islam Indie - 24 Januari, 2009

pencerahan kadang seperti pagi datang, terbangun dengan kicau burung dan udara segar, selebihnya, matahari meninggi, gerah lalu sore tiba dan semua tenggelam, kembali kelam..

jadi pencerahan atau apapun istilahnya, walau hanya sejenak, tak apa tuk dinikmati bang..
sebelum malam kembali sembunyikan cerahnya..

kayaknya melulu begitu aja deh bang.. :P

5. mahma mahendra - 29 Januari, 2009

terkadang saya juga merasa seperti itu bung. merasa mendapat pencerahan dan berjanji akan berubah. namun hanya terjadi dalam 1-2 hari. lalu kembali ke rutinitas awal… .

6. sea_lead - 29 Januari, 2009

entah knapa ya bang, aku saat ini sangat perlu pencerahan
aku hampir saja menghancurkan hidup seorang wanita, tp aku mengurungkan niatku, karena aku sayang sekali padanya,
beberapa hari berlalu, kepalaku di penuhi pikiran penyesalan karena aku gk jd untuk melakukan niat jahatku,
apa aku gila???
atau cuma orang butuh pencerahaN?
tolong aku

7. Senja Kelabu - 30 Januari, 2009

nyumbang ide —— menurutku, pencerahan = multi kunci, otak=pintu, hati=kamar, sifat=penghuninya. Gunakan kuncinya untuk membuka pintu yang benar, shg kaki, tangan dan mulut kita mengisi hati dengan dekorasi dan barang-barang yang benar pula. Sebaliknya bisa aja kunci itu membuka pintu abu-abu, jadilah kamar itu medan pertempuran si baik dan si jahat, siapapun yg menang, tetap saja ruangan itu berantakan.

8. Azzam - 30 Januari, 2009

Yang kita anggap sekarang pencerahan, bisa jadi menjadi penggelapan di masa depan.

9. Catra - 30 Januari, 2009

pencerahan layaknya batere yang bari di cas aja tuh mas. ntar juga bakalan balik lagi deh ke sikap aslinya

10. chiko - 2 Februari, 2009

Pencerahan itu terjadi hanya dikala hati kjita bersiap menerimanya..dan dikala hati kita kembali membatu seperti semula, pencerahan hanyalah sekedar kata P+E+N+C+E+R+A+H+A+N.. Tak berarti apa-apa lagi

11. maya - 3 Februari, 2009

“Karena yang kutahu, hal-hal baik hanya akan datang jika kita membiarkannya datang. Kita tak bisa memaksanya berkunjung. Kita harus selalu menunggu, dengan kesabaran, dan menyediakan tempat untuknya di antara yang sebelumnya.”

Beeeuuhhhh gw banget ni bang, dah coba sabar-sesabar-sabarnya tapi teteup ajahhh gag sabar :D

12. alhamdulilahaleluya - 3 Februari, 2009

Pencerahan adalah suatu ilusi saja, limitasi tergantung persepsi manusia saja, belum tentu pencerahan itu ke arah kebaikan dan kebenaran. Pencerahan dari jahiliyah ke islam oleh muhamad, anda kira itu “pencerahan”? Pencerahan dari yahudi ke kristen oleh yesus, anda kira itu “pencerahan”? Apakah dunia ini sekarang aman, tentram, damai dan nyaman dengan adanya “pencerahan-pencerahan” itu? Patut dipertanyakan…..

13. irdix - 5 Februari, 2009
14. colifa sagita yogya - 9 Februari, 2009

selama ini pencerahan datang untukku..tapi redup telah memenangkan kehidupanku…sehingga kelabu lebih menag mengikis hidupku membuatku semakin terpuruk.

15. babon bulukan - 4 April, 2009

Pencerahan? apanya yang dicerahkan? menggunakan parameter dan kriteria apa? versi mana? orang papua pake koteka terus disuruh pakai celana, apakah itu pencerahan? orang indonesia yang sudah berabad2 makan nasi (bahan dasar beras) sekarang jadi suka roti dan mie (bahan dasar gandum, diimport pula), apakah itu pencerahan? iptek yang hebat dan gegap gempita tapi merusak lingkungan apakah itu pencerahan? kearifan lokal budaya luhur kita yang dikatakan norak dan kuno, apakah itu musuh dari pencerahan? orang pake facebook dan sok keren, apakah itu pencerahan? Pencerahan intinya cuma belenggu kapitalisme berupa khayalan manusia akan suatu yang beda, sama dengan agama, yang malah membuat orang menjadi kacau dan bingung!! pencerahan=agama=khayalan=kehancuran!!

16. lieztya alexa anindita - 8 Mei, 2009

pencerahan itu energi yg menggerakan dan mendorong maju kehidupan seperti tenaga didalam diri seseorang yg mendorong mobilnya yg mogok…yg terkadang energi itu membesar kuat dan kadang menciut lemah..biarpun sang mobil tetep gak bisa nyala, yang penting energi yg mendorong bisa membuatnya terus maju dan sampai di bengkel..hehehee

*ngaco.com :D