Kemampuan Pikiran Manusia Itu Terbatas, Jangan Makin Dibatasi Pula 18 September, 2008
Posted by Toga Nainggolan in artikel, celebration of life, inspirasi, kata hati, kehidupan, opini, spiritualitas.Tags: Agama, atheisme, batas, kebebasan, pemikiran, Tuhan, voltaire
trackback

Monyet aja mikir, manusia kok malah memilih tunduk tanpa berpikir
Salah satu kritik paling umum yang saya terima di blog ini adalah, terlalu mengagungkan pikiran, padahal katanya pikiran itu terbatas kemampuannya.
Lha saya malah bingung jadinya. Sudah tau kemampuan pikiran itu terbatas, kok malah dibatas-batasi pula? Geber dong sampai batas kemampuannya.
Ini sama dengan ungkapan hidup ini sudah sulit, ngapain pula makin dipersulit?
Ada kesan seakan keagungan Tuhan di “atas” sana, akan “terganggu” karena kebebasan berpikir itu. Yang menghina Tuhan itu sekarang siapa sih? Bukankah pikiran seperti itu justru sudah mengerdilkan keagungan Tuhan, seolah-olah Dia bisa diganggu oleh keliaran pikiran manusia?
Seperti parasut, pikiran hanya bermanfaat ketika ia terbuka. Seperti mesin, pikiran mengeluarkan output power terbaik dalam RPM tertinggi.
Namun tentu saja, kebebasan berpikir harus juga disertai dengan pengakuan akan kebebasan berpikir orang lain. Kutipan dari Voltaire – atau menurut koreksi dari Pak Dosen, sebenarnya kutipan dari Evelyn Beatrice Hall, penulis biografi Voltaire - berikut sungguh sangat sedap.
“Aku tak setuju pada apa yang kau katakan itu. Tapi akan kubela sampai mati, hakmu untuk mengatakannya”.
Nulisnya segini aja dulu. Mo mikir lagi soalnya…







klo gitu, ditunggu lanjutannya, Bang
Saya setuju bang, walau mungkin masih ada ketakutan untuk kebebasan yang kebablasan.
Sedikit tambahan:
“I disapprove of what you say, but I will defend to the death your right to say it.” dituliskan oleh Evelyn Beatrice Hall, dengan nama samaran S. G. Tallentyre pada 1906. Hall adalah penulis biografi Voltaire. Jadi bukan si Om V yang ngucapin quote-nya.
Saya mungkin tidak setuju dengan apa yang anda ucapkan, tapi saya akan tetap mempertahankan hak anda untuk mengatakannya…
@Mansup
TQ koreksinya, Pak.
*bergegas ngapdet*
Salah satu t-shirt favorit saya, warna item, tulisannya “KNOW YOUR LIMIT THEN BREAK IT”.
Bangsa2 yg mencapai kemajuan mmg bangsa yang welcome sama kebebasan berpikir krna emg dari sana bakal ada penemuan yang bermanfaat bagi peradaban.
Yang penting kyknya, saling menghargai. Jangan misalnya yang mampu berpikir melecehkan mereka yang kurang mampu mikir.
Kalau orang bisa nyaman dengan “kebodohannya”, bisa merasa bahagia dengan imannya walaupun bagi kita imannya itu ngga masuk akal, kita jangan ganggu mereka juga.
Oiya bang, protes saya malah lain. Foto si monkey kok dideketin ama foto abg. Apa biar keliatan ganteng dibandingin ama si monkey?
Itu aja protesnya buat blog ini, soal yang lain… so far so great!
ada lagi nih, bang. “Kemampuan otak / ilmu manusia memang terbatas, tapi implikasinya bisa tak terbatas.” kutipan ini dari salah satu falsafah huruf Jawa, Hanacaraka.
Bang Toga….
Dalam Al-Qur’an kan banyak ayat yang menganjurkan kita untuk berfikir….
Saya jadi ingat cerita tentang Lukman Hakim (bukan si Lukman kawannya naga bonar he he he) yang membawa keledai bersama anaknya. ketika keduanya naik dalam satu keledai di protes, Lukman berjalan anak di atas keledai diprotes, sebaliknya juga di protes, dipikul keledai itu dikatakan orang gila. Sifat manusia itu suka mengkritik dan suka menyalahkan orang lain…
Jadi menurut saya, abang jalan terus dengan ide abang, kalau abang berhenti menulis, apa kata dunia?
kalau boleh bilang, pikiran manusia itu akan menjadi kekuatan setelah tindakan dilakukan diatasnya
well… manusia dikasih otak bukan cuma buat ngisi batok kepala doang kok…
Saya pun mau mikir dulu…
Saya lagi mikir, monyet itu lagi mikirin apa yah? Kayaknya kok serius banget.
Manusia itu kan hewan yang berpikir (alhayawanun-nathiq),
so kalau ada manusia yang membatasi manusia berpikir,
berarti kualifikasinya sejajar dengan gambar cover postingan ini yg pura pura mikir
kalau berpikir sajapun kita tak bisa bebas, itu mengenaskan namanya.
*
*sambil mikir yg asyik2
ada gosip tuh di blogku bang toga
Manusia yang manut-manut itu YESS MEN. Nggak bagus. bukan leader yang bagus!
wah bang.. terakhir saya berkunjung ke sini pas blog ini mau ditutup. ternyata selama ini masih ada kegiatan toh..
hahaha..
wah harus sering2 mampir nich..
duh, senengnya baca ini setelah kemarin ada yang mengingatkan saya tuk hati-hati dengan akal saya.. hehehe. makasih bang toga
Salam Kenal
kunjungi situs kami untuk lebih mengenal usaha kami
CUSTOM APPAREL MANUFACTURE
http://www.clothing-line.net
Terima kasih
aduh, mau ngomong apa mas .. udah pikun gini sayah ..
Membahas ttg kebebasan emang asik, namanya jg bebas, sapa sih yg ngga suka bebas alias merdeka? tapi tetap dalam jalur yg sesuai dan ada aturan2 yg hrus di jaga. klo merujuk dr kata bebas sendiri sih wah bisa hancurin diri sendiri, keluarga dan orang lain. gue mau “BEBAS” Ngesex ah..bisa kena penyakit kelamin tuh. gue mau “BEBAS” mabuk2an ahh..bisa rusak tuh sel2 tubuh, Gue mau “BEBAS” Bermusik ria ahh…Bisa marah tuh tetangga, dan pada akhirnya bebas itu jadi boomerang bagi diri kita sendiri, termasuk disini dalam kebebasan berekpresi dan berpikir. selagi tidak menyinggung perasaan orang lain dan tidak melanggar aturan2 yg ada, it’s ok lah terkecuali orang yg tidak punya aturan dalam beragama ato bahkan tidak punya agama, no comment deh. Ironisnya ada orang yang selalu pengen memaksakan pemikirannya di luar kemampuannya bahkan pengen menembus ruang pemikiran ato ilmu sang pencipta, padahal tinggal di BUZZ aja bisa kanker otak tuh, banyak kok kejadian orang2 yg terkena sakit tanpa adanya faktor logika secara medis, karena ya kena BUZZ tadi, jd kudu banyak bersyukur juga kan…:D
Baru dateng lagi, cuma mau ngasih link soal voltaire itu pak, biar disebut saya juga mikir, he…
Voltaire Qoutes
Coba di cek di bagian bawah artikel di link itu…
Jika setiap orang seperti Anda, pasti tidak Ada lagi Perang Agama di muka bumi ini..
salam damai..
ini bukti bahwa di indonesia masih banyak orang waras.Teruskan bung!!!
Kemampuan pikiran manusia terbatas? Justru tidak sama sekali!! Atas dasar apa sampeyan bisa bilang kalo KEMAMPUAN PIKIRAN MANUSIA TERBATAS???? Apa sampeyan sudah menyelidiki kemampuan pikiran manusia satu per satu? Inget lho menyelidiki 6 milyard manusia (kira2 populasi manusia di bumi) adalah pekerjaan yang sangat berat. Aku justru kebalikannya mas, KEMAMPUAN PIKIRAN MANUSIA ADALAH TIDAK TERBATAS!! Buktinya setiap tahun ada aja penemuan baru dalam bidang fisika, kimia, biologi dan ilmu2 lainnya. Belum lagi daya khayal manusia yang luar biasa sehingga dapat menghasilkan seni yang macem2 seperti film, musik, drama, buku dll. Jadi pikiran manusia dibatasi atau tidak itu bukan masalah!!