Al Hallaj dan Fir’aun Sama-sama Mengaku Tuhan, Tapi Mereka Berbeda!

Dalam wacana agama, khususnya Islam, kedua figur ini sangat terkenal. Baik Fir’aun maupun Al Hallaj, sama-sama mengguncang sejarah, dengan ucapan yang menyamakan diri mereka dengan Tuhan.

Tapi mereka berbeda. Kata Maulana Jalaluddin Rumi, ucapan “Akulah Tuhan” oleh Fira’un adalah kegelapan yang pekat, tapi pernyataan “Akulah Sang Kebenaran” oleh Al Hallaj, justru cahaya yang benderang.

Yang kupahami dari ucapan Maulana, Fir’aun melontarkan pernyataan itu berdasar pada keangkuhan. Dia maharaja dengan kekuasaan absolut. Keadaan itu kemudian yang membuatnya merasa, dan menyatakan diri telah menjadi tuhan.

Sebaliknya, Al Hallaj, ketika menyatakan dirinya Al Haq, Sang Kebenaran, salah satu dari 99 nama Tuhan (asmaul husna) dalam ajaran Islam, justru didasari oleh kerendahhatian. Betapa di hadapan Yang Mahabesar Mahaperkasa, dirinya (seolah) tiada, dan yang sungguh ada hanya Dia semata.

Jangankan di hadapan Tuhan, di hadapan tata surya pun kita memang sudah menjadi tiada saking kecilnya. Padahal tata surya kita pun seperti tiada di hadapan Galaksi Bima Sakti, dan galaksi itu pun cuma sebutir debu di keluasan jagat raya yang belum dan tak akan pernah kita tahu batasnya. Jadi bagaimana pula diri ini bila dibandingkan dengan Dia yang menciptakan dan memelihara itu semua? Al Hallaj pun merasa dirinya hilang di hadapan kebesaran Pencipta itu, dan saat itulah dari kemurnian dan kerendahan hatinya, terlontar kata-kata itu.

Seorang sufi pernah berkomentar, satu-satunya kesalahan Al Hallaj adalah mengungkapkan pengalaman dan rahasia rasa itu. Padahal tak semua pengalaman dan perasaan mesti diungkapkan. ;)

Keduanya memang dihukum mati untuk pengakuan itu. Firaun, bersama pengikutnya yang “setia” – sesuai narasi di kitab-kitab suci agama langit, ditenggelamkan Tuhan di Laut Merah. Mereka menjerit pedih dalam penyesalan. Namun Al Hallaj, sekali lagi berbeda. Dia cuma dieksekusi secara kejam oleh otoritas kekuasan manusia. Terikat di tiang gantungan, dia dimutilasi hidup-hidup, namun sampai dia mengembuskan napas terakhir, di bibirnya selalu tersungging senyum kepuasan.

Senyum Husain Ibnu Manshur Al Hallaj itu seolah menegaskan, di hadapan kebesaran Yang Mahaperkasa, apalah perasaan dan derita seorang manusia.

Entahlah…

About these ads

209 gagasan untuk “Al Hallaj dan Fir’aun Sama-sama Mengaku Tuhan, Tapi Mereka Berbeda!

  1. sufimuda

    Al-Halaj mengalami mabuk akan Tuhan, Hampir semua penempuh jalan Kesufian akan mengalami hal-hal seperti itu cuma dalam kadar yang berbeda.

    Al-Halaj dengan “Ana Al-Haq”, Abu Yazid dengan “Subhani”, syekh siti jenar dengan “manunggaling kawula gusti” dan ucapan2 syatahat dari sufi tidak bisa dilihat dari kacamata syariat tapi harus dilihat dari ilmu hakikat…

    Balas
  2. wyd

    … Jangankan di hadapan Tuhan, di hadapan tata surya pun kita memang sudah menjadi tiada saking kecilnya. Padahal tata surya kita pun seperti tiada di hadapan Galaksi Bima Sakti, dan galaksi itu pun cuma sebutir debu di keluasan jagat raya yang belum dan tak akan pernah kita tahu batasnya. Jadi bagaimana pula diri ini bila dibandingkan dengan Dia yang menciptakan dan memelihara itu semua?….

    saya kok jadi ngebangin besarnya tuhan dalam artian size

    Balas
  3. dimas

    Kalau kata guru saya…saking beningnya isi Al-Hallaj, apa yang ada di “dalamnya” terlempar ke jasad.

    “Seorang sufi pernah berkomentar, satu-satunya kesalahan Al Hallaj adalah mengungkapkan pengalaman dan rahasia rasa itu. Padahal tak semua pengalaman dan perasaan mesti diungkapkan.”

    Al-Hallaj telah fana, tidak mungkin dia yang mengungkapkan

    Balas
  4. pengembarajiwa

    Kata2 “Anna Al-Haq” adalah kata2 Tuhan di dalam ketidak sadaran diri Al-Hallaj. Lenyap dan GAib dirinya kedalam Tuhan Robbul ‘Alamiin.

    Ilmu Sufi lenyap kedalam Ilmu Allah Ta’ala di dalam kemabukkan spiritualnya.

    Suatu Riwayat mengatakan, bahwa : Al-Hallaj bertemu dengan Iblis. Lalu Iblis mengatakan : Engkau mengaku “AKU” dan sayapun mengaku “AKU”, tetapi kenapa engkau malah mendapatkan Rahmat dari pada Tuhan sedangkan saya malah mendapatkan Laknat daripada Tuhan.

    …………………………..

    Balas
  5. PIAN=AL-Haq

    al halaj tidak pernah mati dia terus hidup. dia hidup di hati dan terus hidup takan pernah mati sama seperti tuhan dan aq adalah bagian dari dirinya.

    Balas
  6. abie

    “cinta adalah ketiadaan, ketiadaan adalah cinta… ketiadaan tanpa cinta.. hampa!itulah realitas jiwa yang dialami al-hallaj, karena kuatnya cinta.. dia merasakan ketiadaan, dan yang ada hanyalah DIA sebagai keniscayaan yang tak terbantahkan..

    Balas
  7. abie jie

    “apa mungkin sesuatu yang terbatas bisa menjangkau yang tak terbatas?, apakah mungkin zat yang terikat oleh ruang dan waktu dapat menjamah zat yang tak terikat dengan ruang waktu…? jadilah sebagai dari diriNYA tapi jangan mematerikannya?”

    Balas
  8. galie

    hallaj dihukum mati karena untkapan mistiknya ataukah karena aktivitas politiknya yang dirasakan cukup membahayakan khususnya pada Wazir Hamid dan Ibn Furat?
    Hallaj adalah sufi yang BENAR-BENAR pernah hidup. sementara Siti Jenar masih diragukan!!!!!!!

    Balas
  9. galie

    hallaj dieksekusi pada selasa 25 Dzulqada 309 H/27 Maret 922 M, bukan hanya karena pernyataan mistiknya semata-mata. melainkan lebih karena kepentingan politik.

    Balas
  10. Kang Badruns7

    Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
    Sebeninh apapun permasalahan seseorang manakala di desak oleh pergolakan politik, maka yang ia menjadi tidak yang tidak menjadi ia. Tak terkecuali Alhallaj Beliau adalah sufi agung yang benar-benar “benar” tapi karena pergolakan politi pada saat itu Alhalaj di cap sesat dan di exekusi. demi kepentingan politik wahabi saat itu.
    wallohu A’lam….
    Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb.

    Balas
  11. Abu Al Hasan

    sebentar lagi kita akan memperingati/Khaul atas syahadah Al Husayn ibn Mansur Al Hallaj. sama pula itu kita lakukan terhadap Syahid Ayn Qudhat Al Hamadani.

    Sufi sufi martir itu layak untuk diteladani. Konon, di dalam Sufisme, semua madzab menjadi lebur. tidak ada lagi Sunni, musnah pula Syi’i. Yang tertinggal hanyalah : Laa maujuda ilallah.

    Salam kepada pemeluk teguh.
    Abu Al Hasan
    puripagesangan@yahoo.com
    081 330 127 100

    Balas
  12. Blue

    orang tidak boleh sesukah hati mengakui dia tuhan,lihat saja berbagai keajaiban yang diberikan tiap agama berdasarkan sejarahnya,semua agama benar selagi melakukan kebenaran.
    muhhamad saw,yesus,siddharta gautama, dan dewa hindu adalah keajaiban yang dilahirkan untuk dunia.(cakupan kristen,islam,hindu.dan buddha)
    tuhan itu ada jika kita percaya dan tidak perluh di buktikan keberadaanya waktu manusia hidup di dunia ini tidaklah lama.
    a = tidak
    gama = rusuh/guncang
    jadi supaya damai dibutuhkan agama jika kita berbuat baik itulah agama.
    bukan berarti orang yang tidak mempunyai agama tidak baik bahkan atheis(orang yang tidak mempercayai akan adanya tuhan)
    juga bisa dibilang benar jika ia berbuat baik .
    pembuktian tuhan:
    a. seseorang yang di tampar
    pemuda: di mana tuhan itu….?
    kakek: menampar pipihnya dengan keras
    pemuda: kenapa say ditampar kek (sambil kesakitan)
    kakek: sakitkan,tnjukan sakit itu
    pemuda: mana bisa..?
    kakek : begitu juga dengan tuhan dapat dirasakn tetapi tidak dapat di tunjukan
    tapi kenyataanya berdasarkan sejarah malah agama yang menjadi permasalhan, itu ang salh adalh orangnya bukan agamanya

    jadi lebih baik ciptakan perdamaian jangan mengatkaan kita baik,karena kita tidak tauh kesalhan yang tidak sengaja kita telah perbuat
    maaf jika ada kata-kata yang salah.

    Balas
  13. Danu

    Kata Allah ” HambaKU tak bisa mencintaiKU kalau hanya melakukan yang wajib2 saja, hambaKU bisa mencintaiKU klo dia jg melaksanakan yang sunnah2 jg, saat dia mencintaiKU AKUpun mencintai dia jg, maka saat itu ucapannya adalah ucapanKU,tangannya adalah tanganKU,kakinya adalah kakiKU, matanya adalah mataKU, dst…”

    Balas
  14. jufriyadi

    maha besar allah yang telah menciptakan mahluknya, apabila seorang telah jatuh cinta maka dengan cara apapun ia akan mendapatkan cintanya tak perduli aral rintangan menghadang.
    ia maha mengetahui apa yang hambanya kerjakan amin ya rabbb…

    Balas
  15. Loris

    Sebenarnya kebenaran ada pada mereka…
    mana bisa dengan keadaan sebagai Manusia biasa Dia bisa Mengaku tuhan…
    maka disnilah letak rahasia itu…
    dia sudah tdk mampu menahan akan keinginan hatinya…
    dan yg berkata2 itu bkanlah manusia..
    melainkan sudah dialah…

    Telah Kutiupkan ruh kepada nabi Adam….

    Balas
  16. yulianto

    berikan kesan dan penilaian berdasarkan hati yang lapang dan tenang dibarengi iman dan taqwa kepada Allah swt, bahwa semua itu hanya Allah lah Yang Maha Tahu segalannya. Kebenaran hanya pada-Nya.

    Balas
  17. Razilan

    bagi hamba al-halaj sudah tiada semasa megeluarkan perkataan ‘ana al-haq’,ini kerana yang berkata-kata itu adalah Dia dan bukan al-halaj.Mengikut kata guru hamba kita binasa semasa makrifat( si muhammad keluar dan yg wujud ketika itu hanyalah Dia )Secara kasarnya alhalaj tidak mampu mengawal keadaan itu.

    Balas
  18. Razilan

    Di balik cermin mimpi
    Aku melihat engkau
    Di dalam engkau
    Aku melihat aku
    Ternyata kita adalah sama
    Di arena mimpi yang penuh bermakna.

    Balas
  19. Razilan

    Dalam hutan
    Ada taman,
    Dan dalam taman
    Ada puterinya.
    Dalam baju
    Ada cinta,
    Dan dalam cinta
    Ada segala-galanya.
    Dalam awan,
    Ada hujan,
    Dan dalam hujan
    Ada lautan.
    Dalam aku,
    Ada dia.
    Dan dalam dia
    Ada kita ada semua

    Balas
  20. ANDI AKIP

    ” Saya mencari tempat yang tentram diatas bumi,Tahulah saya,bukan dibumi tempat yg tentram.Kuikuti saja kehendak mauku,aku diperbudaknya.kalau kucukupkan yang ada,akupun merdekalah.”Saya tidak serahkan diriku memikul kesakitan hanyalah karena ku tahu bahwa maut juga yang menyembuhkan aku.satu pandangan dari pada Engkau Wahai Tempatku Bermohon.Himpunan cita2ku lebih nyaman Bagiku daripada dunia seisinya.Jiwa yang menderita,sabarlah…Semoga yang menjemput,dia sendiri yang mengobati……(HUSEIN BIN MANSYUR AL HALLAJ )

    Balas
    1. semut kecil

      Hanya semut kecil yang lewat…

      “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS al-Israa[17]: 36)

      Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, “Siapa yang memusuhi kekasihku atau waliku maka Aku menyatakan perang terhadapnya.” (HR Al Bukhari, j.5, h. 2384)

      Balas
  21. Blangkonjogja

    Al Hallaj sudah menggapai tingkat makrifat yaitu tingkat spiritualitas yang tertinggi, orang awam yang masih bodoh gak bakal ngerti yang kayak beginian. Mungkin kalo dalam kristiani, dia telah mencapai roh kudus. Jadi kalo tasawuh dan aliran2 kebatinan dalam agama, ya khusus buat orang yang keimanannya sudah kuat saja. Salam Kejawen.

    Balas
    1. Hari

      Tingkat spiritualitas yang tertinggi yang biasa disebut dengan MAKRIFAT itu seperti apa ?

      Kenapa orang awam yang masih bodoh gak bakal ngerti yang kayak beginian ?
      Coba dech di kasih penjelasan ?

      Kenapa ALLAH memilih si A, si B, si C atau lainnya u- menjadi UTUSANNYA ?
      Daripada si FULAN ? Si Bilan ? Si Gilan ? Atau lainnya ?

      Apakah pemilihan utusan ini MAU-MAUNYA ALLAH ?
      Ataukah ada POLA atau KRITERIA …
      Atas penunjukkan ini ?

      SAAT ALLAH MENUNJUK seseorang menjadi UTUSANNYA … ?
      Apakah TIDAK BOLEH ?
      Kalau TIDAK BOLEH …
      TIDAK BOLEHNYA … Kenapa ?

      Apakah dengan PENUNJUKKAN ini …
      TIDAK ADA HIKMAH …
      Atau …
      Bahkan sebaliknya …
      ADANYA HIKMAH BESAR dibalik itu semua ?

      Apakah dengan mengerti HAL ini …
      Berarti PAHAM akan HAKEKAT
      Kenapa di UTUS seorang NABI atau RASUL ?

      Karena PAHAM …
      Maka apakah dengan mengikuti …
      CARA NABI dan RASUL …
      Yang dipraktekan dalam keseharian …
      Oleh NABI dan RASUL itu ?
      Ilmunya tetap masih pada TATARAN SYARIAT saja ?

      Padahal NABI dan RASUL itu PREDIKATNYA …
      Adalah UTUSAN ALAH
      Yaitu UTUSAN SANG PENGUASA JAGAD ALAM …

      Sedangkan yang BUKAN UTUSAN …
      Sehebat APAPUN Dia … ?
      Membuat ajaran yang berkebalikan …
      Dengan ajaran NABI dan RASUL tsb …

      Pertanyaannya :
      U- bisa DIPERCAYA …
      Ajaran yang BISA DITERIMA …
      VALID yang mana ?
      Ke Para SUFI …
      Atau ke para NABI ?

      Balas
  22. joze aziz yogesvara

    di dunia ini 1 org yg benar takkan menang melawan 10 org yg salah…… yg salahlah yg akan menang! jd hanya ALLAH SWT yg tahu atas alhallaj WALLAHUA’LAM.

    Balas
  23. darto

    Sampai kapanpun wahai kawan, engkau tak kan pernah memahami apa yang terjadi pada al hallaj dan SST. Bila kamu masih berpedoman kepada ilmu syariat karena di dalam syariat yang ada hanya manusia,binatang,tumbuh-tumbuhan, bumi,matahari, bintang, bulan dll, yang namanya TUHAN itu ghaib…., namun bila kamu mau merendahkan diri untuk mencoba mempelajari ilmu hakikat maka tak ada lagi yang ghaib karena yang ghaib telah menjadi nyata…., ohh… indahnya, oh…. nikmatnya, oh…. lemak dan manis…..,

    Balas
    1. Hari

      Apakah orang yang tahu MAKRIFAT …
      PASTI MENOLAK SYARIAT ?

      Apakah para NABI dan RASUL itu …
      TIDAK TAHU MAKRIFAT ?
      Kalau TAHU …
      Kenapa masih MENJALANKAN SYARIAT ?

      Kenapa jauh setelah NABI WAFAT …
      Ajaran-ajaran MAKRIFAT ini …
      BERKEMBANG PESAT ?
      Tapi SAAT NABI dan RASUL sudah meninggal …
      Yang MENEGASKAN PILIHANNYA …
      Atas MAKRIFAT ini begitu GENCARNYA ?

      Balas
  24. kukuh santoso

    cita-citaku hanya satu:
    harus bisa menirukan mi’roj-nya Nabi saw dan nabi-nabi terdahulu serta para wali dan guru mursyid.
    karena hanya itulah jaminan/tiket kita untuk bisa kembali kepada-Nya. Amin.

    Balas
  25. Wali Sufi

    “man arafa nafsahu,fakad arafa rabbah
    man arafa rabbahu, fasadal jasad.”

    Sesungguhnya Al-Hallaj dan aku adalah sama.
    yg beza cuma nama dan rahsia.
    tatkala diucap kata nya nyata.
    yang hidup dan mati adalah DIA..

    Renungkan….

    Balas
  26. AL HALLAJ = DAJJAL

    JIKA AL HALLAJ MENGAKU AL-HAQ (ROBB) DGN KEYAKINAN IMAN-NYA… MAKA :
    AL HALLAJ = FIR’AUN
    AL HALLAJ = YESUS (ANAK ADAM)
    AL HALLAJ = SAI BABA
    AL HALLAJ = SITI JENAR
    AL HALLAJ = DAJJAL
    AL HALLAJ = KUFFAR

    KETAHUILAH…
    ROSULULLOH ORANG YG MA’SUM AJA GAK PERNAH MENGAKU SEBAGAI AL HAQ…
    ROSULULLOH ORANG YG MA’SUM AJA GAK PERNAH MENGAKU ALLOH BERSEMAYAM DI HATI ROSULNYA…

    BACA BAIK² UCAPAN² SESAT AL HALLAJ:
    “Maha suci Dia yang telah menampakkan sifat naasuut (insaniyah)-Nya lalu muncullah kami sebagai laahuut (ilahiyah)-Nya
    Kemudian Dia menampakkan diri kepada makhluk-Nya dalam wujud orang yang makan dan minum
    Sehingga makhluk-Nya dapat melihat-Nya dengan jelas seperti pandangan mata dengan pandangan mata” (Ath Thawaasin hal. 129)

    “Aku adalah Engkau (Allah) tanpa adanya keraguan lagi
    Maha suci Engkau Maha suci aku Mengesakan Engkau berarti mengesakan aku
    Kemaksiatan kepada-MU adalah kemaksiatan kepadaku
    Marah-Mu adalah marahku Pengampunan-Mu adalah pengampunanku “ (Diwanul Hallaj hal. 82)

    “Kami adalah dua ruh yang menitis jadi satu
    Jika engkau melihatku berarti engkau melihat-Nya
    Dan jika engkau melihat-Nya berarti yang engkau lihat adalah kami” (Ath Thawaasin hal. 34)

    BACALAH AL QURAN, DAN INI SAYA NUKILKAN TERJEMAHANNYA:
    “Katakanlah (Wahai Muhammad), sesungguhnya aku hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku …” (Al Kahfi : 110)

    “Katakanlah tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali Allah.” (An Naml : 65)

    “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy Syuura : 11)

    “Dan mereka (orang-orang musyrikin) menjadikan sebagian hamba-hamba Allah sebagai bagian dari-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata.” (Az Zukhruf: 15)

    “Dia Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri yang berpasang-pasangan dan dari jenis binatang ternak yang berpasang-pasangan (pula), Dia jadikan kamu berkembangbiak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan dia, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat (Asy Syura: 11)

    “Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran : 85)

    AL HALLAJ PENDUSTA KELAS WAHID, TERHADAP AYAT² AL QURAN & HADITS…!!!

    Balas
    1. bangah

      anda hanya orang syariat yang tidak akan mengerti tentang ilmu tasawuf,klo anda tau tentang ilmu tasawuf tidak mungkin anda samakan al hallaj dengan dajjal atau yg lainnya yg seperti anda katakan…
      anda yg sebenarnya dajjal…

      Balas
    2. dedi atm doang

      inilah kedangkalan syariat….yang memakan mentah ayat-ayat quran dan hadist….yang pada hakikatnya cuma dapat ditafsirkan…tapi belum dapat dipastikan….jangan mengatakan sesuatu hal buruk pada seseorang karena boleh jadi hal buruk tersebut akan menimpa dirimu sendiri….salam…

      Balas
  27. wali sufi

    Apakah menyamakan Al-Hallaj dgn sekalian contoh dan menuduh dgn sekalian tuduhan tidak sama dgn mengaku tuhan. Adakah kalian org yng berhak menentukannya lebih dari tuhan…
    Sesungguhnya kenal diri kamu duhulu sebelum kenal akan ALLAH.
    Renungkan.

    Balas
  28. shamhatul_barizon

    di malaysia ramai raja yg jadi agong,bergilir-gilir mereka..
    tapi mereka bukan agong.. cuma jadi agong..
    hanya agong yg zahir..
    sama juga macam manusia2 yg di bincangkan…
    cuma jadi tuhan…
    tapi bukan Tuhan..

    fahamilahh….

    Balas
  29. Telonologie

    tuhan=tuhan, manusia=manusia, setan=setan, jadi kata-kata tidak bisa di putarbalikan, 0=0 ini benar, 1 tidak sama dengan 0 itu benar, 0=1 itu salah, jadi yang mengaku dirinya tuhan adalah dazal, apapun bentuknya, apapun taqwialnya, bahwa manusia yang mengaku tuhan adalah dazal yang terkutuk, karena tuhan tidak sama dengan manusia dan manusia bukan tuhan dan juga tuhan bukan manusia, manusia itu ciptaan tuhan itu benar, bukan tuhan ciptaan mansuai ini salah, dalam arti tuhan ya tuhan manusia ya manusia, didalam binatang, didalam babi ada tuhan, tapi tuhan bukanlah bai, didalam sapi ada tuhan tetapi sapi bukanlah tuhan, didalam anjing ada tuhan tetapi anjing bukan tuhan ini, didalam kera ada tuhan tetapi kera bukan tuhan, didalam ular naga ada tuhan tetapi ular naga bukan tuhan,

    Balas
  30. Telonologie

    Jadi Tuhan / Allah itu tidak bisa diasmarkandi (samarkand) dan diserupakan dengan apapun apalagi manusia, “Tidak kah kamu tahu bahwa kamu kami ciptakan dari air yang hina (mani) ? kemudian kami tempatkan pada tempat yang kokoh yaitu “rahim”, kemudian kami membentuk kamu karena kami sepandai-pandai membentuk dan pada waktu yang telah kami ditentukan kami keluarkan kamu dari rahim kemudian kami beri perintah dan larangan, sebagai ujian bagi kamu sekalian, jadi dari kata ini bahwa tidak ada satu manusia yang menjelma termasuk al-hallaj, menjadi manusia, namun beliau diciptakan oleh Allah, apabila kita mengatakan bahwa saya adalah kebenaran saya adalah tuhan, itu sama saja kita seperti orang nasrani, dan umat-umat terdahulu, ingat umat-umat terdahulu yang telah kami binasakan, TIDAKKAH KAMU TAHU SEBERAPA BANYAK UMAT YANG TELAH KAMI BINASAKAN TERMASUK FIRAUN? karena ketololan dan kebodohannya, termasuk kaum maya (kaum ad), jadi jika demikian malah lebih bagus orang nashara, karena mereka mengaku “YESUS ITU ANAK TUHAN”, dan hanya menjadi anak tuhan bukan menjadi TUHAN, kalau ada anak tuhan pasti ada cucu tuhan, ada buyut tuhan terus apa gunanya alquranya kalau tidak ada pertanggungjawaban ? apa gunanya alkitab, taurat dan injil, jika semua mengaku dan semua tuhan Tuhan ? Semua keajaiban dari Allah hanya sampai pada nabi terakhir yaitu muhammad setelah muhammad tidak adalagi keajaiban, termasuk mengAKU NABI, apalagi mengAKU TUHAN, itu semua hanya omong kosong dan kebohongan orang-orang yang kurang akal, dan tidak mendalam ilmunya,

    Balas
  31. Telonologie

    Haleluyah puji tuhan. syalom adalom, semoga Jesu Kristus yang sekarang ini duduk disebelah kanan ALLAH BAPA selalu mengampuni orang yang kurang akal, semoga bapa kami yang disorga selalu memberi ridha dan Rahmatan Lil Alamin kepada manusia yang ingin mencari dan mengenal tuhan Semoga bapa kami yang disorga mematikan setiap nafsu setan yang terkutuk yang ada dalam diri setiap manusia yang mana nafsu tadi duduk berdampingan bersama allah bapa yang ditempatkan didalam sebuah daging PADA HAMBANYA yang diebut hati NURANI hambanya, semoga allah bapa dan jesus kristus memberikan penerangan hati, jiwa dan semoga “roh idafi” selalu melindungi setiap hasutan desussan setan yang terkutuk bagi setiap hambanya, yang kemudian mejadikan fitnah kecil maupun fitnah besar kemudian menjadikan kami sesat dan jatuh kedalam sifat dholimim kepadamu sehingga kami tidak berjalan pada jalan MU ya Allah, allah bapa yang disorga dari akhir hidup kami ini hanya kepadamu dan jangan masukan kami kedalam tangan pencobaan melainkan lepaskanlah kami dari yang jahat, karena sesungguhnya hanya engkaulah yang mempunyai kerajaan sorga sampai dengan selama-lamanya, atas nama penghulu kami nabi-nabi terdahulu, khususan isa dan muhammad semoga kamu mau mengampuni kesalahan kami yang telah mengaku tuhan sama seperti firaun yang telah kamu azab, dan mengaku anak tuhan, kepada sebagain nabi, demikianlah sepenggal doa ini saya sampaikan kehadiratmu ya Allah bapa semoga engkau menjauhkan dari segala bencana didunia ini termasuk bencana yang maha dahsyat (al-qiyamah) yang akan kau tumpahkan pada hari jumat wage tanggal 2013 semoga dengan rahmatan dan lil alaaminMu ya bapa kami berserah diri hanya kepadamu, karena hanya engkaulah yang maha memberi ampunan keputusan yang adil karena sesungguhnya kami ini hanyalah “La Haula Wala Quwata Ila Billahil Aliyyil Adim” manusia-manusia yang lemah dan tak berdaya apabila telah kamu timpakan suatu bencana seperti di CHILI dan HAITI saya beserta kaumku tidak bisa berbuat banyak karena saya bukan kamu dan kamu bukan saya ya allah, dan kami hanya menerima apa yang akan azabkan kepada kami dan menjadi sudah keputusanMu-lah mengazab manusia-manusia yang dholim, tanpa kamu ya allah bapa yang disorga kami bukanlah apa-apa dialam semesta ini termasuk bencana nanti akan kamu gulung matahari dan bulan itu, kami tidak bisa meonolak dan tidak bisa meminta uzur, karena kami bukan tuhan dan tuhan bukan kami, jadi seandainya kamu akan timpoakan bencana ya janganlah terlalu berat kara kami jelek-0jelek adalah hambamu, bukan tuhanmu, dan semoga apabila telah tiba waktumu mengutus seorang nabi ( jesus) untuk menjadi hakim tunggal, kambali ke dunia untuk yang kedua kalinya dan memberikan keputusan serta pengadilan yang terakhir semoga kami semua masuk dalam orang-orang yang engkau ridhai, dan bukan orang-orang yang engkau murkai, bapa kami yang disorga terimalah doa hambamu yang berdosa ini karena sesungguhnya hanya kepadamulah kembali yang baik atas nama JESU KRISTUS YANG TELAH KAU UTUS SEBAGAI TERANG DAN GARAM DUNIA sebagaimana beliau ketika ketemu dan berperang dengan dazal pada hari yang telah kau tentukan dan tubuh dazal akan meleleh seperti garam yang larut dalam air, bapa kami yang sorga salawat dan salam kami haturkan kepda nabi akhir zaman muhammad Salallahu alaihi wasalam, beserta keluarga dan sahabatnya, bapa kami yang disorga terimalah doa hambamu yang berdoisa ini amin ya robbal alamin,

    Balas
  32. Telonologie

    La ila ha ila allah muhammaddurasulullah, TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, MUHAMMAD HANYALAH UTUSAN ALLAH BEGITUJUGA PARA 24 NABI TERDAHULU, nabi aja hanya utusan terus ada manusia akhir zaman mengaku tuhan, mengaku nabi apa benar ? jangan lebih pinter dari tuhanmu semakin tunduk semakin berisi, semakin kita tahu ilmu hakikat, semakin la haula wala quwata ila bilahil aliyil adhim, kita bagaikan debu yang paling kecil di alam semesta ini, jadi kalau yang sudah ngaku tuhan satu permintaan saya mohon tolong dipending ditunda dunda dulu bencana badai matahari itu supaya ketetapan Allah dalam Al-quran tidak berlaku, (Al-qiyamah) please tolong, karena aku belum kaya, aku masih miskin dan masih banyak dosa, tolong, namanya mengaAKU itu semu bisa jangankan manusia yang pounya akal wong setan aza yang nggak punya akal bisa mengAKU-AKU apalagi Mbanya Syetan/iblis Dazal dia mengaku tuhan dengan meberikan kelebihan-kelebihan diatas manusia seantero dunia. jadi yang benar allah itu tida ada disini tapi disana, disana mana ya gole’n dewe, tapi beliau tidak akan dan tidak pernaha akan menjelam dan masuk secara utuh kedalam hambanya. yang ini namanya allah kurang kerjaan, kalau sampai beliau melakukan atau menjelma menjadi : sapi, kuda, ketek, buaya, naga, walaupun manusia sekalipun, dan yang paling bingung sekarang ini yaitu “jin” bingung menilai mana jin mana manusia.

    Balas
  33. Telonologie

    nggak usah mencari taqwil- karena dalam taqwil itu banyak penghasut, kalau dalam hati kita telah duduk penghasut,

    Balas
    1. dedi atm doang

      telonologie….kapasitas anda memang tegak disyariat….namun anda lupa atau tidak menyadari kalau kalau anda itu bukan syariat saja….dan saya yakin anda tidak bisa memahami tulisan ini….

      Balas
    1. Hari

      Fakta …
      Muhammad bin ABDULLAH itu UTUSAN ALLAH …
      Dia KETEMU ALLAH saat MI’RAJ …

      Para PENGIKUTNYA …
      Tidak ada LABEL itu …

      Tapi PENGIKUTNYA ada yang berani BILANG …

      ….
      dan aku bagian di dalam diri Mu

      Sedangkan yang UTUSANNYA saja …
      TIDAK PERNAH MENYATAKAN hal itu … ?
      Kenapa PENGIKUTNYA berani menyatakan hal itu ya ?
      Tentunya ada alasannya …

      Balas
  34. Adit Millano

    hai telonologi..
    tak takut kh kau dngan ucapanmu…
    kau tak tau apa2..kau hanya tau nafsu,,dan kau ikuti nafsu mu,,rendah kn lah diri mu..bisa kah kau mengingat Allah….
    kalau kau tak bisa jngan asal bicara,,,,kau bukan lah seorang tafsir Al Quran,,,kau tak mengerti apa arti ayat2 Allah trsebut dan Sabbda Nabi Muhammad SAW…seandai nya kalau Nabi Muhammad tak mnceritakan kejadian Isra’ Miraj’ nya kpada uMat nya,,mungkin kau jg tak akan percaya..
    Bukan kah sebelum di ajrkan syariaT,,Nabi Muhammad mengenal kan Allah kpada umat nya dan mengenalkan Islam sebagai agama Allah….bacalah Ayat Kursi…!!!

    Balas
  35. shamshatul_barizon

    sabda rasulullah ” Jangan kau kalungkan rantai mutiara ke leher babi”
    kiranya… kalau dibincangkan dgn org-org yg rendah ma’afiratnya… semestinya di anggap tidak betul.. perlu jadi sesumpah ya.. ayam mana bisa berkokok di waktu tghari.. akan di sembelihnya.. boleh juga dikatakan.. mentol kecil wattnya… di isi dgn watt yang besar pasti akan meletup.boleh dikatakan lagi org yg pernah minum milo dan di tanya kepada org yg tidak pernah meminumnya.. manakan bisa mengetahui akan rasanya… milo itu..
    hanya rahsia saja yg mengenal rahsia..
    nabi muhammad pun pernah mabuk akan tuhannya!
    “Aku Ahmad Tanpa Huruf Ya”

    Balas
  36. INSAN KAMIL

    Tak ada lagi antara-KU dan antara-mu antara
    Tak ada lagi antara-KU dan antara-mu engkau
    AKU adalah kau dan kau adalah AKU
    ———————————————
    Engkau bilang tak punya hasrat lagi
    Tetapi engkau bersama yg engkau cintai
    Kedua matamu mabuk TUHAN
    Kedua mataku mabuk memandangmu.

    Balas
    1. Hari

      Adakah para SAHABAT …
      Yang begitu CINTANYA ke RASULULLAH … MUHAMMAD SAW …
      YangTAHU KESEHARIAN RASULULLAH MUHAMMAD SAW …
      Yang berani menyatakan bahwa …

      Tak ada lagi antara-KU dan antara-mu antara
      Tak ada lagi antara-KU dan antara-mu engkau
      AKU adalah kau dan kau adalah AKU

      Kalau TIDAK ADA ?
      Kenapa PENGIKUTNYA ?
      Yang datangnya jauh belakangan … ?
      Berani MENYATAKAN itu ?
      Ada apa ya ?

      Balas
    1. aris al jenar

      wahai pengikut wali apakah yang ente lihat itu benar2 wajah allah,
      klo benar, wajah allah seperti cewek atw cowok?
      coba ente jabarkan.

      Balas
  37. Mpi_cutezz

    maav sebelumnya, tapi penjelasan abang diatas kal menurt saya, sedikit salah, karena yang saya tahu, al hallaj dan syekh lemah abang itu mengaku bahwa mereka itu menyatu dengan TUHAN, itupun dengan bahasa yang samar, baik dengan penggunaan asmaul husna maupun dengan konsep ajaran mereka sendiri,padahal di dalam Quran, jelas-jelas manusia itu hanya seorang hamba yang diciptakan oleh-Nya untuk menyembah, jadi pendapat saya, ideologi mereka itu sedikit slah,tapi entalah,saya juga tidak mau memvonis terlalu jauh.yang pasti isi dari penyatuan seorang hamba dengan TUhannya yang dituangkan dalam lagu SATU milik DEWA itu menegaskan, bahwa didalam manusia itu ada TUHAN, sama seperti saat kita melihat cermin dan kita berkaca, kita akan melihat bayangan kita didalamnya, padahal itu bukanlah kita,tapi hanya pantulan.HAMPIR SAMA KAN KONSEPNYA????

    Balas
  38. cyruss

    numpank nanya nie juragan-juragan sekalian :

    1.ALLAH itu siapa dan apa?
    2.MUHAMAD itu siapa dan apa?
    3.AKU, KAMU, DIA itu siapa dan apa?
    4.MAKRIFAT itu apa?
    5.SYARIAT itu apa?
    6.TAREKAT itu apa?
    7.HAKIKAT itu apa?

    mhon pencrahan nya juragan juragan sekalian, ane bingung nie, ane hanyalah orang yang haus mencari setetes air..
    di blas di email jga bleh..

    Balas
    1. Hari

      Kalau sudah tahu jawabannya …
      Kenapa mesti harus ditanyakan ke yang lain ?
      Mestinya yang lebih baik kan dijelaskan terlebih dahulu … ?
      Apakah hanya karena sekedar u- nge test kedalaman seseorang … ?
      Maka hal itu ditanyakan ?
      Kalau itu benar … rasanya kurang baik …

      Balas
  39. Wali Sufi

    Saya setuju dgn kata2 HARI itu…sesungguhnya yang paham sahaja yang akan tau jawapan CYRUSS itu…Yg mana belum mengerti mungkin belum lagi rezeki itu ALLAH buka kan hati…teruskan mencari dan mengerti. Kelak nanti pasti jumpa…hnya cepat dan lambat sahaja….kita semua sama sahaja….Yng membeza kan kita hanya ILMU dan PAHAM…itu lah JAMAL dan JALALNYA…Renungkan…

    Balas
  40. HP

    Kalau mau mengikuti seseorang …
    Ikutilah yang sudah TERBUKTI –approved–
    Yaitu MUHAMMAD rasululloh yang menerima wahyu …
    Dari SANG PENCIPTA JAGAD RAYA –SANG KHOLIQ– …
    Yang tertulis dalam Al QUR’AN …
    Karena MUHAMMAD SAW sendiri sudah dijamin SANG KHOLIQ …
    Akan kebenaran dan kelurusannya …
    Dengan demikian …
    Kenapa harus cari yang lain sebagai acuan ?

    Balas
  41. Hamba Allah

    al hallaj itu orang gila pada masa itu, semua kata-katanya tidak ada yang masuk di nalar. Bandingkan dengan Al Qur’an yang semua kata-kata di dalamnya semuanya masuk di nalar dan logika. TIDAK ADA KATA AL HALLAJ DALAM AL QUR’AN. al hallaj hanyalah ujian bagi orang-orang yang beriman kepada Al Qur’an. Tidakkah kau lihat, betapa setan adalah musuhmu yang nyata, dia berusaha menyesatkanmu dalam semua cara sampai hari kiamat, dan salah satu tipu dayanya adalah dengan memperdaya al hallaj. Berhati-hatilah dengan sufisme, tidak ada satupun makhluk yang dapat melebur diri maupun jiwanya dengan Allah SWT. Satu lagi, setan tak pernah satu kali pun berkata jujur pada manusia melainkan hanya satu kali ketika dia pernah diperintah Allah untuk berkata jujur kepada Nabi Muhammad SAW, apa pun yang setan pernah katakan pada al hallaj adalah tipu daya licik yang sangat menyesatkan.

    Balas
  42. dyno

    membicarakan yang benar dan salah adalah itu perlu memahaminya.. jadi tak perlu membahasnya..kalau di itu salah atau benar kamu yang menjawabnya

    Balas
  43. Hari

    To : dyno ei 66

    Cobalah kalau meng counter pendapat seseorang …
    Janganlah membuat bingung yang membacanya … ?
    Hanya karena tidak bisa mengatur kata-kata yang tepat … ?

    Balas
    1. Hamba Allah

      Sufi mengajarkan bahwa ketika seorang muslim sudah mencapai tahapan ibadah yang sempurna maka dia telah mencapai tujuan itu tanpa harus meniti jembatan ke arah tujuan itu untuk kedua kalinya. Artinya, ketika kesempurnaan ibadah seorang muslim telah mampu meleburkan hati dan jiwanya dengan Allah, maka dia tak perlu lagi beribadah, tak perlu lagi menyembahNya, tak perlu lagi menuruti perintahNya, tak perlu lagi menghindari segala laranganNya, minum khamar dan mabuk2an diperbolehkanNya.

      Ibnu Sina pernah berkata, “Minum khamer adalah halal bagi orang-orang yang sempurna ibadahnya, dan haram bagi orang-orang yang biasa lalai dalam ibadahnya.”

      Sufi berani mengaku ibadahnya sempurna, sedangkan Nabi Muhammad SAW mengaku tidak pernah mengetahui bagaimana perlakuan Allah kepadanya kelak di akhirat nanti. Yang mana yang lebih masuk akal ?

      Balas
  44. Wali Sufi

    Akulah yang ingin dan Yang Esa ingin adalah aku
    Kami adalah dua roh yang tinggal di satu badan
    Jika kamu melihatku bererti kamu melihat NYA
    dan jika melihat NYA, bererti kamu melihat kami

    Al-Hallaj.

    Balas
    1. Hari

      Siapakah yang membenarkan pernyataan Al-Hallaj ini ?
      Orang yang sepaham saja ?
      Ataukah Allah Azza wa Jalla …
      Melalui FIRMAN yang diturunkan melalui NabiNYA ?
      Yaitu MUHAMMAD RASULULLAH SAW … ?

      Balas
      1. Wali Sufi

        Hari – Itu adalah petikan puisi Al-Hallaj..
        Persoalannya – adakah idea itu dari Allah atau dari Al-Hallaj ????

  45. Hari

    Saudaraku Wali Sufi …
    Pernahkah anda mendengar atau membaca …
    Saat seseorang MUSLIM menjelaskan sesuatu …
    Kemudian diakhiri dengan perkataan …
    Yang benar itu sesungguhnya dari ALLAH …
    Kalau ada KESALAHAN maka itu karena KEBODOHAN diri sendiri … ?

    Balas
  46. Wali Sufi

    Wahai Hari..
    Saya pernh mendegar acapkali…tapi
    cuba fikirkan lebih khusus mendalam..
    Jika tidak kerana keizininNYA..apakah kebodohan itu akan tejadi..
    apakah konsep kebodohan seseorang itu sehinnga kamu menghakimi tindakan seseorang itu..bukankah itu mencela tindakan tuhan…
    jika disudut manusia benar itu salah..
    tapi disudut Allah bagaimana????

    Hurai…

    Balas
  47. Hari

    Saudaraku Wali Sufi …

    Tiada suatu perkara yang berlaku selalu ada izinNYA …
    Tanpa IZINNYA tidak ada yang jalan …
    Saat manusia akan melakukan suatu tindakan …
    Baik berupa ucapan maupun tindakan lainnya …
    Selalu ada yang namanya pilihan …
    Karena keterbatasan horizon pengetahuannya …
    Dan adanya –built in– preferred kerangka suatu tindakan …
    Maka pilihan menjadi begitu terbatasnya …
    Kalau ALLAH SWT diminta tolong u- selalu menuntunnya …
    Bagi pengambilan keputusan yang BENAR dan SEKALIGUS yang BAIK …
    Maka ALLAH akan memberikan hal itu dengan memberi kekuatan …
    U- mengambil keputusan …
    Yang kadang di luar pilihan-pilihan yang tersedia …
    Karena ALLAH SWT …
    Pada hakekatnya TAHU akan MUARA suatu persoalan …

    Dalam kasus Al HallaJ …
    Adakah dia itu mendapat predikat MAKSUM ?
    Yang artinya terampuni dosanya … ?
    Baik sebelumnya, sekarang maupun yang akan datang sd meninggal dunia ? NOTHING.

    Nabi MUHAMMAD SAW sendiri yang mendapat predikat :
    1. Nabi Terakhir
    2. Maksum
    3. Penerima WAHYU …
    4. Langsung berhadapan dengan ALLAH AZZA WA JALLA saat di Sidratul Muntaha …
    5. Dll predikat yang mulia …

    Tidak pernah menyatakan apa yang Al Hallaj katakan sebagaimana saudaraku Wali Sufi katakan yaitu :

    Akulah yang ingin dan Yang Esa ingin adalah aku
    Kami adalah dua roh yang tinggal di satu badan
    Jika kamu melihatku bererti kamu melihat NYA
    dan jika melihat NYA, bererti kamu melihat kami

    Al-Hallaj.

    Maka kenapakah Al Hallaj berani menyatakan hal itu ya ?
    Apakah Al Hallaj merasa “LEBIH” dari Nabi MUHAMMAD SAW ?
    Padahal ALLAH SWT sendiri tidak mengatakan hal itu ke NABI MUHAMMAD SAW ?
    Apakah ALLAH AZZA WA JALLA mengatakan hal itu ke Al Hallaj ? Kalau mengatakan ? Rujukannya apa ya ?

    Artinya …
    Janganlah mengatakan apa yang bukan domain-nya …
    Biarlah Nabi MUHAMMAD SAW saja yang memberitahukan tentang ALLAH SWT …
    Melalui Al QUR’AN-NYA
    Karena sebenarnya Nabi MUHAMMAD SAW lah …
    Person yang paling OTORITATIF mengatakan hal ALLAH SWT ini …
    Lainnya …
    Masih dipertanyakan …

    Balas
  48. Wali Sufi

    wahai saudara ku HARI -

    Jika kamu memandang dari sudut kata2 itu datang dari Al-hallaj..maka ia betul…Al-Hallaj tidak layak berkata sebegitu..
    Tapi..persoalan PILIHAN itu masih lagi boleh dipersoal jika dikaji dalam persoalan KEHENDAK..
    Cuba lihat dari sudut lain maksud kata2 Al-Hallaj itu sendiri. jika sukar..maka masih lagi kefahaman itu tidak sampai seperti Al-Hallaj ingin utarakan..

    Balas
    1. Hari

      Kalau kata-kata yang disitir ini …

      Akulah yang ingin dan Yang Esa ingin adalah aku
      Kami adalah dua roh yang tinggal di satu badan
      Jika kamu melihatku bererti kamu melihat NYA
      dan jika melihat NYA, bererti kamu melihat kami

      Bukan dari Al Hallaj … ?
      Maksudnya kata-kata Al Hallaj ini dari Allah yang MAHA … ?
      Kalau itu kata-kata dari Allah yang MAHA …
      Apakah Al Hallaj itu seorang UTUSAN ALLAH atau NABI ALLAH atau RASUL ALLAH ?
      Karena hanya UTUSAN ALLAH atau NABI ALLAH atau RASUL ALLAH saja yang bisa menyatakan bahwa apa yang disampaikan itu BENAR dari ALLAH …
      Kalau seseorang itu bukan UTUSAN ALLAH atau NABI ALLAH atau RASUL ALLAH, maka apa yang dinyatakan atau apa yang disampaikan itu selalu menekankan bahwa kalau itu BENAR, sesungguhnya itu dari ALLAH tapi kalau itu SALAH maka itu karena kebodohan dan kelemahan diri sendiri.

      Karena Al Hallaj adalah the FOLLOWER of MUHAMMAD RASULLULLAH SAW, maka dia bukanlah UTUSAN ALLAH atau NABI ALLAH atau RASUL ALLAH, karena setelah NABI MUHAMMAD SAW tidak ada NABI lagi, sehingga TIDAK ADA HAK baginya u- menyatakan sesuatu tentang ALLAH tanpa diembel-embeli bahwa kalau itu BENAR, sesungguhnya itu dari ALLAH tapi kalau itu SALAH maka itu karena kebodohan dan kelemahan diri sendiri. Sehingga tidak menyatakan sesuatu hal sebagai kebenaran ABSOLUT padahal hal itu masih NISBI ?

      Balas
  49. Wali Sufi

    Itulah bezanya setiap manusia. Antara ILMU DAN PAHAM..terpulang pada tafsiran masing2 dimana mahu meletakkan kefahaman itu..Jika benar maka benarlah ia..jika salah ..salah lah ia…Tapi bagi ku..aku tidak pandang dari sudut hadapan terhadap sesuatu persoalan..tapi memandang dari pelbagai sudut…jika kefahaman itu sampai..maka itulah menjadi garis perbezaan dari org2 lain. Jika mahu berbicara hal “KULIT” kita cerita kulit sahaja..Tapi jika halnya berkenaan “ISI” kamu berbiara hal “KULIT” maka tidak sampai kefahaman nya…saya setuju dgn kata :
    52. shamshatul_barizon
    “hanya rahsia saja yg mengenal rahsia..”

    Balas
    1. Hari

      Janganlah men dikotomikan –isi dan kulit– dimana orang lain karena kurang sepaham dengan apa yang dsampaikan yang di prefer kan … Terus dinyatakan berseberangan.

      Kalau merasa dirinya membahas isi, maka orang lain yang tidak sepaham dianggap membahas hanya kulitnya saja yang dengan demikian dianggap kepahamannya dangkal ? Biasa sajalah …

      Saya membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Al Hallaj …
      Hanya ingin mengatakan …
      Dimanakah diantara 2 orang ini yang ALLAH telah approved ?
      Pastilah Nabi Muhammad SAW …
      Karena predikatnya saja Muhammad itu Rasullulloh …
      Sedangkan predikatnya Al Hallaj adalah SUFI …

      Jadi kalau mau membuat role model bagi keseharian …
      Maka contohlah yang approve …
      Yaitu Muhammad Rasullulloh …
      Inilah pilihan …
      Karena kenapa tidak prefer ke Muhammad ? Melainkan ke Al Hallaj ? Jawabannya adanya di diri sendiri …

      Coba bayangkan …
      U- menegakkan Kalimat Tauhid itu …
      Nabi Muhammad itu berjuang …
      Baik berdiskusi, menceramahi, bahkan sampai berperang …
      Perangnyapun … bukan hanya sekali …
      Bahkan berkali-kali …

      Saat MENANG … Tiada pesta pora …
      Saat KALAHpun … Tiada larut dalam kesedihan terus menerus …
      Malamnyapun TETAP saja beliau ber tahajjud …
      Sampai kadang kakinya bengkak …
      Karena sedemikian lamanya berdiri …
      Karena membaca surat-surat panjang Al-QUR’AN …

      Kalau diteropong perilaku Nabi MUHAMMAD SAW …
      Akan membuat geleng-geleng kepala …
      Berperang ya …
      Membina keluarga dengan istri 11 orang tapi dalam kepapaan …
      Malamnya selalu ber TAHAJJUD …
      Menjawab setiap pertanyaan yang diajukan para sahabatnya …
      Dari yang “remeh” sampai dengan yang sulit …
      Jawabannyapun pas sekali …
      Dll perilaku yang aduhai …

      Al Hallaj …
      Apakah ikut berperang …
      Memberikan jawaban dengan pas ke semua golongan masyarakat ?

      Apakah bukannya menyendiri dengan ber tawaju kepada Allah SWT ?

      Intinya …
      Kalau mau mencontoh …
      Contoh sebaik-baik contoh hidup …
      Yaitu Muhammad SAW …

      Balas
  50. amer

    setuju sama mas hari, Nabi Muhammad adalah suri teladan buat kita semua, contohlah ia, ia adalah kekasih ALLAH, Perilakunya adalah benar yang patut kita ikuti. sementara hal yang belum tentu kita kuasai dan tahu, hal yang kita sendiri belum mendalam mengetahuinya, hal yang kita sendiri mungkin ingin mengetahuinya hanya karena kadar perhatian yang ingin kita dapat, jujur kepada diri sendiri sejauh mana kita mengetahui hal tersebut, janganlah dianggap suatu kebenaran yang absolut saat sesuatu itu memang belum kita ketahui dengan jelas. sementara di depan mata kita jelas ada kebenaran yang absolut. yaitu nabi Muhammad SAW. simpelnya ya ikutin aja Rasull.

    Balas
  51. KeraSakti

    kalo begini sehh ga akan ada titik temunya ene. karena masing2 memiliki tingkat kaji, faham masing2. gini aja de… sebelum kita menjawab tentang ALLAH,MUHAMMAD, AL-Hallaj dll. kita smua harus sepaham dolo. bagaimana caranya?? yaitu dengan menjawab pertanyaan berikut… sebelum adanya alam semesta(jagat raya) 7 lapis langit 7 lapis bumi beserta isinya… nahhh.. kan hanya ALLAH aja yg ada…?? setujukan…? kalo setuju… dimana dan dari apa ALLAH menjadikan alam semesta(jagat raya) 7 lapis langit 7 lapis bumi beserta isinya??? nah.. kalo ene terjawab maka insyaallah smua pertanyaan di atas dan pertanyaan2 lainnya akan terjawab.

    Balas
    1. Hari

      Penjelasan tentang Nur Muhammad itu ada di Al QUR’AN Surat apa dan ayat berapa ya ?

      Allah pertama kali menciptakan manusia itu adalah ADAM dan itu dijelaskan di Al QUR’AN berulang kali, seperti di Surat Al Baqarah ayat 30 – 39.

      Janganlah karena kita MUSLIM, maka kita menjustifikasi sesuatu yang masih absurd ? Berpikirlah yang obyektif sekaligus valid, sehingga hasilnya adalah fairness.

      Balas
      1. bangah

        bodoh……
        diberi akal tidak digunakan………
        dasar orang awam……..
        emang ente hafal dan paham tentang al quran…….
        jgn dibaca aja al quran tpi pahami juga maksudnya….
        bahlol
        dasar islam minannas………..

    1. Hari

      Adam itu manusia pertama atau bukan ? Manusia pertama dan Adam-lah yang diberondong pertanyaan sama Malaikat berkaitan dengan obyek yang jadi pokok bahasan saat Malaikat mempertanyakan decision Allah ? Kenapa justru Adam yang dijadikan Khalifah bukannya Malaikat yang begitu PATUH –Dengan kepatuhan Totalnya– dan selalu memuji Allah dan men sucikan AsmaNYA ? Malah manusia yang akan dijadikan Khalifah ? Padahal manusia itu akan menumpahkan darah ?

      Seterusnya kita dapat baca di S. 2 ayat 30 – 39. Tentang Dialog Allah dengan para Malaikat ini berkaitan dengan penciptaan Adam dan rentetan peristiwa berikutnya yang berimplikasi ke peristiwa-peristiwa di bumi ini.

      Intinya …
      Kalau di Al QUR’AN yang disebut bahwa penciptaan pertama kali manusia adalah Adam, maka janganlah membuat argumentasi tambahan tentang Nur Muhammad segala yang tidak ada sumber bakunya dari Al QUR’AN, supaya jangan terpeleset mengadakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada hanya karena u- membesarkan diri, tapi kalau ada sumbernya berdasarkan nash Al Qur’an, tolong diinformasikan adanya di surat dan ayat berapa ?

      Balas
  52. Wali Sufi

    Jika kamu menerangkan persoalan kejadian manusia itu benar..Sesungguhnya benar di dalam Al-quran.
    Pokoknya persoalan saya bagaimana terjadi alam ini sebelum Adam. Jika Adam yang pertama kenapa Muhammad yang terakhir itu yang agung?
    Hurai..

    Balas
    1. Hari

      Bagaimana caranya anda tahu terjadinya alam sebelum Adam ? Kalau Al QUR’AN tidak menyatakan secara eksplisit ? Maka pencariannya tentunya dilakukan melalui sains –science– dengan Teori Big Bang atau Teori Osilasi-nya ?

      Padahal anda tahu bahwa dengan mengacu kepada Teori Big Bang, semakin tidak didapatkan hal-hal yang anda inginkan ?

      Balas
  53. shamshatul_barizon

    Banyak sangat ISTIRAJ..
    (pandang luaran selain didalam diri)
    bila berbicara ilmu tuhan berhati-hati dan berwaspada.
    salah langkah lari tune.
    Tuhan berfirman ” nak mengenal nabiKU senang,tapi nak mengenal wali-waliKU susah dan payah ”
    Ilmu ini Samar-samar.
    Carilah Mursyid yg Pernah jadi Tuhan.
    Seorang Wali pernah berkata ” hidup ini sia-sia kalau sedetik tidak pernah menjadi Tuhan “

    Balas
  54. Hari

    To : shamshatul_barizon di 80

    Darimana sumber yang anda dapatkan dengan mengatakan :

    Tuhan berfirman ” nak mengenal nabiKU senang,tapi nak mengenal wali-waliKU susah dan payah ”

    Apakah dari Al QUR’AN ? Kalau dari Al QUR’AN ? Di Surat berapa ayat ke berapa ?

    Pertanyaan ini hanyalah ditujukan u- kemurnian dan otentisitas saja.

    Kalau bukan dari Al QUR’AN … atau dari Hadits yang MUTAWATIR … Janganlah suka mencampurkan yang Hak dengan yang BATIL …

    Balas
  55. shamshatul_barizon

    Awak cari kat Al Quran NurKarim mana nak jumpa..
    Carilah Di dalam Al Quran NurMajid,ada satu lautan yg tak bertepi di situ..

    Sebelum jumpa AlQuran NurMajid..
    Awak kena jumpa dulu Alquran Nurhakim,Alquran NurWahid.

    Saudaraku…
    Jangan kita suka menghukum sesuatu yg kita tak pasti.Didalam kita tidak tahu itulah terletaknya
    pergolakan dari nafas tuhan.

    Balas
    1. Hari

      Ada lagi penamaan baru bagi Al QUR’AN …

      AlQuran NurMajid … (Adanya awalan Nur)
      Alquran Nurhakim … (Adanya awalan Nur)
      Alquran NurWahid … (Adanya awalan Nur)

      Kenapa tidak mau mengatakan
      Al Furqon …
      Al Kitab …
      Al QUR’ANUL KARIM …
      Dan nama-nama yang disebut di Al QUR’AN sendiri ?

      Ada apa ya ?
      ==================

      Jangan kita suka menghukum sesuatu yg kita tak pasti.Didalam kita tidak tahu itulah terletaknya
      pergolakan dari nafas tuhan.
      *******************

      Bukan menghukum …
      Tapi hanya mengingatkan …

      Di Jaman para sahabat …
      Orang yang begitu dekatnya dengan Nabi Muhammad SAW …
      Yang tahu sikap dan tindakan Nabi Muhammad SAW …
      Hampir setiap saat …
      Para sahabat itu tidak pernah mengatakan yang Al HALLAJ katakan …

      Akulah yang ingin dan Yang Esa ingin adalah aku
      Kami adalah dua roh yang tinggal di satu badan
      Jika kamu melihatku bererti kamu melihat NYA
      dan jika melihat NYA, bererti kamu melihat kami

      Al-Hallaj

      Balas
  56. shamshatul_barizon

    Macam cerita gajah dengan 5 orang buta.
    sorang cerita pokok,sorang lagi cerita buah

    macam inilah…

    Kau Tuhan Engkau, Dan Aku Tuhan Aku.

    Balas
    1. Hari

      Tentang cerita gajah dengan 5 orang buta.

      Ini kan menggambarkan sudut pandang (point of view) ? Kalau sudut pandangnya berbeda maka akan berbeda pula penceritaannya bukan ?

      Bagaimanapun point of view seseorang tentunya tidak bisa melepaskan diri dari FAKTA bukan ?

      Ada seseorang generasi ke 7 mengatakan bahwa :

      Kau Tuhan Engkau, Dan Aku Tuhan Aku.

      Padahal generasi ke 7 ini meyakini atau mempercayai akan ke Nabian Muhammad SAW sebagai Rasul Allah SWT …

      Padahal generasi ke 7 ini berasal dari generasi ke 6; generasi ke 6 ini berasal dari generasi ke 5; generasi ke 5 ini berasal dari generasi ke 4; generasi ke 4 ini berasal dari generasi ke 3; generasi ke 3 ini berasal dari generasi ke 2, generasi ke 2 ini berasal dari generasi ke 1 yaitu para SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW.

      Generasi ke 1 yaitu para SAHABAT TIDAK PERNAH MENYATAKAN apa yang TIDAK DIKETAHUINYA tentang ALLAH, sehingga TIDAK akan BERANI menyatakan sebagaimana shamshatul_barizon katakan :

      Kau Tuhan Engkau, Dan Aku Tuhan Aku.

      Dan kita TAHU dari pengetahuan komunikasi akan namanya DISTORSI KOMUNIKASI, yaitu adanya distorsi yang diserap oleh seseorang di ujung suatu rantai yang panjang dari penginformasian oleh seseorang di awal penginformasian yang diberikan ke orang ke 2, orang ke -2 ke orang ke 3, orang ke 3 ke orang ke 4 dst sepanjang rantai yang ada.

      Saat dilakukan cross check bagi penyerap informasi terakhir dengan ke pemberi informasi awal, ternyata banyak sekali distorsi tentang apa yang telah di serap.

      Inilah yang perlu diberi penekanan akan distorsi informasi … Tidak terkecuali Al HALLAJ …

      Makanya dengan usaha yang begitu kerasnya, Ulama Bukhari dan Ulama Muslim mem verifikasi penceritaan tentang Nabi MUHAMMAD SAW dengan begitu ketatnya agar apa yang di verifikasi itu tidak berbeda dengan kondisi yang sebenarnya …, makanya Hadits Bukhari dan Muslim memiliki derajat yang tinggi di kalangan Umat Islam

      Balas
      1. shamshatul_barizon

        Dalam kehadiran Maha penguasa engkau bisa mencapai fana dalam satu nafas,yang selama bertahun-tahun usaha tidak tercapai….
        Firman Allah surah Al-Hajj Ayat 47′ :
        ‘INNA YAUMAN INDA RABBIKA KA-ALFI SANATIM MIM MAA TA’ADDUUN’ ERTINYA : Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu,Adalah seperti seribu setahun dari tahun-tahun yang engkau hitung.

        kamu bijak memberikan komen saudara,saya nak tanya satu saja soalan.

        Sejak Bila Kamu Kenal Tuhan?

  57. Wali Sufi

    to : Shamshatul
    Saya dari malaysia..

    To Hari : Sungguh bijak kamu memberi komen..dan hebat ilmu kamu.Syabas.
    Tapi soalan saya bernombr 79 tidak lagi terjawab.
    Sila hurai..

    Balas
    1. Hari

      U- jawaban yang no 79 itu, karena pertanyaannya sendiri belum begitu jelas maka jawabannya ditunda dulu sampai pertanyaannya sendiri jadi jelas.

      Balas
  58. Hari

    To : shamshatul_barizon di 85

    Sejak Bila Kamu Kenal Tuhan? (Maksudnya … Sejak kapan kamu kenal Tuhanmu ?)

    Atas jawaban itu, maka saya sampaikan penjelasan yang diberitahukan kepada kita di Al QUR’AN yaitu di Al QUR’AN S. 7 ayat 172 (S. Al A’raf ayat 172)
    =============
    Bismillahir rahmaniir rohiim

    Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,
    =========

    Jadi saat itulah sebenarnya kita tahu akan TUHAN kita yaitu TUHAN YANG ESA yaitu saat masih di alam ruh.

    Terus soal anda mengutip tentang pengertian waktu antara manusia dan Allah, sebagaimana yang anda kemukakan :

    Firman Allah surah Al-Hajj Ayat 47′ :
    ‘INNA YAUMAN INDA RABBIKA KA-ALFI SANATIM MIM MAA TA’ADDUUN’ ERTINYA : Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu,Adalah seperti seribu setahun dari tahun-tahun yang engkau hitung.

    ============

    Hal ini sudah dijelaskan tentang pengertian waktu relatif yang dikemukakan Einstein dengan teori relativitasnya, dimana ternyata satu satuan waktu di alam semesta itu memang berbeda-beda. Jadi sekali lagi Al QUR’AN telah mengungkapkan kebenarannya.

    Gampangnya, coba anda bayangkan apabila ada seseorang yang bisa mengendarai wahana –kendaraan– yang kecepatannya secepat kecepatan cahaya (sekitar 300.000 km/second–detik–), maka semua yang terlihat oleh orang ini semuanya sepertinya diam tidak bergerak, artinya waktu seakan-akan berhenti, padahal tidak. Suatu pergerakan yang begitu lambatnya –sangat begitu lambat– sehingga seperti tidak ada perubahan sama sekali, maka terlihat diam.

    Jadi … Apa yang Allah SWT kemukakan itu BENAR adanya. Persoalannya sederhana, MUSLIMNYA MALAS berpikir karena ada ketakutan kalau berpikir yang menabrak lingkungannya, TAKUT di CAP KAFIR, MUSYRIK atau MURTAD padahal TIDAK, makanya banyak hal hanya MENGIKUTI KETERANGAN-KETERANGAN yang TANPA PENJELASAN, meskipun di sekitar kita telah memberikan penjelasan yang akurat.

    Balas
    1. shamshatul_barizon

      Sejak Bila Kamu Kenal Tuhan? (Maksudnya … Sejak kapan kamu kenal Tuhanmu ?)

      Atas jawaban itu, maka saya sampaikan penjelasan yang diberitahukan kepada kita di Al QUR’AN yaitu di Al QUR’AN S. 7 ayat 172 (S. Al A’raf ayat 172)
      =============
      Bismillahir rahmaniir rohiim

      Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”,
      =========

      Jadi saat itulah sebenarnya kita tahu akan TUHAN kita yaitu TUHAN YANG ESA yaitu saat masih di alam ruh.

      _________________________________________

      jawapan kamu itu dalam bentuk penerangan dalam al quran yg masih menceritakan pasal kulit.saya nak jawapan itu dalam bentuk hakikat?yang tersirat di sebalik tersurat.

      Sejak Bila Kamu Mengenal Tuhan Kamu???

      Balas
    1. Hari

      Kalau soal mengaji … Itulah kewajiban MUSLIM sampai akhir hayat …

      Yang jadi soal …
      Selalu saja merasa lebih tanpa menjelaskan …
      Apa yang dirasakan lebih itu ?

      Balas
  59. Wali Sufi

    Jngn lah riak wahai saudara ku Hari.
    Kata2 mu seolah sinis dan angkuh krn mampu memperjelas segala persoalan..
    Jika kamu persoal apa yg org rasa,

    Saya mahu tahu apa yg kamu rasa jika mampu menjawab semua soalan?

    Balas
    1. Hari

      Saudaraku Wali Sufi …

      Sebenarnya siapa yang sombong ?

      Saat ada pertanyaan kemudian dijawab. Wajar tidak ? Sangat wajar bukan ? Tapi saat jawaban diajukan, ternyata jawaban itu ditanggapi dengan : Di suruh mengaji lagi, bagai bumi dan langit dan dianggap masih belum mengerti persoalannya ?

      Disinilah persoalannya …
      Kalau dianggap masih belum mengerti … Coba diberi pengertian yang menjelaskan dimana yang dianggap tidak mengerti itu ? Kan jadi enak.

      Yang terjadi adalah mementahkan orang tapi tidak menjelaskan ? Itulah masalahnya ? Kenapa ?

      Balas
  60. Ali Akbar

    Salam, saya baru membaca kitab tawasin Al-Hallaj, dan mencoba mencari di internet tentang beliau, lantas menemukan forum diskusi ini.

    Saya akan mencoba menengahi dari kealotan diskusi di atas. Sebenarnya Al-Hallaj tidak bermaksud mau dengan angkuh mengakui dirinya Tuhan. Tapi hanya mau mengatakan: Kita terlalu banyak memilah-milah dunia ini dengan bahasa, padahal awal mulanya semua satu. Awal mulanya tidak ada tanah, tidak ada langit, tidak ada pohon, semuanya satu kesatuan saja bernama entah apa. Lalu manusia memilah-milah, dengan cara memberi nama. Aku-kamu, Tuhan-hamba, langit-bumi, dll. Dengan pemilahan itu, dunia menjadi terpecah dan sempit. Padahal ada analogi sederhana, kalau kita naik pesawat, pemilahan itu gak kelihatan lagi, mana negara? mana waktu? mana perbedaan warna kulit? semua terlihat hijau aja seperti warna pulau. Manusia menyempitkan makna kehidupan yang mahaluas ini dengan bahasa. Al-Hallaj tidak mau terjebak dalam kepicikan manusia menyempitkan apa-apa dengan bahasa, ia meleburkan semuanya dalam ‘ana al haqq. Agar kita tidak terjebak dalam dikotomi pencipta dan yang dicipta.

    Apapun penjelasan saya, ini pasti menimbulkan kontroversi juga? kenapa, karena saya menjelaskan dengan menggunakan bahasa, dan bahasa selalu mengandung keterbatasan. Para sufi adalah mereka yang mencapai derajat yang melampaui bahasa. Percaya bahwa Allah dan kesucian Muhammad sudah tidak bisa lagi terkatakan, ia hanya bisa dirasakan lewat pengalaman batin yang terdalam.

    Apakah kata-kata saya ini ada dalam Al-Qur’an? Jelas tidak, tapi saya tidak mau dicap bid’ah. Karena bagi saya, Al-Qur’an tidak tersaji dalam kitab saja, tapi dari alam semesta ini. Allah, yang saya percayai, ia masih menurunkan wahyu bagi kita para manusia, lewat tanda-tanda kehidupan. Itulah kenapa kita tidak boleh berhenti mencari dan belajar, karena di dalam situ ada ridha Ilahi.

    Salam Damai.

    Balas
  61. Wali Sufi

    Salam.
    Sesungguhnya benar kata mu saudara Ali.

    “Sesungguhnya Jika Kamu Kenal akan diri Kamu dgn sebenar-benar kenal.. Maka kamu akan kenal akan ALLAH, Dan jika kamu kenal akan ALLAH…Maka kamu akan kenal akan Islam” …Renungkan…

    Balas
  62. luqman athaillah

    Kebenaran suci memang sulid dicari dan dipahami
    ketahuilah, bahwa syekh lemah abang atau syekh siti jenar dan Al-Hallaj itu ialah sufi yang memang benar2 tahu” eling lan mituhu,.,

    begitupun Al-Hallaj,.,
    mangkanya kalau jadi muslim jangan kulitnya doang dipelajari”
    isinyapun dan intisarinya harus dipahami,.

    islam itu dr : Syariat,.,.tarekat,.,Hakikat ddan,.,Makrifat

    Fasariatun kasafinatin watorikotun kalbahrai summa hakikotun dhurrun gholah”

    Balas
    1. Hari

      islam itu dr : Syariat,.,.tarekat,.,Hakikat ddan,.,Makrifat … (pijakan atau landasannya apa ?)

      Yang jelas ISLAM itu bacalah … Al QUR’ANNYA dan Sunnahnya (hadits2 sahih terutama yang mutawatir) maka akan kelihatan kejelasan persoalannya. Setelah tahu … Jalankanlah … Yang INSYA ALLAH … ALLAH akan SINGKAP hakekat persoalannya tanpa perlu mencari tahu hakekatnya terlebih dahulu … Itulah RAHASIA dibalik KETAATAN kepada ALLAH dan RASULNYA.

      Janganlah suka meninggikan diri dengan melihat kedangkalan orang lain ? Lihatlah kehebatan orang lain dan kedangkalan diri … Mudah-mudahan ALLAH AZZA WA JALLA … Menyingkap HIKMAH dibalik cara PANDANG POSITIF ini …

      Balas
  63. luqman

    Al-Qur’an itu bbisa kita pahami dengan Ayatnya yang tersurat dan tersirat”

    Demikian dengan Al-Hallaj dia melihat Allah dalam setiap jejaknya,langkahnya,
    WIHDATUL WUJUD.

    liat di Thaha: 14 ” Innani AnaALLAH La illahaila Ana fa’budni

    ALLAH
    Alif, adalah asma nama dr diri muhammad
    Lam, sifat bgi diri muhammad sehingga sering dikatakan muhammad itu,mksum,al-amin, penyantn, dan penyayang
    Lam ,af’al atau laku atau tindak/jati diri bgi diri muhammad
    Ha’dhat’ satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dr diri Muhammad

    karenannya Muhammad itu Mangkana hayyan tamman makrifatan damman layamutu abadan
    Mim : Manusia
    Ha’ : hiidup sempurna
    Mim : mengenal diri
    dhal : damman layamutu abadan hidup dan kekal selamanya

    >karenanya manusia akan hidup sempurna bila mengenal dirinya.
    >< Man arafa nafsahu fakad arafa robbahu

    (Syekh Lemah Abang)

    Balas
    1. Hari

      Mas Luqman …
      Kalau menafsirkan sesuatu yang MUTASYABIHAT …
      Janganlah diketengahkan kepada orang banyak karena …
      Sesuai dengan Firman ALLAH SWT di Surat Ali Imran ayat 7, dimana diketengahkan :

      Bismillahir rahmaniir rohiim

      Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mu-tasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.

      Sehingga atas ayat-ayat MUTASYABIHAT itu ada sebagian orang yang berdoa sebagaimana di S. Ali Imran ayat 8 yaitu :

      (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”.

      Jadi apa yang Mas Luqman katakan, sudah ada penjelasan dari Al QUR’AN bukan ?
      Soal mau pilih yang mana ? TERSERAH Mas Luqman
      Mau pilih PENJELASAN Al QUR’AN ?
      Atau
      Penjelasan Syekh Lemah Abang ?

      Balas
  64. shamshatul_barizon

    Yang saudara luqman perkatakan itu termaktub dalam perbicaraan dalam ilmu usul muftahul ghuyub jgn campur adukkan dengan ilmu usuluddin.
    dan BUKAN MENAFSIRKAN apa yg dikatakan oleh saudara hari.. itu adalah Hakikat di dalam al quran tersebut bagi yang memahami,mengetahui dan yang paling penting skali adalah MENGERTI maksud yg di terangkan oleh saudara luqman.

    Balas
  65. shamshatul_barizon

    Penjelasan Syekh Lemah Abang dan di dalam al quran adalah sama cuma PENGERTIAN DI DALAM AYAT adalah berbeza bagi orang awam dan orang tertentu.
    BAGAIMANA DI KATAKAN BERBEZA ITU?
    ini di sebabkan adanya seseorang itu FUAD DAN QALBUN
    maka adanya ia KALBI.

    maka dengan itu

    Berdoalah kepada Muhammad
    Bermohonlah kepada Allah
    bermunajatlah kepada tuhan.

    Balas
  66. Suharno

    Saya bersaksi Tiada Tuhan selain ALLAH, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhamad adalah Utusan Allah.
    Saudaraku semua, sebenarnya hal seperti ini tidak perlu di ributkan, karena semua yang terjadi adalah kehendak ALLAH, dan kita tidak akan dapat memberikan hidayah kepada siapapun, karena itu adalah hak ALLAH, Semakin tinggi sebuah pohon maka semakin besar angin yg menerpa ( semakin tinggi ke imanan seseorang maka semakin besar pula godaan setan kepada dirinya) hidup satu kali jgn sampai disia – siakan, gunakan fikiran yg jernih karena itulah manusia dikatakan lebih sempurna dari mahkluk lain, dan bila ALLAH menghendaki, maka tertutuplah fikiran, telinga dan mata kita, hingga tidak dapat membedakan mana yg benar dan mana yg salah, mudah – mudahan ALLAH selalu memberikan hidayah untuk kita agar selalu ditutun kejalan yang ALLAH ridhoi, dan mudah2 an kita terjaga dari betuhankan selain ALLAH (bertuhankan tasawuf, betuhankan para sufi, dll.), Ingat, Setan adalah musuh yg nyata, bahkan sekaliber nabi Musa pun ditegur ALLAH karena mengaku paling pandai, dengan di tujukannya hamba ALLAH bernama Kidhir, Apalagi kita yang jangankan sejajar Nabi, bisa melaksanaka syariat saja masih belum seluruhnya, bahkan jauh daripada sempurna.
    Setan dan jin bisa melihat kita, tapi kita tidak dapat melihatnya maka mereka sering mempermainkan kita lewat hati, maka bila timbul keinginan sebaiknya teliti dengan hati dan fikiran, itu kehendak siapa. sungguh kita ini sangat lemah untuk melawan bisikan2 setan, dan hanya ALLAH lah yang memberikan kekuatan agar kita tidak menjadi wali -wali setan di dunia yang fana ini. Mudah – mudahan ALLAH mengampuni kita semu. Amin….

    Balas
  67. wongsasak

    betul, ngapain ributin hal2 sperti ini,
    lebih baik kita ambil baiknya aja, dan jangan hiraukan yang lainnya.
    setuju?

    Balas
  68. tobongo nna puang

    kita tdk bisa menyahlakan pendapat dik hari karna dia orang yg realistis dan masih tinggal di lantai 1(satu),nanti dia klu sudah besar dan ALLAH menambah ilmu dan pengetahuan nya semoga bisa naik lantai 2,3,4 agar bisa melihat luas ke sekeliling ,bahwa sesungguh nya klu kita memanndang dari lantai 2,3,4 itu lebih luas pandangan dan lebih jelas permasalahan,tdk seperti di lantai 1 pandangan kita di batasi oleh sekat tembok .maaf tdk bermaksut melcehkan . tabee…..

    Balas
  69. la ugi

    assalamualai kum … saudara HARI mungking blm tau atau tdk sadar klu yg namanya AL QURAN itu bukan hanya yg tersurat tapi ada juga yg tersirat pd alam raya ini. tapi yg paling besr dan utama ada pd diri MANUSIA itu sendiri karena HAKEKAT dan RAHASIA NYA ada pd ciptaan nya ,utama nya manusia ,dan al quran tdk berarti apa apa tampa manusia.klu kita ingin mengenalnya kita harus menghilang kan kepintaran kita karena akal takan mampu menembus dan memahami zat dan sifat NYA . kalau kamu ingin menyatu dg NYA di dunia fana ini maka blajarlah MATI SEBELUM KAMU MATI.tapi kalau kamu ingin kekal bersama nya maka MATILAH.!!!?…………, ADA YG BERMINAT GAN…???. begitu juga etika nya pd saat kita sholat karena klu tdk begitu sholat itu takan berarti apa apa di hadapan NYA , hanya sekedar mengugurkan kewajiban saja . wassalam, tabeeee….

    Balas
  70. rohsul

    hem….allah itu lebih dekat dari urat nadi di leher kalian….jadi apa pantas kita katakan allah itu di atas ato di bawah dan sebagainya…..(ga na ine)

    Balas
  71. Hari

    U- tobongo nna puang dan la ugi

    Tks atas pemosisian pada diri saya yang dianggap sebagai seseorang masih di tingkat SATU atau perlu kepahaman lebih dalam lagi … kalau memahami HAKEKAT …

    Karena …
    Kita yang manusia ini sering membebani diri kita dengan masih melekatkan atribut-atribut kemanusiaan sehingga kehilangan esensi saat berhadapan dengan ALLAH …

    Atribut sebagai ORANG KAYA…
    Atribut ALIM …
    Atribut PENGUASA …
    Dan atribut-atribut lainnya …

    Yang mana …
    Atribut-atribut itu tiada artinya di depan ALLAH …
    Karena ATRIBUT yang BENAR saat BERHADAPAN dengan ALLAH hanyalah ATRIBUT seorang HAMBA …
    Namanya saja HAMBA … BUDAK … SLAVE …
    Maka … harus tunduk dan patuh pada PERINTAH TUANNYA yaitu ALLAH …
    Dalam situasi dan kondisi apapun …
    Dengan SUKARELA atau TERPAKSA

    Apakah kita sudah seperti itu ?

    Salah satu contoh adalah saat AZAN BERKUMANDANG …
    Sebagai seorang BUDAK ALLAH atau HAMBA ALLAH …
    Maukah kita dengan hati senang atau TERPAKSA …
    Datang ke tempat AZAN dikumandangkan u- menjalankan shalat wajib berjamaah ?

    AZAN adalah sebagai PENANDA WAKTU shalat tiba …
    Tapi HAKEKATNYA … Apakah itu bukan UNDANGAN ALLAH ?
    Kalau UNDANGAN ALLAH ?
    UNDANGAN dari SANG PENCIPTA dan PENGUASA SEMESTA …
    Kenapa seseorang yang MENGAKU sebagai HAMBA …
    Tidak mau menghadiri UNDANGAN TUANNYA ?
    Patutkah orang tsb disebut sebagai seorang HAMBA ?

    itulah SYARIAT dan HAKEKAT yang DIGABUNGKAN dalam PELAKSANAANNYA …
    Sebagaimana BADAN dan ROH yang BERSATU demi menuju ke TUJUAN ABADI …
    Yaitu kembali kepada ALLAH SWT

    Sebagian orang sering MEMISAHKAN HAKEKAT dari SYARIAT …
    Sebagai pembeda keberbedaan tingkatan …
    Padahal SYARIAT dan HAKEKAT itu bisa disatukan kalau TERTUJU kepada ALLAH …

    Jadi …
    Setiap orang yang membaca Al QUR’AN …
    Pasti akan melihat dan memikirkan tentang apa yang ada
    Tapi sekaligus merenungkan HAKEKATNYA itu apa ?

    Balas
  72. wongsasak

    dalam seluruh pandangan Al-Hallaj tak satu pun kata atau kalimat yang menggunakan Wahdatul Wujud (kesatuan wujud antara hamba dengan Khaliq). Wahdatul Wujud atau yang disebut pantheisme hanyalah penafsiran keliru secara filosufis atas wacana-wacana Al-Hallaj. Bahkan yang lebih benar adalah Wahdatusy Syuhud (Kesatuan Penyaksian). Sebab yang manunggal itu adalah penyaksiannya, bukan DzatNya dengan dzat makhluk.Para pengkritik yang kontra Al-Hallaj, menurut Kiai Abdul Ghafur, Sufi kontemporer dewasa ini, melihat hakikat hanya dari luar saja. Sedangkan Al-Hallaj melihatnya dari dalam. .

    Balas
  73. wongsasak

    Kontroversi Al-Hallaj, sebenarnya terletak dari sejumlah ungkapan-ungkapannya yang sangat rahasia dan dalam, yang tidak bisa ditangkap secara substansial oleh mereka, khususnya para Fuqaha’ (ahli syariat). Sehingga Al-Hallaj dituduh anti syari’at, lalu ia harus disalib. Padahal tujuan utama Al-Hallaj adalah bicara soal hakikat kehambaan dan Ketuhanan secara lebih transparan.

    Tudingan bahwa Al-Hallaj penganut Wahdatul Wujud semata juga karena tidak memahami wahana puncak-puncak ruhani Al-Hallaj sebagaimana dialami oleh para Sufi. Banyak sekali wacana Tasawuf yang mirip dengan Al-Hallaj. Dan Al-Hallaj tidak pernah mengaku bahwa dirinya adalah Allah sebagaimana pengakuan Fir’aun dirinya adalah Tuhan. Dalam sejumlah wacananya, Al-Hallaj senantiasa menyatakan dirinya adalah seorang hamba yang hina dan fakir. Apa yang ditampakkan oleh Al-Hallaj adalah situasi dimana wahana ruhaninya menjadi dominan, sehingga kesadarannya hilang, sebagaimana mereka yang sedang jatuh cinta di puncaknya, atau mereka yang sedang terkejut dalam waktu yang lama.

    Toh Al-Hallaj tetap berpijak pada pandangan Al-Fana’, Fana’ul Fana’ dan al-Baqa’, sebagaimana dalam wacana-wacana Sufi lainnya.

    Al-Hallaj juga tidak pernah mengajak ummat untuk melakukan tindakan Hulul. Sebab apa yang dikatakan semuanya merupakan Penyaksian kepada Allah atau sebagai etiuk murni dari seorang Sufi yang sangat dalam.

    Balas
  74. wongsasak

    Al-Junaid bin Muhammad (297 H.), berkata: “Semua jalan tertutup bagi manusia, kecuali jalan yang dilalui Nabi saw.”
    Al-Junaid juga berkata:
    “Barang siapa yang tidak hafal Al-Quran dan menulis hadis-hadis Nabi saw. maka tidak boleh
    dijadikan anutan dan ditiru, kerana ilmu kita (tasawuf) terikat pada kitab Al-Quran dan As-Sunnah.”
    Abu Khafs berkata:
    “Barang siapa yang tidak menimbang amal dan segala sesuatu dengan timbangan Al-Kitab dan As-Sunnah, serta tidak menuduh perasaannya (tidak membenarkan wijidnya), maka mereka itu tidak termasuk golongan kaum tasawuf.”
    Abu Yazid Al-Basthami berkata:
    “Janganlah kamu menilai dan tertipu dengan kekuatan-kekuatan yang luar biasa, tetapi yang harus dinilai adalah ketaatan dan ketakwaan seseorang pada agama dan syariat pelaksanaannya.”

    Kiranya keterangan yang paling tepat mengenai tasawuf dan para sufi adalah sebagaimana yang diuraikan oleh Al-Imam Ibnu Taimiyah dalam menjawab atas pertanyaan, “Bagaimana pandangan ahli agama mengenai tasawuf?”
    Ibnu Taimiyah memberi jawapan sebagai berikut:
    “Pandangan orang dalam masalah tasawuf ada dua, yaitu: Sebagian termasuk ahli fiqh dan ilmu kalam
    mencela dan menganggap para sufi itu ahli bid’ah dan di luar Sunnah Nabi saw. Sebagian lagi terlalu berlebih-lebihan dalam memberikan pujian dan menganggap mereka paling baik dan sempurna di antara manusia setelah Nabi saw. Kedua-duanya tidak benar. Yang benar ialah bahawa mereka ini sedang dalam usaha melakukan pengabdian kepada Allah, sebagaimana usaha orang-orang lain untuk mentaati Allah swt. Dalam keadaan mereka memberi keutamaan, ada yang cepat sampai dan dekat kepada Allah, orang-orang ini dinamakan Minal muqarrabiin (orang-orang yang terdekat dengan Allah), sesuai dengan ijtihadnya; ada pula yang tahap kekuatan ketaatannya itu sederhana/sedang-sedang saja. Orang ini termasuk bahagian kanan: Min ashhaabilyamiin (orang-orang yang berada di antara kedua sikap tadi).”
    Antara golongan itu ada yang salah, ada yang berdosa, melakukan taubat, ada pula yang tetap tidak bertaubat. Yang lebih sesat lagi adalah orang-orang yang melakukan kezaliman dan kemaksiatan, tetapi menganggap dirinya orang-orang sufi.
    Masih banyak lagi dari ahli bid’ah dan golongan fasiq yang menganggap dirinya golongan tasawuf, yang ditolak dan tidak diakui oleh tokoh-tokoh sufi yang benar dan terkenal. Sebagaimana Al-Junaid dan lain-lainnya.

    Balas
  75. wongsasak

    rasulullah SAW adalah teladan terbaik…………………………………………………………………………………………………………………………………….

    Balas
  76. shamshatul_barizon

    Tasaup Dan Tasawwuf berbeza.

    Tasawwuf – mencuci hati

    Tasaup – mengkaji hati

    Sebelum sesuatu perlu di kaji perlu lah di bersihkan dahulu..
    umpamanya gelas yang berisi air minuman yang bersih..
    sebelum di tuangkan air ke dalam nya.. perlulahh di bersihkan gelasnya dahulu
    takut akibatnya bila tidak bersih,kekotoran akan masuk ke dalam badan dan mengakibatkan penyakit.

    umpama kita bersolat, perlulah kita berwuduk terlebih dahulu.barulah sempurnya solat itu.

    Balas
  77. shamshatul_barizon

    Ajaran Wahdatul ujud atau dikenali di Nusantara sebagai martabat 7 bukan mudah untuk difahami secara baca kitab atau mengaji ilmu hakikat. Martabat 7 adalah sebenarnya intipati rasa atau zauk para wali di tahap tertinggi dan hakikatnya adalah berbeza dan bukan sperti yang difahami dengan melalui tulisan dan kata-kata . Jadi tak perlu aku menerangkan apa itu Martabat 7 di sini sebab tak siapa dapat memahaminya kecuali sudah merasainya.

    Mereka yang tidak memahami wahdatul ujud akan menolak bulat-bulat kononnya tidak ada nas dari Al quran. sedangkan mereka lupa tentang ilmu laduni dan ilmu mukasyaffah yang diterangkan kewujudannya di dalam Al Quran. Tidakkan mereka mengambil iktibar dari kisah Musa as dan nabi allah Khidir as ??? Maka janganlah kita ikuti dakyah mereka-mereka yg jahil murakkab ini , yakni berhimpun dua jahil, jahil akan dirinya dan jahil akan tuhannya.

    Sedih sekali mereka-mereka yang belajar ilmu hakikat merasakan yang mereka sudah memahami sedangkan pepatah sufi mengatakan ” Lam ya zuuk , wa lam ya’rif” Barangsiapa tidak merasai zauk tidak akan mengetahunya. Itu isyarat dari para sufi dan wali Allah kenapa tidak kita pegang. Banyak guru yang belum sampai ke maqam tersebut cuba mengajar anak muridnya , kalau seorang guru yang arifbillah dia tahu had pembelajaran yang sepatutnya diberi kepada anak muridnya. Tapi ini bukan alasan buat kamu untuk menolak mencari guru !!!!

    Balas
  78. Habibillah

    Al Quran yang sesungguhnya akan diturunkan Allah kedalam hati orang-orang yang berIMAN bukan hanya berISLAM.. Itulah Al Quran yang dijaga Allah sampai akhir jaman.. yang anda baca selama ini adalah salinan Al-Quran bukan Al-Quran.. Al Hallaj tidak pernah menyebut dirinya Tuhan tetapi Tuhanlah yang mengakui dirinya sendiri, Al Hallaj bukanlah “Aku” dan “Aku” bukanlah Al Hallaj..

    Allah berbuat benar, Allah juga berbuat salah, benar atau salah adalah kebenaran.. Dan Allah adalah kebenaran itu sendiri..

    Barang siapa mengenal dirinya dia akan mengenal Tuhannya

    Balas
    1. Hari

      Saudaraku Habibillah …
      Apa yang anda katakan :

      1. Al Quran yang sesungguhnya akan diturunkan Allah kedalam hati orang-orang yang berIMAN bukan hanya berISLAM.. Itulah Al Quran yang dijaga Allah sampai akhir jaman.. yang anda baca selama ini adalah salinan Al-Quran bukan Al-Quran..

      2. Allah berbuat benar, Allah juga berbuat salah, benar atau salah adalah kebenaran..

      Dasarnya APA ya ? Apakah ADA DASAR yang DAPAT DIRUJUK ? Bukan SEMATA-SEMATA olah PIKIR anda sendiri saja … ?

      Kalau ADA … Apakah BISA DIKETENGAHKAN ARGUMENTASI lain yang BERSEBERANGAN dengan PERNYATAAN itu ?

      Karena PERSONAL yang :
      1. VALID
      2. KREDIBEL and
      3. TRUSTED

      Yaitu MUHAMMAD SAW tidak pernah mengatakan hal itu. Satu kalipun.

      PENGIKUTNYA … Eeehhhh … MENGATAKAN sesuatu yang OUT of CONTEXT

      Siapakah yang BENAR ?
      The LEADER or The FOLLOWER ?
      The LEADER … MUHAMMAD SAW;
      or
      The FOLLOWER … Saudaraku Habibillah …

      Balas
  79. ana al haq

    mencri allah jng hanya fokus pada masa/zaman nabi muhammad saja kawan……….crilah pd khidupan sbelum dan sbelumNYA….

    Balas
    1. Hari

      To : mas ana al haq …

      Persoalannya sederhana saja …
      Dalam kesejarahan …
      Sebelum Nabi Muhammad SAW ada calon nabi yang mencari-cari Tuhan …
      Namanya Ibrahim …
      Dia TIDAK TAHU TUHAN YANG ESA yaitu ALLAH …
      Karena LINGKUNGANNYA dimana beliau tinggal …
      TIDAK MENGENAL TUHAN YANG ESA …
      Tahunya ya … TUHAN TUHAN PATUNG itu seperti Baal dsb …
      Makanya WAJAR beliau MIKIR akan ESENSI YANG ESA itu …
      Yang AKHIRNYA beliau diberitahu ALLAH akan TUHAN yang BENAR yaitu ALLAH …
      Atas hal itulah beliau BERDAKWAH akan ALLAH … TUHAN yang ESA …
      Simpel kan ?

      Di jaman Nabi Muhammad SAW …
      Ada WARISAN yang BEGITU LUAR BIASANYA …
      Namanya Qur’an …
      Merupakan KODIFIKASI yang OTENTIK sekaligus ORISINIL …
      Yang UNCHANGEABLE … FIXED … wHENEVER and WHEREVER …
      Dengan FUNGSI sebagai PETUNJUK, PENJELAS, PEMBEDA, OBAT dsb. …
      Ditambah KERAPIHAN TATA BAHASA dan PUITISASINYA … ?
      Yang TEREKAM dalam SATU BUKU ?
      SUNGGUH LUAR BIASA …

      Jadi KENAPA JAUH-JAUH mencari-cari ALLAH ?
      Baik ke WAKTU sebelum Nabi MUHAMMAD SAW ?
      Kalau di Al QUR’AN sudah MENJELASKAN apa yang dicari ?
      Dengan SISTIMATIKA, LOGIKA, OBYEKTIFITAS dan ARGUMENTASINYA ?
      Yang RUNUT … LOGIS … OBYEKTIF dan ARGUMENTATIF ?
      Yang MENANTANG siapa saja tentang HAKEKAT MASALAH SEBENARNYA ?
      Yaitu ALLAH … SANG PENCIPTA, SANG PEMURAH, SANG PENYAYANG …
      Dsb SEBUTAN yang TERANGKUM dengan INDFAHNYA pada Asmaul HUSNA ?

      Mas ana al haq …
      Bisa saja mencari-cari TUHAN melalui TULISAN-TULISAN filsuf YUNANI …
      Socrates … Plato … maupun Aristoteles …
      Tapi satu hal …
      Mereka itu SEMUA MENGAKUI adanya SANG MAHA ?
      Tapi SANG MAHA TIDAK MEMPERKENALKAN DIRI ke para FILSUF itu ?
      Tentunya ini perlu MENDAPAT PERHATIAN SERIUS ?
      Ada apa ya ?
      Padahal ALLAH SANGAT TAHU …PASTI … akan KUALITAS seseorang ?
      Tapi kenapa para FILSUF besar itu TIDAK DI STEMPEL sebagai UTUSAN ALLAH ?
      Pasti ada REASON akan hal ini ?

      Intinya …
      Simpel-simpel saja … ‘
      KITA PUNYA WARISAN yang BEGITU SANGAT LUAR BIASANYA … ?
      Kenapa TIDAK MULAI dari situ saja ?

      Balas
  80. ana al haq

    sperti ayam dan babi….ayam halal babi haram………knp ? adakah yg bs mnjelaskah hakekatx,tidakah si babi mersa tidak adil akan ayam….satu lagi,di dunia ini yg paling bnyak yg mana islam atau non isalam ??man arafa nafsahu,fakad arafa rabbah
    man arafa rabbahu, fasadal jasad.

    Balas
    1. Hari

      To : Masana al haq

      Mas mempersoalkan keadilan dalam hal penciptaan ayam dan babi …

      sperti ayam dan babi….ayam halal babi haram………knp ? adakah yg bs mnjelaskah hakekatx,tidakah si babi mersa tidak adil akan ayam….

      Kalau persoalan ini ditambah bisa seperti ini …
      Ada bayi TERLAHIR dalam LINGKUNGAN KAYA, SEHAT dan MENYENANGKAN …
      Tapi ada juga …
      Bayi TERLAHIR dalam LINGKUNGAN yang MBLEKETEK …
      MISKIN, PENYAKITAN, NEGATIVE THINKING, JOROK dst …

      Sekilas dengan KONDISI itu sepertinya ALLAH TIDAK ADIL …
      ENAK BAYI yang TERLAHIR KAYA, SEHAT dan MENYENANGKAN dibanding …
      BAYI yang TERLAHIR MISKIN dan PENYAKITAN …

      Disanalah namanya HIKMAH …
      Ada HIKMAH dibalik itu semuanya …
      Kita sama-sama CARI, RASAKAN dan PAHAMKAN …
      Apa MAKSUD itu SEMUA ?
      Mudah-mudahan KETEMU dan BISA MENINGKATKAN KEPAHAMAN ber AGAMA kita

      Balas
  81. Nanik

    Intinya ilmu itu sumbernya satu jadi darimana aja boleh yang penting penggunaannya baik, jadi buat apa dapat ilmu yang baik tapi ga ada manfaatnya untuk diri sendiri masing2 ambil pelajarannya jangan saling menyalahkan atau mengecilkan, jadikan ini suatu diskusi bukan perdebatan, kl diskusi tanpa emosi kl perdebatan pakai emosi timbul kebencian, kebencian temennya syaitan, silahkan lanjut diskusinya tp jangan berdebat, ok

    Balas
  82. roni

    smw nabi pst mengucapkan syahadat,klu nabi muhammad syahadat nya gmn ya?apakah nabi pernah membunuh,klu nabi membunuh berarti bukan nabi,krn muhammad perang dan membunuh.maklum saya org bodoh.

    Balas
  83. roni

    klu di kaji diri,diri kita ini 0.asal dr tiada menjadi ada dan kembali tiada.di tubuh kita dari kulit smp ke sum sum itu milik allah,jd yg kita punya apa?smw ini milik allah.klu smw milik allah yg mengerakkan tubuh q ini pasti allah,yg mengetik tulisan ini jg krn allah krn tangan q ini tangan allah.yg menentukan kata2 ini jg allah.krn fikiran q ini jg fikiran allah.aq tdk punya apa2 hadir di dunia ini.smw krn mw nya allah.

    Balas
  84. roni

    allah mengenal kan diri nya melalui ciptaannya.melalui dzat nya,sifat nya,nama nya.mustahil ada nama tapi g ada wujud atau benda nya.setiap nama pst ada benda nya.

    Balas
  85. roni

    klu d dalam al quran dan hadist saja tdk lah cukup untuk mengenal tuhan.krn dalm al quran stiap yg menceritakan ttg allah pst dsebut kan bagi kaum yg mw memikirkan.jd allah itu ada dlm diri q,bukan berarti aq adalah tuhan.d dalam tubuh adam ada bentuk allah, di dalm tubuh allah ada bentuk adam. adam huruf nya alif dal mim.artinya allah dan muhammad.klu msh kaji syariat pst tdk dterima nya.krn syariat mengkaji kulit.

    Balas
  86. roni

    pesan q untuk kalian smw.kenali allah dan jalani hidup spt rasul nya.jgn kenali rasul nya dulu krn mmbuat anda tdk akan kenal kpd allah.krn rasul itu ciptaan allah spt diri kita jg.maka nya beriman dulu baru islam jgn islam dulu baru beriman.igt apa isi rukun iman,dsbt kan di situ percaya kpd allah yg pertama dan seterus nya.br kita msk ke rukun islam.setelah kita percaya baru lh kita bersaksi tiada tuhan selain allah.dan jln kan rukun islam nya.smg kita smw selamat.krn islam itu arti nya selamat.

    Balas
  87. Shamshatul_Barizon

    bercerita ilmu tuhan tak kan habis sampai bila-bila kawan..

    hanya orang yang merasanya akan mengetahui kelazatan sehingga tidak sanggup melepaskannya…

    Balas
    1. begoilmu

      Bicara soal ketuhanan…JANGANLAH BERTANYA BAGAIMANA TUHAN, AKAN TETAPI BERTANYALAH SIAPA DAN DIMANA TUHAN. Apa bila bertanya bagaimana TUHAN sekali-kali kamu tidak pernah tahu rupa TUHAN. Bertanya bagaimana TUHAN hanya HAKEKAT yang bisa rasakan.

      Balas
  88. Edi Susanto

    Roh yang tertinggi pada diri manusia adalah roh KEBENARAN. maka tunduklah padaNya. Semua yang baik datangnya dari Allah. Yang jahat dari setan. Manusia adalah khalifah di bumi, menjaga bumi tetap baik. Allah menciptakan manusia dengan kekhasanya masing-masing. sepanjang manusia mengikuti kata hatinya tanpa ada pamrih keduniawian, itu adalah benar. kata hati ibarat kata tuhan. kata tuhan tentu yang baik-baik. yang baik-baik bisa berbeda-beda. yang kristen menjalankan ibadah tanpa pamrih keduniawian, tapi karena ikhlas dan berbuat baik sesuai dengan ajarannya. begitu juga Islam, hindu, budha. mereka mengikuti kata hatinya. tapi kalau kristen masuk islam karena keduniawian sedangkan kata hati terdalam mengatakan tidak, itu juga murtad. begitu juga yang islam dll. kalau kamu bilang ingin membunuh orang orang, itu bukan kata hati, karena yang jahat datangnya dari setan. yang datang dari setan itu merugikan. Begitu gambaran pandangan Sufi.

    di manapun di seluruh bagian dunia ada penganut kebaikan dan kejahatan. hanya namanya yang berbeda, intinya penganut kebaikan dan penganut kejahatan. sumbernya kebaikan tahu jika ada yang sedang menyembah. begitupun sumbernya kejahatan tahu jika ada yang menyembah. penganut kebaikan berbuat baik, penganut kejahatan berbuat jahat. penganut kebaikan berusaha untuk bermanfaat di dunia ini. penganut kejahatan merugikan di dunia ini. tumbal bayi/manusia, tidak mandi 40 hari, membunuh 7 perawan itu cara-cara amalan dalam penganut kejahatan.

    waktu tsunami di aceh ada tiga orang bersaudara membawa masing-masing 1 mayat. masing-masing mengatakan bahwa itu mayat bapak mereka. mereka berdebat. akhirnya masing-masing menguburkan mayat yang mereka bawa. padahal mereka kakak beradik, seharusnya mayatnya hanya satu. setiap ziarah masing-masing berbeda kuburan. Tapi tentunya sang ayah diakherat tidak pernah marah pada ketiga anak tersebut. sang ayah tahu doa ketiga anak itu untuknya. Apalagi Tuhan yang maha tahu. Dia tahu mana yang hatinya penuh dengan kebaikan dan mana yang penuh kejahatan.

    firaun tidak sama dengan Alhalaj./Seikh Siti Jenar(ssj). firaun hidupnya berfoya-foya di atas penderitaan orang lain. sedangkan AlHalaj/ssj tidak. SSJ ajaran utamanya adalah mandiri(bermanfaat untuk diri/tidak menjadi parasit) lalu selanjutnya bermanfaat untuk orang lain.

    jadi saya menghormati semua nabi, semua penganut kebaikan, semua agama yang membuat bumi ini damai.

    Balas
  89. Hari

    To : Mas Edi Susanto

    Dengan melihat penjelasan Mas nampak adanya PENGABURAN PERSOALAN …
    Yaitu …
    Pembauran antara KEBENARAN dengan KEBAIKAN …
    Padahal KEBENARAN itu selalu dikaitkan dengan FAKTA …
    Apakah FAKTANYA mendukung atau tidak ?
    Sedangkan KEBAIKAN adalah buah atau hasil dari suatu PROSES …

    Mas memberikan CONTOH dengan TEPAT …
    Yaitu contoh …
    waktu tsunami di aceh ada tiga orang bersaudara membawa masing-masing 1 mayat. masing-masing mengatakan bahwa itu mayat bapak mereka. mereka berdebat. akhirnya masing-masing menguburkan mayat yang mereka bawa. padahal mereka kakak beradik, seharusnya mayatnya hanya satu. setiap ziarah masing-masing berbeda kuburan. Tapi tentunya sang ayah diakherat tidak pernah marah pada ketiga anak tersebut. sang ayah tahu doa ketiga anak itu untuknya.

    Apakah mayat tiga orang yang dibawa masing-masing anak tsb BENAR SEMUA ?
    Jawabnya yang BENAR cuma ada 2 yaitu :
    Pertama, hanya salah satu mayat tsb yang menjadi mayat ayah mereka; atau
    Kedua, ketiga mayat tsb bukan mayat ayah mereka. Jadi mereka belum ketemu mayat ayah mereka yang BENAR,

    Persoalannya adalah SAAT MENDOA, kenapa masing-masing anak ber SIKUKUH akan mayat bawaan masing-masing sebagai mayat ayahnya ? Kenapa mereka TIDAK BERUSAHA mencari KEBENARAN atas 3 mayat ini ? Mayat manakah yang benar-benar mayat ayahnya ? Dengan menggunakan test genetik ?

    Setelah test genetik dilakukan, ternyata yang benar adalah A ? Apakah B dan C bisa mengakui mayat A sebagai ayahnya ? Kalau mereka TIDAK MAU MENGAKUI ? B dan C PASTI DISALAHKAN bukan ?

    Sepertinya hal itu bisa diterapkan kepada persoalan ke TUHAN an ini … Dengan demikian masalah KEBENARAN adalah satu sisi, PENGAKUAN akan KEBENARAN tsb adalah sisi lain.

    Dengan demikian … Bisa saja suatu KEBENARAN diakui dan diyakini sebagai kebenaran; tapi
    Banyak sekali …
    Yang tahu KEBENARAN tapi TIDAK mengakuinya …

    Siapakah yang MENYEBUT DIRINYA TUHAN dan dengan GAMBLANGNYA …
    Menjelaskan akan KETUHANANNYA dengan LOGIS, CLEAR and SIMPLE
    Selain ALLAH SWT ?
    TIDAK ADA BUKAN ?
    Kenapa ?
    Karena yang lain yaitu yang selain ALLAH SWT …
    Penjelasannya AMBIGU alias mendua, men tiga meng empat dst …

    Hal-hal yang SEJELAS itu masih saja TIDAK DIAKUI ?
    Kenapa ? Tentu masing-masing pribadi BISA MENJELASKAN …

    Terus KENAPA masalah KEBENARAN yang seperti ini dilemparkan ke soal KEBAIKAN ?
    Apakah ini BUKAN PENGABURAN MASALAH ?

    Balas
  90. edi susanto

    terimakasih mas Hari. anda membuat kita jadi terus berpikir ke arah yang lebih baik.
    maaf kalau saya belum begitu bisa gamblang mengartikan antara kebaikan dan kebenaran.

    untuk contoh yang di aceh, kita umpamakan saja belum ada tes genetik tentang fakta mayat ketiganya dan mereka sudah berusaha mencari bukti kebenaran, tetapi mereka tetap kukuh pada pendiriannya. secara wujud harfiah ketiga anak itu pasti ada yang salah atau salah semua. tapi secara tidak wujud harfiah ketiga anak tersebut BENAR mendoakan arwah ayahnya. SALAH, kalau diantara mereka di dalam hatinya sudah ada yang percaya bahwa yang benar adalah mayat yang dibawa saudaranya yang lain tapi karena kepentingan dunia tetap pura-pura kukuh pada pendiriannya. kalau mereka BENAR menyatakan sesuai hatinya berarti BAIK. kalau mereka kukuh tapi tidak dari hati nuraninya tapi untuk kepentingan lain berarti SALAH. kalau mereka tulus mendoakan, pada hakekatnya mereka semua BENAR mendoakan satu orang ayah, yang berarti BAIK.

    keyakinan tidak linier dengan fakta, karena tidak ada fakta tentang keberadaan tuhan. tapi kita yakin, dan keyakinan tentang tuhan berbeda-beda caranya dan ayatnyanya. semua orang kalau punya keyakinan sudah mendarah daging tidak bisa dipaksa untuk ikut keyakinan lain. keyakinan letaknya di dalam hati individu masing-masing. Berarti Keyakinan adalah hal sangat privasi/paling asasi. Dan jika ada pemaksaan suatu keyakinan berarti salah karena sudah melanggar privasi/hak asasi. dan ini akan menyebabkan keributan bahkan perang nuklir yang bisa menghancurkan dunia. Andai saja ulama terbesar dan Paus (Maaf ini andai, bukan maksud apa-apa) menyatakan perang dipastikan dunia hancur dan tugas manusia dibumi sebagai khalifah menjaga bumi gagal total.

    Balas
    1. Hari

      To : Mas edi susanto

      BENAR dan BAIK itu harus jalan pararel atau sekaligus …
      Hakekatnya seperti MATA UANG yang memiliki 2 (dua) sisi
      Tidak bisa memilih HANYA SALAH SATUNYA saja …
      Melainkan …
      Kedua-duanya harus dipilih sekaligus

      Dalam kasus 3 (orang) anak di Aceh tsb …
      Kalau mereka sudah berkomunikasi sesamanya …
      Maka masing-masingnya akan mepertanyakan mayat yang dibawanya …
      Apakah BENAR bahwa mayat yang dibawanya itu adalah mayat ayahnya ?
      Karena masing-masing anak membawa mayat ayahnya sendiri-sendiri …
      Dan TIDAK MUNGKIN semua mayat itu adalah mayat ayahnya …
      Hanya ada satu yang BENAR yang merupakan mayat ayahnya …
      Atau … Bahkan ketiga-tiganya itu bukanlah mayat ayahnya …
      Inilah yang disebut dengan MASALAH KEBENARAN …

      Tapi …
      Karena seorang anak harus mendoakan ayahnya …
      Maka …
      Masing-masingnya mendoakan mayat yang dianggap ayahnya itu
      Inilah yang disebut dengan KEBAIKAN …

      Dalam kasus ini …
      KEBENARAN dan KEBAIKAN sepertinya TERPISAH …
      Padahal saat KEBENARAN dan KEBAIKAN MENYATU …
      Maka …
      Itulah KESEMPURNAAN AMAL …

      Jadi TIDAK BISA hanya BENARNYA saja tapi BAIKNYA TIDAK
      Atau
      BAIKNYA saja tapi BENARNYA TIDAK …
      Dua-duanya HARUS MENYATU …

      Inilah yang terjadi pada sejarah kemanusiaan …
      Memilih salah satu saja sudah cukup
      BENAR saja
      Atau
      BAIK saja
      Padahal …
      KESEMPURNAAN itu diletakkan pada KESATUAN …
      Dari 2 sisi mata uang …

      Dalam hal AGAMA …
      Sepertinya … Seperti itu …
      Yang ditekankan selalu BAIKNYA saja … BENARNYA tidak …
      Atau BENARNYA saja tapi BAIKNYA tidak …

      Dalam KASUS ke TUHANAN …

      Selain ALLAH SWT yang ISLAM katakan …
      Selalu ada TAPINYA …
      Atau TIDAK BERNAMA …
      TIDAK BERANI menyatakan dengan TEGAS …
      Bahwa Dia lah TUHAN yang MAHA … itu …

      Hanya ALLAH lah yang TEGAS menyatakan bahwa
      DIA LAH SATU-SATUNYA TUHAN …
      TIDAK ADA TUHAN LAGI SELAIN DIA …
      Dan TIDAK ADA SEKUTU BAGINYA …

      Padahal ISLAM itu lahirnya BELAKANGAN …
      Kalau TUHAN-TUHAN sebelumnya itu BENAR-BENAR TUHAN …
      Maka TUHAN-TUHAN sebelumnya itu akan MENYATAKAN bahwa …
      TUHAN yang dikatakan ISLAM itu yaitu ALLAH … adalah SALAH
      Yang BENAR adalah bla … bla … bla … dengan DATA dan BUKTI OTENTIK
      Berupa KITAB TERTULIS …

      Kenapa TIDAK ADA ya ?
      Karena TIDAK ADA maka …
      TUHAN-TUHAN yang disebut SEBELUMNYA itu adalah TUHAN-TUHAN PALSU …

      Inilah KEBENARAN … Sebagai SYARAT MUTLAK …
      Berpegang pada KEBENARAN saja …
      Tanpa penerapan yang BIJAK atau BAIK …
      Yang TERJADI adalah BENTURAN KERAS sekali …

      Untuk itu BENAR dan BAIK harus dijalankan secara SEKALIGUS
      TIDAK SENDIRI-SENDIRI
      Demi tercapainya KESEMPURNAAN …

      Jadi boleh saja BAIK tapi kalau SALAH ?
      Boleh saja BENAR tapi kalau NGAWUR ?
      Yang SEMPURNA itu adalah BENAR dan BAIK sekaligus …
      Sebagaimana sisi mata uang yang harus diterima dua-duanya sekaligus …

      Balas
  91. edi susanto

    saya sudah mengatakan untuk cerita Aceh secara logika pasti ada yang salah atau salah semua. Tapi bukan itu intinya. Intinya mereka benar mendoakan ayah mereka. kalau mereka mendoakan seorang perampok yang baru di kenal setahun tapi sering memberi mereka uang dari hasil yang merugikan orang lain dan membenci ayah mereka yang memang miskin tapi merawat mereka sampai besar walau dengan susah payah. Dan karena bencinya mereka tidak mau mendoakan Ayahnya, Tentunya ini salah dan tidak baik.

    Dalam bahasa sehari2 orang mencuri dikatakan SALAH(sinonimnya TIDAK BENAR). Dalam Pengadilan orang yang mencuri dikatakan BERSALAH, berarti BERBUAT YANG TIDAK BENAR. Padahal menurut anda orang yang mencuri itu tidak salah tetapi berbuat tidak baik. Tapi buat apa kita meributkan bahasa yang bukan menjadi inti. Apa kita akan saling berkelahi hanya karena sebuah kata yang bukan hakekat/inti persoalan? dan malingnya yang menjadi inti persoalan malah lari? Intinya adalah orang yang mencuri harus dihukum,itu benar dan baik. Bukan yang dicuri yang dihukum. itu tidak benar dan tidak baik.

    Nah, sekarang kita bicara kata BENAR dari sudut yang awal lagi. Yang SEMPURNA adalah baik dan benar berjalan beriringan BETUL SEKALI. kalau anda merasa bahwa andalah yang SEMPURNA baik dan benar,maka bersyukurlah anda dan do’akan mereka yang baik dan bermanfaat di dunia tapi tidak benar menurut anda untuk dimaafkan karena mereka memang tidak tahu dan bukan pura-pura tidak tahu. Begitupun orang yang lain keyakinannya dengan anda berbuatlah seperti itu juga. Hidup rukun damai tidak saling merugikan dan bermanfaat di dunia.

    kebenaran dalam keyakinan tidak bisa dibuktikan. Karena tidak bisa dibuktikan, masing-masing bisa sangat teguh pada keyakinannya. Masing-masing merasa bahwa dialah yang paling benar dan baik. kalau sudah dibuktikan banyak orang dan akhirnya semua tahu, namanya bukan keyakinan lagi tapi kepastian. Jaman dulu dikatakan sudah ada orang yang berkeyakinan bahwa bumi ini bulat, Tapi sekarang setelah ada bukti dan diakui seluruh dunia bahwa bumi itu bulat maka orang ngomong bumi bulat sudah bukan berkeyakinan lagi.

    maka menurut saya tidak ada yang salah dalam berkeyakinan sepanjang keyakinan itu menuju pada kebenaran hakekat dan kebaikan. Tentu saja kata SALAH,BENAR, BAIK bisa diartikan lain-lain lagi dan tidak ada selesainya. Tapi bukan arti kata-kata itu yang menjadi inti. Yang menjadi inti adalah bagaimana kebersihan hati kita menjalankan amal ibadah yang memberi manfaat di dunia sesuai perintahNya. Manusia diciptakan dengan pola pikir yang berbeda-beda dan tentu mustahil diseragamkan.

    Balas
    1. Hari

      Tks P. edi susanto atas tanggapannya

      Anda masuk ke dalam masalah keyakinan dan dikaitkan dengan kebenaran …

      Ternyata …
      Yang berkeyakinan itu bukan hanya milik orang beragama saja
      Tapi …
      Orang atheis pun juga ber keyakinan
      Bahkan …
      Kadang sedemikian teguhnya sehingga bisa memporakporandakan orang-orang yang berkeyakinan ber ketuhanan

      Kalau disandingkan …
      Apakah yang berkayakinan atheis dan yang berkeyakinan theis itu dua-duanya BENAR ?
      Pasti salah satunya BENAR atau dua-duanya SALAH
      TIDAK MUNGKIN dua-duanya BENAR

      Sedangkan yang THEIS pun ter diferensiasi …

      Ada yang berkeyakinan akan ke ABSOLUTAN TUNGGAL
      SATU ya SATU titik tidak ada tapinya
      Sekaligus BISA MENJELASKAN profile-NYA secara GAMBLANG

      Ada juga yang berkeyakinan akan ke ABSOLUTAN TUNGGAL juga …
      SATU itu SATU … Tapi … Masih ada TAPInya … (Jadinya membias)
      Dan SUBYEK itu sendiri
      TIDAK BISA MENJELASKAN EXISTENSINYA secara GAMBLANG … LUGAS dan TUNTAS …

      Bahkan ada yang berkeyakinan akan ke ABSOLUTAN TUNGGAL
      Tapi tidak memberikan nama atas SUBYEK ABSOLUT itu

      Atas KEYAKINAN-KEYAKINAN itu …
      Dari sisi waktu
      Ternyata yang TERAKHIRlah yang PENJELASAN atas ke ABSOLUTAN TUNGGAL …
      Sedemikian GAMBLANG … LUGAS dan TUNTAS …

      Itulah KEYAKINAN dikaitkan dengan KEBENARAN
      Yang belum tentu KLOP alias KLIK

      Apakah mau MEMILIH ATHEIS ?

      Atau memilih THEIS …

      Theis …
      Yang bisa menjelaskan DIRINYA yang ABSOLUT itu …
      Secara GAMBLANG, LUGAS dan TUNTAS

      Atau memilih Theis …
      Yang penjelasan atas diriNYA yang ABSOLUT itu
      Agak KABUR ?

      Atau memilih Theis …
      Yang Theis itu sendiri TIDAK MEMILIKI nama diri ?

      Terserah manusia saja …
      Yang JELAS …
      Pilihan yang ada tsb TIDAK SEMUANYA BENAR …
      Yang BENAR HANYA SATU …
      Atau SEMUANYA SALAH …

      Saat MEMILIH yang SALAH …
      PASTI yang ABSOLUT TUNGGAL itu akan MENOLAK

      Hal ini dapat dikiaskan sebagai berikut …

      Ada anak yang betul-betul dipelihara dengan penuh kasih sayang oleh orang tuanya …
      Saat DEWASA atau PAHAM MASALAH …
      Anak ini SUKSES …
      Sedemikian suksesnya sehingga assetnya trilyunan dollar …

      Tapi TERNYATA …
      Anak tsb TIDAK MENGAKUI ORANG TUANYA sendiri …
      Sebagai ORANG TUANYA …
      Malah mencari ORANG TUA lain sebagai ORANG TUANYA …

      Kira-kira orang tua anak tsb …
      Mau menerima pemberian dari anak tsb ?
      Jawabannya tahu kan ? (Pastilah TIDAK MAU)

      Karena betapa sakitnya hati orang tuanya …
      Anak tsb dipelihara dengan begitu penuh kasih sayangnya …
      Ternyata malah tidak mau mengakui mereka sebagai orang tuanya ?

      Jadi kalau TUHAN yang BENAR kita nafikan atau TOLAK sebagai TUHAN …
      Terus kita MENCARI TUHAN LAIN selain TUHAN yang BENAR tsb ?
      Padahal PEMBERIAN TUHAN yang BENAR tsb begitu BANYAKNYA …
      Begitu MELIMPAHNYA …
      Kira-kira TUHAN yang BENAR tsb mau menerima kita ?
      Pasti tahu kan jawabannya ?

      Sesuatu yang BENAR itu SIMPLE, LUGAS dan CLEAR …

      Balas
  92. edi susanto

    Pak Hari, tepat sekali hanya ada Allah SWT Yang Esa. Benar-sebenar-benarnya. Titik. Itu keyakinan kita bukan orang lain. Keyakinan kita harus dihormati. Apakah kita mau menghormati keyakinan orang lain? Apakah orang lain yang punya keyakinan selain seperti kita itu semua bersalah? Saya tidak pernah menyinggung masalah atheis. saya bilang tentang perbedaan keyakinan adanya Yang Ghaib, Dzat yang maha kuasa. seorang Atheis pun kalau dalam hidupnya banyak membantu orang-orang beragama, menghormati orang beragama, dan tidak mau mengajak orang lain menjadi seperti dia, Apakah dia harus dihukum? urusan isi hati yang bersih, penuh napsu, baik, benar, masalah keyakinan hanya urusan Allah karena hanya Allah yang tahu hakekat sebenarnya isi hati orang. Di dunia kita menghukum masalah yang kita tahu dengan bukti seperti pencurian, pembunuhan dsb.

    Semua manusia milik Allah apapun keyakinannya. Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna.Manusia diciptakan sebagai makhluk yang berpikir bukan seperti hewan yang tidak berpikir sehingga bisa menurut saja jika di suruh baris tanpa tahu mau kemana. Karena itu Perbedaan isi kepala manusia adalah hal yang pasti sudah menjadi kodrat. Hanya Secara moral dia mau berpikir ke arah kebaikan atau kejahatan (itu hakekatnya).

    Konsep ketuhanan dalam isi kepala masing2 dalam satu anggota keluarga seagama saja bisa berbeda-beda hanya tidak diungkap dengan pertimbangan berbagai hal. Si Anto tahu bahwa jalan ke Jakarta itu sesat karena dia pernah ke jakarta lalu memberitahukan orang yang belum pernah ke jakarta itu jalan yang benar. kalau Allah SWT Dzat yang tidak bisa di lihat dengan mata kepala. tetapi dengan mata batin. dan melalui pengalaman batin itu bisa berbeda-beda. atau susah diungkapkan dengan bahasa kata sehingga begitu diungkapkan dengan bahasa kata bisa menimbulkan pro dan kontra, seperti Al Hallaj dan SSJ. Masalah kebenaran seseorang mengalami pengalaman batin itu hanya Allah yang tahu. manusia tidak bisa mencap bohong dan tidak karena manusia tidak tahu isi ruang batin orang lain.

    Anda selalu berpikir hanya dari sudut pandang anda sendiri. Sesekali coba anda menjadi netral. Atau sesekali coba anda keluar untuk berpikir dari sudut pandang orang lain. Kenapa si A begitu? Apa latar belakangnya? Kalau anda melakukannya nanti anda akan menjadi maklum dengan tetap meyakini keyakinan anda sendiri.
    Kita bisa maklum kenapa Nabi Isa dianggap Tuhan (saya tidak tahu konsep sebenarnya). Nabi Isa itu manusia yang tidak lumrah sebagai manusia. Masih bayi sudah bisa ngomong, lalu manusia berpikir itu bukan bayi yang ngomong, melainkan Allah melalui tubuh bayi. Nabi Isa bisa menghidupkan burung dari tanah liat. bisa menghidupkan orang. Yang terpenting sebagai manusia dia maha pengasih dan pengampun. manusia kok ngga lumrah bisa ngga marah atau mengutuk sedikitpun sama orang2 yang sudah sebegitunya menyiksa sampai menyalib. minta tolong , minta ampun pun tidak, malah dia mendo’akannya. Ini seperti bukan sifat manusia, penganutnya menganggap ada roh tuhan ditubuh Nabi Isa. sampai akhirnya bangsa yang menyiksa, romawi atau italia malah menganut ajarannya dan menjadi pusatnya. penganutnya sampai anak cucu menganggap Nabi Isa anak tuhan hingga mendarah daging. Kalaupun mereka salah bagaimana mungkin mengubah isi batin yang sudah dua ribu tahun berjalan. Seperti anda merasa benar mereka pun merasa benar. hakekatnya adalah menuju kemana mereka kebaikan atau kejahatan?

    Seperti saya bilang keyakinan tidak berpegang pada logika karena letaknya di hati. seperti jatuh hati kepada sesorang kadang tak ada logika ( hehehe. . seperti lagu agnes monika), begitupun jatuh hati hati pada tuhan kadang tak ada logika. Kalau bicara logika, bagaimana kita bisa menjelaskan tentang isro mi’roj dalam semalam sampai langit ke tujuh. tidak ada seorang pun yang menyaksikannya. Kita tidak meminta fakta. Tapi ini keyakinan. kita ambil HAKEKAT HIKMAH apa yang terkandung dari Isro Mi’roj.

    Jadi hakekat kebenaran keyakinan bukan pada apa yang terbaca atau terlihat. Tapi Pada isi hati tulus menjaga keselarasan hidup alam dan manusia. karena pada hakekatnya agama muncul saat keadaan tidak selaras saling menghancurkan. bukan keadaan selaras yang membuat agama muncul. jadi kalau keadaa sudah baik tidak jahiliyah saling menghormati walaupun berbeda-beda itulah tujuan agama. Kita tidak perlu saling menyalahkan orang lain. kita tetap satu milik Allah.

    Balas
  93. edi susanto

    untuk P. Hari lagi.
    untuk cerita ayah dan anak anda. Kalau cerita antara ayah dan anak itu adalah sama-sama tahu siapa ayah siapa anak. Sedangkan dari kemarin yang saya bilang adalah sesuatu yang jika benar-benar tidak tahu dan bukan pura-pura tidak tahu. karena tidak tahu dengan fakta nyata terjadilah keyakinan-keyakinan. kalau sesuatu yang sudah ketahuan sudah bukan keyakinan lagi. kalau salah bisa jelas terlihat salah.

    Balas
    1. Hari

      Tks P. edi susanto atas tanggapan baliknya.

      Dalam tanggapan Bapak …
      Yang saya tangkap adalah bahwasanya keyakinan dan kebenaran adalah berimpit …
      Padahal …
      Kebenaran dan keyakinan itu bisa berimpit tapi bisa juga berseberangan …
      Karena KEBENARAN … dimanapun adanya dan kapanpun terjadinya … Tetap saja BENAR …
      Dia TIDAK dibatasi RUANG dan WAKTU …

      Merasa BENAR … Artinya BELUM TENTU BENAR …
      Tapi yang BENAR … Tetap saja BENAR …
      Dalam arti …
      KEBENARAN bisa di cross atau di verifikasi atas 3 (tiga) hal …
      RUANG (Tempat kejadian)
      WAKTU (Kapannya); dan
      ISI (apa yang diketengahkan ? Kebenaran PERNYATAAN)

      Bahasa KEBENARAN … Yang mendekati kesempurnaan adalah bahasa matematika …
      Dalam kasus contoh yang Bapak berikan …
      Ada 3 (tiga) anak masing-masingnya membawa mayat yang “dianggap” ayahnya
      Hal ini dapat dismbolisasikan :

      A … membawa mayat ayahnya (A’)
      B … membawa mayat ayahnya (B’); dan
      C … membawa mayat ayahnya (C’)

      Karena A,B dan C ini adalah satu darah, maka kemungkinan terjadinya komunikasi adalah tinggi sekali sehingga saat berkomunikasi tentang mayat ayah masing-masing, mereka akan pusing sendiri karena mereka tahu bahwa mayat yang dibawahnya itu kemungkinannya bisa BUKAN mayat AYAHNYA tapi karena TIDAK PERNAH BERKOMUNIKASI, maka mereka TIDAK TAHU hal itu.

      Persoalannya jadi SEDERHANA … Kenapa TIDAK BERKOMUNIKASI antar mereka ? Padahal mereka masih saudara se darah ? Apakah karena TIDAK MAU TAHU alias CUEK maka mayat siapapun yang BENAR, TIDAK ADA MASALAH … Yang PENTING kan doanya ke orang tuanya ? Kalau ini terjadi, maka memang pada dasarnya mereka itu TIDAK MAU MENCARI KEBENARAN … Mau BENAR kek … Mau SALAH kek … No problem …

      Kalau ini yang TERJADI … Kenapa kita RIBUTKAN ?

      Karena BENAR dan SALAH TIDAK BERPENGARUH …

      Logikanya … MAYAT yang BENAR itu BISA A’ atau B’ atau C’ bahkan mungkin A’, B’ dan C’ TIDAK ADA yang BENAR.

      Kalau TIDAK MAU TAHU …
      Persoalannya jadi lain.

      BERBEDA dengan kalau masing-masingnya mau tahu “pihak lain” ? Demi mencari KEBENARAN …
      Dengan DIALOG INTENS, KETERBUKAAN (Open mind atau out of the box) akan KETAHUAN yang ARGUMENTATIF, Lempar batu sembunyi tangan atau bahkan TIDAK MEMBERIKAN SEBUTAN ?

      Ini semua kalau di verifikasi dengan 3 (tiga) kategori yang ada, maka …
      KENURNIAN
      KEKUATAN
      KEJELASAN
      KETRUS TERANGAN
      Dsb.
      Akan TERLIHAT dengan JELAS hal-hal dimaksud …

      Balas
  94. edi susanto

    kebenaran tetap kebenaran tidak dibatasi ruang dan waktu. 5+5=10, di manapun, kapanpun. Itu ilmu pasti, matematika. tanpa kompromi.
    lainnya halnya kebenaran untuk sebuah pertanyaan ilmu moral, sosiologi, seni atau sosial lainnya jawabannya bisa berbeda-beda antara kemarin besok di sana atau di sini. kemudian tutor harus bisa menangkap inti dari jawaban tersebut. jawaban yang kemarin dianggap salah bisa dikompromikan lagi menjadi benar setelah diteliti lebih lanjut.

    untuk cerita Aceh, dari kemarin saya bilang KALAU sudah berusaha mencari kebenaran termasuk komunikasi tetap tidak ada bukti yang membuat ketiganya punya satu titik temu. Jika ketiganya terus bersikukuh dan terus berdebat bahkan berkelahi seperti suni dan syiah di timur tengah yang sampai sekarang sudah banyak memakan korban jiwa. Tentu sangat disayangkan. Atau jika mereka terus ingin membuktikan dengan setiap hari mencari kebenarannya sampai meninggalkan tugas manusia untuk berkarya di dunia yang bermanfaat untuk anak, istri, lingkungan. dan sampai tua lemah tak berdaya dan mati tak ketemu jawaban. Sang Ayah di akherat malah sedih menyaksikan ketiga anaknya. padahal sang ayah tahu kalaupun dia mendoakan tubuh yang salah pada hakekatnya bukan mendoakan tubuh yang salah tapi mendoakan sang ayah.

    Nah seperti kita. Kita meyakini kitalah yang benar kitalah yang memegang tubuh sang ayah yang sebenarnya. Yang lain memegang tubuh yang salah.

    kalau dalam agama kita meyakini kitalah yang benar, yang lain salah. Dan pada hakekatnya yang lain juga menyembah kebenaran yang intinya satu. Dan Allah yang maha esa tahu kemurnian isi hati orang. Ada Mahatma Gandi yang hatinya bersih membela kebenaran, ada mother Theresa, ada Dalai lama. Mereka juga punya kebersihan hati. Hanya mereka terlahir di tempat yang lain dengan kita sehingga tata cara menyembah kebenarannya jadi lain sesuai apa yang tertanam sejak kecil. Seperti anda yang sejak kecil mengaji sehingga tata caranya Islam. Coba anda terlahir di Tibet.

    argumentasi anda sehebat apapun kepada orang yang punya keyakinan lain kemungkinan terbesar tidak akan mempan jika keyakinan orang tersebut sudah kokoh. kecil sekali kemungkinannya jika orang tersebut menjawab,”kamu benar banget, aku ikut kamu, ah!”

    Seargumentatif apapun itu semua adalah keyakinan yang tertanam berdasarkan ajaran yang kita anut. Bukan dari pengalaman anda yang kemudian anda bisa mengajak orang-orang untuk bilang, tuh buktinya. Alam akherat adalah alam ghaib jadi anda tidak bisa membuktikan apa-apa.

    Karena kalau terus dipaksakan perbedaan menjadi keseragaman, yang timbul adalah anda akan marah-marah tidak tahan menghadapi orang yang menurut anda: ” kok bodoh banget tidak paham juga,ya!!. Lalu yang lain juga seperti itu.

    Balas
    1. Hari

      Tks P. edi susanto atas tanggapannya.

      Kebenaran … Selalu diletakan atas faktanya …
      Akan berbeda dengan soal RASA …
      Seperti pada bidang SENI …
      Disana tidak ada BENAR SALAH …
      Yang ada adalah soal RASA … RASA KEINDAHAN …
      Dan ini menjadi RELATIVE …
      Karena terikat dengan RUANG, WAKTU dan STRATIFIKASI masyarakat …

      Dalam kasus 3 anak di Aceh tsb dengan 3 mayat ayahnya masing-masing …
      Saat mereka berdialog antar mereka tentang mayat siapa yang benar sebagai mayat ayahnya …
      Mereka tidak mencapai KATA SEPAKAT akan mayat siapa yang benar sebagai mayat ayahnya ?
      Tapi mereka SEPAKAT bahwa ke 3 mayat tsb …
      Hanya ada 1 yang BENAR, 2 lainnya SALAH
      Atau malahan ketiga-tiganya SALAH …

      Dalam kasus mayat ini …
      PRAKTIS TIDAK MEMBAWA IMPLIKASI MENDASAR …

      Akan BERBEDA kalau hal itu diterapkan ke MASALAH TUHAN ?
      Si A menyatakan bahwa TUHAN itu SATU tapi terdiri atas 3 entitas
      Yang masing-masingnya memiliki fungsi dan tugas masing-masing …

      Si B bilangnya lain lagi …
      Bahwa Tuhan itu memang SATU tapi tidak bisa menyebutkannya …
      Karena sedemikian BESAR, AGUNG dan LUAR BIASANYA …

      Si C bilangnya lain lagi …
      Tuhan itu SATU tapi TERDIRI ATAS 3 OKNUM …

      Dan si D yang terakhir menyatakan bahwa …
      TUHAN itu SATU TITIK
      Tidak ada tapi-tapinya …
      Yang MENJELASKAN tentang DIRINYA yang SATU itu
      Begitu SEDERHANA, LUGAS dan TUNTAS
      Dan BERANI tanpa TEDENG ALING-ALING memberikan ANCAMAN
      Bagi SIAPA saja TANPA KECUALI …
      Berupa pemberian SIKSAAN yang begitu MENGERIKAN …
      Kalau SIAPApun itu telah SALAH dalam mem PROFILE kan DIRINYA …
      Terus TETAP BERBANGGA dan MEMPERTAHANKAN KESALAHAN itu …
      Sampai akhir hayatnya …

      Silahkan PILIH …

      Kekuatan NALAR lah yang dapat MENYINGKAP KEBENARAN yang ada

      Persoalannya manusianya mau atau tidak ?
      Karena di jaman sekarang ini …
      Dengan keterbukaan informasi yang BLAK …
      Dengan adanya INTERNET …
      Sehingga seseorang BISA masuk ke area yang diluar domainnya …
      Dimanapun dan kapanpun …
      Asalkan ada alat dan prasarananya …
      Entah itu di TIBET …
      Atau di BURUNDI …
      Atau di belahan dunia manapun juga …
      Pastilah bisa didapatkan informasi-informasi penting yang dibutuhkan …

      Persoalannya kembali ke manusianya …
      Mau atau tidak ?
      Bukan soal ada atau tidak adanya informasi yang dibutuhkan …

      Sedangkan mengenai MAHATMA GANDHI … Ibu Theresia … Atau Siapapun juga ?
      Kalau sudah masalah ARAH …
      Yaitu ARAH ke TUHAN yang SEBENARNYA … Sudah SALAH …
      TUHAN mau TERIMA tidak ?
      Bagaimana TUHAN mau TERIMA ?
      Bahkan DIRINYA memberikan ANCAMAN kepada SIAPAPUN juga yang telah SALAH dalam mem PROFILE kan DIRINYA …
      Artinya TIDAK MENERIMA kan ?

      Terus jangan dibalik …
      Kalau ARAHNYA sudah BENAR …
      Tapi AMALNYA AMBURADUL …
      Sama saja alias SETALI TIGA UANG …
      Akan DAPAT ANCAMAN juga … Berupa SIKSAAN yang begitu BERATNYA …

      Kalau mau SELAMAT …

      Ingatlah HUKUM 2 sisi mata uang …
      Harus memenuhi 2 sisi sekaligus
      TIDAK BISA hanya salah SATU SISInya saja …

      Berupa …
      BENAR ARAHNYA (IMANNYA) …
      Besar amal kebajikannya …

      Balas
      1. Hari

        P. edi susanto …

        Kalau seseorang itu PERCAYA akan HAKEKAT yang SATU … Yaitu TUHAN yang SEBENARNYA …
        Terus TUHAN yang SEBENARNYA itu menunjuk UTUSANNYA … Berupa NABI …
        Dan NABI itu memberikan INFORMASI kepada MANUSIA akan ..
        Pertama, KEJELASAN ARAH yang DITUJU yaitu TUHAN yang SEBENARNYA
        Kedua, How to … Caranya …
        Bagaimana caranya yang sekaligus etikanya kalau berhubungan dengan TUHAN tsb ?

        Terus ada seseorang yang begitu PERCAYANYA akan TUHAN yang sebenarnya …
        Tapi MENOLAK mengikuti CARA yang disampaikan UTUSAN TUHAN tsb ?
        Ini sama saja dengan TIDAK MENGAKUI ketetapan TUHAN atas PENUNJUKAN tsb ?
        Apakah ini bukan diartikan sebagai PEMBANGKANGAN ?

        Katanya PERCAYA sama TUHAN ?
        Tapi MEMBANGKANG atas ketetapan TUHAN yang menunjuk seorang NABI sebagai acuan code of conduct yang ada ?
        Bukankah ini berarti PERCAYA yang satu dan MENAFIKAN yang lainnya ?

        Jadi sebenarnya pada dasarnya mereka ini tidak mempercayai akan TUHAN yang SEBENARNYA …

  95. edi susanto

    Bagaimana membuat implikasi mendasar ?! memangnya saya orang hebat bisa membuat implikasi mendasar?! He3… Saya sudah tahu contoh seperti apapun tidak akan bisa tepat menggambarkan secara tepat tentang KETUHANAN yang sangat sakral. wong kata HAKEKAT yang saya katakan saja tidak bisa sepaham antara saya dan anda, apalagi ketuhanan yang paling ghaib. sudah saya katakan isi kepala manusia tidak seragam. tapi ngga apa2 latihan ngetik dan bisa tampil di nesia.wordpress, he3… Dan Indonesia sudah punya toleransi tinggi dan damai saling menghormati perbedaan sebelum Islam masuk (makanya Nabi tidak diturunkan disini) dengan semboyan “Bineka Tunggal Ika”. Jadi jangan marah-marah ya, he4…! “Bhineka Tunggal Ika!”

    coba anda melepas sebentar atribut anda sebagai muslim. Jadi netral (obyektif) seperti juri melihat peserta keyakinan di dunia. Pasti anda akan melihat sebagian besar atau hampir semua manusia tidak ada yang mau mencari tahu tentang kebenaran di luar kebenaran yang sudah dia terima bertahun-tahun sejak kecil. Karena mereka semua menganggap mereka sudah benar, dan masing-masing ada rasa takut dosa untuk mempelajari selain apa yang sudah tertanam sejak kecil. Tanya diri ANDA sendiri apakah anda sudah mempelajari tentang hindu, yahudi, kristen dll. Buat apa kan?! wong Saya sudah benar kok!! begitupun yang di Tibet.
    coba obyektif !! coba di survey secara ilmiah (he3…).

    Abu Thalib, Paman nabi Muhammad yang merawat beliau sejak remaja. Tidak pernah masuk Islam dan kukuh pada keyakinannya. Abu Tholib selalu melindungi Nabi Muhammad sampai mempunyai banyak pengikut. Saat mau meninggal Abu Tholib tidak mau mengucapkan kalimah syahadat. Apakah Nabi Muhammad akan mendoakan Abu Tholib orang yang mau membela hakekat kebenaran walaupun lain keyakinan untuk masuk neraka? Tentu tidak.
    Banyak Abu thalib Abu Thalib lain.

    saya cuma meyakini dan mendo’akan Abu Thalib-Abu Thalib lain yang membela hakekat kebenaran di seluruh dunia mendapat tempat yang baik di sisi Allah. Masalah kepastian keputusan-Nya jelas saya tidak tahu, andapun tidak tahu kalau menurut kebenaran ilmu pasti. Secara ilmu pasti kebenaran adalah sesuatu yang sudah terbukti. wong saya dan anda tidak pernah menyaksikannya,kok. Jadi bukan anda yang memutuskan bahwa Abu Thalib tidak di terima di sisi-Nya. Tentang selain Islam bisa masuk surga ada ayatnya, maaf saya lupa hehehe… tapi benar ada. maka saya berpegang pada yang itu.

    kalau membaca cuma apa yang dibaca. Bagaimana anda menjelaskan tentang Surat Al-mu’minuun (5-6) tentang diperbolehkannya menggauli budak milik sendiri? kalau hanya dibaca tanpa kompromi berarti orang boleh punya budak lalu syur dengan budaknya. Tentunya kita harus bisa menjelaskan yang tidak hanya tersurat tapi, bagaimana latar belakang, terus hakekat.
    atau barangkali anda setuju-setuju saja ada perbudakan: “lumayan bisa ngrasain yang lain-lain,he6..” Sangat disayangkan TKW2 kita paling banyak mendapat siksa dan perkosa di Timur Tengah negara muslim sedangkan TKW kita mendapat perlakuan bagus di Taiwan yang bukan Muslim. Jangan2 orang-orang Arab menganggap TKW seperti budak. untuk itulah kita mempelajari yang tersirat bukan hanya tersurat. atau kita pegang ayat-ayat yang tersuratnya bagus untuk kebaikan. tapi bukan menghapus yang tersuratnya kurang klop.

    Harapan saya dengan tidak saling menyalahkan keyakinan/agama orang lain adalah tidak adanya konflik di dalam Islam seperti Suni dan Syiah di timur tengah yang menjadi akar dari peperangan Iran dan Irak, bahkan di Palestina sendiri yang seharusnya bersatu menghadapi israel malah saling mencelakai dengan saudara sendiri. Sementara yang bukan muslim sudah melepas pertentangan yang bukan hakekat , mereka berlomba-lomba membuat teknologi canggih dan malah teknologi perangnya disuplai ke Timur tengah yang bertemperamen tinggi sehingga laku keras.
    Atau konflik agama di Poso dan Ambon. kalau kita tidak saling menyalahkan atau mengkafirkan keyakinan kebenaran lain pasti tidak akan terjadi seperti itu.

    Untuk yang di Poso dan Ambon tolong semuanya ingat bahwa saudara-saudara sekalian adalah sebangsa se-tanah air.

    Bhineka Tunggal Ika!! Peace..!!

    Balas
  96. Hari

    P. edi susanto …

    Tks atas komennya …

    Masalah Bhinneka Tunggal Ika adalah Semboyan negara kita … INDONESIA …
    Sebagai ikatan KEBANGSAAN kita agar TIDAK BUBAR …
    Karena masalah KEYAKINAN adalah MASALAH DASAR …
    Yang apabila DIPAKSAKAN akan menimbulkan KONFLIK BERKEPANJANGAN …

    Tapi pada tataran wacana …
    Masalah TUHAN yang BENAR ini perlu diungkap …
    Agar TIDAK SALAH JALAN …

    Premisnya adalah …
    Manusia yang beraneka ragam ini …
    Ada yang berkulit putih, hitam, sawo matang dan sebagainya …
    Ada yang berambut lurus, keriting, ikal dsb …
    Seakan-akan perbedaan-perbedaan itu …
    Memisahkan antar manusianya …

    Ternyata …
    Kalau dilihat dari persoalan biologi molekuler atau genetika, atau
    Fisiologinya …
    Manusia itu SATU adanya …

    Sehingga saat seseorang sakit panas … Obat sementaranya adalah paracetamol
    Demikian juga dengan sakit-sakit lainnya … Ada obatnya masing-masing …

    Manusia yang SATU itu …
    TERNYATA punya TUHAN SENDIRI-SENDIRI … ?
    Dan TUHAN masing-masingnya itu TERNYATA BERBEDA-BEDA dan SALING TABRAKAN …

    Dari manusia yang SATU itu … TUHANNYA BANYAK dan saling TABRAKAN …
    Apakah MUNGKIN ?
    Kalau TIDAK MUNGKIN … ? Bagaimana penjelasannya ?

    Inilah FAKTA …
    Dari MANUSIA yang SATU … TERNYATA TUHANNYA BANYAK …
    Kalau TUHAN-TUHAN itu BENAR SEMUA ?
    Apakah MUNGKIN ? Karena MASING-MASING TUHAN tsb itu SALING TABRAKAN ?

    Padahal dari sisi WAKTU …
    PENJELASAN atas TUHAN ini …
    Yang PEDE sekali, sekaligus CLEAR, LOGIC and SIMPLE …
    Adalah penjelasan agama TERAKHIR yaitu ISLAM …

    Inilah yang mengarahkan pada usaha untuk melihat lebih terbuka atas agama-agama lain …
    Melalui internet dengan Google-nya …
    Trace Musa … Maka keluarlah subyek bahasan tentang Musa yang begitu banyaknya …
    Trace Hindhu … Maka keluarlah subyek bahasan tentang Hindhu yang begitu banyaknya …
    Trace Buddha … Maka keluarlah subyek bahasan tentang Buddha yang begitu banyaknya …
    Trace Confucious … Maka keluarlah subyek bahasan tentang Confucious yang begitu banyaknya …
    Juga dengan men trace Islam … Maka keluarlah subyek bahasan tentang Islam yang begitu banyaknya .
    Demikian seterusnya …

    Jadi kalau ditanya ke saya dalam hal mempelajari agama-agama yang ada, maka hal itupun telah saya lakukan
    Dengan cara menelusuri ke subyek agama yang ada
    Dan dalam penelusuran itu …
    TERNYATA …
    TUHAN yang menjadi POKOK setiap agama tsb …
    Selain ISLAM …
    Penjelasannya TIDAK TEGAS …
    Tidak menyatakan dengan TEGAS bahwa DIA lah TUHAN …
    Yaitu TUHAN yang MAHA …
    Yang MEMBERIKAN AMPUNAN, MENERIMA TAUBAT dan MEMBERIKAN ADZAB kepada kaum yang MUNGKAR dan MEMBERIKAN KARUNIANYA …

    DIA menjelaskan bagaimana langit ditinggikan TANPA TIANG ?
    GUNUNG-GUNUNG sebagai PASAK atau PEMBERAT agar BUMI TIDAK GUNCANG ? Dsb …
    Dengan SIFAT KEMAHAANNYA …

    Padahal kalau dilihat dari SISI WAKTU TURUNNYA WAHYU
    Maka ISLAM lah yang TERAKHIR ?
    Persoalannya adalah …
    Kenapa manusia masih TIDAK PERCAYA juga ? Akan PENJELASAN yang disampaikan ISLA ? Ada apa ?

    Balas
  97. Nur Cahyo

    Tuk Telonologi
    Mending anda diam, anda tidak mengerti apa apa, mudah2an kata2 andalah yg akan menjerat leher anda, buat yang seiman, sekeyakinan mari kita dalami lagi Tasawuf,

    Balas
  98. harman

    sekali saya tegaskan…..jangan sekali kali membahas AL HALAJ-al haq…dan SSJ-manunggaling kawula gusti…..kalau para sahabat..belum punya pengetahuan tentang ilmu hakikat(TASAWUF)…krn cenderung akan menghujat..memvonis sesat……..untuk mencapai tingkatan sperti mereka…sanggupkah anda untuk memfanakan diri…melenyapkan semua nafsu menikmati yg di suguhkan dunia ini…?????….al-haq yg keluar dr mulut AL HALAJ…manuggaling kawula gusti yg di sahut SYECH SITI JENAR saat di panggil SUNAN KALI JAGA…dan AKU lah ROH KUDUS…yg di lapazkan ISA ALMASIH……bukan pengakuan ketuhanan(memproklamirkan dirinya TUHAN)..tp lebih kpd perendahan diri seorang hamba…yg merasa dirinya hilang di hadapan SANG PENCIPTA…manifestasi kecintaan mrk yg teramat dalam….pd DZAT YG ESA..hingga berada dlm satu tahap kedekatan roh TUHAN dan mahluknya….mengapa iblis.dan malaikat di suruh sujud pada ADAM(QS.2:34)..inilah rahasianya………krn dlm diri ADAM terdapat ruh TUHAN…
    “Aku adalah Rahasia Yang Maha Benar, dan bukanlah Yang Maha
    Benar itu aku, aku hanya satu dari yang benar, dibedakanlah antara kami
    atau aku dan Dia Yang Maha Benar”.(AL HALAJ)Sebagaimana menurut al-Hallaj ia bukanlah Yang Maha Benar, tetapi hanyalah satu dari yang benar. Jadi menurutnya, ia bukan Tuhan. Oleh karena itu yang lebih tepat dalam manafsirkan atau memahami ajaran al- Hallaj adalah bahwa menurutnya, Tuhan mengisi diri manusia-manusia tertentu dengan sifat ketuhanan, maka jadilah manusia itu satu dari yang
    benar, dialah manusia yang memiliki / dikaruniai sifat Tuhan……MAHA BENAR ALLAH ATAS SEMUA YG BENAR…

    Balas
    1. Hari

      To : harman

      Kapan Iblis diperintah Alllah untuk sujud kepada Adam ?
      Adakah dalilnya tentang hal itu ?

      Bukankah yang diperintahkan Allah untuk sujud kepada Adam adalah para Malaikat ?
      Karena ada salah satu jenis Malaikat yang tidak mau sujud kepada Adam maka langsung oleh Allah disebut Iblis ?
      Karena TIDAK ADA MALAIKAT yang MEMBANGKANG PERINTAH ALLAH …
      Malaikat yang MEMBANGKANG … Langsung dikeluarkan dari kategori Malaikat dan disebut IBLIS ?

      Yang kedua, sesuai cara penjelasan anda tentang Al Hallaj dan SSJ …
      … sanggupkah anda untuk memfanakan diri…melenyapkan semua nafsu menikmati yg di suguhkan dunia ini…?????….

      Cara pandang seperti ini … Persis dengan olah jiwa dalam agama Budha ?
      Padahal anda menggunakan ISLAM tapi tanpa disadari mengambil MILIKNYA BUDHA ?

      Kenapa ya ?

      Balas
  99. begoilmu

    Bagaimana bisa bertemu kalau berbeda pandangan yang satu melihat dari depan dan yang satu melihat dari samping, fokus yang dilihat itu sudah berbeda. Yang satu melihat dari sudut pandang syariaat (lahiriah) dan yang satu melihat dari sudut pandang mahrifaat (bhatiniah). Al hallaj dan SSJ adalah sufi pada tataran mahrifaat bukan pada tataran syariaat, sampai kapanpun makalah ini dibahas tidak akan ada titik temunya, bahkan saling tuduh menuduh. Seseorang yang berada pada tataran mahrifaat, akan menilai Al hallaj dan SSJ itu memang benar sedangkan orang yang berada pada tataran syariaat akan memberi penilaian yang salah bahkan dikatakan sesat, kenapa.? karena org yg berada pada tataran syariaat mereka tidak memahami apa yang terdapat didalam bhatin.

    Mungkin ini saja yang bisa saya sampaikan semoga bisa dijadikan sebagai bahan perenungan…amien ya robul alamien.

    Balas
    1. Hari

      To : begoilmu

      Pertanyaannya SEDERHANA saja …
      Yang DICONTOH atau yang jadi PANUTAN Al Hallaj dan SSJ itu siapa ?
      Muhammad Rasulullah SAW yang mendapat WAHYU dari ALLAH ?
      Atau yang lain ?
      Kalau yang lain ? Yang lainnya itu siapa ?

      Kalau MENCONTOH dan MENGANUT Muhammad Rasulullah SAW ?
      Kenapa MELAKUKAN hal PRINSIPIL yang TIDAK DILAKUKAN oleh yang DICONTOH ?

      Kalau MELAKUKAN hal yang TIDAK DICONTOHKAN ?
      Kenapa MENGAMBIL ISLAM sebagai DASARnya ?

      Kalau MENGAMBIL ISLAM sebagai DASARNYA …
      Ikutilah Rasulullah … Muhammad SAW sebagai BENCHMARK …
      Itu yang KONSISTEN and PURE …
      Jadi BUKAN mendikotomikan SYARIAT dengan MAKRIFAT …

      Janganlah MEMPERSEPSIKAN bahwa golongan SYARIAT … Hanya TERPAKU pada soal SYARIAT saja …
      Belum tentu golongan SYARIAT ini tidak PAHAM dengan soal-soal MAKRIFAT ?
      HANYA karena KETAATAN kepada ALLAH dan RASULNYA … Muhammad SAW … saja …
      Mereka MENGERJAKAN PERSIS sebagaimana Rasul Muhammad SAW LAKUKAN …

      Balas
  100. begoilmu

    To : Hari

    Tidak ada seorang Sufi terlahir sebelum Rasulullah MUHAMMAD SAW…adapun yang terlahir sebelum itu adalah FILOSOF..sudah barang tentu beliau seperti Al hallaj itu belajar dari para Sufi2 yang lain hanya saja kemungkinan Al hallaj telah mendapatkan hidayah dari ALLAH SWT.dan itu musti dirahasiakan.

    Menyangkut pertanyaan saudara Hari, siapa yang menjadi panutan Al Hallaj, ya sudah barang tentu yang dipanut adalah MUHAMMAD rasulullah, bahkan Al Hallaj melakukan ibadah lebih dari yang dianjurkan oleh MUHAMMAD Rasulullah..cobalah saudara Hari simak profil dari Husein ibn Mansyur Al Hallaj.

    Yang menjadi pokok permasalahan disini adalah, mengapa Husein ibn Mansyur Al Hallaj itu mendeklarasikan pendapat beliau sendiri, yaitu ANA AL HAQ. Terlepas dari pendapat2 para Sufi2 yang lain, termasuk guru2 beliau, pendapat beliau itulah yang menjadi perdebatan sampai sekarang bahkan sampai saat ini.

    Saya rasa tidak perlu lagi kita perdebatkan hal2 yang sangat prinsipil, dan itu tergantung dari masing2 orang dan ALLAH yang menilai. Saudara berhak untuk menilai bahwa Al Hallaj itu salah dan saudara2 yang lain itu benar.
    Hanya ALLAH sajalah yang maha tahu dan menilai, kita sebagai hamba hanya melaksanakan saja apa2 yang diperintahkan untuk mengerjakan amal2 kebajikan. Saya rasa itu saja dulu yang bisa saya sampaikan kepada saudara Hari, sebelum dan sesudahnya saya mohon maaf apabila ada dari kata2 saya yang tidak berkenan dihati saudara..sekian terimakasih wasalam.

    Balas
  101. Hari

    To : begoilmu …

    Soal SALAH BENAR kita pasrahkan kepada Allah SWT
    Karena dalam hal ini DIA lah yang MAHA MENGETAHUI secara DETAIL dan RINCI … atas segala persoalan yang ada …
    Tapi yang PASTI …
    kalau MENGIKUTI RASULULLAH MUHAMMAD SAW …
    Ada JAMINAN dari Allah SWT akan KEBENARAN dan KELURUSAN cara RASULULLAH MUHAMMAD SAW tsb …
    Pilih yang ada JAMINAN atau yang GUARANTED ?
    Atau masih yang ber PROBABILITAS … ?
    Yang masih Bisa BENAR … Bisa juga SALAH … ?

    Balas
  102. begoilmu

    Ambilah yang baik dan janganlah ikuti apa yang tidak bisa kita pahami dari paham2 beliau. Banyak sebenarnya contoh2 yang baik dari beliau diantaranya yaitu beliau sangat mengagungkan Rasulullah MUHAMMAD SAW sebagai nabi junjungan, dalam kitab beliau THA WA SHIN, dan contoh yang lainnya lagi ialah bahwa beliau Al Hallaj mengerjakan sholat fardu lebih dari yang diperintahkan yaitu kurang lebih seratus waktu, beliau Al Hallaj mengerjakan puasa selama satu tahun, beliau mengerjakan ibadah haji juga selama satu tahun, beliau juga sangat penyantun terhadap orang2 miskin dan anak yatim piatu, apa yang beliau Al Hallaj kerjakan seolah2 hidup adalah untuk mengabdi kepada ALLAH semata, karena beliau sangat mencintai ALLAH dan beliau mabuk karena cintanya kepada ALLAH.
    Oleh para sufi2 yang lain bahkan sahabat2 beliau meng-anggap bahwa Husein ibn Mansyur Al Hallaj itu GILA.

    Demikianlah sedikit saya nukilkan riwayat hidup Husien ibn Mansyur Al Hallaj selebihnya silahkan sendiri membacanya tentang riwayat hidup beliau.

    Satu hal lagi yang perlu saya garis bawahi yaitu janganlah sekali2 menilai seseorang tanpa harus menelitinya terlebih dahulu tenteng benar atau salah, hidup didunia banyak sekali kemungkinan bisa” ya” bisa juga “tidak”. seperti yang saya katakan diatas ambilah yang baik dan tinggalkan yang tidak baik.

    Balas
    1. Hari

      To : begoilmu …

      Ini lagi …
      Pernyataan yang MEMBINGUNGKAN …
      Katanya Al Hallaj itu SANGAT MENGAGUNGKAN Nabi MUHAMMAD SAW …
      Atas PERINTAH ALLAH …
      Nabi MUHAMMAD SAW mewajibkan shalat 5 (lima) waktu dalam sehari …
      Juga menganjurkan shalat-shalat SUNNAH yang lain …

      Terus …
      Al Hallaj melakukan shalat FARDHU 100 waktu ?
      Yang diperintahkan shalat fardhunya 5 (lima) waktu …
      Shalat SUNNAHnya banyak sekali …
      Silahkan saja …

      Yang memerintahkan diAGUNGkan …
      Kalau di AGUNGkan artinya diIkUTI bukan ?
      Lha malah melakukan shalat fardhu 100 waktu ?
      Katanya MENGIKUTI ? Kenapa MBALELO ya ?

      Al Hallaj ber haji setahun penuh …
      Namanya Haji …
      Tentunya TERIKAT dengan bulannya … Yaitu bulan haji …
      Bulan haji adanya hanya sekali dalam 12 bulan …
      Di bilang ber haji se tahun ?
      TERSERAH … Mau maunya menafsirkan ?
      Mau SETAHUN kek … Mau terus-terusan kek ? Inilah PENGERTIAN Al Hallaj …

      Mau saya ANA al HAQ kek ?
      Mau saya ANA al KHADIM kek ?
      Mau apapun juga ?
      Semuanya itu mau-maunya saya bukan ?

      Atas hal itu maka lihatlah surat Ibrahim ayat 22 …

      Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
      وَقَالَ الشَّيْطٰنُ لَمَّا قُضِىَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّـهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطٰنٍ إِلَّآ أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِى ۖ فَلَا تَلُومُونِى وَلُومُوٓا۟ أَنفُسَكُم ۖ مَّآ أَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ أَنتُم بِمُصْرِخِىَّ ۖ إِنِّى كَفَرْتُ بِمَآ أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ الظّٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿ابراهيم:٢٢

      Dimana setelah HISAB dilakukan …
      Maka manusia menuntut SETAN yang dianggap telah menyesatkan dirinya …
      Apa kata SETAN ?
      Lha itu kan SALAH ELOE SENDIRI ? Kenapa MENGIKUTI AKU ?
      Aku itu TIDAK KUASA untuk MEMBUAT KAMU MENGIKUTI AKU …
      Kamu sendiri lah yang MEMUTUSKAN u- MENGIKUTI AKU …
      Maka TANGGUNG SENDIRI keputusan mu itu …
      Karena aku BERLEPAS DIRI dari apa yang kamu lakukan itu ?

      Tentang ALLAH …
      Jangan SEKALI-KALI MISLEAD … MENYESATKAN …
      Seperti …
      SATU-SATUNYA yang HAQ itu ya ALLAH …
      Tapi …
      Al Hallaj mengatakan ANA al HAQ …

      Simple bukan ?
      Siapa yang ASLI dan siapa yang PALSU ?

      Muhammad SAW sebagai UTUSANNYA …
      TIDAK PERNAH MENGATAKAN Ana al Haq …
      Bahkan Muhammad SAW itu MAKSUM …
      DOSANYA diampuni ALLAH …
      Malah IBADAH dan KERJA DAKWAH beliau LUAR BIASA …
      Adakah yang MEMBANTAH akan FAKTA ini ?
      Tidak ada BUKAN ?
      Bahkan MEMBUAT orang TERCENGANG CENGANG … TERKAGUM KAGUM …
      Begitu AGUNGNYA beliau ini …
      Sudah DAPAT PREDIKAT BERSIH …
      Yang MEMBERIKAN PREDIKAT tsb TIDAK TANGGUNG TANGGUNG …
      ALLAH … Tuhan PENCIPTA LANGIT dan BUMI dengan segala ISINYA …
      Tapi Beliau MASIH INGIN LEBIH MEMBERSIHKAN DIRI …
      Wajar TIDAK … Kalau orang seperti ini dijadikan CONTOH atau BENCHMARK ?
      SANGAT WAJAR …
      Kalau yang lain …
      Masih DEBATABLE … alias SUBHAT …
      Kalau SUBHAT … Lebih baik ditinggalkan …
      Beralihlah ke yang PASTI PASTI saja …
      Yaitu ke MUHAMMAD SAW …
      Yang kalau DILIHAT dari SUDUT MANAPUN …
      TERANGNYA … BERSIHNYA … Prove it (TERBUKTI)
      Mau dari soal RUMAH TANGGANYA …
      Mau dari IBADAHNYA …
      Mau dari KERJA DAKWAHNYA …
      Mau dari KEPAHAMAN akan KETUHANANNYA ? (Apalagi yang ini … Sebutannya saja UTUSAN ALLAH)
      Mau dari LEADERSHIPNYA ?
      Terserah mau darimanapun ?
      MEMANG MUHAMMAD SAW itu LUAR BIASA …
      Punya istri 11 dalam kondisi PAPA … Tapi TETAP saja HARMONIS …
      Dapat HARTA BANYAK … Tidak sampai 1 (satu) hari … HARTA tsb LANGSUNG TERSALURKAN ke yang BERHAK …
      PERANG … Dia lah yang MEMIMPIN … Bukan di belakang barisan … Tapi LANGSUNG di depan … Masya ALLAH …
      Benar-benar LUAR BIASA sekali BELIAU ini …
      Semua KEHEBATAN NABI-NABI sebelumnya di BORONG HABIS sama BELIAU …
      Bahkan ALLAH sendiri … Ber SHALAWAT sama BELIAU …

      Persoalannya SEDERHANA …
      Sudahkah KITA MENGIKUTI JEJAK BELIAU ?
      AMPUN … Jauh sekali …
      He … He … He …
      Mudah-mudahan KEJUJURAN ini ALLAH KASIH HIDAYAH dan KEKUATAN agar BISA MENGIKUTI JEJAK Nabi MUHAMMAD SAW … Manusia yang paling dicintainya … Meskipun TIDAK PERNAH KETEMU secara FISIK …

      Balas
  103. begoilmu

    Inilah kesalahan beliau AL HALLAJ melontarkan hal yang SIFATnya sangat rahasia didepan publik, dan pada akhirnya menimbulkan banyak persepsi dikalangan umat, ada yang setuju pendapat beliau ada pula yang tidak setuju bahkan menghujat habis2an.

    Mengenai perkara setuju atau tidak dari masing2 kubu memiliki alasan2 tersendiri dan itu terus tanpa ada titik temu sampai pada hari akhir jaman.

    Balas
  104. begoilmu

    Dan anehnya lagi, justru yang menolak dan menghujat itu dari golongan awam, orang2 yang masih rendah kadar keilmuannya. Sedangkan dari para petinggi keilmuannya tidak pernah ada semakali yang menolak atau menghujat beliau bahkan mendukung beliau seperti syech Abdul Qadir Al jailani. Kita banyak belajar tentang agama ISLAM dari beliau. Beliau syech Abdul Qadir Al jailani adalah ulama besar yang sampai saat sekarang ini ajaran beliau kita jadikan sebagai pedoman.

    Kita belajar ilmu agama ISLAM itu tidak langsung dari Rasulullah, kita belajar dari para ulama2 sepuh dan para sufi2, seperti beliau2 yang hidup diabad ke 9 dan 10. Kalaupun ada yang mengaku belajar agama ISLAM itu dari RASULULLAH langsung itu perlu dipertanyakan.

    Balas
    1. Hari

      Rasulullah Muhammad SAW itu meninggalkan 2 (dua) hal …
      Yang PERTAMA, Al QUR’AN yang TIDAK PERNAH BERUBAH whenever and wherever … Prove it …
      Yang KEDUA, SUNNAH Beliau, yang para PENGUMPUL HADITS dengan SUSAH PAYAH …
      Pertama, MENGUMPULKAN
      Kedua, MEMILAH, MENYORTIR
      Ketiga, MENG KORELASIKAN URUTAN dan KEBENARAN PERNYATAAN …
      Sehingga dari BEJIBUN KUMPULAN tsb …
      Yang PURE, KREDIBEL and TRACEABLE sedikit sekali …
      Dan yang SEDIKIT itu diberi PREDIKAT SAHIH alias ABSAH … alias VALID …
      Kalau yang dipelajari hal-hal GUARANTED seperti itu ? Apakah itu BUKAN BERARTI BERASAL dari RASULULLAH MUHAMMAD SAW ?

      Balas
  105. begoilmu

    Sudah saya sampaikan diatas bahwa tidak ada seorang sufi terlahir sebelum Rasulullah Muhammad SAW dan Rasulullah telah mewariskan agama islam itu kepada beliau para sufi2 dan ulama2 sepuh untuk mengajarkan agama islam itu kepada penerus selanjutnya, terus dan terus sampai pada akhirnya kita yang menerimanya. Adalah salah besar apa bila kita tidak menghargai jasa2 beliau para sufi2 dan ulama sepuh. Dari tangan beliaulah AL Qur’an nul karim dan Hadist Rasulullah itu berada ditangan kita.

    Yang menjadi pertanyaan saya kepada anda saudara Hari,

    1. Apakah saudara menerima Al qur’an dan Hadist itu langsung dari Rasulullah..?
    2. Apakah saudara tahu tentang cara2 melaksanakan rukun2 islam itu langsung dari Rasulullah ..?

    Mohon dijawab pertanyaan saya..?

    Balas
  106. Hari

    To : begoilmu

    Sebagaimana sudah disampaikan di awal …
    Namanya saja TIDAK PERNAH KETEMU dengan RASULULLAH MUHAMMAD SAW …
    Tentunya MENDAPATKANnya secara ESTAFET bukan ?
    Dari RASULULLAH MUHAMMAD SAW ke SAHABAT …
    Dari SAHABAT ke TABI IN …
    Dari TABI IN ke Tabi it Tabi in
    Demikian SETERUSNYA … Sampai ke kita bukan … ?

    Dalam PERJALANANNYA …
    Ternyata ada DISTORSI bukan ?
    Kalau di INDONESIA …
    Kasus SHALAT WEKTU TELU (Shalat TIGA WAKTU) di LOMBOK …
    Dari berbagai ALIRAN maupun GOLONGAN itu …
    Ada juga yang BISA MENUNJUKKAN BENANG MERAH … sampai ke RASULULLAH SAW …
    Inilah USAHA-USAHA BESAR yang dilakukan para ALIM dahulu ?
    Dengan meng KOMPILASI SUNNAH RASULULLAH MUHAMMAD SAW …
    Dari HAFALAN ke BENTUK TERTULISNYA …
    Sehingga PENGIKUT RASULULLAH SAW yang jauh dari masa RASULULLAH MUHAMMAD SAW …
    BISA MEMPELAJARI sekaligus MENDALAMI data-data yang TERSAJI tsb …
    TRUSTED or HOAX ?

    Nah … Kalau TRUSTED … ?
    Bukankah ini ARTINYA merujuk ke RASULULLAH MUHAMMAD SAW ?
    Seakan-akan RASULULLAH MUHAMMAD SAW sendiri HADIR ?
    Dengan MEMBERIKAN PELAJARAN ?

    Tapi kalau HOAX ?
    FORGET IT …
    Namanya saja HOAX …

    Apalagi di jaman sekarang ?
    Dengan MEMBLUDAKNYA INFORMASI … (Glut information) …
    Termasuk SOAL ISLAM ?
    Apa yang dahulu hanya diketahui SEBAGAIAN KECIL orang ISLAM ?
    Sekarang TERBUKA BLAK …
    Siapapun BISA meng KAJI maupun men DALAMINYA …
    Dengan masuk ke Google … Ketik sesuatu … Lalu SEARCH …
    Keluarlah TOPIK-TOPIK yang di SEARCH tsb BANYAK SEKALI …
    Tinggal PILIH mau MEMPELAJARI atau MENDALAMI yang mana ?

    Jadi …
    Kalau BELAJAR dari RASULULLAH MUHAMMAD SAW langsung secara FISIK …
    PASTIlah TIDAK …
    Jaman dan TEMPATnya saja BERBEDA …
    Tapi kalau BENANG MERAHNYA RUNUT … Hingga ke RASULLAH MUHAMMAD SAW …
    Benar ESTAFETNYA … BENAR PERNYATAANNYA …
    Apakah ini TIDAK BISA DIKATAKAN sebagai dari RASULULLAH MUHAMMAD SAW ?

    Kalau soal Al QUR’AN yang TIDAK PERNAH BERUBAH …
    Kapanpun dan dimanapun ?
    Bukankah itu SUDAH JAMINAN ALLAH ? TUHAN PENCIPTA LANGIT dan BUMI ?
    Cobalah dibuka …

    Surat Al Hijr ayat 9
    Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
    إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا

    Dan Surat Al Kahfi ayat 27
    Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhanmu (Al Quran). Tidak ada (seorangpun) yang dapat merubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari pada-Nya.
    وَاتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن كِتَابِ رَبِّكَ ۖ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِهِۦ وَلَن تَجِدَ مِن دُونِهِۦ مُلْتَحَدًا ﴿الكهف:٢٧﴾

    Jadi …
    Kalau soal Al QUR’AN … Sangat JELAS bukan akan JAMINAN KETERPELIHARAANNYA ? Langsung ALLAH yang TURUN TANGAN.
    Siapapun juga ULAMANYA ?
    Al QUR’AN seperti itu BUKAN ?
    ULAMA dulu … ULAMA sekarang …
    Yang MEMBEDAKAN HANYA PENAFSIRANNYA saja bukan ?

    Balas
  107. begoilmu

    Kembali pada pokok persoalan yaitu masalah setuju atau tidak setuju, benar atau salah mengenai pandangan HUSIEN ibn MANSYUR AL HALLAJ dengan ANA AL HAQ nya dan kita berserah diri saja kepada ALLAH SWT yang memiliki kebenaran.

    Setiap orang berhak menyatakan pendapat beliau, entah itu setuju benar atau salah dari benar (sesat). Saya berpendat terhadap beliau termasuk orang2 yang setuju, mengapa.? tentu ini ada alasannya.

    Pertama2 saya haturkan salam dan syalawat kepada Rasulullah Muhammad saw dan para sahabat2 beliau serta para Auliya2 yang telah berjuang dengan da’wahnya.

    Predikat SUFI diberikan oleh umat muslim kepada orang2 yang sholeh dan mendekati sifat2 dari Rasulullah Muhammad SAW sebagai panutan, dalam hal ini pasti ada yang mengatakan beliau SUFI bahkan ada yang mengatakan beliau itu IBLIS (DAJJAL), akan tetapi itu terserah kepada mereka2 yang menilainya dan oleh sebab itu kita berserah diri saja kepada ALLAH SWT yang memiliki kebenaran sesungguhnya.

    Adapun mengenai pendapat saya kepada beliau HUSEIN ibn MANSYUR AL HALLAJ adalah sebagai berikut :

    ANA AL HAQ, ada dua pengertian dari ucapan beliau tentang ana al haq, yaitu :
    1. ANA.
    2. AL HAQ.

    PENGERTIAN pertama tentang ANA, ana atau aku… siapa aku, aku adalah manusia yang menyebutkan dirinya sebagai aku dan aku bukanlah TUHAN yang menurut pengertian banyak orang, contoh :
    - TUKUL ARWANA menyebutkan dirinya AKU, maka TUKUL ARWANA adalah sebagai AKU.
    - OLGA SAPUTRA menyebutkan dirinya AKU, maka OLGA SAPUTRA adalah sebagai AKU.
    - JULIA PERREZ menyebutkan dirinya AKU, maka JULIA PERREZ adalah sebagai AKU, begitu juga halnya dengan beliau.
    - MANSYUR AL HALLAJ menyebutkan dirinya AKU, maka MANSYUR AL HALLAJ adalah sebagai AKU.

    Pengertian AKU disini adalah sosok MANUSIA bukan HEWAN akan tetapi adalah MANUSIA mahluk yang diciptakan oleh ALLAH SWT yang berasal dari ADAM AS.

    Nah..!! oleh sebab itu janganlah sekali-kali anda menyebut ANA AL HAQ itu didepan banyak orang, itu akan berubah konotasi pengertiannya bagi yang mendengarkan kata2 tersebut, yang tadinya ANA AL HAQ berubah menjadi ANTA AL HAQ (kamu yang benar). Disini sudah jelas bahwa beliau HUSEIN ibn MANSYUR AL HALLAJ mengatakan ANA AL HAQ, bukan MANSYUR AL HALLAJ AL HAQ. Kalaupun beliau mengucapkan MANSYUR AL HALLAJ AL HAQ boleh kita menyebut beliau itu adalah IBLIS atau DAJJAL yang mengaku dirinya TUHAN (ALLAH SWT).

    PENGERTIAN kedua tentang AL HAQ, al haq atau yang benar,, tentunya adalah ALLAH SWT.
    Pertanyaannya adalah mengapa beliau menyandingkan kata AL HAQ dibelakang ANA, itu tentunya memiliki alasan tersendiri, mengapa..? Sebagai seorang ULAMA sudah pasti beliau mempelajari isi dari Kitab Al Qur’an nul karim dan Hadist2 Rasulullah, tidak asal2an atau comot saja dari ASMAUL HUSNA nama2 ALLAH.

    Nabi ADAM AS manusia pertama diciptakan oleh ALLAH SWT berasal dari tanah, banyak sekali ayat2 AL QUR’AN menyebutkan tentang penciptaan Nabi ADAM AS, diantaranya adalah surah AL HIJR ayat 28 sampai 33 yang berbunyi sbb :
    Ayat 28 – Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat : ” Sesungguhnya aku akan menciptakan seorang MANUSIA dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

    Ayat 29 – Maka apabila aku telah menyempurnakan kejadiaannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

    Ayat 30 – Maka bersujudlah para MALAIKAT itu semuanya bersama-sama.

    Ayat 31 – Kecuali IBLIS, ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu.

    Ayat 32 – ALLAH berfirman : ” Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak ikut bersama-sama mereka yang sujud itu

    Ayat 33 – Berkata IBLIS : ” Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang engkau telah ciptakan dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

    Didalam ayat tersebut ALLAH telah perintahkan kepada malaikat untuk bersujud kepada ADAM, kecuali IBLIS yang enggan bersujud kepada ADAM. Pertanyaannya adalah :

    1. Mengapa MALAIKAT itu bersujud kepada ADAM.
    2. Mengapa IBLIS itu enggan bersujud kepada ADAM.

    JAWABANNYA adalah :

    1. MALAIKAT memandang ADAM dari sisi dalamnya (BHATIN), malaikat beranggapan bahwa ALLAH ada didalam ADAM AS, maka dari itulah para malaikat sujud kepada ADAM, pengertiannya disini adalah bukan ADAM yang Zahir, yang malaikat bersujud kepada ADAM, Akan tetapi malaikat bersujud kepada ALLAH yang berada di dalam zahir ADAM. (AL HAQ).

    2. IBLIS enggan bersujud kepada ADAM dikarenakan IBLIS memandang ADAM dari sisi luarnya (ZAHIR) bukan dalamnya (BHATIN). Maka dari itulah IBLIS memandang ADAM dari tanah liat yang kotor dan tidak melihat siapa yang ada didalam ADAM.

    Kembali kemasalah ANA AL HAQ oleh HUSEIN ibn MANSYUR AL HALLAJ..
    Orang-orang yang memandang beliau dari sisi dalamnya (BHATIN) seperti malikat yang bersujud kepada ADAM AS,

    Sedangkan orang-orang yang memandang beliau dari sisi luarnya (ZHAHIR) seperti IBLIS yang enggan bersujud kepada ADAM AS.

    Dalam hal ini saya tidak mengatakan yang tidak setuju itu serupa dengan IBLIS, saya mohon maaf yang sebesar2nya kepada anda2 yang tidak setuju, sekali lagi saya katakan MOHON MAAF, pandanglah beliau itu dari sisi dalamnya (BHATIN) bukan dari sisi luarnya (ZAHIR).

    Demikianlah yang bisa saya sampaikan kepada anda2 sekalian, kerena anda2 atau siapa2 yang membacanya tulisan saya ini adalah AKU atau ANA, MANUSIA yang berasal dari Nabi ADAM AS.

    Balas
    1. Hari

      Oh begitu PENJELASANNYA … ?
      Kalau PENJELASANNYA seperti itu … ?
      Sepertinya kita TIDAK perlu DEBAT PANJANG-PANJANG ?
      Di BLOG ini baru andalah yang MENJELASKAN hal itu.

      Apa yang anda sampaikan itu juga ada di Surat Al Baqarah ayat 30 – 39 dan juga surat Al A’raf ayat 11 – 27

      Yang di Surat Al Baqarah ayat 30 – 39

      (Al Baqarah : 30)
      Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
      وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ ﴿البقرة:٣۰﴾

      ﴾ Al Baqarah:31 ﴿
      Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”
      وَعَلَّمَ ءَادَمَ الْأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِى بِأَسْمَآءِ هٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمْ صٰدِقِينَ ﴿البقرة:٣١

      ﴾ Al Baqarah:32 ﴿
      Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.
      قَالُوا۟ سُبْحٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ ﴿البقرة:٣٢﴾

      ﴾ Al Baqarah:33 ﴿
      Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”
      قَالَ يٰٓـَٔادَمُ أَنۢبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ ۖ فَلَمَّآ أَنۢبَأَهُم بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ ﴿البقرة:٣٣﴾

      ﴾ Al Baqarah:34 ﴿
      Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
      وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكٰفِرِينَ ﴿البقرة:٣٤

      ﴾ Al Baqarah:35 ﴿
      Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.
      وَقُلْنَا يٰٓـَٔادَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظّٰلِمِينَ ﴿البقرة:٣٥﴾

      ﴾ Al Baqarah:36 ﴿
      Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan”.
      فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطٰنُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ ﴿البقرة:٣٦﴾

      ﴾ Al Baqarah:37 ﴿
      Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
      فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ ﴿البقرة:٣٧﴾

      ﴾ Al Baqarah:38 ﴿
      Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.
      قُلْنَا اهْبِطُوا۟ مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ﴿البقرة:٣٨﴾

      ﴾ Al Baqarah:39 ﴿
      Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
      وَالَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايٰتِنَآ أُو۟لٰٓئِكَ أَصْحٰبُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ ﴿البقرة:٣٩﴾

      Sedangkan di Surat Al A’raf ayat 11 – 27

      ﴾ Al A’raf:11 ﴿
      Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud.
      وَلَقَدْ خَلَقْنٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلٰٓئِكَةِ اسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ السّٰجِدِينَ ﴿الأعراف:١١﴾

      ﴾ Al A’raf:12 ﴿
      Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.
      قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ ﴿الأعراف:١٢﴾

      ﴾ Al A’raf:13 ﴿
      Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”.
      قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِينَ ﴿الأعراف:١٣﴾

      ﴾ Al A’raf:14 ﴿
      Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.
      قَالَ أَنظِرْنِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿الأعراف:١٤﴾

      ﴾ Al A’raf:15 ﴿
      Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”.
      قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ ﴿الأعراف:١٥﴾

      ﴾ Al A’raf:16 ﴿
      Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
      قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرٰطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿الأعراف:١٦﴾

      ﴾ Al A’raf:17 ﴿
      kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
      ثُمَّ لَءَاتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمٰنِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شٰكِرِينَ ﴿الأعراف:١٧﴾

      ﴾ Al A’raf:18 ﴿
      Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya”.
      قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَّدْحُورًا ۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ ﴿الأعراف:١٨﴾

      ﴾ Al A’raf:19 ﴿
      (Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim”.
      وَيٰٓـَٔادَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظّٰلِمِينَ ﴿الأعراف:١٩﴾

      ( Al A’raf:20 ﴿
      Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”.
      فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطٰنُ لِيُبْدِىَ لَهُمَا مَا وُۥرِىَ عَنْهُمَا مِن سَوْءٰتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخٰلِدِينَ ﴿الأعراف:٢۰﴾

      ﴾ Al A’raf:21 ﴿
      Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”,
      وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ النّٰصِحِينَ ﴿الأعراف:٢١﴾

      ﴾ Al A’raf:22 ﴿
      maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
      فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿الأعراف:٢٢﴾

      ﴾ Al A’raf:23 ﴿
      Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
      قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخٰسِرِينَ ﴿الأعراف:٢٣﴾

      ﴾ Al A’raf:24 ﴿
      Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.
      قَالَ اهْبِطُوا۟ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ ﴿الأعراف:٢٤

      ﴾ Al A’raf:25 ﴿
      Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.
      قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ ﴿الأعراف:٢٥﴾

      ﴾ Al A’raf:26 ﴿
      Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
      يٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوٰرِى سَوْءٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذٰلِكَ مِنْ ءَايٰتِ اللَّـهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ ﴿الأعراف:٢٦﴾

      ﴾ Al A’raf:27 ﴿
      Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.
      يٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءٰتِهِمَآ ۗ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيٰطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿الأعراف:٢٧

      ===============

      Jadi soal Al Hallaj ini adalah soal SUDUT PANDANG yang selama ini memang tidak dijelaskan secara GAMBLANG …
      Makanya terjadi PERDEBATAN yang SIMPANG SIUR …
      Terima kasih atas PENJELASANNYA …

      Balas
  108. begoilmu

    Saya tegaskan sekali lagi bahwa beliau HUSEIN ibn MANSYUR AL HALLAJ tidak pernah mengakui dirinya adalah sebagai TUHAN, yang mengatakan beliau sebagai TUHAN itu adalah SALAH BESAR…

    Mengapa..? beliau tidak pernah menyebut nama beliau dalam pendapat yang kontroversi ini, yaitu MANSYUR ALHALLAJ AL HAQ akan tetapi ANA AL HAQ.

    Balas
  109. begoilmu

    Masalah perbedaan mengenai SUDUT PANDANG adalah hal yang wajar2 saja, disitulah ALLAH SWT menciptakan MANUSIA dengan akal dan pikirannya. Yang mana akal dan pikiran itu dipergunakan sebaik2nya sepanjang untuk kemaslahatan (kebaikan) orang banyak. Sudah sepantasnyalah setiap orang2 MUSLIM itu saling nasehat -menasehati; yang mana ada kesalahan disitulah saling memperbaiki.

    Ok..baiklah saudaraku Hari saya juga mengucapkan TERIMA KASIH kembali kepada anda.

    Balas
  110. kahlil

    al ilmu yarusuka..
    maka ilmu adalah kunsi dari semua permasalaha..
    terkadang sebagaian menghukum sebagian hanya dengan ikut2 tan tampa mencoba berguru dan memahami..
    maka disitulah titik permasalahannya..
    semoga kita yang membaca Blog ini dapat mengambil hikmah..dari permasalahan yang Pro dan yang Kontra,dua sisi ada baiknya..

    Balas
  111. Hari

    To : kahlil

    Janganlah mendewakan ILMU …
    Karena ILMU itu hanyalah sebagai PENGLIHATAN …
    Meskipun BISA MELIHAT …
    Belum TENTU KUAT MENJALANKAN apa yang diketahui

    Begitu juga …
    Bagi yang ber AMAL TANPA ber ILMU …
    Pastilah MERABA-RABA …
    Dengan demikian menjadi TERBATAS IMPLIKASINYA …

    Yang KLOP adalah …
    Ya ber ILMU sekaligus ber AMAL …
    Itulah KOMBINASI SEMPURNA bagi KESEMPURNAAN …

    Hal itu TELAH DICONTOHKAN oleh RASULULLAH MUHAMMAD SAW …
    Manusia yang MULTI DIMENSI
    Membuat yang RUMIT begitu MUDAH …
    Membuat yang SULIT menjadi SEDERHANA …

    BUKAN SEBALIKNYA …
    Yang SEDERHANA menjadi RUMIT sekaligus SULIT …

    Jadi PIKIRKANLAH HIKMAH dibalik PRAKTEK RASULULLAH MUHAMMAD SAW …

    Balas
  112. Agiels

    Subhanallah….
    setidaknya dari diskusi ini sering kali Nama ALLAH SWT di serukan,
    Begitu Pula Rasulullah MUHAMMAD SAW…
    Saya berdoa semoga ALLAH SWT memberikan petunjuk jalan yang lurus, jalan yang di ridhai Nya untuk para hamba-Nya yang tengah berdiskusi ini.
    Salawat serta salam kepada Rasulullah SAW….
    Yaa Allah Ampunilah Kami yang telah berbuat dzolim….

    ISLAM adalah petunjuk untuk semua Makhluk ciptaan-Nya yang harus berserah diri kepada-Nya…

    ALLAHU AHAD, islam itu satu….
    maka bersatulah wahai kaum muslimin dengan kalimat Basmallah…
    tidak perlu bergunjing siapa yang paling benar
    Karena hakim yang se adil-adilnya hanyalah ALLAH SWT.
    maka mari kita berserah diri kepada-Nya

    Balas
  113. Andika Bintang

    Didalam riwayat Tirmidzi dari Nabi saw bersabda,”Hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khalifah rasydin yang telah mendapatkan petunjuk setelahku. Peganglah itu dan gigitlah ia dengan graham. Dan waspadalah kalian dengan perkara-perkara yang baru, sesungguhnya setiap bid’ah adalah sesat.”

    Balas
  114. begoilmu

    Banyak para ulama-ulama dulu membuat karangan beberapa kitab, didalam karangan kitabnya banyak sekali unsur-unsur perekayasaan, namanya juga karangan kalau tidak dibumbui dengan rekayasa rasanya tidak af’dol, rekayasa adalah perkara yang dibuat-buat (BID’AH), kebanyakan dari mereka untuk memperkuat pendapat selalu mengatas namakan Rasulullah, mereka biasanya menyebutnya dengan sebutan Hadist berasal dari Rasulullah. Padahal asal usul hadist itu sendiri masih simpang siur, kadang-kadang mereka juga bisa membuat Hadist sendiri dengan membawa-bawa nama perawinya untuk memeperkuat dalil agar orang-orang yang membacanya merasa yakin dan benar. Dan bahkan diantara mereka juga banyak melontarkan Fitnah-fitnah kepada orang yang bertentangan dengan faham selain dari faham mereka, mereka mencari-cari ta’wil kebenaran padahal kebenaran yang sesungguhnya itu hanya ada pada Allah saja.

    Sebaiknya kita hanya berpegang pada Al qur’an dan Sunnahnya saja jangan berpegang pada kitab=kitab beliau, kalaupun ada sebaiknya hanya kita jidikan sebagai pembanding saja dan Hadist-hadist itu sekiranya kita juga harus lebih berhati-hati.

    Balas
  115. reza

    Al-Hallaj korban dari manusia pengecut..di bunuh hanya untuk kekuasaan di dunia..butuh pengalaman ghaib baru tau siapa seorang Al-Hallaj dan syech Siti jenar..
    Al-Hallaj dan Syech Sitijenar adalah Kebenaran..
    Korban dari manusia yg hanya mengerti ilmu syariat..

    Balas
  116. youvrida

    keenaran sama halnya dg kesalahan itu sendiri.gak ada bedanya.begitupun al halaj. benar menurut orang yg memahaminya,salah jikalau org tesebut,blm bisa memahaminya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s