Al Hallaj dan Fir’aun Sama-sama Mengaku Tuhan, Tapi Mereka Berbeda! 9 September, 2008
Posted by Toga Nainggolan in al hallaj, arise, artikel, celebration of life, cinta, filosofi, inspirasi, kehidupan, kematian, kepahlawanan, opini, spiritualitas, sufi.Tags: Agama, al hallaj, eksekusi, fir'aun, spiritualitas, sufi, Tasawuf, Tuhan
trackback
Dalam wacana agama, khususnya Islam, kedua figur ini sangat terkenal. Baik Fir’aun maupun Al Hallaj, sama-sama mengguncang sejarah, dengan ucapan yang menyamakan diri mereka dengan Tuhan.
Tapi mereka berbeda. Kata Maulana Jalaluddin Rumi, ucapan “Akulah Tuhan” oleh Fira’un adalah kegelapan yang pekat, tapi pernyataan “Akulah Sang Kebenaran” oleh Al Hallaj, justru cahaya yang benderang.
Yang kupahami dari ucapan Maulana, Fir’aun melontarkan pernyataan itu berdasar pada keangkuhan. Dia maharaja dengan kekuasaan absolut. Keadaan itu kemudian yang membuatnya merasa, dan menyatakan diri telah menjadi tuhan.
Sebaliknya, Al Hallaj, ketika menyatakan dirinya Al Haq, Sang Kebenaran, salah satu dari 99 nama Tuhan (asmaul husna) dalam ajaran Islam, justru didasari oleh kerendahhatian. Betapa di hadapan Yang Mahabesar Mahaperkasa, dirinya (seolah) tiada, dan yang sungguh ada hanya Dia semata.
Jangankan di hadapan Tuhan, di hadapan tata surya pun kita memang sudah menjadi tiada saking kecilnya. Padahal tata surya kita pun seperti tiada di hadapan Galaksi Bima Sakti, dan galaksi itu pun cuma sebutir debu di keluasan jagat raya yang belum dan tak akan pernah kita tahu batasnya. Jadi bagaimana pula diri ini bila dibandingkan dengan Dia yang menciptakan dan memelihara itu semua? Al Hallaj pun merasa dirinya hilang di hadapan kebesaran Pencipta itu, dan saat itulah dari kemurnian dan kerendahan hatinya, terlontar kata-kata itu.
Seorang sufi pernah berkomentar, satu-satunya kesalahan Al Hallaj adalah mengungkapkan pengalaman dan rahasia rasa itu. Padahal tak semua pengalaman dan perasaan mesti diungkapkan.
Keduanya memang dihukum mati untuk pengakuan itu. Firaun, bersama pengikutnya yang “setia” – sesuai narasi di kitab-kitab suci agama langit, ditenggelamkan Tuhan di Laut Merah. Mereka menjerit pedih dalam penyesalan. Namun Al Hallaj, sekali lagi berbeda. Dia cuma dieksekusi secara kejam oleh otoritas kekuasan manusia. Terikat di tiang gantungan, dia dimutilasi hidup-hidup, namun sampai dia mengembuskan napas terakhir, di bibirnya selalu tersungging senyum kepuasan.
Senyum Husain Ibnu Manshur Al Hallaj itu seolah menegaskan, di hadapan kebesaran Yang Mahaperkasa, apalah perasaan dan derita seorang manusia.
Entahlah…








eh, kalau yang terjadi pada Siti Jenar bagaimana, Bang? samakah?
Kasus Syekh Siti Jenar dan Al – Hallaj adalah mirip.
Al-Halaj mengalami mabuk akan Tuhan, Hampir semua penempuh jalan Kesufian akan mengalami hal-hal seperti itu cuma dalam kadar yang berbeda.
Al-Halaj dengan “Ana Al-Haq”, Abu Yazid dengan “Subhani”, syekh siti jenar dengan “manunggaling kawula gusti” dan ucapan2 syatahat dari sufi tidak bisa dilihat dari kacamata syariat tapi harus dilihat dari ilmu hakikat…
… Jangankan di hadapan Tuhan, di hadapan tata surya pun kita memang sudah menjadi tiada saking kecilnya. Padahal tata surya kita pun seperti tiada di hadapan Galaksi Bima Sakti, dan galaksi itu pun cuma sebutir debu di keluasan jagat raya yang belum dan tak akan pernah kita tahu batasnya. Jadi bagaimana pula diri ini bila dibandingkan dengan Dia yang menciptakan dan memelihara itu semua?….
saya kok jadi ngebangin besarnya tuhan dalam artian size
Kalau kata guru saya…saking beningnya isi Al-Hallaj, apa yang ada di “dalamnya” terlempar ke jasad.
“Seorang sufi pernah berkomentar, satu-satunya kesalahan Al Hallaj adalah mengungkapkan pengalaman dan rahasia rasa itu. Padahal tak semua pengalaman dan perasaan mesti diungkapkan.”
Al-Hallaj telah fana, tidak mungkin dia yang mengungkapkan
“Padahal tak semua pengalaman dan perasaan mesti diungkapkan.
”
biarlah menjadi rahasaia antara kau dan DIA
*rahasia, salah ketik sambil sarapan..ups…puasa ya
mungkin karena itu mabuk katanya gak boleh …
Kata2 “Anna Al-Haq” adalah kata2 Tuhan di dalam ketidak sadaran diri Al-Hallaj. Lenyap dan GAib dirinya kedalam Tuhan Robbul ‘Alamiin.
Ilmu Sufi lenyap kedalam Ilmu Allah Ta’ala di dalam kemabukkan spiritualnya.
Suatu Riwayat mengatakan, bahwa : Al-Hallaj bertemu dengan Iblis. Lalu Iblis mengatakan : Engkau mengaku “AKU” dan sayapun mengaku “AKU”, tetapi kenapa engkau malah mendapatkan Rahmat dari pada Tuhan sedangkan saya malah mendapatkan Laknat daripada Tuhan.
…………………………..
al halaj tidak pernah mati dia terus hidup. dia hidup di hati dan terus hidup takan pernah mati sama seperti tuhan dan aq adalah bagian dari dirinya.
Al-Hallaj berada dalam” Bukan engkau yang melontar/berkata ketika engkau melontar/berkata tetapi AKUlah yang melontar/berkata”
hantem lah…
semeleketek dugder!!
“cinta adalah ketiadaan, ketiadaan adalah cinta… ketiadaan tanpa cinta.. hampa!itulah realitas jiwa yang dialami al-hallaj, karena kuatnya cinta.. dia merasakan ketiadaan, dan yang ada hanyalah DIA sebagai keniscayaan yang tak terbantahkan..
“apa mungkin sesuatu yang terbatas bisa menjangkau yang tak terbatas?, apakah mungkin zat yang terikat oleh ruang dan waktu dapat menjamah zat yang tak terikat dengan ruang waktu…? jadilah sebagai dari diriNYA tapi jangan mematerikannya?”
hallaj dihukum mati karena untkapan mistiknya ataukah karena aktivitas politiknya yang dirasakan cukup membahayakan khususnya pada Wazir Hamid dan Ibn Furat?
Hallaj adalah sufi yang BENAR-BENAR pernah hidup. sementara Siti Jenar masih diragukan!!!!!!!
hallaj dieksekusi pada selasa 25 Dzulqada 309 H/27 Maret 922 M, bukan hanya karena pernyataan mistiknya semata-mata. melainkan lebih karena kepentingan politik.
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Sebeninh apapun permasalahan seseorang manakala di desak oleh pergolakan politik, maka yang ia menjadi tidak yang tidak menjadi ia. Tak terkecuali Alhallaj Beliau adalah sufi agung yang benar-benar “benar” tapi karena pergolakan politi pada saat itu Alhalaj di cap sesat dan di exekusi. demi kepentingan politik wahabi saat itu.
wallohu A’lam….
Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb.
akulah pembawa sial..ha..ha…
sebentar lagi kita akan memperingati/Khaul atas syahadah Al Husayn ibn Mansur Al Hallaj. sama pula itu kita lakukan terhadap Syahid Ayn Qudhat Al Hamadani.
Sufi sufi martir itu layak untuk diteladani. Konon, di dalam Sufisme, semua madzab menjadi lebur. tidak ada lagi Sunni, musnah pula Syi’i. Yang tertinggal hanyalah : Laa maujuda ilallah.
Salam kepada pemeluk teguh.
Abu Al Hasan
puripagesangan@yahoo.com
081 330 127 100
orang tidak boleh sesukah hati mengakui dia tuhan,lihat saja berbagai keajaiban yang diberikan tiap agama berdasarkan sejarahnya,semua agama benar selagi melakukan kebenaran.
muhhamad saw,yesus,siddharta gautama, dan dewa hindu adalah keajaiban yang dilahirkan untuk dunia.(cakupan kristen,islam,hindu.dan buddha)
tuhan itu ada jika kita percaya dan tidak perluh di buktikan keberadaanya waktu manusia hidup di dunia ini tidaklah lama.
a = tidak
gama = rusuh/guncang
jadi supaya damai dibutuhkan agama jika kita berbuat baik itulah agama.
bukan berarti orang yang tidak mempunyai agama tidak baik bahkan atheis(orang yang tidak mempercayai akan adanya tuhan)
juga bisa dibilang benar jika ia berbuat baik .
pembuktian tuhan:
a. seseorang yang di tampar
pemuda: di mana tuhan itu….?
kakek: menampar pipihnya dengan keras
pemuda: kenapa say ditampar kek (sambil kesakitan)
kakek: sakitkan,tnjukan sakit itu
pemuda: mana bisa..?
kakek : begitu juga dengan tuhan dapat dirasakn tetapi tidak dapat di tunjukan
tapi kenyataanya berdasarkan sejarah malah agama yang menjadi permasalhan, itu ang salh adalh orangnya bukan agamanya
jadi lebih baik ciptakan perdamaian jangan mengatkaan kita baik,karena kita tidak tauh kesalhan yang tidak sengaja kita telah perbuat
maaf jika ada kata-kata yang salah.
mak ang
Al Hallaj melahirkan sebuah buku tentang ajarannya…. ada yang punya gak ?? thanx
Setuju…… Ak juga ngfaans ama Al-Hallaj & Syekh Siti Jenar..
al halajj,?,,,aku kenal dia,,,dia mengenal ku………..
al halajj…..sebutir permata,,diantara sejumlah emas..didalam sekarung pasir,,,pada masanya
Kata Allah ” HambaKU tak bisa mencintaiKU kalau hanya melakukan yang wajib2 saja, hambaKU bisa mencintaiKU klo dia jg melaksanakan yang sunnah2 jg, saat dia mencintaiKU AKUpun mencintai dia jg, maka saat itu ucapannya adalah ucapanKU,tangannya adalah tanganKU,kakinya adalah kakiKU, matanya adalah mataKU, dst…”
maha besar allah yang telah menciptakan mahluknya, apabila seorang telah jatuh cinta maka dengan cara apapun ia akan mendapatkan cintanya tak perduli aral rintangan menghadang.
ia maha mengetahui apa yang hambanya kerjakan amin ya rabbb…
la maujud bi haqqin illallah…& la tattaharaku zuriatun biiz nillah.
Sebenarnya kebenaran ada pada mereka…
mana bisa dengan keadaan sebagai Manusia biasa Dia bisa Mengaku tuhan…
maka disnilah letak rahasia itu…
dia sudah tdk mampu menahan akan keinginan hatinya…
dan yg berkata2 itu bkanlah manusia..
melainkan sudah dialah…
Telah Kutiupkan ruh kepada nabi Adam….
berikan kesan dan penilaian berdasarkan hati yang lapang dan tenang dibarengi iman dan taqwa kepada Allah swt, bahwa semua itu hanya Allah lah Yang Maha Tahu segalannya. Kebenaran hanya pada-Nya.
bagi hamba al-halaj sudah tiada semasa megeluarkan perkataan ‘ana al-haq’,ini kerana yang berkata-kata itu adalah Dia dan bukan al-halaj.Mengikut kata guru hamba kita binasa semasa makrifat( si muhammad keluar dan yg wujud ketika itu hanyalah Dia )Secara kasarnya alhalaj tidak mampu mengawal keadaan itu.
Di balik cermin mimpi
Aku melihat engkau
Di dalam engkau
Aku melihat aku
Ternyata kita adalah sama
Di arena mimpi yang penuh bermakna.
Dalam hutan
Ada taman,
Dan dalam taman
Ada puterinya.
Dalam baju
Ada cinta,
Dan dalam cinta
Ada segala-galanya.
Dalam awan,
Ada hujan,
Dan dalam hujan
Ada lautan.
Dalam aku,
Ada dia.
Dan dalam dia
Ada kita ada semua
di dalam rahasia ada Rahasia,
” Saya mencari tempat yang tentram diatas bumi,Tahulah saya,bukan dibumi tempat yg tentram.Kuikuti saja kehendak mauku,aku diperbudaknya.kalau kucukupkan yang ada,akupun merdekalah.”Saya tidak serahkan diriku memikul kesakitan hanyalah karena ku tahu bahwa maut juga yang menyembuhkan aku.satu pandangan dari pada Engkau Wahai Tempatku Bermohon.Himpunan cita2ku lebih nyaman Bagiku daripada dunia seisinya.Jiwa yang menderita,sabarlah…Semoga yang menjemput,dia sendiri yang mengobati……(HUSEIN BIN MANSYUR AL HALLAJ )
awluddin ma’rifatullah
Al Hallaj mengaku tuhan, fir’aun mengaku tuhan, siti jenar mengaku tuhan. semuanya batil! wajib kita tolak…!
Hanya semut kecil yang lewat…
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS al-Israa[17]: 36)
Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, “Siapa yang memusuhi kekasihku atau waliku maka Aku menyatakan perang terhadapnya.” (HR Al Bukhari, j.5, h. 2384)
Al Hallaj sudah menggapai tingkat makrifat yaitu tingkat spiritualitas yang tertinggi, orang awam yang masih bodoh gak bakal ngerti yang kayak beginian. Mungkin kalo dalam kristiani, dia telah mencapai roh kudus. Jadi kalo tasawuh dan aliran2 kebatinan dalam agama, ya khusus buat orang yang keimanannya sudah kuat saja. Salam Kejawen.
di dunia ini 1 org yg benar takkan menang melawan 10 org yg salah…… yg salahlah yg akan menang! jd hanya ALLAH SWT yg tahu atas alhallaj WALLAHUA’LAM.