Mengapa Ungkapan Cinta dalam Bahasa Indonesia Terasa Gombal?

Membaca, apalagi menerima sms seperti ini, “Your heart is mine… there I reign, I’m content”, rasanya dada si penerima akan bergetar, sehalus apapun itu.

SHIMMER AUTUMN DAY - M KRACKOWIZER. Tak hanya kata, sebuah lukisan pun konon, semakin abstrak semakin berharga.

SHIMMER AUTUMN DAY - M KRACKOWIZER. Tak hanya kata, sebuah lukisan pun konon, semakin abstrak semakin berharga.

Tapi mengapa ketika dibahasaindonesiakan - secara cermat apalagi jika dengan seadanya, misalnya menjadi “Hatimu adalah milikku… di sana aku bertahta, di sana aku berada”, kok malah berasa kek lirik lagu Indonesia Tanah Pusaka, lagu yang bakal muncul dengan malasnya di ujung siaran televisi.

Anehnya lagi, bahasa Inggris bahkan ga perlu “sepuitik” itu. Kalimat lugas semacam “You’re always in my heart” pun teutep aja kerasa romantisnya. Coba deh, kalo cowok Anda dengan mimik serius bilang, “Kamu selalu ada di hatiku…” Anda mungkin kaget sejenak, trus dengan penuh perhatian nanya dia, “Kamu ngga lagi demam kan, Sayang?”

Nah, lain lagi anggapan orang-orang yang – meskipun berkebangsaan dan tinggal di Indonesia, tapi - udah biasa pake bahasa Inggris. Mereka juga menganggap ekspresi cinta dalam bahasa Inggris itu terlalu biasa, dan akhirnya berasa gombal juga. (Gimana lagi kalo bahasa Indonesia ya?) Jadi? Pake bahasa Perancis dong, atau Italia sekalian, biar lebih romantis.

Jadi, bunyi sms itu mestinya, “Votre coeur est à moi… j’y règne, c’est assez” Deuh, pasti bakal ribet deh ngetiknya.

Berarti, semakin sulit dipahami, semakin layak kalimat itu mengemas rasa, semakin bagus jadi pengantar cinta. Begitukah? Itu pulakah alasan mengapa orang lantas menyusun puisi, mengabur-ngaburkan maksud hati, dalam baris kata penuh teka-teki, alih-alih dengan efisien dan lugas mengatakan, “Aku mencintaimu. Ada pertanyaan?” Padahal penggunaan kata yang efisien, tegas, dan lugas, bisa meminimalisir salah pengertian lo.

Tapi memang tampaknya kehidupan butuh teka-teki, dan tak selalu merasa perlu pada yang serba jelas, yang ringkas, yang gersang. Pantun menjadi indah karena dia dibubuhi sampiran. Deretan kata tanpa makna, hanya “sekadar” membuat rima.

Ingat adegan dalam film keren Beutiful Mind, waktu si jenius John Nash mendekati si pirang yang cantik di bar, dan dengan ekspresi tanpa dosa bilang, “Aku ngga gitu ngerti tentang kata-kata apa yang semestinya kubilang biar bisa bersetubuh denganmu. Tapi bisa nggak, anggap aja kita udah ngobrol ini-itu. Maksudku, pada intinya kita kan bakal mengarah pada pertukaran cairan kan? Jadi, bisa nggak kita langsung ngeseks aja, sekarang?”

Si pirang tersenyum manis, dan bilang perlahan, “So sweet”. Tapi sedetik kemudian, Plakkk!

Jadi inget juga ama sebuah komen lucu untuk posting jadul Menghapus Bekas Bibir tak Semudah Memupus Jejak Rasa. “Sentuhlah hatinya maka bibirnya akan mendarat di bibirmu! Bila kamu memilih menyentuh bibirnya terlebih dahulu, maka tangan kanannya akan dengan sigap mendarat di pipimu”.

Walaupun niatmu memang untuk ngeseks – atau bertukar cairan meminjam kalimat si John Nash gilak itu - wanita tak ingin langsung “bergerak” ke sana, kecuali dia memang berprofesi merentalkan tubuh, yang pas pula sedang kejar setoran. Itu sih ikan sepat ikan gabus, bukan ikan lele. Makin cepat makin bagus, jangan bertele-tele.

Jadi, berputar-putarlah dulu. Ayam jantan aja gitu kok.

Tapi apa bener, semakin tidak dimengerti, semakin indah sebuah pernyataan cinta? Trus gimana kalo dia ngirimi Anda sms, “@#$@#! &&^%$* &*^%4## @};-k@m\/” Ga ngerti kan? Nah, berarti itu pernyataan cinta terindah dong.

Tapi intinya barangkali bukan pada medium atau metode menyampaikan perasaan cinta itu. Tapi sungguhkah ada cinta di sana? Soalnya, orang yang sedang jatuh cinta, apapun yang disentuhnya akan menjadi puisi.

Tapi (lagi), jika di sana memang ada cinta, dan hadir pula keindahan dalam cara dan media menyampaikannya, maka getar rasa itu tidak akan melanda dua pecinta itu saja, tetapi semua orang yang menyaksikan atau mendengarnya, juga yang membaca kisahnya beribu tahun sesudah mereka tiada.

Isi itu paling perlu, tapi bukan segalanya. Sebab kemasan pun kadang menentukan nilai yang dikemasnya.

Kita misalnya tak perlu tahu bagaimana membaranya api cinta yang membakar jiwa Chairil Anwar untuk Mirat. Tapi menyimak keindahan kata dalam Sajak Putih berikut, kita seakan ikut terpanaskan oleh jilatan apinya.

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku

Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagimu menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah

Buat Miratku, Ratuku! Kubentuk dunia sendiri
Dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
Kecuplah aku terus, kecuplah
Dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku

Ah, siapa bilang bahasa kita tak bisa menjadi indah. Terima kasih untuk Chairil, Amir Hamzah, dan semua pujangga yang merakit kata menjadi bangunan syair yang memesona jiwa, menggetarkan rasa.

 

 

 


 

 

 

  

 

 

 

About these ads

31 thoughts on “Mengapa Ungkapan Cinta dalam Bahasa Indonesia Terasa Gombal?

  1. economatic

    Cinta itu mempunyai 1001 macam cara untuk diungkapkan dalam bahasa apa pun, ngapain repot2 pake bahasa asing kalo bahasa sendiri aja lebih lebih mudah dan mengena. Rada gombal? Ah itu berarti sering digombali …..

    Balas
  2. HeLL-dA

    Emang iya sih, kayaknya lebih keren bahasa luar..
    Nggak usahlah ungkapan cinta, kalo’ judul lagu aja lebih keren dlm bahasa Inggris..

    Contohnya:
    “Umbrella”-nya Rihanna, kalo di-bahasa Indonesia-kan…
    “Beach Chair”-nya Jay-Z dan Chris Martin..

    Kemudian,
    “Victims of Love”-nya Good Charlotte..
    Bayangin kalo’ diterjemahkan, maka jadinya “Korban Cinta”, Dangdut benget nggak seh… :lol:

    Balas
  3. Siu Elha

    berbahasa adalah kedalaman rasa Lae, seberapa dalam kita mampu mengapresiasikan bahasa ke dalam rasa kita. mau enggris kek, mo basa jawa kek, ato bahasa Indonesia? yah tergantung kedalaman rasa kita menghayatinya, keknya kayak kedalaman iman kita dalam memahami agama ya? tapi kalo bicara selera Lae saya malah sangat apreciate dengan bahasa daerah (baca : Jawa) karena saya wong Jowo Lae… hehehe

    Balas
  4. wongthai

    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    SITUS YANG KEREN PALING SEKALI
    SITUS YANG KEREN PALING SEKALI
    SITUS YANG KEREN PALING SEKALI
    SITUS YANG KEREN PALING SEKALI

    MARI SIMPAN GAMBAR KAMU DI DALAM “GAMBAR JAMBAN”
    MARI SIMPAN GAMBAR KAMU DI DALAM “GAMBAR JAMBAN”
    MARI SIMPAN GAMBAR KAMU DI DALAM “GAMBAR JAMBAN”
    MARI SIMPAN GAMBAR KAMU DI DALAM “GAMBAR JAMBAN”

    HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA= http://gambarjamban.notlong.com/

    SITUS YANG KEREN PALING SEKALI
    SITUS YANG KEREN PALING SEKALI
    SITUS YANG KEREN PALING SEKALI
    SITUS YANG KEREN PALING SEKALI

    BARU MAKNYUSS!!
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
    ▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄

    Balas
  5. edhy

    sebenarnya gk ada bahasa yg gk bagus.Tergantung dari kata2 yg kita gunakan dan makna dari kata2 itu sendiri.
    klo kita mengungkapkan perasaan menggunakan kata2 yang yg gk sering dipake sm orang dan penuh dengan makna,pasti bagus.

    Balas
  6. yande

    aku cinta kamu kayaknya itu seperti induk dari semua rayuan dan puisi cinta, masalah pertukaran cairan atau apa kek nantinya pokoknya aku cinta kamu dulu lah, jadi mungkin kalimatnya jadi…

    Aku cinta kamu, buka bajunya dong… wekeke…

    Balas
  7. Maren Kitatau

    Mengapa Ungkapan Cinta dalam Bahasa Indonesia Terasa Gombal?

    Mungkin karna posisi perempuan Indonesia dulunya lemah sekali.
    Banyak yg dikawinpaksain, banyak yg dipoligamiin atau nebus utang.
    Rasanya lucu bila lelaki merengek minta dicintain oleh wanita.

    Itu perempuan kita dulu.
    Padahal perempuan itu harus agung.
    Perempuan itu kata dasarnya “empu”.
    Perempuan adalah ruh rumah tangga.

    Semoga kualitas perempuan Indonesia semakin nyata,
    Agar kata cinta lebih sungguh bermakna.

    Tapi belakangan ini,
    Aneh bila ada orang patah hati karena wanita.
    Syair atau lagu patah hati menjadi lucu tak laku.
    Apa pula sebabnya ini?

    Salam Maya!

    Balas
  8. john

    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
    uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

    ccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccc
    iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
    nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
    tttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt
    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
    aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm
    uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s