Hayo… Agama Kamu Sebenernya Apa Sih?

Kemiskinan mendekatkan orang pada kekafiran, kata Nabi.

Yep! Pasti rada susah dong tunduk, patuh, konon lagi cinta kepada Tuhan, sementara setiap ruas waktu berisi genangan derita. Bagaimana mungkin kita mencintai pemberi derita, (kecuali cinta buta ya…)

Agama dengan sendirinya juga menjadi tak menarik buat orang miskin, karena tak pernah hadir di sisi mereka, mendampingi ketika mereka berkelahi dengan waktu. Hanya ritual ini itu, plus janji-janji tentang sesuatu yang indah di seberang sana, sementara di sebelah sini napas makin berat untuk dihela.

Penggiat agama akan marah jika Tuhan atau nabi dihina, tetapi diam saja kalau orang miskin dibuat semakin menderita. Mana pernah kita dengar kerumunan orang memekik Allahu Akbar! Allahu Akbar! atau berteriak histeris Haleluya! Haleluya! sembari menghadang Satpol PP yang akan membuat pedagang asongan lari terbirit-birit.

Padahal jika saja itu terjadi, si pedagang asongan akan merasakan getaran ilahi membentengi dirinya, tangan-tangan perkasa Tuhan menyelamatkan kehidupannya. Kujamin, dengan suara serak, karena datang jauh dari dalam jiwa, dia juga akan ikut memekik, entah Allahu Akbar atau Haleluya, atau mungkin dua-duanya. Y not?

Kemiskinan mendekatkan orang pada kekafiran, kata Nabi. Yep! Sebab agama tidak pernah menawarkan tangan untuk mengangkat mereka keluar dari sana.

Mungkin ayat-ayat berikut ini cuma salah cetak di Al-Qur’an dan Alkitab.

Tahukah kamu siapa yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mau memberi makan orang miskin! (Al Ma’un: 1-3)

Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, berarti memuliakan Dia. (Amsal 14:31).

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. (Ali Imran: 92)

Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! Tuhan akan meluputkan dia pada waktu celaka. (Mazmur 41:2).

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke timur atau ke barat, tetapi kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta. (Albaqarah:177)

Bagilah makananmu dengan orang yang lapar, terimalah orang-orang gelandangan di rumahmu. Berilah pakaian kepada orang telanjang, dan jangan menolak saudaramu yang perlu ditolong. Maka terang akan menyingsing bagimu seperti fajar, dan luka-lukamu akan segera sembuh. Aku akan menyertaimu untuk menyelamatkan kamu. Kehadiran-Ku akan melindungi kamu dari segala penjuru. (Yesaya 58:7- 8)

Eh, bukan salah cetak ya? Trus marah, ga suka, karena aku mencampur-campurkan Al-Qur’an yang mulia dengan Alkitab yang agung? Tarik napasmu perlahan saudara, bacalah ayat-ayat itu dengan pikiran yang bersih tanpa prasangka, dan jangan pedulikan “identitas” ayatnya. Entahlah buatmu, tapi buatku, terasa seperti urutan ayat yang indah dari satu kitab yang sama.

Sekali lagi, jika ayat-ayat di atas tidak salah cetak, berarti musuh Islam dan Kristen, juga agama-agama lainnya, ternyata sama: mereka yang tak peduli kepada orang lemah.

Jadi, kalau kalian malah yang saling bermusuhan, ayo… ngaku deh, agama kalian sebenernya apa sih?

32 komen sejauh ini

  1. Agiek on 25 Maret, 2008

    Menangis aku baca tulisanmu yang ini bang..

    ah kiranya ada 1 persen saja orang2 yang berpikiran seperti ini di negeri kita ini.. mungkin kedamaian dan kemakmuran itu bukan mimpi lagi ya bang..

    *sighs*

  2. Agiek on 25 Maret, 2008

    aku kopas ayat2 yang salah cetaknya ya :)

  3. abahoryza on 25 Maret, 2008

    sepertinya benar bung, sepertinya jelas banget di telinga gw …sepertinya itu tiba-tiba ilang diingatan kita semua

  4. gagahput3ra on 26 Maret, 2008

    :(

    Speechless…..

    Awesome post :)

  5. unai on 26 Maret, 2008

    great Lae..agama manapun pasti menganjurkan kita berbuat baik. Terenyak saya bacanya.

  6. daniel! on 26 Maret, 2008

    ayatnya kurang heroik sih.. jadi nggak menarik.. hehehe..

    di tengah tafsir agama yang semakin egois, memang perlu diingatkan kembali ayat-ayat seperti ini..
    thanks dan jangan bosen.. :)

  7. maya on 26 Maret, 2008

    mudah-mudahan pemikiran bang toga dalam tulisan ini menular dan menyebar pada siapa saja. hidup lebih indah pastinya :)

  8. Indiana Jones on 26 Maret, 2008

    Kata Alkitab: Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! Tuhan akan meluputkan dia pada waktu celaka. TIDAK DIBATASI ORANG LEMAH BERAGAMA KRISTEN

    Kata Quran: Tahukah kamu siapa yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mau memberi makan orang miskin! JUGA TIDAK DIBATASI DENGAN KALIMAT, TAPI JANGAN ANAK YATIM DAN ORANG MISKIN BERAGAMA LAIN YA…

    Tapi kenapa oh kenapa? BTW, THIS BLOG IS ALWAYS ENLIGHTING!

  9. SALNGAM on 26 Maret, 2008

    Melihat fakta di Indonesia mayoritasnya adalah Muslim dan Indonesia termasuk negara Miskin walaupun Minyak, Gas, Tambangnya aduhai. Problemnya menurut saya adalah etos kerja.
    Menurut Michael P Todaro dalam bukunya Economic development in a third world, disebutkan : Negara Maju (develop countries) kebanyakan adalah negara-negara yang mayoritasnya menganut Protestanisme (Etika protestan). Kalau boleh saya menebak, Bung Toga ini menganut etika protestanisme, bebas (free spirit) melakukan apa saja menganalisis, mengkritik maupun menyatakan pendapat.
    Suatu hari tahun 1986, ketika kami lagi kuliah Perekonomian Indonesia di FEUI (Dosennya Prof. Dr. Dorojatun Kuncoro Jakti) : Ada seorang teman muslim yang permisi karena sdh waktunya sholat. Sang professor diam termangu, sementara sang mahasiswa meneruskan langkahnya keluar. Setelah sang mahasiswa berlalu untuk sholat, sang professor membahasnya, … itulah problem kita. Seolah-olah ketika kita membahas bagaimana mensejahterakan orang miskin, hal itu tidak lebih penting dari shalat. Dia menyimpulkan bahwa Protestanisme telah melahirkan Revolusi Industri di Eropah, Migrasi besar-besaran Eropah ke USA karena Protestanisme tidak terikat dengan dogma-dogma sentimental yang sifatnya syariah. Ora et labora, itulah motto protestanisme….”bukan mereka yang menyebut Tuhan, Tuhan, Tuhan, lalu mereka akan Aku tempatkan disebelah kanan Aku. Pada hari penghakiman itu Aku akan menyatakan kepada mereka enyahlah engkau dari hadapanKu!, Aku tidak mengenal engkau. Pada saat aku lapar engkau tidak memberiKu makanan, Aku kedinginan tidak memberiKu selimut , Aku dipenjara enkau tidak melihatKu, Aku telanjang engkau biarkan. Lalu mereka menjawab : Kapan kamu Tuhan seperti itu aku tidak melakukaknnya? Lalu Jesus menjawab : Apapun yang kamu lakukan terhadap saudara-saudaraku yang kecil ini itu kamu lakukan kepadaKu!!.
    Bekerja keras, meneliti, melakukan innovasi, untuk memberikan lebih banyak lagi orang mendapatkan sandang, pangan dan papan adalah ibadah , sama dengan berdoa. Itulah etika Protestanisme.Tritunggal dosa, ini dosa, itu dosa biarlah Tuhan yang memutuskannya. Itulah etika Protestanisme.
    Orang Batak khususnya HKBP telah menuai hasil itu dari Nomensen. Orang Batak sekarang cukup banyak juga yang lari ke aliran Evanggelism!!!, yang setiap hari teriak halleluya puji Tuhan!!!.
    Pemikiran lae Toga ini sekiranya dikembangkan secara massive aku yakin Indonesia di masa datang, tingkat kemiskinannya boleh tereliminasi. Semoga.

  10. HARUHI-ism on 26 Maret, 2008

    great. :D

    Seperti yang dari dulu saya khawatirkan, agama terlalu diagung-agungkan sampai-sampai kadang lupa nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Padahal seperti yang Lae tulis, nilai kemanusiaan itu bagian dari agama juga kan?

    Justru saya miris saja ngeliat kasus di mana ketika ada Gereja yang memberikan bantuan kepada korban bencana, malah dituduh misi kristenisasi. Oh tuhannn…

  11. Tappang on 27 Maret, 2008

    Hehehehe… ayat-ayat di kedua Kitab suci itu tidak salah cetak, lae. Manusianya aja yang “cuma” bangga beragama, tapi miskin untuk melakukannya. Ah, lae ini… sedap-sedap ngeri ‘kali kalo bikin tulisan… Terus berjuang lae melalui tulisan… Horas!

  12. unai on 27 Maret, 2008

    Tersanjung 11 saya Lae..janji bakal rajin posting deh ;)

  13. fauzansigma on 27 Maret, 2008

    keren

  14. [...] Terhenyak aku membaca komentar dari Rikardo Siahaan untuk posting Hayo, Agama Kamu Sebenarnya Apa Sih. [...]

  15. meiy on 28 Maret, 2008

    kadang-kdang ‘pertanyaan agama kamu apa’ jadi tak relevan karena banyak orang sekarang tak beragama.

    aku malah heran orang-orang tak beragama yg kukenal kok malah punya nurani yah? lebih manusiawi?

  16. meiy on 28 Maret, 2008

    lagi ah: inilah ayat-ayat cinta yang terlupakan oleh banyak manusia kali bang yah. terasa sama karena berasal dari Tuhan yg memang hanya satu di semesta ini.

    eh thanks aku liat link aku nongol di blog keren ini :)

  17. kelepon on 28 Maret, 2008

    dari contoh pol PP dan pedagang , siapa yang salah????
    saya rasa islam sangat menganjurkan seorang muslim untuk taat pada peratura.! pedagang kecil itu memang seorang yang harusnya dilindungi negara. Tapi dia juda wajib mentaati peraturan Pemerintah untuk kenyamanan seluruh warganya.

    Karena warga negara Indonesia ini bukan hanya pedagang kaki lima saja.

  18. Nesia on 28 Maret, 2008

    gitu pula, ya pak…
    tp bukankah berjualan di jalanan itu adalah pilihan terakhir anak manusia itu untuk menyambung hidup. bukankah “pemandangan tak sedap itu” adalah cermin wajah pemerintah yg tak mampu menyediakan lapangan pekerjaan yg layak buat rakyatnya. jadi mengapa kalau buruk rupa, cermin yg dibelah?

    trus seberapa merugikannya sih mereka itu? harus diuber-uber, sampai dagangannya yang mungkin dibeli pake modal dari utang itu harus berceceran di jalanan…

    mengapa kepada para pengemplang BLBI, maling yg membuat anak-anak muda itu harus jadi pedagang asongan, negara ini justru sangat sungkan?

    after all, thanks sudah membawa sudut pandang yg berbeda. :D

  19. Charles on 28 Maret, 2008

    great post… :D

    yah, sebagai umat beragama, sudah seharusnya kita memperhatikan dan mengasihi sesama kita… Sesama yang dimaksud di sini tentunya bukan yang seagama saja, tapi sesama umat manusia…

  20. wahab on 30 Maret, 2008

    ente jangan sembarangan mengkaji tentang sholat kalao memang ente semua ga sholat jangan dijadikan bahan untuk membuat perumpamaan kalo ente semua protestan jangan mencoba mengkaji islam dalam segi kemiskinan

    WAHAB JUMHUR KETUA DPC PKB JAKARTA SELATAN

  21. Nesia on 30 Maret, 2008

    @Wahab.
    Maksud komen Anda itu apa? Tiga kali kubaca, ngga ngerti aku. Trus Anda pikir, di blog ini ada pengaruhnya gitu, jadi ketua PKB, PKK, atau apapun? Aku mengundang pemikiran, bukan posisi atau jabatan.

  22. putirenobaiak on 31 Maret, 2008

    wah hebat banget orang yg diatas ya (wahab?), bisa menuduh tanpa bukti ente semua gak shalat hahaha :) saluut mungkin jidatnya ampe hitam itu si “ente” yg komen hehehe *ngakak dot com*

  23. joe on 1 April, 2008

    bener-bener…., memang Islam dan Kristen ini bagaikan dua saudara dekat yang sama-sama ingin mengurus dunia peninggalan Adam ini, tapi sayangnya sama-sama pula melupakan ayat-ayat indah ‘itu”, yang dicuatkan hanya ayat-ayat permusuhan saja…, good bang, trusiiiin…

  24. lolipopz on 2 April, 2008

    Memang udah kewajiban kita sebagai umat beragama buat mensejahterakan saudara2 kita, tapi kadang suka lupa walaupun beda agama kita ini kan bersaudara hehehe… Harusnya emang kita lebih sering baca ayat-ayat cinta yang kaya gini, biar kedamaian & kesejahteraan bisa tercapai di dunia at least dinegara kita ;p

    Great work & keep writting!!!

  25. bimbim on 3 April, 2008

    wah kalau liatnya ayat2 cinta mbikin orang suka poligami, seharusnya gak ayat ayat cinta itu AYAT2 POLIGAMI………

    dalam islam wanita di ciptakan sebgai babu…

    baca lagi penciptaan alam…

  26. Nesia on 3 April, 2008

    @Bimbim.
    Lagi2 nemu komen yg buat aku bingung.
    Ide, pendapat, dan kalimat Anda serba tak jelas. Tapi tak akan kuhapus, biar jadi contoh, bahwa selalu saja ada orang yang kesulitan menjelaskan apa yang dipikirkannya lewat tulisan, atau malah memang tak tahu apa yang sedang dipikirkannya.

  27. Ryan Shinu Raz on 4 April, 2008

    Horas… Lae…

    Haa..ha….
    Jadi Ketawa setengah mati aku lae.. setelah aku baca beberpa komentar….

    Ada yang agak membela-bela SatPol PP atas nama peraturan. Peraturan yang mana pula ini. Peratuaran yang dibuat untuk menindas dan memarjinalkan rakyat tak mampu? Ah…
    Ada pula yang ngaku2 Ketua.
    Amang Tahe??? Memang kalo Ketua kenapa???

    Kalau aku didepan dia itu, pasti aku tanya :
    - Apa rupanya yang udah kau buat untuk Agama ini?
    - Apa yang udah kau berikan untuk negara ini?

    Sama aku bah, sama lae Nainggolan, udah 10x kubaca komen dari “katua” itu tetap aku tak mengerti….

    Boa na mai???

    Mauliate bah lae..

  28. willy on 9 April, 2008

    wahhh andaikan 10 orang saja dalam 10 kilometer bs mengerti tulisan lae
    bahwa perbedaan agama kristen dan islam itu tidaklah menjadi sebuah halangan melainkan sebuah keindahan
    mungkin perang di poso tidak akan terjadi
    tapi sayang kita sebagai manusia menganggap agama itu hanyalah sebuah simbolis (spt ktp) bukan sebagai bagian dari jiwa

  29. Hamdani on 13 April, 2008

    @ bimbim
    kamu kok goblok banget sih, justru islam itulah yang memuliakan wanita, jgn asal nyablak ya, lurusin dulu keyakinan kamu! sok ngebahas wanita dalam Islam.
    Orang buta belum pernah liat gajah yang dipegang belalainya, dia menyimpulkan kalau gajah itu panjang seperti ular. Itu ibaratnya kamu dungu!
    Punya keyakinan salah kok bangga? Tunggu saja akibatnya.

  30. Hamdani on 14 April, 2008

    umat kristen sekarang ini, adalah umat kristen yang dikibuli oleh Paulus, menyembah manusia. Tuhan beol disembah.
    Perjanjian baru bukanlah wahyu, dan sampai kapanpun tidak dapat dijadikan alasan mengapa seseorang akhirnya beragama, jawabnya simpel, perjanjian baru itu bukan injil, tapi buatan pendeta-pendeta murtad, mengisahkan sebagian, menyembunyikan sebagian banyaknya.
    Tidak pernah ada perbedaan dalam qur’an hingga saat ini tidak pernah ada perbedaan dari qur’an versi lama, maupun qur’an versi baru, sebab qur’an adalah perkataan Allah kepada Muhamad, yang kemudian dihimpun dan dikumpulkan menjadi sebuah kitab. Sama hal nya dengan injil, injil adalah perkataan Allah melalui ISA (Yesus) kemudian dibukukan dan disebarkan kepada pendeta-pendeta, setelah itu dianut oleh para penganut injil.
    Berbeda antara penganut injil dengan orang-orang
    kristen, orang kristen yang ada sekarang adalah kristen yang merupakan bagian dari salah satu sekte dalam agama Yahudi, agama ini mulai berkembang pada jaman kerajaan Romawi. Sedangkan penganut agama injil dinamakan Nashara, berasal dari orang-orang Nazaret, kebanyakan orang dari Nazaret mengenal Muhamad seperti mengenal anaknya sendiri, oleh karena itu mereka berbondong-bondong memasuki tanah arab, tanahnya Ibrahim dan Ismail, tapi karena tertahan oleh orang-orang kafir quraisy, maka mereka berdiam diri di madinah, dan merekalah suku yang paling banyak menganut islam, ketika Nabi Muhamad SAW hijrah ke Madinah(Yastrib).
    Harap dicatat, hampir keseluruhan dari mereka memeluk agama Islam pada akhirnya, hanya beberapa pendeta,dan orang-orang Yahudi yang tidak menganut agama Islam, dan pada akhirnya mereka menghasut, merubah, dan memalsukan ayat-ayat Allah, dan mengatakannya ini dari Allah, padahal bukan. Seperti itulah sekilas tentang orang-orang beragama injil, salah satu bukti yang ada hingga saat ini adalah Naskah laut mati, atau naskah gua Qumran, yang ditemukan sekitar tahun 60-an disekitar laut mati, naskah itu dibawa oleh para penganut agama injil, yang isinya mengisahkan tentang kenabian Isa a.s. Naskah tersebut berada dalam salah satu museum di Jerusalem Orang-orang kristen yang ada sekarang adalah agama baru buatan para rabi Yahudi pada jaman Romawi, kitab aslinya nggak ada, isinya jauh dari petunjuk tuhan, dan dianut oleh orang-orang yang termakan dogma dari para pendeta. Salah satu dogma tersebut adalah konsep trinitas, mungkin suatu saat nanti akan berkembang menjadi konsep pentagonitas, atau apa lah………yang jelas logikanya seperti ini, jika ada tiga tuhan, tuhan yang satu ingin matahari terbit dari timur, yang satunya lagi dari barat, yang lainnya ingin dari tengah, yang terjadi apa………..perkelahian antar tuhan kali. Yah…… Jadi jawabannya nggak mungkin………….!!!!!
    Pengangkatan Yesus menjadi Tuhan Yesus tidak pernah disembah hingga 200 tahun setelah meninggalkan dunia, pengangkatan Yesus menjadi tuhan ini melalui sebuah konsensi yang dinamakan konsensi konstanti di konstatinopel, harap dicatat, yang mengangkat Yesus menjadi tuhan adalah manusia, istilahnya seperti ini, ada kumpulan patung, kemudian membuat sebuah konfrensi untuk mengangkat salah satunya menjadi Manusia, jawabannya…….Ya nggak mungkin.
    25 Desember bukan hari kelahiran Yesus, Yesus tidak dilahirkan pada tanggal 25 desember seperti sangkaan banyak orang, penetapan ulang tahun Yesus ditetapkan oleh raja romawi pada waktu itu yang menganut agama kristen, dimana sang raja terbiasa menyelenggarakan hari kelahiran dewa matahari (ra), dikarenakan saat itu banyak orang romawi yang masih menyembah berhala, dan terbiasa menyelenggarakan pesta-pesta hingga mabuk, memperingati hari kelahiran dewa ra, maka ditetapkanlah bersama pendeta-pendeta bahwa kelahiran Isa (yesus) itu tanggal 25 desember bersamaan dengan kelahiran dewa ra, silahkan tanya sendiri pada ahli sejarah. (by Mas Sato)
    Jadi kesimpulannya agama kristen itu adalah sesat dan mereka yang menganutnya itulah yang disebut domba-domba tersesat.
    Barang sipa menepuk air didulang terpercik muka sendiri.

  31. Adiska on 17 April, 2008

    Wah… seru juga ternyata blog ini. Bokmarked on my Operator PC :) (Penjaga warnet ceritanya neh… ;) Harus dikunjungi setiap hari.

    Melihat tulisan2 di blog ini sejuk… Melihat komen2nya miris…

    Kapan ya manusia berhenti mempertanyakan kemanusiaan orang lain via agamanya???
    *mlamun mode on*

    Sebaiknya tanggalkan agama kita dan tanyakan kemanusiaan kita. Bisa nggak kita berbuat adil dan penuh kasih terhadap manusia lain???

    Buat baik dicurigai, buat bejad dicacimaki. Hm…

    Sekali lagi:

    agama -> etimologi -> tidak kacau

    “Kalau kamu masih nyerang agama orang lain, kamu masih kacau… dan keimananmu dipertanyakan :)”

  32. supono on 18 Mei, 2008

    gw bingung neh knp kesalahan2 yg diperbuat umat suatu agama tp yg di vonis mati pasti system agamanya, so what gitu loh bang toga?

Leave a reply