Seperti Ngeblog, Musuh #1 Cinta Bukan Pengkhianatan, tapi Kebosanan 14 Maret, 2008
Posted by Toga Nainggolan in artikel, blogging, bunuh diri, celebration of life, cinta, dedikasi, dunia maya, energi, gairah, inspirasi, kata hati, kehidupan, kejenuhan, opini, pernikahan, pria, sosial, wanita.trackback
Kata Sir Cecil Beaton: ”Barangkali kejahatan terbesar kedua di dunia adalah kebosanan, dan yang nomor satu: menjadi orang yang membosankan!” Kebosananlah, bukan yang lain, yang menjadi virus penghancur hampir seluruh bentuk hubungan antarmanusia, membuat mimpi padam sebelum waktunya, memaksa orang mati sebelum ajalnya.
Bahkan waktu, sesuatu yang begitu presisi dan konsisten, bisa melambat bila sudah dijalari kebosanan. Jarum jam jadi lebih malas berputar, dan detaknya yang begitu lirih, bisa memekakkan telinga.

Konon manusia diciptakan, juga buah dari kebosanan dewa-dewa. Sesuatu yang kemudian mereka sesali, karena ternyata ciptaan itu menyumbangkan kerusakan di jantung semesta.
*****
Pernah Anda bingung, melihat lelaki yang mengkhianati istri atau kekasihnya, yang kelihatannya begitu sempurna: cantik, pinter, pokoknya segalanya yang membuat dia menjadi impian setiap lelaki deh.
Pas ditanya, dengan entengnya tuh cowok bilang, “Sapa bilang sop buntut ngga enak. Tapi sesekali pengen juga makan ikan asin pake sambel terasi.”
See? Jawaban yang menyebalkan itu juga membawa pesan tentang kebosanan. Kadang, seorang lelaki tidak bisa memberikan alasan yang kuat, bahkan alasan apapun, untuk berkhianat.
Perempuan juga pernah sih, tapi frekuensinya jauh lebih kecil. Nah, jadi keinget: perempuan bukannya punya karakter lebih setia dari pria, tetapi Tuhan tampaknya memberikan kemampuan lebih kepada wanita untuk menghadapi kebosanan.
Buktinya, mereka nyaman aja tuh membawa janin di kandungannya selama 9 bulan penuh, sementara laki-laki, menggendong setengah jam aja udah ngeluh. Perempuan juga bisa betah di rumah untuk masa yang lebih panjang dari pria, yang satu hari saja sudah gelisah mau keluar rumah.
Jadi, cara mencegah lelakimu berselingkuh bukanlah dengan melakukan pengawasan melekat, atau bahkan menanamkan sebuah chip di dompetnya, sehingga kau bisa melacak keberadaannya dengan GPS. Tapi temukan faktor yang membuatnya bosan. Kalau ternyata faktor itu adalah kamu sendiri,
ya udahlah… Kau sudah menyerahkan diri kepada seseorang yang tidak bisa menghargainya, dan dengan demikian, tidak layak mendapatkannya.
————————————————————
Posting ini muncul ketika sy blogwalking, kejenuhan sepertinya menyergap di mana-mana. It’s OK. Memang itulah musuh kita sesungguhnya. Like I said, mencintai sepenuh hati itu tidak sulit, yang sulit adalah tetap mencintai sepenuh hati, karena waktu adalah tantangan terbesar bagi cinta. Apalagi bila kebosanan sudah bergelantungan di pendulumnya, maka jarum jam akan melambat, melambat, melambat… Segalanya tiba-tiba memberat, bahkan kelopak mata pun seperti tak bisa lagi diangkat.







saya sepakat dengan kalau mau mencegah laki-laki itu selingkuh bukannya dengan membuntuti kemanapun bak intel.
siapakah yang bisa mengalahkan kebosanan itu?
hmmm……
ya sudah, cuma mau bilang hmmm itu aja, hyahahaha…
saya lebih suka menikmati kebosanan
bukan dng membunuhnya
btw, sebenernya ada cara lebih mudah buat ngelacak
dibanding nanemin chip gps
hihihi oot deh
jika kebosanan melanda, sebaiknya kembali ke khitah kah??? apa seh :d
perubahan itu abadi
ya lagi kena efeknya ajah
temen saya, ada yg gitu omongannya. gw yg sakit hati melihat istrinya yang menurut gw : sempurna, malah disia2in. selalu perempuan yang jadi korban. tapi lama2…menoleh ke tempat lain, ternyata, juga ada perempuan yang mau dikorbankan (?) atau…entahlah… mungkin buatnya dikhianati itu indah
laki2x mah bukan cuma bosen tapi gatel kaleeeeeee wkekekek
eh tapi teman peremuanku juga ada yg gatel kok. katanya suaminya udah gak fun lagi and gendut lol
sippp sangat setuju
sesekali refreshing biar gak bosen hehehe….. semoga saya juga bisa mengendalikan kebosanan saya
betul bah. lae ini memang selalu punya ide segar….!
bwetoool….tp ada yg salah juga sih…di samping si istri menemukan faktor kenapa si Suami bosen…si Suami juga harus ngontrol diri dong supaya gak cepet bosen…masa si Istri mulu disalahin
deg! nanceeeeep….itulah salah satu yg selalu menghantuiku… bgmn bila kasih ini berubah menjadi bosan???semoga saja tidak.. krn berada jauh darinya justru menggilakanku..haiyaaa
usul gini aja… kalo bosen bercinta ya ngeblog.. kalo bosen ngeblog ya bercinta lagi.. tentu tetep dengan pasangan yang sah dan meyakinkan..
Horas Lae…
Horas semua yang membaca….
_Venus
_Almascatie
_dll
Kali ini aku cuma bisa Setuju ajalah…. nggak tau lagi komentar apa. Tapi jadi terpikir pula aku bah, cemana pula kalo aku udah bosan hidup ya???
(alamakk?????)
Horas ma di hita saluhutna
kalau saya sedang -bukan ’sudah’- bosen, susah ganti menunya. jadi, menunya tetep tahu. tapi cara bikinnya dibikin bervariasi aja. hehehe.
saya selalu bertanya…
kenapa tidak bosan pada nasi?
pada malam?
akhirnya, setuju Bang Edy, menikmatinya…
apakah begitu Bang?
bukan bosan yg utama bang, tapi tantangan terasa lebih merangsang hehehehe….haiya
Klo bosen itu emang manusiawi seh. Hmm… klo suatu saat orang yg g cinta bosen ma g, gimana ya ???
Argghhh, ga mo bayangin ah…
Makanya,kalau menganggap pasangan kita itu harus dianggap seperti nasi jangan seperti camilan. betul apa kata goop, ga ada tuh yg bosan sama nasi..
salam kenal aja.
time changed so much, babe.
and its totally hurt..
biar gak bosen.. dilepasin aja dulu 2 minggu.. pas ketemu lagi.. pasti horni lagi… he..he.. tapi jamngan kelamaan dilepasnya ntarrr di embat orang laiiiinn