jump to navigation

Menolak Valentine? Ah, Sok Paten Kali pun Kalian! 15 Februari, 2008

Posted by Toga Nainggolan in arise, artikel, batak, celebration of life, cinta, dedikasi, filosofi, fundamentalisme, gairah, inspirasi, kata hati, kehidupan, marah-marah, nesiaweekism, opini, sosial, spiritualitas.
trackback

valentine.jpg

Terus terang, bingung aku melihat penolakan – terutama yang berlebihan seperti yang dilakukan orang Pakistan dalam gambar – terhadap hari Valentine, hari kasih sayang, rahman warrahim, 14 Februari. Kebencian apa sesungguhnya yang bersarang di kepalanya, yang ditutup kopiah putih bersih itu?

Apa karena hari itu berasal dari kisah seorang pemuka agama Kristen Katolik, Valentine dan Santo Marius? So what? Kok tak kau bakari juga semua kalender internasional, yang malah lebih “parah” karena berasal dari momentum kelahiran Yesus Kristus? Trus kok mau kau libur hari Minggu, di mana orang Kristen pergi ke gereja, dan sebaliknya mau pula tetap kerja di hari Jum’at, padahal di situ kaum muslimin pergi shalat Jum’at ke masjid-masjid?

Kok tanggung-tanggung? Katanya harus kaffah, baik menjauhi larangan maupun melaksanakan perintah, nahi mungkar wa amar ma’ruf? (Jangan kau bilang aku terbalik-balik. Tanya ustadz kau, bahwa kita harus lebih dulu menjauhi yang buruk baru mendekati yang baik!)

*****

Terus terang (lagi), selalu emosi aku nengok yang gini-gini. Si Valentine itu terkenal, bukan karena dia fundamentalis Katolik yang menggoroki leher orang Islam, atau siapapun. Dia dikenang, karena berani melawan penguasa, Kaisar Claudius II. Jadi, tak seperti pemuka agama sekarang, yang terbungkuk-bungkuk ta’zim di depan penguasa.

Ketika Claudius melarang para pemuda menikah, biar dia bisa mendapatkan serdadu yang kuat, Valentine secara diam-diam tetap menikahkan pemuda yang ingin menikah. Kau pernah dengar sabda Nabi? Menikahlah, karena menikah itu bagian dari sunnahku, dan siapa yang tak mengikuti sunnahku, maka ia bukan ummatku.

Dia kemudian tertangkap, dan harus menghabiskan seluruh sisa hidupnya di penjara! Bukan karena korupsi dana haji, tapi pengorbanannya demi masa depan anak-anak muda, demi kasih sayang, demi pernikahan, sesuatu yang juga menjadi sunnah nabi kita.

*****

Nah, sekarang agak kau betulkan dulu letak kopiahmu itu. Jangan kau pikir mentang-mentang kita punya warna kopiah sama, apapun tindakanmu akan kubela.

Kalau kau tak tertarik ikut merayakan, nah, ontok kau situ, diam aja, tak usah pula kau bakar-bakar gambar hati di jalan-jalan. Tau kau? Gara-gara tindakanmu itu, makin muak orang sama agamaku – aku sendiri tak tau agamamu apa.

Apa salah, kalau pas tanggal 14 Februari itu aku mencarikan sebuah hadiah kecil untuk istriku, karena setelah kuingat-ingat, udah lama kali aku tak memberikannya hadiah apapun. Apa salah pas di hari Valentine itu aku peluk tiga anakku agak lama, karena aku juga tiba-tiba ingat, udah lama aku tak pernah memeluk mereka kuat-kuat? Apa salah, pas hari Valentine, ibuku yang sakit-sakitan dan udah tak bisa melihat lagi, kaget karena tiba-tiba aku mencium kakinya, hal yang selalu dipesankan almarhum Bapakku, tapi juga sudah hampir setahun tak kulakukan?

Kau lihat bagaimana 14 Februari mengingatkan aku pada hal-hal baik yang sudah kulupakan?

Kau tau tindakanmu membakar-bakar itu mengingatkan aku pada apa? Cuma satu hal: orang yang mengenakan kopiah dan jubah putih, bisa saja menyimpan hati yang hitam, kalbu yang gelap di rongga dadanya.

Andai kau ngerti bahasa Indonesia logat Medan, akan kubilang samamu: SOK PATEN KALI PUN KAU!

 

 

Komentar»

1. Valentino Rossi - 15 Februari, 2008

Horas B Toga!
Trus terang juga aku pun bingung melihat penolakan seperti itu dari kawan2 muslim. Gitu juga hal2 yang cenderung penolakan keras lainnya.
Tapi tulisan2 B Toga di blog ini membuktikan hal semacam itu ngga datang dari ajaran agamanya, tp mungkin dari interpretasi dan sikap oknum per oknum.

Hehehe, biar pun aku suka dengan gaya romantic writing abang tp lebih suka lagi dengan gaya medan seperti ini. Keluar bataknya. Kapan2 main2 ke Italia ya… Heheehehe

2. Nesia! - 15 Februari, 2008

@Rossi.
Keknya emg masalah interpretasi. Jangankan Islam, ajaran Kristen atau agama manapun bisa jadi akar fundamentalisme kalau memang diinterpretasikan begitu.

Di undang ke Italia? Wah, dapat kunjungan pembalap sehebat Anda aja udah kehormatan besar. Tp bukannya Anda tinggal di London? ;)

3. Valentino Rossi - 15 Februari, 2008

Itu Rossi yang asli, B Toga. Pembalap ceking yang jago di tikungan, tp kalah karena motornya memble. Dia memang tinggal di London.

Aku kan Rossi yang tinggal di Pondok Gede, huehehehe, yang cuma punya motor bebek. Aku sarankan abang main2 ke Italia kalau B Toga emg punya cukup uang. :P Kalau belum, ya ontok abang situ.. Hehehehe

4. Nesia! - 15 Februari, 2008

Wah! Terbukti kan sama komentar ringan aja kita bisa salah interpretasi, apalagi kitab suci, yang berisi mahakebenaran!

Sialan, kena aku! :D

5. The Sandalian - 15 Februari, 2008

Maaf Lae, setengah geli saya membaca Lae ngamuk-ngamuk gini.

Tapi bener kok apa yang Lae tuliskan itu. Kapan agama ini akan jadi rahmatan lil alamin kalau orang-orangnya masih seperti itu..

6. Nesia! - 15 Februari, 2008

@YS
Aku ngamuk, orang malah geli ya? Kekna aku bukan pengamuk yang baik. :D

7. kw - 16 Februari, 2008

lae, jangan-jangan para demostran itu antek para kapitalis agar bisnis coklat , bunga mawar dan perniknya laku keras.
:)

8. venus - 16 Februari, 2008

wekekeke….marah2 pula si abang ini. katanya palentiiinnn…..:p

9. jiki - 16 Februari, 2008

Apa karena hari itu berasal dari kisah seorang pemuka agama Kristen Katolik, Valentine dan Santo Marius? So what? Kok tak kau bakari juga semua kalender internasional, yang malah lebih “parah” karena berasal dari momentum kelahiran Yesus Kristus? Trus kok mau kau libur hari Minggu, di mana orang Kristen pergi ke gereja, dan sebaliknya mau pula tetap kerja di hari Jum’at, padahal di situ kaum muslimin pergi shalat Jum’at ke masjid-masjid?

==========================

:) bang, sebelum marah-marah ala medan itu, mungkin sebaiknya dipastikan dulu kenafa mereka mengambil langkah radikal seperti itu..
karna keknya abang pun lum tau alasan mereka yang cenderung anarkis itu.

Aku memang termasuk yang ga ikutan plentinan, tapi juga ga setuju dengan aksi anarkis tersebut. Alasannya mungkin seperti yang banyak diucaapkan orang2 sampe bebuih2.. kalau sejarah plentinan itu sendiri belum jelas, dan seandainya pun itu benar, masih ada icon sejarah lainnya yang lebih pantas mendapatkan kehormatan tanggal lahirkematiannya dijadikan hari kasih sayang, dan yang terakhir adalah.. karena memang plentinan telah menjadi momentum bagi para kapitalis untuk meraup keuntungan dengan mengunakan teknik infiltrasi purba itu.

Dan alasan kenafa aku ga setuju mereka2 yang berkopiah putih bersih di foto itu :) adalah.. mereka tanpa sadar telah membantu para kaum kapitalis dan conspiracy theory untuk mendapatkan ajang promosi gratis.

=====================================
*dibalas b toga: mang siapa nyang nanya alasan kau!*
ajip.. pulang kandang lah

10. yati - 16 Februari, 2008

orang yang mengenakan kopiah dan jubah putih, bisa saja menyimpan hati yang hitam, kalbu yang gelap di rongga dadanya.

dan orang yang pake kaos biru, darahnya tetap merah
jenderal pun darahnya merah
yang mingguan yang jumatan, darahnya juga merah
jadi, apa bedanya kita?

*ga nyambung, biarin :p

11. iman brotoseno - 16 Februari, 2008

namanya momentum, kok paranoid.. ada artikel menarik disini

12. Humbang Hasundutan - 17 Februari, 2008

Ingat kejadian tahun lalu di salah satu negara Asia Tenggara ini? Aparat keamanan mereka dibuat kalangkabut, karena ratusan mudi-mudi mereka sepakat akan menyerahkan kehormatan mereka kepada kekasih-kekasih mereka persis di hari/malam berkasih-kasihan itu.

Mungkin masih banyak lagi perbuatan-perbuatan tidak terpuji lainnya yang dilakukan oleh muda mudi pada momen itu. Inilah salah kemungkinan yang membuat mereka sampai bertindak seperti itu.

Tetapi, adakah cara lain selain cara itu? Ada!Ungkapan dalam bahasa batak seperti ini: “Masihurhe manukna be, unang teal boruranna.” Artinya, mari kita memberikan perhatian yang baik, pengarahan yang baik kepada anak-anak kita, agar mereka berbuat yang terbaik dalam hidup dan kehidupan mereka.

13. panabiduhut - 17 Februari, 2008

Songoni do sipata na mangolu on, di roha nian tu nadenggan, alai di roha ni halak tu jorbut…

14. Robert Manurung - 17 Februari, 2008

Sumpeh Lae, aku nggak punya keberatan terhadap perayaan apapun yang mau dibikin orang, asal jangan perayaan kekejaman Soeharto membantai 1 juta lebih warga negeri ini. Nggak nyambung ya. Maksa kali. Apa kabar Lae ?

btw aku mau sampaikan kabar duka mih buat pecinta lingkungan, terutama Bangsa Batak :

Hutan alam Tele di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, sejak dua hari lalu sudah mulai ditebang dengan gergaji mesin. Targetnya hutan heterogen seluas 2.250 hektar akan dipangkas bersih untuk dijadikan lahan perkebunan bunga. Investornya dari Korea.

Dengan ini kami, Komunitas TobaDream mohon dukungan kawan-kawan sesama blogger Indonesia untuk bersama-sama memberi tekanan; agar pembabatan hutan pusaka itu dihentikan. Caranya, berilah komentar dukunganmu pada artikel di :

http://ayomerdeka.wordpress.com/

Terima kasih!

15. DANIEL! - 18 Februari, 2008

salam kenal.. :)

ikut komen.
menurut saya, agama apapun selalu punya dua sisi: pencarian dan kepastian.
untuk orang-orang yang lebih suka kepastian, kesombongan sering tak terelakkan.. :(

thx

16. cintabening - 18 Februari, 2008

Hi hi hi, paling seru kalau bang Toga udah posting ngomel-ngomel begini. Eh, sempet-sempetnya nyuruh si engkong betulin kopiahnya!

Nah, sekarang agak kau betulkan dulu letak kopiahmu itu. Jangan kau pikir mentang-mentang kita punya warna kopiah sama, apapun tindakanmu akan kubela.

17. Menolak Valentine..ah sok paten kali pun kalian « Emmy21’s Weblog - 19 Februari, 2008
18. Kandar Ag. - 19 Februari, 2008

Wah…dah lama nggak mampir sini rupa-rupanya Bang Toga makin seru dan ciamik aza!
Soal palentinan yang udah banyak dikomentari itu aku ndak mau nambah komen… :)
Soalnya sudah pasti isi di pikiran ini banyak itemnya… Sampai bingung mau ngomong apa lagi… Biarlah jadi jerawat saja…Cinta memang musuhnya benci (dan anak-anaknya)… Ngobral kebencian, cintaku ntar malah pudar deh…

Horas, Bang Toga!
Salam dari Kandar for The Good News

19. lupuzmillenia - 22 Februari, 2008

Lalu kenapa dirayakan?
dan kalau mau berkasih sayang dengan keluarga kenapa hanya tgl itu?

Statement siapa dan mana yg mengharuskan libur kalo merayakan / beribadah?
:)

Dalam kitab tertulis “amar ma’ruf nahi munkar”…bukan kebalikannya…..
:)

20. meiy - 26 Februari, 2008

hihihi palentin oi bang palentin every day :) (telat kali aku)

asyik kalipun aku baca bang toga begini2an hehehe…

suse emang orang yg gak ngerti makna cinta, kalau gak merayakan ya gpp tp jangan lah menghujat apalagi buang hajat ups..bakar2 pulak kaya teroris

21. tina - 8 Mei, 2008

mungkin kita bagaimana sejarah hari valentine..mungkin agama lain tidak membenarkan merayakan hari valentine..tp apakah salah kita mengungkapkan kasih sayang..toh bukan buat pacar, suami..tp bisa buat siapa aja yg kita sayangi…ungkapan rasa syg bukan di hari valentine aja tp tiap hari…

rasa sayang lebih besar nilainya dr cinta..karna ..rasa syg belum tentu ada cinta ato sebaliknya…
pokoknya..rasa sayang lebih indah….

22. herry - 29 Mei, 2008

Asalamu’alaikum Wr Wb
ALLOH SWT telah berfirman Walatakarobuzzina (janganlah kamu mendekati zina) jadi sekarang buat penulis dan pembaca yang setuju dengan pendapat penulis tolong dipikirkan lagi apa manfaat merayakan Valentine banyak manfaat atau kebatilan biar lebih jelas coba kamu kunjungi situs ini http://www.eramuslim.com/ustadz/fqk/6205114411-hukum-merayakan-hari-valentine-buat-umat-islam.htm
buat yang nulis cuma satu kata bila kau tidak BERTAUBAT “SEMOGA ALLOH MEMBERIMU PETUNJUK KEPADAMU”
Buat pembaca blog ini habis baca tolong cari info lain INI MENYESATKAN!!!!!!!!

23. zakaria - 11 Februari, 2009

Asalamualaikum Wr Wb
Setuju bgt tuh kepada bang Herry,setau ane baik kristen maupun Islam melarang perbuatan zina,ane rasa bg Toga tau hal itu,
lalu kenapa harus merayakan valentine klo pada saat ini valentine tuh mendidik para pemuda untuk berbuat zina,

soal Sunah Rosulullah,apa karna kita tidak setuju dengan palentin kita jadi tidak mengikuti Sunah Rosul,SALAH BESAR….
Ane tidak setuju dengan hari palentinya BUKAN rasa kasih sayang kita terhadap orang terdekat,

Sekarang ane tanya,Apabila ni,hari palentin itu tidak ada,Apakah bang toga tidak memberikan kasih syang kepada keluarga??????

24. Haris Suryanegara - 11 Februari, 2009

Yeah, this post is a good one..
i am 99,8% agree.

*tersenyum puas*

25. anti barat - 16 Februari, 2009

kepada sesama kawan ANTI BUDAYA BARAT
valentine yang berasal dari budaya barat, memang harus kita tolak
tidak peduli ada unsur positifnya atau tidak, saya rasa kita sebagai sesama anti budaya barat harus menolaknya

tapi, lebih daripada itu, kita harus KENALI dan HINDARI pemakaian barang-barang hasil OLAH PIKIR dan OLAH BUDAYA mereka (barat)
kita harus kenali barang/ produk yang berasal dari olah rasa, olah karsa, olah pikir dan hasil budaya bangsa barat.
ingat, segala sesuatu yang berasal dari budaya mereka, harus kita lawan.

Mesin ATM Pertama dibuat 02-09-1969 di Amerika Serikat
komputer pertama dibuat oleh Dr. John V Atanasoff dan Clifford Berry thn 1937
Penemu Mesin uap Adalah James Watt Berasal dari Negara Inggris
Penemu Mesin 4 tak Adalah Nicolaus Otto Berasal dari Negara Jerman
Penemu Mesin diesel Adalah Rudolf Diesel Berasal dari Negara Jerman
Penemu Mesin cetak Adalah Johannes Guttenberg Berasal dari Negara Jerman
Penemu Mesin ketik Adalah Christopher Sholes Berasal dari Negara Amerika
Penemu Radio Adalah C. Marconi Berasal dari Negara Italia
Penemu Televisi Adalah J.L. Baird & C.F. Jenkins Berasal dari Negara Amerika
Penemu Telegrap Adalah Samuel F.B. Morse Berasal dari Negara Amerika Serikat
Penemu Telepon Adalah Alexander Graham Bell Berasal dari Negara Amerika Serikat
Penemu Dinamo Adalah Michael Faraday Berasal dari Negara Inggris
Penemu Bola lampu Adalah Thomas Alva Edison Berasal dari Negara Amerika Serikat
Penemu Batu baterai Adalah Volta Berasal dari Negara Italia
Penemu Termometer Adalah Galileo Galilei Berasal dari Negara Italia
Penemu Korek api Adalah Robert Boyle, John Walker
PPenemu Sinar Rontgen Adalah Wilhelm Conrad Rontgen Berasal dari Negara Jerman
Penemu Stetoskop Adalah Rene Laennec
Penemu Lensa Adalah Anthony Van Leuwenhook Berasal dari Negara Belanda
Penemu Mikroskop Adalah Zacharias Janssen
Penemu Teleskop Adalah H. Lippershey
Penemu Kamera Adalah Louis Jacques Monde da Guerre & Edwin Land Berasal dari Negara Amerika
Penemu Pesawat terbang Adalah Wilbur dan 0. Wright Berasal dari Negara Amerika
Penemu Kereta api Adalah Murdocks Berasal dari Negara Inggris
Penemu Lensa kaca mata Adalah Benyamin Franklin Berasal dari Negara
Penemu Mesin hitung Adalah Blaise Pascal Berasal dari Negara Prancis
Penemu Mobil Adalah Gottlich Daimler
Penemu Motor Adalah Nikola Tesla
Penemu Traktor Adalah Benyamin Holt
Penemu Tangga jalan Adalah Elis G. Otis

26. Yuk, Tolak Valentine dan Semua yang Berbau Barat « Nesiaweek Interemotional Edition - 16 Februari, 2009

[...] marah-marah, nesiaweekism, opini, sosial, spiritualitas. trackback Saya pernah menulis “Menolak Valentine? Ah, Sok Paten Kali pun Kalian“, dan ada komen yang menarik dari pembaca dengan nick Anti Barat. Menurutnya, bukan hanya [...]

27. MENGAPA HARUS BUAT DIKOTOMI PADA DUNIA??? - 22 Februari, 2009

Saya heran, mengapa kita harus buat dikotomi-dikotomi yang tidak perlu pada dunia ini. Karena Hari Valentine bermula dari Barat sana, kita orang Timur tidak perlu mengikutinya, bahkan harus mengharamkannya. Kalau demikian, apa yang ditulis kawan dengan nick anti barat juga harus kita ikuti dong, tidak mempergunakan semua hasil ciptaan barat, termasuk komputer yang saat ini ada di depan anda atau mendengar musik klasik. Jika Hari Valentine tidak ada, bisa jadi bang Toga si pemilik blog ini juga lupa membelikan kado buat sang istri, lupa mencium kaki ibunya yang sedang sakit. Saya setuju, kasih sayang itu sebaiknya diungkapkan setiap saat. Tapi, apa yg salah dengan sebuah peringatan yg bisa mengingatkan kita untuk berbuat hal yg baik, seperti hari Ibu, Natal, Idul Fitri, 17 Agustus, dll.

Bukan hanya dikotomi soal geografis dan budaya yang sering kita perdebatkan. Kita juga kerap membuat pembedaan-pembedaan untuk masalah kepercayaan/agama. Amerika/Israel itu Kristen/Yahudi, Palestina dan Irak itu Islam. Karena dikotomi ini kita menjadi sering salah kaprah, melihat perang di Timur Tengah sebagai perang agama, bukan perang memperebutkan wilayah dan sumber-sumber ekonomi. Beramai-ramai, ormas dan parpol pun menyerukan jihad. Bukankah beberapa menteri di Palestina itu beragama Kristen dan banyak warga AS yang menghujat Bush atas perang Irak? Bukankah konflik Poso dan Ambon, atau tragedi 1998 juga terjadi karena otak kita masih terkotak-kotak memandang suku, agama, dan ras???

Kawan…. mengapa kita harus mendikotomikan hal-hal yang tidak perlu dan remeh temeh di dunia ini ??? Mengapa kita tidak menggugat hal-hal yang lebih prinsip dan berlaku universal ??? Misalnya, mendikotomikan soal keadilan dan ketidakadilan dalam berbangsa dan bernegara, soal kemiskinan karena hegemoni dan keserakahan kapitalis, soal hilangnya kesempatan warga Indonesia untuk hidup lebih sejahterah karena korupsi ada dimana-mana.

Kalau itu yang membuat kita marah dan gelisah, mungkin aksi ujuk rasa menentang hegemoni AS tidak hanya ada di Indonesia dan beberapa negara di belahan Timur dunia ini, tetapi akan menyebar ke berbagai negara di bagian Barat. Belumkah kita melihat dan mencermati Poros yang dibentuk Bolivia, Cuba, Venezuela, Brazil, Iran, Rusia, China untuk menentang kesewenang-wenangan AS terhadap perekonomian dunia ini??? Apa yang mendorong negara-negara yang berbeda geografis, ideologis, agama, suku, ras itu untuk bersatu??? Bukankah karena hal-hal yang lebih hakiki dan universal, seperti ketidakadilan, kemanusian, dan kemiskinan???

Marilah kawan, kita mulai berpikir dan bertindak untuk hal-hal yang lebih mendesak, menentang siapapun yang berlaku tidak adil, menyulut peperangan dan kekerasan, merendahkan kemanusian, serta menimbulkan kemiskinan…

tabik

reinhard nainggolan

28. ae - 29 April, 2009

woy bang toga,g usah sok jagoan.
g tau apa2 tntang agama,dah sok mengkritik.
belajar agama dulu yg btol yea.
baru abang komentar.
abang sebenarnya mau menyesatkan orang islam kan?
seharus@ abang yg jangan ganggu kami.
sok ngaku2 orang islam.

29. ae - 29 April, 2009

woy bang toga,g usah sok jagoan.
g tau apa2 tntang agama,dah sok mengkritik.
belajar agama dulu yg btol yea.
baru abang komentar.
abang sebenarnya mau menyesatkan orang islam kan?
seharus@ abang yg jangan ganggu kami.
sok ngaku2 orang islam.
dasar kafir kau

30. Langit Biru - 29 April, 2009

ae adalah contoh nyata orang indonesia muslim yang bodoh…biarkan saja bang toga….orang seperti ae itu mayoritas di negara kita, makanya indonesia gak maju2, soalnya isinya manusia2 bodoh tapi sok pinter, orang munafik tapi sok paling suci, tong kosong nyaring bunyinya, orang lulusan SMA tapi ngomongnya seperti S3, ya model2 kayak si ae itu!!