jump to navigation

Muslim, Kristen, dll, Sadarlah, Musuh Kalian Adalah Logika! 30 Januari, 2008

Posted by Toga Nainggolan in artikel, atheisme, dewa, filosofi, fundamentalisme, inspirasi, mitologi yunani, opini, spiritualitas.
trackback

Sebenernya, rada males juga nulis topik ginian. Niatnya, menghembuskan napas perdamaian, eh, hasilnya tetep aja semburan kemarahan, percik kebencian, dan akhirnya, bara api permusuhan.

Mengapa perdebatan agama selalu saja terasa seru? Karena semua agama, sekali lagi semua agama, memang punya celah untuk diserang. Kisah di kitab suci misalnya, khususnya yang sudah saya baca; Al-Qur’an dan Bibel (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ada yang tak logis.

Menangkis serangan terhadap ketidaklogisan itu, kata yang paling ampuh tentu saja seperti ”Kalau Tuhan sudah berkehendak, apa yang tak bisa?” atau “Agama kok dikaji dengan akal, dengan hati dong kalau tidak mau sesat!”

Lha, kalau sudah bicara model begituan, yang memang ngga usah berdebat: end of discussion dong!

Contoh Kisah tak Logis Itu

Biar tidak terasa menyerang agama tertentu, saya ambil satu saja contoh kisah yang sama-sama diceritakan oleh Al-Qur’an dan Bibel. (Ngeh ngga ya mereka, dua kitab suci ini bisa kompak banget dalam kisah tertentu?)

Kelahiran Isa Al Masih, atau Yesus Kristus.

Maryam atau Maria yang perawan, tiba-tiba hamil, tanpa pernah disentuh oleh seorang lelaki pun! Al-Qur’an Surat Ali Imran: 35, atau Alkitab, Lukas 1:26-31 menceritakan, seorang malaikat, terserah mau kerenan dipanggil Jibril atau Gabriel, datang ke hadapan wanita yang memelihara dirinya itu, membesarkan hatinya, agar jangan takut dengan perubahan di tubuhnya, karena itu adalah ruh dari Tuhan.

Kisah ini kemudian dituding sebagai jiplakan dari mitologi Yunani, di mana seorang wanita biasa, Alcmene, tiba-tiba hamil dan melahirkan Hercules yang perkasa. Siapa ayahnya? Katanya sih Zeus, dewanya para dewa. Yang jelas, Zeus tak pernah menyentuh si Alcmene. Biar adil, Buddha juga lahir dari seorang virgin bernama Maya, atau Krishna lahir dari Devaki, juga perawan ting-ting.

Hayo, mau jawab apa? Itu sudah kuasa Tuhan? Lha, kalau jawabannya begitu, kok masih berusaha logis ketika membela agama dalam perdebatan? Mestinya kalian tuh bilang, “Sori bro, gue ngga ngelayanin debat. Gue emg ngga bisa menjelaskan secara logika, tapi asal lu tau ya bro, gue tuh bahagiaaa banget dengan jalan iman gue ini. Gue harap, elu juga nyamaaan banget dengan jalan lu. Pis ya bro…”

Gitu kan asyik. Wong agamanya sama-sama ngga logis kok malah saling membongkar. Sesama yang ngga logis, ya jangan saling menyerang ketidaklogisan. Babak belur lu semua, dan para pecinta logika makin lebar tawanya. Dan memang sialnya, “agama” yang kini pengikutnya tumbuh pesat secara konstan, ya logika itu.

*****

Aku tidak sedang melecehkan agama manapun, hanya mengingatkan, sesuatu yang menyangkut perasaan, tentang hati, memang bukan hal untuk diperdebatkan.

Kalau misalnya tiba-tiba aku jatuh cinta kepada seorang wanita, yang dalam ukuran umum tampangnya jelek banget, komposisi dan tata letak wajahnya jauh dari simetris dan sangat tidak enak dipandang, organ tubuhnya ngga lengkap, napasnya beraroma TPA Bantar Gebang waktu hujan, sehingga bisalah disebut kalau dia kentut melalui mulutnya, kegemarannya menggigit leher sampai lecet, setiap dia horny otomatis datang bulan, sudah istri orang pula, lelaki yang menularinya virus HIV, la mau menyadarkan aku pake apa?

Ketika seseorang (sungguh-sungguh) jatuh cinta, ia sudah berada di seberang logika. Makin kau sodorkan kebenaran ala logikamu, makin kokoh ia menggenggam pilihan hatinya itu. Begitu pula, bahkan sering lebih mengerikan lagi, ketika orang memilih sebuah jalan iman. Mati pun jadi.

OK, mungkin Anda berniat baik. Barangkali karena sedemikian yakinnya Anda, bahwa hanya perahu iman yang Anda tumpangi itulah satu-satunya kendaraan yang bisa mengantarkan siapapun selamat ke tujuan akhir, sehingga Anda sangaaat ingin mengajak sebanyak mungkin orang untuk sama-sama selamat.

Masalahnya, seyakin itu pulalah mereka dengan sampannya, dan juga karena begituuu peduli denganmu, ia juga mau ngajak Anda sama-sama selamat.

“Tapi sungguh hanya perahu ini yang bisa menyelamatkan. Tuhan sendiri yang bicara pada saya, secara personal!” kata Anda. Ups, hati-hati… Orang yang sedang bicara kepada Tuhan itu, namanya berdoa. Tapi kalau Tuhan sudah mulai bicara kepada Anda, segera hubungi psikiater terdekat.

“Aku serius, sangat serius. Demi Tuhan! Aku hanya tidak sanggup membayangkan orang-orang yang aku cintai, sahabat baikku, akan merasakan akibat dari kesesatannya di hari kemudian. Sungguh aku tidak sanggup, tidak sanggup. Aku sayang mereka, kamu mengerti kan? Oh Tuhan, aku tidak percaya kalau kamu sudah tidak percaya kepadaku, tidak, aku tidak percaya itu, Rudolfo. Mengertilah, mengertilah Rudolfo…”

“Sudah, sudah, cukup Nona Esmeralda Gonzales, teriakanmu akan membangunkan Juanito Espinoza yang sedang tidur nyenyak itu. Kamu tahu kan, bagaimana repotnya kita kalau sampai dia bangun, sementara Frederica de Bebisitteres sedang pergi. Baiklah, kalau memang tidak bisa ditahan lagi, mari kita lakukan pelan-pelan, tanpa suara…”

Yep! Cara mengajak orang lain pindah agama memang harus pelan-pelan, tanpa suara, tanpa bicara, apalagi sampai menyerang agamanya. Kujamin, itu malah makin menguatkan imannya. Satu-satunya cara adalah, jadilah pribadi yang menawan. Buktikan, agamamu itu memberimu dampak  positif, tapi tidak dengan kata-kata, kesaksian, atau sejenisnya ya. Tanpa bicara sama sekali. Cukup melalui fakta terang, sesuatu yang bahkan bisa dilihat dengan mata yang sudah dirabunkan oleh fanatisme.

Itu pun belum tentu berhasil, tapi cuma itulah jalan yang punya kemungkinan berhasil. Bukannya sibuk berkoar bahwa agama Anda is the one and only way, tapi sejarah malah mencatat Anda sebagai orang yang semestinya casted far away!

Tapi itupun jangan terlalu dipikirkan ya. Anda saja bisa selamat pun, duh, udah bagus banget. ;)

Saya? Don’t worry, I’m happy…

Komentar»

1. cintabening - 30 Januari, 2008

Ha ha ha, Ning jadi ingat ada seseorang yang bilang “apa Ning nggak pengin ngajak Aa ke surga?”
Walah, bawa diri sendiri aja belum tentu sanggup!

Agama itu cocok-cocokan, buat ning Islam yang cocok. Buat Aa Kristen yang paling pas dan nyaman. Sejauh ini gak ada niatan saling tarik-menarik ke salah satu agama, justru malah saling mendorong mengamalkan agama masing-masing.

Berdebat soal agama, gak ada habisnya Bang… :D

2. itikkecil - 30 Januari, 2008

saya juga sepakat kalo agama itu soal keyakinan kita. semakin sering orang menceritakan sisi buruk agama saya, semakin yakin kalau saya tidak bisa pindah ke agama lain. cinta buta? mungkin saja :D

3. mei - 30 Januari, 2008

agamamu agamaku, janagn saling ganggu!!!

hihi

4. relung jiwa - 30 Januari, 2008

wah bang toga ngebahas hal yg sensitip lg nih . .
menurut saya dari pd ngajakin orang pindah agama mending tingkatin kualitas ibadah kita aja dulu :)

5. Nesiaweek Inc. - 30 Januari, 2008

Ning
Wah, baru tau tuh, kalian punya warna-warni begitu. Terpaksa makin kagum nih. Tidak banyak yang berhasil melewatinya, dan i do hope, ning dan aa adalah salah satu di antara yang tak banyak itu.

Ira HY
Tp bukan berarti demi meningkatkan cinta, kita berharap banyak orang yang melakukan serangan kan? :D

Mei
Agamamu agamaku? Sama dong? Yep, bener tuh, jangan saling ganggu, bagusan juga saling bantu.

Relung Jiwa
Sensitif ya… Mungkin akan memancing kontroversi, tp saya berharap, lebih banyak lagi yang bisa mengerti, dalam damai, lebih banyak hal baik yang bisa kita lakukan. Saya selalu yakin, korban pertama dari setiap permusuhan adalah kebenaran.

6. yati - 30 Januari, 2008

:) peace!

* ga comment aja ya… :p

7. Agiek - 30 Januari, 2008

saya suka dengan adegan telenovelanya hehehe..

bisa2nya emang bang toga ini.. :)

Menyuarakan perdamaian melalui telenovela..

hm.. boleh juga

*manggut-manggut*

8. Robert Manurung - 31 Januari, 2008

Percaya apa kagak, itu soalnya.
kalau kagak percaya ? Go to hell with your logic…and jugul hehehe….

9. Panabi Duhut - 31 Januari, 2008

agamamu bukan agamaku, tak kuganggu agamamu..

hoho

10. meiy - 31 Januari, 2008

ada pulak telenovela disini hehehe…

iya mendingan meningkatkan kualitas sebagai manusia, mau agama apa ato tidak ada, urusan pribadilah ya bang :)

11. ika - 31 Januari, 2008

yupe,,agama itu udah urusan masing2 sama Tuhan jadi ya ga sepatutnya saling memaksakan apalagi mengatakan kalo agamanyalah yang terbaik. Toh people can see, apakah org tersebut bahagia dengan pilihan yang diyakininya. Akan tercermin dari sikap dan perbuatannya kok. Piss :)

12. sezsy - 31 Januari, 2008

berpelukaaaannnnn :)

13. maya - 31 Januari, 2008

Jika kesempurnaan itu merupakan jalinan dari awal hingga akhir, maka dititik manapun kita berada kita tidak sempurna, kecuali kita menjalin kasih sehingga titik-titik itu saling berhubungan. :)

14. Parjalang - 1 Februari, 2008

Tujuan tulisan ini benar, tapi kenapa harus mengambil contoh tidak logis ‘yang itu’? Kalau dikaji berulang, maka ada 1 agama yg sepertinya ‘bersih’…riteeee??

:)

15. Nesia! - 1 Februari, 2008

Parjalang… Terima kasih mau percaya bahwa tujuan tulisan ini benar. Kyknya udah dijelaskan deh, mengapa mengambil contoh itu… karena kisah itu dituturkan baik oleh Al-Qur’an maupun Bibel. Kelahiran Kristus atau Isa yang tidak logis itu, adalah peristiwa yang wajib dipercayai oleh seorang muslim maupun Kristen.

Saya yg balik bertanya pada Anda, agama apa kira2 yang saya kesankan bersih itu?

16. Selain Kristen Sendiri, Hanya Islam Agama yang Mempercayai Yesus « Toga Nainggolan - Nesiaweek Interemotional Edition - 1 Februari, 2008

[...] adalah… Nesia! di Muslim, Kristen, dll, Sadarlah… sophie di Islam vs Kristen; Pemenangnya … Parjalang di Muslim, Kristen, dll, Sadarlah… maya di [...]

17. danalingga - 2 Februari, 2008

Huhehehe…. jadi mo pake teknik musuh bersama untuk membuat perdamaian nih bang? ;)

18. SALNGAM - 9 Februari, 2008

Mungkin kekurangan orang beragama ini kalu diskusi atau membahas sesuatu selalau marah-marah.
Thesis – sinthesis adalah hasil keitidaksefahaman atau ketidak setujuan. Kenapa Agama atau orang beragama tidk melakukan itu?. Jahudi-Kristen, Kristen-Islam, Syah dan Sunni , Katolik-Protestan , Evangelical-Protestan Mainstream versusnya bisa-bisanya berakhir di liang kubur!!??. YAng menang menurut saya adalah iblis/lucifer.
Kenapa tidak dibuka saja perdebatan Tuhan/Allah itu dengan gaya model keilmuan, no heart feeling ya diskusi saja. Semua dibuka, … menurut saya… menurut saya … jangan menurut kita!./
Saya yakin Tuhan/Allah/Debata pasti tersenyum.

19. Adiska - 17 April, 2008

Salut buat abang. Keep the good way bang. Coba banyak orang kayak abang yang bisa menyampaikan dengan benar porsi kita yang beragama ini. Pasti nggak ada kasus Poso, Ambon, Pontianak, dll.

Agama -> etimologi -> “tidak kacau”

So kalo dengan menganut salah satu agama kita-kita malahan jadi kacau??? Hm… jawab sendiri deh :)

20. teguh - 28 Mei, 2008

Kalo gak percaya Tuhan ya sudah.
Kalo lebih percaya sama rasionya sendiri yo boleh juga, gak ada yang maksain.Tapi kalo sudah gak percaya tuhan ya jangan bersumpah atas nama tuhan donk itu namanya gak konsekuen ““Aku serius, sangat serius. Demi Tuhan!”.
kamu kan sangat percaya dengan logika kamu so jangan pernah mengeluh atas nama tuhan Ok.
…….tapi kebanyakan dari mereka berbuat kerusakan ( alias sombong, membanggakan diri dan logika berarti menuhankan logika itu sendiri )
tuhan kamu adalah kesombongan yang nyata, semoga tuhan memberikan yang terbaik buat kamu.

21. ferr - 3 Desember, 2008

Setuju mas Teguh

Hmm.. logika itu seperti manusia, dia tumbuh terus seiring budaya. Adakalanya lahir adakala mati.

Bayangkan anda dilempar ke jaman 600 SM. Anda akan sulit meyakinkan orang2 di jaman itu bahwa mereka bisa ngobrol langsung walau yang satu di Persia dan yang lain di Yunani (pake Ponsel). Boleh anda bawa tuh ponsel tetep ga bisa nyala, ga ada sinyal, mau bikin operator seluler/BTS ga tau caranya..paling-paling anda ditimpukin batu dan mujur kalo dianggap gila.

Tapi akan lain jika anda nyombong tentang teknologi dan logika masa kini ke orang 200 tahun kedepan, mungkin anda akan ditayangkan di siaran media internasional karena dianggap antik, klasik. Atau ditertawakan dan dicerca karena dianggap kolot, kuno dan konservatif…hihihi

Mungkin seperti itulah perasaan para Nabi ketika dibantah umat2nya dengan alasan bahwa apa yang mereka kabarkan itu tidak masuk akal (logika).

Beruntung anda dilahirkan di jaman logika yang telah maju dan bukan di jaman batu.

22. mona - 5 Januari, 2009

ya tul itu, agama memang keyakinan.
gua pengen ngehapus blog2 yang memperdebatkan agama kristen vs islam.
ga baek itu.. kita tahu bener agama kita, tapi belum tahu bener agama orang lain.
nyerangnya pake pengetahuan yang setengah-setengah, malah salah semua.
agama ituuuu emang keyakinan

23. paulus abubakar - 22 Januari, 2009

Agama itu cuma khayalan manusia yang kurang percaya diri yang menggiring umatnya ke arah gangguan jiwa…

24. Cius the DracoHenas - 3 Maret, 2009

Logika pun sesungguhnya terlalu luas, rasionalitas lah anak tersempit logika yang membawa kesempitan cara berpikir pula.. Logika sangatlah bisa menjelaskan apa2 yang untuk saat ini “tidak bisa” dipahami oleh kekerdilan otak kita, namun kita juga terpuruk untuk membuka otak kita yang sudah kerdil ini kepada ilmu yang lebih kerdil lagi, seperti rasionalitas..

Betapa kita mempersempit dan menutup semua celah dalam logika kita ketika menilai agama seberang, namun membuka penuh dan menyerap sebanyak-banyaknya jikalau kita meneliti agama sendiri.

25. lautan - 4 Maret, 2009

Agama tidak bisa diperbincangkan secara logis, obyektif dan rasional, agama terkungkung oleh sejarah, masyarakat dan dogma dari suatu etnisitas tertentu…itulah kenapa agama selalu dipandang dengan berbeda2 persepsi dari setiap orang…karena ruang dan waktu dari asal agama itu, berbeda bagi setiap orang atau komunitas…sekarang aku tanya, atas dasar apa orang arab dengan agamanya (islam) dan teori2 budaya mereka, menyatakan dapat mewakili dan menyelamatkan orang kamerun misalnya, dan juga atas dasar apa orang palestina (kristen) dengan agamanya dan teori2 budaya mereka, dapat mewakili dan menyelamatkan orang argentina misalnya…lha wong mereka itu hanya timur tengah sentris, kok bisa2nya bicara menyelamatkan seluruh bumi ini, apa mereka tau bahwa di kamerun, argentina, papua, mongolia, honduras, nigeria dll dll telah ada agama asli yang umurnya lebih tua dari agamanya orang arab atau orang palestina? Seseorang atau kelompok yang dengan seenaknya mengaku2 mempunyai otoritas bisa menyelamatkan dunia tanpa memperdulikan ruang dan waktu adalah bodoh, lebih bodoh lagi orang atau kelompok orang yang mengikutinya, hahahaha

26. oksigenhitam - 10 Maret, 2009

agama bisa banyak, tapi masalah menjalaninya adalah masalah menjalani jalan tunggal, yaitu agama yang anda anut tanpa menolah noleh pada agama lain, apalagi selingkuh dengannya. apakah anda islam, kristen atau lainnya, semua itu akan membawa anda pada sorga anda masing-masing (sorga itu ada banyak sekali, jangan khawatir). di sorga agama anda nanti barangkali anda tidak bisa bertemu dengan tetangga anda yang berbeda kepercayaan karena ia masuk ke sorga kepercayannya sendiri. tapi perlu saya tegaskan bahwa sorga adalah bukan tujuan utama kita sebagai manusia. masih ada sesuatu yang lebih dari itu. namun sebelum layak masuk sorga, sudahkan anda bisa melaksanakan “sesuatu” yang menjadi “kesepakatan” dalam semua agama ? sesuatu itu sederhana, namun sulit untuk dilakukan. apa itu ? sangat sederhana : Menjadi Baik

27. angin sore - 10 Maret, 2009

Menjadi Baik adalah tingkat spiritualitas yang lebih tinggi daripada Menjadi Benar. Orang baik adalah Muhamad, Yesus, Mahatma Gandhi, Mother Teressa, Siddharta Gautama dll. Tetapi apakah mereka itu orang2 yang BENAR? Belum tentu coy!! Jadi kebaikan secara spiritualisme adalah diatas kebenaran, kebenaran sering dimonopoli oleh sekelompok orang atau golongan sebagai kebenaran versinya masing2. Kebaikan lebih universal daripada Kebenaran. Salam Indonesiaku!!

28. oskar - 26 Maret, 2009

bukan kebaikan yang universal..tapi kasih… karena orang jahat pun tahu kasih (tapi menghindari).. Tuhan itu kasih.. siapa mengenal kasih dia mengenal kebaikan dan kebenaran.. tampa kasih berarti tampa kebenaran dan kebaikan…

29. oskar (yosua) - 26 Maret, 2009

apapun agamanya tapi tampa kasih berarti tidak beragama…

30. oskar - 27 Maret, 2009

maaf mas Angin sore..aku tidak bermaksud mengkritik…. jangan tersinggung ya…. :-)

31. KRISLAM - 27 Maret, 2009

Kasih adalah universal, aku setuju…Bila beragama tapi tanpa kasih adalah tidak beragama? Mungkin maksud mas barangkali tidak berTUHAN? Mengaku beragama X, Y, Z dan lain2, tapi tidak berperikemanusiaan, nah berarti itulah tidak berTUHAN (atheis) yang sesungguhnya, dan orang beragama yang berbuat jahat itu adalah lebih berbahaya daripada orang atheis yang berbuat baik…..Semoga kasih dan sayang (aku tambahkan mas) dalam berperikemanusiaan, selalu ada di hati kita selamanya.

32. Hotma Joy - 29 Mei, 2009

Horas,

1. Lucifer yang telah ditempatkan sebagai tangan kanan Allah berpikir untuk menyamakan dirinya dengan Allah. Dia berpikir/memakai logikanya untuk mengadakan kup kepada Allah. Dia dijatuhakn kedalam dosa.
2. Lucifer dalam bentuk ular mengoda Hawa untuk menyuruh memakan buah larangan itu. Karena ular memberitahukan bahwa Hawa akan mengetahui (dapat memakai pemikiran) mana yang baik dan jahat, serta setara dengan Allah.
3. Seorang nabi memakai pikiran dunia ini membentuk agama, dan mengklaim sebagai agama yang sempurna (secara duniawi) dan memakai pilahan pemikiran/logikanya mengetahui apa itu kebenaran.
4. Jadi kawan jangan berpikir untuk bisa menginterprensi pemikiran Allah dengan pemikiran manusia. Apalagi memikirinya melalui logika segala. Logika ada dibidang saya (Ilmu Pasti) atau ilmu manusia/dunia. Karena pemikiran spiritual adalah kepunyaanNya, jadi kita harus tahu diri ajalah.
5. Mauliate

33. annisa - 3 Juli, 2009

^_^

setuju~ agama itu pun pilihan~….^_^

34. Hari - 31 Juli, 2009

Kita selalu membicarakan tentang TUHAN yang MAHA … Dan mempercayainya. Tapi sekaligus kita mengkerdilkan TUHAN yang MAHA itu … dengan menampik HAK PREROGATIFNYA untuk memilih orang pilihannya sebagai WAKILNYA … Dalam rangka menjelaskan tentang DIRINYA … Yang MAHA itu … ? Kalau sudah ada seseorang yang mengatakan bahwa dirinya adalah NABI ? Entah kenapa ? Response yang dulunya baik-baik saja ? So far so good … Berubah jadi PERSETERUAN ? Bukan hanya kata-kata saja yang BICARA tapi sudah TINDAKAN FISIK ? Kenapa ? Akan BERBEDA kalau yang dilakukan itu perbuatan MAKSIAT ? Perlawanannya TIDAK BEGITU KELIHATAN ? Bahkan cenderung PERMISSIVE –serba memperbolehkan– ? Kenapa ya ? Kalau sudah BICARA soal AGAMA yang MENTAUHIDKAN TUHAN yang ESA yang menyebut DIRINYA … ALLAH ? Betul-betul RIBUT SEKALI ? Kenapa ?

Terus orang yang datang belakangan … Setelah pemeluknya mulai teralienasi, dengan ENTENG dan ENAKNYA mengatakan ….. Ah … itu kan kata-kata JADUL ? Nggak usah DIPERCAYA ? Jadilah DUNIA ini seakan-akan BERMASALAH terus ? Ya … Seperti itulah DUNIA ? Akan selalu bermasalah terus ? Tinggal bagaimana masing-masing PENGANUT ini menyikapinya ?

35. the one who miss the Lord - 18 Agustus, 2009

jika kamu mengatakan di dalam kitab suci itu ada yg gk masuk akal itu benar..itulah Kuasa Tuhan..contoh kecilnya saja..pernahkah kamu merenungi apa2 saja yg ada di sekitar kita..seperti angin berhembus..hujan..matahari..bulan..bintang..pernahkah kmu memikirkan kenapa kita sebagai makhluk hidup bisa hidup..berpikir..bernafas..kenapa kita bisa mati..kemana kita jika sudah mati..ingatlah Tuhan memberikan kita akal fikiran sesuai dengan takarannya..kita gk bisa pungkiri bahwa banyak hal di luar akal logika kita..dan itu cuma kuasa Tuhan..coba kalian renungkan..bagaimana bisa malam selalu datang pada tepat waktu..pagi begitu juga..tidakah kalian sadari klw semua itu ada yg mengatur?kalian pasti katakan karena ada perputaran bumi(rotasi) tapi apa bumi itu di putar oleh mesin?tidak..Tuhan tidak membuat umatnya tersesat..ingatlah Tuhan memberikan kita akal untuk berpikir..dan mukzizat yg di berikan Tuhan kemanusia adalah Otak yg lebih cerdas dari semua makhluk hidup..begitu juga dengan hewan dan tumbuhan..semua juga di beri kelebihan..ingat bukan hanya manusia saja yg mencari kebenaran Tuhan..nabi juga begitu..hanya satu jwbnnya..yaitu hari penghabisan..disana kita akan
tw kebenarannya..

36. faykun - 19 Agustus, 2009

agamaku agamaku agamamu agamamu…..
tahu ngak kalo isa almasih (muslim) dan yesus kristus (kristen) itu memang orang yang berbeda…….
jadi untuk apa membahas orang yang berbeda karena walau di gmanain pun jg keduannya akan berbeda….
jadi bila di bahas pasti banyak perbedaannya….

pertanyaannya ….?
knapa muslim suka memperdebatkannya…??

ada yang bisa jawab?????

37. Hari - 2 September, 2009

To : faykun

Anda itu ketika membahas ISA dan YESUS sebagai 2 orang yang BERBEDA ? Itu KESALAHAN KONSEP FATAL ? Karena ISA dan YESUS itu adalah satu orang yang sama. Tapi penjelasannya BISA BERBEDA secara DIAMETRAL ?

Tanya ke KRISTIAN ? YESUS itu dilahirkan oleh SIAPA ? MARIA kan ? Seorang perempuan VIRGIN yang berakhlak MULIA ?

Juga tanya ke MUSLIM … ? ISA itu dilahirkan oleh SIAPA ? MARYAM kan ? Seorang perempuan VIRGIN yang berakhlak MULIA ?

Tanya lagi … MARIA dalam KRISTEN sama tidak dengan MARYAM dalam ISLAM ? Ternyata adalah orang yang SAMA. Kesimpulannya karena YESUS dan ISA itu dilahirkan oleh MARIA atau MARYAM ? Maka YESUS dan ISA adalah ORANG yang SAMA.

Kenapa MARIA dalam KRISTEN dan MARYAM dalam ISLAM adalah orang yang SAMA ?
Pakailah KONSEP PENCARIAN DATA berdasarkan konsep ALIBI yang sering dipakai pihak KEPOLISIAN ?
Cross WAKTU dan RUANG pada saat MELAHIRKAN ISA atau YESUS ? Berimpit kan ?
Makanya MARIA dan MARYAM itu adalah orang yang SAMA ?

Terus apa yang MEMBEDAKANNYA ?
Pengertiannya … Penjelasannyalah yang MEMBEDAKANNYA …
YESUS itu TUHAN yang lagi jadi MANUSIA dan MENGHILANGKAN ke ALLAHANNYA ?
Terus ISA itu adalah MANUSIA yang diangkat ALLAH menjadi NABI dengan segala MUKJIZATNYA.

38. jakpurut - 5 September, 2009

Cuma 1 Kepalsuan!

Kepercayaan yg membunuh manusia lain nya untuk kemualiaan tuhan sipembunuh, sudah dipastikan ini KEPERCAYAAN SESAT!

kalaupun ada alasan lain, itu hanya PEMBENARAN!!!!

39. Jimi - 26 Oktober, 2009

Salam kasih
percayalah!walau 1% percaya saja YESUS adalah KRISTUS dgn sepenuh hati agar kita menjadi anak2 Tuhan.amin
haleluya!

40. ye ye ye yee - 5 November, 2009

al ikhlas :)