Pada Arus yang Memantulkan Bulan 24 Januari, 2008
Posted by Toga Nainggolan in cinta, dedikasi, inspirasi, kata hati, kehidupan, soulmate.trackback
Di setiap ruas waktu, kau di sana, tangan terentang menungguku datang, bersisian melangkah ke depan.
Akulah si ragu, si pemikir tak pernah sampai, si penanya tak kunjung tuntas, dikejar-kejar kekhawatiran bahwa kita tetaplah dua orang asing, yang akan kembali ke titik nol masing-masing, tinggal menunggu giliran.
Tapi apa yang tak terjawab oleh waktu? Kini kita lebih dekat dari sebuah pertalian darah, melarut mesenyawa membentuk keesaan dan trinitas sekaligus–aku, kau, kita.
Melaluimu, tak hanya bisa kulihat lebih dalam ke kedirianku, tapi juga ke seluruh hal yang ada dan pernah ada. Kita dua terawang yang memfokus ke visi yang tunggal. Tak sesiapa di seberang sana. Tak bersama kita, maka dia bukan apa-apa.
Bahkan dunia lahir dan terbentuk dari sini, dalam setiap helaan napas, pada butir-butir udara bersemayam di bilik-bilik dada, terselip segala yang ada dan segala yang tiada.
Aku mengunyah, jatuh tertidur, tersentak untuk menulis, melaluimu, bersamamu, di sisimu. Membusung dada, bahwa aku bisa berdiri tanpa pendampinganmu, adalah kini sesumbar yang kosong, sesempurnanya bohong.
Kita satu sama lain, seperti bulan memantul di arus air, yang sesungguhnya adalah sinar mentari yang satu








kehabisan kata aku membacanya LAe…bagaimana bisa menulis sebegini indahnya…?
eh saya pertamax yah Lae?
Bagus… seindah pujangga…
kata-kata yang berjiwa..
aku ada karena aku berpikir…
ah, hanya pantulan bulan….
* komentar bodoh untuk sebuah tulisan indah
hmm..
kata-kata yang memilik kekuatan..
butuh beberapa menit untuk membaca indahnya tulisan ini
nice..
tapi kata penyair top itu di tipi; ttg bulan adalah dangkal dan bodoh, betapa sok pinternya dia, lupa bahwa di selembar daunpun ada misteri tak terbaca manusia. link ke post ini:
http://putirenobaiak.blogspot.com/2008/01/sajak-malam.html
(numpang ngetop)
waaah tulisan ini indah nian ito Toga!
omong2 temen2 juga ada yg salah manggil kamu lae tuh,mendingan tulis aja ttg ini bang
Yang indah tulisanmu Bang Toga! aku baca lagi ah…
Seperti 33 kali kunyahan untuk sepiring nasi, 33 kunyahan juga yang aku butuh agar jiwaku bisa mencerna & menyerap saripati tulisan Bang Toga.
bukankah dunia lahir karena pertanyaan pertanyaan tak tuntas itu? ada dan tiada menyempurnakan keadaan..
*tulisan indah
tulisannya enaks! (pake s)
lagi musim komen jiplak
*berlalu pergi dengan santai*
*enak kali bikin stress mantan hantu*
Salam kenal
Baru nemu nih blog ini.
… kesadaran kita tentang masa lalu dan masa datang, sering hanya tertuang dalam kata-kata indah. Tapi kita tak kunjung sadar dalam implementasi…! Ehem
soulmate???
satu orang, dua orang, tiga orang???
Dalem banget Bang…
speechless bacanya…
ijin buat dikutip yah…