Avatarku Gambar Yesus Kristus?

Ketika memutuskan untuk menggunakan gambar lukisan ini sebagai avatar, aku sudah menduga akan ada yang salah paham. Dan benar, beberapa bahkan mempertanyakannya lewat japri, on atau offline. Tapi bukan berarti biar disalahpahami maka gambar itu kuunggah (hwadoh, kata ini selalu berasa kayak alien samaku).

Itu lukisan (potret) Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib (حسين بن علي بن أﺑﻲ طالب) cucu Nabi Muhammad SAW. Mengapa dia? Karena aku mencintai dan merindukan wajah kakeknya. Lho? Begini, orang Denmark pun tau, memvisualiasikan wajah nabi, dalam bentuk apapun, dilarang dalam ajaran Islam. Nah, menurut banyak hadist, manusia yang paling mirip wajah dan perawakannya dengan Rasulullah adalah cucu kesayangannya ini.

Tapi memang ada juga terselip pesan lain; Isa Almasih, Muhammad SAW dan Imam Husain, sama-sama punya darah Timur Tengah, dan karenanya secara fisik memang mirip. Mungkin tidak semua ngeh juga, potret Yesus tidak pernah muncul dengan penutup kepala, sementara Husain selalu dicitrakan dengan serban hijau peninggalan kakeknya, yang dikenakannya saat dibantai, dipenggal, dan kepalanya dijadikan bola di padang Karbala.

Biar aja orang salah kira, kerena saya memang selalu geram dengan aroma permusuhan Islam-Kristen, dua agama dengan “tugas” mission atau syiar, samanya itu! Begitu sibuknya berebut pengikut, sampai mereka lupa sejarahnya, sebagai dua cabang dari satu batang pohon yang sama: Ibrahim AS, Abal Mukminin atau Bapak Orang Beriman or Abraham, Father of The Believers! Turunan Ishaq dan Ismail yang sama-sama diberkati.

*****

Nah, sekarang tentang Husain. Ini adalah salah satu lembar tergelap buku sejarah Islam. Dia cucu kandung nabi, kesayangan pula. Ketika dia baru lahir, Rasulullah sendiri yang azan di telinga kanannya dan qamat di telinga kirinya. Komplit! “Aku dan dia berasal dari cahaya yang satu,” kata Nabi tentangnya.

Tetapi pada Jumat, 10 Muharram 61 H, beberapa puluh tahun saja sepeninggal kakeknya itu, dia dibantai pengikut Yazid bin Muawiyah, kaum muslimin juga. Sebelumnya, Ali Ashgar, anaknya yang baru berumur 6 bulan, ditembus panah beracun, tewas dalam pangkuannya.

Memangku anaknya yang sudah terkulai tanpa nyawa itu, sebelum berlari menyongsong mautnya sendiri, Husain menengadahkan kepala ke arah langit, berseru, “Wahai Tuhan, Husain-Mu telah mempersembahkan di jalan-Mu apa saja yang Engkau berikan kepada-Nya. Berkati Husain-Mu ya Allah, dengan penerimaan atas pengorbanan ini.”

Lehernya ditebas, kepalanya dijadikan bola, sebelum kemudian ditusuk dengan tombak, diarak dari Karbala di Irak sekarang, sampai ke Syam, yang sekarang dikenal sebagai Damaskus, ibukota Siria.

Inilah yang kemudian melahirkan “cabang” Islam menjadi Sunni dan Syiah. (Aku Islam mana? Bah, tak ngerti aku apa itu sunni atau syiah. Ntah dari Tuhan mana mereka dapat ide melabeli dirinya biar sok beda. Ini penyakit kronis kaum muslimin, bikin faksi-faksi macam di DPR. Salafi, Wahabi, Ahlusunnah, lontong tanpa kuah, dsb! Aku yang muslim aja sering muak dengan hal semacam ini, gimana saudaraku dalam jalan iman yang lain ya? Tapi di agama manapun, tren buat aliran-aliran ini penyakit yang menahun, kronis dan akut sekaligus).

Tak semua kaum muslimin tau cerita ini, aib besar itu. Memendam sejarah kelam itu, di mana muslimin sendiri memuncratkan darah dari tubuh lelaki yang paling disayangi Nabi, jelas bukan tindakan ksatria. Tetapi larut dalam dendam, mengenang peristiwa tragis itu dengan simbol duka berlebihan setiap tahun, juga sama bodohnya.

Apa dengan kesadaran akan adanya sejarah kelam ini, iman Islamku jadi goyah? Ini point-nya. Harus dipisahkan, tradisi Timur Tengah yang memang doyan perang dengan ajaran Islam yang pada dasarnya menganjurkan damai.

Aku juga tak membantah, pada periode tertentu di tempat tertentu, Islam tersebar melalui jalan pedang. Tetapi lagi-lagi itu berkaitan dengan kultur, bukan ajaran agama. Buktinya ketika agama yang sama menghampiri nusantara, dia datang lewat cerianya permainan wayang kulit, atau indahnya lekuk ukiran Jepara.

Jadi, akan tetap kupakai avatar itu. Mau disangka gambar siapa, aku tak akan merasa terganggu. Siapapun yang datang membawa kebenaran, Yesus, Muhammad, siapapun, akan kucintai dengan apa yang kupunya. Tetapi siapapun yang datang dengan semangat permusuhan, pengikut Kristus atau umat Muhammad, sekali lagi siapapun!, akan kucintai juga, karena tingkat kecerdasannya pasti belum cukup memadai untuk kujadikan musuh.

Insya Allah, sih.

Masih punya waktu luang? Tulisanku berikut punya keterkaitan.

About these ads

98 thoughts on “Avatarku Gambar Yesus Kristus?

  1. Yeni Setiawan

    Banyak sekali sejarah kelam dalam Islam yang kalau dirunut sebenarnya berdasar kepada nafsu dan latar belakang budaya. Jadi bukan Islam yang suka perang, tetapi manusia-manusia Arab yang jaman itu terlalu memuja perang.

    Begitu pula sejarah Perang Jamal, yang sebetulnya tidak ada manfaat apapun..

    Balas
  2. venus

    kadang2 aku mikir, we are so much alike. cara kita berpikir, cara kita memaknai hidup, cinta, komitmen, soulmate (ehm!), bahkan cara kita mencintai tuhan.

    halah, tadi cuma mau bilang gini: ternyata yg gila bukan cuma saya :))

    Balas
  3. Toga

    Yeni
    Nah itu dia, sering campur aduk sih, mana agama mana kultur. Ya, perang unta itu, teramat sangat memilukan dan memalukan. Ali vs Aisyah, istri kesayagan Nabi.

    Totoks
    Hehe, itulah gunanya blog, bertukar wawasan. Saya jg mencuri banyak ide dari rumah maya Mas Totok.

    Niez
    Berarti ngga termasuk yg nanya lewat japri dong ya.

    Venus
    Yang gila bukan cuma saya, atau saya bukan cuma gila. :P

    Balas
  4. jejakkakiku

    Dari awal udah terlihat kali itu bukan foto YESUS, tapi namanya orang bisa bedabeda yah?

    mungkin krn banyak orang gila berkumpul jadi satu, pembicaraan yang dipahami hanya sesama orang gila yang ngerti :D heheh…

    terimakasih atas cerita sejarahnya, Ito :)

    Balas
  5. 4season

    Nah yg begini-begini nih yang akan mengundang komentar-komentar kaum fundamentalis.

    Tapi go on, Nesiaweek! Bila perlu kita sebarkan damai lewat jalan pedang juga, abis udah pada ndableg sih!

    *ngasah golok dengan hati damai*

    Balas
  6. Acho

    Bang toga, Sunni itu bukan nama golongan tapi merek sebuah radio mini-compo asal jepang.. itu loh, yg ada sunni walkman, sunni ericsson.. itu loh bang.. tau kan??

    *Ngasah gigi hiu sambil pake sorban ijo*

    Balas
  7. Toga Penulis Tulisan

    Mei
    Tp kalo mau dipikir Yesus pun, it’s OK.
    Iya, soal jam itu, mestinya dari dulu banget dibenerin. :))

    Acho
    Asli lucu banget! Tp ada juga lo Sunni merk celana dalem. Sayangnya murahan punya.

    Balas
  8. Toga Penulis Tulisan

    4season
    Udah resiko. Mengalah kepada yang salah bisa dua kali salah, bisa dua kali benar.
    Ngasah golok dengan hati damai? Itu kerjaan petani. :))

    Maya
    Iya, tp itu juga hasil impresi pelukis terhadap riwayat-riwayat yang menceritakan tentang fisik Imam Husain. Tp lumayanlah, merangsang imaji.

    Mei
    Yup, mirip, sama-sama darah Timur Tengah. :)) Peace!

    Balas
  9. Agiek

    saya suka dengan postingan abang yang ini, *padahal yang lainnya juga suka hohoho*

    I really love it, as always!

    mas ada niatan buat jadi ustadz kayak di tv-tv itu ga?

    biar wajah islam yang damai dikenal khalayak ramai, dan mampu membasuh semua parutan, dan bopeng di wajah dien ini ;)

    Balas
  10. sahat

    Kalau aku melihat avatar lae pertama kali, wah foto siapa nich ganteng kali pikirku gitu, jadi tak berpikir macam2 lah, biarpun itu foto siapa tak apa kurasa….salam

    Balas
  11. Toga

    okta
    makasih. soal mirip, emang. tak cuma soal wajah, esensi ajarannya juga. tp ya harus dengan hati terbuka memahaminya.

    agiek
    hayah… kok telat ngusulkannya? udah telanjur foto porno pulak aku itu. gimana dong?

    *cari-cari kopiah lama waktu ngaji*

    sahat
    kalo sudah ganteng, apa perlu lagi pake tanya-tanya ya Lae…

    yusthatitik
    sami-sami.

    Balas
  12. dhe lagi ngak nyambung euy

    amang sama inang aku sudah setahun ‘hijrah’ ke medan bang , taon kemarin aku lebaran disana.

    pake amang sama inang (biar dikira orang batak..hehehhehe / mirip di kampung ‘ ama’ sama ‘ine’)

    pake istilah ‘Hijrah’ biar di kira ‘alim’ hihihi

    akh bang kayak ceting aja nih kita rupanya….

    Balas
  13. adeksetiawati

    viva bang toga
    semoga kedamaian selalu menyertai semua umat manusia, hingga tiada lagi permusuhan dan perang dimuka bumi hanya karena perbedaan yang seharusnya saling mengisi dan menjadi warna kehidupan
    Indahnya damai

    -premasai-

    Balas
  14. Kandar Ag.

    Untung ada yang suka sejarah…. jadi tambah wawasan.
    Mmmm… moga-moga dengan mengerti sejarah (terutama yang menyangkut sejarah agama tertentu), penafsiran tentang fakta-fakta sejarah semakin membantu terwujudnya kerukunan dan kedamaian.
    Jadi ikut prihatin, ketika sebuah penafsiran menjadi biang perpecahan, bahkan permusuhan….

    Balas
  15. bee

    “Kesalahan” umat Islam jaman ini adalah terlalu bangga atas kejayaan masa lalu. Sehingga jika ada sejarah kelam di dunia Islam cenderung di-tutup2-i, walaupun banyak sejarawan muslim yg menuliskannya tapi jarang disampaikan di depan publik (saat khotbah jum’at misalnya). Andai kita (umat Islam sekarang) gak terlalu membanggakan kejayaan masa lalu, tentu sejarah2 Islam apa pun akan dipelajari dan diambil hikmahnya, bukan cuman yg bagus2 aja. Lagipula, kita toh hidup di masa sekarang, bukan masa lalu.

    Balas
  16. kuchikuchi

    wah saya juga tadinya kira itu gambar Yesus..makanya saya heran membaca komen anda di blog saya..tapi setelah membaca penjelasan ini… udah ngerti deh skrg. btw reading this story brought tears to my eyes :’(

    Balas
  17. celo

    dulu pernah cari bukunya tentang padang karbala itu… tapi dilarang oleh guruku karena katanya terlalu sadis

    *waktu itu masi di SD*

    jadi samapi sekarang belum baca :P

    Balas
  18. blank

    ntu gambarnya john bon jovi kali…lagi naek haji….
    gambar siapapun..nggak mslh…iman itu keyakinan bos..kalo sibuk menceri fakta-fakta….bisa gila kita….
    soalnya agama itu bukan hanya sekedar logika…..
    nyang penting ajarannya enak dan pas susunya…
    Kopi kaleeeeeee….
    duh….ni malem enaknya ngopi ya…sambil ngantuk
    tapi nggak ngopi….malah tidurnya sambil ngopi…
    eh…piye to….dasar ngantuk….

    Balas
  19. putirenobaiak

    entah kenapa beberapa kali aku terus ingat avatarmu ini, kira2 Rasul wajahnya mirip yah?

    pilihan avatar yg hebat Ito :)

    Balas
  20. Ping balik: Kepada Rasul « Alam Takambang Jadi Guru

  21. Hamdani

    umat kristen sekarang ini, adalah umat kristen yang dikibuli oleh Paulus, menyembah manusia. Tuhan beol disembah.
    Perjanjian baru bukanlah wahyu, dan sampai kapanpun tidak dapat dijadikan alasan mengapa seseorang akhirnya beragama, jawabnya simpel, perjanjian baru itu bukan injil, tapi buatan pendeta-pendeta murtad, mengisahkan sebagian, menyembunyikan sebagian banyaknya.
    Tidak pernah ada perbedaan dalam qur’an hingga saat ini tidak pernah ada perbedaan dari qur’an versi lama, maupun qur’an versi baru, sebab qur’an adalah perkataan Allah kepada Muhamad, yang kemudian dihimpun dan dikumpulkan menjadi sebuah kitab. Sama hal nya dengan injil, injil adalah perkataan Allah melalui ISA (Yesus) kemudian dibukukan dan disebarkan kepada pendeta-pendeta, setelah itu dianut oleh para penganut injil.
    Berbeda antara penganut injil dengan orang-orang
    kristen, orang kristen yang ada sekarang adalah kristen yang merupakan bagian dari salah satu sekte dalam agama Yahudi, agama ini mulai berkembang pada jaman kerajaan Romawi. Sedangkan penganut agama injil dinamakan Nashara, berasal dari orang-orang Nazaret, kebanyakan orang dari Nazaret mengenal Muhamad seperti mengenal anaknya sendiri, oleh karena itu mereka berbondong-bondong memasuki tanah arab, tanahnya Ibrahim dan Ismail, tapi karena tertahan oleh orang-orang kafir quraisy, maka mereka berdiam diri di madinah, dan merekalah suku yang paling banyak menganut islam, ketika Nabi Muhamad SAW hijrah ke Madinah(Yastrib).
    Harap dicatat, hampir keseluruhan dari mereka memeluk agama Islam pada akhirnya, hanya beberapa pendeta,dan orang-orang Yahudi yang tidak menganut agama Islam, dan pada akhirnya mereka menghasut, merubah, dan memalsukan ayat-ayat Allah, dan mengatakannya ini dari Allah, padahal bukan. Seperti itulah sekilas tentang orang-orang beragama injil, salah satu bukti yang ada hingga saat ini adalah Naskah laut mati, atau naskah gua Qumran, yang ditemukan sekitar tahun 60-an disekitar laut mati, naskah itu dibawa oleh para penganut agama injil, yang isinya mengisahkan tentang kenabian Isa a.s. Naskah tersebut berada dalam salah satu museum di Jerusalem Orang-orang kristen yang ada sekarang adalah agama baru buatan para rabi Yahudi pada jaman Romawi, kitab aslinya nggak ada, isinya jauh dari petunjuk tuhan, dan dianut oleh orang-orang yang termakan dogma dari para pendeta. Salah satu dogma tersebut adalah konsep trinitas, mungkin suatu saat nanti akan berkembang menjadi konsep pentagonitas, atau apa lah………yang jelas logikanya seperti ini, jika ada tiga tuhan, tuhan yang satu ingin matahari terbit dari timur, yang satunya lagi dari barat, yang lainnya ingin dari tengah, yang terjadi apa………..perkelahian antar tuhan kali. Yah…… Jadi jawabannya nggak mungkin………….!!!!!
    Pengangkatan Yesus menjadi Tuhan Yesus tidak pernah disembah hingga 200 tahun setelah meninggalkan dunia, pengangkatan Yesus menjadi tuhan ini melalui sebuah konsensi yang dinamakan konsensi konstanti di konstatinopel, harap dicatat, yang mengangkat Yesus menjadi tuhan adalah manusia, istilahnya seperti ini, ada kumpulan patung, kemudian membuat sebuah konfrensi untuk mengangkat salah satunya menjadi Manusia, jawabannya…….Ya nggak mungkin.
    25 Desember bukan hari kelahiran Yesus, Yesus tidak dilahirkan pada tanggal 25 desember seperti sangkaan banyak orang, penetapan ulang tahun Yesus ditetapkan oleh raja romawi pada waktu itu yang menganut agama kristen, dimana sang raja terbiasa menyelenggarakan hari kelahiran dewa matahari (ra), dikarenakan saat itu banyak orang romawi yang masih menyembah berhala, dan terbiasa menyelenggarakan pesta-pesta hingga mabuk, memperingati hari kelahiran dewa ra, maka ditetapkanlah bersama pendeta-pendeta bahwa kelahiran Isa (yesus) itu tanggal 25 desember bersamaan dengan kelahiran dewa ra, silahkan tanya sendiri pada ahli sejarah. (by Mas Sato)
    Jadi kesimpulannya agama kristen itu adalah sesat dan mereka yang menganutnya itulah yang disebut domba-domba tersesat.
    Barang sipa menepuk air didulang terpercik muka sendiri.

    Balas
  22. lohot simanjuntak

    @Hamdani on 14 April, 2008
    Saya pengen penggal kepala yang memuat gambar diatas!!!
    merinding aku membaca komen mu ini,tapi yang lo maksud siapa?yang membuat gambar pertama,atau yang membuat gambar di blog ini?

    Balas
  23. Bagir

    Salam

    lukisan A’imatul At’har dari Ahlul Bait Rasulullah saww banyak bgt…tgl cari aja di google (gambar).. kalo yang ini mah kaku gambarnya..

    wassalam

    Balas
  24. Bagir

    @ Hamdani

    Ga usah penggal pengal kepala orang…
    sebaiknya anda berfikir apapun agama anda (islam atau kristen) jika ada yang membenarkan Yesus/Isa adalah Tuhan, Kenapa Yesus disunat..??? Tuhan ko Sunat???

    Baca Lukas 2:21 “Dan ketika genap 8 hari dan ia harus disunatkan,ia diberi nama Yesus,yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

    Tapi anehnya PAULUS GA SUNAT…Musa sunat, Yesus pun sunat, terus kenapa Paulus sampai bilang bahwa Sunat yang dimaksud adalah Sunat Rohani?

    lihat ==> Roma 2:29 ; Galatia 5:2

    Jadi bener bhwa injil sekarang PALSU..Bukan Firman Tuhan..!

    Balas
  25. Bagir

    sori yang diatas bukan buat hamdani

    tapi buat Lohot simanjuntak…

    sori mas Hamdani…slh ketik…heheheh

    Peace…!

    Balas
  26. Yoseph

    Untuk Hamdani
    Sunat sebetulnya adalah Tradisi atau Budaya Orang2 Timur Tengah Pada Umumnya & Yahudi Pada Khususnya dan perlu di Ingat Yahudi Bukanlah Agama Atau Kepercayaan yg betul adalah Suku. sama halnya di Negara kita (Jawa Khususnya) dulu ada tradisi jika anak memasuki akilbalig maka dia akan (Pangur) meratakan giginya. dan tradisi itu lama lama bukan hanya di tanah jawa tapi hampir 75 % ada di negara kita dulu. sama halnya dg Sunat.karena Suku Yahudi merasa Mendominasi di tataran tanah Timur tengah maka terbawalah itu kadalam suatu kepercayaan kalau di Indonesia istilah dengan sukunya contoh ( Islam Kejawen, Kristen Kejawen) di mana kepercayaan masih di bumbui dengan tradisi kebudayaan. He he he he he Cerrmatlah dalam Berpikir

    Balas
  27. Yoseph

    Saudara & Saudari ku Sekalian :
    Menghargai Perbedaan adalah Hal yg Mulia, Agama adalah Baju untuk Orang2 Percaya & Tempat Ibadah adalah Rumah untuk orang2 Percaya. Saudara dan Saudari ku Memiliki keyakinan kalau Kepercayaan yg kita Anut adalah yg terbaik itu bagus Tapi kalau kita menghakimi kepercayaan org lain itu lebih jelek, tidak sesuci yg anda kita anut Itu adalah menghakimi. karena yg menentukan kebenaran, kesucian bahkan yg menentukan manusia akan masuk Surga atau Neraka Adalah Allah yg maha segalanya. untuk apa kita merasa paling benar paling suci egois sehingga timbul fitnah bahkan kita sendiri belum tahu kebenaranyg sesungguhnya karena yg tahu Kita percaya kepada Allah kita yg maha segala itu hanyalah Allah itu sendiri. kita ambil contoh yg Sangat sepele, misalnya kita sebagai terdakwa dalam suatu kasus tapi ternyata kita ter bebas dari tuduhan itu. apakah anda tahu orang lain percaya bahwa anda tidak bersalah..? yg tahu hanyalah si tertuduh itu dengan Allahnya.
    Ketahuilah Penghuni Neraka itu adalah Mereka yg Sombong, Dengki, Sirik Musrik, Takabur, Merasa paling Benar, Paling suci dll karena itu semua Bertolak belakang dengan Kehendak Allah. saudara dan Saudari semua karena konsep nya adalah Di manapun Kebenaran Adalah Benar baik di mata Manusia maupun di mata Allah. dan lakukanlah apa yg menjadi Perintah2 Allah karena Perintah Allah adalah baik adanya. Allah sendiri tidak Menghakimi manusia bahkan ngasih kesempatan untuk memperbaiki diri, kenapa kita menghakimi sesama manusia…? Semoga ini tdk hanya menjadi pepatah pepetih sebab belajar kita pada Allah nan maha kasih, berkaca kita pada IA dengan kasihnyayg Terhormat, Putih yg menjadikan kita terus berupayaagar Ridhonya dapat terraih, Ridho Allah, Allah ku …Allah kita semua tak pernah memandang kekotoran manusia selain dengan PenlihatanNya yg maha Jernih. Apa yg kita pelajari adalah untuk kita lebih dekat dengan Allah kita dan apa yg kita pelajari belum seujung kukupun di mata Allah Salam Buat HAMDANI

    Balas
  28. Tjwan Bing

    HUA>>>>HAHAHA…..si HAMDANI……”kebelet BEOL,,,,,maka ngomongngnya gak konstruktif….Gak makan sekolahan….yaakkk…!!!

    Balas
  29. Tjwan Bing

    HAMDANI …..kalau ELOE dah merasa menemukan KEBENARAN…..dan yoaqinnn masuk surga …ya udah. Gak usah cuap-cuap …mau menggal kepala-lah…..nuding agama orang lain salah….lah, mempermasalahkan sunat-lah….Kelihatan ente kagak ngerti yang eloe omongin dah….Jadi LUCU gitu ! Kayak orang Sarap….(hehe maaf…tapi jujur pendapatku begitu….) Kalau ente lagi emosi, mendingan eloe nyangkul….atawa…narik becak….daripada blingsatan….kayank kepinding kelaparan….hihihi

    Balas
  30. Hamdani

    @ Bagir
    Enggak apa2, peace juga!
    @ Tjwan Bing yang kebelet beol itu kamu!
    Dasar kamu dungu!! sekarang kamu jawab nih pertanyaan si ujang!
    Mengenai trinitas walaupun cara memahaminya dimodif sedemikian rupa, ya tetap aja maknanya 3. kenapa sih ngomong satu aja kok harus dikasih embel-embel 3. (jawabnya tanya sama paulus dikuburannya)
    Kenapa Tuhan kok merasuk kediri manusia? kenapa enggak kediri macan atau gajah saja yang lebih kuat dari manusia?
    Kenapa lagi tiang salib yang menjadi tempat kematian Yesus kamu kok malah diagungkan, dipajang besar-besaran?
    Nabi Isa-kan matinya dibungkus kain kafan, kok orang kristen sekarang makai pakaian pesta?
    Nabi Isa menganjurkan khitan, kok sekarang khitan disembunyikan?
    Kenapa dulu babi diharamkan sekarang kok yang haram babi hutan?
    Apa ada perintah/contoh dari Nabi Isa membangun gereja?
    Apa ada perintah memajang pohon cemara? padahal di tempat kelahiran Nabi Isa enggak ada pohon cemara?
    Apa kelahiran Nabi Isa tgl 25 Desember?
    Kenapa salah satu nama Tuhan kalian namanya Allah juga, hanya pengucapannya saja yang dicadelkan?
    Nabi Isa mempunyai Istri dan keturunan, (tapi dirahasiakan) kenapa pastur & biarawati dilarang kawin? (maksudnya nikah yang dilarang)?
    dan masih banyak lagi lainnya, yang disembunyikan dan dipelintir oleh Pak Ulus?
    Sesungguhnya kristen itu tersesat, karena beramal tapi tidak berilmu!!!
    Kita diberi akal pikiran oleh Tuhan sebaiknya dipergunakan untuk berpikir selain beramal, maka pilihlah agama yang diridhoi Tuhan yaitu Islam.

    Balas
  31. vani

    viva islam
    1.masyarakat yg mayoritasnya beragama islam adalah yg plg rendah konsumsi alkoholnya. memang ada org islam yg doyan mabuk tp prosentasenya kecil.
    2.masyarakat yg mayoritasnya beragama islam adalah yg plg rendah kasus perjudian ( tdk ada casino ato t4 pjudian yg legal d sana)
    3.masyarakat yg mayoritasnya beragama islam adalah yg plg rendah pornografinya( majalah playboy tdk blh beredar).
    4.tdk ada tentara islam yg menjajah indonesia tdk spt belanda,inggris, portugis. seandainya org belanda mayoritas islam pasti mrk g mungkin mjjh indonesia.
    5.tdk prnh ada pembantaian etnis,suku,agama d negara mayoritas penddk b’agama islam (tdk spt amerika dgn suku indiannya;australia dgn aborigin;serbia dgn umat muslim)
    6.tentang poligami coba ada tanya bps jumlah laki2 dan wanita bnyk mana? saya tanya agama mana d seluruh dunia yg bisa memberi solusi masalah ini (jmlh wanita lbh bnyk dr pria) selain islam. kecuali jk tnyt laki2 lbh bnyk dr wanita trus ada ajaran yg membolehkan poligami baru mrk blh mnertawakan…. nyatanya???

    Balas
  32. vani

    Tragedi Karbala

    Dalam tragedi Karbala atau Asyura banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dan sekaligus diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebenarnya kejadian di padang Karbala, merupakan refleksi kehidupan manusia, karena salah satu peran yang ditampilkan disana adalah pengorbanan sejumlah manusia untuk sebuah tujuan yang sangat tinggi dan suci, yaitu menegakkan kebenaran dan keadilan. Manusia sebagai makhluk yang ciri khasnya adalah bersosial, tidak lepas dari pengorbanan.

    Peristiwa pertama adalah masalah pengorbanan. Berkorban itu penting sekali, artinya manusia ini dalam kehidupan mesti berkorban. Seorang Ayah artinya berkorban untuk atau demi sesuatu yang dia cintai, yang dia sucikan, itu adalah kenyataan dari kehidupan manusia ini. Seorang Ayah dia pasti mencintai istrinya. Seorang Ayah juga mencintai anaknya, jelas dia berkorban demi istrinya, demi anaknya. Dia keluar memeras keringat, banting tulang, demi istri dan anak, ini pengorbanan. Kita lihat para TKW atau TKI pergi ke luar negeri, meninggalkan kerabat dan kampung halaman, hanya untuk suatu pengorbanan. Pengorbanan ini mungkin demi istri, demi anak atau malah sebagian demi suami. Orang meninggalkan keluarganya bertahun-tahun, mungkin berhari-hari demi keluarganya. Atau sebaliknya orang yang karena cinta dunia mengorbankan keluarganya. Karena mencintai karir atau jabatan, akhirnya istri dan anaknya ditelantarkan. Dia kurang mendekati istrinya, dia menelantarkan istrinya, kasih sayang kepada anaknya juga dikurangi demi karir atau jabatan. Bahkan dia korbankan istri dan anaknya demi karir, demi prestise, atau kedudukan sosial. Dia harus berpahit-pahit demi yang dia cintai.

    Pengorbanan adakah suatu hal yang alami. Kehidupan ini juga bukan lain adalah pengorbanan. Jadi pengorbanan adalah hal yang thabi’i atau hal yang manusiawi, yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Kita pilih apa yang kita cintai atau apa yang kita utamakan, sedangkan semua yang lain kita korbankan. Nah, Islam menjelaskan apa yang mesti kita korbankan, untuk apa kita berkorban. Para Nabi datang, para Imam diangkat, dalam rangka menjelaskan, “Wahai manusia pengorbanan yang kalian persembahkan seharusnya untuk Allah SWT..” Istri kita korbankan, anak kita korbankan, harta kita korbankan, malah nyawa pun kita korbankan demi Islam, demi kebenaran, demi Allah SWT.. Inilah yang hendak dijelaskan oleh Rasulullah saw.. Inilah yang ingin disampaikan oleh Imam Husein as. yang kita peringati hari wafatnya setiap 10 Muharram. Beliau mengorbankan semuanya demi kebenaran.

    Al-Quran yang mulia menjelaskan ada seorang manusia yang luar biasa, yang mengorbankan apa pun demi Allah, demi hak, demi kebenaran, yaitu Nabi kita Ibrahim as. Bapak para Nabi, penghulu kaum monotheis, kaum muwahhidin. Allah SWT. menyebut Ibrahim as. dengan sebutan yang indah sekali dan melestarikan namanya dalam Al-Quran. Juga semua perbuatan Ibrahim itu dilestarikan melalui ibadah haji. Atas semua pengorbanan beliau, Allah memberikan satu bonus yang paling tinggi yaitu Imamah, kepemimpinan. Allah berfirman, “Ingatlah ketika Allah menguji Ibrahim dengan beberapa kalimat.” Para ahli tafsir menjelaskan kata ‘kalimat’ di sini adalah berarti, ujian. Allah telah menguji Ibrahim dengan berbagai ujian, dan Ibrahim mampu menyelesaikannya dengan sempurna. Allah menguji Ibrahim dengan bermacam-macam ujian, dan banyak sekali, berpuncak pada perintah untuk mengorbankan putranya Ismail.

    Ibrahim as. ingin mempunyai seorang anak. Beliau mengadu kepada Allah, “Ya Allah tulangku sudah rapuh dan rambutku sudah mulai beruban, berilah aku keturunan.” Lalu Allah memberi beliau seorang putra bernama Ismail yang melalui Siti Hajar. Sangat girang sekali Ibrahim mendapatkan karunia anak. Di tengah kegembiraannya mempunyai anak, dia diperintahkan oleh Allah untuk hijrah ke Palestin dan meninggalkan istri dan anaknya di sebuah lembah yang tidak ada tumbuh-tumbuhan, yang kering kerontang, di dekat Kabah yaitu Mekah. Ibrahim diperintah oleh Allah untuk meninggalkan Siti Hajar beserta bayi yang masih kecil di sebuah tempat yang tidak ada tumbuh-tumbuhan, tidak ada air. Kalau kita mungkin tidak akan mau. Istri ditinggalkan tanpa ada makanan, tanpa ada air. Tapi ini adalah perintah Allah. Ibrahim as. taat karena perintah tersebut dari Allah. Kecintaan Ibrahim as. kepada Allah melebihi kecintaan kepada istri dan anak. Ini pengorbanan yang sangat besar. Saya kira diantara kita tidak ada yang sanggup sama sekali seperti Nabi Ibrahim, kecuali jika kita sudah sampai pada derajat Nabi Ibrahim.

    Setelah dari Palestin kembali ke Mekah, kerinduan kepada anaknya luar biasa. Ibrahim as. bertetemu Ismail yang sedang lucu-lucunya. Ketika meluapkan rasa rindu dan kangennya kepada Ismail, Ibrahim as. bermimpi, di daslam mimpi tersebut Ibrahim as. menerima wahyu untuk menyembelih Ismail. Ini ujian lain yang lebih berat. “Wahai putraku,” kata Ibrahim, “aku bermimpi menyembelihmu, bagaimana pendapatmu”. Tapi mimpi Ibrahim adalah wahyu, yang berbeda dengan mimpi kita. Ismail pun bersedia disembelih.

    Allah ingin menguji sejauh mana kecintaan Ibrahim, apakah dia lebih cinta kepada Allah atau kepada Ismail. Ternyata bagi Ibrahim Allah adalah segalanya. Ismail dikorbankan demi Allah SWT.. Ini adalah pengorbanan yang maha dahsyat, berat dan tidak mudah. Ibrahim mengerjakan dengan mudah karena mencintai Allah melebihi segalanya. Inilah pengorbanan yang hakiki, pengorbanan yang benar. Oleh karena itu Allah mengabadikan Ibrahim as. dalam Al-Quran dan semua perbuatan Ibrahim diabadikan oleh seluruh agama samawi. Semua agama samawi mengklaim sebagai pengikut Ibrahim. Kaum Yahudi berkata, kamilah pengikut Ibrahim. Kaum Nasrani mengaku kamilah pengikut Ibrahim dan kita orang Islam pun mengklaim sebagai pengikut Ibrahim, karena bangga menjadi pengikut Nabi Ibrahim.

    Sekarang peringatan manasikul hajj ini simbol tentang perjuangan dan pengorbanan Ibrahim. Demikian pula kita selama ini, dalam memperingati Asyura yang merupakan lambang dari sebuah pengorbanan yang dipersembahkan oleh cucu Rasulullah saaw kepada Allah SWT.. Dia mengorrbankan anaknya yang paling kecil sekalipun, yang masih bayi menyusui dikorbankan dan terakhir nyawanya sendiri dikorbankan demi kebenaran, demi keadilan, demi Allah SWT., itulah peristiwa Asyura. Pengorbanan memang perlu perjuangan, tidak mudah, orang mungkin berkorban sesuai dengan kemampuan masing-masing. Orang yang mungkin berpenghasilan seratus ribu sebulan, kalau dia mengorbankan lima puluh ribu rupiah mungkin sangat berat. Kalau yang berpenghasilan jutaan rupiah lalu berkorban lima puluh ribu, bukanlah suatu pengorbanan namanya.

    Allah berfirman, “Kalian tidak akan pernah mendapatkan birr (kebaikan) sampai menginfaqkan, mengorbankan apa yang kalian cintai.” Ini berat, kalau orang cinta kepada anak, kepada istri lalu harta dikeluarkan belum berkorban namanya, bukan birr karena dia lebih mencintai anaknya. Kalau orang mencintai harta dia korbankan istrinya, bukan birr namanya karena dia mencintai harta ketimbang istrinya. Mungkin sekarang ada orang yang demi mengejar karir dia rela mengorbankan istri dan anaknya. Berjam-jam di luar, istri dan anaknya ditinggalkan di rumah demi karir. Saya yakin berkorban demi kecintaan kepada dunia sampai rela meninggalkan istri dan anak itu bukan birr namanya. Sementara al-Husain, beliau mengorbankan, menginfaqkan apa yang dia cintai demi al-birr, demi kebaikan, demi Allah SWT., ini berat sekali. Tentu saja di sini, saya tidak bermaksud menghimbau Anda, hanya ingin menceritakan bahwa inilah peristiwa Asyura, dan jangan mengartikan bahwa saya telah berkorban, tidak demikian. Saya keberatan jika sebagai penceramah dianggap telah melaksanakan apa yang telah disampaikan. Mari kita sama-sama belajar dari madrasah Asyura. Kita belajar dari universitas Karbala sekarang ini, belajar dari beliau, Imam Husayn bin ‘Ali as.. Saya belajar, juga anda semua. Tidak hanya anda saja yang belajar, lalu saya tidak, kita sama-sama belajar dan berusaha. Pengorbanan itu tidak mudah, tapi kita mesti mencoba semampu kita.

    Lihatlah Al-Husain as., dia mengorbankan semuanya. Dia mengorbankan kerabatnya. Dia korbankan anaknya dan dia korbankan nyawanya. Mana yang paling berat, semuanya berat yang bergantung pada yang kita cintai. Mungkin ada orang yang lebih mencintai anaknya ketimbang dirinya sendiri. Ada tidak ?, tentu banyak. Sering kita dengar, “dari pada anak saya sakit lebih baik saya yang sakit,” ada yang berpikiran begitu. Berarti dia lebih mencintai anaknya ketimbang dia sendiri, artinya dia siap sakit, siap mati, yang penting anaknya sehat dan hidup. “Biarlah saya yang mati, atau sengsara dari pada istri saya yang sengsara,” berarti dia lebih mencintai istri ketimbang dirinya sendiri. Jadi mengorbankan diri sendiri lebih mudah ketimbang mengorbankan anak, istri dan biasanya inilah yang sering terjadi. Ada orang yang cinta kepada binatang, dia pelihara binatang tersebut. Dia sendiri tidak mengurus dirinya, bahkan rasa lapar dilupakannya, karena asyik dengan binatang piaraannya. Artinya dia mengorbankan dirinya demi binatang piaraannya. Ini adalah realita kehidupan kita sekarang ini.

    Kita lihat bagaimana Al-Husain as, semua tindakannya, telah beralih kepada kecintaannya kepada Allah yang merupakan tindakan pengorbanaann. Dia mengorbankan anaknya, agar tidak sampai anaknya lebih dia cintai ketimbang Allah Ta’ala. Dia korbankan para sahabat setianya. Dia korbankan negerinya Madinah. Dia korbankan hartanya, jelas. Dan terakhir dia korbankan nyawanya. Semua perkara yang kira-kira dapat menyedot perhatian dia, dia korbankan demi Allah Ta’ala. Itulah Karbala, itulah Asyura. Tanpa ingin membanding-bandingkan dan agar tidak disalah pahami. Kalau Nabi Ibrahim as. mengorbankan putranya lalu diganti dengan domba, tapi di Karbala Al-Husain as. mengorbankan anaknya apakah diganti dengan seekor domba. Mana yang lebih berat. Jawabannya terserah masing-masing.

    Jadi pengorbanan Al-Husain jauh lebih berat dari pada pengorbanan kakeknya Nabi Ibrahim as. Ini jelas, Nabi Ibrahim diganti seekor domba, tapi Al-Husain as. mengorbankan anak yang masih kecil Abdullah Arrodhi. Dia angkat tangannya berilah air, datang anak panah menusuk sampai tembus ke lehernya, sehingga menjadi korban tanpa diganti dengan seekor domba. Ini pengorbanan. Oleh karenanya para Nabi as. jauh hari telah merayakan, telah memperingati Asyura. Nabi Nuh, Nabi Adam sekalipun, Nabi Ibrahim jauh-jauh hari telah merayakan peristiwa Asyura. Mereka tahu akan terjadi sebuah pengorbanan yang sangat besar, yang tidak pernah dikerjakan oleh siapapun di dunia ini, hatta Nabi Ibrahim as. Itu Asyura, mereka ingin mendaftarkan diri menjadi pasukan Al-Husain as. Dan juga jawaban yang lain, mengapa, apakah memperingati Asyura bid’ah? seribu tidak. Rasulullah saaw telah memperingati Asyura.

    Ketika Sayyidah Fatimah melahirkan Al-Husain dalam perut bayi itu ada ludah Rasulullah saaw, ludah yang suci. Beliau memangkunya sambil menangis tersedu-sedu. Datang pembantunya, “Ya Rasulullah mengapa anda menangis, apa yang menyebabkan anda menangis ? ” Nabi menjawab, “Wahai Fulanah tadi Jibril datang kepadaku, dia mengatakan bahwa putraku ini yang baru lahir sekarang ini nanti akan dibunuh oleh orang-orang yang mengaku sebagai pengikutku.” Beliau menangis, beliau sebutkan bahwa itu akan dibunuh di padang Karbala. Itu Rasulullah sudah meratapi, memperingati, apa yang akan dialami oleh cucunya atau bayi yang baru lahir tersebut. Lalu Nabi bertanya kepada Ali as, “Wahai Ali apakah anda telah menamainya ?” Ali menjawab, “Aku tidak akan mendahuluimu dalam memberinya nama. ” Nabi menjawab, “Namailah Husain.”

    Dan juga riwayat yang lain, Ummu Salamah ra. juga oleh Nabi diberi botol yang berisi tanah dari Karbala. “Wahai Ummu Salamah ini adalah tanah Karbala yang dibawa oleh Jibril untukku, kau simpanlah. Ketika tanah ini menjadi darah atau warnanya merah, maka pada waktu itulah cucuku Husain dibunuh.”

    Jadi memperingati Asyura, menangis, meratapi wafatnya Imam Husein as. adalah sunnah Rasulullah saaw yang dikerjakan ketika beliau masih hidup. Jadi adanya kritikan dari pihak-pihak yang keberatan tadi, yang dikatakan oleh ketua Yayasan Al-Mukaramah, jelas kritikan yang tidak berdasar atau karena tidak mengetahui apa yang melatar belakangi peringatan Asyura. Jadi banyak hikmahnya kita ambil dari lambang Asyura, dari peringatan Asyura, yaitu pengorbanan. Pengorbanan untuk kebenaran, untuk Allah SWT., itu yang pertama.

    Yang kedua, berkorban itu jelas terpuji dan dianjurkan oleh Islam. Tetapi Islam ingin menjelaskan ketika kita berkorban hendaknya berkorban dengan ikhtiar, dengan merdeka, dengan bebas tanpa ada paksaan, itu yang indah sekali. Kita berkorban untuk Allah Ta’ala, kita mengabdi kepada Allah tetapi pengabdian yang kita persembahkan, pengorbanan yang kita haturkan untuk Allah hendaknya dilandasi dengan kebebasan, dengan senang hati tanpa ada unsur paksaan.

    Satu cerita menarik dari peristiwa Asyura ini, di malam Asyura, di malam ke sepuluh Muharram. Malam sudah tiba, kegelapan telah menyelimuti padang Karbala. Imam Husain as. memanggil para sahabat setianya. Beliau mengatakan, wahai para sahabat setiaku, aku tidak menyaksikan sahabat yang lebih setia dari kalian. Aku belum pernah lihat kerabat yang lebih baik dari kalian. Kita bayangkan sebagaimana kaum muslimin tahu, ini pasukan kecil yang akan menghadapi pasukan Yazid alaihi laknat. Konsekwensi berangkat ke Karbala adalah mati, banyak orang yang mundur dari itu. Sahabat besar pun semacam Abdullah bin Umar punya kebijakan, “Wahai Husain sebaiknya anda tinggal di Mekah saja, tidak membaiat Yazid, juga tidak menolak, abstain, kan aman.”

    Ini prinsip dari Abdullah bin Umar. Aman sajalah kita bisa da’wah tanpa harus menolak baiat yang jelas mati akibatnya dan juga tanpa membaiat, karena baiat pada Yazid penguasa peminum khamar, kita diam-diam saja, kan aman. Ada orang yang cari keamanan, tapi Imam Husein menolak. Memang aman dan dia mungkin bisa ibadah dengan leluasa, dengan tenang tanpa akan diganggu oleh penguasa. Tapi Al-Husain as. punya tanggung jawab agama yang besar, punya amanat dari Allah SWT.. Andaikan beliau diam saja maka siapa yang akan berontak melawan kedzaliman. Kalau beliau diam saja seperti sejumlah sahabat yang lainnya, maka siapa yang akan membawa bendera keadilan, siapa yang akan membela kebenaran.

    Orang bisa beralasan lihatlah Al-Husain pun diam, apalagi kita. Mereka akan mencaci, “Lihatlah cucu Rasulullah, jelas-jelas Yazid penguasa yang jahat, merusak agama, menyimpang dari sunnah Rasulullah, Al-Husain saja diam, untuk apa kita berontak.” Akan demikian sejarah akan mengatakan, tapi beliau untuk menghilangkan pendapat demikian mesti berontak, dengan resiko apapun harus beliau terima untuk membela kebenaran, sehingga tidak ada alasan manusia untuk mundur, tidak berontak, tidak bergerak sama sekali. Itulah pelajaran yang lain dari peristiwa Asyura.

    Nah kembali pada kisah tadi, pada malam kesepuluh Muharram beliau mengumpulkan para sahabat setianya dan para kerabatnya. “Wahai para sahabatku sekarang malam gelap kalian pulanglah ke Madinah, bawa masing-masing pasangannya. Mereka para musuh hanya ingin membunuhku, mereka tidak ingin membunuh kalian, pulanglah kalian saya ikhlaskan tidak usah berjuang, saya tidak akan menuntut, mereka hanya menginginkan aku.” Ini ikhtiar, tapi bagaimana reaksi dari para sahabat beliau. “Wahai cucu Rasulullah, kalau kami membiarkan anda berjuang sendirian, dimana akan kami letakkan mukaku di hadapan Rasulullah saaw. Aku malu dengan kakekmu Rasulullah kalau kami membiarkan anda berjuang sendirian.” Ada yang menjawab, “Wahai cucu Rasulullah andaikan aku dibunuh sekarang ini dan jasadku dicincang-cincang sampai sekian bagian lalu Allah hidupkan lagi aku, aku berjuang lebih lagi sampai tujuh kali.” Artinya keikut sertaan para sahabat Al-Husain as. semata-mata karena ikhtiar, bebas, tanpa paksaan. Padahal beliau membebaskan, mengikhlaskan, kalian pulang dari Karbala. Mereka tidak mau, inilah sahabat yang hakiki.

    Berjuang membela Al-Husain tidak karena ancaman, bukan karena tidak enak kepada cucu Rasulullah, tidak karena apa-apa, tapi karena semata-mata bebas dan cinta kepada Al-Husain as. Lain dengan peristiwa Thorik bin Ziyad, salah seorang panglima Bani Umayyah atau Abdullah bin Marwan. Ketika dia mendarat di benua Eropa atau Konstantinopel, dia membawa pasukan Arab atau pasukan Islam ke Eropa menyebrangi lautan mediterania. Setelah menyebrang kapal-kapal dibakarnya. Habis kapal dibakar, sementara pasukan Romawi di hadapan mereka. Thorik bin Ziyad berkata kepada pasukannya, “Wahai pasukan Islam, wahai pasukan Arab, terserah kalian pulang ke Arab sana tapi tidak ada kapal lagi. Ingin menyebrang lautan kalian mati dimakan ikan hiu atau perang melawan pasukan Romawi.” Ini pilihan pahit semuanya, jadi mereka berjuang terpaksa. Tapi lain dengan Al-Husain as. memberi peluang kepada para sahabat untuk pulang dan saya ikhlaskan, beda tidak, sangat beda sekali. Inilah hikmah atau pelajaran dari madrasah karbala. Dan banyak lagi hikmah-hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa Asyura Karbala.

    Nah kita dalam memperingati Asyura setiap tahun ini, sejauh mana mengadakan evaluasi, koreksi terhadap diri kita. Sejauh mana kita meneladani Al-Imam Husain as. Bukan saya memudahkan, tentu itu adalah perjuangan, pengorbanan , tidak kita langsung berkata “Ah saya ikut Imam Husain sekarang juga.” Kita mesti bertahap-tahap, perlu pengenalan, perlu pembersihan hati, perlu melepaskan ikatan-ikatan materi dan dunia. Kalau sudah lepas dari ini semua mungkin orang bisa seperti para sahabat Imam Husain as. Kalau kita masih dibebani cinta dunia, istri, anak dan materi, jangan harap kita bisa seperti sahabat Imam Husein as.

    Inilah peringatan Asyura. Inilah perlunya kita memperingati peristiwa tragis Karbala yang dialami oleh Imam Husein as. dan para sahabatnya. Oleh karena itu mari kita sampaikan duka cita kita yang mendalam kepada Rasulullah saaw. sebagai kakek Al-Husain as. Kepada Imam Ali bin Abi Thalib as. sebagai ayahandanya. Kepada Sayyidah Fatimah Az Zahra as. sebagai ibundanya dan kepada Imam Hasan as. sebagai kakandanya dan kepada Imam kita yang terakhir Shahibuz Zaman Al-Mahdi Ajjalallahu Farajahu Assyarif dan kepada seluruh kaum muslimin dimanapun berada, atas syahadah, wafatnya Imam yang kita cintai, Imam Husain as. Akhirul kalam, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    (Ceramah ustadz Husein Alkaff pada peringatan hari Asyura di pesantren Al-Mukaramah Bandung)

    Balas
  33. Tjwan Bing

    Hehehe…..pada esmosiiii…..berbusa-busa….Agama…..di”promosikan” maaf… seperti “kolor murahan”….hayo pilihlah ini….ini huebattt…poaling beonarr…nar….
    Luaskanlah friend,…
    cakrawala pengetahuanmu…dan cakrawala nuranimu.Kalau Tuhan Yang Maha Esa -Maha Kuasa – sekaligus Maha Kasih….memberikan “inspirasi” bagi lahirnya bermacam-macam agama -bermacam-macam kepercayaan di jagat ini tentu ada maksudnya. Sama dengan keanekaragaman ciptaan, termasuk Oe yang sipit dan cadel…,Hamdani yang “pesek hidungnya” (kali…hihi canda aja…kagak usah ngasah pedang….; boleh buat motong singkong aje….) atawa Vani…(heheh yg rada jereng matanye…”canda juga coy” tentu ada hikmahnya ….. Sekarang bisa jadi kita2 masih belum tau maksud tujuannya….maklum masih “butek” pikirannya. NYANG PENTING….dgn jalan agama yang kalian yakini….ente hidup baik…berbuat baik pada sesama…dan masuk surga…iya toh ?! Bukan hanya TUKANG DEBAT KEBENARAN….tetapi MENJADI PENGAMAL KEBENARAN….! SALAM, SHALOOM…SELAMET…..PEACE !

    Balas
  34. Masky

    Buat Hamdani, kami diajarkan tentang damai. Jadi apapun kamu bilang mengenai Kristen, pengikut Kristus, terserah. Tapi dari Cara berpikirmu nampak gambaran Islam itu BAGAIMANA?????

    Balas
  35. ryan

    wel3h3x.. kok smuanya pada ribut???
    lebih baek kalo kita telusuri
    kebenaran yang ada.^_^

    sebenarnya persamaan islam ama kristen
    ito apa sich?????

    †kristen† ato islam hampir sama hukum nya…
    coba telusuri aja kitab injil ama surat albaqoroh
    jamin kamu2 smua akan melihat kebenaran yang sesungguhnya… !!!

    masalahnya sekarang bayak orang islam yang ga bisa bahasa arab, makanya mereka ga tau apoa yang mereka baca,.
    jadi tabya arti yang kalian baca baru kalian telusuri…

    coba de.!

    km2 pasti ga akan percaya
    apa yang km telusuri itu

    Balas
  36. ryan

    jadi kakak Hamdani & juga buat kakak masky serta ga lupa juga buat kakak masky jgn ribut2 dolo ya.

    kalian smua lebih baik ikutan yang q saran kan d3
    biar smuanya jelas ok?

    dah damai2 aja

    Balas
  37. molymelon

    @Vani…

    “masyarakat yg mayoritasnya beragama islam adalah yg plg rendah kasus perjudian ( tdk ada casino ato t4 pjudian yg legal d sana)”

    Kok di Malaysia ada tuh? yg resmi lagi..di Genting Highland itu loh..
    bukannya Malaysia termasuk negara Islam??? ;)

    “tdk ada tentara islam yg menjajah indonesia tdk spt belanda,inggris, portugis. seandainya org belanda mayoritas islam pasti mrk g mungkin mjjh indonesia.”

    MEmang tdk ada yg menjajah Indonesia,tp menjajah negara lain..betul??

    Piss ach…

    (^_^)V

    Balas
  38. rotyyu

    Kalau dilihat dalam bentuk avatar di komentar itu memang mirip bang, tapi kalau diperhatikan lagi ya akhirnya aku sendiri sadar kalau itu bukan gambar Yesus…..

    Balas
  39. syaitan

    Firman itu Berkata:

    Kasihilah Musuh mu,dan Berdoalah BAgi mereka Yang Menganiaya Kamu

    ^ ^

    Masuk Kedalam Kerajaan Allah adalah Bagian….
    Tapi Bagian itu Untuk Manusia adalah sebuah Pilihan…
    “….supaya setiap Orang yang Percaya Kepada-NYa tidak binasa,melainkan beroleh Hidup yang Kekal….”

    Amien

    Balas
  40. TILDA

    PROFICIAT UNTUK YANG MENULIS ARTIKEL INI….ANDA SUNGGUH BERANI DAN MEMILIKI ALLAH….

    aku sangat setuju dengan apa yang anda katakan di bawah ini…andai semua manusia memiliki cara pandang positif…dunia akan menjadi sangat indah…seharusnya baik ISLAM,KRISTEN,HINDU ato apapun..berlomba untuk berbut baik,bukan saling menghina…
    JIKA ANDA MENGAKUI MEMILIKI TUHAN…TUNJUKAN DENGAN SIKAP DAN PERBUATANMU….

    adi, akan tetap kupakai avatar itu. Mau disangka gambar siapa, aku tak akan merasa terganggu. Siapapun yang datang membawa kebenaran, Yesus, Muhammad, siapapun, akan kucintai dengan apa yang kupunya. Tetapi siapapun yang datang dengan semangat permusuhan, pengikut Kristus atau umat Muhammad, sekali lagi siapapun!, akan kucintai juga, karena tingkat kecerdasannya pasti belum cukup memadai untuk kujadikan musuh.

    SALAM…..AKU YAKIN ANDA BERADA DI PIHAK YANG BENAR…

    Balas
  41. Wellyam

    wah2..
    ..
    .
    y kalo dibilang ky gni kan kurang sip..
    ..

    py kl juga kalian liayat dari kitab suci Org † Kristen † yang menganggap Yesus Kristus sebagai Tuhan..

    tp kl menurutq..

    Yang bener tu ada di alkitab kitab sucinya org kristen..

    di kitab kejadian pasal 18 ayat 18-19
    karena org islam ad juga yang mengutip dari alkitab..
    ..
    .
    dan di kristen tow ad perjanjian baru,, ,,
    saat yesus kristus datang kedunia..
    ..
    .

    kalo mw tny2 lebih lanjut lewat email aj:
    di swellyamkw@yahoo.com
    or
    Friendster di alamt e-mail yang sama.. ..
    Tq..
    Tuhan memberkati
    JLU..
    ^^,

    Balas
  42. damai saja.......

    semua orang,islam,katolik,kristen pada ribut,memangnya muhamad dan yesus kalo ketemu berantem?.ga penting agamanya apa?tapi yang penting adalah hati kalian,bersihkan hati dari kebencian,karena hanya setan yang menebarkan kebencian,jadi jika memang punya agama,tidak akan membenci sesama,baca dengan seksama dan pahami dengan benar kitab suci kalian masing-masing,jangan ribut saja,karena kalian kan tidak tahu kejadiannya secara langsung.terimakasih

    Balas
  43. damai saja.......

    terimakasih buat yang bikin artikel ini,karena bagi saya pribadi anda adalah orang yang benar-benar beragama,karena setap agama mengajari cinta kasih,

    Balas
  44. Iman Yang Benar

    Kalangan orientalis secara tidak tahu malu bermain-main dengan fakta-fata sejarah yang sudah jelas dengan merujuk pada Quran mempertanyakan banyak hal yang menjadi topik diskusi selama brabad-abad yang sebenarnya sudah dibahas dan dijelaskan oleh para Ulama Muslim dan intelektual secara detail.

    Dengan merujuk pada ayat-ayat Quran yang menganjurkan untuk jihad dan berperang, sejumlah kritikus barat berpendapat bahwa berdasarkan ayat-ayat ini yang sebenarnya kontradiktif dengan ayat-ayat lain yang mengajak perdamaian, kemajuan dan kasih sayang, bagaimana Islam dapat disebut sebagai agama perdamaian? Ayat 74 Surat An-Nisa’ dikutip sebagai contoh tanpa menyebutkan konteks dan situasi di mana ayat itu diwahyukan: Ayat 74 menyatakan: “Maka berperanglah di jalan Allah orang-orang yang membeli hidup di dunia dengan akhirat. Barang siapa berperang di jalan Allah, lalu ia terbunuh atau menang, maka akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar”(An Nisa, 4:74).

    Setelah membaca ayat ini orientalis barat mengatakan bahwa Islam memerintahkan umatnya untuk mengadakan peperangan dan pembunuhan. Kaum orientalis hendaknya membaca ayat berikutnya dan setelah mengkombinasikan kedua ayat hendaknya mencoba memahami artinya. Dalam ayat berikutnya Allah berfirman: “Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan untuk (membebaskan) orang-orang lemah di antara laki-lai, perempuan-perempuan dan anak-anak, sedang merka berkata: Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang aniaya penduduknya dan adakanlah untuk kami seorang wali dari sisiMu dan adakanlah untuk kami dari sisiMu seorang penolong” (An Nisa’, 4:75).

    Apabila seseorang membaca ayat ini secara tenang, akan menjadi jelas terhadap siapa ayat sebelumnya yang memerintahkan umat Islam untuk berperang itu. Apabila seorang atau sekelompok orang yang kejam yang terlibat dalam kekerasan dan kekejaman serta melakukan berbagai pelanggaran HAM dibiarkan dan diberi kebebasan dengan alasan bahwa manusia pencinta damai tidak bertindak atau tidak akan berbuat dosa dengan menggunakan pedang dan membunuh orang-orang kejam dan dzalim itu, akankan sikap dan pola pikir semacam itu dapat dibenarkan?

    Islam dan Qur’an tidak perlu membuat berbagai alasan dan kata bersayap. Pada kenyataannya dua pembicaraan jihad diutarakan dalam kata-kata yang jelas dan simple, tanpa ambigu, bahwa memerangi orang atau kelompok yang kejam dan barbar adalah tugas setiap orang. Tujuan daripada Islam adalah membentuk perdamaian dan keadilan, dan apabila dialog, negosiasi, rekonsiliasi, argumentasi dan tekanan moral tidak berhasil sementara laki-laki, wanita dan anak-anak yang tidak berdaya terus menerus ditekan dan dianiaya, maka menjadi tugas dari setiap Muslim untuk menolong dan melindungi mereka tanpa peduli apakah mereka Muslim atau non-Muslim. Inilah pesan yang terkandung dalam dua ayat di atas. Tidak satupun dari kedua ayat ini menyuruh mengalirkan darah atas nama agama tanpa alasan apapun.

    Begitu juga, merujuk pada sebuah ayat pada Surat Taubat dikatakan bahwa ayat ini membolehkan pembunuhan masal terhadap non-Muslim dan mereka yang tidak beriman pada Kitab Suci. “Perangilah orang-orang yang tiada beriman kepada Allah dan hari kemudian, mereka tiada mengharamkan apa yang telah diharamkan Allah dan rasulNya dan tiada pula beragama dengan agama yang benar, (yaitu) di antara orang-orang ahli kitab, keuali jika meeka membayar pajak dengan tangannya sendiri, sedang mereka orang yang hina” (At Taubah, 9:29).

    Di sini juga Qur’an mengatakan dalam kata-kata yang jelas bahwa perang dapat diberlakukan terhadap non-Muslim sekalipun mereka beriman pada Kitab Suci atau tidak sampai mereka mengakui otoritas negara Islam. Tujuan utama bukanlah membunuh atau menghancurkan mereka akan tetapi membentuk aturan hukum (rule of law), perdamaian dan keadilan. Maksud dari jihad bukanlah untuk mengijinkan siapapun untuk menghancurkan makhluk hidup atau bahkan benda-benda mati dengan cara kekerasan, sekalipun ia berupa seekor binatang atau tanaman atau berbagai tumbuhan lain.

    Dengan merujuk pada ayat 51 Surat Al-Maidah juga dikatakan bahwa ayat ini memperlakukan Yahudi dan Kristen sebagai musuh dan dengan demikian ayat ini mendukung kebencian dan permusuhan terhadap mereka. Terjemahan dari ayat ini adalah “Hai orang yang beriman! Janganlah menjadikan Yahudi dan Kristen sebagai wali (teman dan pelindung). Sebagaian mereka menjadi wali dari yang lain. Barangsiapa mengangkat mereka itu di antara kamu, maka sesungguhnya ia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tiada menunjuki kaum yang aniaya”(Al Maidah, 5:51).

    Apabila ayat-ayat ini dikaji secara hati-hati akan menjadi jelas bahwa ayat 42 menggambarkan argumen-argumen palsu, penipuan, dan permusuhan para ahli Kitab di mana ayat-ayat orisinal Injil dan Taurat (Pentateuch) telah dirubah dan dirusak oleh kalangan pimpinan mereka demi kepentingan personal dan tujuan-tujuan egois mereka. Mereka menyamakan Nabi Isa dan Uzair dengan Allah.

    Pada ayat 42 dan 50 diperintahkan supaya Yahudi dan Nasrani tidak dijadikan teman karena mereka adalah teman yang tersesat. Apabila dikaji secara jernih dan tenang, maka akan tampak bahwa hal itu adalah benar adanya. Patut juga dicatat bahw ayat-ayat yang dijadikan rujukan oleh para arientalis diwahyukan pada suatu waktu dan dalam kondisi tertentu yang tampak kurang dipedulikan oleh para kritikus tersebut. Dalam ayat lain disebutkan: “Pada hari ini telah dihalalkan bagimu (makanan) yang baik-baik rasanya. Makanan orang-orang ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), halal bagimu dan makanan kamu, halal pula bagi mereka itu dan (lagi dihalalkan bagimu mengawini) perempuan-perempuan suci di antara orang-orang mukminat dan perempuan-perempuan suci di atara orang-orang ahli Kitab sebelum kamu, bila kamu bayarkan maskawinnya kepada mereka, sedang kamu menjadi orang suci, bukan berzina dan bukan pula mengambil teman rahasia. Barang siapa yang kafir sesudah beriman, maka ssungguhnya hapuslah amalannya, sedang ia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi” (Al Maidah, 5:5)

    Bahkan seseorang dengan daya intelektual yang biasa saja dapat mengerti dengan baik bahwa wanita Yahudi atau Nasrani yang baik yang dihalalkan untuk dikawini, yang menempati posisi terhormat sebagai istri dalam rumah tangga dan masyarakat Muslim, yang di mana kita dapat berbagi makanan dan hubungan sosial, tidak mungkin dapat diperlakukan sebagai musuh yang layak untuk dibunuh kapanpun dan di manapun mereka berada.

    Sebaliknya, dapatkah atau sebaiknyakah Qur’an meminta umat Muslim untuk berteman atau membuat relasi yang baik dengan Yahudi, Nasrani atau non-Muslim lain yang tampaknya bersikap sebagai teman tetapi pada kenyataannya memiliki niat buruk untuk membunuh, atau merencanakan kekacauan atau menyebarkan kebencian dan permusuhan di antara mereka atau antara Muslim dan non-Muslim, sebagai yang sudah dilakukan pada Nabi Muhammad ketika beliau diundang pada acara makan-makan tetapi suatu usaha rahasia telah direncanakan untuk membunuh beliau dengan cara memberikan hidangan makanan beracun? Apabila sejumlah teks orisinal dibuang dari Qur’an atau Kitab-kitab Suci lain seperti Injil dan Taurat dan diganti dengan hal-hal yang fiktif, maka ia bukanlah tindakan agamis atau kejujuran ideologis juga bukan sikap yang adil terhadap Kitab Suci yang bersangkutan. Itulah mengapa Qur’an berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamuberdiri karena Allah, menjadi saksi dengan keadilan,. Janganlah kamu tertarik karena kebencianmu kepada satu kaum, sehingga kamu tidak berlaku adil. Berlaku adillah, karena keadilan itu lebih dekat kepada takwa dan takutlah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan” (Al Maidah, 5:8).

    Di ayat Qur’an yang lain, Allah berfirman: “Apabila kamu menemui orang-orang kafir (di medan peperangan), maka pukullah leher mereka; sehingga bila telah banyak kamu membunuh mereka, maka (tawanlah mereka) dan kokohkanlah ikatan tawanan itu, maka ada kalanya engkau bebaskan (tawanan) sesudah itu dan adakalanya engkau terima tebusan dari padanya, sampai meletakkan senjata. Begitulah (halnya). Jikalau Allah menghendaki, niscaya disiksaNya mereka (tanpa kamu), tetapi Allah hendak mencobai sebagian dari kamu dari yang lain. Orang-orang yang terbunuh pada jalan Allah (mempertahankan agamaNya), maka tiadalah disia-siakan amalan mereka” (Muhammad, 47:4). Orientalis Barat mengambil kesimpulan dari ayat ini bahwa Quran memerintahkan umat Islam untuk pergi membunuh kaum ‘Kafir’secara membabi buta (dengan cara yang sama seperti Kristen Serbia dan Kroasia membunuh Muslim secara membabi buta tanpa pandang usia dan jender, laki-laki dan perempuan, di Bosnia Herzegovina).

    Sebelum turunnya ayat ini, ayat 39 dari Surat Al Haj dan ayat 190 dari Surat Al Baqarah telah diturunkan yang mengijinkan jihad. Sekarang mari kita bahas dan klarifikasi tentang aturan-aturan Islam dalam peperangan dan bahkan sebelum terjadinya perang. Diperintahkan dalam Qur’an bahwa apabila maksud dari kaum kafir adalah untuk menekan dan membasmi pergerakan Islam dan berupaya untuk melenyapkan cahaya ajaran Islam, menyerang Madinah dengan kekuatan penuh dan mengusir Muslim dari sana, maka Muslim tidak boleh ragu-ragu untuk menyerang balik dengan kekuatan penuh dan mengalahkan mereka berdasarkan jihad. ‘Penggal kepala’, sebagaimana disebut dalam ayat-ayat tersebut, belum dipakai dalam arti literal dengan membunuh mereka tetapi dalam arti melemahkan kebesaran mereka atau mengalahkan mereka. Taktik strategi dalam perang apapun adalah melemahkan kekuatan militer lawan dalam rangka untuk mengalahkan mereka. Oleh karena itu perintah Qur’an seperti yang disebut di atas dapat dibenarkan berdasarkan aturan-aturan perang dan juga berdasarkan asas keadilan. Perlu juga diklarifikasi bahwa maksud dari ayat itu bukanlah untuk membunuh lawan tanpa kenal belas kasihan tetapi setelah kekalahan lawan mereka hendaknya dijadikan tawanan dan diperlakukan secara manusiawi dan terhormat dan diberi opsi membayar tebusan sebagai balasan atas kebebasan yang mereka dapat atau negara Islam hendaknya menolong mereka dengan membebaskan mereka atau memberikan kebebasan dengan cara pertukaran dengan tawanan Muslim yang jadi tawanan mereka.

    Dengan menjawab kritisi oleh apa yang disebut dengan ‘pakar orientalis’ itu, penulis berpendapat alangkah baiknya apabila para kritikus ini mendapat informasi dan pengetahuan yang cukup dulu sebelum menyuarakan keberatan mereka terhadap kandungan Qur’an. Sebagai contoh, buku ‘Islam and Armageddon’ adalah berdasarkan kebenaran semu yang artificial. Salah pengertian yang ditimbulkan dari kesalahan menterjemah dari teks Qur’an dapat terjadi dalam kasus-kasus tertentu tetapi faktor utama dari kesalahpahaman ini bukanlah salah dalam menterjemah tapi dalam memahami arti suatu ayat tanpa menghubungkan dengan konteks dan situasi di mana ayat-ayat itu diturunkan dan dalam waktu yang sama memasukkan pemahaman penterjemahan yang salah tempat.

    Balas
  45. Erna

    Menurut saya,
    Mengapa kita pusing mikirin seperti itu. Toh di hati kita masing – Masing ada 1 Keyakinan dan kita hanya mengimani 1 agama.Di akhirat nanti kita akan dimintai pertanggungjawaban, Jangan SEKALI _ KALI MUDAH DI PECAH BELAH ORANG YANG HANYA AKAN MENGHANCURKAN & MEROBOHKAN AGAMA KITA.

    rgds
    Erna, Yogyakarta

    Balas
  46. yuyu

    Kita mengenal 5 agama/kepercayaan di indonesia yang sebenarnya Lebih dari itu…
    Dan di seluruh dunia mungkin ada ratusan agama/kepercayaan…
    tetapi apakah kita harus ribut menentukan agama mana yang paling benar,dan mencari-cari kesalahan dari agama Lain????

    Menurut saya,
    Lebih baik kita jaLani apa yang di ajarakan oLeh agama kita masing2 yg kita anggap paling benar…karna kita tidak mungkin bisa tau apakah kita akan ke Sorga / Neraka,karna hanya TuhanLah yang menentukan…,SeLama di dunia kita hanya dapat berusaha meLakukan yang terbaik untuk kehidupan kita di dunia dan akhirat….

    Balas
  47. Colifa Sagita Yogya

    Aku belum pernah melihat gambar Husain, cucu rasulullah ini..ha..ha..ada gambarnya juga bang..emang jaman Karbala lukisan udah berwarna seperti ini ya ?, ku kira masih berupa ukiran di gua..ha..dapat dari mana bang…lukisannya..? ha..ha…tulisannya berbobot sama dengan Karbala yang ku baca….

    Balas
  48. syechsitidjenar

    Gambar aja kok diributin!!!
    memang
    Nabi Muhammad,SAW ndak boleh digambar,
    AlQur’an harus tetap bahasa Arab dan dijaga kesuciannya.
    Tidak boleh ada ajaran yang menafsirkan Alqur’an di luar mainstream Ulama.
    Laki2 muslim boleh menikah dengan wanita ahli kitab atau apapun namanya, tapi wanita muslim haram hukumnya menikah dengan laki laki non muslim.
    Haram hukumnya memberikan ucapan selamat hari raya kepada umat agama lain.
    Berjihad membela agama hukumnya wajib dan masuk sorga.

    Kalo punya pemahaman yang berbeda berarti KAFIR,HALAL DARAHNYA.

    Balas
  49. syechsitidjenar

    ISLAM
    ajaran yang paling manjur untuk merebut kekuasaan dan mengumpulkan umat. Apalagi untuk mengintimidasi kaum minoritas.

    Tapi hati hati…
    bila pengikut paham dan ajaran yang menafsirkan Alqur’an sama kuat.Mereka saling ngotot dengan tafsir masing masing.
    Nikmatilah peperanganmu, saling menghalalkan darah lah kalian, rebutan kekuasaanlah kalian, saling berjihad lah kalian, berlomba lomba bunuh diri lah kalian.

    Sunni VS Syiah
    Hamas VS Fatah
    Taliban VS Afganistan
    Lebanon VS Hesbullah

    bisa bisa nanti di Indonesia

    FPI VS Banser
    Mujahidin VS Anshorut Tauhid
    Hisbut Tahrir VS Front Betawi Rempug.

    Dulu di tanah jawa, aku (Syech Siti Djenar) juga di bunuh para Wali Songo hanya karena aku berbeda menafsirkan Alqur’an dari mereka.

    Nabi Muhammad,SAW menangis!

    Balas
  50. sTuPiD_CuPiD

    salam kenal buat yg punya rumah.
    tulisannya cukup spesial, tp knp jg pajang komentar2 yg bikin tulisannya jd ga sespesial pas awal m’bacanya.

    ini tulisan jd mancing keributan loh, makanya utk koment2 yg ga penting buang aja keneraka, bareng sama yg koment, tp jgn saya yak… he9x.

    (klo ga tau tempatnya neraka bs ditanya sama si malaikat pencabut nyawa, kebetulan ngasih koment jg klo ga salah di tulisan ini) gya… gya… gya…

    *koment ini utk ice breaker doang kok, koment aslinya adalah : “edukatif bgt tulisannya,makasih buat kesempatan mbacanya.”

    Gusti mberkahi yang nulis dan yg mbaca.
    matur nuwun.

    Balas
  51. lia

    semua yang berbeda pasti menimbulkan keunikan tersendiri jddami ja lah ………………………………………………………………….mungkin itu jadi solusi terbaik bagi perbedaan itu n ALLAH SWT menciptakkan smw ni pasti tak da maksut seperti itu ……………………………………………………………………………ok Q pilih damai ja!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Balas
  52. Jessica Claudia

    Wah. kok bisa, ya. Aku juga mau deh buat wallpaper gambarku, biar keren. Hua…ha…ha….
    Makanya lain kali hati2 dalam memilih gambar

    Balas
  53. gilang mahardika

    tapi kayaknya masih jauh gantengan Bapaku deh.. haha… gag peduli gambarnya apa,, do u still trust him bang toga??

    Balas
  54. waton

    siapa yang mjamin bahwa foto diatas gambarnya Hussein bi Ali,pelukisnya siapa? apa mau Hussein bin Ali dilukis? Tahun berapa dibuat? Dikibulin aja mau………..

    Balas
  55. Zivu2long

    ada yang berani terima tantangan ku gak? KITA BUAT INDONESIA INI 2 NEGARA… YANG SATU NEGARA INDONESIA ISLAM… YANG SATU LAGI NEGARA INDONESIA KRISTEN… pokonya harus dipisain…. dan gak boleh ada yang masuk atau pun mengunjungi.. ya maaf aja ajaran yang lain harus memilih… eh kalo gak di bagi 3 aja, yang satu buat yang non muslim+kristen… juga buat yang kawin campur…. trus yang bapaknya beda agama dengan anaknya…. ya memang berat sih kayaknya, ya mungkin langkah awal… mungkin mall nya dulu dipisain, trus angkutan juga, kereta juga dipisain gerbongnya, yang islam putih, yang kristen merah. perusahaan juga harus di pisah. kan ada yang bosnya muslim, anak buahnya kristen,,, trus ada yang bosnya kristen anak buahnya muslim… jalan tol juga harus dibagi… tol priuk untuk yang merah, tol grogol utk yg putih. jalan ke jawa juga di bagi pantura untuk putih, panatai selatan utk yang merah… PASTI SEMUANYA TERJAWAB!!!! dari pada bullshit!!!!! rame gak ada ujungnya……//// kalo sy pribadi sih kuncinya… bukan di Al-quran atw di Alkitab atw siapa Muhammad S.A.W atw siapakah Jesus Kristus? tapi mending kita ngaca, “sudahkah saya menjalankan Rukun Islam” ataw “sudah kah saya menjalankan KASIH yang diajarkan Jesus Kristus?”…… MURTAD di pihak yang satu, tapi BERTOBAT di pihak yang satunya lagi, bingung gak…..!!!! menjadi bangsa yang BODOH dan RIBUT2 kog bangga…. jika anda merasa agama mu yang benar… jalankanlah semua yang di ajarkan dalam kitab MU…… maaf kalo ada yang tersinggung… saya mempunyai keyakinan dan saya menjaga itu, dan orang yang mempunyai keyakinan berbeda dengan saya, saya tetap menghormati……. toh kalo dia yang masuk surga dia yang enak kog, atau kalo dia masuk neraka( aku doain gak) dia sendiri yang merasakannya kog….. GBU

    Balas
  56. Zivu2long

    iya tuh… kapan majunya kalo kaya gene….. gw sering ngikutin yang kontrovesi-kontroversi kaya gene….. pasti perang kata2.. hujat menghujat…. pada sadar gak seh kalo sendirinya aja belum tentu menjalankan kewajiban-kewajiban yang diajarkan dalam Kitab nya masing-masing? yang seneng ya yang buka forum ini!!!! anyway Nesia … Rut 1:16b GBU

    Balas
  57. shalhob

    ان الحسين مصباح الهدى وسفينة النجاة فمن ركب السفينة نجا ومن تخلف عنها هلك وغرق حديث شريف قاله رسول الله محمد بن عبدالله >ص <

    Balas
  58. Choy_Ashar

    islam & kristen memang dua ranting yg brasal dr pohon yg sama. tapi masalahnya paramanusia yg dengan seenak udelnya membengkok-bengkokkan&memelintir-melintir dua ranting tersebut sampai patah.
    nah…masalahnya bukan perbedaan mana ranting kita tapi bagai mana kita merawat ranting2 tsb sehingga mendapatkan buah yg sama…

    Balas
  59. Jibril

    77. syechsitidjenar – 8 Januari, 2009
    Gambar aja kok diributin!!!
    memang
    Nabi Muhammad,SAW ndak boleh digambar,
    AlQur’an harus tetap bahasa Arab dan dijaga kesuciannya.
    Tidak boleh ada ajaran yang menafsirkan Alqur’an di luar mainstream Ulama.
    Laki2 muslim boleh menikah dengan wanita ahli kitab atau apapun namanya, tapi wanita muslim haram hukumnya menikah dengan laki laki non muslim.
    Haram hukumnya memberikan ucapan selamat hari raya kepada umat agama lain.
    Berjihad membela agama hukumnya wajib dan masuk sorga.

    Kalo punya pemahaman yang berbeda berarti KAFIR,HALAL DARAHNYA.

    ===>>>>
    STOP PRESS !!!

    AJARAN APA INI… AGAMA KOQ BEGINI AJARANNYA…. ??

    Balas
  60. Ingus Vs Tai, Pemenangnya Kentut...

    Hidup manusia itu bagaikan “Ingus”….

    Kadang hidup itu naik……
    Kadang hidup itu turun……….

    Nasib manusia itu bagaikan “Tai”…

    Kadang nasib itu lunak… (kenyet-kenyet)
    Kadang nasib itu keras… (susah untuk cari jalan keluarnya)

    Sifat Manusia itu bagaikan “Kentut”…

    Kadang sifatnya meledak-ledak..
    Kadang sifatnya merepet-repet…

    Jadi kalian pilih mana?? “Ingus”, “Tai”, atau “Kentut”…..

    Balas
  61. juli armiaty

    OKE KAU TU PENGANUT APA ISLAM KRISTEN ATAU PKI AQ BERTERIMAKASIH KRN AQ TELAH MELIHAT IMAM HUSAIN DARI TANGAN KOTORMU ITU MENGATAKAN DIA YESUS ATAU AVATAR YANG JELAS IMAM HUSAIN ITU CUCU NABI MUHAMMAD DAN DIA SAMA SEKALI TIDAK MIRIP DENGAN YESUSMU ITU. KITA LIHAT SIAPA YESUS ITU SEBENARNYA YANG ADA FOTO LUKISANNYA ITU. DIA BUKAN ISA AL MASIH INGAT ITU JGN MEMFITNAH TAK SATUPUN FOTO NABI2 ITU ADA DAN BOLEH DILUKIS TERMASUK NABI MUHAMMAD APALAGI DIBUAT JADI PATUNG DAN MENYERUPAI BENTUK. JADI SIAPA DIA ? TAK SATUPUN ADA YANG BOLEH MENGGAMBARKAN NABI DAN RASUL DALAM BENTUK APAPUN DAN MENYERUPAI PATUNG ” HARAM” HUKUMNYA. DAN SAMPAI HARI KIAMAT TAK SATU PUN NABI DAN RASUL BOLEH DIBENTUK TERMASUK NABI LAIN SELAIN NABI MUHAMMAD. BAHKAN DALAM GAMBAR DAN KARTUN DAN BUKU TAK BOLEH DIGAMBARKAN SAMPAI HARI KIAMAT. ITU SUDAH KETETAPAN ALLAH. DAN SIAPA YESUS ITU DIA ADALAH YAHYA UMAT NABI ISA YANG BERKORBAN UTK NABI ISA DAN NABI ISA ITU TAK ADA GAMBARNYA. KARENA DIA BELUM MATI DAN DIA AKAN HIDUP SAMPAI HARI KIAMAT TIBA. DIA AKAN MATI SETELAH 40 TAHUN DIA HIDUP SEBELUM KIAMAT YANG SEBENARNYA TIBA DAN KAU YANG PENGIKUT ATHEIS SALAT TAHAJUD ITU MENJADI KEWAJIBAN BAGIMU UNTUK BERTOBAT KRN WALAUPUN KAU ISLAM TAPI MENGIMANI AGAMA LAIN SEBENARNYA KAU TELAH KAFIR. DAN INGAT DENDAM HUSAIN ITU TERHADAP ORANG KAFIR BELUM SELESAI.INSYA ALLAH SAMPAI HARI KIAMAT TETAP AKAN TERBALAS.

    Balas
  62. rante

    keyakinan adalah pondasi (tiang) atau penerang dalam kegelapan di hari kemudian atau di kemudian hari sedang amal dan perbuatan adalah rumah yang berada di atas pondasi itu.dlm pondasi itu harus mempunyai bahan material yg bgus, batu yng bgs, krikil yg bagus, pasir yg bgs dan semen yg tdk di ragukan kwalitasx ( tiang hars dari kayu yg bgus tdk cacat dan tdk gampng rusak ) sama yg berada di atasx yaitu rumah hrs pula dari material yg di andalkan sama dg agama atau keyakinan yg di anut harus berasal dari sesuatu yg tdk meragukan bisa di nalar lewat IPTEK bisa cerna lewat banyak logika berfikir kita, apa itu dalam hal ibadah pada praktekx maupun dalam hal tingkah lakux dalam pergaulan pada lingkunganx.membandingkan agama di dunia ini tidak masalah itulah namax manusia yg mempergunakan akalx untk mencari kebenaran karna persoalan ini bukan hal sepeleh karna kita tdk akan hidup u slamax…bagi yg nasrani pelajari dg baik kitab anda bagi muslim jg spt itu tpi yg aku tahu di indonesia ini telah banyak penghafal alkuran mulai dari koma dan titikx serta artinya secara rinci jelas dan secara keseluruhan saya mau nanya apa ada orang di indonesia ini yg menghafal bible spt itu?……………………….

    Balas
    1. hh

      Sdr. Rante,

      Mungkin belum ada orang di bumi ini yang hafal bibel secara keseluruhan, tetapi ada banyak orang bisa mengingat hal hal penting tertulis dimana. Saya bisa mengingat beberapa hal dan sedang berusaha untuk memperbanyak. Sekalipun banyak sekali yang tidak saya ingat, tidaklah terlalu menyulitkan untuk mencarinya karena adanya konkordans baik berupa buku maupun elektronik yang sangat membantu.

      Alkitab itu terlalu tebal untuk dihafalkan dan sebenarnya tidak perlu dihafalkan secara keseluruhan. Yang terpenting adalah, mengerti apa isi, maksud, dan tujuan alkitab itu, dan bersedia menuruti: melakukan apa yang diperintahkan oleh Tuhan untuk dilakukan dan tidak melakukan apa yang dilarang oleh Tuhan untuk dilakukan.

      Isi alkitab tidak seluruhnya firman Tuhan, tetapi juga berisi sepak terjang manusia yang cenderung tidak menuruti perintah Tuhan, berikut sanksi yang diberikan atas pelanggaran itu.

      Firman yang pertama diberikan Tuhan kepada manusia adalah perintah untuk tidak memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat berikut sanksinya. Perintah ini dilanggar oleh manusia dan sanksinya adalah, hidup kekal yang diberikan kepada manusia menjadi batal dan gantinya adalah kematian kekal.

      Firman berikutnya adalah perintah untuk melakukan persembahan korban sembelihan yang melambangkan penebusan untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan tadi, dimana kematian korban sembelihan itu melambangkan kematian Seseorang yang akan menggantikan manusia mengalami kematian kekal akibat dosa.

      Pembangkangan terhadap perintah Tuhan kembali dilakukan oleh manusia, diamana Kain mempersembahkan hasil petertaniannya sebagai ganti mempersembahkan hewan. Pembangkangan ini semakin berani dengan tindakan manusia mempersembahkan korban sembelihan kepada dewa dewa, dan bahkan mempersembahkan manusia sebagai ganti hewan.

      Itulah sebabnya Tuhan memilih suatu bangsa dari keturunan Abraham melalui Sarah sebagai bangsa pemelihara penyembahan yang benar kepada Tuhan yang benar, dan memberikan tanah Kanaan untuk didiami bangsa itu dan memilih Sion sebagai tempat kediaman (bait suci) Tuhan di bumi. Tetapi bangsa pilihan Tuhan itu kembali membangkang dengan mempersembahkan korban sembelihan kepada dewa dewa, hingga bangsa itu di tawan ke Babel, dan pemberontakan itu mencapai puncak dengan penolakan bangsa itu terhadap Mesias (Yesus) yang kedatanganNya telah dijanjikan dan berulangkali dinubuatkan, yang mengakibatkan bangsa itu di tolak sebagai bangsa pilihan dan akhirnya Bait Suci Tuhan di Sion dimusnahkan untuk kedua kali.

      Sehubungan dengan pemberitahuan Tuhan melalui perempuan Samaria di sumur Yakub, bahwa penyembahan Tuhan melalui persembahan korban sembelihan seperti yang dilakukan di Yerusalem dan di bukit Gerizim akan berahir karena telah digenapi oleh pengorbanan Yesus di tiang salib, maka penyembahan kepada adalah akan dilakukan dalam Roh dan Kebenaran.

      Itulah inti dari keseluruhan isi alkitab, yaitu: Penebusan yang dilakuan oleh Tuhan melalui penjelmaan menjadi manusia dan mati untuk menggantikan manusia berdosa mengalaminya, yang dilambangkan dengan kematian korban sembelihan.

      Alkitab mencatat, setiap kali bangsa Israel menuruti perintah Tuhan, maka bangsa itu selalu diberkati, yang puncak kejaan mereka pada saat raja Salomo memerintah diman segala bangsa datang menyerahkan upeti kepada bangsa Israel, tetapi setiap kali bangsa itu memberotak, maka bangsa itu akan dialahkan oleh bangsa yang kecil sekalipun. Hal ini dicatat sebagai peringatan kepada manusia agar senantiasa menurut kepada perintah Tuhan.

      Jadi, tanpa menghafalkan isi alkitab itupun, kalau menuruti perintah Tuhan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, serta mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan mengasihi sesama manusia sama seperti diri sendiri, maka seseorang itu akan masuk surga.

      salam.

      Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s