jump to navigation

Menghapus Bekas Bibir tak Semudah Memupus Jejak Rasa 25 September, 2007

Posted by Toga Nainggolan in artikel, cinta, kehidupan, wanita.
trackback

[Posting ini 21+ dan mengingat ini bulan puasa, yang 21+ pun tidak dianjurkan untuk membaca sebelum buka]

Maukah kau menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu? Judul cerpen Hamshad Rangkuti ini sepertinya menyiratkan kesiapan diri untuk mengakhiri satu babak, memulai sebuah yang baru.

Tapi apakah bila bekas bibirnya di bibirmu sudah terhapus dengan “mendaratnya” bibir yang lain, jejak rasa yang tertinggal di sana juga dengan sendirinya pupus?

Atau bisakah begitu saja kita substitusi kata “bibir” dengan “hati”, misalnya, sehingga kalimat itu menjadi begini: “Maukah kau menghapus bekas hatinya di hatiku dengan hatimu?” (Silakan berkreasi dengan mensubstitusikan kata-kata yang lain. Ayo! Jangan ngeres ya…)

Barangkali, itu tergantung pada seberapa dalamnya guratan rasa yang ditinggalkannya. Penghayatan orang terhadap sebuah ciuman, pasti berbeda. Ciuman pertama tentu membawa muatan rasa yang berbeda dengan ciuman-ciuman berikutnya. Begitu juga beda penghayatan antara pria dan wanita. Sepertinya sih.

Tapi Hamshad pasti tidak asal comot kata bibir. Seorang teman saya, yang sudah malang melintang di dunia malam pernah menyampaikan hasil “penelitian” kecil-kecilannya.

Ternyata wanita malam sekalipun, merasa lebih mudah menyerahkan, maaf, kemaluannya, daripada bibirnya untuk dicium. Demi bayaran lebih, ia mungkin akan mencium seluruh bagian tubuhmu yang lain, tapi tidak bibirmu. Mereka akan bilang, “Maaf, itu cuma untuk orang yang kucintai”.

Hm, sepertinya begitu personal ya. Atau barangkali benar, jendela ke hati wanita adalah bibirnya?

Ah… kissing is so short… forgetting is too long.

Mengganggu kekhusyuan puasa? Nah, tadi kan udah diingetin.

Komentar»

1. meiy - 25 September, 2007

hahahaha aku baca sebelum berbuka. mang napa, bibir2an juga boleh asal…

inspiring nih

2. ahmad simanjuntak - 25 September, 2007

Gak mengganggu tuh :)

3. caplang™ - 25 September, 2007

bang, itu gimana metode penelitian yang dilakukan temannya sampai bisa mengambil kesimpulan seperti itu? :D

4. Susie - 25 September, 2007

jendela ke hati wanita adalah bibirnya?

Sudah mendekati sekali ……………:))

5. alex - 25 September, 2007

OOT nih…

Punya koleksi Hamshad Rangkuti, ndak? :P

6. NesiaWeek - 25 September, 2007

@Meiy.
Asal apa? Asal bibir asli, gitu? :) )

@Ahmad.
Syukurlah. Kemungkinannya dua: imannya kuat, ato emg lagi ngga puasa.. Hehehe, becanda, piss bro!

@Caplang.
Gw jg ngga tau persis. Tp denger2nya sih, metode partisipatif. Auk apa maksute. :) )

@Susie.
Mendekati bibir? Ato mendekati apa nih?

@Alex.
Ngga. Cuma kumpulan cerpen itu doang… Napa, mo minjemin ke kita? Boleh tuh…

7. jejakkakiku - 25 September, 2007

Jika Lae pernah menonton film PRETTY WOMAN, disanalah salah satu penelitian seorang teman itu, sedikit terbukti. Itu memang film, tapi sepertinya memang memalui sedikit ‘penelitian’ yang cukup sehingga bisa memasukan unsur ciuman itu.

Tapi memang, berciuman lebih lama itu, punya sensasi LEBIH loh! Apalagi dengan orang yang memang JAGO ‘bersilat lidah’ hahahahah…:D

8. venus - 25 September, 2007

tapi emang iya sih, bang. kalo buat perempuan, ciuman dan intercourse itu beda banget sensasinya. sex is sex. tapi kalo ciuman, itu simbol intimacy, cara kita mengekspresikan cinta kepada pasangan. ciuman, ‘harga’nya memang jauuuhhh lebih mahal.

ah, untung saya udah buka puasa. halah.

9. yati - 25 September, 2007

masih adakah bekas tubuhnya yang lain di tubuhmu yang harus kuhapus dengan bagian tubuhku yang lain pula?

* ga baca isinya….cuma mo comment gini doang :d

10. jaysam - 25 September, 2007

“Maukah kau menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu?”

recursive method :)

11. venus - 25 September, 2007

@ yati : kok bekas tubuh sih? piktor lo! huahaha…

12. venus - 25 September, 2007

bang, errrr…saya nitip janji apa, sama siapa ya? abang liat di mana?

iihhhh…….

japri aja kali kalo gak layak tayang ya, bang? halah saya jadi panik gini yak…takut bikin salah sama orang :(

makasih, bang.

13. maya - 26 September, 2007

” Atau barangkali benar, jendela ke hati wanita adalah bibirnya? ”

kalo lg senang :)

kalo lagi bete :(

* perhatikan bibirnya xixiixixixxiiiii

14. unai - 26 September, 2007

hahah tapi emang betul kok….

15. meiy - 26 September, 2007

lae bisakah jejak rasa dihapus? if yes, do you know how? :(

16. Toga - 26 September, 2007

@Meiy.
Barangkali bisa. Hanya saja, seperti luka, mungkin perlu waktu, dan tergantung seberapa dalam terjejaknya.
Hujan mungkin bisa membantu? Peter Pan: “Biar hujan menghapus jejakmu”.

17. yati - 26 September, 2007

sapa yg piktor? emang itu sambungan cerpennya :p

18. yati - 26 September, 2007

maaf, udah dua hari saya nyampah di blognya….

19. pr4s - 26 September, 2007

Saya baca ini setelah buka loh. Saya rasa jendela ke hati bukan lewat bibir perempuan saja. Hehehehe….. au ah lap.

20. ann!sha - 27 September, 2007

Kissing is OK. Yang good (too damn good malah jika dilakukan dengan orang yang ‘tepat’) adalah rasanya. Sesuatu yang begitu ‘good’ dan beautiful kenapa ingin dilupakan? Its a one way ticket to yourself, bagian dari Dimensi tacit kita.
Kayaknya, yang ingin kita lupakan adalah keinginan untuk ‘merasakan’ kembali berciuman dengannya,khususnya ketika kita tidak dapat lagi menciumnya. Alih-alih ingin melupakan rasa itu (yang jelas-jelas ‘good’ gitu loh), seandainya dikemudian hari tidak dapat menciumnya lagi, saya mah malah ingin dapat mengingat rasanya. Save it in my pocket and keep it for a rainy day (atau kalo kamu hati yang ketiga, simpan aja disana).

PS. Temanku juga melakukan riset Ga, pake metode active-interactive (ntah juga apa artinya :) ), sebagian banyak laki-laki terlalu sering melupakan ‘rasa’ waktu berciuman, sehingga mereka selalu berulang-ulang mencium dan terus mencium dan terus mencium.
PS lagi. Ntar kita atur blind date buat temanku dan temanmu gimana Ga. Biar kompakan risetnya hehehe.

21. mamasakura - 27 September, 2007

Hush… ngebahas soal cipok mencipok. Puasa neh. Hm, tp ini blog yg sexy. suit… suit…

22. mr lekig - 28 September, 2007

kayaknya bukan jendela… tapi,
Pintu ke hati wanita adalah bibirnya..

23. rajaiblis - 6 Oktober, 2007

sentuhlah hatinya maka bibirnya akan mendarat di bibirmu !
bila kamu lebih memilih menyentuh bibirnya terlebih dahulu, maka tangan kanannya akan dengan sigap mendarat di pipimu !

note: pengalaman sich …

24. Acho - 10 Oktober, 2007

kalo ditanya “maukah km menghapus cipokannya dari bibirku dengan cipokanmu?”.. aku pasti jawab iya, malah aku tambain, kl cupang boleh ndak?? :p

*udah buka puasa*

25. alex’s blog » Menghapus Bibir - 31 Juli, 2008

[...] bekerja menyuguhkan satu tulisan dari Toga Nainggolan yang pernah saya datangi tentang “tak mudahnya menghapus bekas bibir” yang berangkat dari cerita di cerpen itu pula. Artikel dengan kutipan menarik begini [...]

26. alex’s blog » Menghapus Jejak Bibir - 2 Agustus, 2008

[...] bekerja menyuguhkan satu tulisan dari Toga Nainggolan yang pernah saya datangi tentang “tak mudahnya menghapus bekas bibir” yang berangkat dari cerita di cerpen itu pula. Artikel dengan kutipan menarik begini [...]

27. Mengapa Ungkapan Cinta dalam Bahasa Indonesia Terasa Gombal? « Nesiaweek Emotional Edition - 30 Agustus, 2008

[...] inget juga ama sebuah komen lucu untuk posting jadul Menghapus Bekas Bibir tak Semudah Memupus Jejak Rasa. “Sentuhlah hatinya maka bibirnya akan mendarat di bibirmu! Bila kamu memilih menyentuh [...]

28. cha - 14 Oktober, 2009

Ada bedax ga antara cwe ato cwo yg ud prnah ciuman sm yg blomm??
Bekas d bibir nya gt ada g??