jump to navigation

Bisa Hidup tanpa Agama, tapi Tidak tanpa Cinta 19 September, 2007

Posted by Toga Nainggolan in artikel, batak, cinta, kata hati, kehidupan, spiritualitas.
trackback

Tulisan ini awalnya dikirim sebagai komentar oleh Jarar Siahaan, menanggapi postinganku tentang “migrasi” imannya. Kuanggap begitu berharga, karena berisi kejujuran kata hati.

tidak pernah, sekali pun tidak pernah, aku memulai artikelku di blogku maupun komentarku dengan menyebut-nyebut nama TUHAN atau sapaan agamawi seperti “bismillah …” dll. tapi kali ini, sebelum memulainya, aku ingin, dengan seikhlas hatiku, berkata: “dengan menyebut nama TUHAN YANG MAHA-MELIHAT…, ALLAH-ku, THE ONE AND ONLY, aku memulai komentar ini.”

sebelum tertarik mempelajari islam hampir 10 tahun lalu, aku sempat berniat untuk menjadi agnostik ataukah buddhis. kubaca buku-buku tentang keduanya. agnostik masuk akal bagiku, buddha juga demikian. tapi paham ini takkan kubahas di sini, karena aku tidak ingin mempengaruhi orang.

aku mulai lebih mengenal islam adalah pertama sekali dari pacarku, istriku sekarang. selama hampir tiga tahun, saat pacaran, kami bertukar pikiran soal islam dan kristen. aku mendebatnya, dan dia mendebatku. mungkin karena aku lihai bersilat lidah [sebagai wartawan] sedangkan dia cuma gadis kampungan, dia selalu kalah selama perdebatan itu. intinya: aku selalu menang bahwa kristen lebih benar ketimbang islam.

hingga suatu hari aku ke toko gramedia jl gajah mada, medan — aku selalu ke gramed setiap ke medan — kubelilah buku “the choice” [dialog islam-kristen] karya ahmed hoosen deedat. selain buku ini, aku juga mempelajari islam dari sejumlah buku lain, termasuk karangan harun yahya — pendakwah turki yang punya “sisi hitam” dalam sepak terjangnya di dunia keilmuan. tapi buku deedat-lah yang paling berkesan bagiku.

laeku toga yang baik, kalau di blogku sendiri, aku tidak mau membahas soal islam versus kristen ini terlalu detail, sesuai gaya dan konsep yang kupakai di blogku. tapi karena di blog lae ini dimungkinkan, maka aku pun akan bicara. tapi sedikit saja, cuma kulit luarnya, sebatas yang lae pertanyakan pada akhir artikel.

jadi aku tidak akan merinci terlalu detail kenapa aku memilih masuk islam, dan kenapa bukan buddha atau agnostik — karena hal itu berarti aku berkampanye mempromosikan agamaku, padahal, sebagai penulis independen, kampanye agama paling kutentang di blogku. juga takkan kujawab bila ada pembaca yang bertanya; karena sebenarnya masalah nasrani ke muslim ini adalah urusan pribadiku, privasiku, tapi terlanjur ditulis oleh laeku toga. tapi tak apalah, karena toh lae toga tidak bertanya yang aneh-aneh soal keislamanku; dia cuma mengulang sebatas apa yang sudah pernah kutulis di dua blogku.

di akhir artikel, lae toga menulis, “lae jarar mungkin merasa, desain islam lebih memenuhi “style imannya” daripada agama sebelumnya. jadi, sama sekali bukan tentang ini benar, itu salah. mudah-mudahan terkaan saya benar…”

betul terkaan lae, memang begitulah. aku menilai kedua agama ini, islam dan kristen, pada intinya sama-sama bagus — tapi dalam sejumlah hal, sama-sama buruk. islam adalah agama yang memiliki banyak doktrin yang menghalalkan kekerasan, bahkan memenggal kepala orang yang dinilai melawan TUHAN dan rasul; sementara kristen adalah agama yang dalam pelbagai hal tidak masuk akal. tapi aku takkan mau membahas di mana salahnya islam dan di mana salahnya kristen tersebut.

aku pun menemukan tidak sedikit ayat dalam alkitab yang bertentangan alias tidak sinkron antara ayat yang satu dengan ayat lain. kasus serupa juga kutemukan dalam alquran, jadi bukan cuma dalam alkitab. ayat-ayat mana? takkan kubahas di blog ini, juga tidak di blogku, karena aku tak mau membicarakan kekurangan kitab-kitab; aku hanya akan melihat sisi-sisi positifnya saja.

aku punya segudang jawaban bila pihak nasrani mendebatku bahwa islam salah dan tidak baik. aku juga punya setumpuk jawaban bila pihak muslim mendebatku bahwa kristen salah dan tidak baik. tapi, sekali lagi, aku tak mau memamerkan itu di sini, juga tidak di blogku.

seperti sering kutulis di blogku, bagiku agama hanyalah suluh agar kita bisa melihat jalan lebih terang; agama adalah kompas penunjuk arah agar kita selalu fokus menuju timur atau barat, sehingga tidak kesasar atau bolak-balik antara timur dan barat.

adik perempuanku, seorang nasrani konservatif, pernah bertanya: “kalau memang menurut abang bahwa islam juga punya kelemahan, dan kristen ternyata punya kebenaran, jadi kenapa abang tidak kembali saja menjadi kristen?”

kujawab: “kalau saja di indonesia boleh mengurus surat-surat kependudukan dan urusan administrasi kerja tanpa harus menunjukkan ktp — yang di dalamnya tercantum kolom agama — maka aku akan memilih tidak menjadi islam dan tidak menjadi kristen. atau, kalau saja di indonesia ini dibolehkan mencantumkan lebih dari satu agama pada ktp, maka aku akan memeluk islam dan kristen sekaligus.”

sampai detik ini adik perempuanku tidak bisa menangkap esensi kalimatku. tak jauh berbeda, banyak komentator di blogku menyebut aku sebagai kafir dan musyrik ketika aku menulis artikel, “aku akan membiarkan anakku, gibran, setelah dewasa, untuk memilih agamanya sendiri. aku tidak ingin dia tetap menjadi muslim karena kupaksa.”

dua-tiga tahun lalu kuberi jawaban yang lebih mudah dicerna adikku itu: “aku tidak kembali menjadi kristen karena di dalam kristen pun ada hal yang salah. agama islam dan kristen bagiku tak ubahnya seperti baju. dua-duanya berfungsi menutupi tubuhku agar tidak telanjang, agar tidak terkesan tak beradab. kenapa aku bertahan dalam islam dan tidak menukar bajuku kembali menjadi kristen, karena baju berlabel islam ini lebih pas untuk tubuhku yang kerempeng. sedangkan baju bermerek kristen, walaupun fungsinya sama dengan yang kupakai sekarang, kurang fit karena kelonggaran.” — jadi benar seperti kata lae toga.

lalu kupesankan pada adikku: carilah, carilah terus, maka suatu masa engkau akan berkata, “oh, ternyata sangat mudah.”

memang sangat mudah, begitu mudahnya. tak perlu harus bertapa di hutan sana, tak perlu harus mempelajari filsafat cina dan filsafat kristen, tak perlu harus menjadi seorang darwis — golongan muslim-sufi yang sengaja memiskinkan diri agar suci. tapi pencarian itu juga akan menjadi sangat sulit bagi orang-orang yang nuraninya bebal. takkan pernah seorang manusia-robot — yang digerakkan oleh remote-control bernama doktrin; yang manggut-manggut saja mendengar khotbah pendeta dan ustad — bisa memahami agama dan TUHAN. hanya manusia berperasaan subtil nan harum yang bisa; seperti lae toga, yang bapaknya “cuma” seorang “dukun”.

sebelum kuakhiri komentar ini, aku ingin sekali mendengar jawaban laeku toga, “menurut lae sendiri bagaimana? apakah islam adalah satu-satunya agama yang benar? dan kenapa lae tidak memilih agama lain seperti kristen?”

oh ya, tadi saat sahur, aku dan istriku berbicara soal doktrin-doktrin islam. istriku sejak dulu tak suka dengan banyak doktrin. antara lain soal jilbab, jihad versi osama dan amrozi, poligami, dan mati syahid.

“aku bukan muslimah yang saleh cuma karena tak berjilbab? aa gym itu pantas diteladani? tulis dulu di blogmu, bilang kalau istrimu ngomong sama aa gym, ‘kaciaaan deh lu…’ kalau mau bantu janda miskin, bukan harus dengan kawin. kasih saja uang untuk biaya sekolah anak-anaknya, bayar kontrak rumahnya, modali janda itu buka warung. kau tengok kan foto istri keduanya itu? alamak, cantik nian, muda kali pun, pantaslah menetes air liur si aa gym,” kata istriku.

“itulah islam, sering melecehkan perempuan. banyak yang sok suci kita muslim ini. lebih sibuk ngurusin jilbab. kecuali aku pamerkan susuku sama orang lain, barulah aku salah,” katanya lagi. D aku ngakak. setiap tahun, setiap ramadan, setiap subuh seusai makan sahur, kami selalu membahas doktrin-doktrin islam.

sekian saja, dan aku tidak mau berdebat muncung soal islam versus kristen. semoga ALLAH SWT, TUHAN YANG MAHA ESA, membukakan hati kita semua bahwa CINTA adalah ajaran paling mulia dari TUHAN — bukan agama, karena TUHAN tak pernah beragama.

“kita bisa hidup tanpa agama, tapi kita tidak bisa bertahan lama tanpa cinta,” kata dalai lama. salam penuh kasih.

Komentar»

1. nesia - 19 September, 2007

PERTAMAX!!!
Sekali ini bertukar peran dulu kita Lae. Lae membuat posting, aku yang berkomentar. Huehehe… Tak salahnya itu, ai hea doi!

Penuturan Lae ini sangat menyejukkan, padahal tentang sesuatu yang secara umum dianggap menyimpan bara api. Kalau boleh, aku ingin menyebutnya sebagai Pilot Project Migrasi Iman.

Dan tentang pertanyaan Lae…

menurut lae sendiri bagaimana? apakah islam adalah satu-satunya agama yang benar? dan kenapa lae tidak memilih agama lain seperti kristen?”

Aku copy-paste-kan tulisan Gunawan Mohamad, karena memang sungguh seperti itulah aku ingin menjawabnya.

Memang harus saya katakan, saya memilih tetap dalam agama saya sekarang bukan karena saya anggap agama itu paling bagus. Saya tak berpindah ke agama lain karena saya tahu dalam agama saya ada kebaikan seperti dalam agama lain, dan dalam agama lain ada keburukan yang ada dalam agama saya. Sejarah agama-agama senantiasa terdiri atas bab-bab yang paling represif dan buas, tapi juga pasase yang paling mulia dan memberikan harapan.

Agama menyumbangkan kepada kehidupan manusia secercah kesadaran, betapapun mustahilnya keadilan akan datang, nilai itu—dan segala sifat Allah—tetap memberi inspirasi. Agaknya itulah yang berada dalam inti iman.

Terima kasih Laeku, syaloom aleichem, wassalamu ‘alaikum, horas jala gabe, dst!

2. -tikabanget- - 20 September, 2007

hohoho..
lha kata temen sayah, inti agama semua ituh sama ajah..
rahmatan lil alamin..
gimana cara cari balance alam-diri-sekitar.
ndak tau juga ituh sekarang kok orang itu lebih prioritas ke bungkus daripada ke inti masalah..
masak mo tawur gara-gara masalahin nyebut Allah apa Alloh, apa 4JJI , kan ya ndak mungkin tho..

3. irdix - 20 September, 2007

istri lae Jarar keren juga…

“itulah islam, sering melecehkan perempuan. banyak yang sok suci kita muslim ini. lebih sibuk ngurusin jilbab. kecuali aku pamerkan susuku sama orang lain, barulah aku salah,” katanya lagi. aku ngakak. setiap tahun, setiap ramadan, setiap subuh seusai makan sahur, kami selalu membahas doktrin-doktrin islam.

bukan karena masuk akal ato apa yah.. tapi realitasnya memang seperti itu.. :p_.

4. venus - 20 September, 2007

ini siapa yang posting siapa yg komen sih? huahaha..

setuju sama irdix, istri bang jarar keren, euy. kalimatnya polos, sederhana, tapi bener banget. coba kita semua bisa sekeren dia cara berpikirnya ya? ckckck….

5. jejakkakiku - 21 September, 2007

Mungkin itu sebabnya mereka di takdirkan berpasangan :) karena mereka berdua saling melengkapi pikiran dan pasangan juga perasaan masing-masing, di luar dan di dalam hidup mereka

Hebad!

6. tanpa agama - 22 September, 2007

tanpa agama manusia tidak akan punya nilai..sekarang sampah pun ada nilai bahkan najis sekalipun ada nilainya..buat pupuk….he he……jadi,’gak taulah mau di bilang apa tu org yg tak beragama…….

7. bee - 24 September, 2007

Sesuatu yg kita nilai tidak sempurna atau tidak benar, ada 3 kemungkinan:
1. Yg dinilai memang tidak sempurna atau tidak benar.
2. Yg menilai belum mampu memahami kesempurnaan atau kebenaran yg dinilai.
3. Yg dinilai maupun yg menilai sama2 tidak sempurna atau sama2 tidak benar.

Dalam hal agama, saya lebih memposisikan diri di posisi no.2. Saya sebagai manusia terlalu rendah dan hina untuk bisa memahami kebenaran dan kesempurnaan Islam yg sesungguhnya. Namun demikian, saya yakin (iman) bahwa Islam tetap satu2-nya agama yg paling benar dan paling sempurna, terlepas bagaimana kemampuan saya memahaminya. Ibarat dulu manusia menganggap bumi itu datar, krn keterbatasan manusia, gak ngaruh ke bumi yg bentuk sebenarnya bulat. Bisa jadi apa yg kita lihat “salah” dalam ajaran agama, hanya krn kita belum mampu memahami yg “benar” sebenarnya.

Iman adalah inti dari semua agama. Tidak ada agama tanpa iman. Bahkan atheis pun sebenarnya adalah sebuah agama (agama yg tidak mengakui Tuhan). ;) Kita mau mengimani yg bagaimana atau yg seperti apa? Itu hak kita masing2. Kita merasa jadi yg terbaik dalam pilihan kita, seperti org lain dalam pilihannya masing2.

8. hampura - 24 September, 2007

dari nada bicara ada kemarahan & keraguan mari jangan melihat keluar tapi kedalam, maka ketenangan kedamaian ada dalam agama yang kita pakai

9. krisna - 26 September, 2007

Wahh… Lae Jarar.. makin aku suka sama prinsip-prinsip lae dan keluarga… Mudah-mudahan semua bisa menjadi seperti itu, baik yang Budha, Hindu, Khong Hu Cu, Islam, Kristen, Yahudi atau bahkan yang Atheis atau Skeptis…

BRAVOOO… BANG.. TWO THUMBS UP FOR YOU

10. pr4s - 26 September, 2007

Cooooolllll…………………

11. mei - 27 September, 2007

aku bingung mau komen apa..yang penting hidup damai, gak nyusahin orang dan yang pasti ga usil..

sumpah aku mau komen banyak bang, tapi gak tau apa layak tayang atau nggak =)

12. Yusnita - 27 September, 2007

Ha…ha…ha..ha…….You will When You BELIEVE,,,,

13. Endro kawulo - 28 September, 2007

HIDUP PENUH LIKU-2 NGGAK PERLU RESAH GUNDAH YANG PENTING JALANI HIDUP INI DENGAN DAMAI DAN PENUH KESADARAN, IMAN DAN TAKWA KEPADA ALLAH S.W.T AMIN YA ROBBAL ALAMIN, JADI GAK PERLU SALING MENYALANKAN. TENGOKLAH DIRI KITA KEDALAM

SEBAGAI SEORANG MUSLIM AKU SELALU PEGANG TEGUH IMAN DAN TDK PERNAH TERBERSIT SEDIKITPUN RASA SALING MEREMEHKAN AGAMA ORANG LAIN, BAGIKU YANG PENTING AKU HARUS MELAKSANAKAN :
- SHOLAT 5 X SEHARI
- PUASA
- ZAKAT
- NAIK HAJI

DAN SELALU BESHOLAWAT & BERDO’A KEPADA ALLAH S.W.T

14. mr lekig - 28 September, 2007

Salut buat BatakNews, saya suka sekali tulisan dan cara berpikirnya… Sepertinya sangat cocok dengan apa yang ada jauh di lubuk hati saya.. Salam Bang Jarar…

15. DQ - 30 September, 2007

Tulisan yang bagus..mencerahkan dan tidak menghujat..kedalaman abang+istri dalam berpikir bisa menjadi tuntunan buat semua orang. Untuk sekedar memahami apa yang harus dipahami jika kurang paham…

16. ali301 - 2 Oktober, 2007

hmmm

17. ali301 - 2 Oktober, 2007

otodidak, tp gapalah, namanya usaha

18. A. Amadin - 2 Oktober, 2007

Tapi dari semua paparan jelas, lae membenarkan islam dalam posisi nomor satu dalam segala agama di dunia ini terbukti lae memilihnya, jangan nampik itu kalau tidak kenapa pilih agama lain saja.

“Gitu aja kok repot ” Gus Dur bilang

19. Muhammad - 2 Oktober, 2007

aku hanya ingin menjelaskan kpd istri lae jararr. klo km g suka sama cara orang muslim berpakaian,,,boleh2 aj!tp jangan menilai jilbab seperti itu dooong. kita hidup berdampingan….kami g pernah menggurui kalian berpakaian,,,,kenapa kalian menggurui cara kami berpakaian.
kita hidup masing2 jgn saling menggurui!!!!!!!!!!!!!!

Catatan: Komentar ini sudah diedit. (Udah diedit aja masih kerasa ‘kejamnya’ yah… :) )

20. kalong512 - 3 Oktober, 2007

tesss tes……

21. Mr. Nunusaku - 3 Oktober, 2007

Biarlah kita berpeganng;

Agamaku untukku dan agamamu untukmu ini baru dapat hidup bertoreransi dunia akan aman.
Kalau ada paksaan, dunia ini akan perang terus.

22. Yudi Gresik - 4 Oktober, 2007

gue bingung…padahal..udah jelas agama yang diterima oleh Allah SWT hanyalah Islam…gitu aja kok repot kagak paham-2

23. djuntak come back - 5 Oktober, 2007

’ kalau mau bantu janda miskin, bukan harus dengan kawin. kasih saja uang untuk biaya sekolah anak-anaknya, bayar kontrak rumahnya, modali janda itu buka warung. kau tengok kan foto istri keduanya itu? alamak, cantik nian, muda kali pun, pantaslah menetes air liur si aa gym,” kata istriku.

saya sangat tidak setuju dengan pendapat istri apara jarar…
loh bukannya di alquran nabi muhhamad … (edited, maaf)

24. BLOG LEMAH “SYAHWAT” « JOS SOROT - 5 Oktober, 2007

[...] nesia.wp.com dengan bangga menilai dirinya terkesan sangat kompeten dan sempurna dengan menyebutkan: aku punya segudang jawaban bila pihak nasrani mendebatku bahwa islam salah dan tidak baik. aku juga punya setumpuk jawaban bila pihak muslim mendebatku bahwa kristen salah dan tidak baik. tapi, sekali lagi, aku tak mau memamerkan itu di sini, juga tidak di blogku. [...]

25. rajaiblis - 6 Oktober, 2007

bila agama diibaratkan jalan tol untuk mencapai akhir dari sebuah perjalanan, butuh biaya yang tidak sedikit untuk melaluinya. sebab, normalnya, tak semua kendaraan, boleh melalui jalan tol. bila dipersempit lagi, maka tidak semua “mobil” diperkenankan melaluinya !

note: itu pun bila cinta boleh diumpamakan bagai sebuah mobil !

26. Buat Lae Juntak, dan Komentator ‘Fundamentalis’ Lainnya « NesiaWeek Interemotional Edition - 6 Oktober, 2007

[...] Ditulis pada 5 Oktober, 2007 oleh Toga Mohon maaf Lae Juntak, komen Lae saya potong. Berapa kali harus kubilang, blog ini kubuat untuk mengedepankan perdamaian, saling [...]

27. Zhmee Altratimuri - 20 Oktober, 2007

Pertama kali, saya ingin mengatakan bahwa saya bukan seorang fundamentalis. Saya juga bukan seorang yang memahami islam dengan radikal, konservatif, ortodok, atau apalah yang membuat seorang akan dianggap menjadi agak salah dalam memahami agama. Saya hanya berusaha memberi pandangan tentang Islma kaffah. Ya, Islam kaffah.. seorang muslim memang harus memahami Islam secara kaffah, bukan konservatif, fundamental, ortodok, hantu belau dan segala macam.

Komentar yang menarik, namun sedikit malang saya nilai (hanya penilaian saya). Bukan mau mengadili anda melalui komentar, bukan mau menyudutkan pemahaman anda dan istri anda tentang keagamaan.. Tapi saya merasa anda sudah masuk ke dalam jebakan yang anda ciptakan sendiri tanpa sadar.

“aku pun menemukan tidak sedikit ayat dalam alkitab yang bertentangan alias tidak sinkron antara ayat yang satu dengan ayat lain. kasus serupa juga kutemukan dalam alquran, jadi bukan cuma dalam alkitab. ayat-ayat mana? takkan kubahas di blog ini, juga tidak di blogku, karena aku tak mau membicarakan kekurangan kitab-kitab; aku hanya akan melihat sisi-sisi positifnya saja.”

Kasus apa yang anda temukan dalam al-quran? ayat yang tidak sinkron? ha…ha.. (ini hal yang paling lucu saya rasa). Dari sini saya sudah bisa menilai kalau saudara jarar memang memahami Islam tidak secara kaffah.. Kata-kata itu berakses negatif pada pengakuan anda terhadap esensi Allah swt sebagai tuhan (namun tak mengurangi kekuasaan-Nya sebagai Tuhan). Tahan dulu keinginan anda untuk mengatakan itu, tak baik, mungkin anda belum pernah belum pernah belajar Ilmu tafsir, Ilmu mantiq, Jawahirul Balaghoh.. masih banyak sekali yang belum anda pelajari.. jadi jangan cepat menyimpulkan.. Pahami dulu ilmu-ilmunya, baru kita bisa menilai, ayat2 mana yang tidak sinkron. Haha..

Bukan mengatakan anda tidak kompeten, tapi tentunya kita kan tidak mau naik pesawat kalau yang jadi pilot sehari2 bekerja jadi supir angkot? ya kan?

“aku bukan muslimah yang saleh cuma karena tak berjilbab? aa gym itu pantas diteladani? tulis dulu di blogmu, bilang kalau istrimu ngomong sama aa gym, ‘kaciaaan deh lu…’ kalau mau bantu janda miskin, bukan harus dengan kawin. kasih saja uang untuk biaya sekolah anak-anaknya, bayar kontrak rumahnya, modali janda itu buka warung. kau tengok kan foto istri keduanya itu? alamak, cantik nian, muda kali pun, pantaslah menetes air liur si aa gym,” kata istriku.

“itulah islam, sering melecehkan perempuan. banyak yang sok suci kita muslim ini. lebih sibuk ngurusin jilbab. kecuali aku pamerkan susuku sama orang lain, barulah aku salah,” katanya lagi

Masalah pernikahan AA Gym, biarlah dia yang melakukannya. Bukan mau membela, “Pantaslah menetes air liur AA Gym”, bukankah anda sendiri yang telah melakukan penilaian dengan su’udzon? memfitnah saudara sendiri?, lagi pula istrinya tak keberatan, (mungkin dalam hati, ia) kenapa kita yang cemburu? jangan-jangan kita yang sering memendam perasaan itu, dan diam-diam telah berzina dalam hati dengan tetangga atau siapapun yang pernah memikat hati.

Poligami, saya rasa kita semua akan menemukan jawaban masing-masing. Tapi, apa ada solusi lain yang bisa dilakukan kalau memang nantinya ternyata jumlah laki2 lebih sedikit dari perempuan.?

“itulah islam, sering melecehkan perempuan”. Ini satu lagi kata-kata yang menggelitik dan mencerminkan anda seolah tak pernah belajar sejarah Islam, Pelajari dengan seksama sejarahnya, ajarannya, baru simpulkan..

Itu saja, bukan mau mendiskreditkan pemahaman anda tentang Islam, saya hanya ingin membuka “keterkungkungan” anda dalam memahami agama Islam.

28. marga_bush_syet - 21 Oktober, 2007

punya agama belom tentu menjadikan orang beradab. di jepang banyak orang jepang yg ga punya agama klo di tanya Tuhannya siapa di jawabnya Uang.

mungkin yg beragama langsung berpikiran negatif dengan orang2 seperti ini.

tapi ternyata orang2 seperti mereka bisa hidup damai dengan orang lain, memiliki toleransi yg tinggi, tertib dalam kehidupan sehari2. bahkan yg lebih mengagumkan lagi bila kita belanja di toko2 di negara jepang, bila tas atau dompet anda ketinggalan atau uang kembalian anda ketinggalan penjaganya akan mengejar anda untuk mengembalikannya. bila anda sudah terlanjur pergi mereka akan menyimpannya sampai anda kembali untuk mengambil kembali.

jika kita banding kan dengan negara kita Indonesia negara yg beragama apakah bangsa kita sudah terlihat seperti orang beradab???

justru terkadang saya berpikir agama menjadikan kita saling membeda2kan, saling mencari kebenaran agama sendiri dan menyalahkan agama lain, yg berakibat kepada pertikaian.

bukan berarti saya berpendapat bahwa tidak beragama lebih baik, tapi saya hanya ingin kita merenungkan “Kenapa orang tanpa agama bisa hidup lebih damai dari pada kita orang Indonesia yg memiliki agama yg kita yakini kebenarannya???”

mungkin jawabannya adalah karena kita orang yg beragama ini terlalu mencari dan mempermasalahkan perbedaan2 dalam agama bukannya mencari persamaan dan kebersamaan agar kita bisa hidup berdampingan dalam damai dalam satu bangsa.

29. miming - 31 Oktober, 2007

ikut usul dong…..!
sebaiknya abang jarar belajar lagi tentang islam. sampai sekarangpun saya juga masih balajar tentang Islam.
saya masih belajar sering bertanya-tanya?
1. Adakah agama selain Islam yang mengatur mulai dari bangun tidur sampai mau tidur?
2. Adakah kitab suci selain alquran yang bisa DIBACA oleh semua orang? maksudnya begini, kalo saya orang batak, bisa ndak saya baca injil atau alquran terbitan negara cina, atau rusia, atau thailan, nigeria? ini baru dibaca.
3. Adakah kitab suci selain alquran yang bisa dihafal seluruhnyah oleh siapapun, dimanapun, kapanpun, dengan hafalan dan bacaan yang sama?
4. Sudah hukum alam atau sunatu4JJl, di dunia ini ada orang baik dan jelek, ada hitam ada putih, ada panjang ada pendek, ada yang kafir dan beriman.
5. sudah ukum alam / sunatu4JJl bahkan di ilmu stattistik ada hukum kurva normalitas bentuknya setengah lingkaran terbalik, artinya orang islam itu banyak, yang mau shalat lebih sedikit, yang shalat dan shalatnya berjamaah lebih sedikit, yang mau shalat berjamaah dan jamaahnya di masjid lebih sedikit, yang shalat berjamaah dimasjid dan khusu’.
6. Hidup itu pilihan, tapi kita tidak bisa memilih konsekuensinya. mau pilih yang mana? yang banyak atau yang sedikit? pilih islam boleh, pilih kristen no problem. orang Islam Ndak shalat ndak pa2, ndak pake jilbab boleh. Nantang duel ama Tuhan/Allah pun boleh (kayak firaun), tapi ingat kita ndak bisa memilih konsekuensinya. Boleh pilih ndak makan, konsekuensinya lapar.

30. Joko - 26 November, 2007

Pada intinya semua yang nulis sudah pada pinter & bener kok !
Yang jadi masalah kalo sudah mulai ngatain, ngebahas perbuatan orang lain yang gak cocok sama pendapat dirinya sendiri.
Tapi kalo seandainya bener-bener jujur ada gak yang berani mencari salah dirinya masing-masing ?!!! Sekaligus menghukum dirinya sekeras-kerasnya !!!!
He 3x pusing ah !!!!

31. RIKARDO SIAHAAN - 30 November, 2007

Buat appara Jarar,
Kontroversi yang kau tuai akan terus berjalan. Kau telah melakukan migrasi dan sekaligus “mungkin” telah menjelaskan alasan migrasimu. Orang sekaliber Gus Dur juga telah menuai banyak kontroversi walaupun tidak bermigrasi. Banyak contoh kontroversi dalam bidang keagamaan. Misalnya dalam ke-Kristenan Apollo dan Paulus, Marthin Luther, Copernikus, Paus Johannes Paulus, banyak dan banyak lagi. Ayat ayat dalam Alkitab yang kau baca tidak sinkron dengan yang lain menurut saya itu juga adalah polamu menginterpretasi. Jika kau baca Alkitab dengan hanya mata telanjang bukan dengan mata rohani hasilnya juga bisa lain.

Melakukan justifikasi terhadap sesuatu dan mempublikasikannya akan banyak menuai kontroversi. Maka tidak jarang kita bertemu dengan banyak “mazhab”, aliran teologis entah apalah namanya. Dan antar mazhab itu bahkan ada yang saling bunuh-bunuhan.

Jika dirimu berharap menjadi seorang sufi seperti Kahlil Gibran atau filusuf seperti Plato, David Hume atau seperti filusuf lainnya, maka dirimu harus tahan terhadap semua pertanyaan, pujian termasuk cerca dan makian.

Jesus sendiri adalah sebuah kontroversi. Bahkan menurut saya Allah adalah “kontroversi”. Mungkin pernah baca Thomas tidak akan percaya sebelum memegang bugang pada tangan Jesus. Atau Jacob ketakutan pada saat hendak ketemu Esau, atau Sarah yang tua renta tidak yakin akan dapat melahirkan lagi dst.

Dari apa yang saya petik dari Alkitab yang ditulis oleh para nabi dan rasul yang halamannya diedit oleh penguasa Gereja Roma Katolik, saya setuju dengan yang kau simpulkan Tuhan itu adalah KASIH. Kasih dalam bahasa junani Agape!. Bagi saya Dia hanya memberi tanpa minta balas jasa. Karena kita Dicipta seperti Dia “IMAGO DE I” kalau lah bisa kitapun boleh jugalah ber Agape dan itu adalah pilihan hidup.

Waktu akan terus berjalan sebelum matahari redup dan bintang-bintang tidak bersinar. Menurut saya kebenaran Allah adalah misteri yang hanya Dia sendiri yang tahu. Bagi orang Kristen seperti saya memang disuruh untuk memberitakan telah lahir seorang Raja di kandang donba efrata dibungkus hanya dengan sehelai lampin tapi wajahNya diliputi sinar sorgawi, melakukan mujizat, disalibkan, mati, dikuburkan, bangkit di hari ketiga naik ke surga dst…
Amanah itu akan selalu saya sampaikan kemanapun saya akan pergi. Orang percaya atau tidak itu bukan urusan saya.

Kalaupun suatu ketika akan terjadi diskusi teologis menurutku itu adalah hal yang biasa sepanjang kita sepakat untuk tidak sepakat dalam beberapa hal. banyak buku banyak referensi banyak pengetahuan di dunia ini yang bisa kita diskusikan tanpa harus kita saling memarahi.

Dalam Alkitab ada tertulis…bukan mereka yang selalu menyebut Tuhan, Tuhan, Tuhan lalu saya akan menempatkan mereka disebelah kanan Saya…Enyahlah engkau dari hadapanKu , Aku tidak mengenalmu……

Appara pomparan ni Somba Debata!, pagogo ma martangiang tu Debata asa dilehon diho roha dohot bisuk na sian Ibana i. Itulah yang mampu kusampaikan kepadamu. Aku tidak akan bertanya tentang landasan filosofismu dan kemana filosofimu akan mengarah. Bidukmu telah kau dayung. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menyertaimu. Horas

32. Surat Seorang Kristen Kepada Jarar Siahaan « Toga Nainggolan - Nesiaweek Interemotional Edition - 30 November, 2007

[...] on Sila Ketiga? (Tanggapan Seoran…panda on Sila Ketiga? (Tanggapan Seoran…RIKARDO SIAHAAN on Bisa Hidup tanpa Agama, tapi T…nieznaniez on Sila Ketiga? (Tanggapan Seoran…almascatie on Sila Ketiga? (Tanggapan [...]

33. PARIS SILALAHI - 23 Januari, 2008

Horas,,,

Wahh,,, baca tulisan Lae Jarar ini membuatku semakin mengerti akan apa arti dr sebuah perbedaan.

btw thx dah mau menceritakan pengalaman lae,,

34. Albi rizky - 24 Februari, 2008

Bang jarar.Anda masuk islam,ibarat orang makan buah terus makan kulitnya saja,terus anda bilang” buah ini pahit sekali,sama dg buah yg tadi saya makan. Pada dasarnya agama adalah keimanan, ketaatan dan pengabdian,karna manusia suka tidak suka adalah seorang hamba.Kalau agama islam ini sebuah lingkaran,Anda terus berada di tepi nya saja, berusahalah meningkatkanya dg mendalaminya.Tidak sepatut nya manusia menganggap salah perintah tuhan yg tersurat dalam alqur’an.Se akan lebih tau dari tuhan.
Dulu waktu nabi muhammad dimadinah,pada waktu itu kaum muslimin masih sedikit,turunlah ayat alqur’an yg mengatakan kaum muslimin akan kembali ke makkah dengan kemenangan,dengan aman sentosa pula.Dan itu terjadi di tahun berikutnya.Di lain ayat bahkan kaum mùslimin di janjikan bisa mengalahkan kerajaan persia dan byzantium yg waktu itu 2 kerajaan besar di masa itu,dan itu terjadi sesudah rasulullah wafat di masa yg berbeda.Begitulah ilmu manusia ibarat setetes air di lautan di bandingkan ilmu allah yg maha tau atas segala sesuatu.

35. armeina - 19 Maret, 2008

aku seorang wanita muslim berjilbab, bukan berarti aku ini terlalu fanatik dalam beragama, aku menghormati agama lain sebatas mereka menghormati agamaku, bila temanku dan saudaraku beragama lain dan dia suka denganku, aku pun menyukai mereka 100%, bila mereka pura-pura suka padaku (karena yang pura-pura biasanya terlihat dan terasa) maka aku tidak perduli dengan ke pura-puraan mereka sebatas mereka tetap menyukaiku. Aku berhubungan dengan mereka karena aku suka.
Aku tidak sibuk terus mengurusi jilbab,dan aku tidak pernah memprotes wanita untuk berpakaian mini dan seksi karena itu hak mereka, tapi aku lebih nyaman dengan pakaian ku sekarang, karena jika aku berpergian tidak ada mata yang binal kearahku dan itu membuatku aman.
Bung Jarar, tolong bilang istrimu tidak usah berbicara seperti itu, karena masing-masing orang punya pola fikir berbeda

36. hendry lumban gaol - 3 April, 2008

SEMUA orang indonesia merasa agamanya paling benar, demo sana -demo sini, tidak kah kita menyadari di saat kita menjalankan “PERINTAH” agama kita, disaat itupulalah kita menyengsarakan orang lain.

Indonesia ini sibuk ngurusin agama, selalu mendalilkan agama untuk mempermudah ambisi pribadinya.

saya yakin, beristri lebih dari satu, adalah berbeda persepsi, saat ini dan saat jaman dulu, tapi sekarang….orang beristri lebih dari satu adalah wajar, tentunya dengan dalil agama…

selanjutnya, ada agama di negara ini sangat takut akan perkembangan agama lain, cuek aja, kenapa sih??…..sampe-sampe saya beribadah dirumah saya dilarang.

aahh…lagi-lagi pemerintahnya, pemerintah “TAIK!!”…

Lae Jahrar,…dan kaum Islam BATAK dimanapun berada…..
Janganlah kalian panatik sekali, bahkan bisa dikatakan Biadab…..saya tau, karna pernah liat sendiri, bahwa orang batak muslimlah yang membawa spanduk menentang pendirian gereja, ini fakta loh…dimana jiwa kebatakanya???? sudah hilangkah??….
Kalu udah jadi islam, jadilah islam yang taat, yang toleran, yang bisa melindungi agama lain di indonesia ini.

coba kita liat negara ini, katanya semua dipimpin oleh orang islam, tapi kenapa masih terpuruk?? koruptor, pemeras uang rakyat, semua islam kok…mesjid dimana-mana, tapi rakyak kurang giji banyak.

saya mau tanya,
apa gak ada hadist, dalam alquran, yang bisa memaksa mereka untuk mensejahterakan rakyaknya??..ini nyata di indonesia ini,…

belum lagi kasus tki/pembantu yang diperkosa di arab sana, seolah semua tutup mata…..memang dasar pemerintah “TAIK”. demikian juga FPI, organisasi TAIK,…sodara saya yang kerja di arab, di qatar, disetrika pungnggunya, di perkosa hingga beranak, dipukulin,…kok kalian diam saja??

Di indonesia inilah paling banyak pelanggaran HAM,…

Mauliate,
(pecinta adat batak, tanpa memandang ‘loe’ agama apa)

37. Jor Batubara - 10 April, 2008

Pilihan mana yang benar dalam beragama tidak dapat dijawab hanya dengan apa yang dilihat dan apa yang dirasakan dan didengar bahkan harus melalui logika dan teori apapun untuk membuktikannya pasti ada pro dan kontranya karena banyak perspektif yang dapat merujuk pada pembenaran pihak yang mau dibelanya, karena itu dapat dipastikan hanya keabadianlah yang bisa menjawab itu. Keabadian itu tak mungkin kita raih karena di dunia ini tak ada yang abadi, Yang pasti lakukanlah apalah yang tidak merusak orang dan lingkungan hidup supaya generasi yang akan menyaksikan keabadian itu semakin banyak. Jangan sekali-kali bertopengkan agama untuk dapat mewujudkan keinginan, cita-cita dan harapanmu.Satu hal yang paling penting di ingat adalah dunia ini masih dalam proses pembelajaran dalam memilih manakah kebenaran sejati. Manusia berkembang dimulai dari Rasa kompetisi itu selalu ada, tetapi kompetisi yang ada dalam diri manusia cendrung salah karena kepentingan hidup yang diemban berbeda pula. Walaupun sudah diajarkan aturan-aturan tetapi aturan itu adalah buatan manusia yang bisa berubah…..he…he he….ngawur. Cobalah untuk jadi pahlawan dari semua suku,agama, bangsa yang ada di dunia ini seperti Tomas Alpa Edison yang menciptakan bola lampu yang dapat digunakan oleh siapa pun, Penemu Mobil yang dapat dipakai oleh siapapun dan banyak lagi contoh lainnya, Atau seperti pahlawan kemanusiaan yang mendunia “pahlawan yang memberikan makna bagi hidup orang banyak tidak hanya untuk kelompok tertentu”. Ingatlah agama adalah buatan manusia jadi bagaimanapun kalau itu buatan manusia tentunya manusia yang membuatnya pasti terjadi regenerasi dan expansi. Olehnya kiamat yang sedang ditunggu-tunggu yang mau kiamat biarlah itu ditunggu tetapi kehidupan yang abadi raihlah itu seperti mereka yang sudah mengabadikan hidup mereka lewat karyanya. Oke!!! Horas ma di lae

38. indra - 15 April, 2008

Lumrah, kalau pendalaman agama seseorang masih tanggung. dia suka berteriak seperti orang beriman. Nilai agama tidak dilihat dari pintar debat. Tapi dalam perbuatan dan kesolehan.

39. Franky Manik - 29 April, 2008

Kalau persepsinya adalah bahwa semua agama itu sama, aku setuju dengan Bang Jahar. Aku masih yakin bahwa hanya ada satu Tuhan dan banyak sekali agama di dunia ini tapi tetap saja yang diyakini itu Tuhan. Mengenai banyaknya yang salah baik dari setiap agama, menurutku itu tergantung kita bagaimana mengartikannya. Aku seorang KRisten yang kadang2 juga melihat sesuatu yang aku sendiri nggak bisa terima tapi belum tentu orang lain seperti itu juga. Kalau kita melihat apa yang menurut kita tidak benar di salah satu agama maka tidak akan ada agama yang benar di dunia ini. Kalau menurutku lakukanlah kewajiban kia sebagai manusia yang benar-benar meyakini adanya Tuhan dan lakukanlah itu dengan CINTA KASIH.

40. jhony marbun - 30 April, 2008

Agama…..adalah sesuatu nama dan harus dicerna ,bahwasanya agama itu adalah sebuah organisasi ke imanan. sebenarnya tidak jauh beda dengan partai ,bagaimana supaya partai itu banyak pendukungnya maka dia berorasi blaa…bla ,blii….bliiii bli.. ,partai saya seperti ini ,banyak manfaatnya kalau kamu ikut partai aku. saya menyimpulkan kita tidak perlu kita mencari kesalahan dan kelemahan suatu agama ,karena apa yang engkau imani itu jua kelak yang akan engkau dapatkan ,saya sebagai kristen dan mungkin hanya sebatas kristen KTP ,tidak mengimani kristennya tetapi mengimani Firman Tuhan ,karena dulu jg Yesus lahir di dunia tidak pernah mengajak agama kristen doang yang percaya akan Tuhan (“hanya kristen yang percaya akan Yesus”) tetapi seluruh umat manusia yang ada di bumi ini, kalau saya bilang manusia itu diajarkan untuk beragama supaya berahlak baik ,berfikir sebelum melakukan keburukan ,tinggal individunya aja mengartikan ajaran agama2 itu benar apa ngaknya ,seperti sekarang ini lagi marak menghakimi orang yang tidak sesuai dengan keyakinan nya ,contoh seperti FPI ajaran mereka menghalalkan membunuh orang yang menentang Tuhannya yang katanya ada tertulis di Kitab Quran dan akan dilindungi Tuhan, kalau kita kaji lagi betul itu memang tertulis di kitab Alquran ,bahkan di Alkitab jg ada tertulis seperti itu ,(wahai kaum ku bunuhlah orang2 yang menentang aku) ,dan ini disampaikan melalui nabi (berbicara secara langsung) ,tetapi jgn dijadikan doktrin (wah ini kata Tuhan kok yang tertulis di Kitab) ,kecuali kalau Tuhan berbicara langsung kepada engkau dan kamu sendiri tahu bahwa sanya Tuhan hanya bisa bicara kepada nabi yang dihunjuknya ,dan sekarang ini sudah tidak ada nabi men…. ,dan semua manusia yang percaya akan Tuhan jg tahu diakhir zaman Yesus akan turun ke bumi untuk membawa orang2 yang percaya akan dia. jadi intinya jangan menghakimi orang dengan sesuka hati hanya dengan dalil keyakinan sendiri ,berbahaya bro…

Tuhan memberkati

41. steele - 18 Mei, 2008

Nabi SAW pernah bilang : suatu saat di suatu masa nanti, umatku yang menjalankan sunah ku akan di anggap aneh. Istri lae menanggapi poligami secara emosional saya pikir. Bagaimana dianggap melecehkan bila wanita itu dinikahkan secara bertanggung jawab? Agama yg notabene perintah Tuhan tidaklah hanya dapat diterima dengan Akal saja seperti yg dilakukan Iblis terhadap perintah Tuhan untuk hormat kepada Adam. Iblis merasa terbuat dari api yg merasa lebih tinggi levelnya dari tanah yang Adam diciptakan darinya. Memang kl dipikir pake akal ya masuk itu teori. Jadi hati-hatilah terhadap tipu daya iblis melalui bala tentaranya yg di sebut setan.

42. supono - 18 Mei, 2008

@hendry lumban gaol
hadits n ayat al quran mengenai mensejahterakan rakyat banyaklah bung!!!
contoh: perintah zakat,sedekah dan bahkan bila tetangga nya ada yg kelaparan maka ia di cap tdk beriman.
Saya tekankan bahwa Arab tidaklah identik dengan Islam tapi Arab is nothing without Islam.
kl anda menyimpulkan spt yg di atas maka lbh bobroklah golongan anda, mua contoh ya si goerge bush itu or meneer2 belanda penjajah bangsa ini yg tidak malu ataupun sedikit menyesal telah menguras isi tanah ini bahkan mungkin kakek moyang kita slh satu korbannya dan banyaklah contoh lain yg bung lebih mengerti dr saya…
tks smg sehat sll

43. ujung's - 27 Mei, 2008

“Bisa Hidup tanpa agama, tapi Tidak tanpa cinta”. Ungkapan ini tak sepenuhnya benar.
Orang yang hidup dengan cinta sudah pasti beragama. Bukankah ajaran agama menganjurkan umatNya agar saling mengasihi (mencintai) antarsesama ?
Orang yang hidup dengan cinta = orang yang beragama. Manusia tanpa cinta = manusia tak beragama ?

44. ikhwan - 31 Mei, 2008

Ya yang penting bagaimana seseorag itu mampu menyerap apa yang dipelajari dengan akal dan fikirannya. Sepertinya lae Jarar sudah benar ketika migrasi ke Islam namun ibarat orang transmigrasi tanah yang ditempati tidak dipergunakan sehingga belum tumbuh dan menghasilkan. Tapi saya salut dengan lae berani mengatakan banyak argumen tentang kebenaran kedua agama, saya berharap sewaktu-waktu dapat berargumen juga dengan lae Jarar tentang islam dan kristen bagaimana lae?.
Islam dan Kristen bagi saya hanya sebuah keyakinan dalam islam mungkin lae ingat ayat qur’an (surah Alkafirun) bunyinya bagiku ajaranku dan bagimu ajaranmu, artinya kalau ada persamaan ya pasti, karena islam datang untuk menyempurnakan yang sudah-sudah, seperti injil, tauratnya nabi musa, zabur, bahkan kitabnya nabi ibrahim, dan qur’an memang gak pernah bilang kitab-kitab itu salah lho. Nah yang salah sapa? nah disini kita perlu instrosfeksi masing-masing dengan apa yang kita lakukan. Jadi agama dimanapun memang tidak ada yang menyuruh orang jadi penjahat, perampok, pemerkosa, pembunuh dan lain sebagainya. Namun seperti iblis manusia selalu melawan perintah Tuhan tersebut, jadilah ada yang beriman ada yang tidak, ada yang gelasnya penuh ada yang cuma separoh bahkan ada yang yang setetes dan lebih sakit lagi dia cuma punya gelas tanpa isi, namun masih lumayan ketimbang gak punya gelas dan isi sama sekali tol gak bang? Jadi Islam datang meyempurnakan bukan disempurnakan”. Nabi juga dulu mengajarkan yang baik koq. Ingat kisah nabi dilempar kotoran, diludahi di caci, dsb, tapi nabi cuma bilang mereka gak tahu ampunkan ya Tuhan, bahkan nabi menjenguk orang tersebut ketika sakit, masya allah. nah jelaskankan oknumnya yang salah mengartikan islam padahal sudah diajarkan. Jadi mari bang jarar kita sama-sama belajar dan mengamalkan bukan melemahkan.
Buat frends semua kayaknya kita gak perlu salahkan lae ini koq, tapi mari sama-sama kita nasehat menasehati saling berargumen dengan baik yang kan bang

45. cumiajib - 5 Juni, 2008

bang jar,boleh lah kata2mu, apalagi kata2 istrimu,bolehlah aku melihat *****…itu tidak apa kan bang……kita bebas kan bang,..pluralisme bang. kita semua sama, istri abang pun ****

46. Ratih - 18 Juni, 2008

Tolong sampaikan buat istri abang,memang benar menggunakan jilbab belum berarti wanita itu menjadi malaikat suci, hanya saja mereka satu langkah lebih taat dibandingkan yang belum menggunakan, terkadang kita lupa bahwa selain larangan ada perintah dari Allah yang kalo kita mengaku beriman harus dijalankan tho? jadi tidak seharusnya dianalogikan mengumbar aurat = belum berarti tidak beriman, yang benar menurut saya,tidak menggunakan jilbab = tidak menjalankan perintah, tidak menjalankan perintah = tidak bertaqwa.

wassalam.

47. anama - 7 Juli, 2008

pencarian iman memang perlu kejujuran, tidak bisa membohongi diri sendiri terus. ini menurut pengalaman saya pribadi.

48. Ryan Alesandro - 19 Juli, 2008

“Islam adalah agama yang memiliki banyak doktrin yang menghalalkan kekerasan, bahkan memenggal kepala orang yang dinilai melawan TUHAN dan rasul; sementara kristen adalah agama yang dalam pelbagai hal tidak masuk akal”

Bang, Mas, Lae, Ato apalah itu…. Saya sebagai orang yang hidup di dunia ini, dari hasil cernaan saya sesuai dengan tulisan Sdr, Anda mengatakan kedua-duanya ada kekurangan dan ada baiknya. Dan yang paling menonjol adalah.. Coba Anda cermati lagi perkataan Anda seperti yang saya Kutip diatas. Point 1 bermakna hanya satu, ya khan?? Brarti hanya kekerasan, Sedangakan Point 2 Bermakna Banyak –> “pelbagai hal tidak masuk akal”.

Hanya itu saja Bang, Mas, Lae, Pak.. ato apalah…

I CAN DO ALL THINGS THROUGTH CHRIST WHO STRENGHENT ME.

49. Lobi-lobi - 21 Juli, 2008

yang penting, selama hidup didunia kita harus mempercayai sesuatu, meyakini sesuatu. Yang benar2 hakim ya cm Tuhan…yang penting ya itu, yakin sm jalur kita di dunia ini, jalannya kemana :D karena ACTION = REACTION. Manusia bebas berbuat tp akan ada tanggung-jawab, satu hal lagi Tuhan Berdaulat! GBU

50. Pelita - 20 Agustus, 2008

Seru juga baca blog ini, komentar juga aneka ragam. Untuk Abang Jarar, migrasi mu pasti kusesali jujur saja, karena aku seorang kristen. Tapi karena aku seorang kristen jua aku boleh melihatnya sebagai hal yg biasa saja. Kenapa ? Karena iman kristen tidak mengenal pemaksaan. Allah sendiri tidak pernah memaksakan apa yang Dia mau terhadap manusia (karena Kasih-Nya). Manusia diberi hak untuk memilih ikut Dia atau tidak. Hanya saja ada konsekwensi yg mengikutinya. Sebagai anak yang tahu siapa Penciptanya (“Bapa”) tentu kita akan mematuhi perintah dan tidak melakukan larangan-Nya.

Iman Kristen memang tak selalu bisa bila dipahami secara logika, karena manusia itu terbatas dalam segala hal, termasuk logika. Kita manusia saja tidak selalu bisa dilogika kan. apa lagi Tuhan yang Maha Kuasa.

Agama/iman apapun yg kita sudah pegang harus kita imani dan pelajari secara mendalam dan berhikmat. Bagi orang kristen mempelajari iman kristen dgn rajin membaca Alkitab, yg didahului dgn doa agar Tuhan tuntun dalam memahami Ayat-ayat yg dibaca. Karena kalau kita hanya pakai akal manusia maka kebenaran yg kita pahami tidak sempurna, hanya karena Penerangan dan Tuntunan roh kudus Tuhan saja kita bisa mendapat pengertian yg sebenarnya dan hal tersebut disesuaikan Tuhan dengan keadaan dan kapasitas setiap orang. Makanya bisa terjadi beberapa orang membaca ayat yang sama bisa mendapat pemahaman dari berbagai sudut, yang saling mendukung dan saling menguatkan.

Masalahnya seberapa tekunnya dan seberapa akrabnya kita bergaul dengan Tuhan kita?. Karena dengan memiliki keakraban dengan Sang Pencipta saja kita bisa peka terhadap kehendak-Nya yg disampaikan melalui Firman (ayat-ayat) yg kita baca.

Hanya Tuhanlah yang kuasa memberi penerangan bagi kita semua, khususnya yg membaca dan memberi tanggapan dalam blog ini.

Maaf apabila ada salah kata apalagi menyinggung perasaan.

51. Obor & Suluh - 20 Agustus, 2008

@ Pelita.
Komentarmu keren sekali. Bahkan bagi seorang muslim seperti aku, sekalipun.

52. exmuslim - 8 September, 2008

http://www.answering-islam.org
ada terjemahan bhs Indonesia juga.
Anda telah disesatkan oleh Harun Yahya, seseorang yg tersesat juga :)

53. Bisa - 20 September, 2008

BISA HIDUP TANPA AGAMA, TAPI TIDAK TANPA CINTA ?

SETUJU BANG !
SAYA SENDIRI MENGALAMI DAN JUGA MENJALANI.
SAYA TIDAK MENGANGGAP DIRI SAYA BERAGAMA.
BAGI SAYA AGAMA ITU CUMA CARA MANUSIA MENCARI ALLAH/TUHAN/PENCIPTA BUMI,LANGIT&ISINYA/
KEHIDUPAN KEKAL.
MENURUT SAYA MELALUI AGAMA APAPUN ORANG TIDAK BISA MENDAPATKAN PENCARIANNYA ITU.
MAKANYA SIA-SIALAH KALAU SAYA MENCARI ITU SEMUA MELALUI AGAMA.

DALAM MENDAPATKAN ITU SEMUA, MANUSIA MENCARINYA MELALUI AGAMA.
ADA YANG BERAGAMA ISLAM,KRISTEN,DLL.
KARENA TIDAK KETEMU.MAKANYA TIDAK HERAN MEREKA SALING MENJELELEKKAN/MENGHINA AGAMA MEREKA.
MEREKA BILANG, AGAMA MEREKA YANG PALING BENAR, PALING BAGUS PALING SEMPURNA.
PADAHAL AGAMA MEREKA BIKINAN MANUSIA YANG TIDAK SEMPURNA.

to be continue.

dede - 10 Agustus, 2009

GOBLOK…………………………

54. bisa - 23 September, 2008

AGAMA MEMBUAT HUKUM/PERATURAN/PERINTAH INI & ITU.
TUJUANNYA SUPAYA MANUSIA TIDAK BERDOSA.
PADAHAL JUSTRU DIBUATNYA HUKUM/PERATURAN/PERINTAH SUPAYA KETAHUAN MANUSIA ITU BERDOSA.
KARENA TIDAK ADA SATUPUN MMANUSIA YANG BISA MELAKSANAKAN HUKUM AGAMA.

SAYA BUKAN ATHEIS.
SAYA PERCAYA ALLAH.SAYA JUGA PERCAYA ADANYA SURGA & NERAKA.
SAYA TIDAK MUNGKIN MENDAPATKAN KEHIDUPAN KEKAL/KESELAMATAN LEWAT SESUATU BENDA MATI/HIDUP YANG BERASAL DARI BUMI.
KETIKA SAYA TAHU BAHWA ALLAH MENCARI MANUSIA UNTUK DIBERI KESELAMATAN/KEHIDUPAN KEKAL DI SURGA, SAYA LANGSUNG MENEMUINYA.
SAYA MENERIMA DIA YANG MEMBAWA KESELAMATAN/KEHIDUPAN KEKAL DI SURGA ITU KE BUMI.
KARENA DIALAH SATU-SATUNYA YANG BILANG KEPADA SAYA:” AKULAH JALAN, KEBENARAN DAN HIDUP…..”. DAN “TIDAK SEORANGPUN SAMPAI KE SURGA TANPA MELALUI AKU” DAN JUGA :” BARANGSIAPA PERCAYA KEPADAKU
AKAN HIDUP, WALAU IA SUDAH MATI”.
SIAPA YANG PUNYA NYALI UNTUK BERKATA BEGITU ?
ADA DUA KEMUNGKINAN: ORANG ITU GILA ATAU MEMANG BEGITU MAKSUDNYA ?
DIA SANGAT TERKENAL.
DIA TIDAK PERNAH MENULIS SATU BUKUPUN.
TAPI SUDAH BANYAK BAHKAN TAK TERHITUNG JUMLAH TULISAN MENGENAI DIA.

TO BE CONTINUE

55. Dorkas - 21 Oktober, 2008

Khalil Gibran berkata”Saya tempatkan Yesus Kristus di belahan hatiku sebelah kanan dan Muhammad di belahan lainnya”.
Saya pikir cukup buat perenungan dan masih relevan bagi kita manusia sekarang ini.thx

56. dongan naburju - 21 Oktober, 2008

holan Jesus do dongan hu tongtong..
alana Jesus do parmahan..ahu do biru-biru nai..holan Jesus dongan hu tongtong.amen

horas..

57. once - 10 Desember, 2008

artikelnya bagus tapi lucu, memancing kontroversi, pendapat pribadi yg tidak ada landasan ilmunya, terlihat tulisan yg pintar tapi menunjukkan kebodohan diri sendiri, saran saya kalo mau nulis artikel kuasai dulu ilmunya,..ayat alquran tidak sinkron lah, menghalalkan kekerasan lah, wahh anda harus belajar ilmu tafsir boss baru ngerti, kalo baca alquran kayak baca koran ya gini jadinya..wakakkak piss boss

58. Olih Nurjaman Solih - 23 Januari, 2009

Assalaamu’alaikum tuk yang muslim
salam sejahtra tuk selain muslim

Membaca banyak artikel di blog ini jelas ada sisi baik buruknya, tapi yang jelas apapun yang kita lihat tergantung kaca mata apa yang kita pakai… yang putihpun bisa jadi hitam ato abu2 kalo kita peke kaca yang hitam. Tapi……. yang pasti adalah BENAR ITU TETAP BENAR JUGA SALAH TETAP SALAH. Yang dirasa benar itu belum pasti benar, juga yang dirasa salah itu pasti belum tentu salah. Begitu banyak orang yang rela mati demi sesuatu yang ia yakini… padahal belum tentu sesuatu yang diyakininya itu benar. Benar- salah itu urusan LOGIKA….. sedangkan keyakinan adalah urusan urusan hati…. hati adalah urusan HIDAYAH……… BUKANKAH HIDAYAH ADALAH URUSAN ALLAH….TUHAN YANG SATU??????????……
Kita sering di tipu dengan penglihatan, dengan pendengaran, juga dengan perasaan kita…… tapi apakah anda pernah di tipu dengan logika???????? sampai kapanpun satu tambah satu = DUA…… pasti.

Saran saya … gunakanlah logika tuk mencari KEBENARAN.
Pesan saya…….. jangnlah ambil kesimpulan AGAMA ITU SALAH hanya karena KESALAHAN YANG DI BUAT UMMATNYA.

Semua orang berhak mengatakan bahwa keyakinannya adalah yang paling benar… itu harus….justru akan jadi tanda tanya andai kata sebaliknya.

catatan : Keyakinan yang saya maksud bisa sumbernya dari agama atau bisa juga dari nilai adat-istiadat.

59. Mr.damai - 23 April, 2009

KEMBALI KE AWAL
Pada zaman dahulu, sebelum indonesia ada, manusia yg menghuni negri ini sudah punnya keyakinan. Didaerah Batak disebut parmalim, Percaya akan Mula Jadi Nabolon (Pencipta awal dari segalanya). Ada Adat yg mengatur tatanan kehidupan di masyarakat, namanya Dalihan Natolu, menghormati yg lebih tua, mengahisi yg lebih kecil. Disinilah diajarkan bahwa manusia itu harus saling mengasihi, mencintai dan menghormati. sesuai perkembangan jaman maka datanglah pengaruh budaya dari luar, hindu, buda, islam, kristen, dan terakhir jamaah islamiyah, dll.yg disebut dengan AGAMA. Dan semuanya itu boleh saya bilang adalah EGOIS, mengklaim dialah yg benar, dan bermuara pada MENDEWAkan Agama, bukan mengadopsi ajarannya. Dengan membungkus dirnya/kelompoknya mereka bisa membenarkan tindakannya, menyalahkan orang/kelompok lain.
Saya juga menganut salah satu diantaranya, dan harus menyakininya, sama seperti anda menyakini pendangan anda.
Saya sangat menghargai pendangan anda, tapi kalau boleh saya sarankan, buatsaja satu wadah yg menampung orang yg sejalan dengan pandangan anda, rumuskan visinya, misinya dan ajaran anda, dan lengkapi semua administrasinya, baru daftakan di departemen kebudayaan.
Maka wadah anda akan masuk dalam kategori ALIRAN KEPERCAYAAN. Disana anda bebas menjelaskan/mengajarkan semua yg ada dalam pikiran anda. Anda tidak akan disebut lagi Kafir, atau domba yg tersesat. Anda adalah orang yg terpelajar, maka anda tahu dari mana anda memulainya………..

60. just me - 25 Agustus, 2009

shalom,

saya cuma mencoba menganalisa kira2 akan seperti apa pemikiran abang dmasa mendatang,

kalaulah abang bilang banyak keruwetan baik d islam atau d kristen. bisakah abang mengambil yang mana yang baik dari masing2 agama tersebut?

setelah abang “membukukan” versi agama terbaru abang secara komplit.. barulah abang sadar atau tidak nantinya, kebaikan d salah satu pihak adalah keburukan d pihak yang lain, begitu juga sebaliknya.. artinya sampai kapanpun abang ga akan bisa menggabungkan agama2 tersebut, sesuai pemikiran abang, karena masing2 memiliki persepsi sendiri2.

satu2nya jalan keluar adalah abang memandang kristen menurut persepsi abang sendiri (bukan persepsi kristen yang sesungguhnya), begitupun islam dan barulah abang kombinasikan keduanya atau ketiga atau keempat (jika ada yang lain)..

sehingga terbentuklah agama baru yang menurut abang paling benar,

kelak dikemudian hari abang akan berpikir sedemikian rupa, “siapakah aku yang mampu menentukan mana yang cocok untukku dan tidak?
“siapakah aku yang mampu menentukan allah seperti apa yang benar?”

kemudian pastilah muncul kesimpulan d pikiran abang,
“kalau begitu akulah tuhan itu, karena aku yang menentukan mana benar/cocok mana yang tidak, seperti apa sifat tuhan yang layak dan tidak”

kemudian akan muncul pertanyaan lagi,
“apabila banyak orang yang memiliki pemikiran sepertiku (yang mendasarkan hanya pada persepsinya sendiri), berarti banyaklah tuhan itu atau tuhan itu hanyalah kreasi manusia?”

lihat, betapa kacaunya kasus tersebut bukan?
dan ujung2nya jadilah abang seorang atheis, karena percaya atau tidak atheis juga didasari dari pemikiran2 abang yang sekarang ini.

coba abang renungkan, jika karena tidak ada agama yang benar sesuai persepsi abang berarti agama itu bukanlah dari tuhan (karena menurut versi apapun tuhan itu maha benar), jika bukan dari tuhan berarti semua itu hanya sia2, bualan, kreasi manusia,

kemudian,

buat apa abang repot2 harus ikut2 berpuasa?,
buat apa abang repot2 harus berdebat tentang kelemahan tiap2 agama?
buat apa abang mengurusi aagym poligami,jihad,dll (yang saya yakin menurut teman2 muslim mengandung suatu kebenaran didalamnya yang tidak kami mengerti sebagai non-muslim)?

bukankah abang “tuhan” itu?
karena segala sesuatunya abang yang tau mana yang baik dan mana yang benar,bkn?

61. Hari - 25 Agustus, 2009

Berbicara soal AGAMA ? INTINYA adalah berbicara soal TUHAN ? Apakah masing-masing KONSEPSI tentang TUHAN dari masing-masing AGAMA itu SAMA ? Sepertinya TIDAK ? Artinya BERLAINAN bahkan kadang TABRAKAN ? Kalau sudah begini ? Pembicaraannya jadi HITAM PUTIH alias BENAR SALAH ?

Kalau TIDAK BERANI membahas KONSEPSI TUHAN ini ? Maka TIDAK BERAGAMAPUN juga tidak apa-apa ? Toh semua jadi abu-abu ? Tapi kalau berani membahas soal TUHAN ini maka PILIHAN TERBUKA LEBAR ? Ada begitu banyak KONSEPSI yang BISA DITELITI, DIKAJI maupun DIRENUNGKAN ? Berani … ? He … He … He …

Ada begitu banyak AGAMA dengan segala ajarannya ? Tapi ada yang TERLUPA yaitu masalah Warisan AGAMA tersebut ? Yang berupa TEKS-TEKS TERTULIS ? Bagaimana KEMURNIAN atas WARISAN tersebut ?

Terus … Siapakah yang SERING MENYEBUT BIANG ONAR di dunia ini ? Karena KEPIAWAIANNYA ? Ke JENIUSANNYA ? Secara jelas menyebut orang YAHUDI ? Tidak ada … Terkecuali ISLAM yang TERTUANG dalam Al-QUR’AN.

Itulah asal usul kenapa YAHUDI begitu BENCINYA kepada ISLAM … ? Begitu seringnya disebut di Al QUR’AN … Akan SIFAT dan PERILAKUNYA yang MUNGKAR kepada ALLAH … TUHAN SEMESTA ALAM ? Jadi WAJAR kalau YAHUDI ITU sedemikian BENCINYA kepada ISLAM … yang MURNI … ? Karena YAHUDI itu banyak orang JENIUS … Maka … Tidak MUSTAHIL kalau bisa mempengaruhi kaum NASRANI … ? He … He … He …

62. nelayan - 25 Agustus, 2009

Yahudi benci Islam begitu pula sebaluknya!! Islam, Kristen dan Yahudi saling berselisih. Biarkan saja lah, yang lebih penting adalah hidup manusia tetap berjalan, kemajuan jaman gak butuh perselisihan itu, manusia tetep berusaha ke planet mars, vaksin virus tetep diusahakan, black berry, blue berry, straw berry dan berry2 lainnya tetep diciptakan. Lupakan perselisihan, manusia lebih butuh ilmu pengetahuan daripada agama yang kerjanya berantem mlulu.

63. Mohammad Joharudin Luthfie - 31 Oktober, 2009

Salamualaik..
Jadi inget kisah syeh siti jennar dari tanah jawa..
kadang ada suatu pemahaman yg terlampau putih untuk diungkap, tak banyak orang bisa mencerna secara sempurna karna tak semua orang mau bertauhid secara sungguh-sungguh.Maaf sebelumnya saya tidak setuju kalo AL-QUR’AN disebut memiliki kekurangan,mungkin saya terlalu konservatif atau terlalu picik tapi yang saya tau AL-QUR’AN bersumber dari YANG MAHA BENAR dan kita terlalu kecil untuk-NYA. Dan memang betul sebenarnya sangat mudah,cukup pahami dengan sungguh-sungguh rukun pertama dalam ISLAM itu adalah sumber dari segala sumber jawaban untuk semua ilmu tauhid.