Justru Setelah Jadi Muslim, Aku Tahu Kristen Itu Benar 18 September, 2007
Posted by Toga Nainggolan in artikel, batak, cinta, jarar siahaan, kata hati, kehidupan, spiritualitas.trackback
“Inilah yang ingin kukatakan padamu, Ibu, dengan setulus hatiku: justru setelah aku menjadi muslim, maka aku makin yakin bahwa Kristen, agama kalian, tidak salah”
Pindah agama, kerap membawa konsekuensi yang dahsyat. Tapi lelaki ini toh tetap menempuhnya. Lelaki Batak yang dibesarkan dalam iman Kristen ini menyeberang ke Islam, dan menikah dengan seorang muslimah. Ops, bukan karena wanita itu, tetapi karena pergulatan batin, termasuk setelah membaca sebuah buku tulisan Ahmad Dedad.
Dan benar, dia pun harus memelas kepada ibunya, manusia yang paling dihormatinya di muka bumi.
Ibuku yang kucintai, jangan lagi terus-terusan engkau berdiam diri dan menjauhi menantumu itu. Dia sangat baik, Ibu. Dia sudah banyak berkorban untukku, juga untuk ketiga cucumu
Entah sengaja abai, atau memang tidak “tersosialisasi” dengan memadai, tidak banyak yang menyadari Islam dan Kristen adalah agama yang paling banyak persamaannya. Ironisnya, dua agama ini pula yang paling banyak menorehkan sejarah kelam permusuhan hingga hari ini.
Perpindahan keyakinan dari Islam ke Kristen dan sebaliknya, terasa lebih “seru” dibanding ke agama di luar itu, padahal, jika dicermati dengan pikiran jernih, Kristen dan Islam kadang terlihat seperti dua sekte dari satu agama.
“Allazina amanu wa ‘amalussalehah,” itu kalimat yang paling sering muncul di Al-Qur’an. Artinya? Ada di Alkitab, Mazmur (37:3) “Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik.”
Itu barangkali pesan yang ingin disampaikan Jarar ketika menuliskan kalimat yang menggetarkan, yang jadi judul tulisan ini.
Inilah yang ingin kukatakan padamu, Ibu, dengan setulus hatiku: justru setelah aku menjadi muslim, maka aku makin yakin bahwa Kristen, agama kalian, tidak salah
Al-Qur’an tidak pernah mengingkari Yesus Kristus, Isa Putra Maryam. Bahkan narasi tentang Isa dalam Al-Qur’an adalah salah satu cerita yang paling rinci di antara kisah-kisah utusan Allah. Penghormatan kepada sosok ini juga istimewa: Kalamullah (Kata-kata Allah) dan Ruhullah (Ruh dari Allah).
Disebut Kalamullah, karena Isa sudah bisa berkata-kata semasa bayi. Dipastikan, kata-kata itu memang milik Allah, karena bayi manusia biasa jelas belum bisa bicara. Disebut Ruhullah, karena dia memang ruh yang ditiupkan ke tubuh perawan Maria.
Meski tidak mengakuinya sebagai anak Tuhan atau Tuhan itu sendiri, Al-Qur’an mengakui Isa adalah sosok yang “mengandung” keilahian lebih, bahkan dibanding Rasulullah Muhammad SAW, yang punya riwayat genetik manusia biasa.
OK, Adam memang diciptakan tanpa ayah dan ibu, tetapi jelas-jelas dikatakan dibuat dari tanah. Sementara Isa, adalah ruh yang ditiupkan Allah ke tubuh seorang gadis yang belum pernah disentuh lelaki.
Satu-satunya perbedaan, dan sialnya membawa dampak teologis yang luar biasa, adalah soal cerita penyaliban Yesus. Bila Kristianitas mengakui Yesus merasakan penderitaan di kayu salib untuk menebus dosa manusia, Islam menolaknya, karena Allah telah lebih dahulu mengangkatnya ke langit.
Tapi benar-benar cuma di episode itu! Baik Kristen maupun Islam, sama-sama menyebutkan Isa atau Yesus akan turun menjelang hari perhitungan. Meski disebut dalam hadist-hadist shahih, artinya diucapkan oleh Muhammad SAW sendiri, saat ini memang muncul pengingkaran terhadap hal itu di kalangan umat Islam.
Di lain pihak, tidak sedikit kaum muslimin yang beranggapan, “Penerus Pekerjaan” yang disebut-sebut Yesus dalam Yohannes 14:16-26 adalah Muhammad SAW. Klaim yang tentu saja dibantah habis-habisan oleh umat Kristiani. (Hufh! Dua kakak beradik, anak-anak Ibrahim ini emang paling susah diakurin!)
Momen yang bisa dipastikan akan merekonsiliasi dua “sekte” yang berbeda ini adalah saat turunnya Yesus, Isa Al Masih ke bumi. Islam menyebutnya akan meneruskan ajaran Muhammad, sementara Kristen menegaskan Yesus datang demi Kerjaan Surga. Lagi-lagi adu klaim.
Sayangnya, kita mungkin tidak cukup beruntung untuk mendengar langsung dari Isa, siapa benar, siapa salah, atau sebenarnya sama-sama benar, tetapi dipahami salah.
*****
Jika memang Kristen sudah diketahuinya benar, mengapa tak balik lagi ke sana? Kan seorang Jarar Siahaan tidak perlu berhadapan dengan kerepotan-kerepotan itu? Tentu saja, hanya dia yang tahu, dan saya tidak menganjurkannya untuk menerangkan kepada kita. Agama bagi saya bukanlah perayaan komunitas, tetapi jalan sunyi menuju Sang Kebenaran.
Tapi saya jadi ingat obrolan asyik dengan Almarhum Bapak saat saya masih SMA dulu. Dia berpanjanglebar menjawab pertanyaanku yang singkat saja: “Mengapa Tuhan menurunkan agama lebih dari satu?”
Tuhan itu Mahabaik, demokratis kata orang sekarang. Dia mau berepot-repot mendesain beberapa agama, karena Dia ingin memenuhi selera beriman manusia yang berbeda-beda. Satu agama sebenarnya lebih cocok buat seseorang, atau suatu kaum, daripada agama yang lain.
Kau misalnya, kurasa lebih cocok kau jadi Kristen. Kau beriman, dan sebisanya berusaha berbuat baik. Tapi kau malas shalat, malas dengan begitu banyak ritual-ritual yang tertata rinci, yang menjadi ciri Islam. Kau pun selalu bilang, lebih percaya cinta daripada keadilan. Cinta itu esensi Kristen, sementara keadilan adalah pesan utama Islam.
Cobalah mulai kau pelajari Alkitab pelan-pelan, huehehehehe…
Saat itu, ungkapannya itu cuma kumaknai sebagai sindiran halus, karena shalatku bolong-bolong (hal yang masih terus lestari hingga saat ini). Tetapi kalau dipikir-pikir, mungkin ada benarnya juga… Sebuah agama lebih cocok bagi seseorang, atau suatu kaum, daripada agama lain.
-
Bila Anda memahami Tuhan sebagai Yang Mahaamatbaik, sedemikian baiknya hingga rela mengorbankan “anak” satu-satunya menebus dosamu, pilihlah Kristen. Tapi ngga cukup gitu aja dong. Percaya kepada Yesus Sang Penebus, berarti harus hidup dengan cinta kasih. No free lunch, Dear…
-
Bila Anda percaya Tuhan memang Mahabaik, tapi ngga segitu baiknya, sebab hanya akan mengampuni dosa-dosamu lewat pertobatan, monggo ke Islam. Shalatlah minimal lima kali sehari semalam, puasa minimal sebulan dalam setahun, bersedekah, dst. Untuk apa? Bukti kepatuhanmu kepada Tuhan, dan melatihmu berlaku adil kepada sesama manusia.
-
Silakan diperpanjang sendiri deh listnya. Udah mulai puyeng nih.
Kesimpualannya aja deh. Lae Jarar mungkin merasa, desain Islam lebih memenuhi “style imannya” daripada agama sebelumnya. Jadi, sama sekali bukan tentang ini benar, itu salah. Mudah-mudahan terkaan saya benar, sebab kalau tidak, berarti saya salah. @#$%^%$# Pusiiiiing
Wallahu a’lam.
Kalo Anda belum pusing, monggo cicipi tulisan ini juga.
Jika Semua Agama Benar, Tuhan Tampaknya Sedang Belajar

Bagiku agamaku, bagimu agamamu.
Senang membaca tulisan Anda.
Bila ingin menambah wawasan untuk anda silahkan dengan Ceramah Hj. Irena Handono seorang kristen yang menjadi muallaf yang dapat diposting di sini http://www.pakdenono.com/kristologi.htm . Wassalam Wr.wb
memang kristen sama islam adalah sama yaitu agama langit, jadi ajarannya hampir sama. juga sama pula tempat asalny timur tengah jadi agam impor semua kan?
kok nggak ada ya agama yang asli asal indonesia? tapi kita suka mempermasalahkan.
ayo ekspor agama asli indonesia, jangan impor
Ada agama ekspor agama indonesia yaitu anismesme dan dinasmise mungkin anda penganutnya!
Ada tapi bukan agama yaitu kepercayaan dinamisme dan animisme mungkin anda penganutnya.
ada guyonan: kalo ada agama turun di indonesia, ga bakal jadi besar, karen umatnya males nyebarin
wah, soal spiritual memang selalu jadi bahan diskusi yang menarik dan bisajadi sangat ‘panas’ (kipas-kipas dulu aahh).
gini, bang. saya gak punya penjelasan yg cukup bagus, tapi jujur aja, tiga puluh delapan taun jadi muslim, saya merasa kedekatan saya dengan Tuhan makin intens, tapi dengan cara saya sendiri. entah benar entah salah, makin ke sini saya makin merasa bahwa Tuhan itu gak jahat dan kejam yg sukanya nakut2in: kalo gak sholat, masuk neraka! kalo gak puasa, masuk neraka! kalo rajin sholat dan puasa, tiket ke surga pasti dapet!
menurut saya kok gak sesederhana itu. Tuhan mau kita jadi umatnya yang baik, gak jahat sama orang lain, bukan sekadar ‘muslim’, jadi seperti robot yang solat begitu denger adzan, tapi diluar itu gak jelas kelakuannya.
ah ga tau deh, saya juga mulai puyeng, hahahah…
btw, tadi saya ngobrol sama si perempuan dengan tiga hati. kita berdua g ngerti, kenapa ya bang toga gak pernah ngerespons email2 dari kita, para penggemarmu?? alamat emailnya salah atau….
tenkyu, bang! selamat berbuka puasa
@Mbok Venus.
………………………. you got m@il………………….
dari penggemarmu.
Bang Nesia… terima kasih. Saya senang mendapat balasan e-mailnya. Langsung klik ke sini.
Luar biasa…!!!
Saya acungi jempol atas keberanian menuliskan isi hati nurani terdalam ini! Patut diteladani. Menulis dengan hati terasa sekali “roh”-nya, dan itu saya tangkap dari tulisan Bang Nesia.
Karena religiositas saya pikir lebih menyangkut hati daripada otak – apalagi tangan (meski sebetulnya the whole body-and-soul) – agama mestinya lebih mengedepankan iman yang dihidupi daripada sekedar deretan perintah yang ditaati secara buta. Agama (religion) akan sungguh menjadi “jalan” peziarahan hati yang jujur, tulus dan bertanggung jawab. Sebuah agama bukanlah Tuhan, dia hanya jalan di antara jalan-jalan yang lain menuju Tuhan.
Mengapaaaaaaaaa…. hal ini sulit dimengerti ya Bang?
Salam dan simpati.
Kandar Ag.
God bless you and family!
Wah, ternyata ada yang berpikiran gini juga toh. Saya terus terang sudah lama sekali menganggap kalo beragama itu ya masalah cocok cocokan itu.
Buat saya Agama adalah sebuah hubungan antara kita dengan Tuhan secara individu , dan bukanlah sebuah konsumsi publik utk di pertentangkan .
Terkadang seorang yg tak beriman tapi dalam hidupnya selalu berbuat baik , lebih berharga di mata saya dari pada seorang yang mengaku beriman tapi selalu berbuat jahat ..
salut , ada seorang muslim yang menulis dengan cukup jujur , versi islam yang selama ini saya baca …ehhmm terlalu menyudutkan kami ………
tetep aja di negara ini kita
dipaksaharus milih yaktambah heboh disiko hah
pinter kali kau bahasa kampungku lae hehe
Iyolah si emil itu adikku, dia temanmu kah? Anak Mamak (Oom) ku, sekarang di LA TV dia tuh, alah jadi director program, terakhir aku tau yg serem itu, kriminal-apalah judul acaranya? lupa aku. Dulu Di Forum n macem2 lagi. Dah baca bukunya Lae? Tttg Medan jadul tuh.
Kalo mau tar aku kasih deh nomor hp nya.
Pengen komen tapi perlu mikir lama nih, aku lagi sok busy bgt. BRB deh tar!
satu lagi lae, binsar vs bakara temanmu jugakah?
LUAR BIASA!
I’m sorry,
Pls Forgive me,
Thank U & I Love you
Aih, Bang Toga, maafkan diriku salah mengiramu sebagai orang lain. saya kurang tanggap. Saya pikir ini Nesia yang feminin. Hehehehe….
salam cinta!
Aku suka sekali yg ini:
“Agama bagi saya bukanlah perayaan komunitas, tetapi jalan sunyi menuju Sang Kebenaran.”
bagiku juga gitu lae, agama sangat privat, antara aku dan DIA Sang Maha Cinta, aku lebih suka mengingatnya begitu. Kalau mau dipertentangkan ah cape deeeh, pusing lagi berkeliling keliling hehe…
yah…sedikit pemikiranku udh terwakili ama yg atasku
Great. keren banget, biarpun ngaku kepusingan, tetapi nesia menuliskannya dgn jenius.
Btw, kenapa sih pusing milih agama ? dari Kristian, masuk menjadi Moslem, setelah itu ternyata menyadari Kristen yg baik. dan, “saya Jamin”, setelah balik ke Kristen, pasti balik lagi menyadari bahwa islam yg terbaik. percayalah, itu manusiawi.
agama apapun, jika kita menjiwainya, disitu akan membimbing kita ke jalanNYA.
)
ada kata2 Gibran yg saya suka : (daripada saya tulis ayat2 hayo…
Burung malam yg bermata kelam, dia yg buta terhadap siangnya hari, tiada mungkin membuka rahasia tabir cahaya.
so, jgn sampai kita menjadi buta.
salam.
Aq ga pernah menyukai agama.. namun aq ga membencinya..
membahas agama sama saja dengan mengajukan pertanyaan
mau percaya karena cinta atau cinta karena percaya..
semuanya… ada karenanya..
cuih..
saya percaya bahwa agama itu membawa kebajikan apapun bentuk dan konsekuensi penerapannya ..Namun saya lebih percaya kalau dengan menghargai perbedaan adalah kebajikan absolut.
“dan janganlah engkau memperseterukan agamamu dikarenakan politik..”
-at tikah bangetth ayat blahblah-
hehehe..
Oooo….. begitu yak ?
(masih bingung dan garuk-garuk kepala….)
Agama diturunkan…?? Wah turun dari mana yah..? Dari langit maksudnya? Tuhan menurunkan agama?? He he he
Agama itu bikinan manusia, itu udah jelas banget… Yang jelas, mau beragama atau tidak itu harusnya jadi urusan masing-masing pribadi…
Surga dan neraka itu bikinan manusia, coba aja: kalau kamu pindah agama maka kamu akan dihujat dan dicaci habis-habisan, malah mungkin nggak punya privilege right lagi di keluargamu.. Itulah dia neraka, yang marah manusia, yang menghujat manusia dst… Sorga? Naa sorga kebalikannya, mereka yang seiman dengan kamu yang telah pindah itu pasti akan menerimamu, melayanimu dengan sangat baik… He he he.. sekali lagi yang manusialah yang bikin sorga, yang menerimamu dengan baik, yang melayanimu…
Jadi… Gimana baiknya ajalah… yang penting bagaimana perbuatan kita ke orang lain… itu aja… so simple like that kok…
Good point ..
OOT : Tampilannya blog-nya keren euy
Wah..lae kita si jafar ini sepertinya terjebak pada sinkritisme ( bukan menuduh..tapi mohon maaf bila salah )…Yesus tidak pernah membawa agama…tapi Dia membawa hidup kekal bagi siapapun yang percaya kepadaNya ( tanpa Paksaan ). oleh sebab itu,,saran saya adalah..cobalah untuk menguji keTuhanan Yesus supaya anda dapat menemukan jawabannya,,sebab saya percaya DIA senang untuk dicari dan ditanyakan soal eksistensinya..selamat hunting
semua agama itu memang mengajarkan hal yang baik..
tapi hanya ada SATU AGAMA yang benar dimuka bumi ini..
Islam datang ke muka bumi untuk menyempurnakan semua kepercayaan yang ada…
selamat berpuasa..
“agama” itu urusan hati ga bisa dipikirin…hehehe
jadi dimana hati anda dibuka ..disitu anda menemui “kebenaran”
jadi banyak jalan menuju roma kan?
bener ga yah?
mari kita saling menghormati agama yg ada didunia ini, dan lebih mencintai alam dan menghargainya, pasti pemilik alam ini akan “Ridho” ke kita semua
Iya neng tapi mesti dipelajari Rosul Menyuruh kita “la ikraha fidiin” , sehingga eneng teh ngartoos!
Dari banyak orang yg pindah agama dari kristen ke muslim biasanya fanatiknya luar biasa. Tapi ternyata ada juga yang semakin memahami ajaran kristen itu setelah pindah agama ke islam (saya salut). bagaimana orang2 muslim bisa berbeda pandangan terhadap kaum kristiani dan ajarannya ? apakah ada kaitannya dengan ajarannya (islam) atau memang karena orangnya ? Aku setuju kali kalau islam dan kristen itu hidup berdampingan secara damai. Saling menghormati/menghargai satu sama lainnya. Aku kagum dengan keislamannnya pak JJ ini. Sangat demokratis dengan tetap tidak melanggar hal-hal prinsipil dari ajaran agamanya.
Kristen mengajarkan saling mengasihi sesama manusia tanpa memandang apa agamanya, apa salahnya seorang muslim mengucapkan selamat natal kepada teman/tetangga/kerabatnya yang kristiani ketika mereka merayakan natal, apakah karena kalau itu dilakukan melanggar Sunnah Rasul ? apakah karena kristiani adalah kafir ? Atau satu hal yang di haramkan oleh muslim ?. Aku seorang kristiani – sangat terbuka untuk menerima teman2 ku yang muslim yang mengucapkan selamat natal dan demikian juga sebaliknya aku bisa mengucapkan selamat hari raya untuk mereka. Istriku pernah menyediakan air minum (aqua gelas) waktu seorang kerabat muslim berkunjung kerumahku, dengan rendah hati kami menawarkan minuman itu, sampai dengan beliau itu berpamitan pulang minuman itu tidak disentuh sama sekali. Ahh..sedih kali aku waktu itu, aku hanya bisa menatap wajah istriku yang penuh tanya. Apa salahnya di minum ? ah…pusing juga aku…lebih sakit memberi tapi tidak diterima daripada meminta tapi tdk di beri….aku bilang istriku : Sabarlah sayang..aku tau engkau menghargai semua tamu yang berkunjung kerumah kita, istriku telah membuat yang terbaik.
Sebenernya masalah islam-kristen ada pada intepretasi penganutnya… ada yang keras, ada yang biasa-biasa aja, ada yang masa bodoh.
Ketika ada saudara saya yang beragama lain meninggal dunia, saudara saya yang lainnya yang seagama dengan saya berkata “Wah, masuk neraka dia..” spontan saya berkata “Wah belom tentu… kita belom tau siapa yang benar… karena selama ini kita merasa agama kita yang benar… tapi kita tidak tahu apakah agama kita memang benar… nanti ada saatnya.. kalo situ sudah nyusul saudara yang meninggal itu”
Nah karena intepretasi tadi, kita (sering) langsung berpendapat secara sepihak… bahwa yang lain salah… kita yang paling benar… padahal semua itu masih absurd… karena walau kebenaran itu absolut, tapi cara kita memandangnya masih relatif.
Akhirnya dasar masalah yang terjadi saat ini antara 2 agama ini sekarang ini bukan terletak pada ajarannya tapi lebih terletak pada penganutnya… tapi ya… intinya memang disitu…
Kita boleh menerima pemikiran bahwa agama yang kita anut itu benar dan yang terbaik… tapi jangan langsung menganggap agama lain itu salah… tiap orang punya sudut pandang dan keyakinan masing2… selama ini saya memandang agama selain yang saya anut bukan salah tapi berbeda… karena pada umumnya agama tidak pernah mengajarkan kejahatan… karena kejahatan itu adalah salah.
Yang penting adalah jangan melihat sebuah agama itu hanya dari kelakuan penganutnya… karena banyak orang-orang membawa jargon agama, tapi kelakuannya jauh dari ajaran agama yang dibawa.. dan yang lebih parahnya… mereka berkelakuan anarkis tapi bawa2 embel2 agama dan berseragam ulama…
Jika anda sedikit saja mau mengkaji Alquran, maka dengan jelas dan pasti, anda akan mengetahui bahwa agama para Nabi adalah Islam. Nabi Ibrahim itu agamanya Islam, Nabi Yusuf itu agamanya Islam, Nabi Musa itu agamanya Islam, Nabi Isa itu agamanya Islam, Nabi Muhammad itu agamanya Islam, demikian juga Nabi-nabi yang lain semuanya beragama Islam. Itulah satu-satunya agama yang berasal dari Tuhan yang sama yang didesign dan diperuntukkan bagi manusia ciptaan-NYA. Itulah satu-satunya agama “Langit”.
Adapun agama selain itu pastilah buatan manusia, bukan agam “Langit” yg selama ini dikatakan sebagian orang. Kristen adalah agama buatan manusia, Hindu adalah agama buatan manusia, Budha adalah agama buatan manusia, Konghucu adalah agama buatan manusia.
Coba buka kitab Injilmu, carilah pernyataan yang menyatakan bahwa Nabi Isa itu agamanya Kristen, kecuali itu dialamatkan ke Isa yang lain.
@Muhammad
Wah… wah… wah… apa pula ini??
weiksss…..terlonggong longgong baca tulisan muhammad!!!!
wah..lagi2 ngomongin agama..
Ga tau npa muslim paling gencar musuhin Kristen, di Kristen ga diajarin untuk memusuhi orang lain, apalagi situlis tegas musuhin Islam, ini terjadi gara2 ego manusia, Misi Kristen yang sebenarnya : PERGI keseuluruh dunia dan beritakanlah berita sukacita
KRISTEN bukan AGAMA, Kristen itu “olokan” dari orang ANthiokia kepada pengikut YESUS, dan digunakan sampai sekarang.. yang diikuti aja ( YESUS )udah diakui di ALQURAN klo DIA lahir kudus, itulah kenapa kami selalu berpegang dan BANGGA menjadi pengikut KRISTUS, di ALQURAN pun di tulis klo yang datang sebagai HAKIM akhir zaman adalah ISA ALMASIH ( panggilan Yesus dalam bahasa Arab ), jadi Kristen bukan buatan manusia ( agama ), Kristen disebut agama karena tradisi..
klo ALLAH merasa ajarannya kurang sempurna napa DIA harus cape2 nurunin “NABI” yang SUCI buat memberitakan injil? trus napa man ISA aja satu2x yang SUCI? napa nama ISA lebih banyak disebut daripada “setelahnya” dalam Versi ALQURAN?Napa harus ISA yang turun jadi HAKIM bukan nabi setelahnya? Napa masih harus mendoakan nabi setelahnya saat kita harus berdoa?
Menilik dari masa akhir zaman NUBUAT yang tertulis dalam ALKITAB sudah terpenuhi, jika teman2 muslim tiadk berkeberatan bukalah kitab WAHYU dan kaji dengan masa sekarang AMAZING
Napa ALKITAB mempunyai banyak ajaran yang sama dengan ALQURAN?itu karena ALKITAB sudah duluan ada
Satu hal yang ga berani diingkari di ALQURAN adalah masa akan datang setelah “Muhammad” hidup yaitu tetap menulis apa yang ALKITAB bilang bahwa yang bakal menghakimi dunia adalah ISA ALMASIH bukan dia
Napa akhir zaman ini SATAN2 semakin gencar memerangi KRISTEN( pengikut Kristus?)?
Cuma bedanya ada Kalau Injil, Perjanjian lama dan Perjanjian Baru sulit dibedakan antara mana firman Allah dan perkataan pengikut-pengikutnya (dalam agama islam Hadist), dalam hal ini mana tingkatan perkataan pengikut-pengikutnya yang paling tinggi sampai yang terendah. Sedangkan dalam Islam telah dibedakan mana itu Firman Allah mana itu Hadist, dan dalam Hadistnya ada tingkatannya. Mengenai ketahuidan dalam Islam Nabi Isa itu adalah bukan anak Allah, tidak ada Dzat yang sama dengan-Nya. Lihat kutipan Surat Maryam berikut ini :Maryam (19)
-Verse 35-
مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
Ma kana lillahi an yattakhitha min waladin subhanahu itha qada amran fainnama yaqoolu lahu kun fayakoonu
Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. Mengenai Isa Al Masih Akan turun kebumi lihat berikut ini :Nabi Isa a.s akan Turun ke Bumi
19-11-2007 / 11:55:05 Oleh : Sobat #143 [ Dibaca : 3463 ]
Apakah benar Nabi Isa a.s. meninggal disalib dan diangkat oleh Allah ke langit dan akan turun kembali ke bumi untuk menghancurkan salib-salib ? (Syahid)
Menurut informasi yang didapatkan dalam kitab suci Al Quran, Nabi Isa tidak meninggal karena disalib seperti yang diyakini umat Kristiani.
Yang disalib adalah orang yang berkhianat pada Nabi Isa dan dia diserupakan seperti Nabi Isa a.s.
Silakan perhatikan ayat berikut, Dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,” padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (Q.S. An-Nisaa 4: 157).
Tetapi yang sebenarnya, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (Q.S. An-Nisaa 4: 158)
Kalimat Allah telah mengangkat Isa mengandung beberapa makna. Ada sebagian umat Islam yang memahami redaksi tersebut secara harfiah, mereka percaya bahwa Nabi Isa belum mati dan sekarang masih hidup di langit dan suatu saat akan turun ke bumi untuk meluruskan kekeliruan- kekeliruan umatnya.
Pendapat ini dikuatkan juga dengan sejumlah hadis. Namun, kalau kita telaah secara saksama, ternyata hadis-hadis tersebut semuanya bermuara pada dua orang perawi, yaitu Ka’ab al-Ahbar dan Wahab bin Munabbin.
Kedua orang tersebut mantan penganut agama Kristen. Di antara ulama hadis, ada yang menilai bahwa informasi tentang kehidupan Nabi Isa di langit dan akan turun ke bumi pada hakikatnya bersumber dari sisa kepercayaan kedua perawi tersebut.
Ustadz Sayyid Quthb mengingatkan bahwa dalam permasalahan yang berhubungan dengan keimanan, terutama masalah-masalah yang gaib seperti persoalan Nabi Isa a.s., riwayat-riwayatnya harus berlandaskan pada dalil-dalil yang sangat kuat atau qath’i, bahkan status periwayatannya harus mencapai derajat mutawatir. Ternyata, menurut penelitian para ahli hadis, semua riwayat yang menjelaskan bahwa Nabi Isa a.s. belum wafat dan akan turun lagi ke bumi tidak mencapai derajat mutawatir.
Apabila riwayat-riwayatnya sulit dipertanggungjawabkan maka makna Allah mengangkat Isa harus kita pahami sebagai bahasa majazi (kiasan). Menurut Ustadz Quraish Shihab, ayat ke-55 dalam Surat Ali Imran yang berbunyi …Dan Aku (Allah) akan mengangkatmu ke sisi-Ku… bukanlah dalam pengertian diangkat fisiknya, melainkan di angkat derajatnya ke sisi Allah.
Apakah Nabi Isa a.s masih hidup? Allah swt. menegaskan dalam Surat Ali Imran ayat 55, (Ingatlah), ketika Allah berfirman, “Hai Isa, sesungguhnya aku mutawaffiika dan mengangkat kamu kepada-Ku” (Q.S. Ali Imran 3: 55). Makna mutawaffika adalah mewafatkan.
Jadi, cukup jelas bahwa Nabi Isa a.s telah wafat dan derajatnya diangkat di sisi Allah.
Kesimpulannya, semua riwayat yang menjelaskan bahwa Nabi Isa belum wafat dan akan turun ke bumi bermuara pada perawi yang bernama Ka’ab al-Ahbar dan Wahab bin Munabbih dan keduanya pernah beragama Kristen.
Sementara, Surat Ali Imran ayat ke-55 begitu tegas menyebutkan bahwa Nabi Isa telah wafat. Orang yang telah wafat hanya akan dibangkitkan pada hari kebangkitan dan tidak ada satu ayat pun yang menjelaskan bahwa Nabi Isa akan dibangkitkan sebelum kiamat dan akan turun lagi ke bumi.
Wallahu a’lam
Trus nanggapi Muhammad
udah kejawab emang napa nabi ISA ga ditulis agamanya Kristen? jawabannya: KRISTEN bukan agama, KRISTEN itu PENGIKUT ISA / YESUS
Agama itu nama buatan manusia, aku aja ga terlalu ngambilpusing ma sebutan agama, lo orang tanya maka aku akan jawab : AKU KRISTEN, pengikut Yesus
Oya klo Kristen agama buatan manusia napa isi ALQURAN ((menurut cerita bang JAFAR beserta pembuktiannya) mirip ma ALKITAB yang notabene duluan keluar dari ALQURAN?dan nabi – nabinya sebagian besar sama?jawab napa!
Untuk para komentator di topik ini:
Tak bisakah barang sejenak, minimal saat berkenan singgah di sini, Anda istirahatkan perasaan paling benar Anda itu?
Tolonglah tangkap semangat saya untuk mengedepankan saling pengertian dan kebersamaan dalam kerangka kerendahhatian dan saling penghargaan.
Toh, masih sangat banyak situs, blog, dan forum untuk berdebat seperti itu kan? Janganlah di sini… Plis…
Jangan iris hati saya, saat terpaksa mengedit, bahkan menghapus komentar Anda, karena bagi saya, setiap huruf yang Anda titip sebagai komentar, saya anggap sebagai mutiara pemikiran yang sangat berharga.
Tuhan memang ingin kita berbeda, sebab jika Dia ingin kita satu, siapa yang kuasa melawan kuasa-Nya?
Terima kasih…
Dan… semua agama lain juga benar..
Damailah Indonesia dan semuanya..
Andaikan semua agama dari dulu dibawa dengan benar !
Artinya tanpa terpengaruh dengan keinginan yang menyebarkannya
Mungkin perdebatan, pusing yang dirasakan oleh semua tidak akan terjadi.
“lah wong yang benar cuma satu kok Allah yang menciptakan jagat raya ini, Gitu aja kok repot” Gus dur juga gitu
kalau ada 2 zat Allah berarti dia yang tidak benar.
Perhatikan aja keteraturan alam ini, pasti kita dibawah pengaturannya.
Maaf, saya tak sependapat dengan Gusdur, memcampuradukan mana yang haq dengan keimanan dan tujuan politik, Islam tidak sama dengan Demokrasi. Demokrasi merupakan produk manusia
yang penuh dengan unsur politis praktis. Dan Nu bukan suatu Aliran Agama melainkan suatu organanisasi. Islam ya Islam…!mangkanya kelompoknya pecah.
=> untuk bang Toga:
aih..aih bang Toga, sampai segitunya… saya yang baca jadi terbawa sedih…
=> untuk komentator
Kenapa masih mencari mana yang benar dan mana yang salah.. Semua agama ada kelebihan dan kekurangannya. Semua pemeluk agama menganggap agamanya yang paling benar, karna itulah dia memeluk agama itu.
Nah, yang absolutely benar itu TUHAN. Masih mau mempertanyakan kebenaran TUHAN??!!
Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup tidak ada seorang pun yang sampai Kepada Bapa kalau tidak melaui Aku.
Bang Toga tentu tau perkataan siapa ini….
resapi baik2 kata ini dalam hati Anda..
yah terserah sih mau ato ga……
at least saya udah memberi comment a smpliy comment
Isa As mengakui kalo TUHAN itu satu!
Tuhan Maha Tahu…
Tidak ada benarnya kalo saling memperdebatkan agama, tidak ada salahnya juga kalo anda yakin akan kebenaran ajaran agama anda.
Hanya Tuhan yang tahu apakah anda berhak masuk Sorga atau wajib masuk Neraka.
kepada saudara muhammad, coba kaji lagi al quran anda, ayat yang menjabarkan bahwa nabi2 yang anda sebutkan sebelum muhammad, melakukan sholat!!
Dan memang di dalam alkitab tidak ada satu ayat pun yang menuliskan apa sebenarnya agama yang anda sebut “nabi isa”. Ya jawabnya simpel aja, karena gak mungki lah Tuhan menjadi pengikut suatu agama, tapi justru Dia yang diikuti.
Dan kenapa Dia saya sebut Tuhan?
Jawabnya:
Sekedar intermezo. Saya memang seorang seorang kristen, tapi jujur saya akui saya bukan seorang kristen yang taat.
Tapi dengan segenap hati dan iman saya, saya mengakuin bahwa Yesus itulah Tuhan yang satu2nya.
Karena apa?
Ada tertulis (tapi sori ya lupa ayatnya):
Yesus yang bilang ya
” AKULAH JALAN, KEBENARAN DAN HIDUP. TIDAK ADA SEORANG PUN YANG DATANG KEPADA BAPA KALAU TIDAK MELALUI AKU”
Yang artinya: TIDAK ADA SEORANG pun yang dapat masuk surga kalo tidak percaya kepada Dia.
Dan satu lagi
“KARENA BEGITU BESAR KASIH ALLAH AKAN DUNIA INI SEHINGGA IA TELAH MENGARUNIAKAN ANAKNYA YANG TUNGGAL, SEHINGGA SETIAP ORANG YANG PERCA KEPADANYA TIDAK BINASA MELAINKAN BEROLEH HIDUP YANG KEKAL”
Artinya BINASA masuk neraka gitu loh!!!
A B C D E F G
merdeka!
Nice reading.
Seharusnya tidak perlu diperdebatkan agama mana yang benar dan agama mana yang salah, karena hal itu sangat subjektif. Bagiku, tentunya, agamaku paling benar. Saya percaya bahwa netralitas penulis dalam hal ini tidak perlu diragukan.
Lae Toga, bisa gak kasih alamat email pribadi? Mana tahu Lae masih ingat sama saya.
Japri ke: lontung.simamora@id.bureauveritas.com
Hal paling penting dr agama itu soal ketuhanan. Untuk kasus Almasih (keberkahan Allah atas beliau) yg satu mengatakan tuhan, yg lain mengatakan bukan tuhan sehingga menyamakan keduanya jelas cacat secara logika. Tidak ada perbedaan yg lebih tinggi dr kedua pernyataan tersebut karena tidak ada pengertian antara yg bs mengkompromikan keduanya.
Sementara memang ada kesamaan antar agama2, tapi perbedaannya juga tidak kurang2 banyaknya. Saya mengamati persamaan2 itu kebanyakan adlh hal2 yg kasat mata dan sudah jelas bahkan seorang ateis pun dgn mudah mengetahuinya. Contohnya jgn mencuri, membunuh dll. Artinya kt bs menjadikan diri kita tolok ukur, kalo tidak mau barangmu dicuri ya jangan mencuri punya org lain misalnya.
Sementara perbedaan2 yg ada boleh jadi bs ditengahi jika tidak seperti kasus ketuhanan di atas. Misalnya Almasih turun ke dunia melakukan A sementara yg lain mengatakan melakukan B, dua pernyataan ini bs dikompromikan bahwa bs jadi akan melakukan A dan B karena jika A bukan merupakan negasi B maka melakukan keduanya tentu tidak kontradiktif dengan kedua pernyataan tersebut. Namun perbedaan2 lain yg tidak bisa ditengahi juga banyak.
Dengan demikian argumen bahwa masing2 org punya kecocokan thd agama2 tertentu mungkin saja benar, tapi jelas tidak bs disetarakan secara mutlak karena tidak mungkin 2 org yg beraksi bahwa “dia sedang menulis ” satunya “dia tidak sedang menulis” adl sama2 benar.
agama itu masalah antara kt dan Tuhan,org lain tidak perlu protes dgn apa yg kita pilih.Jujur status sy sekarang seorang muslim di mata manusia tp tidak di mata Tuhan krn sdh hmpir 2 thun sy tidak pernh sholat lg dan parahnya tahun ini tidak menjalankan puasa 1hari pun.Mungkin krn sdh dewasa sy sdh bs berpikir mana yg masuk akal dan yg tidak.Skrang sy lebih memilih percaya kalau TUHAN MEMANG BENAR ADANYA,TAPI AGAMA YG SELALU DI ANGGAP MANUSIA SBG JLN MENUJU TUHAN Tidak sy yakini 100%lg.Saya besar di antara ortu yg berbeda agama dan sy berkesimpulan Tuhan itu Nyata,mencari surganya bukan dengan cara memilih agama yg notabene menurut sy tidak ada yg sempurna.Penganut agama yg 1 percaya klo itulh yg pling benar bgt pula sebaliknya yg ujung2nya hanya memacu perdebatan.JADI BUAT SAYA PERCAYA TUHAN,MENGAKUI KEBESARANNYA,BERBUAT BAIK KEPADA SESAMA ITULAH CARA YANG PALING BAIK UNTUK MENUJU SURGA BUKAN DENGAN MENGANUT SALAH SATU AGAMA YANG SUDAH JELAS-JELAS DI BUAT MANUSIA.Bagi yg Fanatik dengan agamanya saya ingin bertanya Adakah seseorang yang sudah pernah membuktikan bahwa agamanyalah yg paling benar tapi bukan dengan mengandalkan apa yg kalian sebut dengan KITAB SUCI ITU???
Semua agama tidak sama, ada yang mengajarkan kasih sayang dan perdamaian, tapi ada juga agama yang mengajarkan kebencian dan permusuhah seperti yang diuraikan secara murni dan objektif di artikel ini. Ini situsnya: http://religi.wordpress.com/2007/03/16/agama-langit-dan-agama-bumi/
AGAMA LANGIT DAN AGAMA BUMI
Ada berbagai cara menggolongkan agama-agama dunia. Ernst Trults seorang teolog Kristen menggolongkan agama-agama secara vertikal: pada lapisan paling bawah adalah agama-agama suku, pada lapisan kedua adalah agama hukum seperti agama Yahudi dan Islam; pada lapisan ketiga, paling atas adalah agama-agama pembebasan, yaitu Hindu, Buddha dan karena Ernst Trults adalah seorang Kristen, maka agama Kristen adalah puncak dari agama-agama pembebasan ini.
Ram Swarup, seorang intelektual Hindu dalam bukunya; “Hindu View of Christianity and Islam” menggolongkan agama menjadi agama-agama kenabian (Yahudi, Kristen dan Islam) dan agama-agama spiritualitas Yoga (Hindu dan Buddha) dan mengatakan bahwa agama-agama kenabian bersifat legal dan dogmatik dan dangkal secara spiritual, penuh klaim kebenaran dan yang membawa konflik sepanjang sejarah. Sebaliknya agama-agama Spiritualitas Yoga kaya dan dalam secara spiritualitas dan membawa kedamaian.
Ada yang menggolongkan agama-agama berdasarkan wilayah dimana agama-agama itu lahir, seperti agama Semitik atau rumpun Yahudi sekarang disebut juga Abrahamik (Yahudi, Kristen, dan Islam) dan agama-agama Timur (Hindu, Buddha, Jain, Sikh, Tao, Kong Hu Cu, Sinto).
Ada pula yang menggolongkan agama sebagai agama langit (Yahudi, Kristen, dan Islam) dan agama bumi (Hindu, Buddha, dll.) Penggolongan ini paling disukai oleh orang-orang Kristen dan Islam, karena secara implisit mengandung makna tinggi rendah, yang satu datang dari langit, agama wahyu, buatan Tuhan, yang lain lahir di bumi, buatan manusia. Penggolongan ini akan dibahas secara singkat di bawah ini.
Agama bumi dan agama langit.
Dr. H.M. Rasjidi, dalam bab Ketiga bukunya “Empat Kuliyah Agama Islam Untuk Perguruan tinggi” membagi agama-agama ke dalam dua kategori besar, yaitu agama-agama alamiah dan agama-agama samawi. Agama alamiah adalah agama budaya, agama buatan manusia. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Hindu dan Budha. Mengenai agama Hindu Rasjidi mengutip seorang teolog Kristen, Dr. Harun Hadiwiyono, Rektor Sekolah Tinggi Theologia “Duta Wacana” di Yogyakarta sebagai berikut:
“Sebenarnya agama Hindu itu bukan agama dalam arti yang biasa. Agama Hindu sebenarnya adalah satu bidang keagamaan dan kebudayaan, yang meliputi jaman sejak kira-kira 1500 S.M hingga jaman sekarang. Dalam perjalanannya sepanjang abad-abad itu, agama Hindu berkembang sambil berobah dan terbagi-bagi, sehingga agama ini memiliki ciri yang bermacam-macam, yang oleh penganutnya kadang-kadang diutamakan, tetapi kadang-kadang tidak diindahkan sama sekali. Berhubung karena itu maka Govinda Das mengatakan bahwa agama Hindu itu sesungguhnya adalah satu proses antropologis, yang hanya karena nasib baik yang ironis saja diberi nama agama.” 1)
Samawi artinya langit. Agama samawi adalah agama yang berasal dari Tuhan (yang duduk di kursinya di langit ketujuh, Sky god, kata Gore Vidal). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Dalam bab Keempat dengan judul “Agama Islam adalah Agama Samawi Terakhir” Rasjidi dengan jelas menunjukkan atau menempatkan Islam sebagai puncak dari agama langit. Hal ini dapat dipahami karena Rasjidi bukan saja seorang guru besar tentang Islam, tetapi juga seorang Muslim yang saleh.
Bahkan dengan doktrin mansukh, pembatalan, para teolog dan ahli fikih Islam mengklaim, Qur’an sebagai wahyu terakhir telah membatalkan kitab-kitab suci agama-agama sebelumnya (Torah dan Injil).
Bila Tuhan yang diyakini oleh ketiga agama bersaudara ini adalah satu dan sama, pandangan para teolog Islam adalah logis. Tetapi disini timbul pertanyaan, apakah Tuhan menulis bukunya seperti seorang mahasiswa menulis thesis? Sedikit demi sedikit sesuai dengan informasi yang dikumpulkannya, melalui percobaan dan kesalahan, perbaikan, penambahan pengurangan, buku itu disusun dan disempurnakan secara perlahan-lahan?
Tetapi ketiga agama ini tidak memuja Tuhan yang satu dan sama. Masing-masing Tuhan ketiga agama ini memiliki asal-usul yang berbeda dan karakter yang berbeda. Yahweh berasal dan ajudan dewa perang, yang kemungkinan berasal dari suku Midian, dan dijadikan satu-satunya Tuhan orang Israel oleh Musa. Jesus salah seorang dari Trinitas, adalah seorang pembaharu agama Yahudi yang diangkat menjadi Tuhan oleh para pendiri Kristen awal. Allah adalah dewa hujan yang setelah digabung dengan dewa-dewa lain orang Arab dijadikan satu-satunya tuhan orang Islam oleh Muhammad. Jadi Yahweh, Trinitas dan Allah adalah tuhan-tuhan yang dibuat manusia. 2) (Lihat Karen Amstrong: A History of God).
Dan karakter dari masing-masing Tuhan itu sangat berbeda. Ketiganya memang Tuhan pencemburu, tetapi tingkat cemburu mereka berbeda. Yahweh adalah Tuhan pencemburu keras, gampang marah, dan suka menghukumi pengikutnya dengan kejam, tetapi juga suka ikut berperang bersama pengikutnya melawan orang-orang lain, seperti orang Mesir, Philistin dan Canaan. Jesus juga Tuhan pencemburu, tapi berpribadi lembut, ia memiliki banyak rasa kasih, tetapi juga mempunyai neraka yang kejam bagi orang-orang yang tidak percaya padanya. Allah lebih dekat karakternya dengan Yahweh, tetapi bila Yahweh tidak memiliki neraka yang kejam, Allah memilikinya. Di samping itu, bila Yahweh menganggap orang-orang Yahudi sebagai bangsa pilihannya, Allah menganggap orang-orang Yahudi adalah musuh yang paling dibencinya.
Jadi jelaslah di langit-langit suci agama-agama rumpun Yahudi ini terdapat lima oknum Tuhan yang berbeda-beda, yaitu Yahweh, Trinitas (Roh Kudus, Allah Bapa dan Tuhan Anak atau Jesus) dan Allah Islam. Masing-masing dengan ribuan malaikat dan jinnya.
Pengakuan terhadap Tuhan yang berbeda-beda tampaknya bisa menyelesaikan masalah soal pembatalan kitab-kitab atau agama-agama sebelumnya oleh agama-agama kemudian atau agama terakhir. Masing-masing Tuhan ini memang menurunkan wahyu yang berbeda, yang hanya berlaku bagi para pengikutnya saja. Satu ajaran atau satu kitab suci tidak perlu membatalkan kitab suci yang lain.
Tetapi disini timbul masalah lagi. Bagaimana kedudukan bagian-bagian dari Perjanjian Lama yang diterima atau diambil oleh Perjanjian Baru? Bagaimana kedudukan bagian-bagian Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang terdapat di dalam Al-Qur’an? Apakah bagian-bagian itu dipinjam dari Tuhan yang satu oleh Tuhan yang lain, yang ada belakangan? Atau persamaan itu hanya kebetulan? Ataukah para penulis kitab-kitab yang belakangan meminjamnya dari penulis kitab-kitab terdahulu?
Pembagian agama menjadi agama bumi dan agama langit, dari sudut pandang Hindu sebenarnya tidak menjadi masalah. Ini terkait dengan konsep ketuhanan dari masing-masing agama. Agama-agama Abrahamik atau Rumpun Yahudi (nama yang lebih tepat daripada “agama langit”) memandang Tuhan sebagai sosok berpribadi, seperti manusia, yang berdiam di langit (ke tujuh) duduk di atas kursinya, yang dipikul oleh para malaikat. Dari kursinya di langit itu Dia melakukan segala urusan, termasuk antara lain, tetapi tidak terbatas pada, mengatur terbit dan tenggelannya matahari, “menurunkan” wahyu dan lain sebagainya. Dari segi ini benarlah sebutan “agama langit” itu, karena ajarannya diturunkan oleh Tuhannya yang bermukim nun jauh di langit.
Dalam pandangan agama Hindu, Tuhan bersifat panteistik, yang melingkupi ciptaan (imanen) dan sekaligus di luar ciptaannya (transenden). Menurut pandangan Hindu Tuhan tidak saja lebih besar dari ciptaannya, tetapi juga dekat dengan ciptaannya. Kalau Tuhan hanya ada di satu tempat di langit ketujuh, berarti Ia ada di satu noktah kecil di dalam ciptaannya. Oleh karena itu Dia tidak Mahabesar. Agak mirip dengan pengertian ini, di dalam agama Hindu, dikenal ajaran tentang Avatara, yaitu Tuhan yang menjelma menjadi mahluk, yang lahir dan hidup di bumi – seperti Rama dan Krishna – menyampaikan ajarannya di bumi langsung kepada manusia tanpa perantara.
Dari segi ini, dikotomi agama langit dan agama bumi tidak ada masalah. Baru menjadi masalah ketika “truth claim” yang menyertai dikotomi ini. Bahwa agama langit lebih tinggi kedudukannya dari agama bumi; karena agama-agama langit sepenuhnya merupakan bikinan Tuhan, yang tentu saja lebih mulia, lebih benar dari agama-agama bumi yang hanya buatan manusia dan bahwa oleh karenanya kebenaran dan keselamatan hanya ada pada mereka. Sedangkan agama-agama lain di luar mereka adalah palsu dan sesat.
Pandangan “supremasis” ini membawa serta sikap “triumpalis”, yaitu bahwa agama-agama yang memonopoli kebenaran Tuhan ini harus menjadikan setiap orang sebagai pengikutnya, menjadikan agamanya satu-satunya agama bagi seluruh umat manusia, dengan cara apapun. Di masa lalu “cara apapun” itu berarti kekerasan, perang, penaklukkan, penjarahan, pemerkosaan dan perbudakan atas nama agama.
Masalah wahyu
Apakah wahyu? Wahyu adalah kata-kata Tuhan yang disampaikan kepada umat manusia melalui perantara yang disebut nabi, rasul, prophet. Bagaimana proses penyampaian itu? Bisa disampaikan secara langsung, Tuhan langsung berbicara kepada para perantara itu, atau satu perantara lain, seorang malaikat menyampaikan kepada para nabi; atau melalui inspirasi kepada para penulis kitab suci. Demikian pendapat para pengikut agama-agama rumpun Yahudi.
Benarkah kitab-kitab agama Yahudi, Kristen dan Islam, sepenuhnya merupakan wahyu Tuhan? Bila benar bahwa kitab-kitab ini sepenuhnya wahyu Tuhan, karena Tuhan Maha Tahu dan Maha Sempurna, maka kitab-kitab ini sepenuhnya sempurna bebas dari kesalahan sekecil apapun. Tetapi Studi kritis terhadap kitab-kitab suci agama-agama Abrahamik menemukan berbagai kesalahan, baik mengenai fakta yang diungkapkan, yang kemudian disebut ilmu pengetahun maupun tata bahasa. Berikut adalah beberapa contoh.
Pertama, kesalahan mengenai fakta.
Kitab-suci kitab-suci agama ini, menyatakan bumi ini datar seperti tikar, dan tidak stabil. Supaya bumi tidak goyang atau pergi ke sana kemari, Tuhan memasang tujuh gunung sebagai pasak. Kenyataannya bumi ini bulat seperti bola. Dan sekalipun ada banyak gunung, lebih dari tujuh, bumi tetap saja bergoyang, karena gempat.
Kedua, kontradiksi-kontradiksi.
Banyak terdapat kontradiksi-kontradiksi intra maupun antar kitab suci-kitab suci agama-agama ini. Satu contoh tentang anak Abraham yang dikorbankan sebagai bukti ketaatannya kepada Tuhan (Yahweh atau Allah). Bible mengatakan yang hendak dikorbankan adalah Isak, anak Abraham dengan Sarah, istrinya yang sesama Yahudi. Sedangkan Qur’an mengatakan bukan Isak, tetapi Ismail, anak Ibrahamin dengan Hagar, budak Ibrahim yang asal Mesir
Contoh lain. Bible menganggap Jesus sebagai Tuhan (Putra), sedangkan Al-Qur’an menganggap Jesus (Isa) hanya sebagai nabi, dan bukan pula nabi terakhir yang menyempurnakan wahyu Tuhan.
Ketiga, kesalahan struktur kalimat atau tata bahasa.
Di dalam kitab-kitab suci ini terdapat doa-doa, kisah-kisah, berita-berita tentang kegiatan Tuhan, mirip seperti berita surat kabar, yang ditulis oleh seseorang (wartawan) atas seseorang yang lain (dari obyek berita, dalam hal ini Tuhan). Lalu ada kalimat yang merujuk Tuhan sebagai “Aku, Kami, Dia, atau nama-namanya sendiri, seperti Allah, Yahweh, dll”. Mengapa Tuhan menunjukkan diriNya dengan Dia, kata ganti ketiga? Kata-kata atau kalimat-kalimat pejoratif seperti Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui ini pastilah dibuat oleh manusia, sebab mustahil rasanya Tuhan memuji-muji dirinya sendiri.
Keempat, ajaran tentang kekerasan dan kebencian.
Di dalam kitab-suci kitab-suci agama-agama langit ini banyak terdapat ajaran-ajaran tentang kebencian terhadap komunitas lain, baik karena kebangsaan maupun keyakinan. Di dalam Perjanjian Lama terdapat kebencian terhadap orang Mesir, Philistin, Canaan dll. Di dalam Perjanjian Baru terdapat ajaran kebencian terhadap orang Yahudi dan Roma. Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat kebencian terhadap orang-orang Yahudi, Kristen dan pemeluk agama-agama lain yang dicap kafir secara sepihak. Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?
Bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang menurunkan wahyu kebencian dan kekerasan semacam itu? Di dalam agama Hindu kebencian dan kekerasan adalah sifat-sifat para raksasa, asura dan daitya (demon, devil, atau syaitan).
Di samping hal-hal tersebut di atas, agama-agama rumpun Yahudi banyak meminjam dogma dari agama-agama lain, bahkan dari komunitas yang mereka sebut penyembah berhala atau kafir. Dogma utama mereka tentang eskatologi seperti hari kiamat, kebangkitan tubuh dan pengadilan terakhir dipinjam oleh agama Yahudi dari agama Zoroaster Persia, lalu diteruskan kepada agama Kristen dan Islam. Legenda tentang penciptaan Adam dipinjam dari leganda tentang penciptaan Promotheus dalam agama Yunani kuno. Bagaimana mungkin tuhan agama langit meminjam ajaran dari agama-agama atau tradisi buatan manusia?
Swami Dayananda Saraswati (1824-1883), pendiri Arya Samaj, sebuah gerakan pembaruan Hindu, dalam bukunya Satyarth Prakash (Cahaya Kebenaran) membahas Al Kitab dan AI-Qur’an masing-masing di dalam bab XI II dan XIV, dan sampai kepada kesimpulan yang negatif mengenai kedua kitab suci ini. Bahwa kedua kitab suci ini mengandung hal-hal yang patut dikutuk karena mengajarkan kekerasan, ketahyulan dan kesalahan. Ia meningkatkan penderitaan ras manusia dengan membuat manusia menjadi binatang buas, dan mengganggu kedamaian dunia dengan mempropagandakan perang dan dengan menanam bibit perselisihan.
Apa yang dilakukan oleh Swami Dayananda Saraswati adalah kounter kritik terhadap agama lain atas penghinaan terhadap Hindu yang dilakukan sejak berabad-abad sebelumnya oleh para teolog dan penyebar agama lainnya.
Kesimpulan.
Tidak ada kriteria yang disepakati bersama di dalam penggolongan agama-agama. Setiap orang membuat kriterianya sendiri secara semena-mena untuk tujuan meninggikan agamanya dan merendahkan agama orang lain. Hal ini sangat kentara di dalam agama-agama missi yang agresif seperti Kristen dan Islam dimana segala sesuatu dimaksudkan sebagai senjata psikologis bagi upaya-upaya konversi dan proselitasi mereka.
Di samping itu tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi suatu kitab suci betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung kitab suci-kitab suci itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?
Penggolongan agama-agama menjadi agama langit dan agama bumi, jelas menunjukkan sikap arogansi, sikap merendahkan pihak lain, dan bahkan sikap kebencian yang akhirnya menimbulkan kekerasan bagi pihak yang dipandangnya sesat, menjijikan dan tidak bernilai. Di lain pihak penggolongan ini menimbulkan rasa tersinggung, kemarahan, dan akhirnya kebencian. Bila kebencian bertemu kebencian, hasilnya adalah kekerasan.
Melihat berbagai cacat dari kitab suci-kitab suci mereka, khususnya ajarannya yang penuh kebencian dan kekerasan, maka isi kitab suci itu tidak datang dari Tuhan, tetapi dari manusia yang belum tercerahkan, apalagi Tuhan-Tuhan mereka adalah buatan manusia.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas disarankan agar dikotomi agama langit dan agama bumi ini tidak dipergunakan di dalam baik buku pelajaran, wacana keagamaan maupun ilmiah. Dianjurkan agar dipergunakan istilah yang lebih netral, yaitu agama Abrahamik dan agama Timur.
(Ngakan Putu Putra sebagaian bahan dari SATS ; “Semua Agama Tidak Sama” ).
Catatan kaki:
I). Prof . DR. H.M. Rasjidi : “Empat Kuliyah Agama Islam pada Perguruan Tinggi” penerbit Bulan Bintang, Jakarta, cetakan pertama, 1974. hal 10) H.M Rasjidi hal 53
2). Lihat Karen Amstrong : A History of God
3). Swami Dayananda Saraswati Satyarth Prakash (Light of Truth), hal 648.
4). Ibid hal 720.
Orang bijak pernah berkata, yang tahu tidak bicara, yang bicara tidak tahu. Kebenaran ada dalam hati dan kematian.
@Misbah
Lha itu orang bijaknya berkata, bicara juga. Ngga tahu dong dia. Lha kalau semua yang tahu ngga ada yang mau bicara, kita semua bakal ngga tau apa-apa dong?
Dunia tanpa tahu? Hmm, yang jelas warteg pasti pada tutup! Dan kalau semua warteg pada tutup, untuk orang miskin seperti saya, kematian memang pilihan yang aman.
Kenapa umat moeslim menjadi begini? Saya takut anak-anak saya nanti menjadi umat seperti ini…
Maksudnya, hakekat kebenaran tidak bisa dibicarakan. Kalau dibicarakan banyak terjadi bias. Kata-kata kita tidak cukup mewakili apa yang ada dalam hati kita. Orang yang mendengar belum tentu mempersepsi sama dengan maksud kita. Jadi jangan memperdebatkan masalah hakekat kebenaran. kalau hati kita jernih tanpa ada pengaruh pikiran dan nafsu pasti kita akan menemukan titik temu kebenaran. Kita semua dicipta dari fitrah yang sama, tetapi setelah hidup sekian tahun, banyak yang mempengaruhi sehingga persepsi kita berbeda-beda tentang kebenaran. Intinya hapuskan ego dari hati kita, pasti akan temukan kebenaran. Dan ini akan kita saksikan saat kita terjaga dari “tidur” kita di dunia, yakni di alam kubur.
wah bagus tulisanya, boleh ga di muat edited
@Zebath.
Makasih pujiannya, tapi maaf, komen Anda saya potong. Tuhan Blog ini ngga berkenan dengan link situs promosi atau justru penghujatan agama apapun.
Menghujat apa nya? buktikan tuduhan anda,saya hanya menawarkan tulisan anda, jgn terlalu pengecut utk hal demikian,kecuali kalau anda emang tidak bernyali
Tidak ada lagi yang saya komentari soalnya komentator diatas sudah lengkap
@Zebaoth.
Benar sekali, saya memang tidak bernyali, dan sejauh ini Anda orang dengan nyali paling besar yang pernah saya temui. Puas bos?
“Benar sekali, saya memang tidak bernyali, dan sejauh ini Anda orang dengan nyali paling besar yang pernah saya temui. Puas bos?”
Ha ha ha… Bisa jg Bang Toga rupanya nyepet balik sambil membungkuk ya, jadi ngakak aku, kereeen.
berati anda takut akan kebenaran….
agama itu membawa kebenaran, bukan pembenaran..
kalau pembenaran yang dilakukan, apa bedanya dengan politik?
Hmmm…ckckckck
”Tidakkah kau sadari…tidak sedikit, cetan2, n ibliz2 bertengger, selalu siap on line menari2 dalam hati …”
afalah artinya manusia … jikalau tak bisa merasakan kemanusiaanya…
Afalah artinya agama … jikalau tidak bisa menunjukan kebaikan agama yg dianutnya…
Knapa oh mengapa …
Knapa manusia … enggan menjadi manusianya …
Mengafa sang fenganut ajaran agama cuman 1/2 – 1/2 mendalaminya ..
Sehingga terjadi beda fendapat cuman bisa berkata…”katanya si ini,itu…doank, tanpa tau sendiri untuk menelusuri kebenarannya…”
Duhai yang merasa jadi manusia …
Sungguh tega benar dikau merampas singgasana sifat iblisku …
Afakah dikau tak malu …
Kemanakah gerangan ferginya akhlakmu …
Knafa yang ada cuman rasa GENGSI=GENDHENG BERAKSI pd lakumu…
Sampai kafan dikau akan terus menerus begitu …
”Niat baik, tujuan baik, ingin merubah seseorang agar jadi baik … namun CARANYA TIDAK BAIK, dafatkah menjadi baik…!!!”
Please kirim salam buat teman – teman iblizku, yang selalu siap sedia on line bertengger dalam hatimu … salam sukses selalu
Tulisan mengenai agama selalu memancing polemik tak berkesudahan. Pro kontra tidak pernah putus.
Biasanya tidak ada yang bisa mengakhiri dengan baik sebagaimana dimaksudkan oleh penulis diawalnya. Polemik berkembang liar tak terkendali, ego masing-masing keluar.
Meski komentar di edit, tapi tidak mendinginkan suasana.
Kebenaran hakiki tidak muncul, yang ada pembenaran diri. Apakah ini yang diinginkan Tuhan dari umatNya?, rasanya tidak.
Selamat berpolemik.
saya setuju dengan bang Toga dimana bahwa Tuhan hanyalah satu dan ia medesain agama berdasarkan kepribadian tiap-tiap orang. di keluarga saya, kami menganut tiga agama. bapak-ibu saya masih bertahan dengan kong hu cu, abang saya pindah menjadi kristen tahun lalu, dan saya sendiri Buddhism. tidak tahu agama mana yang paling benar, karna menurut saya semua agama itu benar dan bukankah TUhan hanya satu? *saya kadang masih jengkel dengan sikap fanatisme abang saya yang suka melecehkan agama bapak-ibu saya* bukankah iman itu adalah hubungan kita dan Tuhan masing2, jadi siapa yang berhak merasa dia yang paling benar? saya sangat suka dengan artikel yang satu ini, trims
Bang, boleh aku punya usul? Ngga usah deh repot-repot menulis tema beginian. Buat capek doang, toh yang Anda dapat cuma caci maki dan kerepotan menghadapi fanatik-fanatik yang udah tertutup mata hatinya itu.
Mending Anda fokus ke tema cinta yang kayaknya menjadi bisa mengeluarkan/mengeksplorasi kemampuan Anda mengolah kata. Lagian tema seperti itu akan menenteramkan jiwa, perhatikan deh komentar-komentar tentang itu, mereka seperti tersentuh tangan-tangan malaikat cinta.
Religion is suck, love is the answer!
lagi-lagi Speechless…
Banyak jalan menuju roma.
Iman-i jalan menuju surga.
Rintis jalan menuju kebahagiaan abadi.
[Postingan ini menarik. Boleh nambahin ya.. biar tambah menarik...
]
Begini…
Ngomong2x, Tuhan itu hebat yaa….
Memang betul kata Bapak pemilik blog ini… saya setuju..
Saya sendiri berfikir sederhana bahwa agama seperti ‘alat’ untuk makan…
Orang bisa makan pakai mangkuk, pakai piring, pakai daun sekalipun, atau langsung nyendok dari tempat nasi….
atau pakai kaleng seperti yg digunakan orang-orang tunawisma…
atau pakai… pokoknya macem-macemlah….
Tapi intinya kan makan….
Nah, alat apa yg kita gunakan untuk makan…? tergantung kondisi kita masing-masing…
Boleh dibilang, (kembali lagi, Tuhan itu memang hebat banget…) bahwa agama atau petunjuk yang diberikan Tuhan kepada manusia, diturunkan-NYA berdasarkan kronologis sejarah…
Sejarah apa…?
Ya sejarah perkembangan manusia itu sendiri…..
Dari mulai manusia itu hidup di jaman Pra-Sejarah… sampai sekarang menjadi manusia yg hidup dijaman teknologi……
Tuntunan atau nasihat atau petunjuk Tuhan diberikan berdasarkan “perkembangan akal pikiran manusia”….
Karena manusia terus berkembang, (khususnya daya pikirnya), maka petunjuk Tuhan pun mengalami perkembangan dari waktu ke waktu….
Pertama Tuhan nurunin agama Level 1… trus karena manusia sudah berkembang, maka level 1 itu sudah tidak memadai, maka Tuhan menurunkan agama (yang tentunya sama) tetapi derajatnya Level 2…..
Demikian seterusnya……
======
Salah satu hal yg menarik adalah….
Bahwa perubahan / perkembangan manusia dari waktu ke waktu turut mempengaruhi perubahan dalam agama itu sendiri….
Agama yg tadinya MURNI dari Tuhan, menjadi 1/2 murni karena telah dirubah oleh tangan-tangan manusia…..
Kesimpulan:
Jadi, sebenarnya Tuhan TIDAK menurunkan agama yang berbeda. Tapi lebih tepatnya, Tuhan menurunkan agama yang SAMA tapi dengan level/bobot/kualitas yg berbeda dari jaman ke jaman…
Perubahan ini disebabkan:
1_ Karena Tuhan bermaksud mengikuti perkembangan manusia itu sendiri……
2_ Tuhan bermaksud mengembalikan kemurnian ajaran-ajaran-NYA yg sedikit banyak telah dirubah oleh tangan2x manusia……..
——————-
Makanya jangan heran, kalau kita banyak menemukan ajaran-ajaran yang sama antara agama yg satu dengan agama yg lain…. Ya karena memang Tuhan manusia itu sama….
Masa sama-sama manusia tapi Tuhan yg menciptakannya beda, kan tidak mungkin…..
——————-
Pertanyaan selanjutnya menurut saya adalah:
Lalu dengan adanya berbagai macam agama dan aliran yang ada sekarang ini, (dg asumsi bahwa semua agama itu benar), agama yang mana yg harus kita jalani…???
Tentu saja, kita kembali pada sejarah… atau kronologis perkembangan manusia dg turunnya suatu agama….
Cara mudahnya:
Urutin deh, dari agama-agama yg ada, mulai dari Hindhu, Budha, Yahudi, Kristen, Islam, maupun sekedar aliran kepercayaan saja, dll…..
Nah, dari semua agama itu, (sekali lagi, dengan asumsi bahwa semua agama adalah benar)… maka » agama mana yang turunnya paling akhir…?
Atau dengan kata lain yg paling UP-DATE….?
Jika dilihat dari sejarah, kita sekarang hidup di jaman apa…?
Kemudian kondisikan agama yg akan kita pilih yg turun paling dekat dengan jaman kita ini….
Gitu…….
Udah ya….
Salam, semoga bermanfaat…
Sekedar sharing dari saya utk anda-anda yg sedang bingung pilih-pilih agama……
Apapun yang anda pilih… itulah yg terbaik utk anda, maka jalani pilihan itu dg segenap hati dan jiwa…..
Karena pada dasarnya Tuhan kita adalah SAMA……
Dan agama apa yg kita pilih » itu tergantung HIDAYAH dari Tuhan….
Knp mesti hidayah dari Tuhan…?
Karena DIA adalah Maha Segalanya……
= Wallahu A’lam =
(Hanya Tuhan Yang Maha Tahu atas segalanya)
=salam=
Wah, entry yang ini kekna selalu anget yah…
Kita perlu melihat sikap dua orang ini: (Bg Toga sebagai penutur dan Bg Jarar sebagai yang dituturkan) dengan pikiran terbuka.
Banyak yang melihat keduanya sebagai kafir, menyesatkan, Islam tak jelas dan sebagainya. Yang bener?
Aku malah melihat, mereka berdua sebagai pendekar Islam sejati. Iman mereka tidak seperti kelihatannya, insya Allah.
Bayangkan, Bg Jarar sanggup ‘dimusuhi’ keluarganya demi pilihannya masuk Islam… Bg Toga, dengan pengetahuannya yang cukup mendalam ttg Kristianitas, toh tetap memilih Islam. Bukankah itu menunjukkan sebuah kekuataan pilihan iman?
Jagan2 kita yang mengaku muslim yang benar ini justru yang sedang rapuh… Jangan-jangan bila kita baca sedikit saja tentang ‘kebenaran’ agama lain kita akan goyah.
Khusus untuk kasus Jarar, kita juga mestinya malu, sebagai muslim karena latarbelakang keturunan, yang jadi muslim karena orang tua kita muslim. JARAR ITU MEMILIH SENDIRI, dan kita orang Islam terlalu bodoh untuk bisa menunjukkan penghargaan kepada dia
Soal toleransi dan pluralitas, bukankah itu sebuah sikap yang baik, inti dari agama untuk perdamaian. Kita sering mengaku Islam agama damai, tetapi sikap kita persis seperti maniak perang.
SIAPA YANG BAKALAN PERCAYA?
Salam!
“agama adalah jalan sunyi menuju kebenaran”
setuju bang dan menurut saya pribadi :
“agama adalah jalan seseorang untuk lebih mendekatkan diri dengan Yang Maha Besar”
“agama adalah bentuk pengikatan diri bagi seseorang untuk melakukan semua yang diperintahkan Tuhan”
“agama adalah bentuk kasih Tuhan pada umatnya agar mereka selalu ingat padaNya, dan menebarkan pesona kasih pada sesama”
-premasai-
Fourseason
) Not that good-lah. Tapi sepenuhnya setuju soal harus mengedepankan damai dan pluralitas itu.
Berlebihan soal pendekar itu.
Adeksetiawati
Sepakat. Kalau tak bisa begitu, ngga usah ada agama aja udah.
first really gratefull you had decided to convert into mosleem… mungkin sudah lama tapi karena baru kenal, selamat Bang.
Soal mana agama yang benar mana yang salah itu adalah wacana “what if”, manusiawi sekali kalau kita berpikir dan memperluas “what if” atas segala agama… kenapa? karena kita cuma manusia, manusia yang hidup katanya di penghujung jaman, yang tidak tahu apakah bukti-2 yang ditinggalkan masing-masing agama itu benar atau tidak…
Satu-satunya yang kita pegang adalah keyakinan pribadi… jadi marilah kita peluk agama kita secara pribadi, dan menjalankan komitmen pada-Nya secara pribadi…
horas….
(artinya immanuel=tuhan menyertai kita)
saya tetap mengikut Jesus Kristus,biarlah saya terlahir kristen dan gak pindah agama walau apapun terjadi saya tetap beragama kristen dan itu harus bisa kita trima begitu juga dgn agama lainnya…pindah agama bukanlah menjadi sebuah jaminan kita masuk surga!@!namun lebih melihat sisi pribadi kita…ok saya beri pengandaian……….
andaikan kamu punya dua teman..yg A kerja di IT lulusan univ.negri terbaik punya mobil,pintar dan gaya hidupnya full musik bewarna,selalu menolong yang gak punya duit truz kegiatan rohani selalu diikutin..tp si A punya kelebihan sifat egois dan hidup hedonis (suka-suka gw donk) ,,,dan si B hanya lulusan dari SMA kampung2,berasal dr keluarga gak mampu kerja nya mekanik komputer,orang biasa,rendah hati,menjadi pengurus rohani gereja,orangnya baik,gak pemarah,dewasa dan bersifat pemimpin…kamu milih yang mana si A ato Si B????
BTuhan juga demikian thp kita?
apakah situ pernah ketemu yesus atau muhammad,atau mungkin anda pernah ketemu tuhan,coba ajarin gue ketemu Dia,gua lagi pusing,klo ketemu temen saya sering,ana sering ketemu ibu,gitu loh
[...] Surat Seorang Kristen Kepada Jarar Siahaan Ditulis pada 30 November, 2007 oleh Toga Awalnya posting di bawah ini adalah komentar untuk artikel “Bisa Hidup Tanpa Agama Tapi Tidak Tanpa Cinta” yang tadinya juga merupakan komentar Jarar Siahaan untuk menanggapi postinganku tentang kisah migrasi imannya: Justru Setelah Jadi Muslim Aku Jadi Tahu Kristen Itu Benar. [...]
saya seorang kristen (katolik),meski menurut saya saya bukan seorang kristen yang baik walau saya sudah berusaha untuk menjadi baik,saya hanya mencoba untuk memberikan pendapat saya:
menurut pengetahuan saya sebagai orang kristen bahwa Yesus Sang Juru Selamat turun ke bumi untuk memberi kesan bahwa Allah punya satu sifat yang sangat membuat saya tenteram,yaitu “KASIH” kalau harus saya kutip “KASIH ITU SABAR,KASIH ITU MURAH HATI,IA TIDAK CEMBURU,IA TIDAK MEMEGAHKAN DIRI DAN TIDAK SOMBONG”.bukan berarti saya ingin menyombongkan agama saya,toh agama itu pada dasarnya “hanya buatan manusia”maksud saya ini bersifat universal,yaitu tidak mengikat bahwa hanya agama tertentu yang masuk surga dan yang lain tidak!menurut saya semua orang punya kans yang sama untuk menuju kepada Allah, tidak menutup kemungkinan kepada siapapun!!karena setahu saya “Allah adalah kasih, dan barang siapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.”dengan kata lain anda tidak harus menjadi seorang kristen untuk bisa berada dalam Allah!berarti secara langsung menjawab“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.”mungkin sebenarnya disini Yesus ingin mengajak kita bersama untuk mengerti bahwa “Aku adalah kasih” dan bukan berarti “Aku adalah Kristen”
juga bukan berarti saya ingin memojokan agama saya,alasan saya tetap bertahan menjadi kristen adalah karena saya tidak harus mengambil langkah radikal yang memungkinkan saya untuk membentuk sebuah agama baru karena semua agama pada dasarnya benar!saya hanya harus yakin bahwa kalau saya mencintai Allah pastilah juga Allah mencintai saya!!
maaf mungkin saya yang kurang pengetahuan agama seperti saudara2 sekalian terdengar seperti suara hambar ditelinga!!
tapi saya sungguh tidak bermaksud kurang ajar. kalau saya harus masuk neraka karena hal ini”bring it on” saya terima!
Kalau saya salah,biar Allah yang menghukum saya kepada neraka!karena memang dari awal saya tidak mencari surga,Allah yang memperhitungkan siapa yang berhak dan siapa yang tidak!!
carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu…
terimakasih…
You Rock!
Isa (عيسى) merupakan seorang nabi yang penting dalam agama Islam. Dalam Kitab Suci Al Qur’an, ia dipanggil Isa bin Maryam atau Isa al-Masih. Kata ini diperkirakan berasal dari bahasa Aram, Eesho atau Eesaa. Yesus Kristus adalah nama yang umumnya dipakai umat Kristen untuk menyebutnya, sedangkan orang Kristen Arab menyebutnya dengan Yasu’ al-Masih (يسوع المسيح).
Narasi Qur’an tentang Isa dimulai dari kelahiran Maryam sebagai putri dari Imran, berlanjut dengan tumbuh kembangnya dalam asuhan Zakariya, serta kelahiran Yahya. Kemudian Qur’an menceritakan keajaiban kelahiran Isa sebagai anak Maryam tanpa ayah.
(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah) (QS Ali Imran: 45)
Yesus dari Nazaret (kurang lebih antara 6 SM–4 SM – 29–33) adalah seorang tukang kayu, pengkhotbah/pengajar, penyembuh, guru/rabbi, pembuat mujizat, dan tokoh Yahudi yang paling terkenal; di dalam kekristenan Yesus Kristus juga merupakan Anak Allah, Tuhan, Mesias, dan Juru Selamat umat manusia; di dalam keislaman, Isa Almasih adalah seorang nabi penting (Nabi Isa).
Nama “Yesus” adalah alihaksara dari bahasa Yunani Ιησους [Iēsoûs], yang pada gilirannya juga merupakan alihaksara dari bahasa Aram atau bahasa Ibrani yaitu:Yeshua, yang berarti : Keselamatan, atau “Tuhan adalah keselamatan”, “Tuhan menyelamatkan”. “Kristus” adalah gelar dalam teologi juga berasal dari bahasa Yunani Χριστός [Christos], yang dari bahasa Ibrani “Mesias”, berarti “yang diurapi” atau “yang terpilih”.
Isa memang penting untuk tokoh islam di al quran. Tetapi Yesus (Isa) tidak penting bagi muslim.
Sampai sekarang saya bingung jelasi dong.
Agama Tuhan hanya satu yakni Islam. Adam, Ibrahim, Musa, Isa Alaihim salam, dan Muhammad Saw semuanya satu agama yakni beragama Islam. Jadi tidak benar Tuhan menurunkan banyak agama. AgamaNya hanya satu yakni Islam yang artinya menyerahkan diri kepada kehendakNya. Oleh sebab itu semua manusia akan dievaluasi Tuhan apakah Ia benar-benar Islam (pasrah kepada kehendak Allah) bukan
berdasarkan lebel agamanya di dunia ini.
Tuhan tidak punya agama. Kalau pengertian kita sama bahwa yang sdr Faisar anggap agama adalah keyakinan, maka pastilah Tuhan tidak punya agama. Kalau Tuhan memiliki agama, itu sama artinya kita memerangkap DIA dalam penjara aturan-aturan yang manusia buat. Konon katanya aturan2 itu datangnya dariNya. Aneh bukan? Tuhan dibatasi dan harus tunduk oleh aturan yang DIA buat? Pertanyaannya, apakah dia subordinate dr sesuatu yang sifatnya SUPREME? Itu sama juga artinya bukan Maha Besar bukan pula Maha Kuasa, karena toh ke Maha Kuasa-anNya di kebiri oleh agama yang menurut saudara di yakiniNya.
Tidak benar juga kalau Adam,Ibrahim.Musa,Isa beragama Islam, kembali saya tekankan (jika pengertian kita tentang agama itu sama). Masing-masing agama punya manual, punya pedoman.Jika saudara setuju maka kita sebut namanya saja,Kitab Suci. Setiap agama di dunia punya manual/pedoman/kitab suci bahkan sampai ke tingkat kepercayaan sekalipun. Ada Weda/Veda, Talmud, Tripitaka, Bible, Quran dll. Nah kalo menggunkan rasio, apakah Isa menggunakan Weda, sehingga dia di klaim penganut Budha? Atau bolehkah dia diklaim sebagai seorang penganut Islam sementara dia hidup dilingkungan penganjur Talmud?
Dan apakah mungkin Musa menganggap Quran sama dengan Taurat (Musa yang membawa Taurat turun dari Sinai) dan karena itu saudara dengan berani mengklaim Musa itu muslim.
Saya malah cenderung mengatakan Ibrahim itu beragama Hindu, karena mereka lebih dahulu ada di bumi. Jauh sebelum Gautama, Yesus, Muhammad ada. Itu berarti juga, jauh sebelum Veda/Weda dibuat, lebih jauh lagi sebelum Bible ditulis dan di bukukan, dan yang paling jauh sebelum Quran di “wahyukan”.
Demikian pemahaman saya, semoga pendapat ini tidak menjadi kontroversi.
Karena sama seperti saudara, saya juga tidak hidup dimasa2 itu, tidak mengerti konteksnya, tidak tahu penciptaan, tidak pernah bertemu Pencipta langsung, bahkan dengar suaraNyapun tidak.Yang ada hanya iman, penafsiran dan logika semata. Kalaupun saya bilang memahami itu tidak lebih dari pribadi semata. Karena relasi dengan Tuhan adalah sesuatu yang pribadi. Hak yang paling asasi dari setiap manusia/individu yang tidak boleh dirampas orang lain. Orang lain hanya berhak mengkritisinya, lebih dari itu TIDAK…
salam,horas,peace….
maruli naibaho
Kenapa kita sibuk mempermasalahkan kebenaran yang masing-masing kita anut dan berani meng-klaim (atau menakut-nakuti) bakalan masuk neraka kalau tidak menganut sesuai keyakinan kita.
Kalau memang demikian kasihan banget mereka yang tidak sempat mengenal keyakinan kita (orang-orang pedalaman atau yang terpencil), bisa dikatakan mereka semua bakalan masuk neraka dong….
bila surga dan neraka itu ga ada,masih ga yah kita mo menyembah NYA??sebenarnya yang DIA inginkan hanyalah keikhlasan kita mengabdi dan beriman padaNYA.surga dan neraka NYA itu adalah gambaran dari hasil perbuatan kita di dunia,terlepas ada yg ngga dgn surga n nraka.(eh tapi klo hri pembalasan itu ga ada kita bisa have fun aja didunia yah..ga ada resikonya ini,paling2 brurusan me yg bwajib,itupun bisa diaturlah men..so??no wonder drugs n crime are ev’where,krn mreka percaya ga ada hri pembalasan men..ck..ck..).
Tapi diatas itu smua sbenarnya surga n neraka itu ga ada artinya dibandingkan saat pertemuan kita dengan sang MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG..dan buat gue,kalo surgaNYA aja begitu indah dan tak akan mampu terbayangkan oleh kita,gimana dengan penciptanya???so friend..mari kita sama-sama menata hati,tebarkan cinta dimanapun engkau berpijak,sayangilah umat manusia sebagaiman DIA menyayangimu walaupun kau sadar kau takkan sanggup menyamai kasihNYA,sepanjang masih dalam wujud manusia berarti adalah hambaNYA dan harus bersujud serta menyembahnya,malaikat yg bercahaya pun takkan sanggup menyamai cahayaNYA karena malaikat pun menyembah dan bersujud padaNYA..dengan cinta yang kau tebarkan kau akan menemukan kedamaian..so agama adalah percaya dan yakin kepadaNYA, mengimani kalamNYA dan mengerjakan perintahNYA..kalau kita cinta padaNYA ga akan tersa berat apapun yg diperintahNYA,wong klo cinta ama pacar aja kita rela2 ajakan melakukan apapn untuk dia,palagi kalo yang minta DIA YANG MAHA CINTA??DIA ga pernah menyeru manusia untk bermusuh2an..kalo ada yg salah yg dilakukan oleh orang yg beragama berarti itu adalh oknum,karena agama apapun! ga pernah ngjarin hal itu,yg harus diperangi adalah kerusakan,kebodohan dan kemaksiatan..so..stop argue,ga akan menemukan jalan keluar,hanya melahirkan kebencia2 n baru dan saya yakin DIA juga tak akan suka…agama adalh masalah keyakinan dan ga boleh!! dipaksain sampe kapanpun…agamamu untukmu agamaku untukku..tapi jgn menyebarkan agama kpd org yg udah beragama dgn alasan apapun,kcuali dia yg minta elo ngajari agama lo..mendingan skarang kita mikirin gmana nyelamatin bangsa ini dr keterpurukan,gmana??DIA yg MAHA KASIH pasti akan menolong kita bila kita brsunggu2 berjuang n mengharap uluran tanganNYA…DIA yg MAHA KUASA,MAHA PENYAYANG,MAHA CINTA,MAHA BIJAKSANA,MAHA MELIHAT,MAHA DAMAI MAHA DIATAS SEGALANYA dan MAHA ESA tdak akan menyia2kan usaha dan kesungguhan kita..AAMIIN peace love friendship….keep this world peace n safe..
waaaaaaahh,,,menarik banget ,,,
spectaculer,,,,,,,,,,,,,,,,,,
pengen tau lebih detil neH,,,
boLeh khaN??????
oh ya,,,email akuw d0lphiinz@yahoo.com.,,,
^_^
daMai seLALu,,,,,,,,,,,,,,
BIAR PADA PUAS gw dapetin dari salah satu website…………selamat membaca
Injil-injil kanonik dalam Perjanjian Baru ternyata mengandung banyak kesalahan periwayatan sejarah, yang tak dapat dijelaskan dan dijawab secara memuaskan, dan sekaligus membuktikan bahwa Injil-injil kanonik (Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, Injil Yohanes) hanya bisa disejajarkan dengan dongeng mitologi zaman baheula. Injil-injil berisi berbagai peristiwa yang sebenarnya tak pernah terjadi. Injil-injil hanyalah kelanjutan episode cerita mitos pagan seperti dewa matahari seperti Mithras, Horus, dan Bacchus, dll.
Cerita mengenai penyaliban, kebangkitan orang-orang kudus versi Matius, gempa bumi, kebangkitan, dan penyaliban itu sendiri adalah peristiwa-peristiwa mitos, yang tidak direkam oleh sejarawan yang tinggal selama periode waktu tsb. Philo Judaes hidup sekitar tahun 50 M dan ia tidak pernah menyebutkan peristiwa-peristiwa seperti apa yang telah diceritakan oleh Injil kanonik. Kesaksian Pilatus TIDAK menyebut Yesus. Ribuan orang kriminal disalib oleh Romawi, tetapi tidak ada cerita mengenai Yesus, karena memang Pilatus tidak pernah menyalib Yesus. Yesus telah diselamatkan oleh Allah berdasarkan Qur’an 4:157.
Matius adalah satu-satunya Injil Perjanjian Baru yang mencatat ‘pembantaian bayi-bayi yang tidak berdosa atas perintah Herodes’. Kami memiliki berbagai komentar cendekiawan yang menyatakan bahwa ‘peristiwa pembantaian bagi-bayi oleh Herodes’ hanyalah kilas balik dari mitologi pagan. Dewa matahari orang Yunani kuno, Roma, dan Mesir diancam ketika lahir, dan perintah pembunuhan kepada ’semua bayi-bayi yang baru lahir’. Episode Injil Matius 2:16 adalah suatu bentuk replay yang dilakoni oleh Yesus yang menjiplak kepercayaan masyarakat pagan.
Istilah ‘Tuhan Anak’ yang diatributkan untuk Yesus mengimplikasikan kepercayaan Pagan Trinitas. Title ‘Domba Tuhan’ (Lamb of God) tidaklah unik, sebab telah terlebih dahulu dipakai agama Hindu untuk kristus atau mesias mereka yaitu Krishna.
Berikut ini adalah beberapa error historis dalam Injil.
Herodes tidak pernah memerintahkan pembantaian balita
Ramalan yang dihubung-hubungkan untuk kelahiran seorang mesias bernama Yesus yang jiwanya terancam karena keputusan Herodes membunuh bayi-bayi yang tidak berdosa hanya ada dalam Injil Matius 2:16-18 yang mengklaim itu adalah nubuat dari Yeremia 31:15 yang menyatakan bahwa “Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi”.
Konteks Yeremia adalah bukan nubuat masa depan dimana anak-anak dibantai oleh Herodes. “Rahel menangisi anak-anaknya’ merefer kepada ibu dari Yusuf dan Benyamin (dan istri dari Yakub) yang menangisi anak-anaknya. Pada konteks ini adalah mengenai penawanan Babylonia. Ayat berikutnya mengatakan bahwa orang-orang yang mengalami pembuangan akan kembali.
Pembantaian oleh Herodes (Matius 2:16) adalah bohong karena pengarang Injil Matius adalah satu-satunya orang yang mencatat peristiwa ini. Sejarawan Yahudi Flavius Josephus tidak mencatat peristiwa ini.
“Karena kita telah melihat, cerita-cerita malaikat-malaikat dan gembala-gembala, dalam Lukas, dan dari orang bijak, dalam Matius, adalah catatan ulang dari tema mistis orang-orang Mesir pada tahun sekurang-kurangnya dua ribu tahun lebih awal. Mereka melukiskan dalam bentuk seni di Luxor. Tidak ada bukti historis “pembantaian orang-orang yang tak berdosa” oleh Herodes. Pikiran sehat mengatakan kepada kita bahwa sebuah perintah seperti ini tidak mungkin. Apakah Herodes bermaksud untuk membunuh anak-anak dari teman-temannya, tentara-tentaranya, pelayan-pelayan sipilnya, turis-turis yang lewat, dan lain-lain (Tom Harper, The Pagan Christ, hal. 126)
Injil-injil Error dalam Geografi
Markus 7:31 menyatakan bahwa Yesus meninggalkan kota Tyre pergi ke Danau Galilee (Laut Galilee) melalui kota Sidon. Ini benar-benar tidak masuk akal.
Selain itu, Markus menyatakan bahwa Yesus naik perahu menyeberangi Danau Galilee (Laut Galilee) menuju Dalmanutha. Lokasi Dalmanutha secara pasti tidak diketahui, atau tidak akurat, karena terletak di sebelah timur perairan Galilee sebagai negeri Gadarenes (Markus 8:10 KJV Bible). Gerasa terletak lebih dari 30 mil dari tenggara Danau Galilee, jadi jauh sekali jika kita melihat setting cerita Bible ini. Pengarang Injil Matius tampaknya sadar betapa errornya Injil Markus, sehingga ia mengubah kata ‘Gadarenes’ menjadi ‘Gergesenes’ (Lihat Matius 8:28 KJV). Gadara hanya berjarak 8 mil dari Danau Galilee.
Banyak contoh-contoh yang tidak masuk akal dalam memahami alur cerita Injil-injil Perjanjian Baru ini. Markus 10:46 menyatakan bahwa lokasi dimana orang buta disembuhkan adalah setelah Yesus meninggalkan kota Jericho, sedangkan Lukas 18:35;19:1 menyatakan lokasi orang buta disembuhkan adalah sebelum Yesus memasuki kota Jericho Jika umat Kristen menganggap masalah ini bukan kontradiksi, maka konsekuensinya injil-injil Perjanjian Baru hendak memberitahu kita bahwa ada dua kota bernama Jericho di Palestina
Dalam Markus 10:46 juga disebutkan bahwa rombongan Yesus berjalan dari Jericho ke Yerusalem via Bethpage dan kemudian Bethany. Ini sangat aneh, sebab Yerusalem lebih jauh daripada Bethpage. Matius yang sering menjiplak Injil Markus tampak hati-hati dalam masalah ini, Matius dengan pintar telah menghilangkan kata ‘Bethany’ seperti yang dapat kita saksikan dalam Matius 21:1.
Cerita Injil mengenai kegelapan, gempa bumi, dan mayat berjalan-jalan adalah bohong
Matius (27:50-54) menyatakan bahwa pasca kematian Yesus terdapat beberapa peristiwa ajaib, berawal dari terbelahnya kuil, disusul gempa bumi, terbelahnya bukti-bukti batu, dan tiba-tiba saja kuburan tempat bersemayam orang-orang kudus terbuka dan terjadi penampakkan mayat sedang berjalan berombongan dari kuburan menuju kota Yerusalem dan disaksikan orang-orang dan tentara Romawi.
Dongeng Kristen tsb hanya dapat diciptakan oleh gereja dan diimani berdasarkan ketakhayulan umat Kristiani, karena pada faktanya tidak mendapat dukungan dari sumber-sumber sejarah sekuler (non-biblikal). Dapatkah kita bayangkan jika kuburan di TMP Kalibata Jakarta tiba-tiba saja terbuka, dan tengkorak-tengkorak keluar dari kuburan mereka masing-masing lalu berjalan berombongan dengan hanya mengenakan sehelai kain kafan menuju Stasiun Gambir, pastilah peristiwa ini akan menjadi bahan berita yang luar biasa hebohnya dan diliput/dicatat oleh berbagai media massa cetak dan elektronik, menjadi bahan perbincangan penduduk kota Jakarta, serta dicatat oleh sejarawan Indonesia maupun para turis yang hanya sekedar berwisata ke Jakarta.
Faktanya adalah bahwa kisah-kisah takhayul omong kosong dari agama Kristen ini tidak didukung oleh catatan sejarawan Romawi, Yahudi, maupun sejarawan yang tinggal diPalestina kala itu, dan hal ini memudahkan kita untuk dapat menarik kesimpulan bahwa cerita Injil Matius adalah tak lebih hanya dongeng yang dibuat-buat oleh bapak-bapak gereja.
“…mengenai kegoncangan dan “kegelapan menyelimuti seluruh bumi”…tidak ada sejarawan-sejarawan yang mencatat peristiwa tsb…” (Deceptions & Myths of the Bible, Lloyd Graham hal. 349)
“Cerita mengenai gempa bumi, kenaikan lapisan bebatuan, terbukanya kuburan-kuburan, dan penampakkan orang mati, adalah hanya dinyatakan dalam Injil Matius, yang ditulis hampir delapan puluh tahun setelah peristiwa tsb, sehingga tidak dipastikan keautentikannya. Tentu saja tidak ada alasan mengapa satu gempa bumi seharusnya tidak terjadi pada hari itu, tetapi jika itu benar-benar telah terjadi ditempat tsb hampir tidak dapat dibayangkan bahwa tidak ada dari tiga Injil-injil yang lebih awal menyebutkan peristiwa tsb.” (The Paganism in Our Christianity, Arthur Weigall, 1928, hal. 62)
Tidak ada sensus Romawi kala Yesus lahir
Sub bab ini akan mudah dipahami jika Anda telah membaca artikel: Kelahiran Yesus dan Sensus Quiriniusrecommended
Kapan Yesus lahir Menurut Lukas, itu terjadi selama pemerintahan Gubernur Romawi Quirinius, pada saat itu sebuah sensus diperintahkan oleh Augustus keseluruh dunia (9). Menurut Lukas dan Matius kelahiran Yesus terjadi ketika masa pemerintahan raja Herodes Yang Agung. (10) Masalahnya adalah Herodes mati pada tahun 4 SM, dan ini 10 tahun sebelum sensusnya Quirinius. Selain itu, pada saat masa pemerintahan Herodes, tidak ada sensus Romawi yang terjadi diwilayahnya, yang meliputi baik Yudaea dan Galilee, tempat Bethelem dan Nazareth. (11)Herodes akan telah memungut pajaknya sendiri, dan memberikan upeti kepada Romawi. Terakhir, eksistensi dari sebuah sensus diseluruh [wilayah] kekaisaran adalah bertentangan dengan kebiasaan Romawi, yang mengumpulkan pajak provinsi demi provinsi.
(http://www.infidels.org/library/modern/larry_taylor/messiahgate.html)
Meskipun Lukas 1:5 menyatakan kelahiran Yesus di “masa Herodes, Raja Yudea,” yang mati pada tahun 4 SM, ia membutuhkan perjalanan jauh dari Galilee ke Bethlehem agar terjadi sebagai respon untuk satu sensus yang diperintahkan ketika “Quirinius adalah gubernur Syria.” Karena sejarawan mengetahui, “satu-satunya sensus yang diatur ketika Quirinius menjadi wali di Syria hanya mempengaruhi Yudaea, bukan Galilee, dan terjadi pada tahun 6-7 M, sepuluh tahun pasca kematian Herodes Yang Agung.” Dalam kekhawatirannya untuk menghubungkan asuhan orang Galilee yang dianggap kelahiran Bethlehem, Lukas telah keliru dalam fakta-faktanya. Sesungguhnya, kekhawatiran Lukas telah melingkupinya dalam beberapa hal yang sebenarnya tidak masuk akal, seperti tidak perlu berjalan sembilan puluh mil seorang wanita di hari-hari terakhir kehamilannya- sebagaimana itu adalah Yusuf keturunan Daud yang dianggap telah didaftarkan dalam kampung leluhur, bukan Maria orang Lewi. Tapi jeleknya, Lukas telah dipaksa untuk membuat sebuah dislokasi universal untuk sebuah registrasi pajak yang sederhana: yang dapat membayangkan orang-orang Romawi mewajibkan jutaan [orang] dalam [wilayah] kekaisaran untuk perjalanan jauh dua puluh dari ratusan mil ke desa-desa millenium – leluhur hanya untuk menandatangi satu pajak. Tidak perlu dikatakan, tidak ada peristiwa seperti ini terjadi dalam sejarah kekaisaran Romawi, tetapi Mikha 5:2 harus digenapi. (Randel Helms, Gospel Fictions, pp. 59-60)
Error, sejauh ini, mungkin kelihatan agak marginal. Injil ketiga telah keliru mengenai sebuah sensus lokal di Yudaea dengan satu dekrit dari Augustus; Injil Lukas telah mencoba untuk mencatat tanggal cerita Quirinius, dimanapun, seperti yang dimiliki Matius, ceritanya terjadi ketika Herodes Yang Agung. Pada faktanya, akan menjadi sulit. Disini ada satu kontradiksi pada cerita Lukas: Jika Quirinius adalah gubernur, sensus Romawi adalah kredibel tetapi Herodes adalah satu kesalahan. Ada juga satu kontradiksi dengan cerita Matius: Jika Quirinius atau sensus Romawi adalah benar, Herodes adalah bukan raja dan cerita Matius dari Orang Bijak, pembantaian anak kecil yang tidak berdosa dan pelarian ke Mesir maka berdasarkan kronologis adalah tidak mungkin. Jika Herodes adalah raja, disana tak ada sensus menurut Caesar Augustus. Meskipun jika disana telah ada sebuah sensus, pandangan Injil ketiga ini akan menghadapi masalah-masalah berikutnya.
(Robin Lane Fox, The Unauthorized Version: Truth and Fiction In The Bible (Penguin Books Ltd, 1991), pp. 30-31)
Meskipun registrasi seluruh warga negara Romawi dibuktikan pada tahun 28 SM, 8 SM, dan 14 M dan pendaftaran di provinsi-provinsi individual dari registrasi sensus untuk yang adalah bukan warga negara Romawi adalah juga dibuktikan, nyatanya sebuah sensus di seluruh Romawi dibawah Caesar Augustus adalah tidak diketahui berdasarkan sumber-sumber non-Perjanjian Baru. Dan lagi, ada permasalahan historis terkenal terkait dengan penanggalan sensus versi Lukas ketika Quirinius adalah gubernur Syria, dan berbagai upaya untuk memecahkan kesulitan ini telah terbukti tidak berhasil. P. Sulpicius Quirinius menjadi wali dari provinsi Syria pada tahun 6-7 M ketika Yudea dianeksasi kedalam provinsi Syria. Pada saat itu, sebuah sensus provinsi Yudea digelar. Jika Quirinius telah menjadi wali Syria sebelumnya, maka itu harus terjadi sebelum tahun 10 SM karena banyak wali Syria dari tahun 10 SM hingga 4 SM (kematian Herodes) yang telah diketahui, dan sebuah tanggal bagi sebuah sensus lebih awal dibawah Quirinius akan menciptakan masalah tambahan bagi penanggalan awal dari ministry Yesus (Luke 3:1, 23). Satu legateship sebelumnya yaitu setelah tahun 4 SM (dan sebelum tahun 6 SM) tidak akan cocok dengan penanggalan kelahiran Yesus dizaman Herodes (Lukas 1:5; Matius 2:1). Lukas mungkin secara sederhana mengkombinasikan kelahiran Yesus di Bethelehm dengan kesamaran dari sebuah sensus dibawah Quirinius (lihat juga Acts 5:37) untuk menekankan signifikansi dari kelahiran ini bagi dunia Romawi secara keseluruhan: melalui anak yang lahir di Bethlehem maka damai sejahtera dan penyelamatan datang ke kekaisaran.
(http://www.nccbuscc.org/nab/bible/luke/luke2.htm)
“…Lukas memberitahu bagaimana sebuah dekrit keluar dari Augustus bahwa “seluruh dunia akan diregistrasi”. Masalahnya adalah bahwa secara historis ini tidak bisa ditelusuri….Sederhananya Yusuf dan Maria ke Bethelem demi alasan teologis. Mesias akan berasal dari keturunan Daud, dan jadi dari Bethlehem. Lukas mengatakan kelahiran Yesus terjadi ketika Quirinius adalah gubernur Syria. Artinya adalah bahwa ini tidak terjadi sebelum tahun 6 SM, tahun yangmana kita tahu tatkala ia mengambil kantor [masuk kantor untuk pertama kalinya, ed]. Pada waktu yang sama, Matius mengatakan Yesus dipahami ketika Herodes Yang Agung adalah penguasa di Yudea. Tetapi Herodes mati ditahun 4 SM! Pengarang misteri Yesus ini menyatakan bahwa keajaiban rillnya Maria, jika kedua referensi diambil dengan sungguh-sungguh, adalah “10 tahun kehamilan”. Bagi Matius, kampung halaman Yesus adalah Bethlehem. Bagi Lukas, kampung halaman Yesus adalah Nazareth. (Tom Harper, The Pagan Christ, pp. 125-126)
“Meskipun narasi kelahiran Yesus dalam Matius dan Lukas memberikan kesepakatan diam-diam untuk yang tradisi Nazareth. Matius harus membangun satu alasan sehingga keluarga suci kembali ke Nazareth dari rumah Bethlehem dan tempat berkumpul orang Mesir, karena Matius tidak menyangkal asal usul Yesus Nazareth (Matt. 2:21ff). Lukas, yang mengasumsikan kebenaran dari sebuah rumah Nazareth bagi Yesus meskipun dalam kanak-kanaknya, harus mengembangkan sebuah narasi sehingga ibunya Yesus keluar dari Nazareth sekurang-kurangnya pada momentum kelahirannya yang benar/ Jadi di Injil kita membaca sebuah pajak atau pendaftaran terjadi ketika Quirinius adalah gubernur Syria. Sekarang tidak ada literal dari sensus itu yang hampir secara universal ditolak karena berbagai alasan, tidak sekurang-kurangnya karena Quirinius tidak menjadi gubernur Syria, menurut catatan sekuler, hingga tahun 6-7 M, yang mana Yesus akan berusia sekitar 10 tahun. Kedua, tidak ada catatan yang berasal dari sumber sekuler yang akan menunjukkan bahwa kembali ke tempat asal usul leluhur diwajibkan di setiap sensus atau untuk setiap bentuk perpajakan. (John Shelby Spong, Resurrection: Myth of Reality hal. 172)
Ujian terhadap Yesus di puncak gunung oleh Iblis adalah cerita bohong
Cerita bahwa Iblis menguji Yesus dengan membawanya ke puncak gunung tertinggi sehingga ia dapat melihat semua kerajaan dunia dari puncak gunung (lihat Matius 4:7-8), adalah sangat tidak logis. Omong kosong! Karena bagaimana mungkin kita dapat melihat seluruh dunia dari puncak gunung, meskipun itu adalah gunung tertinggi diseluruh dunia. Ingatlah bumi adalah bulat seperti telur, bukan datar. Jadi meskipun kita pergi ke puncak gunung tertinggi dunia di Himalaya, kita tidak dapat melihat seluruh bentuk permukaan bumi.
Tidak Ada Penyaliban Yesus
Orang-orang Yahudi berkata kepada Yesus (lihat Yoh 8:57, ed): “Umurmu belum sampai lima puluh tahun dan engkau telah melihat Abraham” Seandainya Yesus masih berusia tiga belas tahun, orang-orang Yahudi akan berkata: “Umurmu belum sampai empat belas tahun,” dan tidak akan berkata: “Umurmu belum sampai lima puluh tahun,”….; jadi, seandainya Yesus disalib ketika itu pastilah ia berusia sekitar lima puluh tahun, tetapi, sebagaimana kita kemukakan ditempat lain… tidak ada bukti apapun, dalam buku, inskripsi, atau monumen, bahwa Yesus dari Nazareth dicambuk atau disalib dizaman Pontius Pilatus. Josephus, Tacitus, Pliny, Philo, tidak juga dari mereka, yang menyatakan fakta adanya penyaliban ini. (T.W. Doane, Bible Myths and their Parallels in other Religions, hal. 516)
Pada abad ke sembilan belas seorang sarjana terkenal, Rabbi Wise, meneliti catatan-catatan dari pengadilan Pilatus, masih terdapat, bagi bukti dari trial ini. Ia tak menemukan apapun. (Lloyd Graham, Deceptions and Myths of the Bible, p. 343)
Tidak ada verifikasi dari tulisan-tulisan sejarawan menyangkut penyaliban Yesus seperti Philo, Tacitus, Pliny, Suetonius, Epictectus, Cluvius Rufus, Quintus, Curtis Rufus, Josephus.
“Penyembahan dewa-dewa yang menderita ditemukan disemua sisi, dan kepercayaan pada penyiksaan korban di ritus pengorbanan manusia untuk penebusan dosa adalah sangat umum. Dewa-dewa Osiris, Attis, Adonis, Dionysos, Herakles, Prometheus, dan yang lainnya, telah menderita demi umat manusia; dengan demikian Hamba Yahweh juga dipahami harus disakiti demi dosa-dosa manusia. Tetapi sebagaimana Saya katakan, konsepsi ini telah menerobos kedalam background di hari-hari Yesus” (The Paganism in Our Christianity, Arthur Weigall, 1928, hal. 106)
Tidak mungkin Yesus mati dihari jumat atau malam Sabtu
“Tidakkah aneh bahwa penyaliban seharusnya terjadi selama Paskah Diantara orang-orang Yahudi, ini adalah peristiwa paling sakral. Bagi mereka untuk menyalibkan siapapun orangnya pada waktu ini, mereka akan melanggar sekurang-kurangnya tujuh dari hukum agama mereka. Mengapa mereka kemudian melanggar kesucian dengan menjadi pembunuh” (Lloyd Graham, Deceptions and Myths of the Bible, hal. 345)
“Kesulitan terbesar dari sudut pandang dari prosedur Yahudi berkenaan dengan menghukum adalah hari dan waktu eksekusi tsb. Menurut Injil-injil tsb, Yesus mati pada hari jumat, malam Sabbath. Namun pada hari itu, dalam pandangan dari pendekatan Sabbath (atau hari libur), eksekusi-eksekusi terakhir hingga paling akhir pada sore adalah hampir tidak mungkin (Sifre, ii. 221; Sanh. 35b; Mekilta to Wayaḳhel). (Jewish Encyclopedia Online)
Apakah Yesus benar-benar mati disalib
Penyaliban adalah sebuah proses pembunuhan yang lamban. Kematian biasanya memakan waktu beberapa hari. Kematian dimulai dari kehausan, ketidakmampuan untuk bernafas sebagai hasil dari posisi tegak atau diserang oleh binatang liar. Mengapa Yesus, yang sedang fit dan sehat berjalan ke desa yang berjarak jauh, kematian begitu cepat hanya menunggu beberapa jam saja
Pada tahun 297 M, atas perintah Kaisar Maximian, tujuh orang Kristen di Samosata disiksa dan kemudian disalib. Menurut Alban Butler, (5) di
Hipparchus [satu dari mereka], seorang tua yang dihormati, mati disalib dalam waktu pendek. James, Romanus, dan Lollianus, mati dihari berikutnya ditikam oleh tentara-tentara sambil digantung disalib-salib mereka. Philotheus, Habibus dan Paragrus diambil dari salib-salib mereka ketika mereka masih hidup. Kaisar diberi informasi bahwa mereka masih hidup, memerintahkan paku-paku besar untuk diarahkan ketangan…
Ada sejumlah kasus yangmana orang disiksa secara kejam, kemudian disalib dengan posisi kepala dibawah, namun survive selama 24 jam atau lebih. http://custance.org/old/incarnation/7ch2.html
Benarkah cuka membuat orang lekas mati
Cuka (vinegar) mempunyai sebuah efek stimulus, tetapi mengapa setelah Yesus makan cuka, justru membuat ia lekas mati, padahal sebelum ia makan cuka, kondisi tubuhnya masih fit (Lihat Yohanes 19:29)
Rekayasa sosok Pilatus
Injil-injil menggambarkan Pontius Pilatus sebagai orang yang baik hati dan segan untuk penyaliban Yesus. Tetapi sejarah menceritakan gambaran yang berbeda tentang dirinya. Ia adalah seorang dikuasakan atas wilayah Yudea dari tahun 26-36 M, dan ia adalah orang yang kejam dan korup. Mengapa tidak ada kritik baginya dalam Injil-injil
Sebaliknya, ditampilkan oleh Philo dan Josephus, Pilatus “adalah subyek dari tradisi negatif lebih daripada kepala daerah lainnya dan procurator-procurator (orang-orang yang dikuasakan),” jadi pencipta-pencipta dari narasi penderitaan [Yesus] orisinil tidak mempunyai alasan untuk tidak menyebut Pilatus melalui nama dan untuk mencelanya. Situasi ini diubah pada periode setelah revolusi orang-orang Yahudi pertama dalam tulisan-tulisan Matius dan Lukas, yangmana Pilatus dibebaskan dari tuduhan dan pendeta tertinggi dinamai tanpa keragu-raguan. http://earlychristianwritings.com/passion.html
Jadi kita dapat ketahui bahwa Injil-injil kanonik telah memalsukan sejarah karena mereka menggambarkan Pilatus sebagai seorang baik hati padahal sejarah menggambarkannya sebagai orang jahat. Namun Gereja koptik di Ethiopia justru menyatakan Pilatus sebagai orang kudus.
Kebiasaan Romawi tidak mengenal pembebasan narapidana
Cerita mengenai Barabbas yang dibebaskan sebagai bentuk pertukaran bagi Yesus adalah diduga fiksi. Injil-injil menggambarkan sebuah kebiasaan Romawi untuk membebaskan seorang narapidana selama perayaan Paskah, tetapi sejarah Romawi tidak mencatat adanya kebijakan seperti ini.
Di semua riwayat Perjanjian Baru, Pilatus ragu-ragu untuk menghukum Yesus hingga kerumunan Yahudi menyatakan tegas. Beberapa kalangan telah menyarankan bahwa ini mungkin satu upaya oleh percekcokan orang-orang Kristen awal untuk menjilat pantat dengan Roma melalui penempatan menyalahkan bagi eksekusi Yesus pada Yahudi, dan bahwa itu adalah bagian dari proses oleh yangmana Kristen Paulinistik marginalis masih memperhatikan Yahudi Kristen dari orang yang mengelak (orang-orang Ebion) (http://www.answers.com/Pontius%20Pilate)
Cerita Barabbas mempunyai signifikansi sosial yang spesial, karena cerita ini telah sering digunakan untuk menimpakan kesalahan Penyaliban pada orang-orang Yahudi dan membenarkan paham anti-Semit. Sebanding, signifikansi sosial dari cerita ini untuk para pendengar awal adalah bahwa cerita ini membersihkan kesalahan yang melekat pada kekaisaran Romawi, menghapus satu hambatan sehingga agama Kristen secara resmi diterima. (http://en.wikipedia.org/wiki/Barabbas)
**Jadi, cerita mengenai Barabbas sengaja dibuat untuk membebaskan tuduhan yang melekat pada orang-orang Romawi dan menyerahkan beban kesalahan hanya kepada orang-orang Yahudi.
**Problem yang dihadapi oleh Injil-injil kanonik tidak hanya mengenai masalah kepengarangan yang anonim, Injil-injil ini nyatanya bukanlah disusun oleh para pengikut Yesus. Bahasa asli Injil-injil kanonik ini adalah Yunani, bukan bahasa Ibrani dan Aramaik, dan diproduksi di kota-kota tempat kediaman bangsa non-Yahudi seperti Roma dan Smyrna.
Tiga injil sinoptik menyatakan Yesus ditahan dan dijatuhi hukuman oleh Sanhedrin pada malam Paskah. Ini bukanlah sejarah riil karena Sanhedrin, berdasarkan hukum Yahudi, dilarang untuk bertemu over paskah, Injil-injil ini menyatakan bahwa penahanan dan trial terjadi pada malam, tetapi Sanhedrin “dilarang untuk bertemu pada malam, di rumah-rumah pribadi, atau dimanapun diluar batas kuil.” (Holy Blood, Holy Grail 349).
Ketidaklogisan historis lainnya dalam cerita penyaliban Yesus adalah memindahkan tubuh Yesus dari salib. Menurut hukum Romawi pada waktu itu, seorang pria/wanita yang disalib tidak boleh dikubur. Orang tsb ditinggalkan untuk burung-burung, dan binatang-binatang, sebagai bentuk penghinaan atas eksekusi ini.
Hukuman bagi pencuri adalah bukan disalib. Riwayat Perjanjian Baru mengenai penyaliban menyatakan dua orang pencuri disalib dengan Yesus. Penyaliban tidak pernah dijatuhi kepada pencuri.
Sekarang mengapa Yesus harus dilahirkan di Bethlehem Apakah ini juga untuk menggenapi sebuah ramalan sebelumnya, atau hanya karena untuk sebuah dekrit pajak kedua-duanya tidak; Yesus sedang lahir di Bethelem untuk alasan sama [dimana] Yusuf dan Daud disana dilahirkan. Bethelehem adalah “rumah roti” mistik, sumber dari planetary substance. Jadi tempat terjadinya peristiwa ini adalah tidak historis melainkan dirancang. Dan sedemikian rupa adalah keseluruhan cerita. Ketika kita melihat dari sisi historis, ini menjadi jelas. Menurut riwayat, Herodes adalah raja pada the alleged time, 1 Masehi, tetapi menurut pengetahuan ilmiah sekarang, Herodes mati sekurang-kurangnya empat tahun sebelum [peristiwa] ini. Menurut Lukas, Cyrenius adalah gubernur Syria selanjutnya, tetapi menurut catatan orang-orang Syria bukan dia. Ada, tetapi, seorang Quirinius, yang memerintah dari tahun 13-11 SM. Jadi, kedua kalender atau Injil-injil adalah salah, beberapa kalangan mengatakan sebanyak dua puluh tahun. Kekacauan mengenai penanggalan mengimplikasikan ketidakpastian kepengarangan yang jauh sesudahnya, yang mengkonfirmasi pernyataan kita bahwa Injil-injil ini tidak ditulis sampai dengan abad kedua atau ketiga. (Lloyd Graham, Deceptions and Myths of the Bible, hal. 306)
“Penginjil tidak punyai andil bagi penelitian historis karena kita tahu itu” (Tom Harper, The Pagan Christ, hal. 153)
Kalau kita membahas masalah AGAMA ini, saya pikir tidak akan pernah selesai, tetapi kita harus yakin bahwa TUHAN akan menyatakan diriNYA benar dan tidak sepantasnya kita manusia mengatakan bahwa kita bisa masuk surga dan mereka masuk neraka. tetapi seharusnya kita harus intropeksi diri, bahwa apakah kita akan terpilih pemilik surga.,tentu saja kita tidak tahu. hanya Tuhan yang menilai. TUHAN itu adalah KASIH maka kasihanilah sesamu, berbuat baiklah, tanpa pandang agamanya, sukunya, bangsanya. sesungguhnya orang yang seperti itulah yang diharapkan TUHAN untuk menghuni kerajaan SURGA. Lihatlah dirimu, tetapi kita tdk berhak menilai orang. GOD BLESS Us
Astagfirullah……..kamu adalah murtad yang ganjarannya adalah neraka jahannam selama-lamanya…ini adalah firman ALLAH,SWT,,, masuk akalkah TUHAN punya anak ? nabi isa,As itu adalah agama islam 100% …yaitu agama ALLAH,SWT….yg kitabnya adalah injil……n taukah kamu bahwa injil telah di rubah oleh pemerintahan Kaisar Roma : BENADIKTUS pada abad ke IV…… selamat menikmati neraka jahannam
Sok tau kalau injil/bibel diubah, dari mana ? apa sumbernya?
Hanya ngomong kosong doang dan percaya pada satu sumber saja tampa ba…bi…bu.
Neraka adalah ciptaan sang Maha Suci, kok dibilang jahanam? Kamu berbuat utk upah jahat dan baik, pasti marah tindakan mu jahanam……………………
@ ali_imran algayobi
Bro,, tidak baik kita langsung mencaps seseorang Murtad, sebab dgn takaran apakah anda dapat mencaps seseorang Murtad??
btw saya lom tau tuch klo injil telah di rubah oleh Kaisar Roma.
Emank Bro Ali Punya “BUKTI” yg menyatakan bahwa injil telah di “RUBAH”,,, klo ad boleh donk di sharing infonya…
(NO Offense)
Saya seorang muslim dan saya sudah mengikatkan keyakinan saya dengan simpul mati, apapun argumen orang lain tentang agama saya. Jadi kalo ada yang ingin berdebat soal agama, mungkin bukan saya penontonnya, apalagi pesertanya.
hallo abang,,,,,,,,,, banyak fans nih,????????wahhhhhhhhhh heboh banget ya para manusia yang sepertinya lebih tau dari pada tuhan itu sendiri…..apa anda juga yakin bahwa smua yang anda ketahui sekaarang juga buatan manusia.
Islam tidak pernah memusuhi umat kristen karna islam adalah agama yang cinta kedamaian n Rasulullah S.A.W tdk pernah memusuhi orang-orang yang memusuhi beliau,
Ingat.UNTUKMU AGAMAMU DAN UNTUKKU AGAMAKU,,,,Kita lihat saja nanti di akhrat sapa yang benar…..!!!
Gimana anda akan menulis sesuatu yang benar… jika anda dalam keadaan Pusing Terus…………………
untuk masalah injil, baiknya kalian tidak membaca referensi setengah setengah dan dari nara sumber yang bukan berkiblat kepada sejarah kristen.
dan injil bukan hal yang penting untuk diperdebatkan, sejarah bisa saja ditulis dalam bahasa sastra yang notabene bahasa sastra ribuan tahun yang lalu, dan mungkin terjemahannya bisa membingungkan orang yang ga bijaksana, yang cuma text book aja. semua beda dengan sekarang,…so why you guys keep arguing ? faith is the key,
agama mu agamaku, thats right…makanya, jangan menghakimi agama lain yah…karena kalian bukan hakim, yang berhak menghakimi adalah allah, kalian cuma debu, yang tidak masuk hitungan sama sekali dalam roda peradaban dunia ini. kalian tidak berarti, bagaikan rag doll yang bisa dibuang dan dibakar ke tempat sampah…
bertaubatlah, biarkan para anjinx menggonggong
[...] reaksimu adalah… Selain Kristen Sendi… di Muslim, Kristen, dll, Sadarlah… Nesia! di Muslim, Kristen, dll, Sadarlah… sophie di Islam vs Kristen; Pemenangnya … Parjalang di Muslim, Kristen, dll, Sadarlah… maya di Muslim, Kristen, dll, Sadarlah… sezsy di Muslim, Kristen, dll, Sadarlah… ika di Muslim, Kristen, dll, Sadarlah… meiy di Muslim, Kristen, dll, Sadarlah… edugar di Justru Setelah Jadi Muslim, Ak… [...]
ASTAGFIRULLAH!!!!kata ustad yang sering saya jadikan tempat curhat, manakaLA saya merasa TUHAN tidak adil atau meninggalkan saya. dan saya pun ingin mengatakan itu pada anda saudaraku.engkau sudah menjadi muslim, maka bersyukurlah karena engkau telah diberikan petunjuk. jika saja engkau tahu sejarah tentang kristen dan islam dengan baik, maka engkau akan melihat mana yang benar, mana yang salah,selagi engkau masih dalam pelukan islam, segeralah membaca AL-QURAN, BACA ARTINYA, BANDINGKAN DENGAN INJIL, terus terang saya sedih, terpukul ketika membaca komentar ini. sungguh TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, LAAILAAHAILLALLAH!!! ALLAH MAHA ESA, ALLAH MAHA BESAR. TIaDA SATUPUN YANG DAPAT MENANDINGINYA.KITA BEGITU KECIL.ALLAH MENCIPTAKAN KITA SEBAGAI MAKHLUK YANG MEMPUNYAI AKAL, MAKA BERPIKIRLAH LAGI SAUDARAKU KETIKA ENGKAU MERAGUKAN KE ESAAN-NYA. SELAGI ENGKAU MASIH MEMILIKI NAFAS, UCAPKAN LAGI SYAHADATMU.SEMOGA HATIMU TETAP TERJAGA. AMIN…
sedikit unutk gal hunting the truth, perlu anda ketahui kalau islam tidak memusuhi kristen.kami sangat menghormati YESUS ATAU ISA AL MASIH KARENA BELIAU ADALAH SALAH SATU NABI YANG KAMI PERCAYAI.BELIAU DATANG UNTUK MENERUSKAN AJARAN TAURAT. DAN KEMUDIAN AJARAN INI DITERUSKAN DAN DISEMPURNAKAN OLEH MUHAMMAD.SEJARAH YANG TELAH MEMBUAT ISA MENJADI TUHAN.YESUS ATAU ISA TIDAK PERNAH MENGAKUI DIRI SEBAGAI TUHAN, ATAU ANAK ALLAH.jadi jangan heran kalau meneMukan kesamaan isi AL-QURAN dengan INJIL. NAMUN PERLU DIINGAT, HAMPIR 80% injil ditulis oleh PAUS BUKAN ISA AL-MASIH.agar lebih jelas coba anda baca majalas-majalah islam.atau kalau perlu beli AL-QURAN BESERTA ARTINYA.BANDINGKAN DENGAN KITAB SUCI MILIK ANDA.
Agama itu bukan masalah “MANA YANG BENAR atau MANA YANG SALAH” tetapi ” PERCAYA atau TIDAK PERCAYA”. Dan karena saya memPERCAYAI Yesus Kristus maka saya pun menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya.
yups..gw sangat setuju ma koment kalian..” utkmu agamamu dan utkku agamaku ” so g usa direpotin da pd…
udah jelas agama yang paling diridhoi disisi Allah SWT ya…cuman ISLAM doang frends..dah nonton belom lu pd..tuh loh video yg di Youtube…Hj.Ineke mantan kafir yang masuk Islam …tuh paling the best dah…smua dah terkupas disitu jd mau diapain lagi…Perang antar agama….!!!! songong lo pd ye…IKUT DUNK….??? kalo mbela yg bener gw pengen jg tu kaya perang badar…..itung-itung nebus dosa
Heel_dha :
Hebat ya kisah Injil tentang Yesus tersebut, ternyata hanya ilusi. Berarti mereka penulis skenario yang brilian dong ya…bahkan jika dibandingkan dengan jenius penulis skenario zaman milenium ini.
Tapi…Anda juga harus hati-hati, sehingga tidak blunder
( sepertinya Anda adalah bukan kristiani) dan jika tebakan saya benar, Anda adalah seorang muslim. Dengan penjelasan dalam komentar-komentar Anda (terserahlah entah itu…kutipan bulat-bulat) dan penjelasan tersebut sangat Anda yakini maka Anda sebenarnya telah setuju dan sangat bersepakat untuk mengugurkan kitab suci Anda sendiri juga yang ditulis sekitar 500 tahun lebih setelah masa hidup Yesus…kok masih ikut-ikutan berkisah tentang Yesus (Isa). Macam mana pula itu…
Dan Jika tebakan saya salah, Anda bukan seorang muslim atau kristiani, tolonglah kawan tidak usah ikut memperkeruh suasana. Alangkah indahnya, jika energi Anda yang berlimpah disumbangkan untuk kebaikan dan kedamaian hidup manusia.
Menurutku, Iman (bukan agama dalam bentuk institusi) adalah urusan pribadi masing-masing manusia dengan Tuhannya.
Bahkan saat ini, agama dalam bentuk institusi, di banyak negara telah menjadi alat propaganda untuk mendukung kekuasaan pemerintahan yang sedang berkuasa.
Dan percayalah, agamanya raja/penguasa akan menjadi rajanya agama di mana raja tersebut berkuasa.
“Yang Benar Hanya Kebenaran Tuhan”
Ndak mau iktu berpolemik, perlu disampaikan, semua wacana yang ada di sini masing ingin membenarkan pemahaman sendiri yang ditafsirkan oleh orang-orang jaman dulu dengan pola pemikiran untuk kepentingan golongan dan diri sendiri.
Susah membenarkan apa pun yang diyakini kalau itu cuma tafsir yang di buat manusia atas pemahaman sendiri. Baik sekarang maupun dahulu.
Kebenaran yang benar adalah kebenaran dari Tuhan sendiri. Aplikasinya ada di kitab yang Dia turunkan, bukan diturunkan oleh manusia. Kesehariannya adalah ucapan- ucapanNya yang tersurat jelas. Bukan penafsiran, bukan pemahaman, dan juga bukan ucapan-ucapan tertentu yang kadang sulit diterjemahkan secara general.
KebenaranNya mengajarkan setiap orang haruslah memberi arti bagi orang lain, mengasihi dan berkorban agar orang lain memperoleh kebenaranNya. tapi bukan dengan cara kekerasan dan semacamnya.
mnrt ku agama tu mmg pilihan!
ttp agama nggak menentukan keselamatan kita!
sy dapat berkata sy ini Kristen tetapi sy ykn pada ALLAH SWT!
ato sebaliknya sy Muslim tapi sy beriman pd Yesus!
Agama itu relativ.
ttp yg terpenting,siapa yg qta percayai…
sklai lagi Agama se2orang itu tidak menyelamatkan tetapi iman n percay kita ama Tuhan itu yg penting..
Perbuatan baik itu bagus tapi jika tidak di dasari dgn iman ma Tuhan,apa Tuhan nerima amal kita?
Marilah qta jgn menghujat agama yang A ato B..
Tetapi hidup rukunlah bersama..
Bersatu itu indah!
God Bless!
Horas Lae. Nainggolan…..
Saya seperti sependapat dengan beberapa komentator yang sebelumnya. Lae Nainggolan ini, mungkin bukanlah Islam ato Kristen. Entah apa maksud dari Lae Nainggolan ini. Kalaupun lae nainggolan ini Muslim aku yakin lae tidak memahami Islam sepenuhnya. Sattabi lae kalu aku terlalu menggurui. Tapi setahuku lae, di dalam Islam ada semacam ketentuan yang menurut aku begitu masuk akal. Yaitu bahwa seorang Islam harus yakin dan percaya bahwa ajaran yang dibawa oleh Muhammad itulah yang paling benar. artinya sebagai orang Islam kita harus yakin Islam itu adalah jalan yang sebenarnya untuk menuju Tuhan. Jika seandainya tidak ada keyakinan dalam diri kita bahwa yang kita jalani inilah yang terbenar (semua benar) jadi untuk apa kita memilih agama ini. Kenapa kita tidak menjadi Kristen saja. kan lebih enak. toh semua agama sama. Di Kristen, kita tak perlu sholat, kita hanya perlu kegereja setiap minggu, tanpa harus di bebani dengan ibadah minimal sholat 5 kali satu hari. Tak Perlu puasa, puasa itu hanya untuk menyiksa diri kita dengan menahan-nahan lapar dan haus. Tak Perlu membayar jakat yang hukumnya wajib itu. Kenapa kita harus jadi Islam? Toh pada intinya semua agama sama! Kenapa kita tak jadi Kristen aja lae? kita tak perlu berhaji. Haji seakan telah menjadi momok yang menakutkan. Ka’bah di mekah seakan menjadi mesin pembunuh. karena kita tahu bahwa banyak orang yang meninggal disana. untuk apa kita kesana kalo hanya mengirimkan nyawa? Lae nainggolan, harus ku akui sebagai orang yang masih muda, saya masih awam dalam banyak hal. Tapi pertanyaan mendasar seperti diatas sepertinya tak mungkin lae sepelekan? masih banyak alasan lain yang ingin saya kemukakan. Contoh lain misalnya, Jikalah kita semua memandang agama itu sama benarnya. sama baiknya dan kepercayaan itu semua menuju satu titik yaitu Tuhan. Aku yakin, suatu saat orang malah tak kan lagi beragama. Bahkan bukan tidak mungkin muncul suatu ajaran baru yang memperbolehkan hanya mengakui bahwa dia beragama. Akan ada orang yang hanya mengakui dia beragama. Tapi tak ada lagi ke saklaran. Tak ada lagi Ibadah. hanya ada pengakuan bahwa dia beriman. itu saja. Al-quran tak lagi dianggap suci. Injil tak lagi di hormati sebagaimana layaknya kitab suci. karena toh yang penting beragama.
Lae Nainggoalan,
Sebagai orang batak, walau tak kenal aku tetap menganggap lae saudara. Saudara sebagai sesama orang batak. saudara sekampung dan saudara seiman. Bukan maksudku mangajari (menggurui ) lae. tapi justru aku ingin belajar banyak dari lae. Baru2 ini aku membeli buku karangan Heri Nurdi salah satu Kolumnis diMajalah Sabili. yang berjudul (Jejak Freemason dan perkembangannya di Indonesia. saran saya coba lae baca buku itu. Mungkin ada manfaatnya buat Lae.. Terima Kasih…
Semua orang bisa menganggap bahwa agama yang dia anut adalah yang paling benar, dan itu harus !
Namun, harus diingat mengganggap agama sendiri yang paling benar BUKAN berarti mengganggap agama orang lain sesat.
Agamamu bukan agamaku, tak kurecoki agamamu !
Urusi saja agamamu tanpa merusak agama orang lain.
Bandingkan saja AGAMAMU dengan AGAMAMU (perilakumu), tak usah kau bandingkan agamamu dengan agamaku.
PEACE !!!
Setelah baca beberapa komen dari para tamu di sini, saya kok semakin yakin ya, bahwa AGAMA bukanlah TUHAN, dan TUHAN bukanlah AGAMA… Kira-kira menuhankan agama tuh bener gak sih?
Berebut klaim soal agama mana yang paling benar, kayaknya ga bakalan terukur dengan valid deh! Kecuali kalau ntar sudah bertatap muka dengan Sang Khalik sendiri.
Sedikit tanggapan buat sudara ERSA, Injil itu tidak ditulis oleh Isa, melainkan oleh rasul-rasulNya. Juga tidak di tulis oleh Paus, karna kepausan ada, jauh setelah zaman Isa.
Terimakasih.
setahu gw, agama tuh di turunkan sesuai dengan masa atau jaman2 tertentu, pada jaman bani israel, dimana pada saat itu manusia mengalami kesesatan yang sangat krusial, tuhan menurunkan isa as sebagai utusan, untuk meluruskan/menunjukan kebenaran yg harus dilakukan manusia, kalo gw lahir mang di jaman nabi muhammad, jamannya agama islam, makanya gw lebih cocok dan nyaman dengan beragama islam.
oya kemarin gw lagi iseng2 megangin telinga gw, lu pasti semua pasti punya deh, di situ ada tonjolan daging kecil dengan tulang muda, coba lu pegang di bagian depan telinga, pasti ada, gw pikir2 nih gunanya apa ya..? setelah gw pikir2..oh iya ini buat ngejaga supaya air ga msk ke telinga, tapi knp naruhnya disini, disini kan cmn ngejaga air yg masuk dr sebelah depan, pas gw pikir2 lgi..(yah jd kbanyakan pikir2nye deh gw hehehe..) oh iya..ini ngejaga air masuk ke telinga pd saat orang ngebasuh mukanya..dan orang yg paling sering ngebasuh mukanya adalah orang yg berwudlu,dan yang berwudlu tuh kan org islam, apa emang tuhan tuh menciptakan manusia untuk berwudlu,shalat dan islam…hmmm..whatever lah, yang pasti gw udah islam dan nyaman dengan islam..
menarik kal berbicara tentang religi. kalo kita bicara kristen ato islam gak akan habis. benar ato salah juga gak akan ketemu. toh pada akhirnya nanti saat kita bertemu hari kiamat hanya diri kita yang bisa membantu tak ada orang lain. tidak ustad tidak pula pendeta. hanya kamu, amalan dan TUHAN kamu. yang saya tahu bahwa tuhan itu ESA. Dia selaku benar..hanya kita manusia yang selalu bicara benar ato salah.
klau soal Agama itu menurut saya hanya pilihan Individu2 masing2 orang yang memilih ,jadi tidak bisa dipaksakan oleh siapapun juga baik oleh orang tua,saudara,para ahli Agama ,Presiden dll
Klau Agama yang dipilihnya menurutnya benar itu yang lebih baik,dari pada memilih Komunis.
Saya yakin Agama yang dipilih saudara2 adalah yang benar.
Menurut saya walaupun berbeda Agama kita harus Bersatu Membangun Indonesia.
menurut sy…….
agama kristen itu tdk masuk akal karena buat apa kita menyembah patung,,,,, kalo kita bisa menyembah kpd yang membuat ptung……….dengan cara pindah menjadi agama islam.
Salam Semua,
Beragama adalah untuk mendekatkan ruh kita kepada Tuhan, karena ruh yang akan kembali kepada Tuhan. Agar ruh bisa dekat kepada Tuhan harus suci mendekati sucinya Tuhan, kalau nggak, otomatis akan mental menjauh dengan sendirinya. Ajaran agama adalah ajaran untuk bisa mensucikan ruh, ya seperti beberapa ritual di masing2 agama. Tingkat kesucian Tuhan itu luar biasa tidak terhingga, sehingga sangat sulit untuk mencapainya, hanya ruh2x yang telah disucikan, yang telah diakui kesuciannya yang bisa dekat kepada Tuhan. Dekat kepada Tuhan itulah surga, jauh kepada Tuhan itulah neraka, yang secara alami akan menyebabkan ruh begitu tersiksa karena rindu akan Tuhannya. Dengan situasi seperti itu ribuan tahun lamanya, dengan penyesalan yang sangat mendalam, habis air mata untuk menangis minta ampun, bertobat, mengharpak kasih Tuhan, akhirnya bisa juga mendekat kpd Tuhan yang kita sebut surga.
Jadi apapun agamamu, surga itu begitu sulitnya, tapi peluangnya masih ada, yang tidak bisa mendekat Tuhan, pada akhirnya walaupun lamanya tersiksa sampai waktu yang tak terbayangkan seolah2 kekal abadi, akhirnya akan mendapat surga juga. Krn semua ciptaanNya akan kembali kepadaNya jua.
Peace
Saudaraku umat kristen yang terkasih, PECOS, AHRIMAN, BAAL, ADONIS, MITRAS, POSEIDON, CRONUS, CYBELE, DIONYSUS, ORPEUS, PERSEPHONE, ISIS, HORUS, AENEAS, BACCHUS, PROSERPINA, BALDUR, ODIN, KAKNU, HOITSI, BALDER, DAMUZI, INANNA, ATUNIS, ZALMOXIS, ATTIS, dan masih ada sangat banyak lagi nama-nama lainnya yang diyakini sebagai Tuhan THREE IN ONE yang lahir dari seorang perawan, mati (diantaranya mati disalib), dan bangkit kembali. Ini adalah MITOS kuno sejak tahun 3000 SM. Bahkan diantara mereka mati melalui perjamuan terakhir, digantung bersama dua/tiga orang penjahat, dicemooh, dan darahnya untuk menebus dosa manusia. Dongeng inilah yang kemudian di teruskan kepada YESUS ketika Kristen masuk ke dalam kepercayaan YUNANI. Uskup General Wakefield saja tidak mengerti mengapa cerita Yesus sama persis dengan dongeng ini !!! Saya sarankan umat keristen untuk banyak belajar sejarah awal kekristenan.
Sebenarnya hanya ada kebenaran di dalam hati antara manusia dengan Tuhannya sendiri, tidak ada yang mau di bandingkan dengan aktifitas rohani yang dilakukan oleh setiap agama. karena setiap agama pasti memberikan setiap pemahaman yang sebenar-benarnya kepada Tuhannya…
Hanya saja dengan semua itu kita harus menjaga kerukunan setiap agama….jika Islam ada dengan keadilan, rupanya Kristen ada dengan Kasih dan Adilnya…bagaimanan antara keduanya dibandingkan???? hanya Tuhanlah yang tahu….
Trim’s
Thanks for All
May God Bless Us
Saya tidak percaya dengan agama….!
Yang kupercaya adalah: mengasihi TUHAN ALLAH semampuku dan mengasihi sesama manusis seperti aku mengasihi diriku. Yesus adalah gambaran manusia yang diinginkan ALLAH. Jadi kalau kita ingin menyenangkan ALLAH berbuatlah seperti yang diperbuat oleh Yesus, …mudah-mudahan saya mampu…amin.
maha besar allah menciptakan seluruh alam semesta..
tp yakinlah bahwa setiap agama mengajarkan jln kebaikan..
aq seorang muslimah yg dulu hanya menjadikan islam sbg agamaku namun q tdk sdr btp indah islam itu..
di dalam alquran allah tlah menjelaskan semua..
apa salahnya anda lbih mendalami isi alquran..
slm persahabatan
saiia cma pgn nyaranin mning msk ke http://tausyiah275.blogsome.com/2007/05/07/dialog-islam-kristen-di-philadelphia-usa/
dulu aj…
dbagian komentnya dah byk yg b’debat
antara islam dan kristen.
klo dah bca coba renungi lgi…
wassalam
@M Hasan
Sy sudah baca, ga ada yang baru tuh… Kirain dalam cerita debatnya ada fakta yang mengejutkan…
Jadi, apa yg mesti saya renungi?
yang menurut kamu islam itu salah dimananya, seberapa jauh kamu tahu tentang islam , ya jelas salah sech kalau buat orang yang ingin kebebasan mutlak kayak aku,pecuma aja aku punya agama, sama juga bagi mereka nonmuslim yang ingin kebebasan mutlak juga kayak tidak beragama, percuma aja mereka punya agama, ku akui selama 3 tahun aku bersama dengan temenku non muslim mereka baik – baik , dan ternyata kebenaran suatu agama kembali kepada diri kita , bagaimana kita menjalaninya! yang jelas kita sebagai manusia hanya ingin kebebasan ! , maka itu jangan saling menyalahkan dan menganggap agamanya yang paling benar..!
Upah dosa adalah maut….
Setelah kejatuhan adam dan hawa kedalam dosa,.manusia
telah putus hubungan dengan ALLah.
Bagaimanapun baiknya kelakuan manusia itu tak dapat
menyelamatkan dirinya sendiri. Sebab manusia telah menjadi kutuk oleh karena ketidaktaatannya kepada Allah.
Marilaah kita hidup penuh kasih satu dengan yang lain,
tak perlu ada yang didebatkan…
mintalah petunjuk kepada Allah,.”Carilah dahulu kebenaran dan kerajaan ALLah,….”
Ini akhir Zaman dimana nabi-nabi palsu bermunculan, berhati-hatilah!
Jangan binggung dengan berbagai argument, tp saringlah dengan hikmat dan bijaksana…
Sekarang Cari……kebenaran itu!!!!
dan saya pribadi telah menemukannya.
Trims,..
Damai Sejahtera bagi kita semua
Tolong bantuan komentarnya ya: Menyambung komentar saya sebelumnya.
Jadi maksud kita beragama adalah ingin menyucikan roh kita mendekati sucinya Tuhan, agar bisa kembali kepadaNya alias surga, hanya itu tujuannya. Masalahnya adalah manakah ajaran agama yang paling benar??? Saya batasi antara agama, Kristen dan Muslim. Masing2 mempercayai Tuhan yang namanya Alah atau Allah (sangat mendekati) Ajaran Kristen dengan konsep Trinitasnya lewat Yesus dengan Injil dan ajaran Muslim dengan tauhidnya lewat Muhamad dengan kur’an. Beberapa penjelasan trinitas bisa saya terima tetapi ada juga penjelasan yang membingungkan, sebaliknya konsep tuhannya muslim sangat sederhana, dan tanpa perlu banyak penjelasan. Trinitas sebenarnya benar kalau didekati dengan ajaran muslim, sehingga menjadi sangat sederhana, tidak membingungkan dan tidak mengganggu konsentrasi saya dalam berdo’a. Saya masih belum memutuskan memilih kristen atau muslim, tapi agaknya condong ko muslim, kita lihat saja nanti
Peace
Apakah ketika Jesus masih dalam kandungan Maryam sudah menjadi Tuhan?
Jadi rupanya seluruh ummat manusia dibawah kolong langit ini mulai dari yang paling primitif sampai yang paling modern sekalipun, merindukan kedekatan kpd yang namanya Tuhan baik disadari atau tidak, kebanyakan dalam keadaan terjepit mereka akan menjerit menanyakan dimana keberadaan Tuhan. Kalau demikian apakah semua agama benar? Apakah semua pemeluk agama masuk sorga? Ataukan hanya satu agama yang benar, dan hanya segelintir pemeluknya yang masuk sorga. Kalau acuannya berkisar etika umum, seperti berbuat baik, share sesama, peduli, bertanggung jawab dll, maka kita tidak perlu agama, krn sifat2 tsb sudah melekat pada setiap manusia, walaupun dia penjahat sekalipun apalagi dia orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan. Jadi menurut saya hanya satu agama yang benar dan tidak semua yang merasa sebagai pengikutnya otomatis masuk surga, hanya orang2 yang rohnya sudah suci mendekati sucinya Tuhan yang secara otomatis tanpa prosess penyucian lagi yang akan langsung kembali kepada Tuhan/masuk surga.
Peace
Pokoke saya mah.. mau yang baik2 aja, dan saya juga sangat affair sama input LHU PADE yang ada di sini, sehingga membuat saya semakin percaya ke padaNYA (TUHAN YESUS ), tetapi sudah memang seperti itu, kebenaran selalu ada saja yang iseng untuk memperkeruh suasana, yah….sudalah.. kita anggab kafilah berlalu…..,percuma saja kita ngomongin yang nglantur, karena pembuktian perlu ada fakta,jika kamu percaya …dengan kepercayaan kamu ya silahkan, Serahkan segalanya sama TYME dan bawalah PERBEDAAN ini dalam ”DOA”mu ,karena perbedaan itu adalah ” KASIH” semoga TYME yang akan menjawab semua ini…karena jika kita memfitnah itu adalah DOSA YANG SANGAT BESAR,
Buat saya intinya ” KASIH UNTUK SESAMA SEPANJANG MASA” Amin
perbedaan itu indah, jadi mengapa harus diperdebatkan…..
alangkah baiknya jika perbedaan itu tidak diperdebatkan…
biarlah perbedaan itu berjalan menurut alurnya sendiri-sendiri……..
tapi yang jelas semua agama mengakui bahwa Tuhan itu satu…..
ALLAH hanya satu….
dan yang menciptakan perbedaan itu adalah ALLAH…
jadi mengapa harus diperdebatkan……
senang bisa membaca tulisan anda.
memang kalau kita mencari tahu kebenaran itu sangat penting karena akan menentukan kemana kita akan melanjutkan kehidupan setelah kita mati.
saya percaya satu hal yang di namakan IMAN.IMAN tidak bisa di pahami oleh akal manusia.Manusia di batasi oleh logika.IMAN melampaui logika.
agama adalah pilihan,tetapi percaya sesuatu adalah keputusan.
ORANG YAHUDI DAN NASRANI SAAT INI SEDANG GENCAR-GENCARNYA MELAKUKAN LIBERALISASI AL-QUR`AN. MENGAPA MEREKA TIDAK MEMPERDALAM KITAB MEREKA SENDIRI? APAKAH KITAB MEREKA SUDAH TIDAK BERGUNA LAGI DAN TIDAK SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN SEHINGGA KITAB ORANG LAIN DIOBRAK-ABRIK?
dalil2 argumentasinya kok ya pernah saya dapat dari Answering Islam ya..??
tau nggak bung, siapa Tuhan Yang Disembah Maria ibunya Yesus sebelum Yesus Lahir?
Saat Yesus Remaja lalu Dewasa??
saat Yesus mempunyai Murid2?
saat Yesus mati??
apakah ia menyembah YESUS sbg tuhan??
Kebenaran yang BENAR gak cuma yg dibenarkan oleh Iman Hati aja..tapi harus juga IMAN AKAL loh…
udahkah maksimal fungsi IMAN AKAL bung ini ?
kasihan Tuhan udah capek2 ngasih Akal ke manusia buat mngenalNYA kok ya ga dipake………….
Pertanyaannya adalah bagaimanakah caranya menyucikan ruh. Itulah pentingnya memilih ajaran agama yang benar, yang masuk akal, bahkan harus sampai hakkul yakin, yakin seyakin yakinnya atas ajaran agama dan semua hal yang menyangkut agama tersebut. Keyakinan tidak bisa dipaksakan, apalagi yang tidak bisa diterima akal. Karena akan menyebabkan salah arah salah arah. Seperti berjalan dihutan belantara, perasaan kita ke arah timur, ternyata setelah kita sampai di ujung hutan ternyata kita berjalan ke arah yang salah, tidak ada waktu lagi untuk mengulangi dari awal lagi, tinggal kita menerima konsekwensi untuk menemukan arah yang benar, berputar putar di tengah hutan, Bermacam macam rintangan yang kita temui, dicabik2 binatang buas, kelaparan, kehausan, sakit, naik turun bukit dll, satu2 nya tempat yang aman adalah suatu pondok di ujung hutan yang harus kita temukan. Celakanya lagi kita mengharapkan untuk mati saja, ternyata jatah mati sudah habis, mau tidak mau kita harus menerima resiko tersebut. Itulah gambara keadaan setelah kematian. Untuk itu sodaraku terkasih kita harus punnya kompas. Dalam menentukan pilihan ajaran agama harus kita teliti, cros check, bandingkan semua ajaran agama yang ada, secara ilmiah, logika, akal sehat, kepala dingin, jujur, semuanya sudah klop, baru kita mulai menyucikan ruh tersebut.
peace
Apa arti sebuah agama kalau agama itu hanya menimbulkan kekacauan saja. Bagiku agama adalah alat untuk pengenalan dan pemahaman kepada Tuhan. Dan lagian agama apapun juga adalah sebuah nama yang tak akan berarti jika orang yang merasa memilikinya tak mampu menciptakan dan membuat ‘ciptaanNYA” menjadi damai dan bahagia. Agama bukan alat perang untuk tunjukkan kekuasaan. Agama bukan untuk mainan. Selamat menikmati agamamu krn Tuhan tidak butuh sebuah agama. Yang dibutuhkan hubungan dan perilaku yang benar dimataNYA
salam kenal,
menurut penadapat saya, sebenarnya-nya jangan memandang agama dengan akal atau pikiran tapi dengan iman, tu lebih rasional kalau kita hanya ngomongin sejarah suatu agama dan bagaimana agama itu ada. karena tujuan kita memeluk suatu agama itu intinya sama. yaitu untuk keteraturan & pegangan hidup kita.
Kenapa Saya Meninggalkan Islam
Oleh. Ali Sina
http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/why_i_left_islam.htm
Banyak orang bertanya kpd saya kenapa saya meninggalkan agama Islam. Bagi Muslim ini
memang sangat tak masuk akal. Mereka memilih utk percaya bahwa orang murtad karena
disogok agen rahasia Nasrani/Yahudi. Mereka enggan menerima kenyataan bahwa setiap
orang punya hak utk menentukan pilihannya sendiri dan bahkan ada orang yg merasa bahwa
Islam tidak cocok bagiinya.
Berikut ini adalah alasan saya.
Hanya beberapa tahun yang lalu saja saya masih percaya bahwa kepercayaan saya kpd
Islam bukan berdasarkan percaya buta tetapi karena hasil penyelidikan dan penelaahan
selama bertahun-tahun. Memang saya membaca banyak buku2 Islami yang ditulis oleh
orang2 yang pikirannya sesuai dengan saya dan mengemukakan filosofi yang sesuai dengan
pandangan saya, sehingga ini semakin meyakinkan saya bahwa saya sudah menemukan
kebenaran.
Semua hasil penelaahan saya sesuai dengan iman saya. Sama seperti kebanyakan Muslim,
sayau tadinya percaya bahwa kalau mau benar2 mengetahui sesuatu, maka belajarlah dari
sumbernya. Tentu sumber Islam itu adalah Qur’an dan buku2 yang ditulis oleh ilmuwan
Islam. Karena itu, saya merasa tidak perlu lagi untuk mencari dari sumber lain untuk
menemukan kebenaran, apalagi memang saya begitu yakin menemukannya. Seperti yang
sering dikatakan para Muslim “Talabe ilm ba’d az wossule ma’lum mazmum”. Usaha mencari
ilmu pengetahuan lain setelah menemukannya (Islam) adalah bodoh.
Tentu saja ini salah. Bagaimana jika kita ingin tahu kebenaran tentang suatu aliran
kepercayaan yang berbahaya? Apakah cukup dengan hanya bergantung melalui informasi
dari pemimpin kepercayaan itu dan semua penganut2nya yang sendirinya tertipu pemimpin
itu? Diperlukan penelaahan secara saintifik (berdasarkan ilmu pengetahuan) untuk
menelaah kepercayaan itu karena penelaah sains tidak mengutarakan hasil
penyelidikannya berdasarkan iman yang membuta. Mereka membuat penelaahan yang seksama
dari bukti yang ada. Ini sungguh beda dengan cara pendekatan agamawi yang didasarkan
pada iman dan rasa percaya semata2.
Untuk itulah saya kembali membaca isi Qur’an dan saya temukan perintah2 yang tidak
sesuai dengan nilai2 kemanusiaan. Saya merasa sangat tertekan dan risih membaca ajaran
seperti ini.
Q.3: 5
”Tapi bagi mereka yang menolak Iman setelah mereka menerimanya, dan lalu menentang
Iman, , – pertobatan mereka tidak akan pernah diterima; karena mereka adalah orang2
yang telah sesat”.
Q.16: 106
”Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan
Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman
(dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka
kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar..”
Orang mungkin berpikir bahwa azab yang besar itu nantinya terjadi di akherat. Tapi
Muhammad memastikan orang2 itu mendapat hukum di bumi pula. Lihat ayat2 berikut:
Sahih Bukhari Volume 6, Buku 61, Nomer 577:
“Aku mendengar Nabi berkata,”Di hari2 akhir (duni) akan muncul orang2 muda dengan
pikiran2 dan ide2 yang bodoh. Mereka akan berkata baik, tapi mereka akan meninggalkan
Islam seperti anak panah yang ke luar jalur, iman mereka tidak lebih dalam dari
tenggorokannya. Maka, jika kalian menemukan mereka, bunuh mereka, karena akan ada upah
bagi para pembunuh itu di Hari Kebangkitan.”
Sahih Bukhari Volume 4, Buku 63, Nomer 260:
“Ali membakar beberapa orang dan berita ini terdengar oleh Ibn ‘Abbas, yang berkata,”
Jika aku berada di posisinya, aku tidak akan membakar mereka, seperti yang dikatakan
sang Nabi,’Jangan hukum (siapapun) dengan Hukuman Allah (yi: api).’ Tidak ragu lagi,
aku sudah akan membunuh mereka, karena Nabi berkata, ’Jika seseorang (Muslim)
meninggalkan agamanya, bunuh dia.’”
Sahih Bukhari Volume 4, Buku 63, Nomer 261:
“Delapan orang dari suku ‘Ukil datang kepada sang Nabi dan mereka merasa udara Medina
tidak cocok bagi mereka. Karena itu mereka berkata,”O Rasul Allah! Tolong berikan kami
susu.” Rasul Allah berkata, ”Aku anjurkan kalian untuk bergabung dengan kelompok
unta2.” Maka mereka pergi dan minum air kencing dan susu unta2 (sebagai obat) sampai
mereka sehat dan gemuk. Lalu mereka membunuh gembala unta dan melarikan unta2 itu, dan
mereka meninggalkan agamanya setelah tadinya mereka adalah Muslim. Pada saat sang Nabi
diberitahu hal ini oleh orang yang minta tolong padanya, ia menyuruh beberapa orang
untuk memburu para pencuri unta itu, dan sebelum matahari bertambah tinggi, pencuri2
itu dibawa kepada Nabi, dan Nabi memotong tangan2 dan kaki2 mereka. Ia meminta paku2,
yang dipanaskan dan ditusukkan ke dalam mata2 para pencuri, dan mereka diterlantarkan
di Harra (daerah berbatu di Medinah). Mereka minta air, dan tidak ada seorang pun yang
memberi mereka air sampai mereka mati.”
Dan sebagian terjemahan dari Sunan Abu Daud, Buku 38, Nomer 4339 disampaikan oleh
Aisha, Ummul Mu’minin:
“Rasulullah (saw) berkata: Darah seorang lelaki Muslim, yang mengaku tiada Tuhan
selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah, secara hukum tidak boleh
ditumpahkan kecuali oleh karena satu dari ketiga hal ini: orang yang berzinah setelah
menikah, dan hukumannya adalah dirajam; orang yang melawan Allah dan RasulNya, dan
hukumannya adalah ia harus dibunuh atau disalib atau diasingkan dari tanah ini; atau
orang yang membunuh dan hukumannya adalah ia harus dibunuh. ”
Berikut ini sangat mengerikan. Aku berani berkata bahwa orang mana pun yang membaca
ini dan tidak merasa muak berarti tidak dapat disebut manusia.
Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4348
”Disampaikan oleh Abdullah Ibn Abbas:
Seorang pria buta punya seorang budak wanita yang sedang mengandung (bayi pria buta
itu sendiri) dan budak ini suka mengolok-olok dan menghina sang Nabi. Ia melarang
budak ini tapi budaknya tidak mau berhenti. Ia memarahinya, tapi budak itu tetap tidak
meninggalkan tabiatnya. Suatu malam, budak itu mulai mencemooh sang Nabi dan
menghinanya. Lalu pria itu mengambil sebuah pisau, menempelkannya di perut budak itu,
lalu menusuknya, dan membunuhnya. Janinnya ke luar diantara kakinya berlumuran darah.
Pagi harinya, sang Nabi diberitahu tentang hal ini. Dia mengumpulkan orang2nya dan
berkata: Aku meminta dengan sangat demi Allah orang yang melakukan hal ini untuk
berdiri mengaku. Pria buta itu lalu melompat dan dengan gemetar berdiri.
Dia duduk di sebelah sang Nabi dan berkata: Rasul Allah! Akulah majikan budak itu; ia
seringkali menghina dan mengolok-olokmu. Aku melarangnya, tapi dia tidak berhenti, aku
memarahinya, tapi dia tidak meninggalkan tabiatnya. Ia punya dua anak laki seperti
mutiara dari budak perempuan ini, dan ia adalah kesayanganku. Kemaren malam, dia mulai
lagi menghina dan mengolok-olok engkau. Lalu kuambil sebuah pisau, menempelkannya di
perutnya, dan menusukkannya sampai aku membunuhnya.
Sang Nabi berkata: Oh jadilah saksi ini, tidak ada pembalasan yang perlu dibayar bagi
darahnya”.
Saya merasa kisah ini mewujudkan ketidakadilan. Muhamad memaafkan seorang lelaki yang
membunuh perempuan hamil beserta anaknya sendiri hanya karena dia berkata bahwa
perempuan ini menghina sang Nabi!?
Baca juga yang dibawah ini ! Pria2 Arab ternyata punya kebiasaan meniduri budak2
wanita mereka. Qur’an mengabadikan tradisi ini.
Q. 33:52 “Tidaklah diperbolehkan bagi kalian (untuk menikahi lebih banyak) perempuan2
setelah ini, ataupun mengganti mereka dengan perempuan2 lain, meskipun kecantikan
mereka menarik hatimu, kecuali yang dimiliki oleh tangan kananmu (sebagai budak
perempuan).”
Muhammad sendiri meniduri Mariyah tanpa mengawininya, dan Mariyah adalah budak istri
Muhammad yang bernama Hafsa.
Memaafkan seseorang yang membunuh orang lain hanya karena dia mengatakan perempuan itu
menghina Muhammad adalah perbuatan yang tidak dapat diterima. Bagaimana jika orang itu
bohong untuk menghindari hukuman? Apa yang disampaikan kisah ini tentang rasa keadilan
Muhamad? Bayangkan berapa banyak wanita tak bersalah yang dibunuh para suaminya dalam
kurun waktu 1.400 tahun ini ! Dan luar biasa juga bahwa para suami yg seenaknya
menuduh istri mereka telah menghina rasulullah dan oleh karena itu dgn enteng pula
main tancap pisau ke perut istri oleh Tuhan dan Hadis bisa mengelak dari hukuman ??
Ini satu lagi.
Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4349
“Disampaikan oleh Ali ibn AbuTalib:
Seorang wanita Yahudi sering menghina dan mengolok-olok sang Nabi. Seorang pria lalu
mencekiknya sampai dia mati. Rasulullah mengumumkan tidak perlu hukuman untuk membalas
darahnya. ”
Tidak mudah untuk membaca cerita2 macam ini tanpa hati tergerak. Tidak ada alasan utk
mengira bahwa cerita2 ini dipalsukan. Untuk apa para pengikut Nabi, yang berusaha
keras menggambarkan nabi mereka sebagai orang yang penuh belas kasihan, memalsukan
begitu banyak cerita yang membuat nabi tampak seperti penguasa bengis ? Saya tidak
dapat lagi menerima tindakan brutal terhadap orang2 yang memilih untuk tidak menerima
Islam. Iman adalah pilihan pribadi. Aku tidak dapat lagi menerima bahwa seseorang yang
mengritik sebuah agama harus dihukum mati.
Lihat bagaimana Muhammad bersikap pada orang2 yang tidak percaya:
Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4359
“Disampaikan oleh Abdullah ibn Abbas:
Ayat yang berbunyi “Hukuman bagi orang2 yang berperang melawan Allah dan RasulNya, dan
berjuang keras mengacaukan tanah ini adalah dibunuh, atau disalib, atau potong tangan2
dan kaki2 dari arah yang berlawanan atau diasingkan dari tanah ini … yang maha
pengampun.” Ini diberikan untuk orang2 yang menyembah banyak tuhan. Jika ada dari
mereka yang bertobat sebelum mereka ditangkap, ini tidak menghindarkan mereka dari
hukuman tadi, yang memang layak mereka dapatkan. ”
Bagaimana mungkin utusan Tuhan membunuh dan menyalib orang2 karena mereka menolak dia?
Bisakah orang seperti ini jadi utusan Tuhan? Tidakkah ada orang lain dengan moral dan
etika yang lebih baik untuk memikul tanggungjawab besar sebagai utusan Tuhan?
Saya tidak dapat menerima kenyataan bahwa Muhamad membantai 900 orang Yahudi dalam
satu hari setelah ia menangkap mereka dalam suatu penyerbuan yang direncanakannya.
Saya membaca kisah ini dan bulu kuduk sayapun berdiri.
Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4390
“Disampaikan oleh Atiyyah al-Qurazi:
Aku adalah seorang dari para tawanan Banu Qurayzah. Mereka (para penawan) memeriksa
kami, dan mereka yang sudah tumbuh bulu kemaluannya dibunuh, dan yang belum tidak
dibunuh. Aku adalah salah satu dari mereka yang belum punya bulu kemaluan.”
Saya juga terkejut sekali membaca kisah dibawah ini.
Sunan Abu-Dawud Buku 38, Nomer 4396
“Disampaikan oleh Jabir ibn Abdullah:
Seorang pencuri dihadapkan pada sang Nabi. Nabi berkata: bunuh dia. Orang2 berkata:
Dia telah mencuri, wahai Rasul Allah! Lalu kata Nabi: Potong tangannya. Maka tangan
kanannya dipotong. Ia dibawa keduakalinya pada sang Nabi dan Nabi berkata: Bunuh dia.
Orang2 berkata: Dia telah mencuri, wahai Rasul Allah! Maka Nabi berkata: Potong
kakinya. Maka kaki kirinya dipotong.
Orang itu dibawa ke hadapan Nabi untuk ketigakalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
Orang2 berkata: Dia telah mencuri, Rasul Allah!
Maka Nabi berkata: Potong tangannya. (Maka tangan kirinya dipotong)
Orang itu dibawa lagi untuk keempatkalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
Orang2 berkata: Dia telah mencuri, Rasul Allah!
Maka Nabi berkata: Potong kakinya. Maka kaki (kanannya) dipotong.
Orang itu dibawa lagi untuk kelima kalinya dan Nabi berkata: Bunuh dia.
Lalu kami membawa dia pergi dan membunuhnya. Kami lalu menyeret dia dan melemparkan
dia ke dalam sumur dan menimbuni batu2 di atas tubuhnya. ”
Tampaknya Muhammad menentukan hukuman berdasarkan apa yang ia dengar. Dengan memotong
tangan seorang pencuri, ia tidak lagi dapat mencari makan kecuali dengan mengemis, dan
ini pun sulit karena dia sudah dicap sebagai pencuri dan dibenci orang (PLUS,
tangannya cuma satu ! Rada sulit khan ngemis dgn satu tangan !). Karena itu ia
terpaksa mencuri lagi untuk bisa terus hidup. Inikah yang dinamakan Nabi yg Maha Mulia
? Rahmatal lil alamin ?
Setelah hidup di dunia Barat selama beberapa tahun dan diterima dengan baik oleh
orang2 dari berbagai agama atau yang tak beragama sekalipun, yang mencintai saya dan
menerima saya sebagai kawan mereka, saya tidak dapat lagi menerima mandat2 Qur’an
sebagai firman Tuhan.
Q.58: 22
“Kau tidak akan menemukan orang2 yang percaya pada Allah dan di hari akhir, berkawan
dengan mereka yang melawan Allah dan utusanNya …”
Q.3: 118-120
“O kamu yang percaya! Janganlah memilih bitaanah (penasehat, konsultan, pelindung,
penolong, kawan, dll) di luar agama (penyembah berhala, orang Yahudi, orang Kristen,
dan orang munafik) karena mereka akan terus berusaha sekuatnya untuk merusak
pikiranmu. Mereka ingin menjahatimu. Kebencian sudah muncul dalam mulut mereka, tapi
bahkan yang tersembunyi dalam dada mereka lebih buruk lagi. Memang Kami telah
menerangkannya padamu, jika kalian mengerti. Lihat! Kalianlah yang mencintai mereka
tapi mereka tidak mencintaimu, dan kalian percaya akan semua kitab2 (kalian percaya
Taurat dan Injil, tapi mereka tidak percaya Qur’an). Dan jika mereka berjumpa
denganmu, mereka berkata, ‘Kami percaya.’ Tapi kalau mereka sendirian, mereka
menggigit ujung jari2 mereka dengan penuh kemarahan padamu. Katakanlah: ‘Matilah dalam
kemarahanmu. Tentu Allah tahu apa yang ada dalam hatimu (semua rahasia).’ Jika
kebaikan terjadi padamu, mereka bersedih, tapi kalau kejahatan terjadi padamu, mereka
bergembira ..”
Dan ini :
Q.5: 51
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani
menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang
lain…”
Saya mengalami sendiri bahwa perkataan2 di atas itu salah. Lihatlah buktinya di krisis
Bosnia dan Kosovo; di mana negara2 Kristen mengadakan perang terhadap sesama negara
Kristen untuk membebaskan orang2 Muslim. Banyak dokter2 Yahudi yang sukarela menolong
pengungsi2 Kosovo, meskipun pada kenyataannya selama Perang Dunia II, orang2 Muslim
Albania memihak Hitler dan menolong dia membantai orang2 Yahudi.
Semakin jelas bagi saya bahwa orang2 Muslim diterima oleh orang2 di seluruh penjuru
dunia, tapi meskipun demikian, nabi kita ingin kita membenci mereka, mengucilkan diri
kita dari mereka, memaksa mereka menerima cara kita hidup atau membunuh mereka,
menundukkan mereka dan memaksa mereka membayar Jizyah. Sungguh tolol! Sangat
menyedihkan! Sungguh tak berperikemanusiaan!
Tidak heran mengapa Muslim begitu membenci Barat dan Yahudi. Muhamad-lah yang menabur
benih kebencian itu dan menimbulkan rasa curiga pada orang2 non-Islam. Bagaimana
mungkin orang2 Muslim bisa bergaul dengan negara2 lain sambil menggenggam pesan2
kebencian di Qur’an sebagai firman Tuhan ?
Banyak orang Muslim yang pindah ke negara2 non-Muslim dan diterima dengan tangan
terbuka. Banyak dari mereka yang berpolitik dan menjadi bagian dari kalangan
pemerintah kelas atas. Kami tidak mengalami diskriminasi dari negara2 non-Islam. Tapi
lihat bagaimana nabi suci kita menganjurkan kita memperlakukan non-Muslim jika kita
menjadi kalangan mayoritas.
Q.9: 29
”Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari
kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul
-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang)
yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh
sedang mereka dalam keadaan tunduk.”
Aku juga merasa ayat2 berikut tidak sesuai dengan hati nuraniku. Aku mencintai semua
manusia dan berharap setiap orang untuk bisa bahagia di bumi ini dan diampuni di
akherat. Tapi nabiku melarangku untuk meminta pengampunan bagi orang2 yang tidak
percaya juga bahkan jika mereka itu orang tua kita atau orang2 yang kita cintai.
Q.9: 113
“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada
Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat
(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni
neraka Jahanam.”
Qur’an dan Ahadith penuh dengan ayat2 yang tidak bisa diterima seperti ini sehingga
ini merupakan bukti nyata bahwa Muhammad bukanlah seorang nabi, tapi seorang pemimpin
suatu aliran kepercayaan saja. Kepercayaan sesat memang memaksa orang untuk mengadukan
anggota keluarganya sendiri. Muhammad hanyalah seorang penipu yang bohongnya sangat
luarbiasa, sangat memaksa, sehingga orang2 yang bodoh di zamannya percaya padanya.
Lalu generasi berikutnya mewariskan kebohongan ini ke generasi berikutnya. Ahli2
filosofi dan para penulis lahir di suasana kebohongan ini dan mengembangakannya lebih
lanjut, memuliakannya, dan membuatnya tampak dapat dipercaya. Tapi jika kau
menyelidikinya ke dalam intisarinya, jika kau membaca Qur’an dan mempelajari Ahadith,
kau akan lihat bahwa itu semua adalah bohong belaka.
Saya tahu kata2 saya ini menyakiti hatimu. Tapi saya anjurkan engkau agar
mengendalikan kemarahanmu dulu, baca tulisan2 saya dan pikirkanlah matang2.
Engkau lihat bahwa penolakan saya akan Islam bukan didasari oleh tindakan2 buruk orang
Muslim, tapi oleh tindakan2 buruk pengarangnya sendiri. Semua kekejaman dan tindakan2
kekerasan yang mengerikan yang dilakukan oleh para Muslim di seluruh dunia diilhami
oleh Qur’an dan Sunnah. Karena itu saya menuding Qur’an sbg dasar tindakan jahat yang
dilakukan orang2 Muslim. Saya tahu bahwa semua usaha untuk memanusiakan masyarakat
Islam hanyalah buang2 waktu belaka karena musuhnya adalah Islam itu sendiri dan inilah
sasaran seranganku.
Saya lakukan ini meskipun dengan ini saya menjadi magnet yang menyedot kebencian semua
Muslim fanatik. Tidak ada untungnya bagi saya. Satu2nya alasan kenapa saya begitu
menentang Islam adalah untuk membebaskan dunia dari cengkeraman aliran setan ini dan
mengembalikan kedamaian dan kesejahteraan, kasih, dan hormat sesama manusia.
Muara dari kisah Nabi Isa ‘alaihissalam masih samar bagi sebagian kaum muslimin. Terlebih hal ini terancukan oleh keyakinan Nasrani yang meyakini bahwa Isa telah wafat karena disalib. Bagaimana kisah sebenarnya dari nabi Isa ‘alaihissalam ini?
Siapakah Isa Al-Masih1?
Dia adalah Isa Ibnu (putra) Maryam, seorang hamba Allah (Abdullah) dan utusan-Nya (Rasulullah) serta Nabi-Nya. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh Nabi Isa ‘alaihissalam sendiri, seperti yang dikisahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat-ayat Al-Qur`an:
قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا. وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلاَةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا. وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا. وَالسَّلاَمُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوْتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا. ذَلِكَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيْهِ يَمْتَرُوْنَ. مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ سُبْحَانَهُ إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُوْلُ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ. وَإِنَّ اللهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيْمٌ. فَاخْتَلَفَ اْلأَحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْ فَوَيْلٌ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ مَشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
“Berkata Isa: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, serta berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.’ Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah,’ maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabbmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.” (Maryam: 30-37)
إِنْ هُوَ إِلاَّ عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلاً لِبَنِي إِسْرَائِيْلَ
“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil.” (Az-Zukhruf: 59)
مَا الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلاَّ رَسُوْلٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيْقَةٌ كَانَا يَأْكُلاَنِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ اْلآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُوْنَ
“Al-Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang membenarkan, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memerhatikan ayat-ayat Kami itu).” (Al-Ma`idah: 75)
Ayat yang menegaskan demikian cukup banyak, apa yang disebutkan sudah cukup menjelaskan siapakah Nabi Isa ‘alaihissalam. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Ubadah ibnush Shamit radhiyallahu ‘anhu juga disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَأَنَّ عِيْسَى عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوْحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللهُ الْجَنَّةَ عَلىَ مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ
“Barangsiapa bersaksi bahwa tiada ilah yang benar kecuali Allah satu-satu-Nya, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad hamba dan Rasul-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba dan Rasul-Nya serta kalimat-Nya yang Allah lontarkan kepada Maryam, dan bahwa surga itu benar dan neraka itu benar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Al-Jannah sesuai dengan amalnya.” (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian, Nabi Isa ‘alaihissalam sama sekali tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan, sehingga tidak berhak untuk diibadahi atau dipertuhankan. Sebagaimana juga beliau adalah seorang rasul yang berhak untuk mendapatkan hak-haknya sebagai rasul, sehingga harus diimani kerasulannya, dicintai dan dihormati yang semua itu tidak melebihi kedudukannya sebagai manusia. Tidak boleh pula dihinakan atau dilecehkan, lebih-lebih dikatakan sebagai anak zina.
Sifat Fisik Nabi Isa ‘alaihissalam
Beliau adalah seorang lelaki yang postur tubuhnya tidak tinggi tidak pula pendek, kulitnya kemerahan, dadanya bidang2, rambutnya lurus, melebihi ujung telinganya, telah beliau sisir dan memenuhi antara dua pundaknya3. Rambutnya meneteskan air seolah-olah baru keluar dari kamar mandi4.
Sikap yang benar terhadap Nabi Isa
Sesungguhnya Nabi yang mulia ini memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam. Namun tidak diketahui oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani atau mereka pura-pura bodoh terhadapnya dalam realita mereka, atau dalam keyakinan serta tulisan-tulisan mereka. Islam telah memenuhi kedudukan mulia tersebut, menetapkannya dengan sebaik-baiknya, serta menyempurnakannya. Islam juga bersikap obyektif dalam banyak ayat yang jelas dan mulia. Hanya apa yang ditetapkan Islam itulah yang dapat diterima oleh akal yang sehat, bukan selainnya. (Mauqiful Islam Min ‘Isa ‘alaihissalam, hal. 3)
Sikap yang benar terhadap Nabi Isa ‘alaihissalam adalah meyakini bahwa beliau adalah Hamba Allah dan Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala utus beliau kepada Bani Israil, ia tercipta dengan kalimat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Allah Subhanahu wa Ta’ala lontarkan kepada Maryam, beliau adalah salah satu Ulul ‘Azmi dari kalangan para Rasul, berbagai keistimewaan Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya, Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan dengan sebuah kalimat-Nya yang ditujukan kepada Maryam yaitu kata ‘kun’ (jadilah), sehingga jadilah sebuah janin pada perut Maryam, wanita mulia lagi shalihah yang tidak pernah terjamah siapapun. Ia dapat berbicara saat bayinya, Allah Subhanahu wa Ta’ala beri mukjizat berupa menghidupkan orang mati dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala, menyembuhkan orang dari penyakit sopak dan bisu, serta dapat memberi tahu apa yang dimakan oleh orang-orang dan apa yang disimpan di rumah mereka. (Sebagaimana tercantum dalam surat Ali Imran: 45-50)
Atas dasar segala keistimewaan yang ada tersebut maka kita mengimaninya, mencintai, dan menghormatinya. Namun dengan segala keistimewaan yang ada tersebut, beliau tetaplah sebagai manusia yang tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan sehingga tidak boleh dipertuhankan, bukan Tuhan atau Anak Tuhan atau salah satu dari tiga unsur Tuhan.
Sikap ekstrem Nasrani
Orang-orang Nasrani yang mengaku sebagai pengikut Nabi Isa meyakini bahwa Nabi Isa adalah sebagai Tuhan atau Anak Tuhan, atau dia adalah Tuhan anak yang merupakan salah satu dari tiga unsur trinitas, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak, dan Ruhul Qudus. Masing-masing berbeda dari yang lain, akan tetapi ketiganya merupakan Tuhan yang satu.
Keyakinan semacam ini terhadap Nabi Isa ‘alaihissalam tentu keyakinan ekstrem, yang teramat keliru menurut agama Allah Subhanahu wa Ta’ala yang dibawa para rasul, termasuk yang dibawa Nabi Isa ‘alaihissalam itu sendiri. Di mana keyakinan semacam ini artinya mendudukkan Nabi Isa ‘alaihissalam bukan pada tempatnya, melebihi posisinya sebagai seorang manusia. Nabi Isa sendiri sangat mengingkari keyakinan ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan:
وَإِذْ قَالَ اللهُ يَا عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُوْنِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُوْنِ اللهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُوْنُ لِي أَنْ أَقُوْلَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلاَ أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلاَّ مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا مَا دُمْتُ فِيْهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيْبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan/sesembahan selain Allah?’.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Rabbku dan Rabbmu’, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” (Al-Ma`idah: 116-117)
Ini merupakan salah satu kekafiran dan kesesatan terbesar, karena hal itu merupakan puncak celaan terhadap kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala, keagungan serta rububiyah-Nya. Tidak ada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala melainkan makhluk-Nya yang tunduk kepada keagungan dan kebesaran-Nya, serta terbebani beban ibadah kepada-Nya. (Mauqiful Islam Min ‘Isa)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَقَالَتِ الْيَهُوْدُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيْحُ ابْنُ اللهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُوْنَ قَوْلَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللهُ أَنَّى يُؤْفَكُوْنَ
“Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu putera Allah’ dan orang Nasrani berkata: ‘Al-Masih itu putera Allah.’ Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?” (At-Taubah: 30)
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوا إِنَّ اللهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيْحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيْلَ اعْبُدُوا اللهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ أَنْصَارٍ. لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوا إِنَّ اللهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلاَّ إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putera Maryam’, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: ‘Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu.’ Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: ‘Bahwasanya Allah adalah salah satu dari yang tiga’, padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Al-Ma`idah: 72-73)
وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا. لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا. تَكَادُ السَّمَاوَاتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنْشَقُّ اْلأَرْضُ وَتَخِرُّ الْجِبَالُ هَدًّا. أَنْ دَعَوْا لِلرَّحْمَنِ وَلَدًا. وَمَا يَنْبَغِي لِلرَّحْمَنِ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا. إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ إِلاَّ آتِي الرَّحْمَنِ عَبْدًا
“Dan mereka berkata: ‘Rabb Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.’ Sesungguhnya kamu telah mendatangkan suatu perkara yang sangat mungkar, hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Rabb Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Rabb Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.” (Maryam: 88-93)
Dalam Injil-pun terdapat bantahan terhadap aqidah ini. Di mana disebutkan di dalam seluruh kitab Injil bahwa Isa adalah putra Maryam dan menimpanya apa yang menimpa manusia. Di antaranya bahwa ia menjadi ada setelah ketiadaan, butuh makan dan minum, merasa letih dan ia tidur bahkan mati5, serta sifat-sifat kemanusiaan lainnya. (Dirasat fil Adyan, Su’ud Al-Khalaf hal. 136)
Terdapat pula ucapan-ucapan Nabi Isa ‘alaihissalam dalam Injil bahwa ia adalah seorang Rasul (utusan). Dalam Injil Matius (10/40) Nabi Isa mengatakan: ”Siapa yang menerima kalian berarti ia menerima aku, dan siapa yang menerima aku berarti menerima yang mengutusku.” (Dirasat fil Adyan, Su’ud Al-Khalaf, hal. 136)
Hal ini sesuai dengan apa yang disebutkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur`an:
مَا الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلاَّ رَسُوْلٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيْقَةٌ كَانَا يَأْكُلاَنِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ اْلآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُوْنَ
“Al-Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang membenarkan, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memerhatikan ayat-ayat Kami itu).” (Al-Ma`idah: 75)
Ia juga mengajak untuk beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Disebutkan dalam Injil Matius (4/10) bahwa Nabi Isa mengatakan: “Untuk Rabb sesembahanmu kamu melakukan sujud, dan hanya kepada-Nya kamu beribadah.” (Dirasat fil Adyan, Su’ud Al-Khalaf, hal. 138)
Dalam Injil Yohanes, Al-Masih mengatakan: “Inilah kehidupan yang abadi, yaitu agar mereka tahu bahwa Engkaulah sesembahan yang sesungguhnya, satu-satu-Nya, sedangkan Yesus Al-Masih, dialah yang Engkau utus.” (Dirasat fil Adyan, Su’ud Al-Khalaf, hal. 138)
Ini sesuai dengan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala kisahkan tentang Al-Masih bahwa beliau mengatakan:
إِنَّ اللهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيْمٌ
“Sesungguhnya Allah, Rabbku dan Rabb kalian, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” (Ali ‘Imran: 51)
Sikap tafrith (meremehkan) Kaum Yahudi terhadap Nabi Isa ‘alaihissalam
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَاخْتَلَفَ اْلأَحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْ فَوَيْلٌ لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ مَشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
“Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.” (Maryam: 37)
Dalam ayat tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan perbedaan pendapat manusia tentang Nabi Isa ‘alaihissalam, padahal telah Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan dengan begitu jelas siapakah sebenarnya beliau. Ibnu Katsir rahimahullahu mengatakan ketika menafsirkan ayat tersebut: “Yakni ucapan Ahlul kitab saling berselisih tentang Nabi Isa setelah kejelasan siapakah sebenarnya beliau dan setelah jelasnya keadaan beliau, bahwa beliau adalah hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya dan kalimat-Nya yang Allah Subhanahu wa Ta’ala lontarkan kepada Maryam serta roh dari-Nya. Maka sekelompok dari mereka, yaitu mayoritas Yahudi –semoga Allah melaknati mereka– menetapkan bahwa Isa adalah anak zina dan mereka mengatakan bahwa ucapan Isa (ketika bayi) adalah sihir. Sedangkan sekelompok yang lain (sebagian orang Nasrani, pent), mengatakan: ‘Yang bicara itu sesungguhnya hanyalah Allah’, yang lain mengatakan: ‘Bahkan itu anak Allah’, yang lain mengatakan: ‘Itu adalah salah satu dari tiga unsur tuhan (trinitas)’, Yang lain mengatakan: ‘Dia adalah hamba Allah dan utusan-Nya’. Dan itulah kebenaran yang Allah Subhanahu wa Ta’ala bimbing kaum mukminin kepadanya.” (Tafsir Al-Qur`anul ‘Azhim, 3/127)
Dalam surat An-Nisa ayat 156 disebutkan:
وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيْمًا
“Dan karena kekafiran mereka (terhadap ‘Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar.”
Ditafsirkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dan yang lain bahwa maksudnya adalah orang Yahudi menuduh Maryam berzina.
Ibnu Katsir rahimahullahu menjelaskan: “Dan itu sangat nampak dalam ayat, bahwa Yahudi menuduh putra Maryam dan Maryam dengan berbagai tuduhan besar, sehingga menganggap bahwa Maryam adalah pelacur dan mengandung anak hasil zina. Sebagian mereka menambahkan tuduhan bahwa ia melakukan zina dalam keadaan haid. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala timpakan pada mereka laknat-Nya yang berturut-turut, sampai hari kiamat.” (Tafsir Al-Qur`anul ‘Azhim, 1/574)
Ucapan orang-orang Yahudi itu tentu sangat berlebihan. Sebuah penghinaan yang sangat tidak pantas ditujukan pada manusia umumnya, lebih-lebih kepada seorang Nabi dan Rasul pilihan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala muliakan dengan berbagai kemuliaan, salah satu dari ulul azmi. Padahal beliau membenarkan kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa ‘alaihissalam untuk kaum Yahudi.
Dalam hal ini, Yahudi berada pada kutub yang sangat berlawanan dengan ucapan orang Nasrani.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membantah bualan orang Yahudi itu dalam ayat-ayat-Nya mulia:
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا. فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُوْنِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوْحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا. قَالَتْ إِنِّي أَعُوْذُ بِالرَّحْمَنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا. قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُوْلُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلاَمًا زَكِيًّا. قَالَتْ أَنَّى يَكُوْنُ لِي غُلاَمٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا. قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا
“Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al-Qur`an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus malaikat kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: ‘Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Rabb Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.’ Ia (Jibril) berkata: ‘Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Rabbmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.’ Maryam berkata: ‘Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!’ Jibril berkata: ‘Demikianlah. Rabbmu berfirman: ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.’ Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.” (Maryam: 16-22)
Sampai pada firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا. يَا أُخْتَ هَارُوْنَ مَا كَانَ أَبُوْكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا. قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا. وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلاَةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا. وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا. وَالسَّلاَمُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوْتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا. ذَلِكَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيْهِ يَمْتَرُوْنَ
“Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina’, maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: ‘Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?’ Berkata Isa: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.’ Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.” (Maryam: 27-34)
Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang menerangkan hakikat penciptaan Isa.
Diangkatnya Nabi Isa ‘alaihissalam dan bahwa Beliau belum Wafat
Orang-orang Yahudi mengklaim bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa ‘alaihissalam dan mereka berbangga dengan itu. Mereka berkeyakinan bahwa orang yang terbunuh dengan disalib adalah orang yang mendapatkan laknat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tapi sungguh aneh dan disayangkan bahwa orang-orang Nasrani pun meyakini kematian Nabi Isa di tiang aslib. Ini semua karena kebodohan mereka akan hakikat apa yang terjadi pada Nabi Isa. Lebih dari itu, mereka meyakini bahwa beliau dengan kematiannya yang tersalib adalah sebagai penebus dosa-dosa anak manusia karena kesalahan Nabi Adam ‘alaihissalam. Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah ampuni Adam jauh-jauh hari sebelum lahirnya Isa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَى
“Kemudian Rabbnya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.” (Thaha: 122)
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah membantah semua itu melalui ayat-ayat-Nya yang mulia:
وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَى مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيْمًا. وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيْحَ عِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُوْلَ اللهِ وَمَا قَتَلُوْهُ وَمَا صَلَبُوْهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوا فِيْهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوْهُ يَقِيْنًا. بَلْ رَفَعَهُ اللهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا. وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا
“Dan karena kekafiran mereka (terhadap ‘Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), dan karena ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah’, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (An-Nisa`: 156-159)
Di antara pengekor Yahudi dan Nasrani dalam hal kematian Isa adalah aliran Ahmadiyah-Qadyaniyyah yang telah divonis kafir oleh para ulama dan lembaga-lembaga Islam. Mereka meyakini demikian demi mencapai misi mereka, yaitu untuk menyatakan bahwa nanti yang dibangkitkan bukanlah Isa yang sesungguhnya karena ia telah wafat, tapi yang dibangkitkan adalah orang yang serupa Isa. Mereka maksudkan adalah pemimpin mereka yaitu Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadyani. Mereka sempat berdalil dengan beberapa ayat yang dianggap oleh mereka mendukung keyakinan sesat mereka. Akan datang nanti, insya Allah, bantahannya.
Dari keterangan di atas nyatalah bahwa Isa belum meninggal, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala angkat menuju kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menyatakan:
وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللهُ وَاللهُ خَيْرُ الْمَاكِرِيْنَ. إِذْ قَالَ اللهُ يَا عِيْسَى إِنِّي مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْكَ فَوْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيْمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya’.” (Ali ‘Imran: 54-55)
Mereka bermakar, yakni hendak membunuh Nabi Isa ‘alaihissalam dan memadamkan cahaya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antara yang menunjukkan bahwa beliau masih hidup adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا
“Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (An-Nisa`: 159)
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa maksudnya adalah beriman dengan Nabi Isa sebelum kematian beliau. (Riwayat Ibnu Jarir rahimahullahu dan sanadnya dishahihkan Ibnu Hajar rahimahullahu. Lihat Fathul Bari, 4/492)
Al-Hasan rahimahullahu mengatakan: “Maksudnya sebelum kematian Isa. Demi Allah, sungguh dia sekarang hidup di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, tapi bila beliau turun nanti semuanya akan beriman.” (Tafsir Ath-Thabari, dinukil dari Asyrathus Sa’ah hal. 346)
Turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam dan Itu Sebagai Tanda Hari Kiamat
Tentang turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam telah disebutkan oleh ayat Al-Qur`an yang sekaligus menunjukkan bahwa itu sebagai salah satu tanda hari kiamat. Di antara dalil yang menunjukkan demikian adalah:
إِنْ هُوَ إِلاَّ عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلاً لِبَنِي إِسْرَائِيلَ. وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَلاَئِكَةً فِي اْلأَرْضِ يَخْلُفُوْنَ. وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلاَ تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُوْنِ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيْمٌ
“Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar adalah tanda bagi hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (Az-Zukhruf: 59-61)
“Dan sesungguhya Isa itu adalah tanda bagi hari kiamat”, maksudnya adalah bahwa turunnya Isa termasuk tanda-tanda hari kiamat, dan dengan itu diketahui bahwa kiamat sudah dekat. Demikian menurut penafsiran Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan As-Suddi. (Zadul Masir, 7/325, Al-Qurthubi, 16/105). Dan Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma membacanya dengan لَعَلَمٌ yang berarti tanda.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentang tafsir “Dan sungguh Isa itu adalah tanda bagi hari kiamat’, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:
نُزُوْلُ عِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ مِنْ قَبْلِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Itu adalah turunnya Isa bin Maryam sebelum hari kiamat.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Bab Al-Bayan bi anna Nuzul Isa ibni Maryam min A’lamis Sa’ah, 15/228 no. 6817)
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا
“Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari Kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (An-Nisa`: 159)
Telah lewat tafsir Al-Hasan rahimahullahu terhadap ayat ini.
Adapun hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka cukup banyak yang menunjukkan akan turunnya Isa bahkan sampai kepada derajat mutawatir, sebagaimana disebutkan oleh para ulama hadits dan yang lain, seperti Ibnu Jarir, Ath-Thabari, Ibnu Katsir, Shiddiq Hasan Khan, Anwar Syah Al-Kasymiri, Al-Azhim Abadi, Asy-Syaikh Al-Albani6, dan akan kita sebutkan nanti sebagian ucapan mereka. Dan di sini saya akan sebutkan sebagian hadits tersebut.
1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia mengatakan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوْشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيْكُمُ بْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلاً فَيَكْسِرَ الصَّلِيْبَ وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيْرَ وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ وَيَفِيْضَ الْمَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ حَتَّى تَكُوْنَ السَّجْدَةُ الْوَاحِدَةُ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا. ثُمَّ يَقُوْلُ أَبُوْ هُرَيْرَةَ: وَاقْرَؤُوا إِنْ شِئْتُمْ {وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا}
“Demi Yang jiwaku ada di tangan-Nya, hampir-hampir akan turun di tengah-tengah kalian Ibnu (putra) Maryam, sebagai hakim yang adil. Ia memecahkan salib, membunuh babi, dan meletakkan (tidak memungut, pent.) jizyah, dan harta ketika itu melimpah tidak seorang pun menerimanya, sehingga satu sujud menjadi lebih baik daripada dunia dan apa yang ada padanya.” Abu Hurairah mengatakan: Bacalah bila kalian mau, ayat (artinya): Dan tidaklah seorang pun dari ahlul kitab kecuali akan benar-benar beriman kepadanya sebelum kematiannya, dan di hari kiamat nanti ia akan menjadi saksi bagi mereka.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 3264, 3/1272. Bab 50 Nuzul Isa bin Maryam ‘alaihissalam; Muslim no. 155, 1/135 Bab 71 Nuzul Isa bin Maryam Hakiman bi Syari’ati Nabiyyina Muhammad. Ini adalah lafadz Al-Bukhari)
2. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
كَيْفَ أَنْتُمْ إِذَا نَزَلَ بْنُ مَرْيَمَ فِيْكُمْ وَإِمَامُكُمْ مِنْكُمْ
“Bagaimana kalian bila turun putra Maryam di tengah-tengah kalian dan imamnya dari kalian.” (HR. Al-Bukhari, Kitab Ahaditsul Anbiya` Bab 49 Nuzul Isa ibn Maryam no. 3449; Muslim Kitabul Iman 1/135 no. 390, Bab 71 Nuzul Isa bin Maryam Hakiman bi Syari’ati Nabiyyina Muhammad cet. Darul Ma’rifah)
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma ia mengatakan: Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُوْنَ عَلىَ الْحَقِّ ظَاهِرِيْنَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. قَالَ: فَيَنْزِلُ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمِ فَيَقُوْلُ أَمِيْرُهُمْ: تَعَالَ صَلِّ لَنَا. فَيَقُوْلُ: لاَ إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلىَ بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللهِ هَذِهِ اْلأُمَّةَ
“Masih tetap sekelompok dari umatku mereka berperang di atas kebenaran, mereka unggul sampai pada hari kiamat.” Beliau besabda: “Lalu turunlah Isa bin Maryam, lalu pemimpin kaum muslimin mengatakan: ‘Kemari, jadilah imam kami.’ Maka ia menjawab: ‘Sesungguhya sebagian kalian pemimpin atas sebagian yang lain sebagai kemuliaan Allah atas umat ini’.” (Shahih, HR. Muslim, 2/368 Bab 71 Nuzul Isa bin Maryam Hakiman bi Syari’ati Nabiyyina Muhammad; Ibnu Hibban, no. 6819, 15/231, Bab Al-Bayan bi Anna Imama Hadzihil Ummah ‘inda Nuzul ‘Isa bin Maryam Yakunu minhum duna an yakuna ‘Isa Imamahm fi Dzalika Az-Zaman)
Dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ: مَا تَذَاكَرُوْنَ؟ قَالُوا: نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ: إِنَّهَا لَنْ تَقُوْمَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ؛ فَذَكَرَ الدُّخَانَ وَالدَّجَّالَ وَالدَّابَّةَ وَطُلُوْعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا وَنُزُوْلَ عِيْسَى بْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَيَأَجُوْجَ وَمَأْجُوْجَ وَثَلاَثَةَ خُسُوْفٍ خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيْرَةِ الْعَرَبِ وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ
Rasulullah melihat kami dalam keadaan kami sedang saling mengingat, maka beliau mengatakan: “Sedang saling mengingatkan apa kalian? Mereka menjawab bahwa kami sedang saling mengingat hari kiamat. Beliau mengatakan: Kiamat tidak akan bangkit sehingga kalian melihat 10 tanda, lalu beliau menyebut: Asap, dajjal, binatang, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya`juj dan Ma`juj, 3 peristiwa tenggelamnya (suatu daerah, -pent) ke dalam bumi, di daerah barat, di daerah timur, dan di jazirah Arab, yang terakhir adalah api yang muncul dari negeri Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpulnya mereka.” (Shahih, HR. Muslim, Kitabul Fitan Wa Asyrathus Sa’ah, Bab Fil Ayat Allati Takunu Qabla As-Sa’ah, 18/234 no. 7214. Cet. Darul Ma’rifah. Hadits ini diriwayatkan pula oleh yang lain)
Atas dasar dalil-dalil yang ada maka kaum muslimin bersepakat akan turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam di akhir zaman, sebagaimana keterangan para ulama berikut ini:
Ibnu ‘Athiyyah rahimahullahu mengatakan: “Umat telah berijma’ atas apa yang terkandung dalam hadits yang mutawatir, bahwa Isa hidup di langit dan bahwa ia akan turun di akhir zaman. Lalu ia akan membunuh babi dan memecah salib, membunuh Dajjal, melimpahkan keadilan dan agama akan unggul –yaitu agama Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam– dan beliau akan haji dan tinggal di bumi selama 24 tahun, dan dikatakan pula selama 40 tahun.” (Tafsir Al-Muharrar Al-Wajiz, 3/143)
As-Safarini rahimahullahu mengatakan: “Umat telah berijma’ akan turunnya Isa dan tidak ada yang menyelisihinya dari ahlu syariah (pengikut syariah). Yang mengingkari hanyalah para filosof dan atheis, yang tidak diperhitungkan penyelisihannya. Dan telah terdapat ijma’ pula bahwa ia turun dan berhukum dengan syariat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan dengan syariat yang tersendiri saat turunnya.” (Lawami’ Al-Anwar, 2/94-95)
Di antara yang menukilkan ijma’ juga adalah Al-Munawi rahimahullahu dalam kitabnya Faidhul Qadir. (Lihat Iqamatul Burhan)
Dengan ini, maka hal ini menjadi aqidah muslimin. Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah. Al-Azhim Abadi mengatakan: “Telah mutawatir berita dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal turunnya Isa bin Maryam ‘alaihissalam dari langit dengan jasadnya ke bumi saat mendekati terjadinya kiamat. Dan ini adalah mazhab Ahlus Sunnah wal Jamaah.” (‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud, 11/457)
Demikian pula kita dapati para ulama yang menuliskan aqidah Ahlus Sunnah, mereka menyebutkan bahwa keyakinan ini sebagai salah satu aqidah Ahlus Sunnah. Sebagai contoh, Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahu dalam kitabnya Ushulus Sunnah, Al-Barbahari rahimahullahu dalam kitabnya Syarhus Sunnah, Abul Hasan Al-Asy’ari rahimahullahu dalam kitabnya Maqalat Islamiyyin, Ath-Thahawi rahimahullahu dalam kitabnya ‘Aqidah Thahawiyyah, Ibnu Abi Zaid Al-Qairuwani rahimahullahu dalam Risalah-nya, Abu Ahmad bin Husain Asy-Syafi’i rahimahullahu yang dikenal dengan Ibnul Haddad dalam kitab Aqidah-nya, serta Ibnu Qudamah rahimahullahu dalam Aqidah-nya.
1 Mengapa disebut Al-Masih? Dari kata “Ma-sa-ha” yang artinya menghapus atau mengusap. Ibnul Atsir rahimahullahu menjelaskan: Telah berulang-ulang penyebutan “Al-Masih ‘alaihissalam” dan penyebutan “Al-Masih Ad-Dajjal”. Adapun Isa dinamakan demikian karena beliau tidak pernah mengusap seorang yang cacat kecuali mesti sembuh. Pendapat lain: “Karena telapak kaki beliau tidak cekung”, atau “karena beliau lahir dari ibunya dalam keadaan diusap dengan minyak”, atau “karena beliau mengusap bumi” artinya memotong jarak yang jauh, atau artinya “yang sangat jujur”, atau “Dia dalam bahasa Ibrani disebut ‘Masyih’ lalu diarabkan menjadi ‘Masih’.”
Adapun Dajjal disebut Al-Masih, karena matanya yang satu terhapus, pendapat lain: “yang mengusap bumi artinya yang memotong jarak yang jauh”, “yang fisiknya jelek”. (An-Nihayah, 4/326-327)
2 Shahih, HR. Al-Bukhari dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma.
3 Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma.
4 Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
5 Demikian tersebut dalam Injil. Adapun kaum muslimin meyakini bahwa beliau belum mati bahkan diangkat menuju kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana akan kami jelaskan dalam pembahasan mendatang, insya Allah.
6 Bisa dilihat nukilan ucapan-ucapan mereka dalam kitab Asyrathus Sa’ah hal. 350-352.
Untuk Bapak Arisma,
Hari ini adalah Hari Paskah.bagi umat Kristen sebagai pernyataan bahwa domba Allah Jesus Kristus sebagai pengganti kurban itu telah bangkit dari antara orang Mati.
Maka genaplah sudah janjiNya : Dia akan disalibkan, mati dan dikubur dan bangkit pada pada hari yang ketiga!.
Allah melalui Jesus kristus menepati janjiNya untuk memberitahukan kepada umat Abraham bahwa Dia tidak akan pernah melanggar janjiNya sebab Dialah Allah yang kekal yang menjanjikan kehidupan kekal kepada umatNya yang percaya.
Versi tentang Jesus Kristus sangat banyak, mulai dari yang bapak utarakan sampai Davinci Code. Bagi saya satu hal yang pasti sosok Jesus Kristus telah merubah kematian kekal menjadi kehidupan kelal. Jesus Kristus versi Al Quran dan Haditz, Versi Moonist ataupun Mormon, dipercayai milardan orang selama 2000 tahun telah menunjukkan Allah itu exist, Allah itu Ada. Dia diperdebatkan bahkan diperebutkan statusnya.
Yang aneh menurut saya adalah ketika orang bersoal masalah semantik , bukan bertanya: mengapa Allah harus menyapa Manusia bahkan pernah berjanji dengan Abraham, untuk Apa?.
Allah Maha Besar, Maha Tahu, Maha Segala. Dia tau caranya menyapa engkau dan aku tanpa engkau terlalu mengajari. Jika Allah mau mampir ke Nabi Muhammad, saya yakin Dia juga boleh mampir ke Saya jikalau Ia Mau. Caranya bagaimana hanya Dia yang Tau. Selamat Paskah
Ah, yang punya blog ngaco nih…
Pengen cari rating tinggi dia manfaatin isu agama!
Pinter Bos, but aku gak suka.
@Andika.
Gak suka? Kau pikir penting sama aku kau suka ato nggak?
bismillahirrahmanirrahim! dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Dan Penyayang
kepada mas ali sina, anda sangat tepat mengambil keputusan itu, mending tidak usah beragama.Karena agama itu diciptakan hanya untuk mereka yang yakin akan kebenarannya . jika anda tidak yakin dengan agama islam maka murtadlah. itu memang hak anda sebagai manusia yang berakal, dan tentu saja Allah tidak pernah langsung memberitahu kepadamu mana agama yang benar. lagian enak juga kan hidup tanpa agama , kayak Tarzan, gak ada makanan haram, kalau kagak mati kamu sudah bisa disebut Tuhan itu ! . Tapi besok orang harus bingung juga kalau kamu mati mau dikubur dengan kain putih ,bakar, buang kelaut, jadiin mumi, buang disamping rumah, apa mau didandani kaya orang nasrani, kamu ikut yang mana?, aku juga pengen hidup kayak gitu, kamu bisa jamin aku nikmat dunia akhirat pa gak?, kasih aku alkitab dong buat pedoman , kalau bisa kamu bikin surga aja buat orang – orang pengikutmu, kan kamu dah kayak Tuhan tuh! Thanks!!!
kristen bukan agama…kristen yang berarti orang2x yg mengikuti teladan YESUS KRISTUS….sedangkan Yesus sendiri DIA datang bukan untuk membangun suatu agama…satu contoh terbesar ajaran KRISTUS adalah KASIH..penuh dengan belaskasih…..anda pindah agama no problem…tapi apakah ajaran KASIH dari YESUS KRISTUS itu masih ada dalam hidup kamu……seperti kata YESUS, agama atau GOLONGAN lain mengajarkan mata ganti mata,gigi ganti gigi dan nyawa ganti nyawa…..tetapi hukum KASIH lain berkata…siapa menampar pipi kiri’mu berikan juga pipi kanan’mu..dst….itu bertolak belakang….dan tidak ada ajaran lain yang mengajarkan KASIH…lebih dasyat dari KASIH yg TUHAN YESUS ajarkan……itu sangat susah dipahami dan sebenarnya itu sangat gampang dipahami…dengan syarat ROH KUDUS ada didalam diri kita manusia……salut untuk Blog ini……ada jalan yang disangka lurus padahal ujung bengkok……semua agama mengajarkan cinta kasih…tapi tidak semua agama mengajarkan …. CINTAILAH / KASIHILAH,SESAMA’MU MANUSIA…SEPERTI DIRI’MU SENDIRI….
wah kirain bakal adalagi cerita seru diblog ini ternyata masih tetap toh, o..ya aku cuma ingin nanya ma WHITE-DOVE , maksud kamu tuh agama yang mengajarkan cintailah…….. tuh AGAMA APA?, aku malah jadi ikut bingung nech perasaan kalau yang namanya agama selalu mengajarkan cinta kasih , soalnya anak kecil aja sudah tahu cinta kasih apalagi agama yang didalamnya ada jutaan orang , dengan latar belakang yang berbeda- beda jadi gak mungkin dong yang namanya agama gak ngajarin cintailah , kasihilah bla..bla..blaa.., itulah karena kamu tidak berfikir lebih jauh lagi . O ya saya nunggu comentar yang kira – kira bikin aku gak bisa jawab gak ada ya ????
Kata mereka ” Ketika yesus dan maria belum lahir, mereka tidak menyembah siapa- siapa karena tuhan dianggap belum berfungsi” Ha,ha,ha…..
Walah-walah… Coba deh kalian pelajari bahwa Islam itu indah.
saya mengajak semua saudara/i agar tidak terjebak kedalam sinkritisme.
mengenai perbedaan, menurut saya tidak ada yang salah.. tetapi pasti ada yang benar.
masalah yang mana yang benar bukan urusan kita manusia.. TUHAN sudah mewanti-wanti hal ini.. untuk menghakimi adalah hak TUHAN, manusia cuma ciptaan/kreasi yang tidak mampu/boleh mengambil hak Tuan Si PENCIPTA. kita tinggal bersyukur dan menjalankan kepercayaan masing-masing..
kita akan dinilai oleh individu lain hanya oleh perbuatan kita.. itulah hasil/buah dari kepercayaan kita..kalau kita ingin kepercayaan kita dinilai baik oleh individu yang lain.. ya sudah tinggal berbuat baik.. jangan susah susah boss..!
kalau kita berbuat tidak sesuai dgn kepercayaan kita..dan hasilnya penilaian individu yg lain itu perbuatan kita buruk/jahat berbaliklah dari jangan mempersalahkan kepercayaan..
“agama untuk manusia.. bukan manusia untuk agama” dan satu hal lagi.. agama tidak pernah memberikan keselamatan.
keselamatan murni ANUGERAH..!!
perbuatan baik merupakan hasil dari pemahaman kita terhadap kepercayaan yang kita anut yang kita buktikan dalam kehidupan kita.
bersosialisasilah.
adalah suatu kemustahilan jika kita mengklaim diri kita menjalankan ajaran agama kita dengan baik, jika di lingkungan kita masih ada busung lapar, gizi buruk..orang mati karena kelaparan (kalau tidak ada bersyukurlah karena anda berada di lingkungan yang baik)
bercahayalah minimal di lingkungan terkecil kita.. bertetanggalah.. buatlah rumahmu nyaman untuk didatangi orang lain..
(saya jadi ingat paham yg pegang secara pribadi sampai saya setua ini.. jika anak kecil (mulai balita s/d umur 10 thn) tidak berani/takut main/datang ke rumah mu intropeksi dirilah.., pasti ada yang kurang baik dari kita, tanpa kita menyadari..)
Kawan2 semua yang terkasih, akhirnya kita semua saling mengklaim bahwa hanya kitalah yang paling benar, tanpa kemampuan untuk bisa meyainkan orang lain tentang kebenaran yang kita pahami, bahkam mungkin kita-kita sendiri belum bisa menemukan kebenaran yang sebenar2nya, semua baru pada tahap teori, asumsi, dll. Ibaratnya kita lagi membaca buku silat dari awal sampai tamat bahkan sampai hafal semua jurusnya, lantas kita sudah merasa sebagai pendekar silat, tanpa pernah mempraktekkan ilmu silat tsb, shg begitu ada musuh kita kalang kabut, dan pasti kalah. Begitulah kita rata2 beragama saat ini, sehingga pertolongan Tuhan terasa begitu sulitnya, padahal Ia lebih dekat dari urat leher, kalau kita berdoa pasti terkabul. Orang akan merasa nyaman disekeliling kita, karena mendapatkan berkah rahmatan lil alamin. Kayaknya ada yang salah dengan cara kita beragama, Nggak tau deh.
Peace
Memalukan! Semua jadi mempertontonkan kebodohannya. Blog ini berhasil membuat semua agama kelihatan bodoh dan picik! Waspadalah pada strategi tersembunyi.
Ttd.
Intel Melayu.
sbenarnya setiap makhluk itu mempunyai ruh dan mendapt tiupan langsung dari yang maha tunggal.. cuma tidak semua manusia apalagi hewan mengetahuinya. sgala laku yang diterapkan dlm agama adalah sbg jalan utk berbenah diri agar diri menjadi cemerlang…shgga ruh akan sempurna kmbai ke asalnya.. permasalahan skrg adlh jalan apa yang kau pilih…tentulah setiap jalan tidaklah sama shgga terkadang tujuan menjadi berbeda… saranku pilihlah jalan yang lurus… agama itu mudah, baik dan buruk juga tampak.. yang tersembunyi adalah diri sendiri..!
@Ipey.
Saya tertegun! Komen yg singkat, tapi entahlah, susah aku menggambarkannya.
Aku jadi sedikit lebih paham ajakan mesra Sang Rabb itu, yang mengundang jiwa yang murni, ruh yang cemerlang itu kembali kepada-Nya, dalam keridhaan sekaligus diridhai-Nya. Kembali menjadi ciptaan-Nya, ruh yang ditiupkan itu, kembali ke tempat terindah, dari mana dulu ia bermula.
Dan kalimat penutup itu, “Agama itu mudah, baik dan buruk juga tampak.. yang tersembunyi adalah diri sendiri…”
Aku juga ada kirim email, mudah2an alamat email yang bapak tulis valid. Sekalian mohon izin, komen itu kupajang sebagai comment of the week terbaru.
*kembali tertegun*
Ketika Isa Almasih dan Maryam masih hidup, keduanya tidak pernah menyatakan dirinya sebagai tuhan. Tetapi ketika keduanya telah wafat, sebagian para pengikutnya
mulai bertingkah mengangkat mereka sebagai tuhan, sehingga lahirlah konsep trinitas hingga saat ini. Jelas ini merupakan suatu rekayasa dari para pengikutnya.
Akhirnya dengan kita mengetahui beratnya beragama agar sang ruh bisa kembali suci seperti aslinya, jangankan mengurus, mencela, mencaci,dll orang lain, mengurus diri sendiri aja belum ada jaminan bisa berhasil. Karena setiap kita mencela, mengumpat, kasar,dll disitu tersembunyi penyakit hati yang tidak kita sadari, yang akan semakin membebani sang ruh untuk kembali kehadiratNya. Jadi mungkin yang bisa kita lakukan adalah bersihkan ruh dengan banyak bermunajat, menghamba, sambil mengharapkan syafaat sang pembawa, kemudian kita asah sampai tajam kesucian itu dengan banyak sabar, berlapang dada terhadap kekurangan orang lain, sikap toleran, dll perilaku yang disukaiNya.
Alangkah indahnya masyarakat kita jika kita semua menjadikan bermasyarakat sebagai alat pembersih sang ruh.
Peace
assalamu’alaikum
bagiku agamaku n’ bagimu agamamu
ga’usah saling cela n’ saling hujat satu sama lain.
mending kita mendalami agama n’keyakinan kita masing2.
kebenaran itu hanya milik ALLAH,manusia takkan pernah tau,tp hanya bs meyakini.
keyakinan kan beda2 mnurut hati kita masing2.
kita tunggu aja nanti di akhirat siapa yg BENAR.
perbedaan islam dan kristen sangat mendasar yaitu
Tuhan orang islam dalam bentuk dzat
Tuhan orang kristen dalam bentuk roh atau ruh
oke deh
klau bhs tapanulinya ini namanya bengak ini/ tolol.
klau bhs minangnya bano/ pakak.
klau ngomong agama kok banyak kali
kata-kata “menurut pendapatku”
punya dalil dong klau ngomong
biar lebih pas rasanya
kan pemikiran kita terbatas
saran :
banyak membaca
mau mendengar
terbuka
thanks
@Ahmad.
Pertama, tak ada bahasa Tapanuli. Tapanuli itu nama wilayah. OK, mungkin maksudnya bahasa Batak. Nah, tak ada pula kata “bengak” dalam bahasa Batak. Mungkin pernah dengar Nagabonar bilang itu ya? Itu dari bahasa Melayu. Saran saya, banyak membaca, mau mendengar, terbuka.
Menulis pemikiran, ya memang harus “menurut pendapatku”. Tak mungkin kan aku menulis, “Menurut pendapat Ahmad…”
Soal dalil, Anda mungkin sudah paham ada dua macam: aqli dan naqli. Karena topik dalam tulisan ini bersifat lintasagama, ya memang dalil aqli yang harus dikedepankan. Kalau ngotot dengan dalil naqli-nya masing-masing, hasilnya pasti pertengkaran tak menentu, seperti terjadi pada sebagian komentator di atas.
Pemikiran terbatas? Yup! Tapi bukan berarti karena tahu terbatas, kita lantas jadi enggan menggunakannya. Seperti mesin, pikiran yang jarang dipakai, bisa berkarat, mogok, dan akhirnya “jim”.
Waktu saya SD saya ingat guru agama saya menjelaskan arti kata “agama”. Agama berasal dari kata “a” (tidak) dan “gama” (tidak teratur/berantakan). So, arti agama adalah teratur, nyaman dan segala hal yang konotasinya sama dengan itu. Jadi menurutku, seorang yang beragama adalah orang yang dapat membuat lingkungan di sekitarnya menjadi teratur dan nyaman. Mau islam, mau kristen mari kita buat dunia ini nyaman…
hai orang kristen.tuhanmu nggak punya *****ya, buktinya cuma ***** ALLOHU AKBAR!
mo islam, kristen ato agama yang laen, yang penting kita masih percaya dengan adanya tuhan. kita gak perlu berdebat tentang agama yang kita percayai. sebagai seorang muslim, gw gk mau ambil pusing mikirin agama lain, bwt gw islamlah yang paling benar. so, “Lakum dinukum waliyadiin”, bagimu agamamu, bagiku agamaku. kalo mo ngebuktiin agama siapa yang benar, tar ajah kl dah di akherat
wah2 ribut soal agama ya, ini pesan dari penampakan Bunda Maria di Herzegovina tahun 1970-an ( klo ndak salah ) seorang anak kecil bertanya ” Bunda, kenapa di dunia ada bermacam-macam agama?” Bunda Maria menjawab dengan lembut ” ALLAH tidak pernah membeda-bedakan manusia, hanya manusia itu sendiri yang membeda-bedakan”. saya kira itu semua jelas. kita semua hidup di dunia bagaikan berada dalam sebuah gua yang gelap,meraba-raba dalam gelap dan menerka mana jalan yang benar spaya bisa keluar.belum tentu “obor” yang kita bawa membawa pada jalan keluar.bang Toga dan buat yg lain, apapun keyakinan anda,Islam,Kristen,Hindu,Budha,atau kepercayaan sekalipun. tetaplah berbuat baik pada sesama manusia…ingat sesama manusia, tidak hanya sebatas seagama!!!!. saya percaya Tuhan itu Maha Adil, tidak melihat diri manusia dari keyakinan apa yang dia anut, tapi melihat pribadi maupun sikap anda terhadap Dia maupun umat manusia. klo Tuhan hanya melihat dari satu sisi dalam menilai manusia ciptaan-NYA,maka Tuhan hanya adil bukan MAHA ADIL.jika banyak ” obor ” itu bersatu padu untuk menerangi gua bukankah akan lebih bisa menerangi seisi gua sehingga ketemu jalan kluar?buat apa ribut-ribut ” jalan ini lebih benar daripada kamu,kmu yang salah jalan”banyak jalan menuju Tuhan, ya tujuan akhir tetap Tuhan kan?.saya yakin Tuhan lebih menyukai manusia yang tidak mengaku memiliki agama tapi menghargai dengan tulus sesamanya manusia dan ciptaan Tuhan yang lain.
asslm’alkm
dlm islam tiada paksaan dlm dakwah,
lo mo kafir silahkan,mo islam silahkan
nanti diakhirat tanggung jwb sendiri2.
tak ada dosa/pahala waris dlm islam,
maka mari kita perbanyak amal baik kita masing2,
amal baik tanpa iman sia-sia.
ga’ usah ngurusin agama orang lain,apa untungnya sih bagi kita.
mari kita perdalam agama,dekatkan diri pada ALLAH SWT.jgn sampe kita menyesalnya diakhirat nanti.karna dah terlambat.
wassalam
Aku percaya bahwa YESUS Kristus telah mati buat aq yang amat sangat berdosa dan hina ini…
dan aku percaya bahwa IA telah bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, mengalahkan maut untukku,,,
aku percaya bahwa IA naik ke surga dan menyediakan tempat disana untukku,,,
dan Aku telah menerima Roh Kudus sebagai penghibur yang IA janjikan,,,
Injil bukan hanya ada 4 tetapi ada 5, injil matius, injil markus, injil lukas, injil yohanes, dan yang kelima adalah orang-orang yang percaya padaNYA dan mengemban amanat agungNYA.
“berbahagialah orang yang tidak melihat, namun percaya …”
TUHAN, aku pasti bisa berjuang sampai akhir…
dan ENGKAU akan dapati aku tetap setia…
aku mengasihiMU YESUS
aku percaya bahwa namaku tercantum dalam kitab kehidupanMU
aku percaya ENGKAU takkan pernah meninggalkanku
dan tidak akan ada satupun hal atau seseorangpun yang dapat memisahkanku dari kasihMU,,,
aku sangat merindukanMu TUHAN,,,
teramat sangat merindukan ENGKAU,,,
“kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi orang yang menganiaya kamu” matius 5:44
ini perkataan TUHAN YESUS dan perintahnya pada kita,,,
so, lakukan peritahNYA dengan baik yaw,,,
agama itu soal pilihan
sejauh mana kita bisa menerima kabar tentang penyampaian risalah Tuhan, tentu itulah yang akan dipilih. kata hati dan pikiran yang jernih dan luas adalah jembatan dalam menyakini kebenaran Tuhan dan risalahNYA.
dulu sebelum jamannya Isa atau Muhammad juga sudah ada orang yang membawa dan menyampaikan agama dengan berbagai argumen bukti yang jelas dan terang (mukjizat), toh ada juga orang yang tidak menerima,
tidak beragama dan atau beragama sebagaimana yang ia pahami sendiri. untuk soal ini bukan urusan saya
urusan saya adalah mencari kebenaran, menerima dan meyakini serta menjalankan penemuan saya tentang risalah tuhan.
NAHC inilah keyakinanku tentang Tuhan
TUHANKU
DIALAH YANG MENCIPTAKAN LANGIT DAN BUMI BESERTA ISINYA
DIA TIDAK BERUKURAN
KECIL SEDANG BESAR ATAU TANPA PENGHABISAN
DIA TIDAK BERTEMPAT
BUKAN DILANGIT BUKAN DIBUMI BUKAN DISURGA BUKAN DI NERAKA DAN BUKAN DIMANA-MANA
BUKAN DISUATU TEMPAT ATAU DI SEMUA TEMPAT
KARENA TEMPAT ADALAH CIPTAANNYA
DAN TEMPAT BUKAN TUHAN
TAK MUNGKIN TUHAN MEMBUTUHKAN CIPTAANNYA
TUHANKU ADA TANPA TEMPAT TANPA ARAH
TUHANKU TIDAK BERUBAH
SEBELUM DAN SESUDAH MENCIPTAKAN SESUATU
TUHANKU TIDAK BERASAL DARI SESUATU DAN TIDAK MENJADI SESUATU
TUHANKU BUKAN ZAT DAN BUKAN RUH
DIALAH YANG TIDAK ADA SATUPUN YANG SERUPA DENGAN DIA DAN TIDAK ADA SESUATUPUN YANG SERUPA DENGAN DIA.
Tuhan atau Allah itu Maha Kuasa, kalau Ia berkehendak agar seluruh mahkluk ataupun manusia ber’agama’ satu , sangat mudah. Jadi …. ya monggo di renungkan …
Kalau menurut saya agama(islam, kristen, dan jahudi) sama-sama dari turun dari tuhan. Dalam al quran ketiga agama itu disebut agama keselamatan. Yang menyebut islam, kristen, jahudi adalah kita para manusia. Saya seorang islam tapi saya percaya kepada kebenaran ajaran kristen dan Jahudi sesuai dengan kitab sucinya. Sewaktu Muhammad hidup dia tidak pernah memusuhi pengikut Jesus dan pengikut Musa. Yang Dia musuhi adalah orang-orang kafir dan musyrik (yang tidak percaya kepada keesaan tuhan). Isteri Muhammad (Khadizah) berasal dari keluarga penyalin injil di Mekah. Musuh utama Muhammad adalah suku Qurais yang bukan Islam dan bukan Jahudi. Kemana-mana Muhammad pergi orang-orang pengikut Jesus dan pengikut Musalah yang paling pertama menolongnya. Musuh bersama mereka adalah orang kafir dan musyrik. Semoga kita orang-orang batak tidak terpecah karena penyebutan yang berbeda yaitu ada yang menyebut islam, ada menyebut kristen. Horas
bolehlah mendebatkan tentang agama, tapi jangan lupa sama TUHAN.
dan jangan sampai meng”tuhan”kan suatu hal yang bukan TUHAN,
so, awasi dan renungkan hidupmu…!
Sy cukup excited membaca artikel ini. Saya setuju untuk tidak memperdebatkan agama. Sy sebagai org Kristen memiliki pemahaman kalo seseorang masuk surga tergantung dari TUHAN sendiri apa DIA berkenan untuk masukin kita ke Surga, semuanya itu tdk trgantung dari perbuatan baik yg kita lakukan meskipun memang sebagai manusia kita diwajibkan utk mengasihi org lain. Dgn kata lain, kalo berbuat baik hanya utk msk surga itu sama saja dengan NOL. Kita seharusnya berbuat baik kepada org lain dgn tujuan MENINGGIKAN NAMA TUHAN. Saya pikir itu intinya.
Satu hal lagi, sebenarnya sy sedih sekali klo ada tman2 muslim yg mngatakan agama kami KAFIR…, yg bisa menentukan itu cuma TUHAN…
Maaf klo ada kata2 yg tidak berkenan mudah2an commentku ini bisa berguna.
Oh iya, satu lgi buat semuanya, jgn suka pindah2 agama soalnya agama itu bukan permainan. Dimana nyaman, disitulah kita, begitu tidak nyaman, pindah lagi.. TUHAN pasti sedih melihat umatnya yg seperti itu.. TERIMA KASIH
udah sering juga saya mendengar
debat, diskusi, dialog lintas agama
klau teman2 dari kristen klau ngomong
tentang agamanya(kristen.red)
sering kali pakai kata2 “menurut pendapat saya”
pas seperti di bilang komentator kita diatas
baik itu pendeta maupun pastor
lebih sering kita dengar saudara muslim
yang membaca ayat2 injil dan lebih mengusai
maksud dari ayat tersebut
heran juga kita ini
masukan :
jangan2 kitab injil rangkuman pendapat2
yang ndak enaknya dalam hidup bertetangga ini
kok ummat kristen sering terdengar memancing dikolam orang lain(muslim)”pemurtadan”
yang tidak clear
emangnya di agama kristen dihalalkan semua cara dalam hal/pemurtadan ini??
klau clear ndak masalah deh.
begini aja lah!!!
kita mungkin setuju
klau kita semua jangan sesekali memancing dikolam orang lain, biar lebih aman
klau mau mancing juga dikolam2 masing2 aja
gimana, setuju???
klau ada yang ketahuan kita apain???
maksudnya :
kita urus aja ummat kita masing2
pertanyaan:
apakah anda pernah mendengar ummat kristen digebukin tanpa ada salah didaerah muslim??
ayo buktikan
Sepertinya memang orang2 kristen itu menghalalkan segala cara untuk menyebarkan keyakinan mereka, ironisnya lagi mereka itu secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi menyebarkan keyakinan mereka (kristenisasi) ke tengah-tengah umat Islam. Paling tidak melunturkan atau menyesatkan Umat Islam itupun merupakan suatu keberhasilan dan berpahala bagi mereka. Ini bukan suatu rahasia umum lagi.
Apakah ini yang dinamakan agama kebenaran?
Padahal sudah jelas-jelas sering didengar pembahasan-pembahasan mengenai kebohongan agama mereka, mulai dari kebohongan di kitab sucinya sampai pemutar balikan ajaran Nabi Isa AS pada zamannya.
Mungkin juga ini merupakan suatu bentuk keputus asaan mereka, atas keterlanjuran mereka meyakini kepercayaannya, tapi gengsi atau enggan beralih ke agama yang benar yaitu Islam.
Jadi mereka mencari-cari teman untuk dineraka nanti. (ini merupakan sifat iblis)
Hai orang Kristen, cepatlah kalian bertobat, kembalilah kejalan kebenaran Yaitu Islam sebelum ajal kalian menjumpai.
Karena bila kalian tetap bertahan dengan keyakinan kalian, maka kalianlah orang-orang yang tersesat. Tempatnya adalah neraka.
buat hamdani…
semoga kamu membaca replyQ…
YESUS dan murid-muridNYA tidak memaksa kamu untuk percaya pada keslamatan yang DIA berikan kok,,,
itu terserah kamu…
kamu mau terima, kamu mau tolak, kamu mau injak2
sak karepmu,,,
tapi ingat jangan menyesal nanti…
Ur live is Ur choice
so, whatever!
@marda
Yang akan menyesal itu justru kalian!!!!
YESUS dan murid-muridNYA tidak memaksa kamu untuk percaya pada keslamatan yang DIA berikan kok,,,
ungkapan bohong belaka, bagaimana dengan kristenisasi dan sejenisnya?
Kalian itu munafik, sudah sampai kebenaran kepada kalian (Islam) tapi malah menyebarkan agama kalian diatas orang yang sudah beragama. Kenapa enggak ke monyet saja yang belum punya agama.
Percuma ngomong dengan kalian itu, karena kalian belum dibuka pintu Hidayahnya
Mungkin karena ajaran agama kalian itu praktis dan hepi-hepi ya, jadi kerasan dlm kesesatan.
@ Penulis diatas
Tulisan anda membuat sy bingung?
keyakinan anda sebenarnya apa?
Sepertinya Islam, tapi masih membenarkan agama lama. Kalau memang sudah meyakini Islam buang jauh2 keyakinan lama sdr. kl masih membenarkan agama lama sdr = pluralisme = sesat = tetap kafir = sia-sia.
Pemikiran sy yg ekstrim lg menyangka bahwa sdr menyesal ya masuk Islam? atau memang anda pura2 Islam, untuk memberikan kesan bahwa Islam membenarkan Kristen. Suatu kebohongan besar!!!!
Mari kita kembali ke sejarah :
Muhammad menyebut Islam adalah agama Tuhan yang selanjutnya ( Terakhir ) . Ironisnya Muhammad memakai nama ALLAH sebagai nama Tuhan , padahal Yahudi dan Kristen mengenal Tuhan dengan nama YAHWEH .
Jadi memang dari awalnya sudah tidak benar.Lagi pula jika memang Islam adalah agama penyempurna , kenapa tidak terlihat ajarannya lebih baik dari yang disempurnakan ?
Muhammad tahu bahwa yang akan datang nanti adalah ISA/YESUS , maka dia tidak mau mengubah hal itu.
Kalau hanya Yesus datang untuk membenarkan ISLAM , kenapa tokoh-tokoh agama lain juga tidak datang pada akhir jaman untuk membenarkan Islam. Padahal Islam percaya di luar Islam tidak ada kebenaran.
Kenapa ada salawat untuk nabi , kalau yakin benar ?
Sederhana khan ?
@Rachel
Jangan sok ngebahas ajaran Islam ya?
Kalau kamu sudah ingkar/ragu akan ajaran kamu yg kristen itu, baru boleh kamu bertanya tentang Islam.
Kalau Islam itu sudah pasti kebenarannya. itu harga mati… tau.
Kristen itulah yang perlu dipertanyakan ajarannya.
umat kristen sekarang ini, adalah umat kristen yang dikibuli oleh Paulus, menyembah manusia. Tuhan beol disembah.
Perjanjian baru bukanlah wahyu, dan sampai kapanpun tidak dapat dijadikan alasan mengapa seseorang akhirnya beragama, jawabnya simpel, perjanjian baru itu bukan injil, tapi buatan pendeta-pendeta murtad, mengisahkan sebagian, menyembunyikan sebagian banyaknya.
Tidak pernah ada perbedaan dalam qur’an hingga saat ini tidak pernah ada perbedaan dari qur’an versi lama, maupun qur’an versi baru, sebab qur’an adalah perkataan Allah kepada Muhamad, yang kemudian dihimpun dan dikumpulkan menjadi sebuah kitab. Sama hal nya dengan injil, injil adalah perkataan Allah melalui ISA (Yesus) kemudian dibukukan dan disebarkan kepada pendeta-pendeta, setelah itu dianut oleh para penganut injil.
Berbeda antara penganut injil dengan orang-orang
kristen, orang kristen yang ada sekarang adalah kristen yang merupakan bagian dari salah satu sekte dalam agama Yahudi, agama ini mulai berkembang pada jaman kerajaan Romawi. Sedangkan penganut agama injil dinamakan Nashara, berasal dari orang-orang Nazaret, kebanyakan orang dari Nazaret mengenal Muhamad seperti mengenal anaknya sendiri, oleh karena itu mereka berbondong-bondong memasuki tanah arab, tanahnya Ibrahim dan Ismail, tapi karena tertahan oleh orang-orang kafir quraisy, maka mereka berdiam diri di madinah, dan merekalah suku yang paling banyak menganut islam, ketika Nabi Muhamad SAW hijrah ke Madinah(Yastrib).
Harap dicatat, hampir keseluruhan dari mereka memeluk agama Islam pada akhirnya, hanya beberapa pendeta,dan orang-orang Yahudi yang tidak menganut agama Islam, dan pada akhirnya mereka menghasut, merubah, dan memalsukan ayat-ayat Allah, dan mengatakannya ini dari Allah, padahal bukan. Seperti itulah sekilas tentang orang-orang beragama injil, salah satu bukti yang ada hingga saat ini adalah Naskah laut mati, atau naskah gua Qumran, yang ditemukan sekitar tahun 60-an disekitar laut mati, naskah itu dibawa oleh para penganut agama injil, yang isinya mengisahkan tentang kenabian Isa a.s. Naskah tersebut berada dalam salah satu museum di Jerusalem Orang-orang kristen yang ada sekarang adalah agama baru buatan para rabi Yahudi pada jaman Romawi, kitab aslinya nggak ada, isinya jauh dari petunjuk tuhan, dan dianut oleh orang-orang yang termakan dogma dari para pendeta. Salah satu dogma tersebut adalah konsep trinitas, mungkin suatu saat nanti akan berkembang menjadi konsep pentagonitas, atau apa lah………yang jelas logikanya seperti ini, jika ada tiga tuhan, tuhan yang satu ingin matahari terbit dari timur, yang satunya lagi dari barat, yang lainnya ingin dari tengah, yang terjadi apa………..perkelahian antar tuhan kali. Yah…… Jadi jawabannya nggak mungkin………….!!!!!
Pengangkatan Yesus menjadi Tuhan Yesus tidak pernah disembah hingga 200 tahun setelah meninggalkan dunia, pengangkatan Yesus menjadi tuhan ini melalui sebuah konsensi yang dinamakan konsensi konstanti di konstatinopel, harap dicatat, yang mengangkat Yesus menjadi tuhan adalah manusia, istilahnya seperti ini, ada kumpulan patung, kemudian membuat sebuah konfrensi untuk mengangkat salah satunya menjadi Manusia, jawabannya…….Ya nggak mungkin.
25 Desember bukan hari kelahiran Yesus, Yesus tidak dilahirkan pada tanggal 25 desember seperti sangkaan banyak orang, penetapan ulang tahun Yesus ditetapkan oleh raja romawi pada waktu itu yang menganut agama kristen, dimana sang raja terbiasa menyelenggarakan hari kelahiran dewa matahari (ra), dikarenakan saat itu banyak orang romawi yang masih menyembah berhala, dan terbiasa menyelenggarakan pesta-pesta hingga mabuk, memperingati hari kelahiran dewa ra, maka ditetapkanlah bersama pendeta-pendeta bahwa kelahiran Isa (yesus) itu tanggal 25 desember bersamaan dengan kelahiran dewa ra, silahkan tanya sendiri pada ahli sejarah. (by Mas Sato)
Jadi kesimpulannya agama kristen itu adalah sesat dan mereka yang menganutnya itulah yang disebut domba-domba tersesat.
Barang sipa menepuk air didulang terpercik muka sendiri.
Hamdani ,
Itulah masalahnya….HARGA MATI !!
Sehingga selalu ada reaksi yang berlebihan saat ada keyakinan/pendapat yang berbeda tentang Islam ataupun Muhammad.
Menvonis sesat , keluar fatwa , pemboikotan dll.
Apakah anda yakin mutlak BENAR jika tidak pernah bisa mengkaji pendapat lain.
Ragu…di agama siapakah yang sering terjadi perbedaan mendasar yang menjadi perdebatan bahkan permusuhan yang sama-sama meyakini bersumber dari kitab sucinya ?
Orang Kristen tahu tanggal 25 desember bukanlah hari kelahiran Yesus .
Orang Kristen percaya bahwa Tuhan itu Esa dan tidak ada dalam ajarannya menyatakan bahwa Tuhan itu tiga .
Jika anda ingin lebih tahu dan bukan menurut versi anda sendiri saja. Temuilah orang Kristen di sekitar anda yang bisa menjelaskannya.
Anda tidak bisa tahu isi rumah tetangga dengan pasti tanpa masuk ke dalam rumahnya !
Iya dong Rachel, Masalah keyakinan itu harus harga mati.
Rekasi yang berlebihan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW itu sangat harus, karena itulah keyakinan yang sebenarnya.
Masalah perbedaan dalam meyakini salah satu ajaran dalam Islam itu syah-sayah saja, asal jangan terlalu menyimpang terlalu jauh, karena kalau menyimpang terlalu jauh itu namanya keluar dari Islam, walaupun mengaku Islam. Beda dengan agama kalian yang selalu menerima apa adanya yang diajarkan pendeta/pastur2 kalian, entah salah entah benar ajaran itu.
Setiap tgl 25 Desember bukan kelahiran Nabi Isa, terus kalian memperingati apa? apa hari lahir pastur? lahir pendeta? lahir sinterklas? dll.
Dan masalah tuhan tidak 3, bagaimana dengan Trinitas katanya ada Tuhan Anak, Tuhan Bapak & Roh Kudus? (saya tau itu juga dr org kristen kok)
Atau anda ini Protestan ya?
dear all,
jadilah sesuai iman mu,jangan setengah2 dia tidak panas dan tidak dingin baiklah ia dimuntahkan. ini yang saya bisa bagikan buat semua.mengambil keputusan untuk memeluk agama yang kita yakini,itu adalah pilihan kita.Sebaiknya jikapun ada yang mengambil keputusan berpindah keyakinan baiklah dilandasi kerinduan dari dalam diri kita yang sungguh2,semoga saja kita yang memilih pindah keyakinan bukan karena alasan untuk mendapatkan sesuatu.kita tidak perlu merasa bisa untuk menilai apa yang org lain yakini.karena yang memegang nilai HIDUP kita itu SATU-SATUnya adalah TUHAN (BAPA yang TERBESAR).Dan apa yang kita lakukan dibumi,maka akan kita pertanggung jawabkan tepat pada waktu yang TUHAN tentukan.Tidak perlu Khwatir tentang pilihan kepercayaan hidup org lain, untuk itu Marilah kita saling mengasihi.God Bless..
Hamdani,
Anda salah menafsirkan Harga mati .
Untuk saya Iman juga harga mati , tapi iman saya tidak bisa jadi harga mati bagi orang lain.
Pelecehan agama tidak hanya terjadi di Islam , Di Kristenpun sering tetapi apa reaksi orang Kristen ?
Karena bagi kami kebenaran tidak perlu kuatir dengan ujian apapun bukan dengan cara menutup diri.
Bukan dengan cara memaksa orang lain harus menuruti kemauan kita.
Peristiwa akhir-akhir ini yang sering kita dengar dengan “aliran sesat” di negeri ini tidaklah cukup menunjukkan bahwa itu sebuah pemaksaan keyakinan bagi anda ?
Keyakinan yang bisa dikatakan sesat hanya karena fatwa golongan lainnya ?
Tentang Trinitas dan tanggal kelahiran Yesus , saya sarankan tanyalah pada orang yang tepat .
Tanyalah pada orang Kristen bukan pada orang yang hanya beragama Kristen .
tuhan yesus adalah allah
Teman2 Kristiani ….
ingat …
HANYA ADA SATU ALLAH YANG RELA MENDERITA SAMPAI MATI DEMI MENEBUS DOSA KITA MANUSIA DAN IA SANGAT MENGASIHI KITA UMATNYA PERINTAHNYA KASIHILAH SEORANG AKAN YANG LAIN .
KEBOHONGAN KONSEP TRINITAS !!!
Perlu diketahui bahwa ketika Yesus diutus, wilayah Palestina itu di bawah dominasi/koloni Kerajaan Romawi, yang di dalamnya juga banyak orang Yunani. Nah, ketika Yesus disalib, berita penyalibannya itu menyebar ke seluruh penjuru Timur Tengah hingga daratan Eropa (terutama Yunani). Banyak orang yang ingin mengabadikan peristiwa tentang Yesus itu. Bukan sastrawan Yunani dan Romawi saja, tetapi juga ada sastrawan dari Timur Tengah sendiri. Terbukti ditemukannya 45 injil tentang Yesus (41 apokrif dan 4 kanonik). Hanya saja waktu itu pengaruh kekuasaan Romawi begitu kuat, sehingga hanya 4 injil saja yang diakui oleh Gereja Kristen Awal sebagai kanon Perjanjian Baru. Ke-4 injil Kristen ini banyak mengutip ayat2nya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, disamping gagasan2 pengarangnya sendiri, dan sudah terbukti kebusukannya (Baca: Distorsi Kanonik, Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes pada menu).
Dalam Perjanjian Baru banyak terdapat kata “Bapa”, “Anak”, dan “Roh Kudus”. Kata2 ini sebenarnya dikutip oleh para pengarangnya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani, karena di Perjanjian Lama sendiri kata2 tersebut juga banyak dijumpai. Hanya saja orang2 Yahudi tidak mempertuhankan manusia dan Roh Kudus, tidak seperti Kristen yang lebih sesat itu.
Adapun mengenai penuhanan terhadap Yesus dan Roh Kudus, yang tergabung dalam konsep Trinitas, sesungguhnya merupakan karangan tokoh2 Gereja Kristen Awal Kemudian yang dipelopori oleh Paulus Tarsus untuk menyesatkan umat manusia. Dan gagasan tentang konsep Trinitas ini sesungguhnya merupakan adopsi dari ajaran2 Trinitas yang sangat populer pada saat itu, yaitu:
1. Ajaran Trinitas di Mesir: Iziris, Auzuris, dan Huris.
2. Ajaran Trinitas di India: Brahma, Wisynu, dan Syiwa.
3. Ajaran Trinitas di Yunani: Zeus, Poseidon, dan Pedos.
4. Ajaran Trinitas di Romawi: Jupiter, Nipton, dan Pluton.
Jadi, injil2 yang ada dalam Alkitab sekarang itu jauh lebih banyak bohongnya ketimbang apa yang sebenarnya dialami oleh Yesus/Nabi Isa as sendiri. Banyak sekali pernyataan2 Yesus yang sebenarnya merupakan karangan dari sastrawan Yunani dan Romawi tersebut.
Terlalu mudah untuk membuktikan kebohongan injil ini. Di satu sisi, ia banyak mengutip nubuat Perjanjian Lama (yang sebenarnya melenceng semua), tetapi di lain pihak ia juga banyak pertentangannya dengan Perjanjian Lama itu sendiri. Karena para pengarang injil tampaknya lebih menonjolkan gagasan2nya ketika mengarangnya, sehingga tidak benar2 menguasai Perjanjian Lama, akibatnya banyak ayat injil yang tidak sinkron dengan Perjanjian Lama yang mereka jadikan salah satu rujukannya itu.
Ini adalah sebagian kecil fakta sejarah hai umat kristen!!!!!!
Baru kali ini aku nyasar kesini. Nggak taunya da bejubel fansnya
Bang… Abangsiap2 jadi Menteri Agama yah…
Awali dengan jadi ketua FKUB kecamatan atau kalo bisa langsung kota medan
Jangan dari Parpol ya bang
Oiya… komentator disini masih banyak yang salah menafsirkan agama. Sekali lagi
agama -> etimologi -> tidak kacau
“Kalau masih nyerang agama lain, kamu masih kacau! dan kamu belum benar2 mengimani agamamu sendiri
”
Hamdani ,
Saya yakin nggak mungkin ada titik temunya dengan anda.
Saya menghargai keyakinan anda .
Tapi satu hal yang saya yakini , bahwa saya tidak menyembah Tuhan yang salah .
Tuhan yang ajarkan untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri , mengasihi musuh dan mengampuni , setia dengan satu istri .
Adakah yang lebih sempurna dari ajaran ini ?
Tentang perbedaan pandangan tentang Yesus , saya tidak heran karena jangankan dengan kami , antar kalian sendiri saja selalu berbeda pendapat tentang Muhammad yang sama-sama meyakini bersumber dari kitab suci .
Pengalaman kesaksian saya bergereja,
arti dari Tri tunggal adalah Bapa, anak , dan Roh Kudus.Itu tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain karena Anak dan Roh berasal dari Bapa, Bapa mengutus anakNya Tuhan Yesus Untuk menyelamatkan manusia dari dosa.
Pada zaman adam dan hawa manusia telah berdosa sampai Nabi Nuh akhirnya Allah Menghukum manusia dengan air bah tetapi Allah berjanji ia tidak akan memberi air bah lagi.
Allah memberikan Hukum Taurat bagi manusia agar manusia menaatinya tapi namanya juga manusia, BERDOSA tidak menaati hukum taurat, oleh sebab itu karena Allah mengasihi umatnya Ia menghadirkan yesus untuk mengenapi Hukum Taurat akhirnya Yesus yang dikandung dari pada Roh Kudus lahir dan menangung semua dosa manusia, dengan sabar ia menjalani penderitaannya hinga kebangkitannya untuk membebaskan manusia dari belengu dosa. Terima kasih Tuhan Yesus Anak Allah karena Engkau begitu mngasihiku. Ketika itu ia naik kesurga untuk menyediakan tempat bagi kita untuk itu perintahya MENGASIHI<MENGAMPUNI<MELAYANI lebih sunguh. dan Ia mengaruniakan Roh Kudus bagi Kita MC.
Lagu :
SAYA MAU IKUT YESUS …..
SAYA MAU IKUT YESUS
SAMPAI SELAMA LAMANYA, MESKIPUN SAYA SUSAH
MENDERITA DALAM DUNIA
SAYA MAU IKUT YESUS
SAMPAI SELAMA-LAMANYA
Menjadi seorang kristen tidak enak, menderita kita harus memikul salib brsama-sama yesus, rela meningalkan hasrat kemanusiaan kita tetapi DASAR IMAN KITA SEBAGAI ORANG KRISTIANI :
yesus lebih dulu menderita dari kita tetapi, dalam penderitaanNYa Ia digendong oleh Tuhan Allah
sehinga ia mengalahkan kerajaan Maut.
Aku percaya dalam dunia ini segala penderitaan yang KAMI jalani engaku juga Mengendong KAMI ya Bapa.
AMIN
Kepada kawan2…
Tolong jangan langsung percaya kalau si Hamdani ini muslim. Dalam Islam ada prinsip, dahulukan adab daripada ilmu. Di “rumah” orang saja – dalam hal ini blogku yg tak seberapa ini – dia sudah berlagak paling benar, angkuh betul. Dan itu namanya tak punya adab.
Kalaupun dia mau memberitakan kebenaran, anggaplah begitu, dalam Islam juga ada prinsip “bil mauidzatil hasanah”. Sampaikanlah dengan cara-cara yang baik, yang menyentuh hati. Lha ini, saya yg muslim aja eneg ngeliatnya, gimana saudara saya di keyakinan lain.
Jadi, ngga usah terlalu serius ngeladeninya. Tapi kalo mau sekadar melatih urat saraf sih, ya monggo. Tariiik Maang!
Hamdani, klihatannya anda rajin sekali membuka blog py bang toga ini.pendapat anda mengenai kristen dan yesus tidak berdasar. saya tidak tahu darimana anda mempunyai tesis sampai segitunya. anda tidak mengetahui secara detail apa itu trinitas dalam kristen. Bapa, putra dan roh kudus itu adalah satu kesatuan, tidak terpisah. Bapa adalah putra, sang putra adalah Bapa. dalam ilmu jawa sejati, orang yang sudah mencapai tahap ” putra ” adalah orang yang sudah bisa mengalahkan dirinya sendiri, orang yg bisa mengalahkan nafsunya dan memiliki roh kudus/roh sucidlm dirinya, anda pasti tidak tau juga soal roh kudus kan? roh kudus dipunyai setiap manusia,anda pun punya. seperti halnya di agama hindu, ada 3 dewa utama yaitu brahma,siwa dll, saya lupa. itu semua adalah satu tubuh,bukan 3 tubuh.3 penyebutan dewa itu adalah lambang dari sifat manusia yaitu pencipta,pemelihara dan perusak.begitu juga sidharta gautama, dia telah mengalahkan nafsunya sendiri, mengalahkan sifat keduniawian dan mendapat pencerahan/bertemu dengan roh suci sehingga dia moksa.moksa adalah menjadi satu dengan alam semesta,cara bodohnya yaitu seluruh tubuhnya diangkat ke surga. tidak mati meninggalkan bangkai/tubuh ini seperti kita dan anda klo mati kelak.dalam konsep ilmu jawa disebut “sedulur papat lima pancer”.saudara”hitam” melambangkan sifat gelap manusia,”merah” melambangkan kemarahan,”kuning”melambangkan kebijaksanaan,”putih”melambangkan kesucian.anda tahu Musa? dalam kitab suci org kristen disebutkan”Musa naik kesurga dengan mengendarai kereta kuda berapi” itu adalah perlambang bahwa ia telah moksa dan bersatu dengan alam semesta.jgn ditafsirkan bahwa ia benar-benar naik kereta kuda berapi.baik Musa,sidharta gautama atau budha serta yesus mengalami moksa.jika anda meragukan yesus maka anda meragukan Musa dan Budha karena mereka menjalani hal yang sama seperti yesus yaitu mengalahkan nafsu negatif manusia dalam diri mereka.nafsu negatif manusia bukan hanya soal nafsu seks, tapi juga amarah,benci,iri,dll skarang saya bertanya” apakah Muhhamad SAW mengalami hal yang sama seperti mereka?? mengalahkan nafsu negatif manusia dan bertemu dengan roh suci???apakah ia mengalami moksa???saya rasa anda sendiri yg bisa menjawab.klo tdk paham juga, berarti pemahaman anda msh kurang dan tidak perlu sesumbar.
Ma’af mengcopy :
“arti dari Tri tunggal adalah Bapa, anak , dan Roh Kudus.Itu tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain ”
sekedar masukan :
pernah saya dengar dari pendeta kristen ketuhanan dalam agama kristen itu seperti ROKOK!
rokok terdiri dari API,TEMBAKAU dan FILTER tapi satu, dengan nama ROKOK.
seperti itulah ketuhanan orang kristen satu tapi tiga.
kadang kalau kita pikir2 pusing juga kita mengerti
dengan prinsip ketuhanan model ini. masa rokok disamakan dengan API, TEMBAKAU dan FILTER, padahal satu sama lainnya saling berpisah.
harap ada masukan yang lebih masuk akal???
saya juga kurang mengerti maksud Yesus mengorbankan dirinya untuk menebus dosa manusia???
secara logika saja dapat kita tarik kesimpulan :
- orang jahat dan pendeta nanti sama2 masuk surga
jadi ngapain pendeta/pastor @ suster2 sibuk2 beramal (bahkan sampai tidak boleh menikah/melanggar kudrat), kalau dosanya aja udah ditebus oleh Tuhan Yesus.
kan lebih enak santai aja man!!!
- Kasihan juga kita melihat Yesus. udah jelas orang lain melakukan perbuatan2 yang kurang ajar, dosa and soon,kok dosanya dibebankan kepada TUHAN yesus.
pertanyaan :
kalau dilihat ummat kristen itu sebenarnya menjalankan agamanya cuma iseng!!!
dari pada2 ndak ada.
apa saja yang dilarang dalam agama kristen???
kalau kita lihat kok semua halal tanpa batas
mabuk2an, berjudi, berzina (gonta ganti pasangan)
for bowo :
berarti nafsu negatif pada Yesus, TKO begitu ya???
padahal kudrat manusia itu salah/khilaf, tapi yang paling baik yaitu orang terus-menerus memperbaiki diri/bertaubat.
berarti Yesus kurang berseni dong dalam hidupnya, karna musuh udah TKO!!!
ma’af copy :
“jika anda meragukan yesus maka anda meragukan Musa dan Budha”
jwb mewakili:
bukan meragukannya lagi, memang tidak percaya sama sekali.
Bung Toga…saya heran dan geli dengan komentar komentar yang saling menganggap dirinya paling benar. Saya anggap mereka semua tidak benar karena memulainya dengan tidak benar. Masa bertamu ke “rumah” orang tidak menunjukkan jati diri yang sebenarnya. Apa sopan bertengkar didalam rumah orang tanpa berkenalan/minta ijin dengan pemilik rumah ? Pakai nama samaran semua ? sungguh tidak sopan.
Membuat blog dengan label agama sangatlah rentan dengan hujatan. Yang Muslim pasti menganggap dirinya paling benar, monggo silahkan, yang kristen juga menganggap dirinya paling benar, monggo silahkan. Tapi tidak perlu dipertentangkan, buat apa. Itu masalah keyakinan, sesuatu yang sangat privacy. Sesuatu yang pribadi antara kita dengan Allah SWT. Apalagi kalau berdebat dengan memaki maki…walah bodoh bener. Mbok sampe kapanpun kalian nggak akan nyambung.
Bung Toga, Saya sangat menghormati anda karena berani melakukannya.
Ayo rekan rekan…buka jati diri kalian, berbicaralah dengan kata kata yang indah, sopan dan bermartabat. Buat yang memperkeruh suasana, tolong tinggalkan blog ini, cari tempat yang lebih sesuai dengan keinginan anda. Bang Toga sudah berbaik hati tidak mendelete komentar komentar yang “ajaib”. Jadi tolong saling menghargai dan menghormati.
Maaf bung Toga kalau saya ikut campur, saya merasa risih saja. Saya mempunyai sahabat dari berbagai macam agama, dengan orang orang yang tidak kurang fanatik baik dari islam maupun kristen, tapi kami bisa saling menghormati.
tenang temen-temen…
semua ini biang keladinya adalah ISRAEL..
Mereka merekayasa pembunuhan Nabi Isa AS (Islam)/ Yesus(Kristen) dengan memutarbalikkan fakta yaitu mengeluarkan statement sebagai penebus dosa kaum Kristen padahal itu merupakan tindakan kriminal terencana….dan masih banyak rekayasa2 lainnya yg di buat ISRAEL melalui kaum Yahudinya
untuk bung toga saya rasa anda belum bisa membandingakan islam dan kristen untuk saat ini karena keterbatasan ilmu anda tentang islam. Jadi anda tdk bisa membandingkan 1 hal yg anda sdh ketahui banyak dengan 1 hal lainnya yg anda baru ketahui sedikit, saya jamin hasilnya tdk akan balance malah bisa cenderung menyesatkan
@Supono.
Persis. Memang niat saya dari awal hanya memancing orang yang sangat paham Islam seperti Anda untuk menyumbangkan serba sedikit dari keluasan pengetahuannya, menitikkan beberapa tetes hikmah dari samudera kearifan yang Anda miliki.
Subhanallah… sungguh Mahasuci Allah, yang menciptakan manusia berkualitas seperti Anda.
[...] Setelah film FITNA hilang dalam pembahasan para blogger dengan meninggalkan luka pada hati umat Islam, muncul lagi film kontroversial yang berjudul SCHISM yang mungkin film ini juga akan meninggalkan luka pada hati umat agama tertentu yaitu Kristen. [...]
@ nesia
kamu bilang
“Tolong jangan langsung percaya kalau si Hamdani ini muslim.”
- justru yang perlu dipertanyakan keislamannya itu kamu brengsek!
Kalau memang anda meresa muslim apapun yg menyangkut tentang kepentingan Islam pasti anda membelanya dalam bentuk apapun, bukannya malah membenarkan agama orang lain, anda adalah tipical seorang penghianat, hukuman bagi penghianat adalah dipancung lehernya hingga putus, kemudian palanya diberikan pada anjing liar. Kamu itu cuma bisa menilai pendapat orang saja.
@ Rachel
“Saya menghargai keyakinan anda”
- jangan hanya keyakinan saya sendiri yang dihargai, hargai juga keyakinan semua orang yang sudah menganut Islam ya!
“Tapi satu hal yang saya yakini , bahwa saya tidak menyembah Tuhan yang salah”
- Kasihan dengan Rachel yang merasa benar, padahal salah. (saya nggak bohong kok hel?)
“Tuhan yang ajarkan untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri, mengasihi musuh dan mengampuni, setia dengan satu istri.
Adakah yang lebih sempurna dari ajaran ini?
Tentang perbedaan pandangan tentang Yesus, saya tidak heran karena jangankan dengan kami, antar kalian sendiri saja selalu berbeda pendapat tentang Muhammad yang sama-sama meyakini bersumber dari kitab suci .
- Diagama kami juga diajarkam mengasihi sesama manusia, kalau masalah musuh ya dilawan dong! kecuali kalau dia sudah menyerah dan minta maaf, baru dimaafkan bukan diampuni, karena yang berhak mengampuni cuman Allah SWT. Masalah Istri lebih dari satu nggak masalah selagi diizinkan oleh Istri pertama, dan selagi mampu berbuat adil, yang salah itu orang yang nggak boleh kawin. oce!!!
Masalah Muhammad, belum pernah denger beda pendapat tentang dia, kecuali tentang ajarannya, itupun tidak terlalu prinsip, asal tetap dalam satu keyakinan dalam Al-qur’an dan Hadits. You know!!!
tok.tok.tok.permisi..maaf baru gabung.
untuk atasku:
@hamdani
“dipancung lehernya hingga putus, kemudian palanya diberikan pada anjing liar. ”
hiiiiiii.ngeriii juga kalau sudah terlanjur jadi islam.salah komentar dikit {padahal komentar manusia berdosa}.harus di pancung,itu baru salah komentar belum keluar dari islam.bisa-bisa “@nesia” kalau keluar dari islam bisa dimutilasi.mendingan tetap aja di islam yg kayak gus dur {itu kalau sayang nyawa di dunia}tapi hidupkan sifat yg penuh kasih,dengan tidak menghakimi sesama atau caci maki sana sini.
“Masalah Istri lebih dari satu nggak masalah selagi diizinkan oleh Istri pertama,”
sedikit cerita ;temanku sampai gila setelah 1 tahun jadi istri ke dua.rupanya istri pertamanya bisex,jadi temenku harus melayani suami dan istri pertamanya.(sepertinya enak jadi islam laki)
seandainya hanya boleh satu istri tentu hal itu tidak akan terjadi.
“asal tetap dalam satu keyakinan dalam Al-qur’an dan Hadits. You know!!!”
koq saya jadi kepikiran sama ahmadiyah ya.kasihan mereka harus mengungsi,tidak bisa ibadah ,seperti bukan di negara sendiri.apa prisipil sekali masalahnya ya? kan cuma beda pendapat.
hiiiiiiiiii sekali lagi ngeriiiiiiiiii….kasihan ahmadiyah.
makasih bung toga .sudah ngebolehin ikut comment.
om toga,klo niat awal anda pengen memahami islam lebih dalam. ya jgn bt blog dgn judul kyk gt.secara tidak langsung anda berusaha membandingkan agama baru anda dengan yang lama.anda berusaha mencari pembenaran di dalam keraguan anda.itu berbahaya karena anda ternyata hatinya masing setengah2.klo anda ingin mengetahui islam secara luas dan sesuai keinginan anda memahami islam. pasang aja iklan di jaringan islam liberal atau belajar ilmu sufi. anda tidak akan pernah belajar jika yang masuk ke blog anda ini hanyalah org yang sok tau atau sok suci tentang keyakinan mereka masing2 dan meremehkan keyakinan org lain.intinya anda salah pasang judul.makasih bang toga.Haleluya!!!!
bt om sabira( atau tante..? ),itulah konsep tritunggal maha kudus.walau sampe mulut saya berbusa-busa menjelaskan kpada anda, saya yakin anda tidak akan puas dan tidak mngerti.kan anda sudah mengatakan sendiri…
ma’af copy
“bukan meragukannya lagi, memang tidak percaya sama sekali”, ya cukup sampe situ aja,itulah harga mati anda.
klo soal halal dan haram,org kristen jg ada om/tante.
“apa yang keluar dr mulut,jangan masuk lg dlm mulut”ya intinya gt deh, artinya itu universal, apa yg kluar dr mulut bukan hanya brupa makanan tapi jg ucapan atau janji palsu jgn kita “telan” lagi,itu yg kadang2 org lupa,ingat haram makan babi dan teman2nya tapi lupa apa ucapan sendiri.laaa pasti pusing deh lo……klo soal haram babi atau yg laen,itu tergantung orgnya om.ada jg org kristen yg ndak suka makan itu,tp byk jg org islam yg makan itu cuek aja,enak katanya,klo ndak percaya skali2 mampir ke warung makan yg jualan tongseng jamu atau anjing,tanyain aja satu2 yg makan keyakinannya apa.klo bt gwa sih asik aja,kan enak…
klo berzina,mabuk2an dan teman2nya,itu relatif om.org islam jg byk yg kyk gt kan..? itu pilihan manusia mau begituan,Tuhan memberi kebebasan mo pilih mana,yg baik ato buruk.bukankah Tuhan jg memberi udara untuk bernafas dan matahari bersinar yg sama bagi pencuri atau org saleh seperti anda….baik keyakinan manapun pasti jg melarang,tapi ya itu tergantung manusianya….tinggal tunggu konsekuensinya aja
Yesus adalah anak Allah, Allah adalah sang Khalik dan Manusia adalah hasil ciptaan Allah dan seperti yang kita ketahui semua Manusia berdosa tapi Allah mengingat Manusia adalah hasil ciptaan Allah, Allah mengaruniakan anaknya yang tungal untuk menebus seluruh dosa manusia.dan kitapun mendapat keselamatan.
Buat sabira
@ mbahlul artinya mbahnya bodoh, cocok nama kamu yang kamu sandang.
Kamu nggak akan ngerti tentang Islam, karena ilmu kamu cuma sampe di kristen, jadi jangan komentar lagi ya!!! nanti kepalamu yang bisa terpenggal!!!
@Hamdani.
Jangan mentang-mentang kubiarin kau nulis apa aja, makin suka-suka kau aja kuliat. Jgn kau bawa-bawa Islam ah… Gak nyambung ama bahasa kau yang jauh di bawah kualitas residivis kasus mutilasi!
Mulai sekarang, komentar kau akan kuhapus kalau masih asal nyembur kayak gitu, biar agak ngerti kau sikit apa arti kata dipenggal. Liat darah aja kau mau pingsan, sok-sok mau menggal kepala orang pulak.
Mau kuketawai, kau nggak cukup lucu. Mau kubenci, kau itu sebenarnya menyedihkan. Mau diajak diskusi, pikiran kau tertutup.
Perusak citra Islam seperti Geert Wilders yg membuat film Fitna tidak seberapa berbahaya, karena dari awal orang tahu, niat dia memang menghancurkan citra dien yang dibawa Sang Rahmatan lil ‘Alamin itu. Jauh lebih bahaya kau sebenarnya, karena orang serta merta percaya, kau itu sungguh seorang pembela Islam, dan kaulah representasi ajaran Islam, yang lantas mereka pahami sebagai doktrin yang keras, kaku, doyan main penggal (padahal takut liat darah), tertutup untuk diskusi, pokoknya persis seperti yang ingin digambarkan si Wilders itulah.
See? Ada dua kemungkinan setelah kau baca ini. Kau lantas sadar sudah menjadi jamaah pembenar dan pendukung kampanye hitam si Wilders itu. Kedua, kau masih teruskan main komen seperti itu, yang membuktikan kau itu memang kader si Wilders yang militan.
Bagaimanapun, aku berharap yg terjadi adalah kemungkinan pertama. Soalnya, seperti kata komentator Satria Umar Hamid baru saja, sudut pandang berbeda adalah syarat mutlak bagi terjadinya diksusi.
Jujur, komen ini sudah saya edit, karena sebelumnya saya sempat agak Es Mosy dgn menyatakan akan memblok komen dengan nick Hamdani dan IP yg digunakannya.
Saya punya usul, @ Nesia/Toga/dll,
biarkan saja si Hamdani berikan komentar2nya, biar suasananya hidup,
kalau saling dukung komentar, nanti malah nggak rame.
horas….
Walah, jadi rame disini ya lae?
Emang gue pikirin,
nggak ada ruginya buat gue.
silakan sepenuhnya menyanjung kristen nesia, toga dan konco2nya. semoga kalian masuk surga nasrani.
dan mendapat penghargaan dari paulus dan theresia.
@Satria.
Yup, makasih sudah mengingatkan, Saudara. Horas juga!
@Dana.
Hehehe… Namanya juga belajar berdiksuksi, Silih. Uga kabarndu?
@Hamdani.
Tuh kan. Aku tak minta disanjung, kawan. Banyak komen yg menolak mentah-mentah ide yg kutulis, malah kupajang jadi Comment of The Week, bahkan kuangkat jadi posting tersendiri.
Misalnya, ada sahabat komentator dgn nick Ryan Sinurat – ada juga versi Non Ndeso-nya: Shinu Raz
– yg bahkan sampai menyampaikan kebingungannya, apakah aku ini Islam, Kristen, atau tak yg manapun. Walau menentang keras pemikiranku, dia ngga pernah misalnya ngancam mau menggal kepalaku, ancaman yg sedikitnya sudah tiga kali kau sampaikan untukku.
Dengan berpanjang lebar aku malah menulis posting yg dedicated untuknya, dan hingga saat ini kami jadi rekan diskusi yg asyik, walau lebih sering berbeda pemikiran.
Kitu atuh maksutna, Kang Hamdani.
Yang menolak komen-ku itukan ya kamu-kamu juga, cuma namanya saja ganti2 biar seru kali??
Saya nggak pernah membenci orangnya baik itu beragama kristen apalagi beragama Islam, tapi masalah keyakinan tidak ada kompromi. toleransi antar umat beragama boleh saja tapi toleransi beragama saya tidak sepaham.
Teman-temankupun banyak yg beragama kristen dll. hubungan persahabatan kami baik2 saja, selagi meraka tidak menggangu baik fisik maupun perasaan. tapi saya TIDAK PERNAH MEMBENARKAN keyakinan mereka.!
Satu lagi ya Nesia? tolong dicabut tuduhan keji kamu terhadap saya. karena itu sangat tidak berdasar.
Mana bahasa kamu yang katanya mengaku sangat bijak, tetapi tuduhan kamu itulah yang mencerminkan siapa kamu sebenarnya, yang bermuka dua. bisa nggak disamakan dengan penghianat?
@Hamdani
Komenmu yg terakhir ini kan udah agak enak membacanya, dan pesan yg mau disampaikan pun bisa ditangkap jelas. Bersahabat yes, kompromi keyakinan, No Way.
Trus soal nama, aku klarifikasi, aku memang pake Nesia, yg otomatis muncul kalau saya login ke dashboard wordpress, dan Toga kalo ngga login.
Kawan semua yang dikasihi TYME, hidayah terkadang tidak bisa kita raih oleh diri kita sendiri sekalipun, oleh karena itu iman pun seperti gelombang dilaut, terkadang naik terkadang turun, apalagi hidayah kita harapkan dan terkadang rada memaksan kepada orang lain, Rasulpun sudah ditegur Allah untuk perkara hidayah ini. Jadi yang bisa kita lakukan adalah terus membenahi, meningkatkan iman, sambil berdakwah dengan cara yang paling baik. Jangan sampai Rasul dan Tuhannya direndahkan gara2x ulah kita. Kita tidak punya kepentingan sedikitpun dengan orang lain, mau beriman ataukah tidak, yang penting martabat dan kebesaran Rasulullah tetap kita junjung tinggi agar Allah berkenan memberikan syafaatnya kepada seluruh alam, dan bagi yang beriman diakhirat kelak. Jangan sampai terbalik. Maksud hati hendak berdakwah tapi berakibat nama Rasulullah dicaci, direndahkan bahkan dibanding2x kan dengan budayawan lain. Na’udzubillah. Allah sangat dekat dengan rasulnya, jangan memancing murka Allah dengan merendahkan nama Kekasihnya. Kalau ini yang terjadi lebih baik tidak usah berdakwah, luka hati ini kalau Rasulullah disinggung tidak pada tempatnya, dan yang lebih sakit adalah kita tidak bisa berbuat apa2x untuk merubah keyakinan orang lain. Kawan2x semua, sudah sangat jelas perbedaan Hitam dan Putih bagi yang melihat, untuk apa kita mengorbankan nama Rasulullah untuk meyakinkan orang yang buta warna. Sampai kiamat pun tidak perna bisa. Jadi cukup sudah kita merendahkan, mencela, agama orang lain kalau diskusinya tidak sehat.
Wassalam
@ hamdani
“”@ mbahlul artinya mbahnya bodoh, cocok nama kamu yang kamu sandang.
Kamu nggak akan ngerti tentang Islam, karena ilmu kamu cuma sampe di kristen, jadi jangan komentar lagi ya!!! nanti kepalamu yang bisa terpenggal!!!”"
ya.yang waras ngalah deh(biasanya tong kosong nyaring bunyinya).inilah enaknya jadi orang kristen,mudah sekali untuk memaafkan dan tidak perlu menghakimi dan caci maki.
ada yang bisa kasih tahu ngak si hamdani ini islam tipe apa ya.apa mewakili yg di film fitna nya orang belanda.kalau di indonesia sudah banyak yang kayak gini.wah ….hiiiiii….ngeri…………
Allah adalah kasih. Kebenaran yang pada akhirnya akan berbicara. Dan Tuhan Yesus adalah satu-satunya jalan dan kebenaran dan hidup. DIA tidak dilahirkan dari daging, melainkan oleh Roh Kudus.
Kasih artinya tidak ada perdebatan, tidak ada kebencian, tidak ada perselisihan, tidak ada kedengkian, tidak ada permusuhan, tidak ada kepentingan diri sendiri. Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, kasih itu tidak memegahkan diri dan tidak sombong, kasih itu tidak cemburu/dengki/iri hati, kasih itu tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain, kasih itu menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu dan sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tak berkesudahan.
Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Oleh karena itu keselamatan adalah KASIH KARUNIA ALLAH dan bukan usaha manusia.
Seseorang bisa berkata “Yesus adalah Tuhan”, karena Roh Allah ada di dalam orang tersebut.
Roh Allah tinggal pada setiap orang yang mau membuka hati dan meminta Yesus menjadi Tuhan dan JuruSelamat dalam hidupnya, maka Roh Penolong akan masuk ke dalam hidupnya untuk memimpin dan menyertai orang tsb., juga untuk memberitahukan hal2 yang tidak bisa dipahami dengan pikiran manusia saja.
Kebenaran bukanlah suatu kebenaran sampai dibuktikan Kebenaran. DIA yang tidak berbuat dosa telah dibuat menjadi dosa, supaya kita dibenarkan oleh Allah dan didamaikan kembali hubungan kita dengan Allah.
Orang yang berkenan di hadapan Tuhan adalah bukan orang yang berseru “Tuhan.. Tuhan..” yang akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan mereka yang melakukan kehendak Bapa-Ku (Allah) yang di Sorga. Apa kehendak Allah? Supaya semua orang diselamatkan.
hehehehe..setuju ama om mbahlul.tipe2 org seperti hamdani ini mungkin yg diungkit di film fitna.nih org paling simpatisan setia ormas FPI.sembarang bacot dan bertindak dengan membawa nama ALLAH,model yg kyk gini bikin jelek nama Islam itu sendiri, maunya membela tapi terlalu memaksakan kehendak pada orang laen.tapi, org model kyk hamdani gini malah bikin wa rindu buka blog na si nesia karna jawaban dia selalu bikin wa berkata;
“Ya ALLAH, ampunilah org ini,yg merasa hidupnya lebih suci dan menghakimi sesamanya manusia”
smoga om hamdani makin sering nongol di blog ini dan memberi komen “suci”nya.hidup hamdani!!!Haleluya!!!
saya mempunyai pertanyaan buat orang kristen.kalau memang kalian menganggap agama kalian yang benar,mengapa pada kitab injil selalu mengalami revisi dan revisi?sebenarnya siapa yang harus direvisi?kitab tuhan atau pemikiran anda?apakah ada didalam injil kalimat yang menyatakan bahwa yasus adalah tuhan atau yesus mengakui dirinya tuhan?bagaimana mungkin kalian menuhankan manusia yang juga lahir dari rahim manusia,walaupun keadaanya berbeda tapi toh adam juga diciptakan tanpa ayah dan ibu?
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul Allah.Allah tidak beranak dan tidak diperanakan.
islam dan kristen pada hakikatnya memang mirip.
bukankah justru kedatangan nabi muhammad untuk menyempurnakan ajaran nabi isa?
heh orang bodoh,yang sudah siap masuk neraka, banyak bicara loo
for mbahlul :
sekedar pengumuman,
sebenarnya aliran ahmadiyah bukan islam karena mereka mengakui adanya nabi setelah nabi Muhammad SAW yaitu mirza ghulam ahmad, dengan adanya pengakuan mereka itu maka islamnya batal. salah satu yang dipermasalahkan itu ahmadiyah memakai simbol2 islam. seharusnya klau mereka ingin mendirikan agama baru agak gentlemen dong sedikit, bikin yang beda.
dari sini dapat dilihat adanya niat jahat dari luar islam yang menghancurkan islam dari dalam.
mudah2an mengerti, tambah info dari luar!
harapan saya untuk toga/nesia :
saya ndak mngerti dg maksud pembuatan blog ini!
saya masuk kesini
karna judul yg kamu buat!!
AGAK BODOH.
coba sebutkan satu ayat dalam Al-Qur’an yang menunjukkan bahwa agama kristen benar???
sebenarnya kamu ini islam atau kristen???
jangan2 kamu ini ingin menghancurkan islam dengan jalan yang kurang clear???
Alias penipuan/pura2 islam.
dalam ayat injilkan yang model ini kan boleh (menipu):
saya dengar lagsung dari pastor
klau ndak salah bacaan ayatnya :
jadilah selicin ular, selincah merpati ……….(ntah lah lupa) tapi yang penting konotasinya buruk.
jadi judulnya diganti lagi!!! ok.
for sabira
kalau ngak salah ahmadiyah udah ada di indonesia sejak jaman kemerdekaan,dan sudah berbadan hukum resmi dan pengikutnya udah banyak serta kitab nya dan hadits sama dengan islam dan punya tempat ibadah nya sama juga yaitu mesjid dan pengikutnya juga mengaku islam.koq baru sekarang jadi masalah? padahal di luar negri juga ada ahmadiyah yg umurnya jauh lebih tua lagi.dan tidak di bilang sesat.harusnya kalau sesat berlaku internasional bukan cuma di indonesia.
terus yang di maksud ada niat jahat dari luar yang mau menghancurkan islam dari dalam itu siapa???
tanya kenapa?????????????????????????????????/?
kenapa kristen dgn islam banyak kesamaan?
jawab :
karena islam adalah agama penyempurna bagi agama-agama sebelumnya…..
mohon maaf sebelumnya……
kristen itu banyak dirubah oleh orang roma,jd kristen bukan agama yg utuh lagi…..
injil yg asli terkubur dilaut mati….
di bawa oleh seseorang(barnabas) yg terbunuh..
sebelumnya saya tdk bermaksud menyudutkan..
karena agama adalah bukan individu terhadap individu yg lain ataupun kelompok,melainkan individu dg tuhan
-kenapa si setiap ada patung/gambar jesus dibelakangnya ada bulatan matahari…..?
-kenapa si kalu di PERJANJIAN LAMA makan babi itu dilarang,sedangkan di PERJANJIAN BARU dibolehkan?
-kenapa si Orang kristen tdk di khitan,padahal diharuskan untuk di khitan?
-kenapa si seOrang pastor tdk boleh menikah?
-kenapa si KRISTEN tdk mengakui Muhammad sbg NABI?
-kenapa si koq kLu orang bertaubat / melakukan penebusan dosa harus lewat pastor..kenapa tdk sendiri aja langsung memohon kepada tuhan?
-tanggal 25 desember itu bukannya hari kelahiran dewa matahari yang disembah oleh orang ROMA…,yang kemudian dirubah menjadi hari kelahiran jesus?
@mbahlul & bowo.
menurut saya jangan memancing emosi Bung Hamdani lagi, karena kayaknya Hamdani lagi males komentar nih.
Untuk Hamdani teruskan komentarmu yang positif agar suasana agak seger lagi.
for mbahlul :
penganut ahmadiyah dilarang naik haji ke Mekkah, dengan adanya indikasi ini salah satu bukti bahwa ahmadiyah aliran sesat internasional.
dengan adanya ahmadiyah diluar negri yang penduduknya bukan mayoritas muslim, ini yang akan jadi masalah bagi kita (muslim) karna orang kira (non muslim) islam itu memang model aliran ahmadiyah, padahal aliran ahmadiyah bukan islam kalau kata kasarnya sudah masuk kafir2.
dengan adanya gejolak2 pembubaran ahmadiyah ini mudah2an membuka mata masyarakat akan kesesatan ahmadiyah ini.
klau dapat izin waktu dulu, namanya juga zaman antah barantah, pemimpin kita waktu itu banyak yang agama samar2!!
jadi klau mengeluarkan keputusan kurang pakai otak.
salah satu contoh yang menghancurkan dari dalam
seperti yang punya blog ini pura2 masuk islam.
jadi orang belanda juga dulu pusing2 tujuh keliling bagaimana menghancurkan negri muslim dinusantara, jadi pura2 aja lagi masuk islam baru mengeluarkan pikiran2 kotornya kepada generasinya. contoh dalam menghancurkan aceh.
saya tambah dilain waktu!!! ok
@ sabira
“jadi orang belanda juga dulu pusing2 tujuh keliling bagaimana menghancurkan negri muslim dinusantara,”
waduh semakin kelihatan aslinya nih???!!!.sejak kapan nusantara ini negara muslim.lain kali keliling deh sekali-kali di nusantara ini.
aceh kan hancur karena tsunami siapa yg disalahkan lagi?
kalau ahmadiyah sesat koq pengikutnya banyak sekali dan tambah banyak,kan mereka juga belajar quran dan hadits.aneh juga kalau sumber kitab nya sama bisa saling menyesatkan.coba ditanya ke kelompok ahmadiyah pasti islam yg lain pada sesat semua.kalau gitu penonton bingung yg benar yg mana?
“salah satu contoh yang menghancurkan dari dalam
seperti yang punya blog ini pura2 masuk islam.”
yg ini bang toga yg comment deh.
saYa adlh seorang mouslim
sya ska bca tulisn anda
setiap orng berhk memilih agama masing2, pi nggak jga dilarang untuk mencari tau mna agama yg bnar.
jauh ini yg blum saya kethui
kristen mmpunyai banyak tuhan..
dn menganggap isa adalah anak tuhan yg disalib untuk menebus dosa umt na.
mengapa umat kristn menyembah anak tuhn????
meengpa umat kristen menyembah seorang manusia???yg jga bsa mati.
kalau mmng isa d salib mengapa umat kristen menympah patung trsebut,seharusnya umat kristn membakar tanda salib karena tlah mmebuat isa mninggal d situ?????
klo bsa d jwab iia????
Terus terang, udah agak mulai “capedee” aku baca komen yg cenderung mencela agama orang lain…
Napa ya, ga ada gitu yg tergerak berkomentar semacam ini:
Aku punya agama yg sempurna, satu-satunya agama yang benar di seluruh alam semesta, tapi kok aku tak kunjung jadi orang yang bermanfaat ya, bagi dunia, atau bagi satu nyawa saja. Malu jadinya sama Tuhan, yang memilihku mendapat petunjuk, tp perilaku dan cara berpikirku tetep aja mirip orang yang sesat.
Maksudnya, kok ga malu gitu ya, ngaku punya agama tersempurna di dunia, tp tak sebaris pun sejarah mencatat hal manis tentang dirinya; kemarin, kini, atau sampai kapanpun!
Sementara kafir-kafir itu, domba-domba tersesat itu, terus dan terus berkarya, membuat hidup seluruh umat manusia semakin mudah dan mudah.
MALUUUUUU DIKIIIIIIIIIIIT AJA, NAPA SIH?
Itukan Dogmatis dari ajaran paulus di Roma, yang berkesinambungan hingga ke Pastor-pastor anda saat sekarang ini, bukan ajaran dari Nabi Isa Ass sendiri!
untuk elsa
kalau pingin tahu banyak tentang kristen coba aja di cari di faithfreedom (ketik aja di google) atau langsung aja ke website nya orang kristen,gitu aja koq repot.
saya setuju sama nesia nih,mantafb abis deh.
di forum ini bukan cari tahu siapa yg paling benar.tapi bisa ngak menghargai nyawa/hidup sesamanya (toleransi gitu kale).
jadi maluuuuuuu banyak nih…
Horas lae.. !!!
Agak panas juga bah mata dan pikiranku ketika baca kalimat “…salah satu contoh yang menghancurkan dari dalam
seperti yang punya blog ini pura2 masuk islam..”
Bah…???
ada pa ini?? saya pernah juga baca berbagai berita dan artikel tentang “penyamaran2 ini. Tapi saya tetap ragu kalao lae naingolan seperti itu.
Apa benar begitu lae Nainggolan???
(Sepertinya tak perlu dijawab ya?)
Saya percaya lae Nainggolan. Tujuan Lae nainggolan membuat forum ini bukan untuk memecah belah. tapi untuk saling bertukar pikiran sehingga terbuka pikiran kita yang kadang2 seenaknya sendiri berbicara seperti tak menggunakan pikiran.
Ya kan lae Nainggolan? Semakin hari semakin seru. Tapi kata “seru” bukan dalam arti berkelahi dan bertengkar tak tentu arah tentunya.
Horas Bangsa Batak di seluruh Dunia..
Lho…masih ribut to…ealah tak kiro wis mari…
weleh lah kok diskusinya tambah belok kemana mana neh…Bang Toga..ditutup sajalah..ribut melulu pusing. Bentar lagi BBM naik lho, listrik juga. Ini DPR juga masih otot ototan sama KPK..weee tambah ruwet. ayo urunan urunan buat bantu sodara sodara kita yang gak bisa beli gas 13rban..
Waaa lah aku kok maleh gendheng ngene rek…
sebagai muslim…..
saya menghormati agama2 diluar islam….
“bagi ku agama ku,bagi mu agama mu”..
tdk boleh saling mencela….
kepercayaan tdk boleh di paksa….
buat lae nainggolan,belajar agama jgn setengah2 ya lae ku….
jika benar, kenapa takut? Jika takut, biasanya tidak benar! benar begitu lae? Yang benar, tidak perlu merasa tersaingi, apalagi merasa terancam oleh yang tidak benar. Sebab sudah BENAR, kenapa jadi ragu2???? Kebenaran menurut versi manusia, beda dengan kebenaran MUTLAK Tuhan. Iman dan kebenaran sungguh berbeda. Akankah kita terjebak pada pola, diatas yang benar ada yang lebih benar? Adakah, diatas iman, ada yang lebih iman? Apakah sudah menjamin seseorang beriman pada hal yang diyakininya benar, akan tidak jatuh ke dalam dosa? Apakah seseorang yang (katanya) beriman, sungguh2 sudah tidak melakukan dosa lagi (sengaja atau tidak sengaja, disadari atau tidak)???? Apakah jika kita sudah benar2 yakin, dengan iman, tentang kebenaran suatu agama, sudah cukup membuat kita menjadi dibenarkan????? Apakah jika kita sudah punya agama (yang kita yakin benar MUTLAK), lantas kita dibenarkan berbuat segala sesuatu (atas dasar pembenaran) untuk menyatakan kebenaran itu????? Pernahkah kita tahu, apa memang Tuhan berkenan atas segala hal yang kita anggap proses pembenaran itu sendiri???? Akankah Dia setuju jika kita membela kebenaranNya, dengan cara2 yang sesungguhnya secara nilai2 (moralitas, etika, nurani, budaya, akal sehat) sudah membuat kebenaranNya itu menjadi sangat manusiawi, tidak Ilahi??? Jangan2 kita sedang mencari pembenaran atas diri kita sendiri?? Sungguhkah Tuhan (yang BERKUASA, KUAT) begitu rapuh, sehingga membutuhkan kita untuk membela kebenaranNya??? Dia sungguh terlalu berkuasa, dan dan tidak membutuhkan pembelaan kita. Apakah kita yang terlalu angkuh, sehingga kita merasa mampu membela Dia??? Bukankah kita yang setiap berdoa, memohon perlindunganNya??? Adakah Dia meminta kita melindungiNya???????????????????????????? Siapakah aku, sehingga aku berhak menghakimi iman orang lain??? Tq Lae, semoga menemukan kebenaran yang sejati…
@Satria Umar Hamid
bukannya males komen tapi nggak sempat aja.
@ manusia on 25 April, 2008
-kenapa si setiap ada patung/gambar jesus dibelakangnya ada bulatan matahari…..?
Jawab: Gb matahari itu mungkin untk pemanis saja, kalau dibelakangnya gambar bulan bintang ya nggak cocok kali?
-kenapa si kalu di PERJANJIAN LAMA makan babi itu dilarang,sedangkan di PERJANJIAN BARU dibolehkan?
Jawab: Karna perjanjian lama itu banyak yang bertentangan dengan ajaran yang dianut orang2 kristen sekarang, namanya juga “perjanjian” pasti bisa dilanggar atau dirubah, sesuai kebutuhan.
-kenapa si Orang kristen tdk di khitan,padahal diharuskan untuk di khitan?
Jawab: mungkin pikir mereka takut anunya buntung!!!. Logikanya kalau orang makan duren itukan enaknya dikupas dulu!!!
-kenapa si seOrang pastor tdk boleh menikah?
Jawab: Karna nggak boleh nikah sama paulus, tapi kalau kawin, nggak tau ya?
-kenapa si KRISTEN tdk mengakui Muhammad sbg NABI?
Jawab: karena kalau mereka mengakui nabi berarti mereka sudah keluar dari agamanya.
-kenapa si koq kLu orang bertaubat / melakukan penebusan dosa harus lewat pastor..kenapa tdk sendiri aja langsung memohon kepada tuhan?
Jawab: Karena mereka mungkin sudah diberi wewenang menjadi penganmpun jamaahnya.
-tanggal 25 desember itu bukannya hari kelahiran dewa matahari yang disembah oleh orang ROMA…,yang kemudian dirubah menjadi hari kelahiran jesus?
Jawab: yah meleset dikit nggak jadi masalah bagi mereka?
@ nesia
yang meragukan keislaman kamu bukan saya aja kan?
@ mabahlul, bowo, nesia
apa nggak salah kalian mengatakan saya seperti Geert Wilders?
Apa nggak lebih cocok kalian yang seperti Geert Wilders?
nesia jangan dihapus ya komen saya ini? katanya bebas berinspirasi seperti orang2 denmark, canada, amrik dan sejenisnya yang dengan leluasa menghujat Islam dengan dalih kebebasan berekspresi.
mantap untuk @ ara ,setuju banget deh.yang benar biasanya ngak ada takutnya.biarpun cuma sedikit atau sendirian sekalipun.
si hamdani mulai comment,tapi kayaknya belum waras juga ya .jadinya yg waras ngalah lah .supaya ngak ketularan .untuk hiburan bolehlah.
si mbahlul tambah bego aja ya?
type kristen idiot ya kayak dia ini.
mbahlul artinya mbahnya bodoh, cocok nama kamu yang kamu sandang.
Kamu nggak akan ngerti tentang Islam, karena ilmu kamu cuma sampe di kristen, jadi jangan komentar lagi ya!!! nanti kepalamu yang bisa terpenggal!!!
@ hamdani said:kepalamu yang bisa terpenggal!!!
….is this the real moslem???(asli lho)
mbah aja biarpun orang kristen tidak memberi comment soal doktrin kristen. karena apa ? jawabnya :karena bukan di sini tempat ngejawabnya.gitu aja koq repot>/?!
kita maklum koq kalau yang model hamdani ini susah sembuhnya.jadinya yang waras terpaksa harus mengalah lagi aja deh.(apa perlu diladeni ya? ah nanti ketularan ngak waras lagi alias begonya para idiot,eh maaf keterusan.)
coba hamdani baca itu nasehat dari ara on 27 april 2008.baca baik-baik terutama bagian akhir, nah kalau udah waras kasih comment lagi ya? .soalnya kalau hamdani ndak comment sepertinya kurang hiburan di sini.
Untuk semua ,
Saya mau tanya nih….
Menurut kalian , siapakah yang lebih baik : Isa / Yesus atau Muhammad ?
Islam atau agama lain ( Kristen , Hindu , Budha dll ) yang sering bikin keributan , kekacauan , peperangan dll ?
for :mbahlul
dari comentnya, mbahlul ini kelihatan bodohnya
emangnya siapa bilang nusantara ini negara muslim???
rupanya teman kita yang satu ini (mbahlul) baru naik kelas 2 TK
jadi belum layak diajak ngomong
saran :
nikmati aja dulu masa kecilnya. OK
klau mau cari teman main kelereng, bukan disini!!
tanya aja sama yg punya blog ini.
jadi nampaknya mbahlul ini terlalu dipaksakannya dewasa, jadi ndak apalah diterangkan sedikit sejarah :
jadi sebelum sumpah pemuda
indonesia ini terdiri dari kerajaan2
diantara kerajaan itu, ada kerajaan2 islam
mis :
kerajaan ternate tidore, samudra pasai diaceh, dll
biasanya itu disebut negri muslim bukan indonesia/nusantara.
pertanyaan :
apakah dalam sejarah indonesia ada kerajaan kristen diindonesia???
mbahlul ini kelihatannya mengecilkan arti kerajaan2 islam dalam perang kemerdekaan!!!
klau ngomong2 kesana (sejarah) kita nanti
bisa2 mbahlul ini jadi pucak
karena ketahuan nenek moyangnya kebanyakan bencong
jadi ndak usah ngomong sejarahlah!!!
jadi pembicaraan cukup yg ringan2 aja. OK
for : nesia
udah ketahuan pikiran kotornya kan
udah jelas2 kristen
kok di bkin pula judul blog ini
“justru Setelah Jadi Muslim, Aku Tahu Kristen Itu Benar”
perlu diingatkan si nesia
sebenarnya judul yg kamu buat ini, ndak akan mempengaruhi orang islam
cuma akan menambah kekafiran kalian!!!
pas pertama saya membaca bacaan yang kamu buat itu udah tahu saya kamu itu kristen
ndak pernah masuk islam
for @ sabira
waduh belajar sejarahnya di mana ya? apa islam itu agama asli indonesia? (mungkin sekolahnya hanya di pondok pesantren aja kali ye)
kalau sekolah di sekolah nasional pasti tahu waktu SD di ajari sejarah masuknya islam di indonesia di jaman kerajaan hindu masih jaya.
apa mbah perlu cerita juga fakta sejarah mengenai tipu muslihat islam mendominasi nusantara.
@ sabira
Nggak usah ngeladenin si mbah bodoh itu, liat aja dia mulai ngaco2 ngomong fakta sejarah segala.
Coba belul fakta kayakmana yang kamu tau?
Horas Lae…
Saya Melihat Tulisan Sdr. Sabira, Mbahlul dan Hamdani mulai mendominiasi disini. Saya mulai tidak mengerti arah dari forum ini.
Untuk Lae Nainggolan, saya punya usul kalau komen2 yang telalu panjang gak usah di muat. Apalagi sampe mengkopy paste ayat2 Al Quran. Wah, repot sekali nampaknya.
Kalau saya tak salah menilai Blog ini mulai kehilangan “nyawa” sebenarnya yaitu membicarakan sesuatu dengan ringan tapi berbobot.
Untuk Apa komen2 yang panjang tak jelas tujuan dan arahnya.
Untuk saudara Hamdani, Mbahlul, Sabira sebaiknya kalau mau berdebat lebih banyak sebaiknya gunakanlah Email Masing2. Dari pada Saudara2 mengotori “halaman” orang…
Gimana?
Horas Bangsa Batak !!!
Saling mengasihilah kamu akan yang lain. Karena inilah hukum yang pertama dan yang terutama. Untuk apa kita selalu merasa lebih seorang akan yang lain,kita pinter seperti temen2 kita yang ada di sini kan semuanya udah pinter2 nich,,. kaya temen2 disini kan kayanya udah jadi pakar2 nich, punya keberanian yang sangat menonjol utk mempertahankan pendapatnya,, Tapi semuanya itu tidak ada harganya dimata Tuhan kalau didalam diri kita tidak punya KASIH. KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI KAMU MENGASIHI DIRIMU SENDIRI. TUHAN YESUS JUGA DATANG KE DUNIA, BUKAN MEMBAWA AGAMA, TETAPI TUHAN YESUS DATANG MEMBAWA KEHIDUPAN,KASIH,DAMAI SEJAHTERA SERTA KESELAMATAN.TUHAN MEMBERKATI YA.. AMIN.
joses,, siipp! it’s right. on fire terus ya…
Salam,
zackli
wahhh,,, gw jadi pengen kenal sm lo joses ya… lo itu singkat tapi padet ya,,,, Thanks ya…
kasih emang kayanya gw mesti belajar untuk lebih mangasihi lagi nih. Kasih itu sabar, rendah hati, lemah lembut, gw ga tau detainya sich,, tapi emang kasih itu kudu harus ada dalam diri kita.. apapun perbedaan kita. Makna kasih itu bener2 luar biasa.siapapun orangnya, kalo dia ga punya kasih,ga guna Bro!saling menjatuhkan satu dengan yang lain,pokoknnya dia orang kalo ga punya kasih ya hasilnya perpecahan. Makasih ya ka ryan, joses dan temen2 yang lain. Seneng gabung sama kalian. God Bless You all.
sorry baru liat situs ini. Ya uda dhe,, kita DAMAI. Kaya lagunye GIGI ntuh,,, Perdamaian.. perdamaian…^_^,, Siapapun kita bukan omongan kita yang diliat ame Tuhan.. tapi perbuatan kita Men.. ya gak?? ,,,,,,,,, PIsss… GBU.
Soal agama see sebenernya gak harus dipermasalahin,, yg jd mslah sejauh mana kepercayaan kamu terhadap Tuhanmu n gimana cara kamu berbakti padaNya dengan membalas smua kebaikannya ya ga??
Kita ini semua bersodara…tetapi klo menyangkut keyakinan tunggu dulu gw Islam bro…Islam diturunkan karena adanya kezaliman pada jaman sebelum Islam, untuk meluruskan apa yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Allah: Jauhi larangannya dan laksanakan perintahnya ini WAJIB Hukumnya…Nabiku Muhammad SAW menyadari hal ini dan manusia dilahirkan hanya untuk menyembah kepada sang pencipta..sang KHOLIK, tuhan itu Esa (satu) tidak diperanakkan dan tidak beranak, Nabiku Muhammad SAW dilahirkan pada jaman jahiliyah (baca sejarah) waktu itu sangat sedih melihat tingkah laku manusia yang telah jauh dari keyakinannya, menyembah berhala (berupa patung) yang mereka sendiri yg buat dari hasil karya tangannya..
Mengenai Judul di atas: Saya sangat memaklumi karena memang Kristen itu benar ada merupakan agama Nabi Isa (Yesus) dan ini ada pada Al-Qur’an kitab suci saya…Menurut saya Adanya pertentangan Islam VS Kristen karena masalah keyakinan.., Islam agama Damai…NO ANARKIS
Tambah satu lagi kayaknya nih orang yang ngajak bermusuhan, yaitu ryan shinu raz.
nggak usah ngancam ya? emang yg punya blog ini kamu? kalau nggak kamu aja yg nggak usah buka2 lagi blog ini.!
Judul diatas aja sudah jelas2 memancing perdebatan yg nggak sehat, kok malah protes dg yg ngasih komen?
for @ hamdani
senang mendengar komentar anda dan keingin tahuan fakta sejarah yg sebenarnya?!
ini bukan doktrin dan tidak mengada-ada,percaya atau tidak inilah fakta yg sudah tercatat.mbah senang kalau banyak anak pesantren yg pingin tahu banyak kayak hamdani ini.(baca sampai habis ya!!!)
Masuknya Islam ke Tanah Jawa ternyata menyimpan cerita yang sungguh luar biasa. Salah satunya terekam dalam Serat Darmo Gandhul yang kontroversial itu. Dalam serat yang aslinya berbahasa Jawa Kuno itu
dipaparkan perjalanan beberapa wali, juga hambatan dan benturan dng budaya dan kepercayaan lokal.
Penulis serat ini tak menunjukkan jati diri aslinya. Ada yang menafsirkan,
pengarangnya adalah Ronggo Warsito. Ia pakai nama samaran Ki Kalam Wadi, yang berarti rahasia atau kabar yang dirahasiakan. Ditulis dalam bentuk prosa dengan pengkisahan yang menarik. Isi Darmo Gandhul tentu saja mengagetkan kita yang selama ini mengira bahwa masuknya agama Islam di Indonesia dilakukan dengan cara damai tanpa muncratan darah, terpenggalnya kepala dan tetesan air mata. Kaburnya para pemeluk Hindu dan Budha ke berbagai wilayah, misalnya ke Pulau Bali, ke kawasan pegunungan dan hutan rimba, adalah salah satu pertanda bahwa mereka menghindari tindakan pembantaian massal oleh sekelompok orang yang ingin mengIslamkan P Jawa.
Terkait dengan kisah Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa, kebetulan saya ada terjemahan Serat Darmo Gandhul yang aslinya berbahasa Jawa Kuno. Yang saya kirimkan berikut ini adalah versi yang tidak lengkap, bersumber dari Tabloid Posmo terbitan Surabaya. Anda bisa baca dan menilai sendiri. Hanya agar lebih enak untuk dibaca, Posmo menyuntingnya disana-sini. Yang perlu dicatat, pembaca sendiri harus kritis menyikapi isi cerita yang mungkin amat tendensius ini.
Serat Darmo Gandhul pernah diterbitkan oleh Dahara Prize – Semarang
berukuran 15 cm x 15 cm. Berikut ini adalah tulisan tentang Serat Darmo Gandhul yang dimuat berseri di Tabloid Posmo terbitan Surabaya. Isi dari serat ini rasanya masih relevan dikaitkan dengan zaman sekarang, dimana mulai bermunculan kelompok fundamentalis Islam, terorisme yang mengatas namakan agama, dan juga kelompok-kelompok yang bermimpi untuk mendirikan kekhalifahan Islam di negeri ini, dan juga di negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Selamat membaca!
Tokoh2 terkait:
Para penulis :
- Darmo Gandhul – murid Ki Kalam Wadi
- Ki Kalam Wadi – penulis serat
- Raden Budi – guru Ki Kalam Wadi
Para pelaku :
- Prabu Brawijaya – Raja Majalengka (Majapahit), raja Majapahit
terakhir, yg dgn sedih harus menyaksikan kerajaannya dicabik2 oleh
puteranya, Raden Patah, yg melawan ayahnya yg dianggapnya ‘Budha
kafir kufur’.
- Putri Campa (Dwarawati? Dara Petak?) – permaisuri Prabu Brawijaya
dari Cina yg memperkenalkan Islam pada PB, yg kemudian disesali PB
- Sayid Rahmad – kemenakan Putri Campa (Sunan Ampel) yg diberi ijin
PB utk menyebar Islam di Jawa
- Sayid Kramat – Sunan Bonang, tokoh licik
yg mengakibatkan permusuhan antara PB dgn puteranya sendiri, Raden
Patah. Ialah yg mengajarkan Raden Patah utk membenci ayahnya yg
kafir. Sesuai dgn buku ’suci’ Islam :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pelindung-pelindungmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pelindung-pelindungmu, maka mereka itulah orang-orang yang lalim. [9.24]
- Raden Patah (Babah) – putra Prabu Brawijaya, dikenal juga sbg Adipati
Demak/Senapati Jimbuningrat/Sultan Syah Alam Akbar Khalifaturrasul
Amirilmukminin Tajudil Abdulhamid Khak/Sultan Adi Surya Alam di
Bintoro. Putera lalim yg membawa kesengsaraan pada Majapahit &
akhirnya, tanah air kita ini.
(Di SMA, kami tidak pernah diajarkan bahwa kejatuhan Majapahit
sebenarnya diakibatkan oleh kerakusan seorang anak. Paling cuma
dikatakan : Majapahit vs Demak)
- Sunan Kalijaga : negosiator licik yg ingin merebut kembali hati PB
setelah RP menyesali perbuatannya. Sunan Kalijaga ini yg menarik PB
masuk Islam. Perbuatan PB ini kemudian dicela oleh tokoh bijak, Ki
Sabdapalon.
dll :
- Raden Kusen (Raden Husen/Raden Arya Pecattanda) – saudara kandung
Raden Patah (lain ayah)
- Ki Bandar – sahabat Sunan Bonang
- Bandung Bondowoso
- Nyai Plencing – dedemit
- Buta Locaya – raja dedemit (mantan Patih Sri Jayabaya)
- Ni Mas Ratu Pagedongan (Ni Mas Ratu Angin-Angin)
- Kyai Tunggul Wulung
- Kyai Patih
- Syech Siti Jenar
- Tumenggung Kertosono
- Sunan Giri
- Arya Damar – Bupati Palembang
- Patih Mangkurat
- Setyasena – komandan pasukan Cina Islam
- Bupati Pati
- Adipati Pengging
- Adipati Pranaraga
- Sabdo Palon
- Naya Genggong
Pada zaman dulu Majapahit (1292-1478) bernama Majalengka. Majapahit hanyalah kiasan. Bagi yang belum tahu ceritanya, Majapahit dianggap sebagai nama kerajaan.
Prabu Brawijaya adalah raja terakhir yang berkuasa. Ia menikah dengan Putri Campa yang beragama Islam. Putri inilah yang membuat Brawijaya tertarik Islam. Ketika sedang beradu asmara, sang putri selalu membeberkan keutamaan agama itu.
Setiap dekat sang prabu, tiada kata lain yang terucap dari Putri Campa
kecuali kemuliaan agama Islam. Tak lama kemudian datanglah kemenakan Putri Campa bernama Sayid Rahmad. Ia mohon izin menyebarkan ajaran Islam di Majalengka. Sang Prabu mengabulkan. Sayid Rahmad tinggal di desa Ngampeldento-Surabaya.
Banyak ulama dari seberang datang ke Majalengka. Menghadap sang prabu mohon izin tinggal di wilayah pesisir. Permohonan itu dikabulkan.
Akhirnya berkembang dan banyak orang Jawa memeluk agama Islam.
Perkembangan itu menempatkan seorang guru agama Islam tinggal di daerah Bonang, termasuk wilayah Tuban. Sayid Kramat namanya. Ia maulana Arab keturunan Nabi Mohammad Rasulullah.
Orang-orang Jawa banyak yang tertarik kepadanya. Penduduk Jawa yang tinggal di pesisir Barat sampai Timur meninggalkan agama Budha dan memeluk agama Islam. Di wilayah Blambangan sampai ke arah Barat menuju Banten pun banyak yang mengikuti ajaran Islam.
Agama Buddha telah mengakar di tanah Jawa lebih 1.000 tahun.
Menyembah kepada Budi Hawa. Budi adalah Dzat Tuhan. Sedangkan Hawa adalah minat hati.
Sang Prabu mempunyai seorang putra bernama Raden Patah. Ia lahir di Palembang dari rahim seorang Putri Cina (Puteri Campa ?). Ketika Raden Patah dewasa, ia menghadap kepada ayahnya bersama saudara lain ayah tetapi masih sekandung, bernama Raden Kusen (Husein ).
Sang Prabu bingung memberi nama putranya. Diberi nama dari jalur ayah, beragama Buddha, keturunan raja yang lahir di pengunungan. Dari jalur ibu disebut Kaotiang. Sedangkan menurut orang Arab, ia harus dinamakan Sayid atau Sarib.
Sang Prabu memanggil patih dan abdi lain untuk dimintai pertimbangan.
Sang patih pun berpendapat, bila mengikuti leluhur kuno, putra sang Prabu itu dinamakan Bambang. Tetapi karena ibunya orang Cina, lebih baik dinamakan Babah, yang artinya lahir di tempat lain. Pendapat patih ini disetujui abdi yang lain. Sang Prabu pun berkata kepada seluruh pasukan bahwa putranya diberi nama Babah Patah.
Sampai saat ini, keturunan pembauran antara Cina dan Jawa disebut Babah. Meski tidak menyukai nama pemberian ayahnya itu, Raden Patah takut untuk menentangnya.
Babah Patah kemudian diangkat menjadi Bupati di Demak. Ia memimpin para bupati di sepanjang pantai Demak ke Barat. Ia dinikahkan dengan cucu Kyai Ageng Ngampel.
Babah Patah tinggal di desa Bintara, Demak. Babah Patah telah beragama Islam sejak di Palembang. Di Demak ia diminta untuk menyebarkan agama Islam. Raden Kusen diangkat menjadi Adipati di Terung, dengan nama baru Raden Arya Pecattanda.
Ajaran Islam makin berkembang. Banyak ulama berpangkat mendapat gelar Sunan. Sunan artinya budi. Sumber pengetahuan tentang baik dan buruk.
Orang yang berbudi baik patut dimintai ajarannya tentang ilmu lahir batin.
Pada waktu itu para ulama baik budinya. Belum memiliki kehendak yang jelek. Banyak yang mengurangi makan dan tidur.
Sang Prabu Brawijaya berpikir, para ulama bersarak Budha itu mengapa disebut Sunan. Mengapa juga masih mengurangi makan dan tidur.
Pada waktu itu sunan Bonang akan pergi ke Kediri, diantar dua sahabatnya. Di utara Kediri, yakni di daerah Kertosono, rombongan terhalang air sungai Brantas yang meluap.
Sunan Bonang dan dua sahabatnya menyeberang. Tiba di timur sungai, Sunan Bonang menyelidiki agama penduduk setempat. Sudah Islam atau masih beragama Budha .
Ternyata, kata Ki Bandar, masyarakat daerah itu beragama Kalang, memuliakan Bandung Bondowoso. Menganggap Bandung Bondowoso sebagai nabi mereka. Hari Jumat Wage wuku wuye, adalah hari raya mereka. Setiap hari itu, mereka bersama-sama makan enak dan bergembira ria.
Kata Sunan Bonang, ” Kalau begitu, orang disini semua beragama Gedhah. Artinya, tidak hitam, putih pun tidak. Untuk itu tempat ini kusebut Kota Gedhah.” Sejak itu, daerah di sebelah utara Kediri ini bernama Kota Gedhah.
Tak Setuju Serbu Majapahit, Syech Siti Jenar Dibunuh
Source : Posmo No. 3 – 1 April 1999
Prabu Brawijaya amat murka ketika mendapat laporan sang patih tentang adanya surat dari Tumenggung di Kertosono, yang memberitahukan bahwa telah terjadi kerusakan di wilayah itu akibat ulah Sunan Bonang. Segera ia mengutus Patih ke Kertosono, meneliti keadaan sebenarnya. Setelah tiba, sang patih melaporkan semua yang telah terjadi. Namun, ia tak bisa menemukan Sunan Bonang, karena telah mengembara tak tahu kemana.
Berikut babak lanjutan dari Serat Darmogandhul.
Saking murkanya, Prabu Brawijaya mengharuskan semua ulama Arab yang ada di Pulau Jawa pergi. Hanya di Demak dan Ngampelgading saja yang diperbolehkan tinggal dan menyebarkan agama Islam. Apabila menolak akan dibunuh.
Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh patihnya, karena ulama Giripura telah tiga tahun tidak menghadap untuk menyampaikan upeti, bahkan mendirikan kerajaan sendiri. Sedang ulama santri Giri punya gelar yang melebihi sang Prabu. Maka, diseranglah Giri hingga kocar-kacir.
Menyadari kekeliruannya karena tidak menghadap Majalengka, Sunan Bonang mengajak Sunan Giri ke Demak. Di sana, mereka menyatu dengan pasukan Adipati Demak (putera PB alias Raden Patah) dan mengajak menyerbu ke Majalengka.
Kata Sunan Bonang (Muslim tulen yg penuh akal bulus itu),
kata sunan bonang:
” Ketahuilah, kini saatnya kehancuran kerajaan Majalengka yang telah berumur 103 tahun. Menurut pertimbanganku, kamulah yang berhak menjadi Raja. Rusaklah Kraton Majalengka dengan cara halus.
Jangan sampai ketahuan. Menghadaplah ke Ayahandamu pada acara Grebeg Maulud dengan senjata perang. Ajaklah seluruh Bupati dan para Sunan beserta bala tentaranya.”
Provokasi
Adipati Demak yang memang putra Prabu Brawijaya semula tidak mau mengikuti saran Sunan Bonang.
cuplikan:
” Saya takut merusak negeri Majalengka. Melawan ayah, apalagi melawan seorang raja yang telah memberikan kebahagian dan kebaikan di dunia. Kata kakek saya di Ampelgading, saya tidak boleh melawan ayahanda meski beragama Budha atau pun kafir.”
Mendengan jawaban demikian, Sunan Bonang berkata,
cuplikan:
” Meskipun melawan ayah dan raja, tidak ada jeleknya kerena dia kafir. Merusak kafir tua kamu akan masuk surga.
Kakekmu itu santri yang iri, gundul dan bodoh tak bernalar. Seberapakah pengetahuan santri Ngampelgading. Anak kelahiran Campa tak mungkin menyamaiku, Sayid Kramat, Sunan Bonang yang dipujikan manusia sedunia, keturunan rasul anutan semua umat Islam.
Meski kamu dosa, toh hanya kepada satu orang. Tetapi, semua manusia se Jawa masuk Islam. Hal demikian, alangkah banyaknya pahala yang kau terima.
Tuhan masih cinta kepadamu. Sesungguhnya, orang tuamu itu menyia-nyiakan dirimu. Buktinya, kamu diberi nama Babah. Babah itu artinya tidak baik. Hidup hanya untuk mati. Benih Jawa yang dibawa Putri Cina. Maka ibumu diberikan kepada Arya Damar, Bupati Palembang, orang keturunan raksasa. Itu memutus cinta namanya. Ayahmu tetap berhati tidak baik.
Karena itu, balaslah dengan halus. Pokoknya jangan kelihatan. Dalam hati, isaplah darahnya, kunyahlah tulangnya.”
Kemudian, Sunan Giri (juga seorang Muslim tulen yg penuh dgn akal bulus) menyambung,
cuplikan:
” Aku tidak berdosa, dicari ayahmu didakwa mendirikan kerajaan karena aku tidak menghadap ke Majalengka. Katanya, bila aku tertangkap akan diikat rambutku dan disuruh memandikan anjing.
Banyak orang Cina yang datang ke Jawa. Di Giri banyak yang ku-Islamkan. Sebab, menurut Qur-an, bila meng-Islamkan orang kafir, kelak mendapatkan surga.
Kedatanganku ke sini untuk minta perlindunganmu. Aku takut kepada patih dan ayahmu yang sangat benci kepada santri yang suka berzikir.
Katanya, sakit ayan pagi dan sore. Bila kamu tidak membela, rusaklah agama Islam ini.”
Jawab sang Adipati Demak,
cuplikan:
” Ayahanda memburu tuan itu betul. Karena tuan Sunan mendirikan kraton. Tidak menyadari bahwa hal itu harus tunduk perintah raja yang lebih berkuasa. Maka, sudah sewajarnya bila diburu, dihukum mati, karena Sunan tidak menyadari makan minum di Pulau Jawa.”
Namun, Sunan Bonang berkata lagi,
cuplikan:
“Jika tidak kau rebut sekarang, kau akan rugi. Setelah ayahmu turun, tahta itu tentu bukan untukmu melainkan diserahkan kepada Adipati Pranaraga karena dia putra paling tua. Atau kepada menantunya, Ki Andayanigrat di Pengging.
Kamu anak muda, tidak berhak menjadi raja. Mati melawan kafir mati sabilillah, mati menerima surga. Sudah biasa bagi orang Islam dalam melawan orang kafir. Aku sudah tua, ingin menyaksikan dirimu menjadi raka, merestui kedudukanmu sebagai raja di Jawa, memimpin rakyat Jawa, memulai agama suci, dan menghilangkan agama Budha.”
Panjang lebar nasihat Sunan Bonang agar Adipati Demak bangkit amarahnya, dan mau merusak Majalengka. Bahkan, diberi contoh kisah-kisah nabi yang mau melawan orang tuanya karena kafir.
Syech Siti Jenar Dibunuh
Singkat cerita, tak lama kemudian para sunan dan bupati di pesisir utara
datang semua ke Demak. Berkumpul untuk mendirikan masjid. Kemudian sembahyang bersama di masjid yang beru didirikan. Usai sembahyang pintu masjid ditutup.
Sunan Bonang berkata kepada semua yang hadir di situ, bahwa Bupati Demak akan dinobatkan sebagai raja dan akan menggempur Majapahit.
Bila semua setuju akan segera dimulai. Semua sunsn dan bupati setuju.
Hanya Syech Siti Jenar yang tidak. Maka, Sunan Bonang marah dan menghukum mati Syech Siti Jenar. Yang disuruh membunuh adalah Sunan Giri.
[Satu lagi tindakan Islami para Sunan yg mencontoh kelakuan nabi! Bunuh mereka yg tidak sepaham dgnmu, karena itu dianggap melawan nabi dan melawan Islam]
Setelah sepakat, Adipati Demak diangkat menjadi raja menguasai tanah Jawa bergelar Senopati Jimbuningrat dengan patih dari atas angin bernama Patih Mangkurat.
Esok harinya, Senopati Jimbuningrat bergegas dengan perangkat senjata perang berangkat menuju Majapahit diiringkan para sunan dan bupati.
Berjalan berarakan seprti Grebeg Maulud. Semua pasukan tak ada yang mengetahui tujuan itu selain para tumenggung, para sunan dan para ulama.
Sunan Bonang dan Sunan Giri tidak ikut dengan alasan telah lanjut usia.
Keduanya hanya akan salat di dalam masjid dan merestui perjalanan.
Bagaimana cerita di perjalanan tidak dijelaskan panjang lebar.
PERANG MAJAPAHIT vs DEMAK
Alkisah, sepulang dari Giri, sang patih melaporkan hasil penaklukan terhadap Giri yang dipimpin oleh orang Cina beragama Islam bernama Setyasena. Ia membawa senjata pedang bertangkai panjang. Pasukannya berjumlah tiga ratus yang pandai bersilat dengan kumis panjang berkepala gundul, berpakaian serba seperti haji.
Dalam berperang mereka lincah seperti belalang. Sementara pasukan Majapahit menembaki. Akibatnya, pasukan Giri tampak jatuh berjumpalitan tidak mampu menerima peluru. Senapati Setyasena menemui ajal.
Pasukan Giri melarikan diri ke hutan dan gunung. Sebagian juga berlayar dan lari ke Bonang dan terus diburu oleh pasukan Majapahit. Sunan Giri dan Sunan Bonang yang ikut dalam perahu itu dikira melarikan diri ke Arab dan tidak kembali ke Majapahit.
Maka Sang Prabu memerintahkan patih untuk mengutus ke Demak lagi, memburu Sunan Giri dan Sunan Bonang karena Sunan Bonang telah merusak tanah Kertosono. Sedangkan Sunan Giri telah memberontak, tidak mau menghadap raja, bertekat melawan dengan perang.
Sang Patih keluar dari hadapan Raja untuk kemudian memanggil duta yang akan dikirim ke Demak. Tetapi, tiba-tiba datang utusan dari Bupati Pati menyerahkan surat terkenal (Menak Tanjangpura), mengabarkan bahwa Adipati Demak Babah Patah telah menobatkan diri sebagai Raja Demak.
Sedangkan yang mendorong penobatan itu adalah Sunan Bonang dan Sunan Giri. Para Bupati di Pesisir Utara dan semua kawan yang sudah masuk Islam mendukung. Raja baru itu bergelar Prabu Jimbuningrat atau Sultan Syah Alam Akbar Khalifaturrasul Amirilmukminin Tajudil Abdulhamid Khak, atau Sultan Adi Surya Alam di Bintoro.
Pasukannya berjumlah tiga puluh ribu lengkap dengan senjata perang, terserah kepada Patih cara menghadap kepada raja. Surat dari Pati itu bertanggal 3 Maulud tahun Jimakir 1303 masa kesembilan wuku Prabangkat. Kyai Patih sedih sekali, menggeram sambil mengatupkan giginya.
Sangat heran kepada orang Islam yang tidak menyadari kebaikan sang raja. Selanjutnya, kyai patih melapor kapada raja untuk menyampaikan isi surat itu.
Mendengan laporan patih, Sang Prabu sangat terkejut. Diam membisu, lama tak berkata. Dalam hatinya sangat heran kepada putranya dan para Sunan yang memiliki kemauan seperti itu. Mereka diberi kedudukan akhirnya malah memberontak dan merusak Majapahit.
Sang raja tak habis pikir, alasan apa yang mendasari perbuatan mereka.
Dicarinya penalaran-penalaran tetapi tidak tercapai lahir batin. Tidak masuk akal akan perbuatan jelek mereka itu.
Pikiran sang raja sangat gelap. Kesedihan itu dikiaskan bagaikan hati kerbau yang habis dimakan kutu babi hutan.
Sang Prabu juga bertanya kepada sang Patih, apa alasan Adipati Demak dan para ulama serta bupati tega melawan Majapahit. Patih pun menjawab tak mengerti. Ki Patih juga heran, pemikiran orang Islam ternyata tidak baik, diberi kebaikan membalas dengan kejahatan.
Kemudian, Sang Prabu berkata bahwa, kejadian itu akibat kesalahannya
sendiri. Yang meremehkan agama yang telah berlaku turun-temurun dan begitu mudah terpikat kata-kata Putri Campa, sehingga mengizinkan para ulama menyeberkan agama Islam.
Dari kebingungan hatinya, ia menyumpahi orang-orang Islam.
cuplikan:
” Kumohonkan kepada Dewa yang Agung, balaslah kesedihan hamba. Orang-orang Islam kelak terbaliklah agamanya, menjelma menjadi orang-orang kucir, karena tak tahu kebaikan. Kuberi kebaikan membalas dengan kejahatan.”
Sabda sang raja yang berada dalam kesedihan itu disaksikan oleh jagad.
Terbukti dengan adanya suara menggeletar membelah bumi. Terkenal sampai sekarang, ulama terbaik namanya, tengkuknya dikucir putih.
Tentang kedatangan musuh, yaitu santri yang akan merebut kekuasaan, Sang Prabu meminta pertimbangan dari Patih. Sang Prabu kecewa, mengapa hanya untuk menguasai Majapahit harus dengan cara
peperangan. Seumpama diminta dengan cara baik-baik pun tentu akan diberikan karena Raja telah lanjut usia.
Patih menjawab, lebih baik menyongsong musuh dengan pasukan secukupnya saja. Jangan sampai merusak bala pasukan. Patih diminta memanggil Adipati Pengging dan Adipati Pranaraga karena putra
yang ada di Majapahit belum saatnya maju berperang.
Setelah memerintahkan demikian, sang Prabu meloloskan diri pergi ke Bali diikuti Sabdopalon dan Nayagenggong. Ketika memberi perintah itu, Pasukan Demak telah mengepung istana. Maka Sang Raja segera pergi dengan terburu-buru.
( bersambung )
for @ hamdani
kalau masih mau akan dilanjutkan.atau mau yang bahasa jawanya.
tidur dulu ah……
Errorr….!
for
#Ryan Shinu Raz
maaf kan mbah. bukan maksud mbah mendominasi situs ini.saya kira tidak ada salahnya memberi informasi yang benar,yang penting bukan soal penafsiran dan doktrin.hanya untuk informasi saja koq.
kalau saya keseringan muncul lebih baik cuti dulu ya.
Sa
YEsus..Yesus..selalu saja jadi perdebatan, hebat..aku sangat salut jadinya.
Horas…
@hamdani
Maaf,sebaiknya perlu anda baca lagi komentar saya yang lalu. Apa ada saya mengajak permusuhan? Bah?? Kapan pula kau merasa terancam dengan komentarku itu? Bah,….. Maufff.
Lagi pula kalau memang Lae Nainggolan menghapus semua komen di blog ini, kenapa rupanya?? Suka-sukanya lah??
Kalau gak salah menafsirkan, justru cara anda menanggapi komentar saya yang mengajak permusuhan.Kenapa pula kita membahas agama ini siapa benar siapa salah. Toh akhlak kita sendiri belum cukup untuk mencapai tingkat itu. Bung hamdani, Jika engaku sholat 5 waktu sehari, Baca alquran setiap malam, Sholat tahajut setiap tengah malam dan segala macam ibadah lainya yang mungkin kau lakukan dengan khusuk Apakah kau lalu sanggup berbicara dengan lantang “YANG PUNYA BLOG INI KAFIR??” Apa dalilnya?
bAH Foang????
Sebaiknya Periksa diri masing2. Dan saya yakin tujuan dari penulisan blog ini adalah untuk koreksi ke diri masing2 itu.
Bung hamdani, bagaimana pun kita tetap saudara. Sesama muslim kita bersaudara.
Mauliate
Horas !!!!!
Konsep utama islam
Konsep utama islam :
tidak Tuhan selain Allah. Allah adalah Tuhan yang bergantung pada – Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula dipe