jump to navigation

Jangan Menikah dengan Lelaki Pemalas! 30 Juli, 2007

Posted by Toga Nainggolan in annisha hidaya, artikel, cinta, kata hati, kehidupan, kutipan, opini, pria, soulmate, wanita.
trackback

Saya copy-paste dari blog milik Annisha Hidaya, seorang wanita tentu saja, di Surabaya.

Kenapa? Saking malasnya dia bahkan tidak memikirkan kebahagiaannya sendiri, jadi bagaimana dia akan bisa membahagiakan kita. Laki-laki pemalas hanya melihat a woman persis seperti yang dengan “salah” diajarkan oleh ilmu sosial kita, bahkan menganggap kita para perempuan seharusnya mempunyai 3 hati.

Laki-laki pemalas terkesan rajin membela dan menghargai hak-hak kita sebagai perempuan padahal justru semakin membenarkan kesalahkaprahan yang menurutnya berusaha diluruskan.

Laki-laki pemalas memang romantis alias pintar menggombal, kemudian dengan manis mengucapkan “Maaf, saya terpaksa meninggalkanmu karena dijodohkan oleh orang tua.”

Laki-laki pemalas tidak akan ragu untuk sesekali muncul di depan pintu rumah kita untuk sekedar mengucapkan kata, “Hai …”, sesudah dia menghancurkan 3 hati (yang memang ternyata sudah kita miliki), tanpa ekpresi apa-apa.

Laki-laki pemalas lebih banyak yang pura-pura sadar dan mengaku telah menemukan jalan yang benar (padahal belum tentu benar).

Laki-laki pemalas selalu akan menjaga bunga putih tetap putih dan bunga kuning tetap kuning walaupun telah disatukan dalam satu pot.

Girls, stay away from a lazy guy!

*****

Seperti sebuah cermin, pada postingan ini aku melihat bayangan wajah yang tidak asing, malah begitu akrab. Aku seperti sedang berkaca, tapi bukan hendak ke pesta. Ah, mungkin perasaanku aja.

Tapi soal tiga hati itu?

Mi esposa querida… Es su destino, un hombre como se describe en esta artículo es su esposo por ahora y por siempre. Hablo con su corazon, Sayangku, Cahayaku… Quisiera decirle que cuánto lamento todo que ha sucedido para tu, a cause de me.

Te querré para siempre y siempre. Es una bendicion tener tu amor… como tener niños de nuestro amor; Riqueza, Enrique, y Juan…

Y para niños de mi corazon… Si su Mamah estar destinado en amor con hombre vago o Lelaki Pemalas, you, all of you, will be blessed as niños de un padre, yang siap melakukan apa saja. Bapak janji, OK coy?

Tapi janji juga sama Bapak, besar nanti rajin belajar bahasa Inggris dan Spanyol ya… (Arab juga ding, kata ustadz itu bahasa kesukaan Tuhan). Biar ngerti apa yang Bapak janjiin, juga biar kalian ngga menang nama doang, kayak telenovela kesukaan Mamah dulu. :P

Anjrit! Ini posting paling sentimentil yg pernah kutulis seumur-umur.

Amang tahe… Ekkelhon ma Parsonduk Bolon hu… Nungnga nasibmu Hasian, dapotmu songon ahu.

Komentar»

1. Luna Moonfang - 31 Juli, 2007

jadi jangan jadi orang yg malas …

ini juga berlaku untuk para wanita…

2. regsa - 31 Juli, 2007

aku termasuk pemalas ngak yo??? *bercermin dulu*

3. maya - 31 Juli, 2007

too lateeeeeeeeeee :( (

hehehhe….

4. arhamkendari - 31 Juli, 2007

Hahaha.. gila..
nampar gw banged..
dapat lagi satu referensi kenapa belum nikah-nikah.. :D

5. bebek - 1 Agustus, 2007

wahahahaha…. posting gilak..!! baidewei baswei dirimu itu co apa ce? kok kayaknya ’seperti’ anti-cowok?
ini bukan bermaksud menggosip cuman meragukan… *peace* :D

6. me: - 1 Agustus, 2007

@Luna.
Yep, ga mgkin kan menikah dengan wanita pemalas, termasuk malas nikah…

@Regsa.
Harus rajin-rajin bercermin, biar pun tak hendak ke pesta.

@Maya?

@Arham.
Heuhehehe. Bukan cuma nampar, tapi juga nonjok!

@Bebek.
Penulis posting itu memang ce. Napa ku-copy paste di sini, biar seperti kata Regsa, kita bisa bercermin.

7. ella - 1 Agustus, 2007

unang songoni lae …. laki2 pemalas juga manusia …….

( manusia yg harus dibasmi… :D )

8. maya - 1 Agustus, 2007

hehehe kiddiiiinggggggggg …bang :d

9. Mei - 1 Agustus, 2007

feel like chatting? :D

10. Nisa - 1 Agustus, 2007

waks… gak ngarti bahasa spanyol… mana translasinya? kekekeke… :D

11. nesia - 1 Agustus, 2007

@Ella.
Hehehehe… Makeen lama ella makeen loocoo aca. Cadee, halooc deebacmee eea?

@Maya.
Kidding? Hmm… too lateeeeeeeeeee :( (

@Mei.
Feel like reality. :)

@Nisa.
Belum berani nerjemahkannya. Hiks… Selain pemalas, ternyata jg pengecut. :) )

12. nesia - 1 Agustus, 2007

Still waiting… siapa tahu, penulis aslinya berkenan mengetikkan satu dua kata. Makian pun boleh… untuk pembelajaran.

13. ann1sha - 3 Agustus, 2007

Maaf, bukan berlama-lama tidak berkenan mengetikkan satu dua kata tetapi sengaja karena sedang menikmati rasa ditunggu oleh seorang Toga. I definitely hit a nerve, didn’t I? Rasanya bukan kata maaf atau makian (blimey, you actually want me memaki?) yang perlu diungkapkan. Kalo kamu (atau yang lain) merasa sebagai laki-laki pemalas, then I feel sorry for you. Biar begitu lihat sisi lainnya, kamu sudah menikah kan, WITH 3 CHILDREN malah. It’s not like I wrote : jangan menikah dengan lelaki pemalas, tetapi kalo kamu terlanjur menikah dengan seorang laki-laki pemalas, ceraikan saja. Anyway, kamu lihat avatar aku, kenalkan, Conchetta, my one and only heart, for now. (PS. She’s 8 months now but hanya Tuhan yang tau kenapa sama-sama Spanyol. Jadi mengingatkan tentang put@aww.com yang terpampang di potongan koran lama, dulu sekali).
Buat yang lain, salam kenal!