jump to navigation

Haruskah Setiap Rasa Diberi Nama? 6 Juni, 2007

Posted by Toga Nainggolan in cinta, kehidupan, soulmate, surat.
trackback

Cintakah namanya, bila jarak selalu saja merampas tubuhmu dari dekapanku? Bisakah kau kusebut sebagai kekasih, saat sekat ruang di antara kita begitu tebalnya, sehingga jiwamu hanya bisa kusentuh dengan email, sms, dan telepon?

pray.jpg

Rindukah namanya, bila wajah yang kusimpan rapi di ruang hati hanya rekaman ingatanku pada hasil tangkapan web cam, kamera digital, atau scanning, sentuhan-sentuhan dingin teknologi?

Kita bahkan tak pernah sempat beradu pandang, apatah lagi berjabat tangan. Tempat kita berdiri, selalu saja terlalu berjauhan…

Atau ketika kini, setelah tahun-tahun berlalu, dan aku pun tak tahu di belahan bumi yang mana kau persisnya berada, sudahkah kita bisa disebut pengkhianat janji?

Tapi sudahlah. Seperti dulu kau kusayangi dengan cara yang berada di luar logika, hingga malam ini pun kau selalu kukenang dengan rasa yang tak bisa kuberi nama…

Izinkan ingatan tentangmu kubawa-bawa ke mana pun aku pergi. Biarkan aku mengenangmu dengan sekulum senyum, walau kini aku berbagi tangis dan tawa dengan orang yang berbeda.

Komentar»

1. Matahari - 7 Juni, 2007

hi asyik…aku ngasih komen yang pertama niy buat postingan ini…komentarku :
1. aku juga lagi merasakan hal yang sama (ini berdasarkan pemahamanku ttg tulisan ini)
2. gak lama lagi aku akan segara mewujudkan mimpi2ku ttg dia kekasihku (Kita bahkan tak pernah sempat beradu pandang, apatah lagi berjabat tangan. Tempat kita berdiri, selalu saja terlalu berjauhan…) semoga hal2 itu tak lama lagi akan terwujudkan…
3. Lae Toga, kalau ini nyata(tulisan lae ini)…aku tau benar rasanya…
semoga setiap hari lebih baik..Keep Fight

2. ranny - 7 Juni, 2007

huwaaa pacaran jarak jauh dan skrang dah ada yang memiliki satu sama laen kah??huhhuh
i know what u feell mas hikzz coz aku juga pacaran jarak jauh huhuh
i cant touch himmm padahal kangenn bangett….hikzzz rindu ini dah menumpukk dah maw meluber huaa
doain moga aku ma dia bisa ampe nikah :)
have a nice day

3. meiy - 8 Juni, 2007

Kuberi kau puisi ini Lae, suatu hari buat kekasihku dulu…mirip2 kali dg yg kau tulis. hehehe sekalian numpang mezeng bah! ;)

SULIT MENAMAIMU

kurasakan kau mawar, menyegar disadarku, menggelora merah darah
kurasakan kau melati, mewangi mimpimimpi
kurasakan kau anggrek bulan, kembang matahari
kurasakan kau anyelir, kamomil, semua semi
menjelma kau di kupu-kupu, kumbang, serangga, menyesap bunga
menjelma kau di anggur, di madu, di tuba, di tuak berbaur
jadi satu

mengisi kau, ruang rasa bernaung, dalam, pendam, mengaduk, merasuk, memabuk, menyadar, menggetar, ku
apakah kau?
terjebakku
dilamun kau bayangbayang, kenangkenang, ilusi, imaji
gambargambar, diawang-awang
mewujud kau
di alphaku, di bethaku, di tethaku, di deltaku

sulit menamaimu.

For my Amenra
Lamreung, 4 July 2004

4. maya - 8 Juni, 2007

apapun caranya cinta tetap cinta bang , selama dia ada dalam kita . buat saya, meski kita bisa berpelukan tanpa jarak bukan cinta namanya jika dia tidak ada dalam hati kita :)

5. sahat - 8 Juni, 2007

Cinta oh Cinta ,
asyik tutur bahasanya lae Toga “Rindukah namanya, bila wajah yang kusimpan rapi di ruang hati hanya rekaman ingatanku “

6. me: - 8 Juni, 2007

@Matahari.
Tapi ngga pake, “Pertamax!” kan. Udah mahal soalnya, naik lagi. Makasih atas semangatnya. Hanum emang temen berbagi yang bisa diandalkan deh. :) )

@Ranny.
Pasti dong didoain, ngga cuma sampe nikah, tapi beranak cucu, sampai sisa kehidupan.

@Meiy.
Walaupun jadi second hand, (ting!) hadiah puisi ini tetap saja menjadi salah satu hadiah paling berharga yang pernah kuterima. Makasih.

@Maya.
Absolutly right… di hati tak ada jarak.

@Sahat.
Hehe, cinta oh cinta…

7. meiy - 11 Juni, 2007

jadi senyum2 baca komen lae, n jadi mikir, moga aja kekasihmu yg jauh itu ga salah ngerti ya…

maksudku rasa + sikonnya (hampir) sama, utk orang berbeda, kau utk kekasihmu, aku untuk kekasihku, gitu loh hehehe

moga happy deh bedua. rasa itu tak butuh nama, nikmati saja

8. siu elha - 12 Juni, 2007

Aduh lae…lama tak berkunjung mengapa jadi begini?….tapi aku percaya dengan pemahamanmu ttg cinta kau bisa tersenyum kecil menghadapinya…keep the spirit …numpang woro2 aku pindahan ke http://gembelpinggirdalan.wordpress.com/2007/06/12/hore%e2%80%a6akhirnya-wpku-di-launching-resmi%e2%80%a6/ mampir ya…salam…

9. venus - 15 Juni, 2007

yg ini bikin merinding…

10. yati - 15 Juni, 2007

*cuma bisa bengong….
*mbak meiy, puisinya buat aku juga ya….plissss

11. venus - 17 Juni, 2007

baca postingan ini sekali lagi..huaaaaa…jadi pengen nangiiissss….

12. DOLIO BRAMA ERLANGGA - 19 Juni, 2007

jika kau tak ingin menyebutnya cinta paling tidak dapat kau beri dia nama …..
bagaimanapun rasa itu telah hadir di dalam bilik kalbumu….telah merampas perasaanmu untuknya
mengalirkan getar rindu tak berdawai dan menjelmakan sayang dan kasih …karna rasa itu membuatmu bimbang maukah ku katakan padamu namanya…?
sebut saja itu beban asmara.

13. yati - 22 Juni, 2007

minta izin….meminjam tulisan ini untuk disimpan di ruang pribadi, bukan dipublikasikan!

ma kasih

14. Mars vs Venus [sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane] » Blog Archive » sulit menamaimu - 26 Agustus, 2007

[...] pada saatnya. nikmati saja selagi kau bisa, sebelum pijarnya menghilang dari langitmu. seperti kata bang Toga, bukankah tak semua rasa perlu diberi [...]

15. manusiasuper - 26 Agustus, 2007

Saya di minta mbo venus baca tulisan ini pak, dan hasilnya, TERIMA KASIH BANYAK!!

*ngapus air mata*

16. venus - 27 Agustus, 2007

sekarang saya beneran nangis…

*sesenggukan di pojokan*

17. Pemuja Senja « A Journal of A Not-Superman Human - 27 Agustus, 2007

[...] Haruskah Setiap Rasa Diberi Nama [...]

18. meiy - 28 Agustus, 2007

iya lae, postingan ini layak diendapkan dan disimpan di ruang pribadi (kaya yati) utk referensi :)

eh pinjem dong ah

19. Shakespeare - 27 September, 2007

You got my point, Sir. “What’s a name”.

20. myresource - 28 September, 2007

Saya sebentar lagi delapan belas tahun….
tapi saya belum pernah punya kekasih…
untuk ukuran anak ingusan jaman sekarang yang seumuran saya, saya dianggap NORAK belum pernah pacaran…

apa rasanya dikatain kaya gitu…
“HARUSKAHSETIAPRASADIBERINAMA?”

tapi dibawa enak aja….

21. Rani Pisces - 22 Agustus, 2008

Sialan, kok gw jadi nangis sih….

22. Fisik Bukan Segalanya, tapi dari Sana Segalanya Bermula « Nesiaweek Emotional Edition - 12 September, 2008

[...] Haruskah Setiap Rasa Diberi Nama? [...]

23. Rocketer - 15 September, 2008

Namai dia iblis –> akan kudekap jika membahagiakanku.
Namai dia bidadari –> akan kubuang, jika ia merepotkanku.

Huehehe… tak setiap rasa harus diberi nama. SETUJU BOS!

24. Sms Kosong pun Ada Maknanya… « BLOG OF A NAKED MIND - 31 Januari, 2009

[...] mulut yang terkatup kadang tersimpan beribu maksud? Bukankah tak setiap rasa bisa menemukan kata, bisa diberi nama? Bukankah pada sms kosong mungkin ada rindu yang merintih melolong, dari dalam hati yang jatuh tak [...]

25. Jangan Sebel Kalo Aq MissedCall Kamu ..… - 2 Februari, 2009

[...] yang terkatup kadang tersimpan beribu maksud ? Bukankahtak setiap rasa bisa menemukan kata, danbisa diberi nama ? Bukankah pada miscalledku terselipberibu rindu yang menggebu, rindu yang demikian merintih dan [...]

26. colifa sagita yogya - 9 Februari, 2009

walah………walah…rasa diberi nama…..

27. Perempuan rumpi... - 10 Agustus, 2009

speechless… just speechless……

28. Ayam Cinta - 10 Agustus, 2009

kirain ada gambar riki martin lagi… hehehehe

Dirimu ntah dimana akan ku kenang selalu…

29. mono - 12 November, 2009

aduh.. jadi makin ingat dengan pujaan hati di negeri hitler .. :( (
cintakah namanya?
rindukah namanya?

tapi 3 paragraf terakhir jangan sampe kejadian :) *khusus buat yg ngalamin bad ending :(

salut buat bang toga atas tulisan2nya.. :)