Haruskah Setiap Rasa Diberi Nama?
Cintakah namanya, bila jarak selalu saja merampas tubuhmu dari dekapanku? Bisakah kau kusebut sebagai kekasih, saat sekat ruang di antara kita begitu tebalnya, sehingga jiwamu hanya bisa kusentuh dengan email, sms, dan telepon?
Rindukah namanya, bila wajah yang kusimpan rapi di ruang hati hanya rekaman ingatanku pada hasil tangkapan web cam, kamera digital, atau scanning, sentuhan-sentuhan dingin teknologi?
Kita bahkan tak pernah sempat beradu pandang, apatah lagi berjabat tangan. Tempat kita berdiri, selalu saja terlalu berjauhan…
Atau ketika kini, setelah tahun-tahun berlalu, dan aku pun tak tahu di belahan bumi yang mana kau persisnya berada, sudahkah kita bisa disebut pengkhianat janji?
Tapi sudahlah. Seperti dulu kau kusayangi dengan cara yang berada di luar logika, hingga malam ini pun kau selalu kukenang dengan rasa yang tak bisa kuberi nama…
Izinkan ingatan tentangmu kubawa-bawa ke mana pun aku pergi. Biarkan aku mengenangmu dengan sekulum senyum, walau kini aku berbagi tangis dan tawa dengan orang yang berbeda.








hi asyik…aku ngasih komen yang pertama niy buat postingan ini…komentarku :
1. aku juga lagi merasakan hal yang sama (ini berdasarkan pemahamanku ttg tulisan ini)
2. gak lama lagi aku akan segara mewujudkan mimpi2ku ttg dia kekasihku (Kita bahkan tak pernah sempat beradu pandang, apatah lagi berjabat tangan. Tempat kita berdiri, selalu saja terlalu berjauhan…) semoga hal2 itu tak lama lagi akan terwujudkan…
3. Lae Toga, kalau ini nyata(tulisan lae ini)…aku tau benar rasanya…
semoga setiap hari lebih baik..Keep Fight
huwaaa pacaran jarak jauh dan skrang dah ada yang memiliki satu sama laen kah??huhhuh
i know what u feell mas hikzz coz aku juga pacaran jarak jauh huhuh
i cant touch himmm padahal kangenn bangett….hikzzz rindu ini dah menumpukk dah maw meluber huaa
doain moga aku ma dia bisa ampe nikah
have a nice day
Kuberi kau puisi ini Lae, suatu hari buat kekasihku dulu…mirip2 kali dg yg kau tulis. hehehe sekalian numpang mezeng bah!
SULIT MENAMAIMU
kurasakan kau mawar, menyegar disadarku, menggelora merah darah
kurasakan kau melati, mewangi mimpimimpi
kurasakan kau anggrek bulan, kembang matahari
kurasakan kau anyelir, kamomil, semua semi
menjelma kau di kupu-kupu, kumbang, serangga, menyesap bunga
menjelma kau di anggur, di madu, di tuba, di tuak berbaur
jadi satu
mengisi kau, ruang rasa bernaung, dalam, pendam, mengaduk, merasuk, memabuk, menyadar, menggetar, ku
apakah kau?
terjebakku
dilamun kau bayangbayang, kenangkenang, ilusi, imaji
gambargambar, diawang-awang
mewujud kau
di alphaku, di bethaku, di tethaku, di deltaku
sulit menamaimu.
For my Amenra
Lamreung, 4 July 2004
apapun caranya cinta tetap cinta bang , selama dia ada dalam kita . buat saya, meski kita bisa berpelukan tanpa jarak bukan cinta namanya jika dia tidak ada dalam hati kita
Cinta oh Cinta ,
asyik tutur bahasanya lae Toga “Rindukah namanya, bila wajah yang kusimpan rapi di ruang hati hanya rekaman ingatanku “
@Matahari.
Tapi ngga pake, “Pertamax!” kan. Udah mahal soalnya, naik lagi. Makasih atas semangatnya. Hanum emang temen berbagi yang bisa diandalkan deh. :))
@Ranny.
Pasti dong didoain, ngga cuma sampe nikah, tapi beranak cucu, sampai sisa kehidupan.
@Meiy.
Walaupun jadi second hand, (ting!) hadiah puisi ini tetap saja menjadi salah satu hadiah paling berharga yang pernah kuterima. Makasih.
@Maya.
Absolutly right… di hati tak ada jarak.
@Sahat.
Hehe, cinta oh cinta…
jadi senyum2 baca komen lae, n jadi mikir, moga aja kekasihmu yg jauh itu ga salah ngerti ya…
maksudku rasa + sikonnya (hampir) sama, utk orang berbeda, kau utk kekasihmu, aku untuk kekasihku, gitu loh hehehe
moga happy deh bedua. rasa itu tak butuh nama, nikmati saja
Aduh lae…lama tak berkunjung mengapa jadi begini?….tapi aku percaya dengan pemahamanmu ttg cinta kau bisa tersenyum kecil menghadapinya…keep the spirit …numpang woro2 aku pindahan ke http://gembelpinggirdalan.wordpress.com/2007/06/12/hore%e2%80%a6akhirnya-wpku-di-launching-resmi%e2%80%a6/ mampir ya…salam…
yg ini bikin merinding…
*cuma bisa bengong….
*mbak meiy, puisinya buat aku juga ya….plissss
baca postingan ini sekali lagi..huaaaaa…jadi pengen nangiiissss….
jika kau tak ingin menyebutnya cinta paling tidak dapat kau beri dia nama …..
bagaimanapun rasa itu telah hadir di dalam bilik kalbumu….telah merampas perasaanmu untuknya
mengalirkan getar rindu tak berdawai dan menjelmakan sayang dan kasih …karna rasa itu membuatmu bimbang maukah ku katakan padamu namanya…?
sebut saja itu beban asmara.
minta izin….meminjam tulisan ini untuk disimpan di ruang pribadi, bukan dipublikasikan!
ma kasih
[...] pada saatnya. nikmati saja selagi kau bisa, sebelum pijarnya menghilang dari langitmu. seperti kata bang Toga, bukankah tak semua rasa perlu diberi [...]
Saya di minta mbo venus baca tulisan ini pak, dan hasilnya, TERIMA KASIH BANYAK!!
*ngapus air mata*
sekarang saya beneran nangis…
*sesenggukan di pojokan*
[...] Haruskah Setiap Rasa Diberi Nama [...]
iya lae, postingan ini layak diendapkan dan disimpan di ruang pribadi (kaya yati) utk referensi
eh pinjem dong ah
You got my point, Sir. “What’s a name”.
Saya sebentar lagi delapan belas tahun….
tapi saya belum pernah punya kekasih…
untuk ukuran anak ingusan jaman sekarang yang seumuran saya, saya dianggap NORAK belum pernah pacaran…
apa rasanya dikatain kaya gitu…
“HARUSKAHSETIAPRASADIBERINAMA?”
tapi dibawa enak aja….