Haruskah Setiap Rasa Diberi Nama?

Cintakah namanya, bila jarak selalu saja merampas tubuhmu dari dekapanku? Bisakah kau kusebut sebagai kekasih, saat sekat ruang di antara kita begitu tebalnya, sehingga jiwamu hanya bisa kusentuh dengan email, sms, dan telepon?

pray.jpg

Rindukah namanya, bila wajah yang kusimpan rapi di ruang hati hanya rekaman ingatanku pada hasil tangkapan web cam, kamera digital, atau scanning, sentuhan-sentuhan dingin teknologi?

Kita bahkan tak pernah sempat beradu pandang, apatah lagi berjabat tangan. Tempat kita berdiri, selalu saja terlalu berjauhan…

Atau ketika kini, setelah tahun-tahun berlalu, dan aku pun tak tahu di belahan bumi yang mana kau persisnya berada, sudahkah kita bisa disebut pengkhianat janji?

Tapi sudahlah. Seperti dulu kau kusayangi dengan cara yang berada di luar logika, hingga malam ini pun kau selalu kukenang dengan rasa yang tak bisa kuberi nama…

Izinkan ingatan tentangmu kubawa-bawa ke mana pun aku pergi. Biarkan aku mengenangmu dengan sekulum senyum, walau kini aku berbagi tangis dan tawa dengan orang yang berbeda.

30 Responses to “Haruskah Setiap Rasa Diberi Nama?”

  1. hi asyik…aku ngasih komen yang pertama niy buat postingan ini…komentarku :
    1. aku juga lagi merasakan hal yang sama (ini berdasarkan pemahamanku ttg tulisan ini)
    2. gak lama lagi aku akan segara mewujudkan mimpi2ku ttg dia kekasihku (Kita bahkan tak pernah sempat beradu pandang, apatah lagi berjabat tangan. Tempat kita berdiri, selalu saja terlalu berjauhan…) semoga hal2 itu tak lama lagi akan terwujudkan…
    3. Lae Toga, kalau ini nyata(tulisan lae ini)…aku tau benar rasanya…
    semoga setiap hari lebih baik..Keep Fight

  2. huwaaa pacaran jarak jauh dan skrang dah ada yang memiliki satu sama laen kah??huhhuh
    i know what u feell mas hikzz coz aku juga pacaran jarak jauh huhuh
    i cant touch himmm padahal kangenn bangett….hikzzz rindu ini dah menumpukk dah maw meluber huaa
    doain moga aku ma dia bisa ampe nikah :)
    have a nice day

  3. Kuberi kau puisi ini Lae, suatu hari buat kekasihku dulu…mirip2 kali dg yg kau tulis. hehehe sekalian numpang mezeng bah! ;)

    SULIT MENAMAIMU

    kurasakan kau mawar, menyegar disadarku, menggelora merah darah
    kurasakan kau melati, mewangi mimpimimpi
    kurasakan kau anggrek bulan, kembang matahari
    kurasakan kau anyelir, kamomil, semua semi
    menjelma kau di kupu-kupu, kumbang, serangga, menyesap bunga
    menjelma kau di anggur, di madu, di tuba, di tuak berbaur
    jadi satu

    mengisi kau, ruang rasa bernaung, dalam, pendam, mengaduk, merasuk, memabuk, menyadar, menggetar, ku
    apakah kau?
    terjebakku
    dilamun kau bayangbayang, kenangkenang, ilusi, imaji
    gambargambar, diawang-awang
    mewujud kau
    di alphaku, di bethaku, di tethaku, di deltaku

    sulit menamaimu.

    For my Amenra
    Lamreung, 4 July 2004

  4. apapun caranya cinta tetap cinta bang , selama dia ada dalam kita . buat saya, meski kita bisa berpelukan tanpa jarak bukan cinta namanya jika dia tidak ada dalam hati kita :)

  5. Cinta oh Cinta ,
    asyik tutur bahasanya lae Toga “Rindukah namanya, bila wajah yang kusimpan rapi di ruang hati hanya rekaman ingatanku “

  6. @Matahari.
    Tapi ngga pake, “Pertamax!” kan. Udah mahal soalnya, naik lagi. Makasih atas semangatnya. Hanum emang temen berbagi yang bisa diandalkan deh. :) )

    @Ranny.
    Pasti dong didoain, ngga cuma sampe nikah, tapi beranak cucu, sampai sisa kehidupan.

    @Meiy.
    Walaupun jadi second hand, (ting!) hadiah puisi ini tetap saja menjadi salah satu hadiah paling berharga yang pernah kuterima. Makasih.

    @Maya.
    Absolutly right… di hati tak ada jarak.

    @Sahat.
    Hehe, cinta oh cinta…

  7. jadi senyum2 baca komen lae, n jadi mikir, moga aja kekasihmu yg jauh itu ga salah ngerti ya…

    maksudku rasa + sikonnya (hampir) sama, utk orang berbeda, kau utk kekasihmu, aku untuk kekasihku, gitu loh hehehe

    moga happy deh bedua. rasa itu tak butuh nama, nikmati saja

  8. Aduh lae…lama tak berkunjung mengapa jadi begini?….tapi aku percaya dengan pemahamanmu ttg cinta kau bisa tersenyum kecil menghadapinya…keep the spirit …numpang woro2 aku pindahan ke http://gembelpinggirdalan.wordpress.com/2007/06/12/hore%e2%80%a6akhirnya-wpku-di-launching-resmi%e2%80%a6/ mampir ya…salam…

  9. yg ini bikin merinding…

  10. *cuma bisa bengong….
    *mbak meiy, puisinya buat aku juga ya….plissss

  11. baca postingan ini sekali lagi..huaaaaa…jadi pengen nangiiissss….

  12. jika kau tak ingin menyebutnya cinta paling tidak dapat kau beri dia nama …..
    bagaimanapun rasa itu telah hadir di dalam bilik kalbumu….telah merampas perasaanmu untuknya
    mengalirkan getar rindu tak berdawai dan menjelmakan sayang dan kasih …karna rasa itu membuatmu bimbang maukah ku katakan padamu namanya…?
    sebut saja itu beban asmara.

  13. minta izin….meminjam tulisan ini untuk disimpan di ruang pribadi, bukan dipublikasikan!

    ma kasih

  14. Saya di minta mbo venus baca tulisan ini pak, dan hasilnya, TERIMA KASIH BANYAK!!

    *ngapus air mata*

  15. sekarang saya beneran nangis…

    *sesenggukan di pojokan*

  16. iya lae, postingan ini layak diendapkan dan disimpan di ruang pribadi (kaya yati) utk referensi :)

    eh pinjem dong ah

  17. You got my point, Sir. “What’s a name”.

  18. Saya sebentar lagi delapan belas tahun….
    tapi saya belum pernah punya kekasih…
    untuk ukuran anak ingusan jaman sekarang yang seumuran saya, saya dianggap NORAK belum pernah pacaran…

    apa rasanya dikatain kaya gitu…
    “HARUSKAHSETIAPRASADIBERINAMA?”

    tapi dibawa enak aja….

  19. Sialan, kok gw jadi nangis sih….

  20. Namai dia iblis –> akan kudekap jika membahagiakanku.
    Namai dia bidadari –> akan kubuang, jika ia merepotkanku.

    Huehehe… tak setiap rasa harus diberi nama. SETUJU BOS!

  21. walah………walah…rasa diberi nama…..

  22. speechless… just speechless……

  23. kirain ada gambar riki martin lagi… hehehehe

    Dirimu ntah dimana akan ku kenang selalu…

  24. aduh.. jadi makin ingat dengan pujaan hati di negeri hitler .. :( (
    cintakah namanya?
    rindukah namanya?

    tapi 3 paragraf terakhir jangan sampe kejadian :) *khusus buat yg ngalamin bad ending :(

    salut buat bang toga atas tulisan2nya.. :)

  25. hmm…
    entah apalah namanya itu, sll saja di pertanyakan, adakah sejumput rindunya untukku..?

    keren puisi lae…izin ya, ku simpan dibilik tersembunyi, hingga semut pun gak tau dimana di semati..

Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.