<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Missionaris Resah Menatap Jerusalem dari Jendela Kamar Tidurnya</title>
	<atom:link href="http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/</link>
	<description>BLOG OF A NAKED MIND - BLOG DE UNA CUENTA DESNUDO - BLOG PIKIRAN YANG TELANJANG</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 Dec 2009 08:07:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: dian</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-6357</link>
		<dc:creator>dian</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 15:14:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-6357</guid>
		<description>yang jelas tunggulah dimana hari pnuaian buah anggur (yahudi/israel) sebentar lagi akan datang..... allahu akbar....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang jelas tunggulah dimana hari pnuaian buah anggur (yahudi/israel) sebentar lagi akan datang&#8230;.. allahu akbar&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tagteenueTymn</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-4905</link>
		<dc:creator>tagteenueTymn</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 03:12:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-4905</guid>
		<description>Heh. Nice. Are you kidding me about my   slippery  violence  Wanna very nice joke?))   Where does all the pepper go? No one nose.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Heh. Nice. Are you kidding me about my   slippery  violence  Wanna very nice joke?))   Where does all the pepper go? No one nose.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aden</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-4494</link>
		<dc:creator>aden</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 10:39:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-4494</guid>
		<description>kehidupan beragama sekarang memang cukup memprihatinkan..orang beragama tapi kehidupannya tidak agamis..disamping itu orang juga banyak memilih hidup bebas / tidak beragama, karena mereka berpikir agama hanyalah pembuat perbedaan dan pembuat peperangan, keonaran..mereka lebih memilih nilai-nilai universal sebagai pegangan hidupnya. tapi apakah mereka juga berpikir, dulu sebelum agama-agama diturunkan, orang tidak beragama dan percaya pada nilai-nilai universal dan banyak peperangan..kemudian Allah menurunkan agama-agama agar manusia mempunyai akhlak yang mulia berada dijalanNYA. kalau sekarang mereka memilih tidak beragama..itu sama saja mereka mundur kebelakang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kehidupan beragama sekarang memang cukup memprihatinkan..orang beragama tapi kehidupannya tidak agamis..disamping itu orang juga banyak memilih hidup bebas / tidak beragama, karena mereka berpikir agama hanyalah pembuat perbedaan dan pembuat peperangan, keonaran..mereka lebih memilih nilai-nilai universal sebagai pegangan hidupnya. tapi apakah mereka juga berpikir, dulu sebelum agama-agama diturunkan, orang tidak beragama dan percaya pada nilai-nilai universal dan banyak peperangan..kemudian Allah menurunkan agama-agama agar manusia mempunyai akhlak yang mulia berada dijalanNYA. kalau sekarang mereka memilih tidak beragama..itu sama saja mereka mundur kebelakang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: khoh ag</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-596</link>
		<dc:creator>khoh ag</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Aug 2007 13:22:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-596</guid>
		<description>Yaa Allah, aku bukanlah ahli surga ( karena banyaknya dosa-dosa yang kulakukan ). Tetapi Yaa Allah, aku tidak kuat ada di neraka ( karena dahsyatnya adzab yang diterima ). do&#039;a abu nawas boo</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yaa Allah, aku bukanlah ahli surga ( karena banyaknya dosa-dosa yang kulakukan ). Tetapi Yaa Allah, aku tidak kuat ada di neraka ( karena dahsyatnya adzab yang diterima ). do&#8217;a abu nawas boo</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: indra</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-532</link>
		<dc:creator>indra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jul 2007 12:37:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-532</guid>
		<description>Spiritualitas itu datang dari nurani, tanamkanlah untuk mengedepankan nurani dalam segala hal. insaAlloh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Spiritualitas itu datang dari nurani, tanamkanlah untuk mengedepankan nurani dalam segala hal. insaAlloh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: BatakNews</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-79</link>
		<dc:creator>BatakNews</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 May 2007 21:44:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-79</guid>
		<description>terima kasih lae toga mau bersusah-payah menerjemahkan tulisan ini; sehingga orang yang kurang fasih berbahasa asing seperti aku ini bisa menikmatinya.

&quot;Pengajaran agama perlu kemasan baru, tidak cukup lagi dengan iming-iming surga, atau gertak neraka.&quot;

&quot;Seandainya saya punya kekuatan, saya mau membakar surga, dan menyiram neraka, biar keikhlasan bisa tumbuh.&quot;

kedua komentar lae di atas sangat tepat. aku sependapat. tidak sedikit [untuk tidak memastikan banyak] di antara kita umat beragama ini yang menjalankan ritual agama sebenarnya hanya karena takut akan ancaman neraka atau bonus masuk surga. 

menjalankan ritual agama bukan karena sungguh-sungguh mencintai SANG KEKASIH YANG MAHA-PENCINTA, tapi karena takut dibakar neraka jahanam. memberi sedekah kepada si miskin bukan karena sungguh-sungguh memahami apa itu cinta kasih kepada sesama, tapi karena mengejar poin untuk memperoleh kunci pintu surga.

menyedihkan melihat kita orang-orang beragama ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih lae toga mau bersusah-payah menerjemahkan tulisan ini; sehingga orang yang kurang fasih berbahasa asing seperti aku ini bisa menikmatinya.</p>
<p>&#8220;Pengajaran agama perlu kemasan baru, tidak cukup lagi dengan iming-iming surga, atau gertak neraka.&#8221;</p>
<p>&#8220;Seandainya saya punya kekuatan, saya mau membakar surga, dan menyiram neraka, biar keikhlasan bisa tumbuh.&#8221;</p>
<p>kedua komentar lae di atas sangat tepat. aku sependapat. tidak sedikit [untuk tidak memastikan banyak] di antara kita umat beragama ini yang menjalankan ritual agama sebenarnya hanya karena takut akan ancaman neraka atau bonus masuk surga. </p>
<p>menjalankan ritual agama bukan karena sungguh-sungguh mencintai SANG KEKASIH YANG MAHA-PENCINTA, tapi karena takut dibakar neraka jahanam. memberi sedekah kepada si miskin bukan karena sungguh-sungguh memahami apa itu cinta kasih kepada sesama, tapi karena mengejar poin untuk memperoleh kunci pintu surga.</p>
<p>menyedihkan melihat kita orang-orang beragama ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: putirenobaiak</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-72</link>
		<dc:creator>putirenobaiak</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 May 2007 09:57:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-72</guid>
		<description>tulisanmu selalu ingin kubaca krn selalu menarik dan membuat berpikir, sekaligus belajar.

pertamakali terperangah dg jawaban seorang bule adalah waktu SMP dulu, bahwa dia tidak beragama. dlm benak ku yg masih lugu seharusnya setiap orang punya agama. kemudian dikehidupan selanjutnya aku terbiasa dg org2 spt in krn bekerja dg orang2 asing dr asia sendiri ato barat, kenyataannya trend tidak beragama lumayan byk. entahlah masalah agama mmg rumit kali ya, aku menjadikannya sangat personal krn kdg aku masih mempertanyakan byk hal. mencari jawaban.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tulisanmu selalu ingin kubaca krn selalu menarik dan membuat berpikir, sekaligus belajar.</p>
<p>pertamakali terperangah dg jawaban seorang bule adalah waktu SMP dulu, bahwa dia tidak beragama. dlm benak ku yg masih lugu seharusnya setiap orang punya agama. kemudian dikehidupan selanjutnya aku terbiasa dg org2 spt in krn bekerja dg orang2 asing dr asia sendiri ato barat, kenyataannya trend tidak beragama lumayan byk. entahlah masalah agama mmg rumit kali ya, aku menjadikannya sangat personal krn kdg aku masih mempertanyakan byk hal. mencari jawaban.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: endang</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-65</link>
		<dc:creator>endang</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 May 2007 01:28:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-65</guid>
		<description>bagus tulisannya...agama harus dilakukan dgn cinta dan kesadaran...maap blm bisa lama2 mampir dan membaca seksama, krn kekacauan jaringan internetku..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagus tulisannya&#8230;agama harus dilakukan dgn cinta dan kesadaran&#8230;maap blm bisa lama2 mampir dan membaca seksama, krn kekacauan jaringan internetku..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ureh</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-62</link>
		<dc:creator>ureh</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 May 2007 12:16:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-62</guid>
		<description>Eh, ada sedikit pertanyaan tentang &quot;membakar surga &amp; menyiram neraka&quot; nih. Jadi... apakah surga &amp; neraka itu diciptakan sia-sia?

Aku rasa surga &amp; neraka itu ibarat gaji atau upah. Dalam suatu pekerjaan, sebenarnya gaji atau upah itu bukanlah tujuan, melainkan sebuah konsekuensi logis atas kerja+profesionalitas kita. Kita butuh uang hasil jerih payah kita, tetapi itu bukan semata-mata satu-satunya faktor yang mendorong kita untuk melakukan pekerjaan itu kan? Ada faktor-faktor lain, semisal pengabdian kepada kemanusiaan, pada orang tua, negara, agama, plus pada Tuhan, dst-dst. Kalo pada akhirnya ada atau banyak orang yang bekerja dengan tujuan uang, aku rasa itu juga hak mereka. Tetapi yang penting kerja beres+nggak merugikan orang lain  :D

Seperti itu juga surga dan neraka. Bukan tujuan, tetapi bisa menjadi sesuatu yang memicu semangat keberagamaan kita. Hanya saja, ketika surga &amp; neraka menjadi tujuan, sementara kita tidak memiliki bekal pemahaman / ilmu yang cukup bagus tentang Islam atau entitas agama secara keseluruhan, hal ini dapat memicu tindakan-tindakan yang sebenarnya justru menjauh dari alur/jalan menuju surga tersebut (sebenarnya, kalau tanpa ilmu, bahkan orang yang bertujuan Tuhan pun bisa terjebak ke arah yang justru menentang kehendak Tuhan).

tentang regenerasi iman, aku rasa zaman mulai berubah menuju paradigma keberagamaan rasional. maksudku, secara pelan-pelan manusia (human beings) mulai berupaya mencapai keyakinan agama dengan belajar memahami perintah &amp; larangan tuhan melalui akal. Sebenarnya cukup bagus, tetapi pada periode awal-awalnya, situasinya akan seperti sekarang ini. Chaos. Disorented. Jatuh bangun. Hanya karena manusia sedang mempelajari kembali dunia spiritual dari awal. Berkat globalisasi. (?)

Singkatnya, istilah &quot;kemasan baru&quot; mungkin betul. kalau sebelumnya kita menganut paradigma &quot;taqlid&quot; kepada sejarah keagamaan (termasuk kepada tokoh2 idola), sepertinya perlu berubah menuju paradigma &quot;kritis+interaktif&quot; (pasca kolonialis?) sehingga setiap orang dapat memiliki pengalaman spiritualnya (yang rasional) sendiri, agar dengan begitu keimanan tumbuh makin kuat+menguatkan.

mm... mungkin sebenarnya masih panjang kalau mau dibahas. tapi.. kemampuanku masih cekak. jadi..cukup sekian &quot;nggedabruz&quot;-nya :&quot;&gt;  

**setelah kuperiksa lagi, ternyata banyak istilah yang bahkan aku pun belum sepenuhnya mengerti. Yah. Itulah imajinasi+intuisi :D alias ngawur :&quot;&gt;**</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Eh, ada sedikit pertanyaan tentang &#8220;membakar surga &amp; menyiram neraka&#8221; nih. Jadi&#8230; apakah surga &amp; neraka itu diciptakan sia-sia?</p>
<p>Aku rasa surga &amp; neraka itu ibarat gaji atau upah. Dalam suatu pekerjaan, sebenarnya gaji atau upah itu bukanlah tujuan, melainkan sebuah konsekuensi logis atas kerja+profesionalitas kita. Kita butuh uang hasil jerih payah kita, tetapi itu bukan semata-mata satu-satunya faktor yang mendorong kita untuk melakukan pekerjaan itu kan? Ada faktor-faktor lain, semisal pengabdian kepada kemanusiaan, pada orang tua, negara, agama, plus pada Tuhan, dst-dst. Kalo pada akhirnya ada atau banyak orang yang bekerja dengan tujuan uang, aku rasa itu juga hak mereka. Tetapi yang penting kerja beres+nggak merugikan orang lain  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Seperti itu juga surga dan neraka. Bukan tujuan, tetapi bisa menjadi sesuatu yang memicu semangat keberagamaan kita. Hanya saja, ketika surga &amp; neraka menjadi tujuan, sementara kita tidak memiliki bekal pemahaman / ilmu yang cukup bagus tentang Islam atau entitas agama secara keseluruhan, hal ini dapat memicu tindakan-tindakan yang sebenarnya justru menjauh dari alur/jalan menuju surga tersebut (sebenarnya, kalau tanpa ilmu, bahkan orang yang bertujuan Tuhan pun bisa terjebak ke arah yang justru menentang kehendak Tuhan).</p>
<p>tentang regenerasi iman, aku rasa zaman mulai berubah menuju paradigma keberagamaan rasional. maksudku, secara pelan-pelan manusia (human beings) mulai berupaya mencapai keyakinan agama dengan belajar memahami perintah &amp; larangan tuhan melalui akal. Sebenarnya cukup bagus, tetapi pada periode awal-awalnya, situasinya akan seperti sekarang ini. Chaos. Disorented. Jatuh bangun. Hanya karena manusia sedang mempelajari kembali dunia spiritual dari awal. Berkat globalisasi. (?)</p>
<p>Singkatnya, istilah &#8220;kemasan baru&#8221; mungkin betul. kalau sebelumnya kita menganut paradigma &#8220;taqlid&#8221; kepada sejarah keagamaan (termasuk kepada tokoh2 idola), sepertinya perlu berubah menuju paradigma &#8220;kritis+interaktif&#8221; (pasca kolonialis?) sehingga setiap orang dapat memiliki pengalaman spiritualnya (yang rasional) sendiri, agar dengan begitu keimanan tumbuh makin kuat+menguatkan.</p>
<p>mm&#8230; mungkin sebenarnya masih panjang kalau mau dibahas. tapi.. kemampuanku masih cekak. jadi..cukup sekian &#8220;nggedabruz&#8221;-nya :&#8221;&gt;  </p>
<p>**setelah kuperiksa lagi, ternyata banyak istilah yang bahkan aku pun belum sepenuhnya mengerti. Yah. Itulah imajinasi+intuisi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  alias ngawur :&#8221;&gt;**</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: kurtubi</title>
		<link>http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-58</link>
		<dc:creator>kurtubi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 May 2007 16:23:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nesia.wordpress.com/2007/05/02/missionaris-resah-menatap-jerusalam-dari-jendela-kamar-tidurnya/#comment-58</guid>
		<description>sesama agama sangat berbangga
tapi bukan kepada sesama 
namun hanya kepadaNya
kita cinta dunia cinta saudara

.... nice blog ... 
perminttan hadits pena pelajar dan darah jihad lagi dicari mngkin g sekarang yaa... Insya Allah nanti dikabari segera....
makasih tlah mampir ke kbunku</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sesama agama sangat berbangga<br />
tapi bukan kepada sesama<br />
namun hanya kepadaNya<br />
kita cinta dunia cinta saudara</p>
<p>&#8230;. nice blog &#8230;<br />
perminttan hadits pena pelajar dan darah jihad lagi dicari mngkin g sekarang yaa&#8230; Insya Allah nanti dikabari segera&#8230;.<br />
makasih tlah mampir ke kbunku</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
