No Importa La Distancia*)
Aku bahkan sempat ragu, benarkah bisa kucintai dia yang sama sekali belum pernah kutemui… Tidakkah ini akan jadi bahan tertawaan, bagi orang-orang “rasional” itu?
Tapi memang rasa itu, saat itu, sungguh penuh seluruh, utuh seperti bisa kucium itu bau tubuh. Sehabis membaca email, chatting, sms, apalagi telepon, seperti ada kerinduan yang terobati, walau pada saat yang sama kerinduan baru mulai membentuk diri. Persis seperti perpisahan sejoli di pagi hari, sehabis bercinta sepanjang malam tadi.

Jadi, apa yang kurang? Tubuh toh hanya sekumpulan sel dalam jaringan-jaringan yang terkait satu sama lain. Rindu adalah persoalan jiwa, mengapa harus diobati dengan keberadaan tubuh, jasad yang sesak dengan segala sampah dan bakteri itu?
Kalau (lelaki) bisa bersetubuh tanpa cinta, mengapa tak bisa pula bercinta tanpa tubuh?
“Aku seperti bintang, tak selalu bisa kau tatap, bahkan tak pernah sempat kau dekap, tapi kau tau, aku selalu ada di sana untukmu…”
Walau pada akhirnya kita memilih selesai, sama sekali bukan karena aku tak kunjung bisa menghitung degup jantungmu di dadaku, atau merasai derai rambutmu di wajahku. Itu pilihan yang kita ambil, tanpa berlebih duka.
“No importa la distancia, mi querida”.
Jarak bukanlah masalah, bahkan waktu tak pernah mengganggu, karena sampai kini sampai nanti, di sini atau di ujung bumi, selalu ada tempat untukmu di hati.
*)No Importa La Distancia OST Hercules, Performed by Ricky Martin. Untukmu di sana, yang selalu penuh cinta, dan untuk semua yang percaya bahwa jarak memang bukan apa-apa.







indah sekali….. soalnya gw sedang merasakan hal yang sama.. jadinya sangat mengerti (paling tidak gw pikir gw mengerti :D)
pray for me, will u my friend,… that i can finally meet him whom i care so much for, at the end of my story..
Jujur.. gw tersentuh banget bacanya
*ralat:.. merasakan & mengalami hal yg sama
spanish, as usual
ruang dan waktu, bukan halangan utk rindu…(lah ko berasa juga d gue, once…for someone
wuih…tulisan si abang bagus2 ya, produktif pulak!
Pas baca comment kamu di Rhani jadi penasaran , pas baca postingannya terperangah ..wow menyentuh sekali ….
Terkadang rasa cinta yg terpisahkan oleh jarak dan waktu membuat semuanya lebih indah , karena jiwa kita yg bicara dan merasakan cinta itu tiap detik ….
salam kenal
Susie
blogku yg aktif di sini ya http://www.thekannes.nl
jarak itu hanya ada di peta bumi, di atlas…kalo hati, ya ga berjarak
*garing dan ga nyambung ya?
Saya link balik ya , invite ke blog saya sudah saya kirim krn kadang2 blog saya saya set sbg private blog …
Thanks
Susie
wahhhh siapa lagi nih yg menjadi “kurban”mu kali ini….
hahahhahahaa……
miss you dude!
gmn… sehat-sehat aja kan… kurban? mmm… *bingung mode on* :))
romantizzz…..!!!! deh..
Indah euy. Beautiful writing. U should write a book. It would be a best seller, i guess.
You know I love you, before I met you
~ Savage Garden~
Lebih tepat mungkin?
hehehe…
yeah, Lae! You should write a book!
q jg ngerasa gt,trm sms,dger suara kangen ilang,tp u/ mlhat wajah blm tentu
congrats! you made me cry!
aku seneng bacanya, abisnya gw banget.
gw lg ditinggal tugas, kalo kangen tlp,sms…emang kangennya ilang,tapi datang lagi.lebih parah…
hik..hik…mengharukan bgt…
itu berarti bagi yang maniac seks mest sadar kalo bisa bersetubuh tanpa cinta itu berarti juga harus bisa bercinta tanpa tubuh.terutama buat yang long distance relationship pastinya yang udah married dunk…?
duh,,pengen nangis duluan neh sebelum nulis
bagus dan menyentuh banget,
for you my love :
“sampai kini, sampai nanti, di sini atau di ujung bumi, selalu ada tempat untukmu di hati”(maap ya nyontek dikit
aku akan selalu menantimu PUT,
nambah lagi dunk,,,:p
Mas, ini pengalaman pribadi ato apa seh??
koq mengiris banget kata2nya :p
eniwei, aq suka banget sama tulisan ini,,
Tapi aq pengennya jadi bintang yang bisa diraih, didekap dan dimiliki olehnya
LuV u PuT ;);)
[...] lupa Gw lupa, benar2 lupa pernah menuliskan comment seperti ini di sana [...]
ada sepenggal kata yg palg kusuka ialah ” rindu adalah perasaan jiwa mengapa harus terobati dengan keberadaan tubuh “